50
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DATA PRIBADI
Nama : Azis Perdiansyah
NIM : 21112053
Tempat/Tanggal lahir : Bandung, 5 Juni 1994 Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Jl. Cibangkong No. 94/118 RT 04 RW 03 Kelurahan Cibangkong
Kecamatan Batununggal Kota Bandung
DATA PENDIDIKAN
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN KOMITE AUDIT
TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK
(Studi Kasus pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Periode 2010-2014)
THE INFLUENCE OF FIRM SIZE AND AUDIT COMMITTEE TO TAX AVOIDANCE
(Case Study On Mining Company Listed In Indonesian Stock Exchange Period 2010-2014)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Program Strata 1 Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Pada Program Studi Akuntansi
Oleh :
Azis Perdiansyah
21112053
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVESITAS KOMPUTER INDONESIA
vii
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatu.
Segala puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan berkat dan kasih karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan Skripsi ini dengan judul “Pengaruh Ukuran Perusahaan dan
Komite Audit Terhadap Penghindaran Pajak Studi Kasus Pada Perusahaan
Pertambangan yang Terdaftar di Bursa efek Indonesia Periode 2011-2014”.
Skripsi ini disajikan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh jenjang
Strata Satu (S1) Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas
Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung.
Dalam penulisan skripsi ini, penulis menyadari bahwa dalam penulisan
skripsi ini masih jauh dari sempurna baik dalam teknik penulisan maupun
penyajian materi dan pembahasannya. Hal ini tidak lain karena keterbatasan
pengetahuan kemampuan dan pengalaman yang penulis miliki. Untuk itu peneliti
akan selalu menerima dengan tangan terbuka dan hati yang lapang untuk segala
masukan yang ditujukan untuk penyempurnaan skripsi ini.
Dalam proses penulisan skripsi ini, penulis menyadari bahwa skripsi ini
tidak akan terwujud tanpa adanya bimbingan, dorongan, nasehat, dan bantuan dari
berbagai pihak. Dengan segala kerendahan hati, pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dr. Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.Sc., selaku Rektor Universitas
viii
2. Prof. Dr. Hj. Dwi Kartini., SE., Spec. Lic. selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia.
3. Dr. Siti Kurnia Rahayu SE., M.Ak., CA selaku Ketua Program Studi
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia.
4. Dr. Siti Kurnia Rahayu SE., M.Ak., CA selaku Dosen Wali.
5. Dr. Surtikanti SE., M.Si.,Ak., CA selaku Dosen Pembimbing yang telah
berkenan dan meluangkan waktunya memberikan bimbingan, membina
dan mengarahkan penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
6. Ayah dan Ibuku tercinta yang selalu memberikan motivasi, doa dan
dukungan baik secara moril maupun materil serta perhatian dan curahan
kasih sayang yang dapat memberikan semangat kepada penulis.
7. Keluarga besar Alm. Raden Usman Gunadi yang telah memberi dukungan
dan bantuan selama mengerjakan skripsi ini.
8. Rustiani Khairinnisa yang selalu memberikan semangat, motivasi dan doa
selama penulis menyelesaikan skripsi ini.
9. Teman-teman Jama’ah Al-Cikasoseh yang selalu memberikan dukungan
dan hiburan selama menyelesaikan skripsi ini.
10.Seluruh teman-teman Ak-7
11.Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang secara
langsung ataupun tidak langsung yang turut membantu penyelesaian
ix
Akhir kata, semoga Allah SWT membalas kebaikan semua pihak yang
telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam
menyelesailan usulan penelitian ini, dan semoga bermanfaat dan memberikan
pengetahuan khususnya bagi penulis dan umumnya kepada pihak yang
membutuhkannya. Amin
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Bandung, Agustus
2016
x
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
SURAT PERNYATAAN
SURAT PERSETUJUAN PUBLIKASI
ABSTRAK ………... v
ABSTRACT ……… vi
KATA PENGANTAR ……… vii
DAFTAR ISI ………... x
DAFTAR TABEL ………... xv
DAFTAR GAMBAR ……….. xvii
DAFTAR LAMPIRAN ………... xviii
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian ………. 1
1.2 Identifikasi Masalah ………... 7
1.3 Rumusan Masalah ………. 7
1.4 Maksud dan Tujuan Penelitian ………... 8
1.4.1 Maksud Penelitian ………... 8
1.4.2 Tujuan Penelitian ..……… 8
1.5 Kegunaan Penelitian ..………... 8
1.5.1 Kegunaan Praktis ..……… 8
1.5.1.1 Perusahaan …..……….. 8
xi
1.5.2.1 Peneliti Selanjutnya ……….. 9
1.5.2.2 Pengembangan Ilmu Pajak ………….. 9
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN
HIPOTESIS
2.1 Kajian Pustaka ..……….... 10
2.1.1 Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) ..…………. 10 2.1.1.1 Pengertian Penghindaran Pajak ...……. 10
2.1.1.2 Indikator Penghindaran Pajak ...……… 11
2.1.2 Ukuran Perusahaan ..……….. 11
2.1.2.1 Pengertian Ukuran Perusahaan ………. 11
2.1.2.2 Klasifikasi Ukuran Perusahaan …….… 12
2.1.2.3 Indikator Ukuran Perusahaan ...……… 14
2.1.3 Komite Audit ………..……….. 14
2.1.3.1 Pengertian Komite Audit ………..…… 14
2.1.3.2 Keanggotaan Komite Audit ………….. 15
2.1.3.3 Indikator Komite Audit………. 16
2.2 Kerangka Pemikiran ………... 17
2.2.1 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap
Penghindaran Pajak ……….. 17
2.2.2 Pengaruh Komite Audit terhadap Penghindaran
Pajak ………... 17
xii
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Metode yang digunakan ……… 20
3.2 Operasional Variabel ……… 22
3.3 Sumber data dan Teknik Pengumpulan Data ……… 24
3.3.1 Sumber Data ………... 24
3.3.2 Teknik Pengumpulan Data ……… 25
3.4 Populasi, Penarikan Sampel dan Tempat serta Waktu Penelitian………...……….. 26
3.4.1 Populasi ………. 26
3.4.2 Penarikan Sampel ……….. 28
3.4.3 Tempat dan Waktu Penelitian ………... 30
3.4.3.1 Tempat Penelitian ..……….. 30
3.4.3.2 Waktu Penelitian ……….. 31
3.5 Metode Pengumpulan Data ………... 32
3.5.1 Metode Analisis ……….... 32
3.5.2 Uji Asumsi Klasik ………... 32
3.5.2.1 Uji Normalitas ..……… 33
3.5.2.2 Uji Multikolinearitas ……… 34
3.5.2.3 Uji Heteroskedastisitas ….……… 35
3.5.2.4 Uji Autokorelasi ...……… 36
3.5.3 Analisis Regresi Linier Berganda .……… 37
