PENERAPAN DIGITAL VIDEO BROADCASTING MENGGUNAKAN RASPBERRY PI SEBAGAI LAYANAN STREAMING TELEVISI DIGITAL MELALUI JARINGAN KOMPUTER

13 

Teks penuh

(1)

1

PENERAPAN DIGITAL VIDEO BROADCASTING MENGGUNAKAN RASPBERRY PI SEBAGAI LAYANAN STREAMING TELEVISI DIGITAL MELALUI JARINGAN KOMPUTER

DIGITAL VIDEO BROADCASTING APPLICATIONS USING RASPBERRY PI AS A DIGITAL TELEVISION STREAMING SERVICE THROUGH COMPUTER NETWORK

Aji Diyantoro1, Vicky Muhammad Rizki2

1 Dosen Teknik Informatika, STMIK LPKIA Bandung 2 Program Teknik Informatika, STMIK LPKIA Bandung

3 Jln. Soekarno Hatta No. 456 Bandung 40266, Telp. +62 22 75642823, Fax. +62 22 7564282

1 ajidiyantoro@lpkia.ac.id, 2 vickymuhammadr@gmail.com

Abstrak

Digital Video Broadcasting merupakan kumpulan open standards untuk televisi digital yang diakui secara international, yang digunakan untuk mentranmisikan siaran TV/Video digital hingga sampai ke pengguna (End User). Saat ini pemerintahan di Indonesia sedang melakukan uji coba siaran TV digital dengan menggunakan standar DVB-T2.

Penerimaan sinyal digital mengharuskan pengguna di rumah untuk menambah 1 kotak konverter untuk 1 buah televisi. Akan tetapi hingga saat ini siaran TV digital di Indonesia belum tersebar begitu luas dan merata sehingga bagi masyarakat indonesia harus mencari titik tertentu untuk memasang antena agar mendapatkan siaran digital tersebut.

Salah solusi untuk menangani permasalahan dimana masyarakat masih belum bisa menikmati layanan tv digital karena keterbatasan perangkat televisi digital dan ingin menikmati layanan siaran digital untuk beberapa televisi maka dari itu, penggunaan Raspberry Pi dipadukan dengan usb DVB dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam mengatasi permasalahan tersebut. Dengan ini pula masyarakat dapat menikmati layanan dengan biaya terjangkau dengan memanfaatkan jaringan computer.

Kata Kunci : Digital Video Broadcasting, Raspberry Pi, Streaming

Abstrak

Digital Video Broadcasting is a collection of open standards for internationally recognized digital television, used to transmit digital TV / Video broadcasts to end users. Currently the government in Indonesia is conducting trials of digital TV broadcasting using the DVB-T2 standard.

Digital signal reception requires home users to add 1 converter box for 1 television. However, until now digital TV broadcasting in Indonesia has not spread so widely and evenly that for the people of Indonesia have to find a certain point to install the antenna in order to get the digital broadcast.

One solution to deal with problems where people still can not enjoy digital tv services because of the limitations of digital television devices and want to enjoy digital broadcasting service for some television hence the use of Raspberry Pi combined with usb DVB can be a solution for the community in overcoming the problem. With this also the community can enjoy services at affordable costs by utilizing computer networks

Keywords: Digital Video Broadcasting, Raspberry Pi, Streaming

1. Pendahuluan

pada umumnya masyarakat indonesia menonton siaran tv analog, akan tetapi semakin jauhnya dari stasiun pemancar maka sinyal yang akan di terima semakin melemah dan penerimaan gambar dari stasiun menjadi memburuk dan berbayang, dari masalah tersebut munculah suatu siaran digital yang dimaksudkan untuk mengatasi masalah tersebut, dengan beralihnya siaran analog menjadi siaran digital. Dari tahun 2000 an di Indonesia sendiri telah dilakukan percobaan siaran tv digital

Penerimaan sinyal digital mengharuskan pengguna di rumah untuk menambah 1 kotak konverter untuk 1 buah televisi hingga pada nantinya berlangsung produksi massal TV digital yang bisa menangkap siaran DVB-T2 tanpa perlu tambahan kotak konverter. Akan tetapi hingga saat ini siaran TV digital di Indonesia belum tersebar begitu luas dan merata sehingga bagi masyarakat indonesia harus mencari titik tertentu untuk memasang antena agar mendapatkan siaran digital tersebut.

