• Tidak ada hasil yang ditemukan

Astri N. Napitupulu 22010112120018 Lap.KTI Bab0

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Astri N. Napitupulu 22010112120018 Lap.KTI Bab0"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA TINEA

PEDIS PADA POLISI LALU LINTAS KOTA SEMARANG

LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN

KARYA TULIS ILMIAH

Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata – 1 Kedokteran Umum

ASTRI N NAPITUPULU 22010112120018

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA KEDOKTERAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan

rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Karya Tulis Ilmiah ini. Penulisan Karya Tulis

Ilmiah ini dilakukan untuk memenuhi salah satu syarat guna mencapai derajat sarjana

strata-1 kedokteran umum di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.

Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan

kepada :

1. Rektor Universitas Diponegoro yang telah memberikan kesempatan

kepada penulis untuk menimba ilmu di Universitas Diponegoro

2. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang telah

memberikan sarana dan prasarana kepada saya sehingga dapat

menyelesaikan KTI ini dengan lancar

3. Prof. Prasetyowati Subchan Sp.KK (K) selaku dosen pembimbing pertama

yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.

4. dr. Y. L. Aryoko Widodo S, M.Si. Med selaku dosen pembimbing kedua

yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.

5. dr. Radityastuti, Sp.KK dan dr. Widyawati, Sp.KK selaku konsultan yang

melakukan uji validitas kuesioner penelitian dan saran yang sangat berarti

selama penyusunan kuesioner.

6. dr. Adhe Firman, dr. Andarbeni, dr. Dhesi Ariembi selaku dokter residen

kulit kelamin yang membantu dalam pemeriksaan klinis

7. Kepala bagian dan seluruh jajaran staf SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan

Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

8. Bapak Wuryanto selaku analis yang membantu dalam pemeriksaan

(5)

9. Pimpinan, staf dan anggota polisi lalu lintas Polrestabes Semarang yang

memperbolehkan penulis melakukan penelitian dan bersikap kooperatif

10.Kedua orang tua saya dan keluarga yang senantiasa memberikan dorongan

moral dan material

11.Teman-teman yang telah membantu dan memberi dukungan dalam

penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.

Akhir kata, semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas segala kebaikan semua

pihak yang telah membantu.

Semarang, 10 Juni 2016

(6)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR SINGKATAN ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

ABSTRAK... ... xiv

ABSTRACK... ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang ... 1

1.2Perumusan Masalah ... 3

1.2.1 Rumusan Masalah Umum ... 3

1.2.2 Rumusan Masalah Khusus ... 3

1.3Tujuan Penelitian ... 3

1.3.1 Tujuan Umum ... 3

1.3.2 Tujuan Khusus ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

1.4.1 Manfaat Pendidikan ... 4

1.4.2 Manfaat Penelitian ... 4

1.4.3 Manfaat Pelayanan Kesehatan ... 5

(7)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1 Tinea Pedis ... 6

2.1.1 Definisi ... 6

2.1.2 Epidemiologi ... 6

2.1.3 Etiologi ... 7

2.1.4 Patofisiologi ... 8

2.1.5 Gambaran klinis ... 8

2.1.5.1 Tipe Interdigital ... 8

2.1.5.2 Tipe Kronik Hiperkeratotik ... 8

2.1.5.3 Tipe Vesikobulosa ... 9

2.1.5.4 Tipe Akut Ulseratif ... 9

2.1.6 Diagnosis ... 9

2.1.6.1 Pemeriksaan Mikroskopik ... 10

2.1.6.2 Kultur ... 10

2.1.6.3 Lampu wood ... 10

2.1.7 Pengendalian dan Pencegahan ... 11

2.1.8 Terapi ... 12

2.2 Tinjauan Polisi Lalu Lintas ... 13

2.2.1 Tinjauan polisi lalu lintas ... 13

2.2.2 Tinjauan lalu lintas ... 13

2.3 Kerangka Teori... 14

2.4 Kerangka Konsep ... 15

(8)

BAB III METODE PENELITIAN... 16

3.1 Ruang Lingkup Penelitian ... 16

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 16

3.3 Jenis dan Rancangan Penelitian ... 16

3.4 Populasi dan Sampel ... 17

3.4.1 Populasi Target... 17

3.4.2 Populasi Terjangkau ... 17

3.4.3 Sampel ... 17

3.4.3.1 Kriteria Inklusi ... 17

3.4.3.2 Kriteria Ekslusi... 17

3.4.4 Cara Sampling ... 18

3.4.5 Besar Sampel ... 18

3.5 Variabel Penelitian ... 19

3.5.1 Variabel Bebas ... 19

3.5.2 Variabel Tergantung... 19

3.6 Definisi Operasional... 20

3.7 Cara Pengumpulan Data ... 21

3.7.1 Alat ... 21

3.7.2 Jenis Data ... 21

3.7.3 Cara Kerja ... 21

3.8 Alur Penelitian ... 22

3.9 Analisis Data ... 23

(9)

