C
Jurnal lktiologi Indonesia, Volume 5, Nomor 2, Desember 2005
STRATEGI PEMANFAATAN SUMBERDAYA
IKAN
SIDAT,
Anguilla
spp.
DI INDONESIA
[Strategy
on
Utilization
of
Eel
(Anguillu
sp.) Resources
in Indonesia]
RidwanAffandi
Departemen Manaj emen Sumberdaya P erairan,
FPIK-lPB
ABSTRACT
Indonesia has a high potency of eel resources but their utilization has been very limited. For increasing their utilization, we need
strategic steps. Flrst step, is an effbrt to recognize the location, where eel resources potency and then mapping their potency. Second step, is an eflort to increase eel utilization for local consumption by intensive promotion, and third step is to increase eel
culture activity.
Kelt words: eel, resources, utilization, Indonesia.
PENDAHTJLUAN
Ikan
sidat,Anguilla
spp. merupakanjenis
ikan yang
laku
di
pasar internasional
(Jepang, Hongkong, Jerman,Italia
dan beberapa negara lain).Dengan demikian
ikan
ini memiliki
potensi sebagai komoditas ekspor.Tidak
seperti halnya di negeri lain (Jepang, dan negara-negara Eropa),di
Indonesia sumberdaya ikan sidat belum banyak dimanfaatkan. Hal ini terlihatdari
tingkat
pemanfaatanikan
sidat
secaralokal
(dalam negeri) masih sangat rendah, padahal
jumlah
ikan
ini
baik
dalam ukuran benih
maupun ukurankonsumsi cukup melimpah. Salah satu penyebabnya
adalah
ikan
ini
belum banyak dikenal,
sehingga kebanyakanpenduduk Indonesia
belum familiar
untuk
mengkonsumsi
ikan sidat. Demikian
pula
pemanfaatan ikan untuk
tujuan
ekspor masih sangat terbatas.Agar
sumberdaya
ikan
sidat
yang
keberadaannya
cukup melimpah
ini
dapat
dimanfaatkan secaraoptimal,
maka perlu dilakukaniangkah-langkah strategis. Langkah
awal
dimulai
denganmengenali
daerahyang
memiliki
potensi sumberdayasidat (benih
dan
ukuran
konsumsi),dan
dilanjutkan
dengan upaya pemanfaatannya
baik untuk
konsumsi
lokal
maupun
untuk
tujuan
ekspor.
Makalah
ini
memuat pemikiran-pemikiransederhana
tentang upaya dalam
meningkatkan
pemanfaatan ikan sidat
di
Indonesia.SLMBERDAYA
IKAN
SIDAT DIINDONESIA
Ikan sidat
merupakan
ikan
yang
penyebarannya sangat luas yakni di daerah tropis dan sub
tropis
sehinggadikenal
adanya sidattropis
dansidat sub
tropis.
Di
duniapaling
sedikit terdapat 17 spesiesikan
sidat (Tesch,1911),
danpaling
sedikitenam
jenis
diantaranya yakni:Anguilla
marmorata, A. celebensis, A. ancentralis, A. borneensis, A.bicolor
bicolor
danA.
bicolorpacifica
terdapatdi
Indonesia(Tabel
l).
Jenisikan
tersebut menyebardi
daerah-daerah yang berbatasan denganlaut
dalamyakni
dipantai selatan Pulau Jawa, pantai barat P. Sumatera, pantai timur P. Kalimantan, seluruh pantai P. Sulawesi,
Kepulauan
Maluku, Bali,
Nusa Tenggara Barat danNusa
TenggaraTimur
hingga pantai utara
Papua (Gambar 1).Ikan sidat hidup di perairan estuaria (laguna)
dan
perairan tawar (sungai, rawa
dan danau sertapersawahan)
dari
dataran rendah hingga
datarantinggi.
UPAYA
MENINGKATKAN
PEMANFAATANSUMBERDAYAIKANSIDAT
Inventarisasi potensi sumberdaya ikan sidat
di Indonesia
Data
tentang
distribusi dan
potensi
(kelimpahan) ikan sidat perlu dikumpulkan
dandianalisis. Pada saat
ini
data hasil penelitian tersebarRidwan Affandi
-
Strategi Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Sidat, Anguilla spp. di Indonesiaserta lembaga lainnya. Apabila data tersebut dihimpun,
akan tampak
di
lokasi
mana sajayang
masih harusdilakukan inventarisasi dan
informasi
apa saja yangmasih harus
dikumpulkan
agar datamenjadi lebih
lengkap dan dapat dipetakan.
