BUPATI BOGOR
Cibinong, 24 September 2021
Yth.
Kepada, Kepala Desa
Se-Kabupaten Bogor di –
Tempat
SURAT EDARAN
Nomor : 141/813 -DPMD/2021
TENTANG
INFORMASI PAGU INDIKATIF DESA TAHUN 2022
A. PENDAHULUAN
Keberadaan Desa dalam ketatanegaraan Republik Indonesia perlu dilindungi dan diberdayakan agar menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis sehingga dapat menjadi landasan yang kuat dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Salah satu wujud komitmen negara terhadap desa adalah dengan menerbitkan Undang- undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang memberikan kesempatan besar kepada desa untuk meningkatkan kesejahteran dan kualitas hidup masyarakat desa. Kesempatan ini ditandai dengan adanya penyerahan kewenangan dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan di tingkat desa. Lebih dari itu, masyarakat desapun diberi kesempatan untuk dapat terjun langsung dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi terhadap pembangunan di desanya dengan harapan masyarakat semakin menyadari bahwa pembangunan desa adalah tanggungjawab bersama.
Adanya perubahan paradigma dalam tatanan bernegara yang melibatkan desa sebagai wilayah yang memiliki kewenangan besar memberikan penekanan bahwa pembangunan desa harus bersinergi dengan arah pembangunan pemerintah, pemerintah provinsi dan
pemerintah kabupaten/kota, terutama sejak ditetapkannya sejumlah kewenangan desa yang beririsan dengan kewenangan Pemerintah Daerah dan tercantum dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sinergi ini diimplementasikan salah satunya melalui proses penyusunan perencanaan pembangunan desa yang meliputi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa). Perencanaan pembangunan desa adalah proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa dan unsur masyarakat secara partisipatif guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam rangka mencapai tujuan pembangunan. Berdasarkan ketentuan Pasal 102 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, sebagaimana telah diubah Kedua Kali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Bupati menginformasikan rencana Alokasi Dana Desa, Bagian Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Dana Desa yang bersumber dari APBN untuk desa, serta Bantuan Keuangan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi dan Kabupaten.
Selanjutnya, pada ayat (3) disebutkan bahwa Bupati menyampaikan informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Kepala Desa dalam jangka waktu 10 (sepuluh) hari setelah Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) disepakati Kepala Daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Selanjutnya dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa, Kepala Desa dalam proses penyusunan RKP Desa mendapatkan data dan informasi mengenai Pagu Indikatif Desa dan rencana program/kegiatan pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan pemerintah kabupaten yang masuk ke desa. Dalam konteks penyusunan RKP Desa, pagu indikatif merupakan perkiraan jumlah anggaran yang dibutuhkan dalam penyusunan perencanaan bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.
B. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005-2025;
5. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
7. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah;
8. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Desa sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksananaan Undang- Undang Desa;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perangkat Daerah;
16. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2016 tentang Kewenangan Desa;
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Dearah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa;
21. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 61/PMK.07/2019 tentang Pedoman Penggunaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa untuk mendukung Pelaksanaan kegiatan Intervensi Pencegahan Stunting terintegrasi;
22. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa di Desa;
23. Peraturan Menteri Desa, Pembaangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa;
24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah;
25. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022;
26. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 24 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2005-2025;
27. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 54 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bogor Tahun 2005-2025;
28. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bogor Tahun 2005-2025;
29. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 8 Tahun 2009 Tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;
30. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 6 Tahun 2015 tentang Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 6 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 6 Tahun 2015 tentang Desa;
31. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 3 Tahun 2019 tentang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2005-2025;
32. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 4 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2018-2023;
33. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perangkat Desa;
34. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 53 Tahun 2021 tentang Rencana Kerja Pemerintahan Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2022;
35. Peraturan Bupati Bogor Nomor 59 Tahun 2018 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Bogor Nomor 108 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Bogor Nomor 59 Tahun 2018 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa;
36. Peraturan Bupati Bogor Nomor 53 Tahun 2020 tentang Daftar Kewenangan Desa Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa Di Kabupaten Bogor;
37. Nota Kesepakatan antara Pemeritah Kabupaten Bogor dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor Nomor 119/27/NK/KS banhuk/VIII/2021
903/02/KSP-DPRD/2021
Tanggal 31 Agustus 2021 tentang Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2022;
38. Nota Kesepakatan antara Pemeritah Kabupaten Bogor dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor Nomor 119/28/KS banhuk/VIII/2021
903/03/KSP-DPRD/2021
Tanggal 31 Agustus 2021 tentang Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Kabupaten Bogor Tahun 2022.
C. TEMA, PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN KABUPATEN BOGOR TAHUN 2022 SERTA RINCIAN KEWENANGAN DESA
Tema Pembangunan Kabupaten Bogor Tahun 2022 adalah:
“Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor dengan Pancakarsa dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Daerah”. Tema pembangunan tersebut kemudian dijabarkan kedalam 6 (enam) Prioritas Pembangunan Daerah Tahun 2022 dan Sasaran Pembangunan Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2022, disajikan dalam Tabel berikut ini:
PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2022
NO PRIORITAS PEMBANGUNAN NO SASARAN PEMBANGUNAN 1. Meningkatkan kualitas dan
aksesibiltas pendidikan
1. Meningkatnya pelayanan pendidikan yang berkualitas
2. Meningkatnya budaya literasi 2. Meningkatkan kualitas
kesehatan masyarakat
1. Meningkatnya kualitas kesehatan 2. Meningkatnya ketahanan pangan
daerah
3. Menurunnya tingkat pertumbuhan penduduk alami
3. Meningkatkan daya saing perekonomian daerah dan pelayanan publik
1. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat
2. Meningkatnya daya saing daerah 3. Kualitas pelayanan publik
meningkat
NO PRIORITAS PEMBANGUNAN NO SASARAN PEMBANGUNAN 4. Tata Kelola Pemerintahan yang
baik, bersih dan efektif 4. Meningkatkan pemerataan
pembangunan yang berkelanjutan
1. Infrastruktur wilayah yang terkoneksi dan dalam kondisi baik
2. Menurunnya tingkat kemacetan
5. Reformasi Sistem Kesiapsiagaan
Penanggulangan Risiko Bencana
1. Mengurangi Risiko Bencana
6. Meningkatkan ketertiban dan kenyamanan masyarakat berdasarkan nilai-nilai keagamaan yang berkeadaban
1. Kehidupan masyarakat agamis, harmonis, nyaman dan tertib
2. Meningkatnya peranan wanita dalam pembangunan
3. Terlestarikannya seni dan budaya
Berdasarkan prioritas dan sasaran pembangunan Tahun 2022, keterkaitan isu strategis dengan prioritas pembangunan dapat dipetakan sebagai berikut:
PENETAPAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DALAM MENDUKUNG PENYELESAIAN ISU STRATEGIS
ISU STRATEGIS PRIORITAS PEMBANGUNAN
YANG DIUSUNG KETERANGAN
1. Pengembangan potensi ekonomi kewilayahan
1. Mengembangkan potensi ekonomi kewilayahan terintegrasi
Masing-masing prioritas
dijabarkan ke dalam fokus pembangunan yang
mendukung penyelesaian isu strategis
2. Penanganan masalah sosial
2. Meningkatkan upaya pengentasan kemiskinan terpadu
3. Pembangunan daerah berwawasan lingkungan
3. Mengembangkan koordinasi
pembangunan wilayah berbasis green development
ISU STRATEGIS
PRIORITAS PEMBANGUNAN YANG DIUSUNG
KETERANGAN 4. Penyelenggaraan
pemerintahan daerah terintegrasi
4. Meningkatkan kualitas Pelayanan publik
Masing-masing prioritas
dijabarkan ke dalam fokus pembangunan yang
mendukung penyelesaian isu strategis
Tema, prioritas dan fokus pembangunan Kabupaten Bogor Tahun 2022 idealnya menjadi pedoman pemerintah desa dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan di desa dengan melahirkan kegiatan yang menjadi kewenangan desa yang meliputi bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan adat istiadat desa.
