• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOSIOLOGI. Oleh: Anton Budiarto, S.H., M.H.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SOSIOLOGI. Oleh: Anton Budiarto, S.H., M.H."

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

SOSIOLOGI

Oleh:

(2)

Bacaan a.l. :

1. J. Dwi Narwoko & Bagong Suyanto

Sosiologi ; Teks Pengantar & terapan (2004) 2. Soeryono Soekanto

Sosiologi ; Suatu Pengantar ( 2006) 3. Kamanto Sunarto

Pengantar Sosiologi ( 2004 ) 4. Paul Horton & Chester L Hunt Sosiologi ; Jilid 1 dan 2 ( 1992 ) 5. James M. Henslin,

Sosiologi: denganPendekatan Membumi, Jilid 1 (edisi 6) (2006)

(3)

Obyek Sosiologi Yang Belum

Diketahui Orang Awam

1. Selama hidupnya sudah mempunyai

pengalaman-pengalaman

dalam

hubungan sosial antar manusia.

2. Ia atahu, bahwa kebudayaan dan

peradaban dewasa ini merupakan

hasil pengalaman masa lalu.

3. Ia

tahu

bahwa

ia

mempunyai

persamaan-persamaan dengan orang

lain disamping mempunyai sifat-sifat

khas yang berlaku bagi dirinya.

(4)

SOSIOLOGI

SOSIOLOGI

LOGOS (Y) ILMU

PENEGETAHUAN

SOCIUS (L) KAWAN,

BERTEMAN,

BERMASYARAKAT

(5)

 Sosiologi mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial.

 Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, bernama August Comtetahun 1842. Sehingga Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi.

(6)

 Émile Durkheim — ilmuwan sosial Perancis — yang kemudian berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis.

 Di Inggris Herbert Spencer

mempublikasikan Sosiology pada tahun 1876.

 Di Amerika Lester F.Ward

mempublikasikan Dynamic Sosiology.

 Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.

(7)

Peter L. Berger:

Sosiologi: Studi ilmiah mengenai

hubungan antara masyarakat

dan individu.

Sosiologi adalah ilmu/studi ilmiah:

1. Bersifat Empiris dan rasional

2. Bersifat Teoritis

3. Bersifat Kumulatif

4. Berifat non ethis

(8)

Apa itu Masyarakat ?

Peter L. Berger:

Masyarakat: Merupakan suatu keseluruhan

kompleks hubungan manusia

yang luas sif.atnya

Menunjuk pada suatu sistem interaksi.

Interaksi: tindakan (action) yang terjadi

paling kurang antara dua orang

yang

saling

mempengaruhi

perilakunya.

(9)

Apa itu Individu ?

Individu: - subyek yang melakukan sesuatu; - subyek yang mempunyai pikiran;

- subyek yang mempunyai kehendak; - subyek yang mempunyai kebebasan;

- subyek yang memberi arti pada sesuatu; - subyek yang mampu menilai tindakan dan

hasil tindakannya sendiri. Subyek yang bertindak (actor).

Subyek: menunjuk pada sesuatu keadaan yang berhubungan dengan dunia internal manuisia.

Obyek: menunjuk pada dunia eksternal/ ada di luar individu

(10)

Hubungan Individu dan Masyarakat

Kedua kenyataan subyektif dan obyektif

saling menentukan, yang satu tidak

ada tanpa yang lain

(11)

Max Weber:

Sosiologi: ilmu yang berhubungan dengan

pemahaman interpretatif mengenai

tindakan sosial.

Pemahaman Interpretatif (versthen): metode

(cara) untuk mengumpulkan data atau

informasi yang berhubungan dengan

tindakan sosial.

Tindakan sosial: tindakan itu ada arti subyektif

yang

memperhitungkan

perilaku

orang

lain

yang

terlibat

dalam

tindakan itu

(12)

Auguste Comte (Perancis

1789-1853)

cours de pholosphie positive

yang pertama kali menggunakan

istilah

sosiologi

bapak

sosiologi.

Sosiologi:

ilmu

posistip

tentang

masyarakat.

(13)

Emile Durkheim (1858-1917)

Sosiologi: ilmu yang mempelajari fakta sosial, dan fakta bukanlah fakta individual.

Fakta Sosial: setiap cara bertindak, yang fiks/tidak mampu bekerja atas individu sebagai tekanan dari luar (eksternal), atau setiap cara bertindak yang umumnya terdapat dalam suatu masyarakat tertentu, yang sekaligus memiliki eksistensinya sendiri, dengan cara dan dunianya sendiri terlepas dari manifestasi-manifestasi individu.

