• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARAKTERISASI PAPAN KOMPOSIT BERBAHAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA DAN HIGH DENSIT POLETHYLENE.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KARAKTERISASI PAPAN KOMPOSIT BERBAHAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA DAN HIGH DENSIT POLETHYLENE."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh :

Dinie Rafiqie NIM 4123240006 Program Studi Fisika

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

RIWAYAT HIDUP

Penulis lahir pada tanggal 21 Juni 1995 di Medan, Sumatera Utara. Ibu bernama Padlah Ali, S.Ag dan ayah bernama Syafaruddin, S.Ag. Penulis merupakan anak tunggal.

Pada tahun 2000, penulis masuk SD Negeri 064965 Medan dan lulus pada tahun 2006. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan SMP Negeri 11 Medan dan lulus pada tahun 2009. Pada tahun 2009, penulis melanjutkan sekolah di SMA Negeri 7 Medan, lulus pada tahun 2012. Pada tahun yang sama penulis diterima di Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan melalui jalur SNMPTN tertulis dan lulus ujian pada tanggal 19 Januari 2017.

(4)

iii

KARAKTERISASI PAPAN KOMPOSIT BERBAHAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA DAN HIGH DENSIT POLETHYLENE

Dinie Rafiqie (4123240006)

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian pengolahan dan karakterisasi papan komposit berbahan serbuk tempurung kelapa (STK) danhigh density polyethylene(HDPE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui papan komposit berbahan serbuk tempurung kelapa dan high density polyethylene yang terbaik sesuai dengan SNI 03-2105-2006 dengan empat perbandingan STK : HDPE (60:40; 55:45; 50:50; 45:55).

Metode yang dilakukan adalah dengan merefluks HDPE bersama dengan compatibilizer yaitu Maleat Anhydride dan Benzoyl Peeroxide dengan menambahkan xilene sebagai katalisator untuk mendapatkan HDPE aktif dalam bentuk serbuk dengan suhu 1350C selama 90 menit. Kemudian HDPE aktif dicampur bersama STK dan dicetak di cetakan berukuran 20 cm x 3 cm sesuai dengan SNI 03-2105-2006 selama lebih kurang 1 jam. Selanjutnya dilakukan pengujian mekanik dan pengujian fisis yaitu Modulus of Elasticity (MOE), Modulus of Rupture (MOR), uji impak, densitas, dan porositas.

Dari hasil uji MOE, MOR, dan uji impak dihasilkan bahwa papan komposit STK:HDPE dengan perbandingan 45:55 menghasilkan hasil dengan nilai tertinggi yaitu 3575,3522 kgF/cm2, 145,6625 kgF/cm2, dan 0,0068 J/cm2. Sementara hasil karakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dihasilkan papan komposit STK:HDPE dengan perbandingan 55:45 menghasilkan pola dengan puncak tertinggi sebesar 15,850

(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah Swt yang telah memberikan rahmat, kesehatan, berkat, dan hikmat kepada penulis sehingga penelitian skripsi ini dapat diselesaikan sesuai yang di rencanakan. Adapun judul skripsi ini yang berjudul “Karakterisasi Papan Komposit Berbahan Serbuk Tempurung Kelapa dan High Density Polyethylene”disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Sains, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini mulai dari pengajuan proposal penelitian, pelaksanaan penelitian sampai penyusunan skripsi antara lain:

1. Rektor Universitas Negeri Medan Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan Bapak Dr.Asrin Lubis, M.Pd, Ketua Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan Bapak Dr. Alkhafi Maas Siregar, M.Si, Ketua Prodi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan Bapak Dr. Makmur Sirait, M.Si 2. Dosen Pembimbing Skripsi Bapak Prof. Drs. Motlan, M.Sc., Ph.D

yang telah banyak membimbing dan membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi. Bapak Mukti Hamjah Harahap selaku dosen Penguji I, Bapak Dr. Eidi Sihombing, MS selaku dosen Penguji II, dan Bapak Prof. Dr. Nurdin Bukit selaku dosen Penguji III

3. Dosen Pembimbing Akademik Ibu Dr. Eva Marlina Ginting, M.Si yang selalu mendukung serta menyemangati penulis mulai dari awal perkuliahan sampai selesai.

