• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ilmu Falak Perjumpaan Khazanah Islam dan Sains Modern, cet II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Ilmu Falak Perjumpaan Khazanah Islam dan Sains Modern, cet II"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

99

DAFTAR PUSTAKA

Al-Bani, Muhammad Nashiruddin. 2010. Ringkasan Shahih Bukhari. Jakarta:

Pustaka as-Sunnah.

As Shabuni, Muhammad Ali . 1983. Tafsir Ayat Ahkam As Shabuni. Surabaya:

Bina Ilmu.

Azhari, Susiknan. 2007. Ilmu Falak Perjumpaan Khazanah Islam dan Sains Modern, cet II. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Az Zuhaily, Wahbah. 1991. At Tafsir al Munir, Damaskus: Darul Fikr.

Grego, Peter. 2006. The Moon and How to Observe It, London: Springer London.

Hambali, Slamet. 1998. Ilmu Falak I (Tentang Penentuan Awal Waktu Shalat dan Penentuan Arah Kiblat Di Seluruh Dunia), Semarang: t.p.

Hambali, Slamet. 2011. Ilmu Falak 1. Penentuan Awal Waktu Shalat & Arah Kiblat Seluruh Dunia. Semarang: Program Pascasarjana IAIN Walisongo.

Hasan, M. Iqbal. 2006. Analisis Data Penelitian. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hasan, M. Iqbal. 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian &

Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Izzuddin, Ahmad. 2012. Ilmu Falak Praktis Metode Hisab-Rukyat Praktis dan Solusi Permasalahannya. Semarang : Pustaka Rizki Putra.

Jaelani dkk, Achmad. 2012. Hisab Rukyat Menghadap Kiblat (Fiqh, Aplikasi Praktis, Fatwa dan Software). Semarang : PT. Pustaka Rizki Putra.

Katsir, Ibnu. 1992. Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim. Beirut: Dar al-Fikr.

(2)

Majlis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah., 2009. Pedoman Hisab Muhammadiyyah, Cet. II,.Yogyakarta : Majlis Tarjih Dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyyah.

Maskufa. 2009. Ilmu Falaq. Jakarta: Gaung Persada Press

Meeus, Jean. 1998. Astronomical Algorithm, Virginia: Willmann-Bell,Inc.

Meeus, jean. 1998. Astronomical Formulae for Calculators. Virginia: Willmann- Bell,Inc.

Muhammad Abdurrahman, Imam Hafidz Abi Al-Ula’. 1995. Tuffatul ahwadza, Juz II. Beirut: Darul Fikri.

Muhammad Awwad Al Jaziry, Abdurrahman bin. 1699. Kitabul Fiqh ‘Ala Madzahibil Arba’ah. Beirut: Dar Ihya’ At Turats Al Araby.

Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Abi Abdillah. 1994. Shahih Bukhari, Juz I.

Beirut: Darul Fikri.

__________________________, Abi Abdillah. Shahih Bukhari, Juz IV.

Indonesia: Maktabah Dahlan.

Munawir, Ahmad Warson. 1997. Al Munawir Kamus Arab-Indonesia, Surabaya:

Pustaka Progressif.

Murtadho, Moh. 2008. Ilmu Falak Praktis. Malang: UIN-Malang Press.

Ndraha, Talizuduhu. 1981. Research, Teori, Metodologi, Administrasi, Jakarta:

Bina Aksara.

Putra, Alfirdaus. 2015. Cepat dan Tepat Menentukan Arah Kiblat, Yogyakarta:

Elmatera.

(3)

Saksono, Tono. 2007. Mengkompromikan Rukyat dan Hisab, Jakarta: Amythas Publicita.

Soffandi, Wawan Djunaedi. 2010. Syarah Shahih Muslim, Juz V. Jakarta: Pustaka Azzam.

Sudibyo, Ma’rufin. 2011. Sang Nabi Pun Berputar: Arah Kiblat dan Tata Cara Pengukurannya. Solo: Tinta Medina.

Sunarto dkk, Achmad. 1993. Tarjamah Shahih Bukhari, jilid VII. Semarang: CV.

Asy Syifa’.