Adapun rincian kewenangan yang dapat dilaksanakan oleh desa meliputi:
1. Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
a. Sub Bidang Penyelenggaraan Belanja Penghasilan Tetap, Tunjangan dan Operasional Badan Permusyawaratan Desa.
1) Penyediaan Penghasilan Tetap dan Tunjangan Kepala Desa;
2) Penyediaan Penghasilan Tetap dan Tunjangan Sekretaris Desa;
3) Penyediaan Penghasilan Tetap dan Tunjangan Perangkat Desa lainnya;
4) Penyediaan Tunjangan dan Operasional Badan Permusyawaratan Desa; dan
5) Penyediaan pembayaran iuran jaminan kesehatan bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa dari penghasilan tetap.
b. Sub Bidang Penyelenggaraan Belanja Desa, Operasional Pemerintahan Desa dan Insentif Rukun Tetangga dan Rukun Warga.
1) Penyediaan Operasional Pemerintah Desa;
2) Penyediaan Insentif Rukun Tetangga dan Rukun Warga;
3) Penyediaan Insentif anggota Satlinmas;
4) Penyediaan Insentif guru ngaji;
5) Penyediaan operasional per posyandu.
c. Sub Bidang Sarana dan Prasarana Pemerintahan Desa
1) Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan;
2) Pemeliharaan Gedung/Prasarana Kantor Desa;
3) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Gedung/Prasarana Kantor Desa; dan
4) lain-lain kegiatan sub bidang sarana dan prasarana pemerintahan Desa.
d. Sub Bidang Administrasi Kependudukan, Pencatatan Sipil, Statistik dan Kearsipan
1) Pelayanan administrasi umum dan kependudukan (Surat Pengantar/Pelayanan KTP, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, dll);
2) Penyusunan/Pendataan/Pemutakhiran Profil Desa (profil kependudukan dan potensi desa);
3) Pengelolaan administrasi dan kearsipan pemerintahan desa;
4) Penyuluhan dan Penyadaran Masyarakat tentang Kependudukan dan Pencatatan Sipil;
5) Pemetaan dan Analisis Kemiskinan Desa secara Partisipatif;
6) Pembuatan Penyimpanan Arsip Digital; dan
7) lain-lain kegiatan sub bidang administrasi kependudukan, pencatatan sipil, statistik dan kearsipan.
e. Sub Bidang Tata Praja Pemerintahan, Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan
1) Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Desa/Pembahasan APBDes (Musdes, Musrenbangdes/Pra- Musrenbangdes, dll, bersifat reguler);
2) Penyelenggaraan Musyawarah Desa lainnya (musdus, rembug warga, dll, yang bersifat non-reguler sesuai kebutuhan desa);
3) Penyusunan Dokumen Perencanaan Desa (RPJM Des/
RKPDes, dll);
4) Penyusunan Dokumen Keuangan Desa (APBDes/APBDes Perubahan/LPJ APBDes, dan seluruh dokumen terkait);
5) Pengelolaan/Administrasi/Inventarisasi/Penilaian Aset Desa;
6) Penyusunan Kebijakan Desa (Perdes/Perkades, dll,. diluar dokumen Rencana Pembangunan/Keuangan);
7) Penyusunan Laporan Kepala Desa/Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (laporan akhir tahun anggaran, laporan akhir masa jabatan, laporan keterangan akhir tahun anggaran dan informasi kepada masyarakat);
8) Pengembangan Sistem Informasi Desa;
9) Koordinasi/Kerjasama Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (Antar Desa/Kecamatan/Kabupaten, Pihak Ketiga, dll);
10) Dukungan Pelaksanaan dan Sosialisasi Pilkades, Pemilihan Kepala Kewilayahan dan Pemilihan BPD (yang menjadi wewenang Desa);
11) Penyelenggaraan Lomba antar kewilayahan dan pengiriman kontingen dalam mengikuti Lomba Desa;
12) Pembuatan Video Profile Desa;dan
13) lain-lain kegiatan sub bidang tata praja pemerintahan, perencanaan, keuangan dan pelaporan.
f. Sub Bidang Pertanahan
1) Sertifikasi Tanah Kas Desa;
2) Administrasi Pertanahan (Pendaftaran Tanah, dan Pemberian Registrasi Agenda Pertanahan);
3) Fasilitasi Sertifikasi Tanah untuk Masyarakat Miskin;
4) Mediasi Konflik Pertanahan;
5) Penyuluhan Pertanahan;
6) Administrasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB);
7) Penentuan/Penegasan/Pembangunan Batas/Patok Tanah;
dan
8) lain-lain kegiatan sub bidang pertanahan.
2. Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa a. Sub Bidang Pendidikan
1) Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non- Formal Milik Desa (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst);
2) Dukungan Penyelenggaraan PAUD (APE, Sarana PAUD, dst);
3) Penyuluhan dan Pelatihan Pendidikan bagi Masyarakat;
4) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perpustakaan/Taman Bacaan Desa/ Sanggar Belajar Milik Desa;
5) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non Formal Milik Desa;
6) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengadaan
Sarana/Prasarana/Alat Peraga Edukatif (APE) PAUD/
TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa;
7) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sarana Prasarana Perpustakaan/Taman Bacaan Desa/ Sanggar Belajar Milik Desa;
8) Pengelolaan Perpustakaan Milik Desa (Pengadaan Buku- buku Bacaan, Honor Penjaga untuk Perpustakaan/Taman Bacaan Desa);
9) Pengembangan dan Pembinaan Sanggar Seni dan Belajar;
10) Dukungan Pendidikan bagi Siswa Miskin/Berprestasi; dan 11) lain-lain kegiatan sub bidang pendidikan.
b. Sub Bidang Kesehatan
1) Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa (Obat-obatan);
2) Tambahan Insentif Bidan Desa/Perawat Desa;
3) Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, dst;
4) Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu);
5) Penyuluhan dan Pelatihan Bidang Kesehatan (untuk Masyarakat, Tenaga Kesehatan, Kader Kesehatan, dll);
6) Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan;
7) Dukungan pelaksanaan program Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (Germas);
8) Dukungan Pembentukan Forum Masyarakat Desa Siaga Aktif;
9) Penyedian Media Informasi di Desa tentang Kesehatan;
10) Sosialisasi/ Penyuluhan/ Penyadaran tentang Narkoba;
11) Pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) tingkat desa;
12) Pengasuhan Bersama atau Bina Keluarga Balita (BKB);
13) Pembinaan dan Pengawasan Upaya Kesehatan Tradisional;
14) Pemeliharaan Sarana/Prasarana Posyandu/Polindes/PKD;
15) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengadaan Sarana/Prasarana Posyandu/ Polindes/PKD; dan 16) lain-lain kegiatan sub bidang kesehatan.