Kegiatan inventarisasi
ini
harus dilakukanagar dapat menghasilkan suatu
"peta distribusi
dan potensi ikan sidat di Indonesia". Melalui peta tersebut,pengguna
dapat
mengetahui dengan
mudah
mengenali penyebaranjenis,
kelimpahan dan stadiaikan sidat yang ada
di perairan
Indonesia. Informasiini
nantinya akan menjadi
dasar
pijakan
dalampemanfaatan ikan sidat
di
Indonesia.Sosialisasi pemanfaatan sumberdaya ikan sidat kepada masyarakat
Sebagaimana telah diungkapkan sebe lumnya
bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia belum
mengenal
bentuk/rupa ikan sidat
dan mencicipi
rasanya.Agar ikan
sidat dapat dikenal dan
dapat diterima sebagai ikan konsumsi oleh masyarakat secaraluas, maka harus ada usaha penebaran
ikan
sidat diTabel
l.
Klasifikasi,
zonasi dan distribusi geografi ikan sidat (TomiyamaandHibya,1977).
Tipe Zona Jenis Distribusi
Temperate Sirip panjang Ekuator Sirip pendek Temperate A. anguilla A. rostrata A. japonica A. reinhardti A. marmorata A. celebensis A. megastoma A. ancentralis A. borneensis A. nebulosa nebulosa A. mossambica A. bicolor bicolor A. bicolor paciJica A. obscura A. dielfenbachi A. australis australis A. australi.s schmidti
Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Itali Amerika (timur), Kanada
Jepang, Cina Australia Afrika, Indonesia Filipina, Indonesia Kaledonia Baru Indonesia Indonesia Srilangka Afrika Indonesia, Srilangka Indonesia Kaledonia Baru Selandia Baru Australia Kaledonia Baru
ffiffi
:
daerah penyebaran
-daerah
yang
secara
alami
tidak
mungkin
akandidapatkan ikan sidat
(di
luarjalur
ruayanya). Benihikan sidat yang ditebar di suatu perairan (sungai, rawa
dan
danau) akan
tumbuh dan ketika suatu
saat tertangkap oleh pemancing atau penangkap ikan, makamasyarakat
akan
berusaha
untuk
mengenalnya
(mengenal/mengetahui
namajenisnya)
dan
akan mencoba untuk mengkonsumsinya. Melalui upaya ini, lambat laun masyarakat akan mengenal dan bahkanmenerima
ikan sidat
sebagai
ikan
konsumsi.
Selanjutnya diharapkan masyarakat yang
telah
mengenaldan menerima
ikan sidat
sebagai
ikankonsumsi, akan membutuhkan ikan tersebut sehingga
akhirnya ikan sidat
ini
akan menjadi komoditas yang laku diperjualbelikan di pasar lokal.Sejalan dengan usaha penebaran
ikan
sidatdi
perairan-perairan umum,
perlu pula
dilakukan
pengenalan produk-produk olahannya
kepada
masyarakat(misalnya:
dendengsidat,
pepes, sop, kobayaki, sidat asap dan lain-lain), baik melalui media massaelektronik
maupunmedia
massacetak
dan pameran-pameran.Kegiatan ini membutuhkan waktu yang cukup
lama (3-5 tahun), namun harus
dilakukan bila
menginginkan masyarakat mengenal, menyenangi dan
membutuhkannya. Sasaran
akhir dari
kegiatan ini
adalah meningkatkan permintaan masyarakat akan ikan sidat, sebagaimana halnya yang terjadi pada ikan lele. Ikan lele dulunya tidak dikonsumsi secara luas namun
saat
ini
telah dikonsumsi
secara
luas
sehinggabudidaya berkembang pesat. Apabila permintaan ikan
sidat meningkat maka pemenuhannya otomatis akan
memacu
kegiatan
penangkapan
di
tempat
yang merupakan daerah penyebarannya danjuga
akan memacu kegiatan budidayanya. Ikan sidat adalah ikanyang bersifat katadromos yang akan beruaya ke laut
dalam ketika akan bereproduksi. Karena ikan ini tidak
akan bereproduksi di perairan yang ditebarinya, maka penebaran
benih
harusdilakukan
secara berulang,misalnya tiap awal musim hujan. Kegiatan penebaran
ini dapat dilakukan oleh pemerintah, lembaga swadaya masyarakat atau perorangan.