(2)

3 Raspberry Pi atau Raspi adalah komputer kecil yang berukuran sebesar kartu kredit, yang biasa disebut mini komputer karena Raspberry Pi memiliki prosesor, RAM dan port hardware yang khas yang bisa di temukan pada banyak komputer. Yang dimana kita dapat melakukan banyak hal seperti pada sebuah komputer desktop. Yang sama halnya bisa kita lakukan di komputer biasa di Raspberry Pi pun bisa mengedit dokumen, memutar video HD, bermain game, coding dan masih banyak lagi.[1]

Salah solusi untuk menangani permasalahan di atas dimana masyarakat masih belum bisa menikmati layanan tv digital karena keterbatasan perangkat televisi digital dan ingin menikmati layanan siaran digital untuk beberapa televisi maka dari itu, penggunaan Raspberry Pi dipadukan dengan usb DVB dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam mengatasi permasalahan tersebut. Dengan ini pula masyarakat dapat menikmati layanan dengan biaya terjangkau dengan memanfaatkan jaringan computer 2. Dasar Teori

2.1. Pengertian penerapan

Menurut J.S Badudu dan Sutan Mohammad Zain pada bukunya mengatakan bahwa “penerapan adalah hal, cara, atau hasil.” (Zain, 1996)

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan baik secara individu maupun kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan

2.2. DVB (Digital Video Broadcasting)

Menurut Wikipedia (Wikipedia,2017) menjelaskan bahwa:

“DVB adalah kumpulan open standards untuk televisi digital yang diakui secara international, dan dikelola oleh DVB Projects, sebuah konsorsium industry dengan lebih dari 270 member, an dikeluarkan oleh European Telecommunications Standards Institue (ETSI), European Committee for Electrotechnical (CENELEC), dan Europan Broadcasting Union (EBU). DVB mempunyai standarisasi sebuah nomor dari saluran kembali (return channel) yang bekerja bersama dengan DVB(-S/T/C) untuk membuat komunikasi bi-direksional

DVB dikembangkan berdasarkan latar belakang pentingnya sistem broadcasting yang bersifat terbuka (open system) yang ditunjang oleh kemampuan interoperability, fleksibilitas dan aspek komersial. Sebagai suatu open system, maka standard DVB dapat dimanfaatkan oleh para vendor untuk mengembangkan berbagai layanan inovatif dan jasa nilai tambah yang saling kompatibel dengan perangkat DVB dari vendor lain. Selain itu program digital yang dikirimkan berdasarkan spesifikasi DVB

dapat ditransfer dari satu medium transmisi ke medium transmisi lain dengan murah dan mudah. Pendekatan yang dilakukan oleh DVB adalah dengan memaksimalkan perangkat eksisting dan sistem umum yang tersedia di pasar komersial.

Dengan teknologi digital, DVB dapat memanfaatkan penggunaan bandwidth secara lebih efisien. Satu transponder satelit yang biasanya hanya dapat digunakan untuk satu program TV analog, dengan menggunakan DVB dapat digunakan untuk menyiarkan 8 kanal TV digital. Selain penambahan kapasitas kanal TV, pada media transmisi terestrial dapat diperoleh kualitas gambar yang lebih baik dan bahkan pada media kabel TV, DVB-C menawarkan layanan interaksi two-way.