c. Sub Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 1) Pemeliharaan Jalan Desa;
2) Pemeliharaan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang;
3) Pemeliharaan Jalan Usaha Tani;
4) Pemeliharaan Jembatan Milik Desa;
5) Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong,
Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain);
6) Pemeliharaan Gedung/Prasarana Balai Desa/Balai Kemasyarakatan;
7) Pemeliharaan Pemakaman Milik Desa/Situs Bersejarah Milik Desa/Petilasan Milik Desa;
8) Pemeliharaan Embung Milik Desa;
9) Pemeliharaan Monumen/Gapura/Batas Desa;
10) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Desa;
11) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang;
12) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani;
13) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jembatan Milik Desa;
14) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain);
15) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Balai Desa/Balai Kemasyarakatan;
16) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Pemakaman Milik Desa/Situs Bersejarah Milik Desa/Petilasan;
17) Pembuatan/Pemutakhiran Peta Wilayah dan Sosial Desa;
18) Penyusunan Dokumen Perencanaan Tata Ruang Desa;
19) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Embung Desa;
20) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Monumen/Gapura/Batas Desa; dan
21) lain-lain kegiatan sub bidang pekerjaan umum dan penataan ruang.
d. Sub Bidang Kawasan Permukiman
1) Kegiatan pembangunan jalan pemukiman atau jalan lingkungan;
2) Dukungan pelaksanaan program Pembangunan/Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), GAKIN (pemetaan, validasi, dll);
3) Pemeliharaan Sumur Resapan Milik Desa;
4) Pemeliharaan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata Air/Tandon Penampungan Air Hujan/Sumur Bor, dll);
5) Pemeliharaan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga (pipanisasi, dll);
6) Pemeliharaan Sanitasi Permukiman (Gorong-gorong, Selokan, Parit, dll., diluar prasarana jalan);
7) Pemeliharaan Fasilitas Jamban Umum/MCK umum, dll;
8) Pemeliharaan Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa/Permukiman (Penampungan, Bank Sampah, dll);
9) Pemeliharaan Sistem Pembuangan Air Limbah (Drainase, Air limbah Rumah Tangga);
10) Pemeliharaan Taman/Taman Bermain Anak Milik Desa;
11) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sumur Resapan;
12) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata Air/Tandon Penampungan Air Hujan/Sumur Bor, dll);
13) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga (pipanisasi, dll);
14) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sanitasi Permukiman (Gorong-gorong, Selokan, Parit, dll., diluar prasarana jalan);
15) Pembangunan/Rehabilitas/Peningkatan Fasilitas Jamban Umum/MCK umum, dll;
16) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa/Permukiman (Penampungan, Bank Sampah, dll);
17) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sistem Pembuangan Air Limbah (Drainase, Air limbah Rumah Tangga);
18) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Taman/Taman Bermain Anak Milik Desa; dan
19) lain-lain kegiatan sub bidang perumahan rakyat dan kawasan pemukiman.
e. Sub Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup 1) Pengelolaan Hutan Milik Desa;
2) Pengelolaan Lingkungan Hidup Desa;
3) Pelestarian Lingkungan;
4) Dukungan Pelaksanaan dan Sosialisasi Bogor Tanpa Plastik (BOGOR ANTIK);
5) Pengelolaan Sampah Secara Zonasi;
6) Pelatihan/Sosialisasi/Penyuluhan/Penyadaran Tentang Lingkungan Hidup dan Kehutanan; dan
7) lain-lain kegiatan sub bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup.
f. Sub Bidang Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika 1) Pembuatan Rambu-rambu di Jalan Desa;
2) Penyelenggaraan Informasi Publik Desa (Misal : Pembuatan Poster/Baliho Informasi penetapan/LPJ APBDes untuk Warga, dll);
3) Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa; dan
4) lain-lain kegiatan sub bidang Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika.
g. Sub Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral
1) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Energi Alternatif tingkat Desa;
2) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sarana dan Prasarana Energi Alternatif tingkat Desa; dan
3) lain-lain kegiatan sub bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.
h. Sub Bidang Pariwisata
1) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pariwisata Milik Desa;
2) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sarana dan Prasarana Pariwisata Milik Desa;
3) Pengembangan Pariwisata Tingkat Desa; dan 4) lain-lain kegiatan sub bidang pariwisata.
3. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
a. Sub Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat
1) Pengadaan/Penyelenggaraan Pos Keamanan Desa (pembangunan pos, pengawasan pelaksanaan jadwal ronda/patroli dll);
2) Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Keamanan/Ketertiban oleh Pemerintah Desa (Satlinmas Desa);
3) Koordinasi Pembinaan Ketentraman, Ketertiban, dan Pelindungan Masyarakat (dengan masyarakat/instansi pemerintah daerah, dll) Skala Lokal Desa;
4) Pelatihan Kesiapsiagaan/Tanggap Bencana Skala Lokal Desa;
5) Penyediaan Pos Kesiapsiagaan Bencana Skala Lokal Desa;
6) Bantuan Hukum Untuk Aparatur Desa dan Masyarakat Miskin;
7) Pelatihan/Penyuluhan/Sosialisasi kepada Masyarakat di Bidang Hukum dan Pelindungan Masyarakat; dan
8) lain-lain kegiatan sub bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat.
b. Sub Bidang Kebudayaan dan Keagamaan
1) Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa;
2) Pengiriman Kontingen Group Kesenian dan Kebudayaan sebagai Wakil Desa di tingkat Kecamatan dan Kabupaten/Kota;
3) Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat/Kebudayaan, dan Keagamaan (perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, dll) tingkat Desa;
4) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kebudayaan/Rumah Adat/Keagamaan Milik Desa;
5) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebudayaan/Rumah Adat/Keagamaan Milik Desa; dan
6) lain-lain kegiatan sub bidang Kebudayaan dan Keagamaan.
c. Sub Bidang Kepemudaan dan Olah Raga
1) Pengiriman Kontingen Kepemudaan dan Olahraga sebagai Wakil Desa di tingkat Kecamatan dan Kabupaten/Kota;
2) Penyelenggaraan pelatihan kepemudaan (Kepemudaan, Penyadaraan Wawasan Kebangsaan, dll) tingkat Desa;
3) Penyelenggaraan Festival/Lomba Kepemudaan dan Olahraga tingkat Desa;
4) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kepemudaan dan Olahraga Milik Desa;
5) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan dan Olah Raga milik Desa;
6) Pembinaan Karang Taruna/Klub Kepemudaan/Klub Olahraga; dan
7) lain-lain kegiatan sub bidang Kepemudaan dan Olahraga.
d. Sub Bidang Kelembagaan Masyarakat 1) Pembinaan Lembaga Adat;
2) Pembinaan LKMD/LPM/LPMD;
3) Pembinaan PKK;
4) Pelatihan Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan; dan 5) lain-lain kegiatan sub bidang Kelembagaan Masyarakat.