3.5.4 Analisis Koefisien Korelasi Pearson …………... 39
xiii
3.6 Metode Pengujian Data ..………... 41
3.6.1 Uji Hipotesi ...……… 41
3.6.2 Penetapan Hipotesi …...………. 42
3.6.3 Menetukan Tingkat Signifikan ….……… 43
3.6.4 Menggambarkan Daerah Penerimaan dan Penolakan ………..… 43
3.6.5 Penarikan Kesimpulan ………..…… 44
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ………..…... 45
4.1.1 Hasil Analisis Deskriptif …...……… 45
4.1.1.1 Analisis Ukuran Perusahaan pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014 ...……… 46
4.1.1.2 Analisis Komite Audit pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014 .………..…... 50
xiv
4.1.2 Hasil Analisis Verivikatif ...………... 58
4.1.2.1 Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Komite Audit terhadap Penghindaran pajak pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014…… 58
4.1.2.2 Uji Asumsi Klasik ………….……..….. 58
4.1.2.3 Analisis Regresi Linier Berganda ……. 64
4.1.2.4 Analisis Koefisien Korelasi ………...… 66
4.1.2.5 Analisis Koefisien Determinasi (r2)….. 67
4.1.2.6 Pengujian Hipotesis……… 69
4.2 Hasil Pembahasan ...………... 72
4.2.1 Pengaruh Ukuran Peusahaan terhadap Penghindaran Pajak ……… 72
4.2.2 Pengaruh Komite Audit terhadap Penghindaran Pajak ………... 74
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ...………... 76
5.2 Saran ...………... 77
5.2.1 Saran Praktisi …..………... 77
5.2.2 Saran Akademis ...………... 77
DAFTAR PUSTAKA
xvi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Kriteria Ukuran Perusahaan ………... 13
Tabel 3.1 Operasional Variabel ………... 23
Tabel 3.2 Daftar Perusahaan ……….. 27
Tabel 3.3 Daftar Kriteria Sampel ………... 29
Tabel 3.4 Jadwal Pelaksanaan Penelitian …...……….... 31
Tabel 3.5 Interprestasi Koefisien Korelasi ………. 40
Tabel 3.6 Hipotesis Statistik .………. 42
Tabel 4.1 Ukuran Perusahaan pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014 ……. 47
Tabel 4.2 Rata-rata Ukuran Perusahaan pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014 …...……….. 49
Tabel 4.3 Komite Audit pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014 …….. 51
Tabel 4.4 Rata-rata Komite Audit pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014 . 52 Tabel 4.5 ETR pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014 ………... 54
xvii
Tabel 4.7 Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov …………...………… 60
Tabel 4.8 Hasil Pengujian Multikolinearitas ………. 61
Tabel 4.9 Kriteria Keputusan menurut Uji Durbin Watson …………... 63
Tabel 4.10 Hasil Pengujian Autokorelasi ……… 63
Tabel 4.11 Analisis Regresi Linier Berganda antara Ukuran Perusahaan
dan Komite Audit terhadap Penghindaran Panjak …………. 65
Tabel 4.12 Hasil Uji Korelasi Ukuran Perusahaan terhadap
Penghindaran Pajak ……… 66
Tabel 4.13 Hasil Uji Korelasi Komite Audit dengan Penghindaran
Pajak
………... 67
Tabel 4.14 Koefisien Determinasi antara Ukuran Perusahaan dan
Komite Audit terhadap Penghindaran Pajak ……….. 68
Tabel 4.15 Pengujian Hipotesis antara Ukuran Perusahaan terhadap
Penghindaran Pajak ……… 69
Tabel 4.16 Pengujian Hipotesis antara Komite Audit terhadap
xviii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Paradigma Penelitian ……….. 18
Gambar 3.1 Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis ……… 44
Gambar 4.1 Grafik Perkembangan Rata-Rata Ukuran Perusahaan pada
Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Periode 2011-2014 …...……….. 49
Gambar 4.2 Grafik Perkembangan Rata-Rata Komite Audit pada
Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia Periode 2011-2014 ...……….. 53
Gambar 4.3 Grafik Perkembangan Rata-Rata ETR pada Perusahaan
Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Periode 2011-2014 ………...………... 57
Gambar 4.4 Grafik Normalitas Residual ………...…………. 59
Gambar 4.5 Grafik Scatterplot Uji Heteroskedastisitas ………. 95 Gambar 4.6 Kurva Pengujian Hipotesis Pengaruh Ukuran Perusahaan
terhadap Penghindaran Pajak ……….. 70
Gambar 4.7 Kurva Pengujian Hipotesis Pengaruh Komite Audit
xix
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Permohonan Penelitian ……….. 83
Lampiran 2 Surat Balasan Perusahaan ... ………. 84
Lampiran 3 Berita Acara Bimbingan Usulan Penelitian ....………….... 85
Lampiran 4 Berita Acara Bimbingan Skripsi ...………... 87
Lampiran 5 Bukti Pembayaran Wisuda ...………... 88
Lampiran 7 Laporan Keuangan PT. Adaro Energy ………...…………. 90
Lampiran 8 Laporan Keuangan PT. Golden Energy Mines ..…………. 98
Lampiran 9 Laporan Keuangan PT. Harum Energy ...……….. 108
Laporan Keuangan PT. Indo Tambang Raya ..………
Laporan Keuangan PT. Resources Alam Indonesia ...
Laporan Keuangan PT. Samindo ...
Laporan Keuangan PT. Bukit Asam ...
Laporan Keuangan PT. Petrosea ...
Laporan Keuangan PT. Ratu Prabu Energi ...
Laporan Keuangan PT. Energi Megah Persada ...
Laporan Keuangan PT. Medco Energi Internasional ...
Laporan Keuangan PT. Radiant Utama Interinsco ...
Laporan Keuangan PT. Vale Indonesia ...
Laporan Keuangan PT. Timah (Persero) ...
Laporan Keuangan PT Citatah ...
Laporan Keuangan PT. Mitra Investindo ...
79
DAFTAR PUSTAKA
Agus Sartono. 2010. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE. Agustina, Silvia. 2013. Pengaruh Profitabilitas dan Pengungkapan Corporate Social
Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Skripsi. Padang: Universitas Negeri Padang.
Amin W Tunggal. 2012. The Internal Auditing Handbook. Jakarta: Harvarindo. Andi Supangat. 2007. Statistika dalam Kajian Deskriftif, Inferensi dan
Nonparametrik. Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Muhamad, Arief, Effendi. 2009. The Power of Good Corporate Governance.Jakarta: Salemba Empat.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Asdi Mahasatya.
Bambang Riyanto. (2008). Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: BPFE.
Bernad, H 2011. Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manjemen Pajak. Depok: Dept. Akuntansi Fakultas Ekonomi Ui
Budiman, Judi dan Setiyono. (2012). Pengaruh Karakter Eksekutif Terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidance). Electronic Theses & Dissertations (ETD) Univeritas Gajah Mada.
Damayanti Theresia Woro dan Suparmono. 2010. Perpajakan Indonesia, Mekanisme, dan Perhitungan. Yogyakarta: ANDI.
