Pada bagian bab pembahasan ini akan berisikan kajian tundaan di wilayah studi yaitu di ruas Jalan Sukajadi. Adapun dalam bab ini akan membahas beberapa bagian secara runtut yaitu berupa analisis bagi penemuan dan arahan berdasarkan maksud dan tujuan studi yang terdiri dari : waktu pengamatan dan moda angkutan (waktu pengamatan serta jenis dan ukuran moda angkutan); arus kendaraan (volume kendaraan, kecepatan kendaraan, kepadatan kendaraan, waktu antara, dan jarak antara); tingkat pelayanan (kapasitas, kecepatan bergerak nyata dan rasio volume per kapasitas); tundaan (waktu bergerak kecepatan rata-rata dan waktu tunda kepadatan lalu-lintas); tinjauan terhadap tingkat pelayanan jalan; serta faktor yang berpengaruh pada tundaan (lingkungan, moda angkutan, dan perilaku pemakai jalan) dan waktu tundaan yang diakibatkannya pada lokasi pengamatan
4.1 Waktu Pengamatan dan Moda Angkutan
Penelitian atau pengamatan di lapangan (survei primer) berupa perhitungan lalu-lintas (traffic counting), yaitu volume arus lalu-lintas dan faktor yang mempengaruhi terjadinya tundaan pada wilayah studi, yang dilaksanakan berdasarkan kategori waktu (hari dan jam), ruas jalan, dan keadaan (cuaca). Pemilihan kategori tersebut diasumsikan mewakili kondisi dan keadaan lainnya yang seragam, dengan rincian sebagai berikut :
• Hari terpadat arus lalu-lintas dengan karakteristik yang berbeda berdasarkan aktivitas dominan per minggu, yaitu: Senin (hari kerja) dan Minggu.
• Jam terpadat lalu-lintas (jam sibuk) per hari yaitu: Pagi (06.00-08.00); Siang (11.00-13.00); dan Sore (16.00-18.00).
• Cuaca yang berpengaruh pada tingkat bangkitan atau tarikan pergerakan pada jam puncak, yaitu: cerah, mendung, ataupun hujan.
umum, dan semi trailer. Ukuran kendaraan untuk perencanaan yang mewakili kelompok kendaraan dalam satu ukuran standar adalah untuk penentuan kendaraan rencana, fungsi jalan, dan jenis kendaraan dominan yang direncanakan pada jalan tersebut atau perencanaan persimpangan (tikungan) dan lebar median memutar (U Turn) dimana sangat berpengaruh pada perhitungan kapasitas sistem jaringan jalan.
4.2 Arus Kendaraan
Arus kendaraan, yaitu analisis yang bertujuan mengetahui arus kendaraan pada suatu ruas jalan dengan menghitung volume, kecepatan, kepadatan lalu-lintas, jarak dan waktu antara kendaraan. Persamaan analisis arus kendaraan tersebut adalah sebagai berikut :
• Volume kendaraan (smp/jam): V = n / T (1.1) • Kecepatan kendaraan (km/jam): U = s / t (1.2) • Kepadatan kendaraan (smp/km): D = V / U (1.3) • Waktu antara kendaraan (jam): H = t / D (1.4) • Jarak antara kendaraan (m): S = U x H (1.5) Keterangan :
n = jumlah kendaraan (smp) T = waktu pengamatan (jam) s = jarak tempuh (km) t = waktu tempuh (jam)
4.2.1 Volume Kendaraan
Volume adalah kriteria lalu-lintas dengan prinsip volume totalnya harus lebih kecil dibanding kapasitas jalan dan tidak selalu tetap, artinya akan bervariasi dan tergantung dari interval yang digunakan (musim atau bulan dalam setahun; minggu dalam sebulan; hari dalam seminggu; atau jam dalam sehari).
tabel lampiran. Hasil empiris tersebut per ruas pengamatan disajikan pada tabel di bawah ini.