Salah satu keputusan mendasar yang diambil dalam menetapkan standard DVB adalah pemilihan MPEG-2 sebagai "data containers". Dengan konsepsi tersebut maka transmisi informasi digital dapat dilakukan secara fleksibel tanpa perlu memberikan batasan jenis informasi apa yang akan disimpan dalam "data container" tersebut. Pemilihan MPEG-2 untuk sistem koding dan kompresi dilakukan karena terbukti bahwa MPEG-2 mampu memberikan kualitas yang baik sesuai dengan sumber daya yang tersedia. Dari sudut pandang komersial, pengadopsian MPEG-2 yang merupakan standard eksisting dan proven sangat menguntungkan karena memungkinkan DVB untuk berkonsentrasi pada upayanya dalam menemukan cara untuk mengemas paket data MPEG-2 melalui media transmisi yang berbeda-beda termasuk satelit, kabel, SMATV, LMDS, maupun terestrial. Chip-sets untuk keperluan coding dan decoding MPEG-2 telah tersedia secara komersial sehingga harga decoder di pasar komersial berharga murah. Walaupun demikian karena MPEG-2 yang terdapat pada dokumen ISO bersifat generik, maka Projek DVB mengembangkan dokumen yang berisikan pembatasan terhadap sintaks dan parameter MPEG-2 serta rekomendasi nilai yang digunakan dalam aplikasi DVB.

Layanan DVB masa depan akan terdiri dari berbagai jenis program yang dikembangkan melalui sejumlah kanal transmisi. Agar IRD dapat ditune untuk layanan tertentu secara otomatis melalui sistem navigasi yang user friendly maka DVB menambahkan alat bantu navigasi DVB-SI (Service Information) yang merupakan perluasan Programme Specific Information (PSI) dari MPEG-2. Service information pada DVB berfungsi sebagai header terhadap kontainer MPEG sehingga receiver dapat mengetahui apa yang diperlukan untuk mendecode sinyal.

Selain itu, MPEG-2 memungkinkan desain decoder yang fleksibel seiring peningkatan kualitas pada sisi encoding. Setiap peningkatan unjuk kerja baru karena pengembangan sistem encoding akan

(3)

4 secara otomatis direfleksikan pada kualitas gambar dari decoder.

2.3. Streaming

Suatu Streaming media adalah kekuatan yang penting pada kemajuan Internet untuk menjadi mesin media massa. Rob Glaser, Chief Executive RealNetworks, dalam menanggapi pengumuman AtHome Corporation yang akan mengantarkan klip video berkualitas televisi pada modem kabel pelanggan, mengatakan: "[Ini adalah] langkah maju penting lain dalam membuat Internet sebagai media massa balk untuk consumer dan content provider." (The Wall Street Journal, "AtHome to Use Real Network in Video Clips, " 15 Jan. 1999, hal. B-6). Sedangkan menurut Ir. Gatot Santoso, MT. Streaming adalah :

“Streaming media (aliran media), juga disebut streaming video dan streaming audio, adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mempercepat transmisi video dan audio melalui Internet. Saat grafik dan teks dikirim kepada seorang pemakai Internet, teks dapat dilihat segera setelah sampai pada PC. Sedang grafik menjadi terisi saat sedang diterima”.

(Ir. Gatot Santoso, 2008) Kamus Streaming: 1. Media Streaming

Sebuah teknologi yang memungkinkan distribusi data audio, video dan multimedia secara Real Time melalui Internet. Media streaming merupakan pengiriman media digital berupa (video, suara dan data) agar bisa diterima secara terus-menerus (stream). Data tersebut dikirim dari sebuah server apllikasi dan di terima serta ditampilkan secara Real Time oleh aplikasi pada komputer klien.

2. Buffering

Proses atau kondisi yang terjadi saat sebuah player untuk media streaming sedang menyimpan bagian-bagian file media streaming ke tempat penyimpanan lokal. Kebanyakan player menyimpan hanya sebagian kecil dari sebuah presentasi streaming sebelum memulai streaming. Proses buffering juga bisa terjadi di tengah-tengah streaming, biasanya hal seperti ini terjadi jika bandwidth yang diperlukan untuk memainkan

streaming kurang sesuai atau kurang memenuhi besar bandwidth dari yang seharusnya.

