• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan diabad ke-21 menuntut keaktifan peserta didik dalam mengembangkan pengetahuan yang didapat dari sumber-sumber belajar yang ada.

Peserta didik dituntut untuk mengembangkan kemampuan berfikir kreatif dan kritis dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan materi pembelajaran, sedangkan guru hanya memberi bimbingan dan arahan kepada peserta didik agar pembelajaran tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

Peserta didik lebih mendominasi pembelajaran dengan kemandirian yang diberikan untuk mengakses sumber belajar di sekeliling mereka. Guru sebagai pendidik dan fasilitator harus memiliki kreativitas yang tinggi guna mencari cara untuk menimbulkan keinginan belajar Peserta didiknya. Pembelajaran yang tidak sesuai dengan minat akan membuat peserta didik tidak tertarik untuk belajar dengan baik, karena tidak adanya ketertarikan yang membuatnya ingin belajar. Salah satu cara untuk meningkatkan minat belajar peserta didik adalah dengan menggunakan alat atau media yang tidak hanya bisa menjadi sumber belajar menarik, namun juga bisa mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan indera (Susilana dan Riyana, 2011).

Pesatnya perkembangan ilmu biologi dalam kehidupan memberikan dampak yang sangat penting dalam perkembangan dunia pendidikan dan penelitian terkait biologi. Salah satu komponen yang mendukung perkembangan ini adalah melalui penggunaan sumber belajar menarik. Di dalam pembelajaran, dikenal sumber belajar yang digunakan sebagai literatur dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Sumber belajar dalam dunia pendidikan terbagi menjadi beberapa macam, salah satunya berbentuk cetakan berupa buku. buku berperan penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran (Undang-undang. 2008). Dalam Undang- Undang no. 2 Tahun 2008 pasal 1 disebutkan bahwa buku yang dibuat dapat

(2)

berupa buku teks pelajaran, buku panduan pendidik, buku referensi dan buku pengayaan.

Buku teks pelajaran yang digunakan sebagai sumber belajar lebih banyak berupa textbook, meskipun sudah ada penambahan gambar ilustrasi tetapi belum memberikan pengaruh yang cukup terhadap peningkatan minat baca peserta didik (Zahro, dkk.2014). Penurunan minat baca dapat disebabkan oleh rumitnya bahan ajar yang disampaikan sehingga peserta didik kurang tertarik untuk membaca buku termasuk biologi. Buku biologi yang beredar sekarang ini masih menunjukkan buku-buku keluaran lama dengan gaya penyampaian yang sulit untuk dipahami.

Masih terdapat teks yang panjang, penampilan warna yang kurang menarik dan gambar atau ilustrasi yang kurang jelas sehingga sulit dipahami oleh peserta didik.

Menurut observasi terkait sumber belajar biologi SMA di beberapa sekolah negeri, buku sumber belajar yang dipakai hanyalah buku teks biasa yang digunakan dari tahun ke tahun. Belum adanya sumber belajar menarik yang membantu peserta didik memahami materi yang disampaikan. Buku teks yang umumnya digunakan, dari sisi materi dirasa belum cukup untuk membantu peserta didik mencapai pemahaman yang baik. Ketersediaan sumber belajar juga sangat terbatas. Selain itu, di perpustakaan sekolah tidak ditemukan sumber belajar biologi selain buku paket.

Terdapat beberapa ensiklopedia yang biasanya dijadikan sebagai sumber belajar, namun ensiklopedia yang ditemukan berupa ensiklopedia budaya yang memuat tentang materi pelajaran lain dan tidak relevan dengan pembelajaran biologi.

Sumber belajar seharusnya disesuaikan dengan perkembangan zaman dan menampilkan contoh konkrit yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Sehingga akan menambah ketertarikan peserta didik terhadap materi yang akan dipelajari, terutama materi dengan konten yang banyak dan sulit dipahami.

Salah satunya yaitu materi dunia tumbuhan (plantae).

Materi plantae memiliki cakupan yang cukup luas karena mencakup 3 divisi yaitu Bryophyta, Pteridophyta dan Spermatophyta. Ketiga divisi tersebut dipelajari dalam satu pokok materi. Materi yang cukup luas membuat Peserta didik merasa sulit untuk mengingat materi pelajaran. Oleh karena itu, diperlukan sumber belajar yang menarik yang dapat meningkatkan minat belajar Peserta didik. Susilana dan Riyana (2011) menyatakan bahwa sumber belajar menarik dapat menimbulkan

(3)

gairah belajar serta interaksi langsung antara Peserta didik dengan sumber belajar.

Sumber belajar cetak yang berisi gambar-gambar dan kata-kata menarik seperti ensiklopedia, diharapkan mampu membuat Peserta didik tertarik untuk belajar dan mencari informasi lebih banyak tentang materi yang sedang dipelajari.

Ensiklopedia yang dilengkapi dengan gambar yang menarik diharapkan dapat menimbulkan motivasi dan minat belajar Peserta didik, meningkatkan kemampuan berfikir kritis, dan mendorong keinginan untuk berdiskusi.

Ensiklopedia sebagai sumber belajar dapat menambah kemenarikan tampilan materi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar, minat belajar dan efektivitas dalam belajar. Sumber belajar seperti ensiklopedia dapat merangsang peserta didik untuk berfikir kritis dengan kemampuan imajinasinya dalam membaca hal-hal baru. Ensiklopedia juga dapat digunakan di lingkungan sekolah tanpa memerlukan koneksi internet dalam bentuk cetak dan buku elektronik untuk digunakan pada masa pembelajaran daring.

Ensiklopedia dapat mengangkat tema tertentu seperti mengenai tumbuhan dengan potensi lokal suatu daerah agar Peserta didik dapat mempelajari materi sekaligus mengetahui potensi lokal yang ada didaerahnya. Potensi lokal merupakan sumber daya yang terdapat dalam suatu wilayah tertentu yang mencakup keberadaan masyarakat adat, hak masyarakat dan pola penguasaan atas pengelolaan sumber daya alam dalam suatu wilayah. Potensi lokal perlu untuk dilestarikan dan dikembangkan. Maka inovasi dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui pengembangan sumber belajar berupa ensiklopedia dengan materi Plantae yang berisi gambar-gambar dengan tema potensi lokal.

Ensiklopedia tumbuhan dengan potensi lokal ini selain menyertakan materi dan pemahaman seputar kingdom plantae, juga memiliki informasi-informasi menarik yang berhubungan dengan plantae dan dikemas dalam gambar-gambar yang disajikan secara terstruktur dan menarik. Hal tersebut dapat mempermudah Peserta didik memahami materi pokok plantae dengan gambar-gambar yang menarik dan nyata. Menggunakan ensiklopedia dalam mempelajari materi pokok plantae selain diharapkan dapat menjadi sumber belajar utama selain buku teks yang biasa digunakan, juga dapat menumbuhkan rasa cinta peserta didik dengan

(4)

dunia tumbuhan dan daerahnya sehingga dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap pelestarian tumbuhan.

Kabupaten Musi Banyuasin merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam. Wilayah hutan yang luas menjadikan Muba memiliki keanekaragaman hayati dan jenis-jenis tumbuhan yang banyak pula. Banyak tumbuhan lokal yang tumbuh di kawasan hutan di Musi Banyuasin dan menjadi ciri khas dari kabupaten MUBA. Beberapa diantaranya adalah ramanas, dian imbe (durian rimba). Pedare, banono, dan gambir. Tumbuhan-tumbuhan khas tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan oleh masyarakat.

Jenis tumbuhan lokal yang melimpah di kabupaten Musi Banyuasin tidak diimbangi dengan publikasi yang menarik kepada masyarakat luas sehingga belum banyak yang mengetahui jenis maupun kegunaan dari tanaman lokal tersebut.

Bahkan beberapa jenis sudah sulit ditemui keberadaannya dan terancam punah.

Padahal tumbuhan lokal tersebut dapat memberikan dampak baik dari segi ekonomi maupun sosiologi masyarakat. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan kekayaan lokal jenis tumbuhan ini salah satunya melalui pendidikan dengan dikaitkan dengan materi pembelajaran.

Penelitian serupa pernah dilakukan oleh Anwari (2015) yang mengembangkan bahan ajar berbasis kearifan lokal di Taman Nasional Gunung Merapi Yogyakarta, hasilnya menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran berdasarkan penilaian ahli, review dari guru dan respon peserta didik. Mulia (2019) juga melakukan penelitian dengan mengembangkan ensiklopedia tanaman obat sebagai sumber belajar, hasilnya media yang dikembangkan efektif untuk digunakan menurut para ahli dan mampu meningkatkan keberhasilan belajar peserta didik sebesar 87% sesuai dengan kriteria peneliti. Suratmi, et. al. (2017) melakukan penelitian tentang keunggulan lokal Sumatera Selatan sebagai Sumber Belajar, hasilnya menunjukkan data bahwa Kabupaten Musi Banyuasin memiliki 8 Potensi lokal Alam yang bisa menunjang pembelajaran.

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan, terdapat kesenjangan dengan fakta empiris yang ada maka penting dan mendesak dilakukan penelitian pengembangan sumber belajar. oleh karena itu judul

(5)

penelitian yang akan dilakukan pada studi akademik ini adalah “Pengembangan Ensiklopedia plantae pada Mata Pelajaran Biologi SMA Berbasis Potensi Lokal di Kabupaten Musi Banyuasin”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah penelitian dengan pertanyaan berikut:

1.2.1 Bagaimana proses perancangan Ensiklopedia tumbuhan berbasis potensi local kabupaten Musi Banyuasin?

1.2.2 Bagaimana proses pengembangan Ensiklopedia tumbuhan berbasis potensi lokal kabupaten Musi Banyuasin?

1.2.3 Bagaimana persepsi peserta didik terhadap ensiklopedia plantae berbasis potensi lokal Kabupaten Musi Banyuasin yang telah dikembangkan?

1.2.4 Bagaimana persepsi guru terhadap kebergunaan ensiklopedia plantae berbasis potensi lokal Kabupaten Musi Banyuasin?

1.3 Tujuan Pengembangan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk

1.3.1 Mendeskripsikan proses perancangan Ensiklopedia tumbuhan berbasis potensi lokal kabupaten Musi Banyuasin

1.3.2 Mendeskripsikan proses pengembangan Ensiklopedia tumbuhan berbasis potensi lokal kabupaten Musi Banyuasin.

1.3.3 Mengetahui persepsi peserta didik terhadap ensiklopedia plantae berbasis potensi lokal Kabupaten Musi Banyuasin yang telah dikembangkan 1.3.4 Mengetahui persepsi guru terhadap kebergunaan ensiklopedia plantae

berbasis potensi lokal Kabupaten Musi Banyuasin

1.4 Spesifikasi Produk Pengembangan

Spesifikasi produk dalam penelitian pengembangan ini adalah:

1.4.1 Ensiklopedia plantae berbentuk media cetak berwarna dengan ukuran kertas A4 (27,2 x 20,2 cm) dan cover dengan kertas artpaper 120 gram.

(6)

1.4.2 Ensiklopedia plantae memuat gambar serta tulisan dengan font dan spasi yang menarik untuk menstimulasi peserta didik agar tertarik untuk membaca ensiklopedia tersebut

1.4.3 Ensiklopedia plantae berisi informasi tentang tumbuhan lokal yang tumbuh di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan memiliki potensi untuk dikembangkan yaitu: gambir, durian rimba, remanas, petanang, dan pedare.

1.4.4 Ensiklopedia tersusun atas struktur dan komponen-komponen pada buku sebagai berikut: Halaman judul, persembahan, perkenalan singkat daerah yang diangkat dalam ensiklopedia, daftar isi, petunjuk penggunaan ensiklopedia, nama tumbuhan lokal beserta gambar, klasifikasi, struktur morfologi, pemanfaatan tumbuhan lokal, daftar pustaka, glosarium, dan tentang penulis.

1.5 Manfaat Pengembangan

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat yaitu:

1.5.1 Memberikan kontribusi berupa sumber belajar dalam bentuk ensiklopedia tumbuhan berbasis potensi lokal, menjadi sumber referensi bagi guru untuk mengarjakan materi plantae dengan mengaitkan potensi daerah dan materi ajar, memotivasi dan menambah ketertarikan peserta didik mempelajari biologi serta menambah wawasan peserta didik tentang potensi daerahnya.

1.5.2 Menambah khasanah ilmu pengetahuan dan menjadi referensi bagi peneliti lain untuk melakukan pengembangan lebih lanjut maupun dieksperimenkan dalam pembelajaran.

1.6 Batasan Pengembangan

Agar tidak terlalu melebar atau keluar dari prosedur pengembangan yang akan digunakan, peneliti membatasi penelitian ini. Batasan itu berupa:

1.6.1 Materi yang akan dikembangkan dalam ensiklopedia adalah materi plantae yang sesuai dengan materi biologi SMA kelas X dan terbatas pada divisi spermatophyta jenis tumbuhan lokal di kabupaten Musi Banyuasin yang memiliki potensi untuk di kembangkan dan yang keberadaannya mulai langka.

(7)

1.6.2 Materi yang akan dikembangkan hanya materi yang bermuatan potensi lokal kabupaten Musi Banyuasin yaitu tumbuhan gambir, remanas, pedare, petanang, dan durian rimba.

1.7 Definisi Istilah

Ensiklopedia : Karya referensi yang berisi rangkuman informasi dari semua cabang pengetahuan atau dari bidang tertentu. Ensiklopedia terbagi dalam artikel atau entri yang sering disusun menurut alfabet dan terkadang oleh kategori tematik.

Ensiklopedia Plantae : Referensi atau ringkasan yang berisi informasi tentang dunia tumbuhan dengan tema tertentu dan disusun secara alfabetis.

Potensi Lokal di Muba

: Kekayaan alam berupa kekayaan flora, fauna, budaya, dan Sumber daya Manusia pada suatu daerah.

Referensi

Dokumen terkait

Hipotesis yang diajukan peneliti dalam penelitian ini adalah ada perbedaan kematangan cinta antara pria dan wanita usia dewasa awal.. Uji statistik yang digunakan untuk

Data yang diperoleh pada penelitian ini yaitu hasil penilaian pre-test, treatment dan hasil nilai post- test dari penelitian pengaruh model induktif kata bergambar

Kriteria inklusi: (1) Pasien yang didiagnosis batu saluran kencing dan dilakukan penatalasanaan non invasif, minimal invasif atau invasif di RSUD Arifin

Salah satu sumber energi alternatif yang bisa dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif adalah hybrid solid fuel dari energi batubara muda (brown coal) yang

Secara keseluruhan dapat dijelaskan bahwasanya baik secara bersamaan maupun secara sendiri – sendiri, ketiga variabel yaitu persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah,

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang resiko perkawinan dini dalam kehamilan di Lingkungan II Kelurahan Tanjung

[r]

Asia markets were sluggish on Friday as the steel and automotive producers led after the announcement of steel and aluminium import tariff by the U.S... Cut Loss If