TABEL IV.1
VOLUME DAN KOMPOSISI MODA PADA RUAS 1 (SIMPANG EYCKMAN – SUKAMAJU) HARI KERJA (SENIN)
Waktu Arah Volume Moda Rata-Rata (vol/pengamatan)
MC LV HV Pagi (06.00-08.00) U-S 1494 1472 13 S-U 1415 577 42 Siang (11.00-1300) U-S 1118 1036 38 S-U 1222 637 50 Sore (16.00-18.00) U-S 1595 1061 25 S-U 1317 630 20 Sumber : Survai Primer, 2007
TABEL IV.2
VOLUME DAN KOMPOSISI MODA PADA RUAS 2 (SIMPANG SUKAMAJU – SUKAWANGI) HARI KERJA (SENIN)
Waktu Arah Volume Moda Rata-Rata (vol/pengamatan)
TABEL IV.3
VOLUME DAN KOMPOSISI MODA PADA RUAS 1 (SIMPANG EYCKMAN – SUKAMAJU) HARI LIBUR
Waktu Arah Volume Moda Rata-Rata (vol/pengamatan)
MC LV HV Pagi (06.00-08.00) U-S 851 520 11 S-U 734 543 6 Siang (11.00-1300) U-S 962 647 16 S-U 1063 843 10 Sore (16.00-18.00) U-S 1264 921 12 S-U 1197 738 8 Sumber : Survai Primer, 2007
TABEL IV.4
VOLUME DAN KOMPOSISI MODA PADA RUAS 2 (SIMPANG SUKAMAJU – SUKAWANGI) HARI LIBUR (MINGGU)
Waktu Arah Volume Moda Rata-Rata (vol/pengamatan)
MC LV HV Pagi (06.00-08.00) U-S 864 637 6 S-U 934 740 14 Siang (11.00-1300) U-S 971 842 11 S-U 1063 729 8 Sore (16.00-18.00) U-S 1240 731 16 S-U 1159 834 10 Sumber : Survai Primer, 2007
Berdasarkan data dalam tabel volume lalu-lintas di atas, dapat diidentifikasi bahwa total volume lalu-lintas harian rata-rata pada hari kerja adalah sebesar 13.762 kend/jam atau 9740 smp/jam pada ruas 1 dan 14.072 kend/jam atau 10.213 smp/jam pada ruas 2. Sedangkan total volume lalu-lintas harian rata-rata pada hari libur yaitu sebesar 10.346 kend/jam atau 8200 smp/jam pada ruas 1 dan 10.809 kend/jam atau 8437 smp/jam pada ruas 2. dari data di atas juga dapat disimpulkan bahwa jenis kendaraan terbanyak selama pengamatan berdasarkan volumenya adalah sepeda motor, kemudian disusul kendaraan ringan (light vehicle) yang meliputi mobil penumpang, jeep, minibus, pik up, sedangkan kendaraan berat (heavy vehicle) yang meliputi truk, truk trailer dan bis menempati urutan terakhir. Berdasarkan volume smp sebagai satuan kapasitas, maka kendaraan jenis ringan (light vehicle) menempati volume terbanyak, disusul sepeda motor dan kendaraan berat (heavy vehicle) tetap menempati urutan terakhir sebagai volume kendaraan yang paling kecil.