3. Bandwidth

Jumlah data yang bisa ditransmisikan dalam ukuran yang tidak pasti. Untuk peralatan digital, biasanya bandwidth dibuat dengan satuan bit per seken atau byte per seken – berbeda dengan peralatan analog yang memiliki standar ukuran cycle per seken atau hertz (Hz).

4. Broadcash

Sebuah proses saat data secara simultan dikirimkan ke semua stasiun dalam sebuah jaringan.

5. Buffer

Tempat penyimpanan sementara (penyangga) yang dialokasikan dalam sistem secara random untuk menyimpan data2 sebelum dikirim atau disimpan ke bagian lain dari sistem. Dalam aplikasi streaming, buffer menyimpan data audio atau video sampai semua inforamasi yang cukup untuk melakukan streaming terkumpul semua.

6. Video Digital

Kunci dari konten media streaming. Biasanya video digital dikonversi dari data-data video analog. Sinyal video digital direpresentasikan dengan bilangan 0 dan 1, sedangkan sinyal analognya direpresentasikan dengan flugtasi sinyal yang tersimpan di storage – perbedaan analog dan digital dalam sinyal video sama dengan perbedaan analog dan digital pada sinyal audio.

7. Encoder

Aplikasi perangkat keras atau software yang dipakai untuk mengkompresi sinyal-sinyal audio video untuk melakukan streaming.

(4)

5 2.4. Jaringan Komputer

Menurut kutipan dari buku yang berjudul dasar – dasar jaringan computer edisi revisi mengatakan bahwa “Jaringan computer adalah sekumpulan peralatan atau komputer yang saling dihubungkan untuk berbagi sumber daya.” (micro, 2012)

Sedangkan menurut kutipan dari buku lain yang berjudul cara mudah membangun jaringan computer & internet mengatakan bahwa “jaringan computer adalah system yang terdiri dari computer-komputer serta piranti-piranti yang saling berhubungan sebagai satu kesatuan”. (Computer, 2010)

2.5 Jenis Jaringan Komputer

Berdasarkan definisi mengenai jaringan computer, maka untuk dapat disebut sebagai sebuah jaringan computer, terdapat 4 buah syarat yang harus dipenuhi. Keempat syarat tersebut yaitu:

1. Minimal terdapat dua buah perangkat/computer yang terhubung. Hubungan ini dapat menggunakan sarana kabel (wired) maupun nirkabel (wireless).

2. Terdapat pengguna di dalamnya yang berinteraksi dengan pengguna lainnya maupun terhadap jaringna dan penyedia layanan. 3. Terdapat data yang dipertukarkan di dalamnya.

Selain data juga terdapat konten (teks, multimedia) maupun informasi (hasil pengolahan data).

4. Terdapat pemakaian secara bersama-sama (Sharing) terhadap perangkat keas (Hardware) dan perangkat lunak (Software).

3. Analis dan Perancangan 3.1 Network Existing

Penerapan Receiver DVB_T2 secara umum yaitu berfungsi untuk penerima saluran siaran digital. Namun dari yang sudah diterapkan saat ini terdapat kelemahan karena dari satu Receiver DVB_T2 hanya diperuntukan untuk satu televisi, dan hal ini membuat pelanggan harus memiliki lebih dari satu buah Receiver DVB_T2 apabila ingin menikmati siaran digital

.Gambar 3.1 Network Existing

Dari gambar di atas dapat dijelaskan alur pendistribusian siaran televisi melalui beberapa proses dan harus dilengkapi dengan beberapa alat pendukung siaran digital, pemancar secara langsung memancarkan sinyalnya yang bisa secara langsung diterima oleh receiver (Set Top Box) yang kemudian penerimaan sinyal tersebut ditayangkan oleh televisi yang terhubung langsung dengan (Set Top Box).