(14)

Apakah SOSIOLOGI itu? :

1. Roucek and Warren

ilmu yang mempelajari hubungan

antara manusia dalam kelompok

kelompok

2. Selo Soemardjan & Soelaiman

Soemardi

ilmu yang mempelajari struktur

sosial dan proses sosial, termasuk

perubahan-perubahan sosial

(15)

3. Pitirim Sorokin

 Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral),

 sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir,

 sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

4. William F. Ogburn dan Meyer F Nimkoff

 sosiologi mempelajari interaksi dan hasilnya yaitu organisasi sosial

5. J.A.A. van Doorn dan C.J. Lammers

 sosiologi mempelajari struktur-struktur dan proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

(16)

Sosiologi Memenuhi Syarat Sebagai

Ilmu Pengetahuan, yaitu :

1. Pengetahuan  hasil penginderaan

2. Tersusun secara sistematis unsur-

unsurnya tersusun sebagai suatu

kesatuan

3. Menggunakan pemikiran (otak/olah

pikir/ penalaran)

(17)

Sifat dan Hakekat Sosiologi

1. Sebagai ilmu sosial

Yang membahas gejala-gejala

kemasyarakatan, dimana dalilnya

bersifat relatif (bisa berubah)

 Berbeda dengan ilmu alam,

kimia, fisika dan biologi yang

rumusnya pasti dan tidak bisa

berubah

(18)

2. Sebagai disiplin Kategoris

Artinya sosiologi membatasi diri pada

apa yang terjadi dewasa ini, dan

bukan yang seharusnya terjadi.

 Sosiologi

dapat

menetapkan

masyarakat pada suatu waktu dan

tempat memiliki nilai tertentu

 TETAPI tidak dapat ditentukan

bagaimana

nilai-nilai

tersebut

seharusnya.

(19)

3. Sebagai Ilmu Pengetahuan Murni

Artinya sosiologi bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu secara abstrak hanya untuk mempertinggi kualitasnya, dan tidak dimaksudkan untuk digunakan.

 Sosiologi bertujuan untuk menemukan fakta-fakta masyarakat yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah dalam masy.

4. Sosiologi sebagai ilmu yang abstrak dan bukan konkret.

Artinya sosiologi memperhatikan bentuk dan pola-pola peristiwa yang terjadi dalam masyarakat , TETAPI bukan dalam wujud yang konkret.

(20)

5. Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum

 Sosiologi melalui penelitiannya berusaha untuk mencari prinsip-prinsip ataupun hukum-hukum umum dari hasil interaksi antar manusia, bentuk, isi dan struktur masyarakat.

6. Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan yang Empiris dan Rasional

Artinya Sosiologi mendasarkan diri pada hasil observasi/penelitian terhadap kenyataan dengan metode tertentu dan menggunakan akal sehat.

(21)

7. Sosiologi

Merupakan

ilmu

Pengetahuan Umum

 Artinya sosiologi mempelajari gejala

umum yang muncul dari setiap

interaksi yang terjadi antarmanusia.

 Sosiologi mempelajari faktor-faktor

sosial

dalam

semua

bidang

kehidupan.

Misalnya: keluarga, politik, hukum,

agama,

ekonomi,

organisasi,

gender, industri, pendidikan, dll.

(22)

Sejarah ringkas Sosiologi

 Tokoh yang dianggap sebagai bapak

Sosiologi adalah Auguste Comte

seorang

ahli

filsafat

dari

Perancis(1798-1853).

 Bukunya yang berjudul Positive

Philosophy terbit tahun 1838.

 Dalam buku inilah istilah sosiologi

pertama kali dikenalkan.

(23)

Comte membedakan sosiologi menjadi 2

yaitu sosiologi statis dan dinamis.

 Sosiologi Statis :

 Memusatkan perhatian pada

hukum-hukum statis yang menjadi dasar

adanya masyarakat.

 Studi ini merupakan semacam

anatomi sosial yang mempelajari aksi

reaksi timbal balik dari sistem sosial.

 Cita-cita dasar sosiologi statis adalah

bahwa semua gejala sosial saling

berkaitan.

(24)

 Sosiologi Dinamis

 Merupakan teori tentang perkembangan dalam arti pembangunan.

 Sosiologi menggambarkan perkembangan manusia yang terjadi dari tingkat intelligensia rendah ke tingkat lebih tinggi.

 Comte yakin masyarakat akan berkembang menuju kesempurnaan, melalui:

 tahap teologis atau fiktif (manusia menafsirkan gejala secara teologis dengan kekuatan roh)  tahap metafisik (tiap gejala memiliki kekuatan

yang akhirnya akan terungkap tanpa verifikasi) dan

 tahap positive dinama ilmu pengetahuan

memainkan peranan penting dalam kehidupan

(25)

Setelah A.Comte, perkembangan sosiologi dapat dikelompokkan ke dalam mazhab a.l:

1. Mazhab Geografi dan lingkungan  Buckle dan Le Play

 masyarakat dapat berkembang bila ada tempat berpijak dan tempat hidup

2. Mazhab Organis dn Evolusioner  Herbert Spencer,

 melakukan analogi antara masyarakat manusia dengan organisme manusia.  W.G. Sumner,

 mengenai kebiasaan sosial yang timbul secara tidak sadar dalam masyarakat

(26)