Dari data dan informasi yang diperoleh pada tabel IV.2 dan IV.3 dapat diketahui bahwa jumlah kendaraan selama pengamatan dalam traffic counting pada waktu puncak hari kerja per 15 menit berkisar rata-rata 9740 smp pada ruas 1 dan 10.213 smp pada ruas 2. Dengan demikian perhitungan volume lalu-lintas rata-rata per jam (persamaan 1.1) selama pengamatan pada hari kerja dapat dianalisis sebagai berikut :
• Pengamatan Ruas 1
V1 : 9740 smp/ 6 jam = 1624/6 = 271 smp/jam • Pengamatan Ruas 2
V2 : 10.213 smp/ 6 jam = 1703/6 = 284 smp/jam
Sedangkan perhitungan volume lalu-lintas rata-rata per jam selama pengamatan pada hari libur (sabtu& minggu) dapat dianalisis sebagai berikut : • Pengamatan Ruas 1
V1 : 8200 smp/ 6 jam = 1367/6 = 228 smp/jam • Pengamatan Ruas 2
V2 : 8437 smp/ 6 jam = 1407/6 = 235 smp/jam
Volume lintas rata-rata selama sejam jika dihubungkan dengan lalu-lintas harian rata-rata (LHR) selama 24 jam mencapai 5472 smp untuk ruas 1 dan mencapai 5640 smp untuk ruas 2. Dimana ruas pengamatan 2 dapat menampung lebih besar volume kendaraan dibanding ruas pengamatan 1 pada waktu hari libur (sabtu & minggu).
4.2.2 Kecepatan Kendaraan
Kecepatan kendaraan terbagi menjadi dua bagian, yaitu kecepatan rata-rata ruang (jumlah jarak per jumlah waktu perjalanan) dan kecepatan rata-rata waktu (kecepatan rata-rata kendaraan pada satu titik pengamatan dalam interval waktu tertentu). Pada penelitian studi tundaan ini dipergunakan perhitungan kecepatan berdasarkan kecepatan rata-rata ruang (persamaan 1.2) dengan panjang rute (ruas pengamatan) sebesar 200 meter, sehingga akan didapatkan hasil perhitungan kecepatan untuk waktu puncak pada hari kerja sebagai berikut :
• Ruas Pengamatan 1
U1 : 200 m (0,2 km) / 1,1 menit (0,018 jam) = 11,1 km/jam • Ruas Pengamatan 2
U2 : 200 m (0,2 km) / 0,9 menit (0,015 jam) = 13,3 km/jam
Sedangkan hasil perhitungan kecepatan rata-rata ruang pada hari libur adalah sebagai berikut :
• Ruas Pengamatan 1
U1 : 200 m (0,2 km) / 0,7 menit (0,011 jam) = 18 km/jam • Ruas Pengamatan 2
Hasil perhitungan di atas memperlihatkan bahwa kecepatan kendaraan dengan jarak tempuh lebih besar secara berurutan terjadi pada ruas pengamatan 2 kemudian ruas pengamatan 1 atau cenderung lebih besar pada lokasi yang jarang volume atau arus lalu-lintas. Sehingga dapat teridentifikasi bahwa variasi kecepatan berkisar 11,1-13,3 km/jam pada hari kerja dan variasi kecepatan berkisar 18-22 km/jam pada hari libur. Temuan data ini dapat dibandingkan dengan standar batasan jalan kolektor yang seyogyanya sebesar 50-60 km/jam (sehingga kelas jalan Sukajadi ini tergolong kelas F standar untuk jalan dalam kota).
Proporsi nilai kecepatan rata-rata pada setiap ruas pengamatan dapat dilihat pada ilustrasi keterkaitan antara kecepatan rata-rata kendaraan dengan titik pengamatan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 4.1
Kecepatan Rata-rata Per Titik Pengamatan di Wilayah Studi saat hari kerja
Keterangan (Gambar 4.1 dan 4.2) :
Gambar 4.2
Kecepatan Rata-rata Per Titik Pengamatan di Wilayah Studi saat hari libur
Penyesuaian dengan standar kecepatan rata-rata untuk jalan wilayah studi adalah 50 km/jam pada jalan dalam kota, dimana pada lokasi pengamatan hanya berkisar antara 11,1-13,3 km/jam pada hari kerja dan antara 18-22 km/jam pada hari libur atau dengan tingkat pelayanan jalan yang sangat rendah (kelas F) dengan karakteristik akan terjadi antrian panjang/kemacetan pada jam puncak/ peak hour (sibuk).