Damayanti, Fitri dan Tridahu Susanto. 2015. Pengaruh Komite Audit, Kualitas Audit, Kepemilikan Intitusional, Risiko Perusahaan dan Return on Assets terhadap Tax Avoidance. Jurnal Bisnis dan Manajemen, Vol 5, No 2, Hal 187-206. Darmawan, I. G. H., & Sukartha, I. M. (2014). Pengaruh Penerapan Corporate
80
Gujarati, Damodar. 2003. Ekonometri Dasar. Terjemahan: Sumarno Zain. Jakarta: Erlangga.
Harahap Sofyan. S. 2002. Teori Akuntansi. Edisi Revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Husein Umar. 2011. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Jogiyanto. Hm 2007. Teori Portofolio Dan Analisis Investasi. Edisi Pertama. Yogyakarta: Bpfe
Kristina Dewi, N. dan I Ketut Jati. Pengaruh Karakteristik Eksekutif, Karakteristik Perusahaan dan Dimensi Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Pada Tax Avoidance di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 6.2.
Lim, YD. (2011). Tax Avoidance, Cost of Debt and Shareholder Activism: Evidence from Korea. Journal of Banking & Finance 35, 456–470.
Maharani, Dyah Putri. 2015. Pengaruh Kualitas Auditor Eksternal dan KomiteA terhadap Tax Avoidance. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro.
Mardiasmo. 2011. Perpajakan Edisi Revisi 2011 .Yogyakarta: Andi
Maria, M.R., Tommy Kurniasih. 2013. Pengaruh Return on Assets, Leverage, Corporate Governance, dan Kompnsasi Laba Fskal pada Tax Avoidance. Dalam Buletin Studi Ekonomi, 18(1), :h:58-66. Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.
Moh. Nazir. 2013. Metode Penelitian. Jakarta : Salemba Empat
Ngadiman, dan Puspitasari, C. 2014. Pengaruh Leverage, Kepemilikan Institusional, dan Ukuran Perusahaan terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) pada Perusahaan Sektor Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2010-2012. Jurnal Akuntansi, Vol 18, No 3, Halaman 408- 421.
Nuralifmida Ayu Annisa dan Lulus Kurniasih. 2012. Pengaruh Corporate Governance Terhadap Tax Avoidance. Jurnal Akuntansi & Auditing. Vol. VIII: 95-189.
81
Puspita, Silvia Ratih. 2014. Pengaruh Tata Kelola Perusahaan terhadap Penghindaran Pajak. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro
Rahayu, Siti Kurnia. (2010). Perpajakan Indonesia : Konsep & Aspek Formal. Bandung: Graha Ilmu.
Reza, Faisal. 2012. Pengaruh Dewan Komisaris dan Komite Audit terhadap Penghidaran Pajak. Skripsi. Jakarta: Universitas Indonesia
Rist, Michael dan Pizzica, Albert. 2015. Financial Ratios for Executive: How to Assess Company Strength, Fix Problems, and Make Better Decisions. New York: Apress.
Sari, Gita Maya. 2014. Pengaruh Corporate Governance, Ukuran Perusahaan, Kompensasi Rugi Fiskal dan Struktur Kepemilikan terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris pada Perusahaan MAnufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2008-2012). Skripsi. Padang: Universitas Negeri Padang.
Simanjuntak, T.H dan Imam 2012. Dimensi Ekonomi Perpajakan Dalam Membangun Pembangunan Ekonomi Cetakan 1. Jakarta : Raih Asa Sukses
Singgih Santoso. 2002. SPSS Versi 11.5 Cetakan Kedua. Jakarta: Gramedia
Subair, Faisal. 2013. Karakteristik Perusahaan dan Industri Terhadap Pengungkapan Dalam Laporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur yang Go Publik. Jurnal EMBA. (1) Hal. 763-774
Sugiyono. 2010. Metode Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.Bandung : Alfabeta
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta
Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep-103/MBU/2002 Tentang Komite Audit, Jakarta.
Umi Narimawati. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Teori dan Aplikasi. Bandung: Agung Media.
82
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 21
Tahun 2008 Tentang Perbankan Syari’ah.
Waluyo. 2009. Akuntansi Pajak, Edisi 2, Cetakan Pertama. Salemba Empat, Jakarta. Winata, Fenny. 2014. Pengaruh Corporate Governance Terhadap Tax Avoidance
pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesi Tahun 2013.” Tax and
Accounting Review Vol.4 No.1.
www.bisniskeuangan.kompas.com
www.tempo.co
10 BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
2.1 Kajian Pustaka
2.1.1 Penghindaran Pajak (Tax Avoidance)
2.1.1.1 Pengertian Penghindaran Pajak
Penghindaran pajak (tax avoidance) merupakan tindakan legal, dapat dibenarkan karena tidak melanggar undang-undang, dalam hal ini sama sekali
tidak ada suatu pelanggaran hukum yang dilakukan. Tujuan penghindaran pajak
adalah menekan atau meminimalisasi jumlah pajak yang harus dibayar. Pengertian
penghindaran pajak (tax avoidance) menurut menurut Mardiasmo (2011:8), adalah sebagai berikut:
“Tax Avoidance adalah usaha meringankan beban pajak dengan tidak
melanggar Undang-undang”.
Sedangkan menurut Pohan (2013:23) pengertian penghindaran pajak
adalah sebagai berikut :
“Penghindaran pajak merupakan upaya menghindari pajak yang dilakukan
secara legal dan aman bagi wajib pajak tanpa bertentangan dengan ketentuan perpajakan yang berlaku dimana metode dan tekhnik yang digunakan cenderung memanfaatkan kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam undang-undang dan peraturan perpajakan itu sendiri untuk
memperkecil jumlah pajak terhutang”
Berdasarkan difinisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian
penghindaran pajak dapat diartikan sebagai upaya meringankan beban pajak
dengan tidak melanggar undang, memanfaatkan kelemahan
11
2.1.1.2 Indikator Penghindaran Pajak
Adapun yang menjadi indikator dari Penghindaran Pajak menurut Rist dan
Pizzica (2014:54) adalah dengan menghitung melalui ETR (Effective Tax Rate) perusahaan. Rumus untuk menghitung ETR adalah sebagai berikut:
Semakin besar ETR ini mengindikasikan semakin rendah tingkat
penghindaran pajak perusahaan, (Judi Budiman dan Setiyono, 2012).
2.1.2 Ukuran Perusahaan
2.1.2.1 Pengertian Ukuran Perusahaan
Ukuran perusahaan merupakan tolak ukur bagi suatu perusahaan untuk
menentukan kapasitas perusahaan yang dimilikinya, apakah termasuk perusahaan
besar atau kecil. Ukuran perusahaan dapat diukur dengan melihat keseluruhan
total aktiva yang dimiliki perusahaan tersebut. Pengertian ukuran perusahaan
Menurut Bambang Riyanto (2008:313) pengertian dari ukuran perusahaan adalah:
“Besar kecilnya perusahaan dapat dilihat dari besarnya nilai equity, nilai
penjualan atau nilai aktiva”.