4. Bapak Winsyah Putra Ritonga, S.Pd, M.Si, Bapak Irfandi, S.Pd, M.Si, dan Bapak Drs.Eddyanto, Ph.D yang turut membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi

(6)

v

S.Ag yang penulis banggakan. Kepada Om dan Ibuk yang juga selalu mendukung dan membantu penulis. Tanpa kalian penulis takkan mampu menyelesaikan pendidikan ini sampai selesai. Kalian yang telah memperjuangkan pendidikanku dengan jerih payahnya.

6. Yang terkasih, yang selalu mendukung, membantu, menyemangati, dan turut merasakan perjuangan penulis. Penulis ucapkan terima kasih kepada Zulfahmi, S.Si

7. Kepada adik-adikku, Nadya Fasya, Farah Zulfakhira Wardah, Indika Zakie Zikrya, Meisya Farisya.

8. Kepada Himpunanku. Tempatku banyak belajar. Seluruh keluaga besar Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fmipa Unimed. Kepada seluruh pengurus KOHATI HMI Komisariat Fmipa Unimed Periode 2015-2016.

9. Kepada rekan-rekan seperjuangan FISIKA Nondik 2012 terkhusus yang selalu membantu dan mengingatkan penulis dalam menyelesaikan skripsi (Srik, Ulfa, Dayah, Cindy, Lily, Irma, Dayah, Lina, Yati, Martha).

10. Kepada Sahabat yang selalu mengingatkan, mendukung dan menyemangati (Ifna Suci Amalia, S.Pd, Fitrah Yani Pasaribu, S.Pd, dan Eva Wahyuni Harahap, S.Si)

11. Kepada Bg Edy yang telah mengizinkan penulis melakukan penelitian di Laboratorium Polimer Kimia USU

(7)

Medan, Januari 2017 Penulis

(8)

vii

DAFTAR ISI

Halaman

Lembaran Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi vii

Daftar Gambar x

Daftar Tabel xii

Daftar Lampiran xiii

BAB I Pendahuluan

1.1. Latar Belakang 1

1.2. Batasan Masalah 3

1.3. Rumusan Masalah 3

1.4. Tujuan Penelitian 4

1.5. Manfaat Penelitian 4

BAB II Tinjauan Pustaka

2.1. Komposit 5

2.1.1. Klasifikasi Komposit 5

2.1.2 Bagian Utama Komposit 6

2.2. Papan Komposit 9

2.3. Tempurung Kelapa 9

2.3.1. Pengaruh Ukuran Serbuk Tempurung Kelapa 12

2.4. Matriks 14

2.4.1.Polyethylene 14

2.4.2.High Density Polyethylene 15

2.5. Kompatibilizer 18

2.5.1.Maleat Anhydride(MAH) 18

(9)

2.6. Xylene 22

2.7. Sifat-Sifat Mekanis 23

2.7.1. Kekuatan Lentur 24

2.7.2. Kekuatan Patah 24

2.7.3. Kekuatan Impak 25

2.8. Sifat-Sifat Fisis

2.8.1. Porositas 27

2.8.2. Densitas 28

2.9. Scanning Electron Microscopy (SEM) 28

2.10. X-Ray Diffraction (XRD) 30

2.10.1. Prinsip Kerja XRD 30

2.10.2. Produksi 31

2.10.3. Difraksi 31

2.10.4. Deteksi 32

2.10.5. Interpretasi 33

BAB III Metode Penelitian

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian 34

3.2. Alat dan Bahan 34

3.3. Prosedur Penelitian 35

3.3.1. Preparasi sampel 35

3.3.2. Perlakuan Terhadap HDPE 35

3.3.3. Pencampuran serbuk HDPE dan STK 36

3.3.4. Pembuatan komposit 36

3.4. Diagram alir pembuatan serbuk HDPE 37 3.5 Diagram Alir Pembuatan Papan Komposit 38 3.6. Uji keteguhan lentur (MOE) dan keteguhan patah (MOR) 39

