SOSIOLOGI
Oleh:
Bacaan a.l. :
1. J. Dwi Narwoko & Bagong Suyanto
Sosiologi ; Teks Pengantar & terapan (2004) 2. Soeryono Soekanto
Sosiologi ; Suatu Pengantar ( 2006) 3. Kamanto Sunarto
Pengantar Sosiologi ( 2004 ) 4. Paul Horton & Chester L Hunt Sosiologi ; Jilid 1 dan 2 ( 1992 ) 5. James M. Henslin,
Sosiologi: denganPendekatan Membumi, Jilid 1 (edisi 6) (2006)
Obyek Sosiologi Yang Belum
Diketahui Orang Awam
1. Selama hidupnya sudah mempunyai
pengalaman-pengalaman
dalam
hubungan sosial antar manusia.
2. Ia atahu, bahwa kebudayaan dan
peradaban dewasa ini merupakan
hasil pengalaman masa lalu.
3. Ia
tahu
bahwa
ia
mempunyai
persamaan-persamaan dengan orang
lain disamping mempunyai sifat-sifat
khas yang berlaku bagi dirinya.
SOSIOLOGI
SOSIOLOGI
LOGOS (Y) ILMU
PENEGETAHUAN
SOCIUS (L) KAWAN,
BERTEMAN,
BERMASYARAKAT
Sosiologi mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial.
Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, bernama August Comtetahun 1842. Sehingga Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi.
Émile Durkheim — ilmuwan sosial Perancis — yang kemudian berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis.
Di Inggris Herbert Spencer
mempublikasikan Sosiology pada tahun 1876.
Di Amerika Lester F.Ward
mempublikasikan Dynamic Sosiology.
Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.
Peter L. Berger:
Sosiologi: Studi ilmiah mengenai
hubungan antara masyarakat
dan individu.
Sosiologi adalah ilmu/studi ilmiah:
1. Bersifat Empiris dan rasional
2. Bersifat Teoritis
3. Bersifat Kumulatif
4. Berifat non ethis
Apa itu Masyarakat ?
Peter L. Berger:
Masyarakat: Merupakan suatu keseluruhan
kompleks hubungan manusia
yang luas sif.atnya
Menunjuk pada suatu sistem interaksi.
Interaksi: tindakan (action) yang terjadi
paling kurang antara dua orang
yang
saling
mempengaruhi
perilakunya.
Apa itu Individu ?
Individu: - subyek yang melakukan sesuatu; - subyek yang mempunyai pikiran;
- subyek yang mempunyai kehendak; - subyek yang mempunyai kebebasan;
- subyek yang memberi arti pada sesuatu; - subyek yang mampu menilai tindakan dan
hasil tindakannya sendiri. Subyek yang bertindak (actor).
Subyek: menunjuk pada sesuatu keadaan yang berhubungan dengan dunia internal manuisia.
Obyek: menunjuk pada dunia eksternal/ ada di luar individu
Hubungan Individu dan Masyarakat
Kedua kenyataan subyektif dan obyektif
saling menentukan, yang satu tidak
ada tanpa yang lain
Max Weber:
Sosiologi: ilmu yang berhubungan dengan
pemahaman interpretatif mengenai
tindakan sosial.
Pemahaman Interpretatif (versthen): metode
(cara) untuk mengumpulkan data atau
informasi yang berhubungan dengan
tindakan sosial.
Tindakan sosial: tindakan itu ada arti subyektif
yang
memperhitungkan
perilaku
orang
lain
yang
terlibat
dalam
tindakan itu
Auguste Comte (Perancis
1789-1853)
cours de pholosphie positive
–
yang pertama kali menggunakan
istilah
sosiologi
–
bapak
sosiologi.
Sosiologi:
ilmu
posistip
tentang
masyarakat.
Emile Durkheim (1858-1917)
Sosiologi: ilmu yang mempelajari fakta sosial, dan fakta bukanlah fakta individual.
Fakta Sosial: setiap cara bertindak, yang fiks/tidak mampu bekerja atas individu sebagai tekanan dari luar (eksternal), atau setiap cara bertindak yang umumnya terdapat dalam suatu masyarakat tertentu, yang sekaligus memiliki eksistensinya sendiri, dengan cara dan dunianya sendiri terlepas dari manifestasi-manifestasi individu.