Sedangkan pengertian ukuran perusahaan menurut Agus Sartono
(2010:249) adalah:
“Perusahaan besar yang sudah well-established akan lebih mudah
memperoleh modal dipasar modal dibandingkan dengan perusahaan kecil. ETR = Tax Expense .
12
Karena kemudahaan akses tersebut berarti perusahaan besar memiliki
fleksibilitas yang lebih besar pula”.
Dari beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ukuran
perusahan merupakan ukuran dari besar atau kecilnya suatu perusahaan yang
dapat dilihat dari berbagai skala dan ukuran perusahaan dapat diukur berdasarkan
pada total aktiva perusahaan.
2.1.2.2 Klasifikasi Ukuran Perusahaan
UU No. 20 Tahun 2008 mengklasifikasikan ukuran perusahaan ke dalam 4
kategori yaitu usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah dan usaha besar.
mengklasifikasian ukuran perusahaan tersebut didasarkan pada total aset yang
dimiliki dan total penjualan tahunan perusahaan tersebut. UU No. 20 Tahun 2008
tersebut mendefinisikan usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dan usaha
besar sebagai berikut:
1. Usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan atau badan
usaha perorangan yang memiliki kriteria usaha mikro sebagaimana diatur
dalam undang-undang ini.
2. Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang
dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan
anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai,
atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha
menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil
13
3. Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri,
yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan
merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki,
dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung
dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau
hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam undang-undang ini.
4. Usaha besar adalah usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan
usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih
besar dari usaha menengah, yang meliputi usaha nasional milik negara
atau swasta, usaha patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatan
ekonomi di Indonesia”.
Adapun kriteria ukuran perusahaan yang diatur dalam UU No.20 tahun
2008 diuraikan dalam tabel 2.1.
Tabel 2.1
Kriteria Ukuran Perusahaan
Ukuran Perusahaan Assets
(tidak termasuk tanah
dan bangunan)
Penjualan Tahunan
Usaha Mikro Maksimal 50 juta Maksimal 300 juta
Usaha Kecil 50 juta – 500 juta 300 juta – 2 miliar
Usaha Menengah 10 juta – 10 miliar 2 miliar – 50 miliar
Usaha Besar Diatas 10 miliar Diatas 50 miliar
Dalam peraturan yang dibuat oleh Bursa Efek Indonesia, saham yang
dicatatkan dibuat atas dua papan pencatatan, yaitu papan utama dan papan
14
besar, sementara papan pengembangan dimaksudkan untuk perusahaan yang
belum memenuhi syarat pencatatan di papan utama, termasuk perusahaan yang
prospektif namun belum membukukan keuangan.
Peraturan Bursa Efek Indonesia menyebutkan bahwa salah satu syarat untuk
tercatat di papan utama adalah sebagai berikut:
“Berdasarkan Laporan Keuangan Auditan terakhir memiliki Aktiva
Berwujud Bersih (Net Tangible Asset) minimal Rp100.000.000.000,-“. Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan berskala besar menurut
peraturan Bursa Efek Indonesia memiliki Aktiva Berwujud Bersih minimal
Rp100.000.000.000.
2.1.2.3 Indikator Ukuran Perusahaan
Menurut Jogiyanto (2007:282) dalam menganalisis ukuran perusahaan
dapat dirumuskan sebagai berikut:
Ukuran Perusahaan dihitung menggunakan Logaritma natural dari total
asset. Hal ini dikarenakan besarnya total aktiva masing-masing perusahaan
berbeda bahkan mempunyai selisih yang besar, sehingga dapat menyebabkan nilai
yang ekstrim, untuk menghindari data yang tidak normal tersebut maka total asset
perlu di logaritmakan yang diperoleh dari laporan posisi keuangan. Ukuran Perusahaan = LN (Total
15
2.1.3 Komite Audit
2.1.3.1 Pengertian Komite Audit
Berdasarkan kerangka dasar hukum di Indonesia, perusahaan-perusahaan
publik diwajibkan untuk membentuk komite audit yang dibentuk oleh dewan
komisaris. Bahkan perusahaan yang telah beraktivitas di bursa efek berkewajiban
untuk membentuk komite audit karena komite audit berkaitan dengan
pengendalian internal perusahaan. Menurut Amin (2012: 49), pengertian komite
audit adalah sebagai berikut:
“Komite audit adalah komite yang dibentuk oleh dewan komisaris dalam
rangka membantu melaksanakan tugas dan fungsinya”.
Sedangkan menurut Arief (2009: 25), menjelaskan pengertian Komite
Audit sebagai berikut:
“Suatu komite yang bekerja secara profesional dan independen yang
dibentuk oleh dewan komisaris dan, dengan demikian, tugasnya adalah membantu dan memperkuat fungsi dewan komisaris (atau dewan pengawas) dalam menjalankan fungsi pengawasan(oversight) atas proses pelaporan keuangan, manajemen risiko, pelaksanaan audit dan implementasi dari corporate governance di perusahaan-perusahaan”.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat dikatakan bahwa
komite audit adalah sekelompok orang yang bekerja secara profesional dan
independen yang dibentuk oleh Dewan Komisaris untuk membantu melaksanakan
tugas dan fungsinya dalam hal pengawasan internal perusahaan atas proses
pelaporan keuangan, manajemen resiko dan pelaksanaan audit.
2.1.3.2 Keanggotaan Komite Audit
Berdasarkan keputusan menteri BUMN Nomor Kep-103/MBU/2002
16
1. Satu orang anggota Komisaris/Dewan Pengawas
2. Dua orang ahli yang bukan merupakan pegawai perusahaan yang
bersangkutan.
Tugas komite audit menurut keputusan menteri BUMN Nomor Kep
103/MBU/2002 adalah:
1. Menilai pelaksanaa kegiatan serta hasil audit yang dilakukan oleh satuan
Intern maupun Auditor Ekstern sehingga dapat docegah pelaksanaan dan
pelaporan yang tidak memenuhi standar.
2. Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalan
manajemen perusahaan serta pelaksanaannya.
3. Memastikan bahwa telah terdapat prosedur review yang memuaskan
terhadap informasi yang dikeluarkan BUMN, termasuk brosur, laporan
keuangan berkala, proyeksi/forecast dan lainlain informasi keuangan yang
disampaikan kepada pemegang saham.
4. Mengindentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris/Dewan
Pengawas.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Komisaris/Dewan Pengawas
sepanjang masih dalam lingkup tugas dan kewajiban Komisaris/Dewan
Pengawas berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Komite audit bertugas untuk memberikan pendapat kepada dewan
17
dewan komisaris, mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan komisaris dan
melaksanakan tugas-tugas yang berkaitan dengan tugas dewan komisaris.
2.1.3.3 Indikator Komite Audit
Komite audit diukur dengan menghitung jumlah keseluruhan anggota
komite audit baik yang berasal dari internal maupun anggota komite audit
independen.