3.7. Uji impak 39

3.8. Uji fisis 41

3.8.1. Densitas 41

(10)

ix

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil uji mekanik 42

4.1.1. Hasil pengujian MOR 42

4.1.2. Hasil pengujian MOE 42

4.1.3. Hasil pengujian impak 43

4.2. Analisa morfologi dengan uji SEM 44

4.3. Hasil Uji XRD 45

4.4. Hasil uji Fisis 49

4.4.1. Porositas 49

4.4.2. Densitas 50

4.5. Pembahasan

4.5.1. Uji MOR 50

4.5.2. Uji MOE 51

4.5.3. Uji Kuat Impak 52

4.5.4. Analisa SEM 54

4.5.5. Uji XRD 55

4.5.6. Uji Porositas 56

4.5.7. Uji Densitas 57

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan 58

5.2. Saran 59

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Klasifikasi bahan komposit secara umum 8

Gambar 2.2. Papan komposit 9

Gambar 2.3. Tempurung kelapa 10

Gambar 2.4. Struktur kimia polyethylene 14 Gambar 2.5. Struktur kimiahigh density polyethylene(HDPE) 16 Gambar 2.6. Struktur kimiaMaleat Anhydride(MA) 19 Gambar 2.7. Mekanisme dekomposisi benzoyl peroxide 20 Gambar 2.8. Sediaan dari Xylene dan etilbenzena 22

Gambar 2.9. Metode charpy 26

Gambar 2.10. Metode izod 26

Gambar 2.11. SEM 29

Gambar 2.12. Skema SEM 30

Gambar 2.13. Komponen-komponen XRD 31

Gambar 2.14. Tabung Sinar-X 31

Gambar 2.15. Difraksi radiasi sinar-X 32 Gambar 2.16. Deteksi dan interpretasi difraksi sinar-X 32 Gambar 3.1. Diagram alir pembuatan serbuk HDPE (matriks) 37 Gambar 3.2. Diagram alir pembuatan papan komposit 38 Gambar 3.3. Gambar penyangga alat uji lentur 39 Gambar 3.4. Gambar alat uji impak dengan memasukkan

data pendulum weight, specimen width, angle cal. 40 Gambar 3.5. Gambar alat uji impak dengan data present angle,

impact angle, energy, strenght 40 Gambar 4.1. Nilai Modulus of Rupture 42 Gambar 4.2. Nilai Modulus of Elasticity 43

Gambar 4.3. Hasil Uji Kuat Impak 43

Gambar 4.4. Uji SEM Papan Komposit sampel 3 44 Gambar 4.5. Pola hasil XRD papan komposit dengan

(12)

xi

Gambar 4.6.Pola difraksi XRD papan komposit dengan perbandingan STK:HDPE (60:40) menggunakan

aplikasi Match 45

Gambar 4.7.Pola difraksi XRD papan komposit dengan perbandingan

STK:HDPE (60:40) 46

Gambar 4.8. Pola difraksi XRD papan komposit dengan perbandingan STK:HDPE (55:45) menggunakan

aplikasi Match 46

Gambar 4.9. Pola difraksi XRD papan komposit dengan perbandingan

STK:HDPE (55:45) 46

Gambar 4.10.Pola difraksi XRD papan komposit dengan perbandingan

STK:HDPE (50:50) menggunakan aplikasi Match 47

Gambar 4.11. Pola difraksi XRD papan komposit dengan perbandingan

STK:HDPE (50:50) 47

Gambar 4.12. Pola difraksi XRD papan komposit dengan perbandingan

STK:HDPE (45:55) menggunakan aplikasi Match 48

Gambar 4.13.Pola difraksi XRD papan komposit dengan perbandingan

STK:HDPE (45:55) 48

Gambar 4.14. Hasil uji porositas 49

Gambar 4.15. Grafik hasil uji densitas 50 Gambar 4.16. Uji SEM Papan Komposit sampel 3 dengan perbandingan serbuk

tempurung kelapa : HDPE (50:50) (a) perbesaran 500 X (b)

perbesaran 1000 X 54

Gambar 4.17. Pola hasil XRD papan komposit dengan perbandingan STK:HDPE (50:50) yang menghasilkan bentuk kristal 55

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Komposisi Tempurung Kelapa 12 Tabel 2.2. Ukuran Serbuk Tempurung Kelapa 13 Tabel 2.3. Sifat Fisik dan mekanik HDPE 17 Tabel 2.4. Sifat-sifat Maleat Anhidrat 19 Tabel 2.5. Sifat fisik dan mekanik Benzoyl Peroxide 20 Tabel 2.6. Sifat Fisik dan mekanik papan komposit

dengan standar SNI 03-2105-2006

dan JIS A 5908-2003 23

Tabel 3.2.1 Alat Penelitian 34

Tabel 3.2.2 Bahan Penelitian 34

(14)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 SK Dosen pembimbing skripsi 61