Dalam hal
kegiatan penebarandi
perairanumum! perlu
diawali
denganuji
coba pada perairan yang luasnya terbatas (misalnya situ atau danau) danJurnal lktiologi Indonesia, Volume 5, Nomor 2, Desember 2005
dikaji
dampaknya terhadappopulasijenis
ikan
lain yang ada di perairan tersebut. Dari kajian ini diharapkan akandiperoleh
informasi mengenai dampak(positif
atau negatif) dari kegiatan
penebaran
tersebut.Penebaran
benih ikan sidat
ini
nantinya diharapkanselain
akan menyebabkanikan
sidat
dikenali
olehmasyarakat j uga akan mampu meningkatkan produks i
ikan
dari
perairan umum
sebagaimanayang
telah dilakukan di Australia saat ini. Ikan sidat yang diekspordari Australia hampir
seluruhnya berasaldari
hasil tangkapan di alam (perairan umum) dan ikan sidat yang adadi
perairan umum tersebut sebagian berasal darihasil
penebaranulang.
Dalam melakukan kegiatan penebaran ikan sidat di alam, impun (g/ass eel, elver)hasil
tangkapandi
muara sungai harus didederkan terlebih dahuludi
panti benih dan setelah berukuran 9- II
cm baru ditebar di perairan umum. Hal ini harusdilakukan
agartingkat
kelangsunganhidup
benihyang
ditebar
dapatterjamin, artinya
benih
telahmampu menghindar dari ikan predator.
Pengembangan
teknik
penan gkapan ikan sidat diperairan
umumApabila
ikan
sidat telah dikenal
dandibutuhkan
oleh
masyarakat
maka
kegiatan
penangkapan ikan sidat di perairan umum diharapkan
akan meningkat.
Untuk
mengarahkan agar kegiatanpenangkapan
ini
tidak bersifat destruktif
bahkan mengancam kelestariannya, maka dari sejak awal perludiperkenalkan
teknik
penangkapanyang
sederhanadan ramah
lingkungan. Demikian pula
perlu
diinformasikan
kepadapara
penangkapikan
sidat tentang bahayanyamelakukan eksploitasi
berlebihterutama pada daerah-daerah tertentu atau
di
lokasi-lokasi tertentu yang merupakanjalur ruaya reproduksi
ikan
tersebut, agar prosesrekrutmen ikan
tersebuttidak
terganggu. Terjaminnyaalur
ruaya pemijahanikan
sidatdari
upaya penangkapan yang menyalahi aturan akan menjamin keberadaan stok ikan sidat di alam tetap stabil secara berkesinambungan.Pengembangan
teknik
budidaya ikan sidatSejalan dengan upaya sosialisasi
ikan
sidatkepada masyarakat, upaya pengenalan teknik
Ridwan Affandl
-
Strategi Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Sidat, Anguilla spp. di Indonesiayang perlu diperkenalkan kepada masyarakat (petani
ikan) adalah teknik budidaya yang sederhana dan tidak membutuhkan banyak
modal
(Affandi,
2001). Agarbiaya produksi pada budidaya ikan sidat relatifrendah maka
petani
perlu diberi
informasi yang
memadai mengenai pakan sidat.Hal ini
karena 50-
60 ohdari
biaya produksi
padakegiatan budidaya
ikan
sidatadalah komponen pakan, sehingga apabila pakan sidat
murah maka
biaya produksi
akanmenjadi
rendah.Akibatnya nilai
jual
(harga) ikan sidat dapat bersaing dengan hargaikan-ikan
lainnya.Ikan
sidat merupakan ikan karnivoramurni
yang membutuhkan pakan berupa hewan lain (Matsui,
1970). Apabila ikan tersebut diberi pakan buatan maka kadar protein pakannya harus tinggi ( + 45 %) sehingga
harga pakannya
menjadi mahal,
hal
ini
akanmenyebabkan biaya produksi budidaya sidat menjadi tinggi sehinggaharga sidat bila dijual akan tinggi pula dan
hal
ini
akan menghambat sosialisasiikan
sidat sebagai makanan rakyat.Untuk
menyiasati agarbiayaproduksi
ikansidat menjadi rendah, maka petani harus dibiasakan
untuk mulai
menggunakan sumber-sumberprotein
yang saat
ini
melimpah
namun tidak/belum
dimanfaatkan
secaramaksimal, misalnya:
keongmas,
limbah
pengolahanikan
dan ternak ataujenis
hewan
lain
yang dapat dibudidayakan
secara sederhanadan
murah (misalnya: bekicot,
cacingtanah dan
lain-lain).