Menurut Kiswara (2013:38), Untuk menganalisis komite audit dapat
dirumuskan sebagai berikut :
2.2 Kerangka Pemikiran
2.2.1 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Penghindaran Pajak
Manajer perusahaan besar cenderung melakukan pemilihan metode
akuntansi yang menangguhkan laba yang dilaporkan dari periode sekarang ke
periode mendatang guna memperkecil laba yang dilaporkan. Perusahaan besar
lebih cenderung melakukan hal penghindaran pajak karena mereka bisa menunda
pembagian laba atau memberikan laba ke holding (Timbul H.S dan Imam Mukhlis, 2012). Hal tersebut didukung oleh penelitian Darmawan dan Sukartha
(2014) yang menemukan bahwa terdapat pengaruh antara Corporate Governance, ROA, dan ukuran perusahaan dengan penghindaran pajak. Penelitian yang
dilakukan oleh Maria dan Kurniasih (2013) yang juga menunjukan bahwa ukuran
perusahaan berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak.
18
Di dalam suatu perusahaan jika jumlah komite audit semakin banyak maka
kebijakan tax avoidance akan semakin rendah, tetapi jika jumlah komite audit semakin sedikit maka kebijakan tax avoidance akan semakin tinggi (Fenny, 2014). Hal tersebut didukung oleh Annisa dan Kurniasih (2012) dalam
penelitiannya menemukan bahwa unsur-unsur tata kelola perusahaan yang terdiri
dari kualitas audit dan komite audit berpengaruh signifikan terhadap aktivitas
penghindaran pajak. Penelitian yang dilakukan oleh Kristina Dewi dan Ketut Jati
(2014) yang juga menemukan bahwa kualitas audit dan komite audit berpengaruh
terhadap penghindaran pajak.
1. Timbul H.S dan Imam Mukhlis (2012)
2. I Gede Hendy Darmawan dan I Made Sukartha (2014)
1. Nuralifmida Ayu Annisa dan Lulus Kurniasih (2012)
2. Fenny Winata (2014)
Gambar 2.1 Paradigma Penelitian
2.3 Hipotesis
Pengertian hipotesis menurut Sugiyono (2011:64), adalah sebagai beriku : UKURUAN
PERUSAHAAN (X1)
PENGHINDARAN PAJAK (Y)
19
“Jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana
rumusan penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum
jawaban yang empiris”.
Hipotesis penelitian dapat diartikan sebagai jawaban yang bersifat
sementara terhadap masalah penelitian, sampai terbukti melalui data yang
terkumpul dan harus diuji secara empiris. Berdasarkan uraian kerangka pemikiran
diatas, maka hipotesis penelitian adalah sebagai berikut:
H1 : Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap penghindaran pajak.
20 BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode yang digunakan
Metode penelitian adalah suatu teknis atau cara mencari, memperoleh,
mengumpulkan atau mencatat data, baik berupa data primer maupun data
sekunder yang digunakan untuk keperluan menyusun suatu karya ilmiah dan
kemudian menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pokok-pokok
permasalahan sehingga akan terdapat suatu kebenaran data-data yang akan
diperoleh.
Pengertian metode penelitian yang dikemukakan oleh Sugiyono (2010:2)
adalah sebagai berikut:
“Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”.
Metode yang digunakan penelitian dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono
(2010:147) mengenai metode deskriptif ini diungkapkan bahwa:
“Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis
data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah
terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan
yang berlaku untuk umum atau generalisasi”.
Sedangkan metode verifikatif menurut Umi Narimawati (2010:29)
21
“Memeriksa benar tidaknya apabila dijelaskan untuk menguji suatu cara
dengan atau tanpa perbaikan yang telah dilaksanakan di tempat lain
dengan mengatasi masalah yang serupa dengan kehidupan”.
Selanjutnya mengenai pendekatan kuantitatif, Sugiyono (2010:8) juga
mengemukakan bahwa:
“Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian
yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti
pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan
instrument penelitian, analisis data yang bersifat kuantitatif/statistik,
dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan”.
Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu
penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk
mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi.
Menurut Sugiyono (2010:13) menjelaskan bahwa objek penelitian adalah
sebagai berikut:
“Sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan
tertentu tentang sesuatu hal objektif, valid reliable tentang sesuatu hal
(variabel tertentu)”.
Dalam penelitian ini, objek penelitian yang diteliti adalah ukuran
perusahaan, komite audit dan penghindaran pajak.
Sedangkan unit analisis dalam penelitian ini adalah perusahaan
pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan unit observasi pada
22
3.2 Operasionalisasi Variabel
Definisi Variabel menurut Sugiyono (2010:32) sebagai berikut :
“Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang,
obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.”
Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menentukan jenis, indikator,
ukuran serta skala dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian, sehingga
pengujian hipotesis dengan alat bantu statistik dapat dilakukan secara benar.
Variabel-variabel yang terkait dalam penelitian ini adalah:
1. Variabel Independen (X)
Variabel independen atau variabel bebas yaitu variabel yang
mempengaruhi variabel lainnya dan merupakan variabel yang menjadi
sebab perubahan timbulnya variable dependent (terikat). Data yang
menjadi variabel bebas (Varaibel X1) adalah Ukuran Perusahaan dan
(Variabel X2) Komite Audit.
2. Variabel Dependen (Y)
Variabel dependen atau variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi
atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Data yang
menjadi variabel terikat adalah Penghindaran Pajak.
23
Tabel 3.1 Operasional Variabel
Variabel Konsep Indikator Skala
24
pajak dengan tidak
melanggar
Undang-undang.
Mardiasmo (2011:8)
Dalam penelitian ini penulis menggunakan skala rasio. Menurut Moh. Nazir
(2003:132) menjelaskan bahwa skala rasio adalah:
“Ukuran rasio adalah ukuran yang mencakup semua ukuran yang
memberikan keterangan tentang nilai absolut dari objek yang di ukur”.
Dalam skala rasio angka nol mempunyai makna, sehingga angka nol
dalam skala ini diperlukan sebagai dasar dalam perhitungan dan pengukuran
terhadap objek yang diteliti.
3.3 Sumber Data dan Teknik Pengumpulan data
3.3.1 Sumber Data
Menurut Arikunto (2006:129) mengemukakan bahwa:
“Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat
diperoleh”.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data
sekunder, dimana data yang diperoleh penulis merupakan data yang diperoleh
secara tidak langsung, artinya data-data tersebut berupa data primer yang telah
diolah lebih lanjut dan data yang disajikan oleh pihak lain.
25
“Sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data,
misalnya lewat orang lain atau dokumen”.
Data sekunder dapat diperoleh dengan cara membaca, mempelajari dan
memahami melalui media lain yang bersumber pada literatur dan buku-buku
perpustakaan atau data-data dari perusahaan yang berkaitan dengan masalah yang
diteliti serta media lain seperti internet. Data-data yang digunakan diperoleh dari
laporan keuangan yang berhubungan dengan topik permasalahan yang diteliti
yaitu data tentang ukuran perusahaan, komite audit dan penghindaran pajak.