3.2 Desain Baru

Setelah melakukan analisa existing network yang ada maka dengan desain jeringan baru dengan menggunakan Raspberry dapat menjadi solusi untuk mengatasi kebutuhan user

Gambar 3.2

Skema baru siaran DVB-T2

3.3. kebutuhan sistem baru

Setelah melakukan analisa terhadap existing yang sedang berjalan dan melakukan perancangan terhadap existing baru, maka muncul sebuah kebutuhan system baru yang akan digunakan dalam penerapan existing baru. Dengan menerapkan Raspberry Pi sebagai server untuk menampung siaran yang tertangkap untuk di broadcast kepada beberapa televisi, maka dapat dirincikan kebutuhan yang baru sebagai berikut: 1. Raspberry Pi

Raspberry disini berfungsi sebagai server untuk menampung siaran yang tertangkap oleh receiver DVB_T2, serta untuk pengkonfigurasi pengalamatan siaran digital.

2. USB DVB TV Tuner

Berfungsi untuk mengubah sinyal digital yang diterima dari satelit, atau bisa disebut sebagai converter sinyal.

3. VLC player

VLC digunakan untuk menjalankan prototype siaran digital dengan memasukan alamat ip dengan menggunakan port rtp://.

4. DVB-TVR

Pemancar Sinyal Digital

Televisi Set Top Box

penyebaran sinyal

diterima oleh antena UHF / VHF kabel hdmi

kabel AV kabel pigtail

(5)

6 Berfungsi sebagai pemindaian channel apa saja yang tertangkap oleh USB DVB TV Tuner.

4. Implementasi

Gambar 4. 1 Diagram kontek

Gambar diagram di atas menjelaskan perangkat keras apa saja yang terlibat dalam pembuatan system jarigan ini, yaitu Raspberry sebagai prototype server yang digunakan

4.1. Lingkup dan Batasan Implementasi a. Pengujian yang digunakan adalah DVB-T2.

Pada pengujian hanya fokus pada sinyal yang berhasil ditangkap oleh DVB-Teresterial.

b. Penangkapan sinyal menggunakan USB DVB TV TUNER.

Sesuai dengan tempat penelitian yang dilakukan, maka penangkapan sinyal yang akan diteliti adalah wilayah Cimahi lebih tepatnya Cimahi Tengah.

c. Penggunaan Raspberry Pi sebagai pengkonfigurasian layanan yang di tangkap. Pemilihan Raspberry Pi dikarenakan penyesuaian kebutuhan yang dimana telah compatible dengan USB DVB TV TUNER dan kemudahan implementasi.

d. Implementasi dan Pengujian akan dilakukan menggunakan Modul Raspberry Pi 2 model B sebagai prototype server.

Untuk implementasi dan pengujian menggunakan Raspberry Pi 2 model B dikarenakan tipe ini adalah tipe yang telah mendukung untuk melakukan proses penelitian dan mempermudah dalam troubleshooting permasalahan yang ada.

e. Pembahasan DVB dan penerapan DVB hanya secara umum dan lebih menekankan mengenai DVB_T2.

Pembahasan mengenai DVB dan proses penyiarannya hanya dijelaskan secara umum yang sesuai dengan existing saat ini.

f. Fokus dalam penelitian ini adalah membangun suatu jaringan untuk memanfaatkan modul Raspberry Pi sebagai pengkonfigurasian siaran digital yang tertangkap oleh receiver DVB_T2 4.2. Tahap Pengujian

Gambar 4.2. Flowchart pengujian

Berdasarkan hasil perancangan serta implementasi yang sudah dilakukan sebelumnya dan dilakukan test menggunakan metode scan frekuensi pada raspberry, berikut adalah hasil pengujian yang telah dilakukan, pengujian dilakukan dengan menggunakan kode negara “ ID-Test ” yang merupakan kode untuk Indonesia, lalu ketikan dengan perintah “scan /usr/share/dvb/dvb-legacy/dvb-t/ID-Test” untuk melakukan tes