4. Bidang Pemberdayaan Masyarakat a. Sub Bidang Perikanan
1) Pemeliharaan Karamba/Kolam Perikanan Darat Milik Desa;
2) Pemeliharaan Pelabuhan Perikanan Sungai/Kecil Milik Desa;
3) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Karamba/Kolam Perikanan Darat Milik Desa;
4) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Pelabuhan Perikanan Sungai/Kecil Milik Desa;
5) Bantuan Perikanan (Bibit/Pakan/dst);
6) Pelatihan/Bimtek/Pengenalan Tekonologi Tepat Guna untuk Perikanan Darat; dan
7) lain-lain kegiatan sub bidang perikanan.
b. Sub Bidang Pertanian dan Peternakan
1) Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll);
2) Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll);
3) Penguatan Ketahanan Pangan Tingkat Desa (Lumbung Desa, dll);
4) Pemeliharan Saluran Irigasi Tersier/Sederhana;
5) Pelatihan/Bimtek/Pengenalan Tekonologi Tepat Guna untuk Pertanian/Peternakan; dan
6) lain-lain kegiatan sub bidang Pertanian dan Peternakan.
c. Sub Bidang Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa 1) Peningkatan kapasitas kepala Desa;
2) Peningkatan kapasitas perangkat Desa;
3) Dukungan Operasional Sekolah Pemerintahan Desa (SPD);
4) Peningkatan kapasitas BPD; dan
5) lain-lain kegiatan sub bidang peningkatan kapasitas Aparatur Desa.
d. Sub Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga
1) Pelatihan/Penyuluhan Pemberdayaan Perempuan;
2) Pelatihan/Penyuluhan Perlindungan Anak;
3) Pelatihan Kader Posyandu;
4) Pelatihan Sistem Informasi Posyandu;
5) Pelatihan dan Penguatan Penyandang Difabel (penyandang disabilitas); dan
6) lain-lain kegiatan sub bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
e. Sub Bidang Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) 1) Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/ KUD/ UMKM;
2) Pengembangan Sarana Prasarana Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Koperasi;
3) Pengadaan Teknologi Tepat Guna untuk Pengembangan Ekonomi Pedesaan Non Pertanian; dan
4) lain-lain kegiatan sub bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
f. Sub Bidang Dukungan Penanaman Modal
1) Pembentukan BUM Desa (Persiapan dan Pembentukan Awal BUM Desa);
2) Pelatihan Pengelolaan BUM Desa (Pelatihan yang dilaksanakan oleh Desa); dan
3) lain-lain kegiatan sub bidang Penanaman Modal.
g. Sub Bidang Perdagangan dan Perindustrian 1) Pemeliharaan Pasar Desa/Kios milik Desa;
2) Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Pasar Desa/Kios milik Desa;
3) Pengembangan Industri kecil level Desa;
4) Pembentukan/Fasilitasi/Pelatihan/Pendampingan kelompok usaha ekonomi produktif (pengrajin, pedagang, industri rumah tangga, dll); dan
5) lain-lain kegiatan sub bidang Perdagangan dan Perindustrian.
5. Bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat dan Mendesak Desa
a) Sub Bidang Penanggulangan Bencana Penanggulangan Bencana.
b) Sub Bidang Keadaan Darurat Keadaan Darurat.
c) Sub Bidang Keadaan Mendesak.
Keadaan Mendesak.
D. SINKRONISASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA DENGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR
Pembangunan Desa harus bersinergi dengan arah pembangunan pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten yang tertuang dalam RKP Desa. RKP Desa disusun oleh Pemerintah Desa sesuai dengan informasi dari pemerintah daerah kabupaten berkaitan dengan pagu indikatif desa dan rencana kegiatan Pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten.
Informasi pagu indikatif Desa merupakan instrumen untuk mensinkronkan arah pembangunan desa dengan tatanan pemerintahan Supradesa.
Tema pembangunan Kabupaten Bogor pada Tahun 2022 adalah
“Membangun masa depan Kabupaten Bogor dengan Pancakarsa”, penjabaran tema tersebut mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan yakni (1). Terwujudnya Karsa Masyarakat Bogor Cerdas, (2).
Terwujudnya Karsa Masyarakat Bogor Sehat (3). Terwujudnya Karsa Masyarakat Bogor Maju, (4). Terwujudnya Karsa Pembangunan Daerah yang Merata, Berkeadilan, dan berkelanjutan (5). Terwujudnya Masyarakat Bogor Berkeadaban. Untuk mencapai tujuan tersebut
telah ditetapkan pula prioritas pembangunan, sasaran pembangunan dan arah kebijakan pembangunan yang menjadi arah sinkronisasi kebijakan pembangunan desa dan kabupaten pada Tahun 2022.
Prioritas, sasaran dan arah kebijakan Pembangunan Kabupaten Bogor tersebut selanjutnya dijadikan acuan bagi desa dalam menyusun rencana kerja pembangunan desa yang memuat kegiatan pembangunan desa, hingga rincian kegiatan untuk menjadi pedoman pemerintah Desa melaksanakan tahapan Pencermatan Pagu Indikatif Desa dan Penyelarasan Program/Kegiatan yang masuk ke Desa.
Sinkronisasi kebijakan pembangunan pemerintah Kabupaten dan pemerintah Desa Tahun 2022 dapat diuraikan sebagai berikut:
I. Tujuan Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bogor Cerdas memuat Prioritas meningkatnya kualitas dan aksesibilitas pendidikan, sasarannya yaitu :
A. Meningkatnya Pelayanan Pendidikan, dengan arah kebijakan : a. Membangun, merehabilitasi dan merevitalisasi sekolah.
Kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh desa adalah pembangunan sarana dan prasarana Pendidikan milik desa dengan rincian kegiatan yaitu penambahan ruang kelas baru dan merehabilitasi sarana prasarana pendidikan milik desa;
b. Memberikan penunjang Pendidikan melalui Kartu Bogor Cerdas. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh desa adalah Rekonfirmasi Data SID dan Gerakan kembali ke sekolah (putus sekolah, PAUD, Paket A, B, C dengan rincian kegiatan yaitu Pemutakhiran (Updating Potensi Desa pada kegiatan Pengembangan SID dan pemberian kelengkapan alat sekolah bagi siswa yang tidak mampu);
c. Meningkatkan kualitas pendidik dan siswa. Kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh desa adalah peningkatan kapasitas Pendidikan dan bantuan untuk siswa yang berprestasi dengan rincian kegiatan pelatihan tutor sebaya, pemberian penghargaan bagi siswa yang berprestasi;
d. Optimalisasi koordinasi dan pembinaan wilayah. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh desa adalah pembentukan dan peningkatan kapasitas kepala dusun dengan rincian kegiatan yaitu pemberian honorarium dan operasional untuk tim koordinasi dan pembinaan kewilayahan.
B. Meningkatnya budaya literasi, dengan arah kebijakan mengembangkan pelayanan perpustakaan. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh desa adalah perpustakaan keliling dari rumah ke rumah dengan rincian kegiatan yaitu pengelolaan perpustakaan milik desa (Pengadaan buku-buku bacaan, honor penjaga/pengelola).