Pengembangan
teknik
budidayaikan
sidatyang sederhana dan dapat dilaksanakan
oleh
masyarakat (petani
kecil)
dengan skala usaha yangrelatif kecil
diharapkan akan memacujumlah
petani yang terlibat menjadi banyak, sehingga pada akhirnyaakan mampu memproduksi
ikan
sidat dalamjumlah
yang cukup besar
dengan hargajual
yang
relatif
rendah sehingga terjangkau oleh masyarakat.
Bilamana petani-petani ikan sidat
telah
banyak
jumlahnya dan produksi
dari
hasil
budidayanya
telah cukup
tinggi
dan
stabil
makaproduksi yang tadinya bertujuan untuk
memenuhikebutuhan konsumsi
lokal
dapat dialihkan ke tujuanekspor, sehingga nilai
jualnya
lebihtinggi.
Agar mutu produk ikan sidat yang dihasilkan
petani
dan
kontinuitas produksinya dapat lebih
terjamin maka petani ikan sidat perlu menghimpun
diri
dalam
asosiasiyang mampu
mandiri
dan mampumengembangkan usahanya kearah yang lebih maju.
Bersamaan
dengan
pengembangan
budidaya ikan sidat di masyarakat, lembaga penelitian dan perguruan
tinggi
harus melakukan penelitian-penelitian yang mengarah pada pemecahanmasalah-masalah
yang dihadapi oleh petani
peiaksana danpenciptaan
teknologi yang lebih maju
dengantidak
mengesampingkan aspek produktivitas dan efesiensi.
Pengembangan teknik pengolahan produk ikan sidat Untuk meningkatkan daya terima masyarakat
terhadap
ikan sidat
dannilai
tambahikan sidat
itusendiri, maka produk yang
dijual
ke
konsumenseyogyanya bukan hanya dalam bentuk segar, tetapi
juga dalam bentuk olahan. Oleh karena itu maka kaj
ian-kajian
tentang proses pengolahanikan sidat
perlu dikembangkan terutamaproduk
olahan yang sangatdiminati oleh
konsumen
lokal
maupun konsumeninternasional.
Secaraskematik
baganalir
strategipengembangan pemanfaatan sumberdaya
ikan
sidat dapat dilihat pada Gambar 2.PENUTTJP
Potensi sumberdaya ikan sidat
di
Indonesiacukup besar namun singkat pemanfaatannya belum optimal. Sebenamya sumberdaya ikan sidat inimampu
memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat
melalui
penciptaan lapangan usaha dan penyerapan tenagakerja
dalam kegiatan-kegiatan penangkapan,budidaya,
pengolahan dan tataniaganya apabila
ditangani
secara sungguh-sungguh dan bijaksana.Untuk
itu
makaperlu dilakukan
upaya-upaya yangsistematis dan
rasional ke
arah
pemanfaatannyadengan
tetap memperhatikan
aspek kelestarian
sumberdaya dan keberlanj utannya.
DAT'TARPUSTAKA
Affandi, R. 2001. Budidaya ikan
sidat.
FakultasPerikanan dan
Ilmu
Kelautan
Institut
Pertanian Bogor. 35 hal.
Matsui,
l.
1970. Theory and practiceof
eel culture. Ameriind Publishing Co.PVT.Ltd.
132p.t-Jurnal lktiologi Indonesia, l/olume 5, Nomor 2, Desember 2005
Pemtrnlaaian sunl.bsldaya ihnrr sidat
+
:
pengalihan dari konsumsi dalam negeri ke
tujuan
Gambar 2.Baganalir
strategi pemanfaatan sumberdaya ikan sidat.Tesch, F.W. 1911 .The eel biology and management
of
anguillia eels. Chapman and Hall. London. 434 p.Tomiyama, T and T.
Hibya.
1977. Fisheriesin
JapanEel.
Japan
Marine
Product
Material
Association. I apan. 225 pp.
l)aerah pntensial sumberdava ikan
"l
sidat
Ipengertrbangan tekriologi p(uangkapan, hudid a1'a d*n prosesing ikair
sidlt
l?eirii:gkal irn prodr-rks r
ili.a:r sidirt darr hentirk oiairannya Pemenuhan konsumsi dalam negeri Peinecuhan perinintaan luar ncgrri (ekspon)