Apakah SOSIOLOGI itu? :
1. Roucek and Warren
ilmu yang mempelajari hubungan
antara manusia dalam kelompok
kelompok
2. Selo Soemardjan & Soelaiman
Soemardi
ilmu yang mempelajari struktur
sosial dan proses sosial, termasuk
perubahan-perubahan sosial
3. Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral),
sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir,
sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
4. William F. Ogburn dan Meyer F Nimkoff
sosiologi mempelajari interaksi dan hasilnya yaitu organisasi sosial
5. J.A.A. van Doorn dan C.J. Lammers
sosiologi mempelajari struktur-struktur dan proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
Sosiologi Memenuhi Syarat Sebagai
Ilmu Pengetahuan, yaitu :
1. Pengetahuan hasil penginderaan
2. Tersusun secara sistematis unsur-
unsurnya tersusun sebagai suatu
kesatuan
3. Menggunakan pemikiran (otak/olah
pikir/ penalaran)
Sifat dan Hakekat Sosiologi
1. Sebagai ilmu sosial
Yang membahas gejala-gejala
kemasyarakatan, dimana dalilnya
bersifat relatif (bisa berubah)
Berbeda dengan ilmu alam,
kimia, fisika dan biologi yang
rumusnya pasti dan tidak bisa
berubah
2. Sebagai disiplin Kategoris
Artinya sosiologi membatasi diri pada
apa yang terjadi dewasa ini, dan
bukan yang seharusnya terjadi.
Sosiologi
dapat
menetapkan
masyarakat pada suatu waktu dan
tempat memiliki nilai tertentu
TETAPI tidak dapat ditentukan
bagaimana
nilai-nilai
tersebut
seharusnya.
3. Sebagai Ilmu Pengetahuan Murni
Artinya sosiologi bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu secara abstrak hanya untuk mempertinggi kualitasnya, dan tidak dimaksudkan untuk digunakan.
Sosiologi bertujuan untuk menemukan fakta-fakta masyarakat yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam masy.
4. Sosiologi sebagai ilmu yang abstrak dan bukan konkret.
Artinya sosiologi memperhatikan bentuk dan pola-pola peristiwa yang terjadi dalam masyarakat , TETAPI bukan dalam wujud yang konkret.
5. Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum
Sosiologi melalui penelitiannya berusaha untuk mencari prinsip-prinsip ataupun hukum-hukum umum dari hasil interaksi antar manusia, bentuk, isi dan struktur masyarakat.
6. Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan yang Empiris dan Rasional
Artinya Sosiologi mendasarkan diri pada hasil observasi/penelitian terhadap kenyataan dengan metode tertentu dan menggunakan akal sehat.
7. Sosiologi
Merupakan
ilmu
Pengetahuan Umum
Artinya sosiologi mempelajari gejala
umum yang muncul dari setiap
interaksi yang terjadi antarmanusia.
Sosiologi mempelajari faktor-faktor
sosial
dalam
semua
bidang
kehidupan.
Misalnya: keluarga, politik, hukum,
agama,
ekonomi,
organisasi,
gender, industri, pendidikan, dll.
Sejarah ringkas Sosiologi
Tokoh yang dianggap sebagai bapak
Sosiologi adalah Auguste Comte
seorang
ahli
filsafat
dari
Perancis(1798-1853).
Bukunya yang berjudul Positive
Philosophy terbit tahun 1838.
Dalam buku inilah istilah sosiologi
pertama kali dikenalkan.
Comte membedakan sosiologi menjadi 2
yaitu sosiologi statis dan dinamis.
Sosiologi Statis :
Memusatkan perhatian pada
hukum-hukum statis yang menjadi dasar
adanya masyarakat.
Studi ini merupakan semacam
anatomi sosial yang mempelajari aksi
reaksi timbal balik dari sistem sosial.
Cita-cita dasar sosiologi statis adalah
bahwa semua gejala sosial saling
berkaitan.
Sosiologi Dinamis
Merupakan teori tentang perkembangan dalam arti pembangunan.
Sosiologi menggambarkan perkembangan manusia yang terjadi dari tingkat intelligensia rendah ke tingkat lebih tinggi.