3.3.2 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini
adalah:
1. Dokumentasi
Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dokumen-dokumen yang
terdapat pada perusahaan. (Umi Narimawati, 2010: 40). Dokumentasi yang
dilakukan berhubungan dengan masalah yan akan diteliti, umumnya tentang
laporan keuangan Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia pada tahun 2013-2015.
2. Penelitian kepustakaan
Pengumpulan data dengan cara mempelajari berbagai literatur, buku, hasil
penelitian yang sejenis dan media lain yang mempunyai kaitan dengan masalah
yang akan di teliti. Dalam hal ini penulis menggunakan media internet sebagai
penelusuran informasi mengenai teori maupun data-data penelitian yang
26
3.4 Populasi, Penarikan Sampel, dan Tempat Serta Waktu Penelitian
3.4.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2011:80) Populasi adalah sebagai berikut:
“Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan”.
Sedangkan Pengertian populasi menurut Umi Narimawati (2008:72),
adalah:
“Populasi adalah objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu
sesuai informasi yang ditetapkan oleh peneliti, sebagai unit analisis
penelitian”.
Berdasarkan pengertian di atas, populasi merupakan obyek atau subyek
yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat tertentu yang berkaitan
dengan masalah dalam penelitian. Populasi yang digunakan peneliti adalah
populasi sasaran. Populasi sasaran yang peneliti ambil adalah laporan keuangan
tahunan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
di mulai dari tahun 2011 hingga tahun 2014 yaitu sebanyak 16 perusahaan
sehingga jumlah data pengamatan yang akan diolah dalam penelitian ini adalah
27
(pertahun), yaitu selama 4 tahun (2012-2014), jadi jumlah pengamatan dalam
penelitian ini terdiri dari 64 data laporan keuangan.
Tabel 3.2
3 ATPK Bara Jaya International Tbk
4 BORN Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk 5 BRAU Berau Coal Enery Tbk
6 BSSR Baramulti Suksessarana Tbk 7 BUMI Bumi Resource Tbk
14 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 15 KKGI Resouce Alam Indonesia Tbk 16 MBAP Mitrabara Adiperdana Tbk 17 MYOH Samindo Resouces Tbk 18 PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk
19 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 20 PTRO Petrosea Tbk
28
3.4.2 Penarikan Sampel
Secara sampel diharapkan hasil yang telah diperoleh akan memberikan
kesimpulan gambaran sesuai dengan karakteristik populasi. Menurut Sugiyono
(2011:81) mendefinisikan sampel sebagai berikut:
“Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut”.
Penentuan jumlah sampel yang akan diolah dari jumlah populasi harus
dilakukan dengan teknik pengambilan sampling yang tepat. Adapun teknik
pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purpossive sampling.
Menurut Sugiyono (2011:85) mendefinisikan purpossive sampling sebagai berikut:
“Purpossive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan
pertimbangan tertentu”.
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 64 sampel. Sampel yang diteliti
oleh peneliti yaitu 16 perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia yang mana laporan keuangan tahunannya dari tahun 2011-2014. 31 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk
32 CITA Cita Mineral Investindo Tbk 33 CKRA Cakra Mineral Tbk
29
Pengambilan sampel dengan kriteria sebagai berikut:
1. Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada
2011-2014.
2. Perusahaan Pertambangan yang tidak keluar dari Bursa Efek Indonesia
(delisting) selama 2011-2014.
3. Perusahaan Pertambangan yang tidak mengalami kerugian selama tahun
2011-2014.
Berikut ini adalah daftar perusahaan yang termasuk perusahaan pertambangan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2011-2014 yang akan dijadikan
sampel dalam penelitian ini.
Tabel 3.3
Daftar Kriteria Sampel
30
Berdasarkan tabel diatas sampel yang diambil adalah 16 perusahaan
pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan laporan keuangan 4
tahun yang berupa laporan posisi keuangan dan harga saham yang terjadi di pasar
31
3.4.3 Tempat dan Waktu Penelitian
3.4.3.1Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada 16 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2011-2014. Untuk memperoleh data dan informasi yang
dibutuhkan dalam penyusunan penelitian ini, penulis melakukan penelitian yang
terkait dengan data laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2013-2015. Pengambilan data diperoleh melalui Indonesian Stock Exchange (IDX) Kota Bandung yang beralamat di Jalan Veteran No.10 telepon: (022) 4214349 Fax: (022) 4214359 Email: [email protected].
3.4.3.2Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia dimulai dari bulan Maret 2016 sampai dengan selesai. Secara lebih rinci
waktu penelitian adalah sebagai berikut :
Tabel 3.5
Jadwal Pelaksanaan Penelitian
Tahap Prosedur 2016
Feb Mar Apr Mei Juni Juli 4 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk
5 KKGI Resouce Alam Indonesia Tbk 6 MYOH Samindo Resouces Tbk
7 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 8 PTRO Petrosea Tbk
9 ARTI Ratu Prabi Rnergi Tbk 10 ENRG Energi Mega Persada Tbk 11 MEDC Medco Energi International Tbk 12 RUIS Radiant Utama Interinsco Tbk 13 INCO Vale Indonesia Tbk
14 TINS Timah (Persero) Tbk 15 CTTH Citatah Tbk
32 II Tahap Pelaksanaan :
1. Mengajukan outline dan
Definisi Metoda Analisis menurut Umi Narimawati, dkk. (2010:41) adalah
sebagai berikut:
“Metode analisis adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis
data yang telah diperoleh dari hasil observasi lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang lebih penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang
lain”.
Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa metode penelitian
yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif. Oleh karena itu analisis
dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif. Menurut Sugiyono
33
“Dalam penelitian kuantitatif analisis data menggunakan statistik. Statistik
yang digunakan dapat berupa statistik deskriptif dan inferensial/induktif. Statistik inferensial dapat berupa statistik parametris dan statistik nonparametris. Peneliti menggunakan statistik inferensial bila penelitian dilakukan pada sampel yang dilakukan secara random. Data hasil analisis selanjutnya disajikan dan diberikan pembahasan. Penyajian data dapat berupa tabel, tabel ditribusi frekuensi, grafik garis, grafik batang, piechart
(diagram lingkaran), dan pictogram. Pembahasan hasil penelitian merupakan penjelasan yang mendalam dan interpretasi terhadap data-data
yang telah disajikan”.
Adapun langkah-langkah analisis kuantitatif yang diuraikan diatas adalah
sebagai berikut:
3.5.2 Uji Asumsi Klasik
Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat pada analisis linier berganda
maka dilakukan pengujian asumsi klasik agar hasil yang diperoleh merupakan
persamaan regresi yang memiliki sifat Best Linier Unbiased Estimator (BLUE).
