• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 3 METODE PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu

Penelitian dilaksanakan di areal pembibitan kampus STIPAP Medan. Analisa tanah dilakukan di Laboratorium Tanah Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara. Waktu penelitian dilakukan selama 8 bulan dimulai pada bulan Januari 2021 sampai dengan Agustus 2021.

3.2 Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor dan disusun sebagai berikut:

Faktor I: Konsentrasi POC bonggol pisang yang terdiri dari 3 taraf (A):

A0 = 0 ml/bibit (Kontrol) A1 = 250 ml/bibit

A2 = 300 ml/bibit (Candra, 2018)

Faktor II: Dosis pupuk majemuk (NPK 16-16-16) terdiri dari 3 taraf (B):

B0 = 5 gr/bibit B1 = 10 gr/bibit

B2 = 15 gr/bibit (Buku Pintar Mandor, 2017)

Sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan:

A

B B0 B1 B2

A0 A0B0 A0B1 A0B2

A1 A1B0 A1B1 A1B2

A2 A2B0 A2B1 A2B2

Uraiannya adalah sebagai berikut:

Jumlah perlakuan 3 x 3 = 9

(2)

Jumlah pengulangan = 3 Total perlakuan 9 x 3 = 27 Jumlah bibit sampel = 2 Jumlah bibit total = 54

Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam model linier sebagai berikut:

Yijk = y + i + j + k + ( )jk + ijk

Dimana:

Yijk = Hasil pengamatan ulangan ke – i dari faktor I pada ulangan ke – j dari faktor II dan ulangan ke – k

y = Nilai Tengah Umum i = Blok ke – i

j = Pengaruh Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang ke - j k = Pengaruh Pupuk NPK ke – k

( ) jk = Pengaruh interaksi pupuk organik cair bonggol pisang ke – j dan perlakuan pupuk NPK taraf ke – k

ijk = Galat (Sastrosupadi, 2000).

3.3 Bahan dan Peralatan 3.3.1 Alat

Alat – alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah paranet, bambu, kawat, paku, polybag ukuran 35 x 40 cm, gayung, tali, parang/pisau, toples, lesung kecil, selang kecil, saringan, plastik kaca, botol mineral besar, dan alat-alat lainnya yang mendukung dalam pelaksanaan penelitian ini.

3.3.2 Bahan

Bahan – bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit kelapa sawit Varietas D X P berumur 3 bulan, tanah Ultisol, pupuk majemuk (NPK) 16-16-

(3)

16, bonggol pisang, gula merah, air kelapa muda, larutan EM4, dan air cucian beras.

3.4 Tahapan Penelitian

3.4.1 Pembuatan Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang

Pembuatan pupuk organik cair bonggol pisang adalah dimulai dari pencacahan bonggol pisang yang dibutuhkan sebanyak 6,5 kg bonggol pisang yang telah dicacah dan masukkan ke dalam ember kemudian dicampurkan dengan air cucian beras sebanyak 5 liter, air kelapa muda sebanyak 5 liter, gula aren 1700 gram yang telah dilarutkan dan bahan activator EM4 sebanyak 2 liter dengan perbandingan 5 liter air dengan 1 liter bahan activator ke bonggol pisang yang telah dicacah halus. Kemudian campuran tersebut aduk hingga homogen dan tutup rapat menggunakan plastik kaca yang telah diberi lubang dan selang dan biarkan proses fermentasi terjadi secara anaerob selama 14 hari.

3.4.2 Persiapan Areal Pembibitan

Kegiatan yang dilakukan pada tahapan persiapan areal ini yaitu mengukur areal yang akan dijadikan sebagai tempat penelitian, kemudian membersihkan gulma dan meratakan areal serta memasang paranet dan mulsa pada areal pembibitan.

3.4.3 Penanaman Bibit

Penanaman bibit dimulai saat bibit telah dipindahkan dari Pre Nursery ke Main Nursery atau transplanting berumur 3 bulan. Bibit ditanam menggunakan tanah Ultisol yang telah diayak. Kedalaman bibit ditanam kedalam polybag disesuaikan dengan tinggi polybag dan tanahnya.

3.4.4 Aplikasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk Majemuk

Bibit kelapa sawit yang telah dipindahkan ke polibag Main Nursery dilakukan aplikasi pupuk organik cair bonggol pisang dan pupuk majemuk. Aplikasi pupuk organik cair bonggol pisang dan pupuk majemuk diaplikasikan pada 2

(4)

minggu setelah tanam dan akan dilanjutkan pemupukan sesuai BPM 1 kali per minggu.

3.4.5 Penyiraman dan Pemeliharaan

Seluruh bibit dilakukan pemeliharaan yaitu penyiraman rutin 2 kali per hari pada pagi hari pukul 07:00 WIB dan sore hari pukul 15:00 WIB. Penyiraman pada bibit Main Nursery sesuai Buku Pintar Mandor (BPM) adalah umur bibit 3,6 bulan adalah 1,5 liter/Aplikasi pada pohon dengan menggunakan gembor.

Pemeliharaan dilakukan dengan pengendalian gulma, hama, dan penyakit sesuai dengan kondisi yang terjadi.

Pengendalian gulma jika terdapat dalam polybag maka dilakukan dengan cara Hand Packing atau mengambil dengan cara mengutip dengan tangan. Jika terdapat diluar polybag, maka biasanya dilakukan dengan menggaruk menggunakan cangkol, dan membabat di areal luar pada pembibitan.