II. Tujuan Terwujudnya Masyarakat Bogor Sehat memuat Prioritas : 1. Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sasarannya yaitu
meningkatnya kualitas kesehatan, dengan arah kebijakan:
a. Mengembangkan ketersediaan dan kualitas sarana dan prasaran kesehatan, kegiatan yang dapat dilakukan oleh desa yaitu rehabilitas sarana dan prasarana kesehatan dan Posyandu, dengan rincian kegiatan memberikan biaya operasional dan honorarium untuk kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM);
b. Mendorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kegiatan yang dapat dilakukan oleh desa yaitu :
- Pengembangan kampung ramah lingkungan dengan rincian kegiatan pelatihan kader ramah lingkungan, sosialisasi dan menyiapkan titik lokasi;
- Pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan rincian kegiatan pembuatan Perdes, unit usaha BUM Desa, sosialisasi, pendampingan operasional Bank sampah, pembentukan Bank Sampah dan kepengurusan Bank Sampah;
- Pembangunan TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dengan rincian kegiatan menyiapkan lahan;
- Rekonfirmasi data stunting dan upaya pencegahan serta mendorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan rincian kegiatan melaksanakan dan memberikan honorarium kepada pendata ibu hamil, ibu menyusui, usia balita penderita stunting;
- Kegiatan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif dengan rincian kegiatan fasilitasi anggaran untuk 5 paket layanan konvergensi stunting;
- Penanganan stunting dengan rincian kegiatan alokasi anggaran untuk kegiatan penanganan stunting melalui 5 paket layanan konvergensi pencegahan stunting;
- Penanganan Desa Bebas Narkoba dengan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Bebas Narkoba Tingkat Desa;
- Menyediakan layanan Bogor Siaga, kegiatan yang dapat dilakukan oleh desa yaitu pengadaan pusat layanan Desa Siaga dengan rincian kegiatan pelatihan dan tunjangan operasional untuk Kader Desa Siaga;
- Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan kegiatan Sosialisasi STBM Tingkat Desa, Validasi Data STBM Tingkat Desa, Pemicuan STBM, Monitoring dan
Evaluasi STBM, cetak jamban dan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air sembarangan.
2. Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat, sasarannya yaitu meningkatnya ketahanan pangan daerah, dengan arah kebijakan mendorong budaya konsumsi makanan bergizi, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu:
- Cadangan Pangan Pemerintahan Desa (CPPDes) dengan rincian kegiatan penyelenggaraan cadangan Pangan Pemerintah Desa;
- Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), dengan rincian kegiatan yaitu Pemanfaatan Lahan Pekarangan Kantor Desa;
- Pengelolaan Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dengan rincian kegiatan yaitu Budaya Konsumsi makanan beragam, Bergizi, seimbang dan Aman (B2SA).
3. Meningkatnya kesehatan masyarakat, sasarannya yaitu Menurunnya tingkat pertumbuhan penduduk alami, dengan arah kebijakan meningkatkan kepesertaan KB, dengan kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu :
a. Peningkatan Kapasitas untuk Aseptor KB, dengan rincian kegiatan yaitu pelatihan, pembinaan dan biaya operasional untuk Akseptor KB;
b. Fasilitasi Sub Pos KB Desa Tingkat RW, dengan rincian kegiatan yaitu pelatihan dan pembinaan Kader Penggerak KB.
III. A. Tujuan Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bogor Maju dan Penyelenggaraan pemerintahan yang berkualitas memuat prioritas meningkatkan daya saing perekonomian daerah, sasaranya yaitu :
1. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat, dengan arah kebijakan :
a). Menyediakan pusat informasi dan pelayanan ketenagakerjaan, kegiatan yang dapat dilakukan oleh desa yaitu Peningkatan kapasitas dan bimbingan teknis pengelolaan BUM Desa dalam penyerapan tenaga kerja dengan rincian kegiatan optimalisasi peran Pemerintah Desa dan BUM Desa;
b). Membangun sistem layanan rujukan terpadu dan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) tiap Desa, kegiatan yang dapat dilakukan oleh desa yaitu Peningkatan Penanganan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial secara Terpadu dengan rincian kebutuhan anggaran 1 orang Front Office Puskesos sebesar Rp. 300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) setiap bulan, Petugas Back Office Puskesos sebesar Rp.
300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) setiap bulan, Fasilitator sebesar 350.000 (Tiga Ratus ribu Rupiah) setiap bulan dan untuk ATK sebesar 1.000.000( Satu Juta Rupiah) per Tahun.
2. Meningkatnya daya saing daerah, dengan arah kebijakan : a) Meningkatkan produktivitas dan nilai tambah tanaman
pangan, holtikultura, perkebunan, kegiatan yang dapat dilakukan oleh desa yaitu Penggalian Potensi Desa dengan rincian kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan BUM Desa;
b) Meningkatkan produksi dan olahan perikanan dan peternakan, kualitas dan kuantitas kelembagaan, serta sumberdaya manusia, perikanan dan peternakan, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu penggalian gagasan dan sumberdaya ekonomi untuk pengembangan usaha Desa dengan rincian kegiatan pembinaan dan penyuluhan penggalian gagasan dan pengembangan usaha;
c) Penanganan penyakit ternak zoonosis, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu Pembinaan dan penyuluhan dengan rincian kegiatan Peningkatan kapasitas untuk kelompok tani atau ternak dan pemberian bibit unggul;
d) Mengembangkan pariwisata yang edukatif dan kreatif berbasis sumberdaya alam yang berkelanjutan, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu Pengembangan Kawasan Desa Wisata dengan rincian kegiatan Penyertaan Modal Desa Wisata melalui Badan Usaha Milik Desa;
e). Meningkatkan kualitas kelembagaan, akses bahan baku, pasar dan pembiayaan, kegiatan yang dapat dilakukan oleh desa yaitu peningkatan kapasitas dan pelatihan kelembagaan Desa untuk menunjang perkembangan usaha Desa dengan rincian kegiatan pelatihan dan supervisi kelembagaan ekonomi Desa danpengadaan lahan pasar Desa;
f). Meningkatkan produktivitas BUM Desa, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu peningkatan kapasitas kelembagaan ekonomi Desa dengan rincian kegiatan Pelatihan dan Bimbingan Teknis, pengelolaan BUM Desa, penyertaan modal BUM Desa;
g). Menyediakan informasi peluang investasi, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu penataan administrasi potensi desa dengan rincian kegiatan pelatihan pemasaran dan peluang investasi usaha Desa;
h). Meningkatkan kualitas insan olah raga, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu penjaringan dan peningkatan kapasitas atlet dengan rincian kegiatan penyuluhan dan pelatihan atlet olah raga;
i). Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana prasarana olah raga, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu optimalisasi asset dan sarana prasarana olah raga dengan rincian kegiatan revitasisasi sarana dan prasarana olah raga.
B. Meningkatnya kualitas pelayanan publik, sasaranya yaitu:
1. Meningkatnya kualitas pelayanan publik meningkat, dengan arah kebijakan:
a. Penerapan standar Pelayanan Minimal dan SOP (Sistem Operasional dan Prosedur), kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu Sekolah Pemerintahan Desa dengan rincian kegiatan menyelenggarakan dan Penguatan kepada Kepala Desa, Perangkat Desa, Kelembagaan Desa dan Masyarakat Desa untuk melaksanakan Pendidikan berbasis Desa;
b. Meningkatkan pelayanan Administrasi Kependudukan, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu:
1) Penataan dan Updating Data Profil Desa, Evaluasi Perkembangan Desa dan SID dengan rincian kegiatan yaitu Penguatan pengelola Profil Desa, Evaluasi perkembangan Desa dan SID di Desa melalui pemberian honorarium, pengkoordinasian data, melaksanakan penginputan dan validasi data, pengkoordinasian pemanfaatan data, dan pelaporan kepada pejabat berwenang;
2) Updating data Indeks Desa Membangun (IDM), dengan rincian kegiatan yaitu Penguatan Pendata IDM di Desa melalui pemberian honorarium, Pengkoordinasian data dalam rangka penginputan IDM, melaksanakan penginputan dan validasi data, Pengkoordinasian pemanfaatan data, dan pelaporan kepada pejabat berwenang.
c. Implementasi pelayanan perijinan transparan dan terpadu, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu Optimalisasi partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan Desa dengan rincian kegiatan Peningkatan kapasitas kelembagaan Desa dan BPD.