Lampiran 2 Surat penelitian 62

Lampiran 3 Surat balasan penelitian 63

Lampiran 4 Hasil uji XRD 64

Lampiran 5 Hasil uji kuat lentur 140

Lampiran 6 Hasil uji impak 143

Lampiran 7 Hasil uji fisis 145

(15)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan bahan papan komposit merupakan hasil suatu rekayasa perpaduan antara unsur material menjadi bahan sesuai kebutuhan. Papan komposit tidak hanya dari papan komposit serat sintesis tetapi juga mengarah ke papan komposit serat natural (alam). Penggunaan berbagai macam bahan baku dalam suatu produk komposit sangat memungkinkan pada masa mendatang seiring dengan timbulnya berbagai desakan seperti isu lingkungan, kelangkaan sumber daya alam, tuntutan konsumen atas kualitas yang semakin tinggi, imajinasi, pengetahuan dan penguasaan ilmu yang semakin tinggi serta berbagai faktor lain yang merangsang terciptanya produk komposit berkualitas tinggi dan bahan baku berkualitas rendah (Lusita, 2015).

Berbagai usaha telah dilakukan untuk menggantikan pemakaian kayu/papan. Beberapa bahan pengganti alternatif seperti pemakaian metal, baja, aluminium serta plastik telah dicoba. Akan tetapi karena faktor berat jenis yang tinggi serta ketahanannya terhadap lingkungan yang rendah ataupun harga yang tinggi mengakibatkan kurang diminati dan kepopulerannya turun (Farid, 2011).

Penerapan teknologi papan komposit banyak digunakan sebagai aplikasi pada proses manufaktur sebagai material baru. Material papan komposit mampu menggeser dominasi logam dalam aplikasi dan struktural. Pemanfaatan papan komposit sudah semakin luas seperti pada peralatan olahraga, transportasi, peralatan rumah tangga serta equipment dalam teknologi aerospace. Di Asia khususnya Jepang, pada tahun 2005 sekitar 88% komponen otomotif telah didaur ulang, sedangkan pada tahun 2015 ditargetkan komponen yang dapat didaur ulang meningkat menjadi sekitar 95%. Keuntungan penggunaan material papan komposit ini antara lain; rasio antara kekuatan dan densitasnya cukup tinggi (ringan), murah, dan proses pembuatannya mudah. (Hendri, 2014)

(16)

2

material lain (Himawan, 2007). Seperti yang kita ketahui, kayu merupakan material yang paling banyak digunakan dan dibutuhkan. Sehingga ketersediaannya di alam semakin lama akan semakin berkurang. Salah satu alternatif untuk mengatasi kekurangan bahan baku kayu adalah dengan mengganti kayu yang biasa digunakan dengan produk papan komposit yang dibuat dari bahan-bahan non kayu. Salah satu contoh dari bahan non kayu tersebut adalah serbuk tempurung kelapa yang potensinya cukup besar tetapi pemanfaatannya belum optimal. (Febriana, 2013)

Industri pengolahan kelapa umumnya masih terfokus kepada pengolahan hasil daging buah sebagai hasil utama, sedangkan industri yang mengolah hasil samping buah (by-product) seperti: air, sabut, dan tempurung kelapa masih secara tradisional dan berskala kecil, padahal potensi ketersediaan bahan baku untuk membangun industri pengolahannya masih sangat besar. Sebagai negara kepulauan dan berada di daerah tropis dan kondisi agroklimat yang men-dukung, Indonesia merupakan negara penghasil kelapa yang utama di dunia. Pada tahun 2000, luas area tanaman kelapa di Indonesia mencapai 3,76 juta Ha, dengan total produksi diperkirakan sebanyak 14 milyar butir kelapa,yang sebagian besar (95 %) merupakan perkebunan rakyat. Menurut data Ditjen Perkebunan tahun 2009, luas areal kebun kelapa di Indonesia sekitar 3,789 juta ha yang tersebar di 33 daerah tanam di Sulawesi, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Irian, dan diperkirakan mampu menghasilkan kelapa sekitar 3,3 juta ton/th. (Dwi, 2011)

(17)