Pengendalian hama jika terjadi seperti belalang adalah dengan menggunakan pestisida Decis 2,5 EC dengan bahan aktif Deltametrin dengan konsentrasi 0,05%. Aplikasi pestisida ini dilakukan 1 kali per 2 minggu dengan cara disemprot.

3.5 Pengamatan dan Indikator Penelitian 1. Tinggi Bibit (cm)

Pengukuran tinggi bibit dilakukan dengan interval dua minggu sekali sampai tanaman berumur 4 bulan. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan meteran dengan cara mengukur mulai dari pangkal batang sampai dengan ujung daun yang paling tinggi.

2. Lingkar Batang Bibit (cm)

Pengukuran lingkar batang dilakukan dengan interval dua minggu sekali sampai tanaman berumur 4 bulan. Pengamatan dilakukan dengan

(5)

menggunakan meteran dengan cara melilitkan meteran pada bagian 2 cm dari pangkal batang tanaman.

3. Jumlah Daun Bibit (helai)

Menghitung jumlah daun dilakukan dengan interval dua minggu sekali sampai tanaman berumur 4 bulan dengan cara menghitung daun yang sudah membuka sampai daun yang sudah membelah.

4. Lebar Daun Bibit (cm)

Pengukuran lebar daun dilakukan dengan interval dua minggu sekali sampai tanaman berumur 4 bulan. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan meteran kain dengan cara mengukur bagian daun yang yang paling sudah terbuka lebar.

5. Analisa Kadar Air (Berat Basah dan Berat Kering)

Pengamatan berat basah tajuk dan akar dilakukan pada akhir penelitian (4 bulan). Seluruh bibit utama dibongkar dan dilakukan pencucian terhadap akar dan dikeringkan. Setelah bibit kering, bagian akar dan tajuk bibit dipisahkan, lalu bagian akar dan tajuk masing-masing ditimbang untuk mendapatkan berat basah bibit. Setelah mendapatkan berat basah bibit, akar dan tajuk bibit dimasukkan kedalam oven selama 24 jam dengan suhu 70℃

dan kemudian bagian-bagian akar dan tajuk yang telah dioven, lalu ditimbang kembali untuk mendapatkan berat kering akar dan tajuk.

6. Kadar Hara N-Total

Analisis tanah terhadap jumlah kadar hara nitrogen (N) total pada pembibitan kelapa sawit di pembibitan Main Nursery yang telah diaplikasi dengan pupuk cair organik bonggol pisang dengan beberapa konsentrasi menggunakan Metode Kjeldahl (Lampiran 40).

(6)

7. Kadar Hara C-Organik

Analisis tanah terhadap jumlah kadar hara C-organik pada pembibitan kelapa sawit di pembibitan Main Nursery yang telah diaplikasi dengan pupuk cair organik bonggol pisang dengan beberapa konsentrasi menggunakan Metode Walkley & Black (Lampiran 41).

Indikator keberhasilan dari penelitian ini yaitu adanya pertambahan unsur hara tanah yang diaplikasi pupuk organik yang telah diaplikasikan pada pembibitan kelapa sawit di Main Nursery.

3.6 Analisa Laboratorium

1. Analisa kadar hara N-total pada tanah menggunakan Metode Kjeldahl.

2. Analisa kadar hara C-Organik pada tanah menggunakan Metode Walkley and Black.

(7)

3.7 Bagan Alur Penelitian

Persiapan Bahan

Pembongkaran Tanaman

Analisis Tanah di Laboratorium Pembuatan Pupuk Organik Cair

Bonggol Pisang

Persiapan Areal

Aplikasi perlakuan

Pemeliharaan dan Pengamatan

Laporan penelitian

(8)

3.8 Jadwal Penelitian

No Jenis Kegiatan Bulan

1 2 3 4 5 6 7 8

1 Pengumpulan Bahan & Alat 2 Pembuatan Pupuk Organik

Cair Bonggol Pisang 3 Persiapan Areal 4 Aplikasi Perlakuan 5 Pemeliharaan pembibitan 6 Analisa Kadar Hara 7 Penyusunan Laporan 8 Seminar Hasil

Referensi

Dokumen terkait

Proses level 0 (Gambar 2) ini menjelaskan alur keseluruhan proses yang terjadi pada aplikasi untuk sistem Kamus Bahasa Indonesia ke Bahasa Dayak Ngaju dan Bahasa

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi keluarga ibu-ibu pedagang jambu biji, mendeskripsikan peran ibu-ibu pedagang jambu biji

Dalam Kolb (1992), konflik dapat saja terjadi karena timbulnya perbedaan dalam minat, pola pikir, dan tujuan. Lebih jauh dinyatakan bahwa konflik dapat terjadi karena

Jadi dalam penelitian ini yang dimaksud dengan Implementasi etika bisnis Islam dalam persaingan pada Toko Grosir Al-Araffah Pasar Wage Purwokerto adalah penerapan

Berdasarkan tujuan dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa tidak terdapat aturan khusus dan terstandar secara baik tentang prinsip-prinsip kelalaian sebagai

Secara keseluruhan limbah cair yang diolah dengan reaktor biofilter (bermedia botol plastik berisikan potongan-potongan plastik dan tanpa media botol plastik

Penelitian pengaruh ekstrak buah papaya ( Carica papaya L.) terhadap kadar catalase (CAT) dan glutathione (GSH) pada hati tikus jantan yang diinduksi lead acetate

Jika dilihat dari ukuran terbaik nanosilika maka nanosilika dengan menggunakan metode sol gel modifikasi, rasio natrium silikat : pelarut 1:9 dan waktu ageing 3 hari memiliki