2. Tata Kelola Pemerintahan yang baik, bersih dan efektif, dengan arah kebijakan:
Meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu :
1. Pengelolaan aset dan keuangan Desa, dengan rincian kegiatan yaitu pengelolaan Aset dan Keuangan Desa, dengan rician kegiatan yaitu peningkatan kapasitas dan bimbingan teknis pengelolaan keuangan dan asset Desa;
2. Penyusunan regulasi Desa atau Peraturan Desa dengan rincian kegiatan yaitu bimbingan teknis penyusunan Peraturan Desa;
3. Pembentukan Paralegal Desa dengan rincian kegiatan yaitu Pembentukan Tim Advokasi dan masyarakat desa sadar hukum;
4. Lain-lain kegiatan sub bidang tata praja pemerintahan, perencanaan, keuangan, pelaporan dan Penataan Perangkat Desa;
5. Lomba Desa dengan rincian kegiatan dukungan anggaran untuk mengikuti lomba Desa tingkat Kabupaten;
6. Lomba Video Profile Desa dengan rincian kegiatan anggaran untuk membuat Video Profil Desa.
7. Perencanaan Peraturan Desa dengan rincian kegiatan yaitu Supervisi dokumen perencanaan dan Peraturan Desa.
IV. Tujuan Terwujudnya Kabupaten Bogor Membangun memuat Prioritas meningkatkan pemerataan pembangunan yang berkelanjutan, sasarannya yaitu:
1. Infrastruktur wilayah yang terkoneksi dan dalam kondisi baik, dengan arah kebijakan :
a. Rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu Optimalisasi peran kelembagaan Desa dan Penyuluhan Masyarakat dengan rincian kegiatan yaitu pelatihan dan penyuluhan;
b. Pembangunan jalan dan jembatan baru, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan baru dengan rincian kegiatan Biaya operasional bantuan keuangan Rehabilitasi RTLH (Biaya ATK, Biaya Penggandaan, Biaya Sosialisasi).
2. Menurunnya tingkat Kemacetan, dengan arah kebijakan :
a. Menyelesaikan titik kemacetan, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu rehabilitasi titik kemacetan dengan rincian kegiatan rehabilitasi titik kemacetan dan pangkalan angkutan massal;
b. Meningkatnya kualitas angkutan massal, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu Peningkatan kualitas sarana prasarana angkutan massal dengan rincian kegiatan rehabilitasi dan perawatan sarana prasarana angkutan massal.
3. Meningkatnya kualitas pemukiman masyarakat, dengan arah kebijakan:
a. Rehabilitasi rumah tidak layak huni, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu Dukungan pelaksanaan program pembangunan/rehab rumah tidak layak huni (RTLH) GAKIN (pemetaan, validasi, dll) dengan rincian kegiatan Biaya operasional bantuan keuangan rehabilitasi RTLH (Biaya ATK, Biaya Penggandaan, Biaya sosialisasi);
b. Penataan Kawasan perkotaan, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu Dukungan pelaksanaan program penataan Kawasan perkotaan dengan rincian kegiatan Dukungan biaya penyusunan regulasi penataan kawasan perkotaan;
c. Penyediaan ruang terbuka hijau dan pemanfaatan ruang terbuka hijau, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu penyediaan ruang terbuka hijau dengan rincian kegiatan optimalisasi aset Desa untuk ruang terbuka hijau.
4. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dengan arah kebijakan:
a. Penyediaan sarana prasarana persampahan, dengan kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu penyediaan sarana prasarana persampahan, dengan rincian kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mencegah penyakit dan pengelolaan sampah;
b. Pelestarian keanekaragaman hayati, dengan kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu pelestarian dan pengembangan wawasan keanekaragaman hayati dengan rincian kegiatan dukungan pelatihan dan penyuluhan pelestarian keanekaragaman hayati di Desa;
c. Pengendalian pencemaran lingkungan, dengan kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu sosialisasi dan penyuluhan pencegahan pencemaran lingkungan dengan rincian kegiatan lain-lain kegiatan sub bidang kehutanan dan lingkungan hidup: penyediaan satu orang calon kader lingkungan untuk dilatih ditingkat Kabupaten.
5. Berkurangnya resiko bencana, dengan arah kebijakan:
a. Membentuk Desa Tanggap bencana, dengan kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu pembentukan dan penyuluhan tanggap bencana dengan rincian kegiatan dukungan penyuluhan, bantuan sosial, rehabilitasi untuk korban bencana dan pengadaan sarana prasarana untuk Tim Destana;
b. Membangun respond time penanggulangan bencana kebakaran, dengan kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa
yaitu pengadaan quick respond penanggulangan dan penanganan bencana dengan rincian kegiatan dukungan fasilitasi informasi yang cepat dan responsif.
V. Tujuan Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bogor Berkeadaban memuat Prioritas meningkatkan ketertiban dan kenyamanan masyarakat berdasarkan nilai-nilai keagamaan, sasarannya yaitu:
1. Kehidupan masyarakat agamis, harmonis, nyaman dan tertib, dengan arah kebijakan:
a. Meningkatkan wawasan kebangsaan dan pembinaan politik, dengan kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu peningkatan kapasitas dan wawasan kebangsaan dengan rincian kegiatan pelatihan dan penyuluhan wawasan kebangsaan serta desa peduli pemilu dan pemilihan;
b. Meningkatkan koordinasi dan fasilitasi dibidang keagamaan, dengan kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu peningkatan kapasitas pendidik madrasah dan guru ngaji dengan rincian kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis, pemberian tunjangan untuk guru ngaji, fasilitasi anggaran kegiatan Desa ramah Diniyyah;
c. Pengendalian ketenteraman dan ketertiban umum, dengan kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu pelatihan dan
d. penyuluhan dengan rincian kegiatan pelatihan pengendalian ketenteraman dan ketertiban, pemberian insentif untuk Linmas.
2. Meningkatnya peranan perempuan dalam pembangunan, dengan arah kebijakan meningkatkan kompetensi perempuan, kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu:
a. Fasilitasi kegiatan peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) dengan rincian kegiatan Penyediaan infrastruktur desa (sesuai kebutuhan lokasi binaan), peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan P2WKSS;
b. Sekolah perempuan raih cita-cita (Sekoper Cinta) dengan rincian kegiatan peningkatan kapasitas.
3. Terlestarikannya seni dan budaya, dengan arah kebijakan melestarikan keanekaragaman budaya dan kearifan lokal, dengan kegiatan yang dapat dilakukan oleh Desa yaitu:
a. Pelestarian budaya dan kearifan lokal dengan rincian kegiatan peningkatan kapasitas untuk pemerhati budaya lokal desa;
Uraian rinci mengenai sinkronisasi prioritas, fokus, arah kebijakan, kegiatan, rincian kegiatan serta lokasi/lokus disajikan dalam Lampiran 1 Surat Edaran ini.
E. PERAN KECAMATAN
Pelaksanaan kewenangan desa diharapkan dapat mendukung tercapainya seluruh Program Daerah Tahun 2022. Untuk memperkuat hal tersebut, kecamatan memiliki posisi strategis dan berperan penting dalam pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh pelaksanaan pembangunan di desa. Kemajuan pembangunan desa dalam hal perencanaan, serta terlaksananya seluruh agenda pembangunan didesa sangat bertumpu pada kualitas pembinaan, pengendalian dan pengawasan kecamatan, karena kecamatan merupakan jembatan penghubung antara desa dengan pemerintah Kabupaten Bogor.