Beberapa asumsi klasik regresi yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum
menggunakan analisis regresi berganda (Multiple Linear Regression) sebagai alat
untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel yang diteliti terdiri :
3.5.2.1Uji Normalitas
Menurut Husein Umar (2011:182) mendefinisikan uji normalitas sebagai
berikut:
“Uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah variabel dependen,
independen atau keduanya berdistribusi normal, mendekati normal atau
tidak”.
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,
34
ataukah tidak. Dasar pengambilan keputusan menurut Singgih Santoso (2002:393)
bisa dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic Significance), yaitu: a. Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah normal.
b. Jika probabilitas < 0,05 maka populasi tidak berdistribusi secara normal
Pengujian secara visual dapat juga dilakukan dengan metode gambar
normal Probability Plots dalam software IBM SPSS Statistics. Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
a. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal,
maka dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis
diagonal maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak memenuhi
asumsi normalitas.
Selain itu uji normalitas digunakan untuk mengetahui bahwa data yang
diambil berasal dari populasi berdistribusi normal. Uji yang digunakan untuk
menguji kenormalan adalah uji Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan sampel ini
akan diuji hipotesis nol bahwa sampel tersebut berasal dari populasi berdistribusi
normal melawan hipotesis tandingan bahwa populasi berdistribusi tidak normal.
3.5.2.2Uji Multikolinieritas
Menurut Husein Umar (2011:177) mendefinisikan uji multikolinieritas
sebagai berikut:
“Multikolinieritas adalah untuk mengetahui apakah pada model regresi
35
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara
variabel bebas. Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini
tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasi
antara sesama variabel bebas sama dengan 0.
Untuk mendekteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model
regresi adalah dengan melihat:
a. nilai tolerance dan lawannya b. variance inflantion factor (VIF)
Tolerance mengukur variabilitas variabel bebas yang terpilih yang tidak
dapat dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Jadi, nilai tolerance yang rendah
sama dengan nilai VIF tinggi dan menunjukkan adanya kolonieritas yang tinggi.
Rumus untuk menghitung VIF adalah sebagai berikut :
Sumber : Gujarati (2003:351)
Uji multikolinearitas dilakukan dengan melihat tolerance value dan
variance inflation factor (VIF). Jika nilai VIF nya kurang dari 10 maka dalam data tidak terdapat Multikolinieritas (Gujarati, 2003: 362).
3.5.2.3Uji Heteroskedastisitas
Situasi heteroskedastisitas akan menyebabkan penaksiran
koefisien-koefisien regresi menjadi tidak efisien dan hasil taksiran dapat menjadi kurang
36
regresi tidak menyesatkan, maka situasi heteroskedastisitas tersebut harus
dihilangkan dari model regresi.
Untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas digunakan uji Glejser
yaitu dengan mengregresikan masing-masing variabel bebas terhadap nilai absolut
dari residual. Jika nilai koefisien regresi dari masing-masing variabel bebas
terhadap nilai absolut dari residual (error) ada yang signifikan, maka kesimpulannya terdapat heteroskedastisitas (varian dari residual tidak homogen)
(Gujarati, 2003: 405).
Selain itu, dengan menggunakan program SPSS, heteroskedastisitas juga
bisa dilihat dengan melihat grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel
dependen yaitu ZPRED dengan residualnya SDRESID. Jika ada pola tertentu
seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur, maka telah
terjadi heteroskedastisitas. Sebaliknya, jika tidak membentuk pola tertentu yang
teratur, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
3.5.2.4Uji Autokorelasi
Autokorelasi didefinisikan sebagai korelasi antar observasi yang diukur
berdasarkan deret waktu dalam model regresi atau dengan kata lain error dari
observasi yang satu dipengaruhi oleh error dari observasi yang sebelumnya.
Akibat dari adanya autokorelasi dalam model regresi, koefisien regresi yang
diperoleh menjadi tidak efisien, artinya tingkat kesalahannya menjadi sangat besar
dan koefisien regresi menjadi tidak stabil.
Menurut Husein Umar (2011:182) uji autokorelasi adalah sebagai berikut :
37
linier terdapat hubungan yang kuat baik positif maupun negatif antar data yang
ada pada variabel-variabel penelitian”.
Untuk menguji ada tidaknya autokorelasi, dari data residual terlebih
dahulu dihitung nilai statistik Durbin-Watson (D-W):
Sumber : Gurajati (2004:467)
Kriteria uji: Bandingkan nila D-W dengan nilai d dari tabel Durbin-Watson:
a. Jika D-W < dL atau D-W > 4 – dL, kesimpulannya pada data tersebut terdapat
autokorelasi.
b. Jika dU < D-W < 4 – dU, kesimpulannya pada data tersebut tidak terdapat
autokorelasi.
c. Tidak ada kesimpulan jika : dL D-W dU atau 4 – dU D-W 4 – dL
Apabila hasil uji Durbin-Watson tidak dapat disimpulkan apakah terdapat
autokorelasi atau tidak maka dilanjutkan dengan runs test.
3.5.3 Analisis Regresi Linier Berganda
Menurut Sugiyono (2012:192) analisis regresi linear digunakan untuk
melakukan prediksi bagaimana perubahan nilai variabel dependen bila nilai
variabel independen dinaikan/diturunkan. Dalam penelitian ini, analisis regresi
linier berganda digunakan untuk membuktikan sejauh mana hubungan Pengaruh
Ukuran Perusahaan dan Komite Audit terhadap Penghindaran Pajak.
38
Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan bagaimana
keadaan (naik turunnya) variabel dependen, bila dua atau lebih variabel
independen sebagai indikator. Analisis ini digunakan dengan melibatkan dua atau
lebih variabel bebas antara variabel dependen Y dan variabel independen X1 dan
X2.
Untuk menggunakan teknik analisis ini syarat-syarat yang harus dipenuhi
diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Data harus berskala interval;
b. Variabel bebas terdiri dari lebih dari dua variabel;
c. Variabel tergantung terdiri dari satu variabel;
d. Hubungan antara variabel bersifat linear, Artinya semua variabel bebas
mempengaruhi variabel tergantung;
e. Tidak boleh terjadi multikolineritas, Artinya sesama variabel bebas tidak
boleh berkorelasi terlalu tinggi, misalnya 0,9 atau terlalu rendah misalnya
0,01;
f. Tidak boleh terjadi autokorelasi, Akan terjadi autokorelasi jika angka Durbin
dan Watson sebesar <1 atau >3 dengan skala 1-4;
g. Jika ingin menguji keselarasan model (goodness of fit), maka dipergunakan simpangan baku kesalahan. Untuk kriterianya digunakan dengan melihat
angka Standard Error of estimate (SEE) dibandingkan dengan nilai simpangan baku (Standard Deviation). Jika angka Standar Error of Estimate
39
h. Kelayakan model regresi diukur dengan menggunakan nilai signifikansi.
Model regresi layak dan dapat dipergunakan jika angka signifikansi <0,05
(dengan presisi 5%) atau 0,01 (dengan presisi 1%).