Komposit pada umumnya tersusun dari material pengikat (matriks) dan material penguat yang disebut juga material pengisi (filler). Pada dasarnya material komposit merupakan gabungan dari dua atau lebih material yang berbeda menjadi suatu bentuk mikroskopik, yang terbuat dari bermacam-macam kombinasi sifat atau gabungan antara serat dan matrik. Bahan aditif yang akan digunakan pada penelitian ini adalah Benzoyl Peroxida (BPO) dan Maleic Anhydride(MAH). Penelitian Iswanto dan Febrianto (2005) menunjukkan bahwa penambahanmaleic anhydride (MAH) sebesar 6% dari berat plastik, dan Benzoyl peroxide (BPO) sebanyak 15% dari berat MAH dapat meningkatkan modulus elastisitas papan komposit dari serbuk kayu sengon dan PP daur ulang sebesar 1,7 kali (15352 kg/cm2) dibandingkan papan komposit tanpa penambahan MAH dan BPO (8886 kg/cm2). Namun nilainya masih belum memenuhi standar yang digunakan (JIS A 5908 1994). (Dina, 2011)

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti ingin mencoba melakukan penelitian menggunakan bahan dasar serbuk tempurung kelapa dan High Density Polyethylene (HDPE) dengan judul “Karakterisasi Papan Komposit Berbahan Serbuk Tempurung Kelapa dan High Density Polyethylene(HDPE)”

1.2 Batasan Masalah

Dalam penelitian ini batasan masalah yang dibahas meliputi: 1. Filler yang digunakan adalah serbuk tempurung kelapa 2. High Density Polyethylene(HDPE) sebagai matrik.

3. Sifat-sifat fisis yang diamati adalah densitas, porositas, XRD, dan SEM. 4. Sifat-sifat mekanis yang diamati adalah MOE, MOR, dan Uji kuat impak.

1.3 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah

(18)

4

2. Bagaimanakah sifat fisis (densitas, porositas, XRD, dan SEM) papan komposit yang terbuat dari HDPE dan Serbuk tempurung kelapa (40%:60%), (45%:55%), (50%:50%), (55%:45%)?

1.4 Tujuan Penelitian

1. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi massa serbuk tempurung kelapa dan HDPE terhadap sifat fisis (densitas, porositas, XRD, dan SEM) dan sifat mekanis (MOE, MOR, uji impak).

2. Mendapatkan papan komposit dari bahan campuran serbuk tempurung kelapa dan HDPE yang optimal.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah:

1. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi alternatif baru dalam mengganti bahan kayu dengan non kayu mengingat kebutuhan akan kayu yang terus meningkat.

2. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi mengenai potensi serat tempurung kelapa yang dapat menghasilkan suatu bahan baru yang berkualitas.

(19)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa:

1. Secara umum sifat fisis dan mekanis dari hasil penelitian papan komposit yang dihasilkan tergolong baik dan memenuhi standar yang ditetapkan SNI 03-2105-2006 kecuali nilai modulus of rupture (MOR).

2. Untuk pengujian mekanis didapatkan hasil sebagai berikut: pada uji modulus of elasticity (MOE) memiliki nilai tertinggi pada komposisi 45:55 sebesar 3575,3522 kgF/cm2dan nilai terendah pada komposisi 60:40 sebesar 440,98358 kgF/cm2 dengan rata-rata 79,12847 kgF/cm2. Berdasarkan SNI 03-2105-2006 maka nilai MOE yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan. Pada uji modulus of rupture (MOR) memiliki nilai tertinggi pada komposisi 45:55 sebesar 145,6625 kgF/cm2 dan nilai terendah pada komposisi 60:40 sebesar 17,966 kgF/cm2 dengan rata-rata 1974,16502 kgF/cm2. Sementara pada uji impak nilai tertinggi pada komposisi 45:55 sebesar 0,0068 J/cm2 dan nilai terendah 60:40 sebesar 0,00303 J/cm2dengan rata-rata 0,00448 J/cm2.