3.11 Jadwal Penelitian ... 24

BAB IV HASIL PENELITIAN ... 25

4.1 Analisis Sampel ... 26

4.2 Analisis Univariat... 26

4.3 Analisis Bivariat ... 29

4.3.1 Hubungan lama masa kerja dan infeksi tinea pedis ... 29

4.3.2. Hubungan durasi mengatur lalu lintas dan infeksi tinea pedis...29

4.3.3. Hubungan tingkat higiena perorangan dan tinea pedis ...30

4.4 Analisis Multivariat ... 39

BAB V PEMBAHASAN ... 40

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN ... 44

6.1 Simpulan... ... 44

6.2 Saran... ... 45

DAFTAR PUSTAKA ... 46

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Keaslian Penelitian ... 5

Tabel 2. Terapi Tinea Pedis ... 12

Tabel 3. Defenisi Operasional ... 20

Tabel 4. Jadwal Penelitian... 24

Tabel 5. Karakteristik Subjek Penelitian ... 26

Tabel 6. Hubungan lama masa kerja di kepolisian lalu lintas dan tinea pedis..28

Tabel 7. Hubungan durasi mengatur lalu lintas dan tinea pedis...29

Tabel 8. Hubungan higiene dengan tinea pedis... ...30

Tabel 9. Hubungan frekuensi mandi dalam sehari dan tinea pedis ... 32

Tabel 10. Hubungan penggunaan sabun mandi dan tinea pedis ... 33

Tabel 11. Hubungan penggunaan sabun anti septik dan tinea pedis ... 34

Tabel 12. Hubungan penggunaan handuk dan tinea pedis ... 34

Tabel 13. Hubungan frekuensi mengganti handuk dan tinea pedis ... 35

Tabel 14. Hubungan mencuci kaki setelah aktivitas dan tinea pedis ... 36

Tabel 15. Hubungan menggosok dan membersihkan daerah kaki dan tinea pedis ... 37

Tabel 16. Hubungan frekuensi mengganti kaos kaki dan tinea pedis ... 37

Tabel 17. Hubungan penyimpanan sepatu dan tinea pedis ... 38

Tabel 18. Hubungan lama memakai sepatu dan tinea pedis ... 38

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Tinea Pedis. ... 8

Gambar 2 Kerangka Teori. ... 14

Gambar 3 Kerangka Konsep. ... 15

(12)

DAFTAR SINGKATAN

KOH : Kalium Hidroksida

SDA : Sabourad’s Dextrose Agar

(13)

LAMPIRAN

Lampiran 1. Ethical Clearence ... 38

Lampiran 2. Informed consent ... 39

Lampiran 3. Kuesioner Penelitian ... 41

Lampiran 4. Hasil Analisis ... 44

Lampiran 5. Dokumentasi Penelitian ... 53

(14)

ABSTRAK

Latar Belakang : Tinea pedis merupakan salah satu dermatofitosis yang sering

terjadi. Tinea pedis menginfeksi sekitar 10% populasi dunia. Tinea pedis menginfeksi daerah tumit, sela-sela jari dan telapak kaki. Angka prevalensinya ditemukan meningkat pada pemakaian sepatu yang tertutup. Polisi lalu lintas diperkirakan memiliki resiko lebih tinggi terinfeksi tinea tedis

Tujuan : Mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya

tinea pedis pada polisi lalu lintas Kota Semarang

Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional dengan

pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 41 polisi lalu lintas kota Semarang yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil dengan kuesioner meliputi higiene, lama masa bekerja dan durasi kerja

Hasil : Angka kejadia tinea pedis pada polisi lalu lintas Kota Semarang adalah

41,5%.

Kesimpulan : Lama masa kerja, durasi kerja dan tingkat higiene tidak berpengaruh

pada kejadian tinea pedis

(15)

ABSTRACT

Background : Tinea pedis was a dermathophytosis that often occured. Tinea pedis

infect about 10% of the world's population. Tinea pedis infect the heel area, between the toes and soles of the feet. Prevalence rate was increase on useing closed shoes. The traffic police are expected to have a higher risk of infection tinea tedis

Direction : To determine prevalence and risk factor of tinea pedis in traffic

policeman in Semarang.

Methods : This study design was observational with cross sectional aprroach. The

subject were 41 traffic police in Semarang who met the inclusion criteria. The data were collected from questionnaire that include personal hygiene, long periods of employment and duration of work

Results : The prevalence of Tinea pedis in traffic policeman in Semarang was 41,5% Conclution : Long-time work, duration of work and personal hygiene has no effect

on tinea pedis

Referensi

Dokumen terkait

It is holiday.yogi, sandi, ad joko go to swimig to pameungpeuk beach .the beach is near yogi’s house, so they went there on bicycle.. They arrive in the beach at eight o’clock in the

BAB II adalah Dasar Teori menceritakan sedikit mengenai alat penukar kalor, kondensor yang digunakan, karakteristik stainless steel, karakteristik baja karbon, teori

“Properties and Selection: Irons, Steels, and High-. Performance Alloys,” The ASM

Rata-rata Laju Korosi Logam dan Paduan pada Lingkungan Air Laut... Pitting pada Lingkungan Air Laut untuk Logam

[r]

Richard Alfonso (2005) meneliti pengaruh suhu dan waktu pelapisan nikel pada baja karbon rendah terhadap nilai kekasaran permukaan pelapisan. Dari penelitian ini diperoleh

Format Kamampuh Ngalarapkeun Vokal é, e, jeung eu dina Nulis Pangalaman Siswa Kelas VII-I SMP Negeri 29 Bandung Taun Ajaran 2013/2014 Saméméh jeung Sanggeus Ngagunakeun

MEDICINUS, Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana, Jakarta.. Konsensus Pengelolaan DM Tipe 2 di