Persamaan analisis regresi linear berganda secara umum untuk menguji
hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Keterangan :
Y = Penghindaran Pajak
A = Konstanta, merupakan nilai terikat yang dalam hal ini adalah Y pada saat
variabel bebasnya adalah 0 (X1,X2=0)
β1 = Koefisien regresi berganda antara variabel bebas X1 terikat Y, apabila
variabel bebas X2 dianggap konstan.
β2 = Koefisien regresi berganda antara variabel bebas X2 terikat Y, apabila
variabel bebas X1 dianggap konstan.
X1 = Ukuran Perusahaan
X2 = Komite Audit
3.5.4 Analisis Koefisien Korelasi Pearson
Analisis koefisien korelasi pearson digunakan untuk mengukur ada atau
tidaknya hubungan liner antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Dalam
analisis regresi, analisis korelasi yang digunakan juga menunjukan arah hubungan
antara variabel dependen dengan variabel independen selain mengukur kekuatan
hubungan. Menurut Umi Narimawati (2010:49) pebgujian korelasi digunakan
40
untuk mengetahui kuat tidaknya hubungan antara variabel X dan Y, dapat
digunakan pendekatan korelasi Pearson dengan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
r = Koefisien Korelasi n = Jumlah data
X = Variabel Bebas (Independen) Y = Variabel Terikat ( Dependen)
Koefisien korelasi mempunyai nilai -1≤ r ≤ +1 dimana:
a. Apabila r = +1, maka korelasi antara kedua variabel dikatakan sangat kuat dan
searah, artinya jika X naik sebesar 1 maka Y juga akan naik sebesar 1 atau
sebaliknya.
b. Apabila r = 0, maka hubungan antara kedua variabel sangat lebar atau tidak
ada hubungan sama sekali.
c. Apabila r = -1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan
berlawanan arah, artinya apabila X naik sebesar 1 maka Y akan turun sebesar
1 atau sebaliknya.
Ketentuan untuk melihat keeratan korelasi digunakan acuan pada table
dibawah ini :
Tabel 3.6
Interprestasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,000 - 0,199 Korelasi sangat rendah 0,200 - 0,399 Korelasi rendah
41
0,400 - 0,599 korelasi sedang 0,600 - 0,799 Korelasi kuat 0,800 - 1,000 Korelasi sangat kuat
3.5.5 Koefisien Determinasi
Analisis koefisien determinasi (KD) digunakan untuk melihat seberapa
besar variabel independen X berpengaruh terhadap variabel dependen Y yang
dinyatakan dalam presentase.
Dalam analisis korelasi terdapat suatu angka yang disebut dengan
koefisien determinasi yang sering disebut koefisien penentu, karena besarnya
adalah kuadrat dari koefisien korelasi (r2). Sehingga ini berguna untuk
mengetahui besarnya kontribusi Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Komite Audit
terhadap Penghindaran Pajak. Dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
Kd = Koefisien Determinasi
r2 = Koefisien Korelasi
3.6 Metode Pengujian Data
3.6.1 Uji Hipotesis
Menurut Andi Supangat (2007:293) yang dimaksud dengan pengujian
hipotesis menyatakan bahwa :
“Salah satu cara dalam statistika untuk menguji parameter populasi
berdasarkan statistika sampelnya, untuk dapat diterima atau ditolak pada
tingkat signifikan tertentu.”
42
Pada prinsipnya pengujian hipotesis ini adalah membuat kesimpulan
sementara untuk melakukan penyanggahan dan atau pembenaran dari masalah
yang akan ditelaah, Sebagai wahana untuk menetapkan kesimpulan sementara
tersebut kemudian ditetapkan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatifnya (Hi).
Rancangan pengujian hipotesis penelitian ini untuk menguji ada tidaknya
pengaruh antara variabel independent yaitu ukuran perusahaan dan komite audit,
penghindaran pajak sebagai variabel dependen.
Langkah-langkah dalam analisisnya sebagai berikut:
3.6.2 Penetapan Hipotesis
A. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan identifikasi masalah yang dikemukakan sebelumnya, maka dalam
penelitian ini penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut:
1. Hipotesis pertama antara variabel bebas ukuran perusahaan terhadap
variabel terikat penghindaran pajak.
Ho1 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara ukuran perusahaan
terhadap penghindaran pajak.
Ha1 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara ukuran perusahaan
terhadap penghindaran pajak.
2. Hipotesis kedua antara variabel bebas komite audit terhadap variabel
terikat penghindaran pajak.
Ho2 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara komite audit
43
menentukan t-tabel sebagai batas daerah penerimaan dan penolakan hipotesis.
Tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05 atau 5% kareba dinilai cukup
untuk mewakili hubungan variabel-variabel yang diteliti dan merupakan tingkat
signifikan yang umum digunakan dalam suatu penelitian.
a. Menghitung thitung dengan mengetahui apakah variabel koefisien korelasi
signifikan atau tidak dengan rumus :
dan
Terdapat pengaruh yang signifikan antara Ukuran
Perusahaan terhadap Penghindaran Pajak
Ho2 : β2 = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Komite
Audit terhadap Penghindaran Pajak.
Ha2 : β2 ≠
0
Terdapat pengaruh yang signifikan antara Komite Audit
terhadap Penghindaran Pajak.
44
r = Korelasi parsial yang ditentukan
n = Jumlah sampel
t = thitung
3.6.4 Menggambarkan Daerah Penerimaan dan Penolakan
Untuk menggambar daerah penerimaan atau penolakan maka digunakan
kriteria sebagai berikut :
1. Hasil thitung dibandingkan ttabel dengan kriteria :
a. Jika thitung > ttabel atau thitung < -ttabel maka Ho ada didaerah penolakan,
berarti Ha diterima artinya variabel X dan variabel Y ada pengaruhnya.
b. Jika -ttabel ≤ thitung ≤ ttabel maka Ho ada didaerah penerimaan, berarti Ha
ditolak artinya antara variabel X dan Y tidak ada pengaruhnya.
c. thitung ; dicari dengan rumus perhitungan t hitung, dan
d. ttabel ; dicari didalam tabel distribusi t student dengan ketentuan sebagai
berikut , α = 0,05 dan dk = (n-k+1) atau 64-(1+1)=62
Gambar 3.1
Daerah Penerimaan dan Penolakan Hipotesis
45
Berdasarkan gambar diata, daerah yang diarsir merupakan daerah
penolakan Ho, dan berlaku sebaliknya. Jika thitung jatuh didaerah penolakan
(penerimaan), maka Ho ditolak (diterima) dan Ha diterima (ditolak). Artinya
koefisien regresi signifikan (tidak signifikan). Kesimpulannya ukuran perusahaan
dan komite audit berpengaruh (tidak berpengaruh) terhadap penghindaran pajak.
Tingkat signifikannya yaitu 5% (α=0,05), artinya jika hipotesis nol ditolak
(diterima) dengan taraf kepercayaan 95%, maka kemungkinan bahwa menunjukan