4.3 Hasil Pengujian

Gambar 4.3. hasil pengujian

Dari hasil di atas, kolom chanel name, video ID, Audio ID dan Service ID tidak tampil, yang berarti proses scan yang telah dilakukan tidak berhasil menangkap sinyal siaran tv digital yang berada di wilayah pengujian. Hal tersebut menyebabkan proses pengujian tidak dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya

5. Kesimpulan dan Saran 5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari pengujian yang telah dilakukan, proses implementasi tidak dapat dilanjutkan ketahap berikutnya, karena kelengkapan baris tabel DVB-T2 yang tidak lengkap, yang dimana

pemancar sinyal USB DVB-T raspberry sinyal uhf/vhf frekuensi

digital TCP/IP HUB

Client( penikmat layanan) TCP/IP Protocol rtp start masuk consol raspberry pi lakukan pemindaian frekuensi pemindaian frekuensi menampilkan list frekuensi default true menampilkan masing - masing frekuensi default

buat channel config dari hasil pemindaian

yang di dapatkan

pengalamatan IP, Port dan SID dari setiap saluran TV

Digital buka aplikasi VLC

Player buka network setting

VLC Player

masukan IP dan port yang sudah di buat dengan menggunakan

protokol rtp

siaran digital akan tampil pada VLC Player,sesuai alamat IP yang sudah di

tentukan pemindaian tidak berhasil dilakukan false menampilkan default frekuensi end

(6)

7 Channel name, audio PID, Video PID dan Service ID tidak berhasil tertangkap oleh Receiver DVB-T2, karena Service ID untuk setiap stasiun Televisi digital belum di tentukan secara resmi. Sedangkan salah satu syarat untuk lanjut ketahap selanjutnya adalah tertangkapnya Service ID yang berfungsi sebagai kode unik dari setiap stasiun Televisi Digital.

5.2. Saran

Penelitian lebih baik dilakukan, ketika ketetapan regulasi penyiaran Televisi Digital telah resmi dan dikeluarkannya surat keputusan dari pemerintah Indonesia, sehingga penelitian akan dapat dilanjutkan dengan hasil yang diharapkan

6. Daftar Pustaka Buku:

Ardianto, E. (2007). Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Simbosa Rekatama Media.

Arsyad, A. (2007). Media Pembelajaran. Jakara: PT. Raja Grafindo Persada.

Computer, W. (2010). cara mudah membangun jaringan komputer & internet. jakarta: mediakita.

Edi Rakhman, F. C. (2014). RaspberyPi Mikrokontroller Mungil yang Serba Bisa. Yogyakarta: C.V ANDI.

Ir. Gatot Santoso, M. (2008). TEKNIK TELEKOMUNIKASI.

Malik Abdillah Ibnul Hakim, Y. H. (2014). PEMANFAATAN MINI PC RASPBERRY PI SEBAGAI PENGONTROL JARAK JAUH.

micro, a. (2012). Dasar dasar JARINGAN KOMPUTER edisi revisi. banjar baru: clears indonesia.

Zain, J. B. (1996). Kamus Umum Bahasa. jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Website: http://kamusbahasaindonesia.org/penerapan https://en.wikipedia.org/wiki/Digital_Video_Broadca sting https://cdn- learn.adafruit.com/downloads/pdf/adafruits-raspberry-pi-lesson-6-using-ssh.pdf https://cdn- learn.adafruit.com/downloads/pdf/adafruits-raspberry-pi-lesson-4-gpio-setup.pdf https://www.linuxtv.org https://kominfo.go.id https://www.dvb.org/about/history http://jomka.tripod.com/media_transmisi.htm http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/688/93955-3-2009ts-2.pdf https://id.wikipedia.org/wiki/ARPANET

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :