BAB III
METODE PENELITIAN 1.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian causal comparative.
Menurut Soesilo, T. D. (2018) Penelitian causal comparative digunakan untuk menguji, apakah suatu variabel memiliki pengaruh terhadap variabel lainnya, dan dapat digunakan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan relatif variabel bebas terhadap keberadaan variabel terikatnya.
1.2. Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono (2018), Variabel Penelitian yaitu segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Adapun variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Variabel bebas : Motivasi Belajar dan Kesiapan Belajar 2. Variabel terikat : Prestasi Belajar
1.3. Definisi Operasional 1.3.1. Motivasi Belajar
Motivasi belajar merupakan kondisi seseorang untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar dapat di ukur melalui beberapa aspek yakni
ketekunan, keuletan, penghargaan, kegiatan yang menarik, dan dukungan lingkungan.
1.3.2. Kesiapan Belajar
Kesiapan adalah kesiapan yang timbul dari dalam diri siswa untuk merespon sesuatu. Seorang siswa yang memiliki kesiapan pada saat pembelajaran akan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Kesiapan belajar dapat diukur melalui kondisi fisik, mental, emosional, kebutuhan sarana dan prasarana serta informasi.
1.3.3. Prestasi Belajar
Prestasi belajar merupakan prestasi belajar adalah hasil belajar dimana terdapat perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Prestasi belajar dapat diukur melalui aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan nilai siswa yang berupa rata-rata nilai raport semester 2 tahun ajaran 2021/2022.
1.4. Populasi dan Sampel 1.4.1. Populasi
Menurut Sugiyono (2018), “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan yang mempunyai karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.”. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswa SMP Islam Sudirman Tengaran tahun ajaran 2021/2022 yang berjumah 40 siswa terdiri dari 18 siswa kelas VIII dan 22 siswa kelas IX.
1.4.2. Sampel
Menurut Sugiyono (2018) mengatakan bahwa “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Sampel pada penelitian ini adalah total siswa kelas VII dan VIII SMP Islam Sudirman Tengaran Tahun Pelajaran 2021/2022 serta menggunakan teknik total sampling karena jumlah siswa yang relatif sedikit (kurang dari 50 responden). Teknik total sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara keseluruhan, hal ini sesuai dengan pernyataan Sugiyono (2018) yang menyatakan bahwa total sampling adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel yakni 40 siswa.
1.5. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengambilan data menggunakan angket/kuesioner. Menurut Sugiyono (2018) “Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”.
Penulis dalam melakukan skala pengukuran yaitu diukur menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2018) “skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial”. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Peneliti membagi alternatif jawaban diantaranya Selalu (SL), Sering (SR), Kadang-Kadang (KD), dan Tidak Pernah (TP). Pada bagian ini tambahkan kalimat pengantar penjelasan table 3.1
Tabel 3.1 Skoring Simbol
Alternatif Jawaban
Keterangan
Skor Item
F UF
SL Selalu 4 1
SR Sering 3 2
JR Kadang-Kadang 2 3
TP Tidak Pernah 1 4
1.5.1. Angket Variabel Motivasi Belajar
Instrumen pengumpulan data motivasi belajar digunakan untuk mengungkap seberapa besar motivasi belajar siswa. Kisi-kisi dan
instrumen angket dalam penelitian ini adalah hasil adaptasi dari angket penelitian Trisnawaty (2022) berdasarkan teori dari Hamzah B Uno tahun 2013. Aspek yang diukur meliputi ketekunan dan keinginan berhasil, keuletan dan kebutuhan belajar, penghargaan, ketertarikan, dukungan lingkungan belajar. Berikut ini adalah susunan kisi-kisi angket variabel motivasi belajar:
Tabel 3.2. Kisi-Kisi Angket Motivasi Belajar
Konsep Aspek Item Pernyataan
Jumlah
F UF
Teori Motivasi Belajar (Hamzah B Uno, 2013).
Dorongan internal dan eksternal dalam diri siswa untuk mencapai perubahan tingkah laku dalam belajar
1. Ketekunan dan
keinginan berhasil 1,3 2 3
2. Keuletan dan
kebutuhan belajar 4,6 5 3
3. Penghargaan/reinf
orcement 7,8 9 3
4. Ketertarikan
(interested) 10,11 12 3
5. Dukungan
lingkungan belajar 13,14,15 0 3
Jumlah 11 4 15
1.5.2. Angket Variabel Kesiapan Belajar
Instrumen pengumpulan data kesiapan belajar digunakan untuk mengungkap seberapa siap siswa dalam menjalani pembelajaran. Kisis- kisi dan instrumen angket dalam penelitian ini adalah hasil yang dikembangkan pribadi oleh peneliti berdasarkan teori Slameto tahun
2010. Beberapa aspek yang digunakan sebagai acuan adalah kondisi fisik, kondisi mental, kondisi emosional, kebutuhan sarana dan prasarana serta informasi dari berbagai sumber. Berikut ini adalah susunan kisi-kisi angket variabel kesiapan belajar:
Tabel 3.3. Kisi-Kisi Angket Kesiapan Belajar
Konsep Aspek Item Pernyataan
Jumlah
F UF
Teori Kesiapan Belajar (Slameto, 2010). Sikap siap yang timbul untuk memberikan respon terhadap suatu kondisi
1. Kondisi Fisik 1,3 2 3
2. Kondisi Mental 4,6 5 3
3. Kondisi emosional 8,9 7 3 4. Kebutuhan Sarana
dan Prasarana 10,11 12 3
5. Informasi dari
berbagai sumber 13,14 15 3
Jumlah 10 5 15
1.5.3. Studi Dokumentasi Variabel Prestasi Belajar
Menurut Sugiyono (2018) dokumentasi adalah catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar dan karya monumental dari seseorang. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai raport semester 2 siswa kelas VIII dan IX SMP Islam Sudirman Tengaran tahun ajaran 2021/2022. Untuk keperluan pengumpulan data, peneliti meminta berkas melalui bagian tata usaha (TU) di sekolah tersebut
1.6. Validitas dan Reliabilitas 1.6.1. Uji Validitas
Azwar (2013) mengemukakan “kriteria item yang memenuhi syarat yaitu aitem yang memiliki koefisien korelasi minimal 0.250. Item yang memiliki koefisien korelasi dibawah 0.250 dianggap tidak memuaskan karena memiliki daya diskriminasi yang rendah sehingga tidak digunakan dalam penelitian.”
Untuk menafsirkan hasil uji validitas, kriteria yang digunakan adalah:
a. Jika nilai rhitung lebih besar (>) dari nilai rtable maka item kuesioner dinyatakan valid dan dapat digunakan.
b. Jika nilai rhitung lebih kecil (<) dari nilai rtabel maka item kuesioner dinyatakan tidak valid dan tidak dapat dipergunakan.
Tabel 3.4 Uji Validitas Instrumen Motivasi Belajar
Berdasarkan tabel 3.4., dapat diperoleh gambaran bahwa nilai corrected item- total correlation paling tinggi adalah 0.765 dan corrected item- total correlation paling rendah adalah 0.287. Seluruh nomor pernyataan instrumen angket motivasi belajar telah memenuhi daerah kritis kevalidan yakni lebih dari 0.250. Artinya seluruh nomor pernyataan yang berjumlah 15 item dapat digunakan dalam penelitian.
Tabel 3.5 Uji Validitas Instrumen Kesiapan Belajar
Item-Total Statistics Item-Total Statistics Scale Mean if
Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item- Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item
Deleted
X1 39.9000 57.266 .420 .857
X2 39.8000 58.717 .359 .859
X3 39.2333 58.737 .308 .862
X4 38.9667 58.930 .418 .857
X5 39.8667 56.051 .546 .851
X6 39.7333 53.582 .673 .844
X7 39.8667 58.120 .378 .859
X8 39.3000 52.355 .765 .838
X9 39.6333 59.895 .287 .862
X10 39.4000 53.903 .715 .842
X11 40.1667 52.489 .665 .843
X12 39.7333 53.720 .583 .848
X13 39.7000 57.183 .384 .859
X14 39.4333 56.116 .578 .850
X15 39.8000 54.510 .450 .858
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item- Total Correlation
Cronbach’s Alpha if Item
Deleted
Y1 34.6000 54.593 .760 .819
Y2 35.1667 56.902 .443 .838
Y3 34.8333 57.868 .481 .835
Y4 34.8333 59.592 .397 .839
Y5 35.0000 58.828 .442 .837
Y6 34.3000 59.459 .370 .841
Y7 35.1333 59.637 .324 .844
Y8 34.6333 59.068 .454 .836
Y9 34.7333 58.409 .444 .837
Y10 34.1667 58.006 .514 .833
Y11 34.7667 54.599 .561 .830
Y12 35.1667 56.902 .460 .836
Y13 34.8000 57.752 .544 .832
Y14 35.7333 56.340 .573 .829
Y15 34.8000 58.855 .371 .841
Berdasarkan hasil uji di atas, dapat diperoleh gambaran bahwa nilai corrected item- total correlation paling tinggi adalah 0.760 dan corrected item- total correlation paling rendah adalah 0.324. Seluruh nomor pernyataan instrumen angket kesiaapan belajar telah memenuhi daerah kritis kevalidan yakni lebih dari 0.250. Artinya seluruh nomor pernyataan yang berjumlah 15 item dapat digunakan dalam penelitian.
1.6.2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan mengunakan objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2018). Metode yang digunakan untuk menguji reliabilitas
untuk setiap variabel menggunakan model Cronbach’s Alpha. Nilai tingkat keandalan Cronbach’s Alpha dapat ditunjukkan pada tabel 3.5.
Tabel 3.6 Nilai Cronbach’s Alpha
Nilai Cronbach’s Alpha Tingkat Keandalan
0.90 Sangat bagus
0.80 Bagus
0.70 Dapat diterima
0.60 Meragukan
0.50 Buruk
0.40 Tidak dapat diterima
Tabel 3.7 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Motivasi Belajar
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
N of Items
.861 15
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai cronbach’s alpha sebesar 0.861. Artinya intrumen angket variabel motivasi belajar dapat dikatakan reliabel dengan kategori bagus.
Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Kesiapan Belajar
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
N of Items
.845 15
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai cronbach’s alpha sebesar 0.845. Artinya intrumen angket variabel kesiapan belajar dapat dikatakan reliabel dengan kategori bagus.
Berdasarkan rangkaian uji validitas dan reliabilitas maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pada angket motivasi belajar dan kesiapan belajar dapat dikatakan valid dan reliabel. Tingkat reliabilitas masing-masing angket berada pada kategori bagus.
1.7. Teknik Analisis
Untuk mengetahui pada tingkat mana pengaruh motivasi dan kesiapan belajar terhadap prestasi belajar siswa SMP Islam Sudirman Tengaran adalah dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif yakni regresi linier berganda menggunakan program for window release 21.0. Sebelum melakukan uji regresi, dilakukan uji presyarat terlebih dahulu yakni uji linieritas, homogenitas dan normalitas.