Wahab, Abdul. tt. Al Sya’rany, Al Mizan Al I’tidal, Jakarta: Daar Al Hikmah.

Yahya Ibnu Syarafa An-Nawawi Ad-damassyuki, Abi Zakariya. Syarah Shahih Muslim, Juz V. Mesir: Al-maktabah At-Taufiqiyah.

Jurnal

Azmi, Muhammad Farid. Juli 2021. “Kulminasi Bulan sebagai Acuan Titik Koordinat untuk Penentuan Arah Kiblat”, Jurnal Madaniyah, Volume 11 Nomor 2.

Laporan Penelitian

Hambali, Slamet. 2014. “Menguji Keakuratan Hasil Pengukuran Arah Kiblat Menggunakan Istiwa’aini”. Laporan hasil penelitian Pusat Penelitian UIN Walisongo Semarang.

Tim Pengukur Arah Kiblat Pusat Studi Falakiyah Fakultas Syariah. 2022.

“Pengukuran Arah Kiblat Masjid Abdurrahman IsmailUIN Antasari Banjarmasin Berdasarkan Azimut Matahari Menggunakan Theodolit

(4)

Nikon NE-102”. Laporan hasil pengukuran Pusat Studi Falakiyah Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin.

Skripsi

Furqan, Ferry Nahdian. 2019. “Analisis Komparasi Penggunaan Theodolit Dengan Acuan Kompas dan Arah Matahari Dalam Penentuan Arah Kiblat”. Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin.

Indrawati. 2010. “Studi Arah Kiblat Masjid Terbiyah UIN Maulana Malik Ibarahim Berdasarkan Teori Sinus Cosinus dan Google Earth”. Skripsi tidak diterbitkan, Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Meidiananda, Alvian. 2012. “Pengukuran Arah Kiblat dengan Azimut Bulan”.

Skripsi Tidak diterbitkan, Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang.

Kusmiati, Rini. 2002. “Studi Analisi Tentang Penentuan Arah Kiblat Beberapa Masjid Di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan”. Skripsi tidak diterbitkan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Ridhani, Ahmad. 2013. “Studi Evaluasi Formula Arah Kiblat dengan Theodolit pada Buku Ephemeris Hisab Rukyat 2013”. Skripsi tidak diterbitkan, Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang.

Suwandi. 2015. “Analisis Penggunaan Theodolit Nikon NE-102 dengan Metode Dua Titik Sebagai Penentu Arah Kiblat”. Skripsi tidak ditrebitkan, Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang.

Internet

http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg00991.html www.moonconnection.com/moon_phases.phtml

(5)

https://www.orami.co.id/magazine/rumus-sin-cos-tan ttps://earth.google.com/web/

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena sebagai sumber dan dasar hukum Islam yang kedua setelah Alqura, hadis sangat berperan dalam menetapkan hukum tentang penetapan waktu shalat, penentuan arah

dalam Kamus Ilmu Falak karangan Muhyiddin Khazin kiblat adalah arah Ka’bah di Mekkah yang harus dituju oleh orang yang sedang melakukan shalat, sehingga semua gerakan shalat,

Dalam sejarah perkembangan modern ilmu falak di Indonesia pada awal abad ke-20, ditandai dengan penulisan kitab-kitab ilmu falak oleh para ulama ahli falak

Dalam penentuan arah kiblat, mungkin cara ini yang paling mudah dan tidak memerlukan banyak alat, sebab dalam penentuan arah kiblat hanya menunggu bayangan

Saat ini ilmu falak atau astronomi di kalangan umat Islam hanya membahas hal-hal praktis yang terkait dengan penjadwalan waktu dan arah ibadah dengan menggunakan

Ilmu falak sendiri merupakan cabang ilmu yang membahas mengenai perbintangan (penetapan awal bulan hijriyah, arah kiblat, arah mata angin, waktu daerah, dan

Sedangkan ilmu falak yang membahas waktu-waktu shalat pada dasarnya adalah menghitung tenggang waktu antara ketika matahari berada di titik kulminasi atas dengan waktu ketika

Muhamad Wardan mengembangkan ilmu yang diperolehnya tentang ilmu falak terutama arah kiblat dalam formula ilmu ukur sudut yang lebih sering disebut dengan goniometri