3. Untuk pengujian fisis didapatkan hasil sebegai berikut: pada uji densitas (kerapatan) dengan nilai tertinggi pada komposisi 55:45 sebesar 0,70298 gr/cm3 dan nilai terendah pada komposisi 50:50 sebesar 0,58929 gr/cm3 dengan rata-rata 0,64615 gr/cm3. Berdasarkan SNI 03-2105-2006 hasil uji densitas sesuai dengan yang diharapkan. Pada uji porositas nilai tertinggi pada komposisi 60:40 sebesar 0,00019% dan terendah pada komposisi 50:50 sebesar 0,00011% dengan rata-rata 0,00015%. Berdasarkan SNI 03-2105-2006 hasil uji sesuai dengan yang diharapkan.

(20)

59

5. Hasil uji morfologi menunjukkan bahwa papan komposit dengan komposisi 50:50 merupakan morfologi terbaik dikarenakan minimnya ruang kosong diantara matriks dan filler.

5.2. Saran

1. Pada saat pencetakan sebaiknya campuran antara serbuk tempurung kelapa dan high density polethylene (HDPE) aktif dilakukan dengan padat agar tidak ada rongga antarafiller dan matriks.

(21)

Abrido, H., Leonard, J., Maulida, (2012), Pengaruh Penggunaan Larutan Alkali Dalam Kekuatan Bentur Dan Uji Degradasi Pada Komposit Termoplastik Berpengisi Serbuk Serabut Kelapa.Jurnal Teknik Kimia USU.

Addriyanus, Tommy, Halimatuddahliana, (2015), Pengaruh Komposisi Dan Ukuran Serbuk Kulit Kerang Darah (Anadora Granosa) Terhadap Kekuatan Tarik Dan Kekuatan Bentur Dari Komposit Epoksi-Ps/Serbuk Kulit Kerang Darah, Jurnal Teknik Kimia USU4(4).

Agunsoye, J.O., Isaac T.S., dan Samuel, S.O., (2012), Study of Mechanical Behaviour of Coconut Shell Reinforced Polymer Matrix Composite, Journal of Minerals and Materials Characterization and Engineering 11: 774-779.

Agustinawati, D., (2014), Analisa XRD dan SEM pada Lapisan Tipis TiC Setelah Uji Oksidasi, Jurnal Teknik Pomits3(2): 2337-9721.

Arbintarso, E.S., (2009), Tinjauan Kekuatan Lengkung Papan Serat Sabut Kelapa Sebagai Bahan Teknik, Jurnal Teknologi2(1): 53-60.

Atuanya, C. U., Ibhadode, A. O. A., dan Igboanugo, C. U., (2011), Potential of Using Recycled Low-Density Polyethylene in Wood Composites Board, Tribology in industry33(1).

Charoenvai, S., (2014), A New Material from Recycled HDPE and Durian Peel Fiber, The 5th TSME International Conference on Mechanical Engineering 17-19th December 2014, The Empress, Chiang Mai.

Clareyna, E.D., Mawarni, L.D., (2013), Pembuatan dan Karakteristik Komposit Polimer Berpenguat Bagase,Jurnal Teknik Pomits2(2): 2337-3539. Atuanya, C.U., Solomon, N., (2011), Evaluation of the Mechanical Properties of

Recycled Polyethylene/Iroko wood Saw Dust particulate Composite, 2090-4304, J. Basic. Appl. Sci. Res. 1(12)2806-2810.

Fatih, E., Mehmet, A., (2014), Investigating Some Physical Properties of Composite Board, Produced from Sunflower Stalks, Designed Horizontally, Ekoloji 23(90): 40-48.

Firman, S.H., dkk., (2015), Studi Sifat Mekanik dab Morfologi Komposit Serat Daun Nanas-Epoxy Ditinjau Dari Fraksi Massa Dengan Orientasi Serat Acak, Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika11(2).

(22)

61

Hussain, S.A., Pandurangadu, Dr.V., dan Palanikuamr, Dr.K., (2011), Mechanical Properties Of Green Coconut Fiber Reinforced Hdpe Polymer Composite, International Journal of Engineering Science and Technology (IJEST) 3 (11).

Idris, U.D., Aigbodion, V. S., Atuanya, C. U., dan J., Abdullahi, (2011), Eco Friendly (Water Melon Peels): Alternatives to Wood-based Particleboard Composites,Tribology in industry33(4).

Lestari, R.T., (2013), Sifat Papan Partikel Tanpa Perekat Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis guineensisJacq.), Widyariset16(2): 219-226.

Lusiana, R., Ardiansah, Y., (2015), Pemanfaatan Limbaj Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Papan Komposit Dengan Variasi Panjang Serat, Jurnal Teknik Mesin Untirta1(1): 2407-7852.