Comte yakin masyarakat akan berkembang menuju kesempurnaan, melalui:
tahap teologis atau fiktif (manusia menafsirkan gejala secara teologis dengan kekuatan roh) tahap metafisik (tiap gejala memiliki kekuatan
yang akhirnya akan terungkap tanpa verifikasi) dan
tahap positive dinama ilmu pengetahuan
memainkan peranan penting dalam kehidupan
Setelah A.Comte, perkembangan sosiologi dapat dikelompokkan ke dalam mazhab a.l:
1. Mazhab Geografi dan lingkungan Buckle dan Le Play
masyarakat dapat berkembang bila ada tempat berpijak dan tempat hidup
2. Mazhab Organis dn Evolusioner Herbert Spencer,
melakukan analogi antara masyarakat manusia dengan organisme manusia. W.G. Sumner,
mengenai kebiasaan sosial yang timbul secara tidak sadar dalam masyarakat
Emile Durkheim
unsur baku dalam masyarakat adalah solidaritas (mekanis: belum ada pembagian kerja; organis: ada pembagian kerja dan spesialisasi)
F. Tonnies
bagaimana warga kelompok mengadakan hubungan dengan sesamanya
dasar hubungan tersebut menentukan bentuk kehidupan sosial tertentu (Gemeinschaft dan gesellschaft)
3. Mazhab Formal
George Simmel
untuk menjadi warga masyarakat
perlu mengalami proses
individualisasi dan sosialisasi
tanpa menjadi warga masyarakat
tidak mungkin akan mengalami
proses interaksi antara individu dan
kelompok
Leopold von Wiese
Sosiologi memusatkan perhatian
pada hubungan antarmanusia tanpa
mengaitkan dengan tujuan dan kaidah
4. Mazhab Psikologi
o Gabriel Tarde
gejala sosial mempunyai sifat
psikologis terdiri dari interaksi jiwa-jiwa
individu (terdiri dari kepercayaan dan
keinginan)
o Richard H Cooley
individu dan masyarakat saling
melengkapi, individu akan
menemukan bentuknya di dalam
masyarakat
5. Mazhab Ekonomi
Karl Marx
menggunakan sejarah dan filsafat untuk membangun teori tentang perubahan yang menunjukkan perkembangan masy menuju keadilan sosial.
selama masy masih terbagi atas kelas-kelas maka kekayaan akan terhimpun pada kelas yang berkuasa
Selama masih ada kelas yang berkuasa, maka tetap terjadi eksploitasi terhadap kelas yang lemah.
Max Weber
Semua bentuk organisasi sosial harus diteliti menurut perilaku warganya.
4 tipe ideal aksi sosial:
1) aksi yang bertujuan, tingkah laku yang ditujukan untuk mendapatkan hasil yang efisien;
2) aksi yang berisikan nilai yang telah ditentukan, perbuatan untuk merealisasikan dan mencapai tujuan;
3) aksi tradisional menyangkut tingkah laku yang melaksanakan suatu aturan yang bersanksi;
4) aksi emosional, yang menyangkut perasaan seseorang.
6. Mazhab Hukum
Emile Durkheim menaruh perhatian pada hukum yang dihubungkan dengan jenis solidaritas
• Solidaritas mekanis terdapat kaidah hukum dengan sanksi represif berakibat penderitaan , menyangkut kemerdekaan, kehormatan dan masa depan warga masyarakat ( hukum pidana)
• Solidaritas organis terdapat kaidah
hukum dengan sanksi restitutif
tujuannya mengembalikan keadaan
dalam situasi semula (hukum perdata, dagang, acara, administrasi)
Max Weber
mempelajari pengaruh faktor politik, agama dan ekonomi terhadap perkembangan hukum
4 tipe ideal hukum:
Hukum irasional dan materiil, pembentuk UU dan hakim mendasarkan keputusan pada nilai emosional tanpa menunjuk suatu kaidah Hukum irasional dan formal, berpedoman
pada kaidah-kaidah di luar akal dan
didasarkan pada wahyu atau ramalan
Hukum rasional dan materiil, keputusan
menunjuk pada kitab suci, kebijakan
penguasa atau ideologi
Hukum rasional dan formal, hukum dibentuk semata-mata atas dasar konsep-konsep abstrak ilmu hukum