 Emile Durkheim

 unsur baku dalam masyarakat adalah solidaritas (mekanis: belum ada pembagian kerja; organis: ada pembagian kerja dan spesialisasi)

 F. Tonnies

 bagaimana warga kelompok mengadakan hubungan dengan sesamanya

 dasar hubungan tersebut menentukan bentuk kehidupan sosial tertentu (Gemeinschaft dan gesellschaft)

(27)

3. Mazhab Formal

 George Simmel

 untuk menjadi warga masyarakat

perlu mengalami proses

individualisasi dan sosialisasi

 tanpa menjadi warga masyarakat

tidak mungkin akan mengalami

proses interaksi antara individu dan

kelompok

 Leopold von Wiese

 Sosiologi memusatkan perhatian

pada hubungan antarmanusia tanpa

mengaitkan dengan tujuan dan kaidah

(28)

4. Mazhab Psikologi

o Gabriel Tarde

gejala sosial mempunyai sifat

psikologis terdiri dari interaksi jiwa-jiwa

individu (terdiri dari kepercayaan dan

keinginan)

o Richard H Cooley

individu dan masyarakat saling

melengkapi, individu akan

menemukan bentuknya di dalam

masyarakat

(29)

5. Mazhab Ekonomi

 Karl Marx

menggunakan sejarah dan filsafat untuk membangun teori tentang perubahan yang menunjukkan perkembangan masy menuju keadilan sosial.

selama masy masih terbagi atas kelas-kelas maka kekayaan akan terhimpun pada kelas yang berkuasa

Selama masih ada kelas yang berkuasa, maka tetap terjadi eksploitasi terhadap kelas yang lemah.

(30)

 Max Weber

Semua bentuk organisasi sosial harus diteliti menurut perilaku warganya.

4 tipe ideal aksi sosial:

1) aksi yang bertujuan, tingkah laku yang ditujukan untuk mendapatkan hasil yang efisien;

2) aksi yang berisikan nilai yang telah ditentukan, perbuatan untuk merealisasikan dan mencapai tujuan;

3) aksi tradisional menyangkut tingkah laku yang melaksanakan suatu aturan yang bersanksi;

4) aksi emosional, yang menyangkut perasaan seseorang.

(31)

6. Mazhab Hukum

 Emile Durkheim  menaruh perhatian pada hukum yang dihubungkan dengan jenis solidaritas

• Solidaritas mekanis  terdapat kaidah hukum dengan sanksi represif  berakibat penderitaan , menyangkut kemerdekaan, kehormatan dan masa depan warga masyarakat ( hukum pidana)

• Solidaritas organis  terdapat kaidah

hukum dengan sanksi restitutif

tujuannya mengembalikan keadaan

dalam situasi semula (hukum perdata, dagang, acara, administrasi)

(32)

 Max Weber

 mempelajari pengaruh faktor politik, agama dan ekonomi terhadap perkembangan hukum

4 tipe ideal hukum:

 Hukum irasional dan materiil, pembentuk UU dan hakim mendasarkan keputusan pada nilai emosional tanpa menunjuk suatu kaidah  Hukum irasional dan formal, berpedoman

pada kaidah-kaidah di luar akal dan

didasarkan pada wahyu atau ramalan

 Hukum rasional dan materiil, keputusan

menunjuk pada kitab suci, kebijakan

penguasa atau ideologi

 Hukum rasional dan formal, hukum dibentuk semata-mata atas dasar konsep-konsep abstrak ilmu hukum

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh tidak langsung antara komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja guru melalui motivasi kerja guru Sekolah Menengah Atas Negeri Se-Kota Batu Dari analisis data

Hormon ini berfungsi untuk meningkatkan pasokan oksigen dan glukosa ke otak dan otot (dengan meningkatkan denyut jantung), meningkatkan katalisis dari

Pada percobaan error yang sangat sering terjadi jika nilai parameter ini melebihi 3 adalah jenis error-2 dan error-3 karena ukuran accumulator space yang

k) Bagi penyedia yang hanya memasukkan hasil pemindaian (scan) jaminan penawaran tanpa memasukan jaminan penawaran asli maka akan dilakukan klarifikasi kepada

Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pemberian ASI eksklusif, terdapat hubungan yang signifikan antara pengalaman menyusui dan pemberian

Ketentuan Lampiran Peraturan Bupati Nomor 59 Tahun 2015 tentang Pemberian Honorarium dan Uang Saku kepada Pejabat/Pegawai yang bekerja pada kegiatan Satuan Kerja Perangkat

Meskipun dalam survei kali ini hak untuk terlibat dalam penyusunan standar pelayanan menjadi yang paling sedikit diketahui oleh responden, namun jika dibandingkan dengan survei di

Praktikan dapat pengalaman mengajar di lapangan dari guru pamong yang memberikan izin kepada praktikan untuk melihat langsung bagaimana KBM berlangsung dalam