Muhammad, F., Hisbullah, dan Iskandar, (2011), Pembuatan Papan Komposit Dari Plastik Daur Ulang dan Serbuk Kayu serta Jerami Sebagai Filler, Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan8(1): 17-22.

Nurdin, H., (2014), Analisis Kekuatan Bending pada Papan Komposit Serat, Prosiding Konvensi Nasional Asosiasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (APTEKINDO) ke 7 FPTK Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung ,13 sd.14 November 2014.

Nurhajati,D.W., Indrajati, I.N., (2011), Kualitas Komposit Serbuk Sabut Kelapa Dengan Matrik Sampah Styrofoam Pada Berbagai Jenis Compatibilizer, Jurnal Riset Industri 5(2): 143-151.

Nurhidayat, A., dkk., (2013), Pengaruh Fraksi Volume Pada Pembuatan Komposit HDPE Limbah-Cantula dan Berbagai Jenis Perekat Dalam Pembuatan Laminate 14(2).

Chee, P., Talib,R., Yusof, Y., dan Chin, N., (2010), Mechanical And Physical Properties Of Oil Palm Derived Cellulose-Ldpe Biocomposites As Packaging Material, International Journal of Engineering and Technologi 7(1): 26-32.

Pramono, A.E., Rebet, I., Zulfia, A., dan Subyakto, (2015), Tensile and Shear Punch Properties of Bamboo Fibers Reinforced Polymer Composites, International Journal of Composite Materials20155(1): 9-17.

(23)

Terhadap Sifat dan Morfologi Wood Plastic Composite (WPC), Jom FTEKNIK 3(2).

Santoso, A., Pari, G., (2015), Sifat Papan Partikel Daur Ulang Rendah Emisi Formaldehida,ISSN: 0216-4329 Terakreditasi, Jurnal Penelitian Hasil Hutan33(1).

Tahta, A., dkk., (2012), Sintesis dan Karakterisasi XRD Multiferroik BiFeO3 Didoping Pb,Jurnal Sains dan Seni ITS1(1).

Trisna, H., Mahyudin, A., (2012), Analisis Sifat Fisis dan Mekanis Papan Komposit Gipsum Serat Ijuk Dengan Penambahan Boraks (Dinatrium Tetraborat Decahydrate),Jurnal Fisika Unand1(1).

Wardani, L., dkk., (2015), Kualitas Papan Zephyr Pelepah Sawit dan Papan Komposit Komersial Sebagai Bahan Bangunan22(2).

Wulandari, F.T., (2013), Produk Papan Komposit Dengan Pemanfaatan Limbah Non Kayu, Media Bina Ilmiah7(6).

Gambar

Tabel 2.1.Komposisi Tempurung Kelapa

Referensi

Dokumen terkait

Bahan yang digunakan untuk pembuatan kampas kopling non asbes ini adalah serat sabut kelapa, serbuk arang tempurung kelapa dan serbuk Tembaga dengan pengikat

Analisis Pendirian Pabrik Papan Partikel Berbahan Baku Utruna Serbuk Sabut Kelapa Di Kabupaten Cirunis, Jawa Barat

Hasil penelitian ini adalah (1) Nilai kekerasan komposit kampas rem serbuk tempurung kelapa mendekati kampas rem yang ada di pasaran, dimana hasil pengujian

Analisis Pendirian Pabrik Papan Partikel Berbahan Baku Utruna Serbuk Sabut Kelapa Di Kabupaten Cirunis, Jawa Barat

Tulisan ini merupakan skripsi dengan judul “Pengaru Komposisi Serbuk Tempurung Kelapa sebagai Pengisi Komposit Poliester Tak Jenuh Terhadap Sifat Mekanik dan Penyerapan

penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan asam stearat sebagai agen penggandeng terhadap komposit termoplastik bekas berpengisi serbuk tempurung

Berdasrkan hasil karakterisasi keausan yang telah dilakukan, diketahui bahwa pemanfaatan serbuk tempurung kelapa pada komposit Al 2 O 3 -Epoxy dapat meningkatkan

menunjukkan hubungan antara kadar air terhadap variasi material, Dalam penelitian ini menggunakan material komposit serbuk arang tempurung kelapa, serbuk arang tempurung kemiri dan