Kecamatan dapat dijadikan tempat bagi desa untuk berkonsultasi dan berkoordinasi dalam rangka pendampingan seluruh agenda pembangunan di desa, sehingga terwujud sinkronisasi pembangunan antara desa dengan Kabupaten Bogor untuk mendukung terwujudnya visi Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah Kedua Kali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan kedua Atas Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Camat melakukan tugas pembinaan dan pengawasan Desa melalui:
a. Fasilitasi penyusunan peraturan Desa dan peraturan kepala Desa;
b. Fasilitasi administrasi tata Pemerintahan Desa; `
c. Fasilitasi pengelolaan keuangan Desa dan pendayagunaan aset Desa;
d. Fasilitasi penerapan dan penegakan peraturan perundang- undangan;
e. Fasilitasi pelaksanaan tugas kepala Desa dan perangkat Desa;
f. Fasilitasi pelaksanaan pemilihan kepala Desa;
g. Fasilitasi pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Permusyawaratan Desa;
h. Rekomendasi pengangkatan dan pemberhentian perangkat Desa;
i. Fasilitasi sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah dengan pembangunan Desa;
j. Fasilitasi penetapan lokasi pembangunan kawasan perdesaan;
k. Fasilitasi penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum;
l. Fasilitasi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewajiban lembaga kemasyarakatan;
m. Fasilitasi penyusunan perencanaan pembangunan partisipatif;
n. Fasilitasi kerja sama antar-Desa dan kerja sama Desa dengan pihak ketiga;
o. Fasilitasi penataan, pemanfaatan, dan pendayagunaan ruang Desa serta penetapan dan penegasan batas Desa;
p. Fasilitasi penyusunan program dan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat Desa;
q. Koordinasi pendampingan Desa di wilayahnya; dan
r. Koordinasi pelaksanaan pembangunan kawasan perdesaan di wilayahnya.
F. PAGU INDIKATIF UNTUK DESA TAHUN 2022
Pelaksanaan desa membangun yang mengedepankan kemandirian dan prakarsa masyarakat desa, dibutuhkan ketersediaan sumberdaya, baik alam, manusia maupun dana. Pendanaan pembangunan desa dapat dibiayai dari pendapatan asli desa, dana transfer dan pendapatan lain-lain yang sah. Khusus dana transfer antara lain berupa Alokasi Dana Desa (ADD), Bagian Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD), Dana Desa (DD) dan Bantuan Keuangan (Bankeu), seluruh anggaran tersebut diharapkan dapat mendukung desa dalam melaksanakan kewenangannya di Tahun 2022.
Total pagu indikatif alokasi anggaran Tahun 2022 untuk 416 Desa di Kabupaten Bogor direncanakan sebesar Rp. 1.487.592.935.214,- (Satu Trilyun Empat Ratus Delapan Puluh Tujuh Miliyar Lima Ratus Sembilan Puluh Dua Juta Sembilan Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Dua Ratus Empat Belas Rupiah) dengan rincian sebagai berikut :
1. Alokasi Dana Desa (ADD)
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, sebagaimana telah diubah Kedua Kali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, ADD ditetapkan sebesar paling kurang 10% (sepuluh per seratus) dari dana perimbangan yang diterima daerah dalam APBD setelah dikurangi dana alokasi khusus yang dialokasikan untuk desa. Pemerintah Kabupaten Bogor merencanakan anggaran ADD Tahun 2022 untuk Desa sebesar Rp 359.295.320.384,- (Tiga Ratus Lima Puluh Sembilan Milyar Dua Ratus Sembilan Puluh Lima Juta Tiga Ratus Dua Puluh Ribu Tiga Ratus Delapan Puluh Empat Rupiah). Penghitungan ADD untuk setiap desa mempertimbangkan:
a. Penghasilan tetap Kepala Desa dan Perangkat Desa;
b. Tunjangan anggota BPD dan Operasional BPD;
c. Pembayaran iuran BPJS bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa;
d. Insentif bagi RT, RW, anggota Satlinmas, guru ngaji dan dan Operasional Posyandu.
Jumlah perangkat desa sebagaimana dimaksud pada huruf a berdasarkan klasifikasi desa yang mengacu kepada Keputusan Bupati tentang Klasifikasi Desa Tahun 2020, yang dimaksud iuran Kepala Desa dan Perangkat Desa adalah jaminan kesehatan bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa, Jumlah guru ngaji yang mendapatkan insentif sebanyak 25 orang.
2. Bagian Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD)
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, sebagaimana telah diubah Kedua Kali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah Kabupaten merencanakan anggaran BHPRD Tahun 2022 sebesar Rp 166.154.658.709,-(Seratus Enam Puluh Enam Milyar Seratus Lima Puluh Empat Juta Enam Ratus Lima Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Sembilan Rupiah). Adapun arah kebijakan penggunaan BHPRD Tahun 2022 difokuskan kepada:
a. Pemutakhiran (Updating) Potensi Desa pada kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Desa.
Seluruh desa di Kabupaten Bogor diharapkan memiliki data yang akurat dan komprehensif sebagai landasan menentukan arah perencanaan pembangunan desa sesuai dengan potensi dan masalah yang dihadapi. Pendataan tersebut antara lain:
- Data Profil Desa yang fokus kepada data dasar keluarga, potensi desa, dan tingkat perkembangan desa sebagaimana amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa dan Kelurahan;
- Evaluasi Perkembangan Desa, dengan hasil pemeringkatan desa yang meliputi desa cepat berkembang, desa berkembang dan kurang berkembang. Evaluasi menitikberatkan pada aspek evaluasi pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan sebagaimana amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan;
- Indeks Desa Membangun (IDM) yang merupakan indeks komposit dari Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi Desa, berdasarkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun;
- Sistem Informasi Desa, dalam rangka pengembangan SID yang menjawab sebagian kecil data-data yang menggambarkan karakter desa untuk kebutuhan setiap stakeholder. Dalam rangka kesinambungan pengembangan SID, dibutuhkan pemutakhiran (updating) potensi data, dengan rincian kegiatan:
1) Penguatan pengelola SID di desa melalui pemberian honorarium;
2) Pengoordinasian data dalam rangka penginputan SID;
3) Melaksanakan penginputan dan validasi data;
4) Pengkoordinasian pemanfaatan data;
5) Pelaporan kepada pejabat berwenang.
- Dalam rangka pengisian data administrasi pemerintahan desa sebagaimana amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2016 tentang Administrasi Pemerintahan Desa, yang meliputi:
1) Administrasi Umum:
- Buku Peraturan Di Desa;
- Buku Keputusan Kepala Desa;
- Buku Inventaris dan Kekayaan Desa;
- Buku Aparat Pemerintah Desa;
- Buku Tanah Kas Desa;
- Buku Tanah di Desa;
- Buku Agenda;
- Buku Ekspedisi; dan
- Buku Lembaran Desa dan Buku Berita Desa.
2) Administrasi Penduduk:
- Buku Induk Penduduk;
- Buku Mutasi Penduduk Desa;
- Buku Rekapitulasi Jumlah Penduduk;
- Buku Penduduk Sementara; dan
- Buku Kartu Tanda Penduduk dan Buku Kartu Keluarga.
3) Administrasi Keuangan Desa:
- Buku APB Desa;
- Buku Rencana Anggaran Biaya;
- Buku Kas Pembantu Kegiatan;
- Buku Kas Umum;
- Buku Kas Pembantu; dan - Buku Bank Desa.
4) Administrasi Pembangunan:
- Buku Rencana Kerja Pembangunan Desa;
- Buku Kegiatan Pembangunan;
- Buku Inventarisasi Hasil-hasil Pembangunan; dan
- Buku Kader Pendampingan dan Pemberdayaan Masyarakat.
5) Administrasi Lainnya:
- Kegiatan Badan Permusyawaratan Desa dalam buku administrasi Badan Permusyawaratan Desa;
- Kegiatan musyawarah Desa dalam buku musyawarah Desa; dan
- Kegiatan Lembaga Kemasyarakatan Desa/Lembaga Adat dalam buku Lembaga Kemasyarakatan Desa/Lembaga Adat.
b. Inventarisasi Aset Desa:
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa, Pemerintah Desa wajib melaksanakan pengelolaan aset desa. Tahapan pertama pengelolaan aset desa adalah kegiatan inventarisasi aset desa, dengan rincian kegiatan:
1) Pendataan aset desa;
2) Pencatatan aset desa, meliputi:
3) Penertiban Bukti administrasi/kepemilikan seperti pembuatan akta hibah dan pembuatan sertifikat;
4) Penginputan ke aplikasi Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPADes);
5) Pelaporan kepada Kepala DPMD atas nama Bupati melalui Camat.
c. Peningkatan Kapasitas Aparatur:
1) Keikutsertaan kegiatan Sekolah Pemerintahan Pemerintahan Desa Desa;
2) Keikutsertaaan kegiatan Pendidikan dan pelatihan d. Pembelanjaan kegiatan desa yang meliputi :
1) bidang penyelenggaraan pemerintahan desa;
2) bidang pelaksanaan pembangunan desa;
3) bidang pembinaan kemasyarakatan desa;
4) bidang pemberdayaan masyarakat desa; dan
5) bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat dan Mendesak Desa.
3. Dana Desa (DD)
Pemerintah menganggarkan Dana Desa secara nasional dalam APBN setiap tahun. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang
Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun 2022 merencanakan anggaran sebesar Rp. 486.453.299.000-, (Empat Ratus Delapan Puluh Enam Milyar Empat Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah).
Berdasarkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas
Penggunaan Dana Desa Tahun 2022, Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 diprioritaskan untuk pencapaian SDGs yang meliputi:
1. Pemulihan ekonomi nasional sesuai dengan Kewengan Desa:
1) Penanggulanggan Kemiskinan (SDGs Desa 4 dan 11)
2) Pembentukan, pengembangan dan peningkatan kapasitas pengelolaan BUMDesa/BUMDesma (SDGs Desa 8 dan 9) 3) Pembangunan dan Pengembangan usaha ekonomi produktif
(SDGs Desa 12 dan 17)
2. Program prioritas nasional sesuai kewenangan Desa:
1) Pendataan Desa, pemetaan potensi dan sumber daya pembangunan desa serta pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (SDGs Desa 1)
2) Pengembangan Desa wisata (SDGs Desa 8)
3) Penguatan Ketahanan Pangan nabati dan hewani serta pencegahan stunting di Desa (SDGs Desa 2)
4) Desa inklusif (SDGs Desa 5,16 dan 18)
3. Mitigasi dan penanganan bencana alam dan non alam:
1) Mitigasi dan penanganan bencana alam (SDGs Desa 13)
2) Mitigasi dan penanganan bencana non alam (SDGs Desa 1 dan 3)
4. Bantuan Keuangan Khusus
Pemerintah daerah kabupaten dan pemerintah daerah provinsi dapat memberikan bantuan keuangan kepada desa yang bersumber dari APBD. Bantuan keuangan tersebut untuk membiayai kewenangan desa yang dapat bersifat umum atau khusus. Untuk Tahun 2022, bantuan keuangan yang direncanakan untuk desa antara lain:
a. Bantuan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor antara lain:
1) Bantuan keuangan untuk kompensasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS Galuga).
Bantuan keuangan yang diberikan kepada tiga desa yang terkena dampak pengoperasian TPAS Galuga dengan total rencana sebesar Rp. 1.730.750.000-, (Satu Miliar Tujuh Ratus Tiga Puluh Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dengan komposisi antara lain Desa Galuga sebesar 55%, Desa Cijujung sebesar 30%, dan Desa Dukuh 15%.
2) Bantuan Infrastruktur Pedesaan
Sebagai upaya percepatan pembangunan desa, Pemerintah Kabupaten Bogor pada Tahun 2022 memberikan bantuan keuangan infrastruktur Satu Desa Satu Milyar (SAMISADE) kepada pemerintah desa dengan total rencana
Rp. 416.000.000.000 (Empat Ratus Enam Belas Milyar Rupiah).
3) Bantuan Keuangan yang bersumber dari Bonus Produksi Panas Bumi Star Energy Geothermal Salak, Ltd.
Bantuan Keuangan diberikan kepada Desa diwilayah kerja Star Energy Geothermal Salak, Ltd, dan disalurkan melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan pemanfaatannya diprioritaskan untuk masyarakat diwilayah Kecamatan Pamijahan sebanyak 15 Desa dengan total Rp.
3.878.907.121-, (Tiga Milyar Delapan Ratus Tujuh Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Tujuh Ribu Seratus Dua Puluh Satu Rupiah).
b. Bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun
2022 untuk semua desa Se-Kabupaten Bogor sebesar Rp. 54.080.000.000,- masing-masing Desa sebesar Rp. 130.000.000,- yaitu :
1) Untuk TPAPD sebesar Rp. 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah);
2) Posyandu Rp. 1.750.000 (operasional) X jumlah posyandu;
3) Untuk Kegiatan Sapa Warga yaitu, Rp. 50.000/bulan (pembelian pulsa) X Jumlah RW X 12;
4) Sisanya untuk Pembangunan Ekonomi dan Infrastruktur Desa.
Rincian alokasi pagu indikatif untuk tiap-tiap desa disajikan dalam Lampiran 2 Surat Edaran ini.
G. KETENTUAN LAIN
Beberapa ketentuan terkait rencana alokasi anggaran untuk desa sebagai berikut:
1. Dalam penyusunan RKPDesa, Pemerintah Desa wajib mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, dan mempedomani Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Bogor;
2. Pemerintah Desa menyusun RKP Desa Tahun 2022 sebagai penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa);
3. Anggaran yang dialokasikan untuk masing-masing desa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam dokumen Rencana Kerja PemerintahDesa (RKPDesa) Tahun 2022;
4. Pagu Indikatif desa tersebut adalah pagu sementara sebelum ditetapkannya pagu definitif setelah disahkannya Undang-Undang tentang APBN dan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor tentang APBD Tahun Anggaran 2022.
Demikian, untuk dipedomani.
BUPATI BOGOR,
ADE YASIN Tembusan Yth :
1. Gubernur Jawa Barat;
2. Ketua DPRD Kab. Bogor;
3. Inspektur Kab. Bogor;
4. Kepala Bappelitbangda Kab. Bogor;
5. Kepala BPKAD Kab. Bogor;
6. Kepala Bappenda Kab. Bogor;
7. Camat se-Kab. Bogor.