4.2.3 Kepadatan Kendaraan
Kepadatan lalu-lintas merupakan jumlah kendaraan yang lewat pada suatu bagian tertentu dari sebuah jalur jalan dalam satu atau dua arah selama jangka waktu, keadaan jalan serta lalu-lintas tertentu. Kepadatan lalu-lintas empiris (persamaan 1.3) yang terjadi di wilayah studi pada hari kerja adalah sebagai berikut :
• Pengamatan Ruas 1
D1 : 271 smp/jam / 11 km/jam = 25 smp/km • Pengamatan Ruas 2
D 2 : 284 smp/ 13,3 km = 21 smp/km
Sedangkan kepadatan lalu-lintas empiris yang terjadi di wilayah studi pada hari libur adalah sebagai berikut :
D1 : 228 smp/jam / 18 km/jam = 13 smp/km • Pengamatan Ruas 2
D 2 : 235 smp/ 22 km = 11 smp/km
Perhitungan di atas memperlihatkan bahwa kepadatan lalu-lintas lebih besar pada ruas pengamatan 1 dibanding ruas pengamatan 2 baik pada hari kerja maupun pada hari libur, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada ruas pengamatan 1 lebih berpotensial untuk terjadi tundaan dimana pada suatu waktu tertentu akan menyebabkan terjadinya kemacetan.
4.2.4 Waktu Antara
Waktu antara adalah lama atau rentang waktu yang dibutuhkan antar setiap kendaraan dalam melakukan pergerakan pada ruas jalan pengamatan (persamaan 1.4). Waktu antara pada setiap ruas pengamatan adalah sama walaupun sangat tergantung dengan waktu pengamatan dan kepadatan kendaraan, perhitungan waktu antara di setiap ruas tersebut pada hari kerja, adalah sebagai berikut :
• Pengamatan Ruas 1
H 1 : 1,1 menit (0,018 jam) / 25 smp/jam = 0,0007 jam • Pengamatan Ruas 2
H 2 : 0,9 menit (0,015 jam) / 21 smp/jam = 0,0007 jam
Sedangkan perhitungan waktu antara di setiap ruas tersebut pada hari libur adalah sebagai berikut :
• Pengamatan Ruas 1
H 1 : 0,7 menit (0,011 jam)/ 13 smp/jam = 0,0008 jam • Pengamatan Ruas 2
H 2 : 0,55 menit (0,009 jam)/ 11 smp/jam = 0,0008 jam
0,008 jam pada hari libur, jika dibandingkan dengan waktu antara standar yaitu antara 6 hingga 9 detik.
4.2.5 Jarak Antara
Jarak antara merupakan interval antara kendaraan yang berada di depan dengan kendaraan berikutnya dan sangat berpengaruh dalam menentukan kapasitas jalan yang baik untuk bergerak kendaraan. Jarak antara dihitung berdasarkan persamaan 1.5, dengan mempertimbangkan kecepatan kendaraan dan waktu antara, sehingga jarak antara yang dihitung pada hari kerja adalah sebagai berikut :
• Ruas Pengamatan 1
S1 : 11,1 km/jam x 0,0007 jam = 0,0078 km (7,8m) • Ruas Pengamatan 2
S2 : 13,3 km/jam x 0,0007 jam = 0,0093 km (9,3m)
Berdasarkan perhitungan di atas, maka dapat diidentifikasi bahwa jarak antara kendaraan akan semakin renggang/jarang atau rendahnya tingkat kepadatan lalu-lintas pada suatu ruas jalan akan menyebabkan semakin besarnya jarak yang terjadi dan sebaliknya. Jarak antara kendaraan terbesar pada ruas pengamatan adalah pada ruas pengamatan 2 (rendah) dan ruas pengamatan 1 (padat) baik itu dari pengamatan pada hari kerja maupun pada hari libur.
4.3 Tingkat Pelayanan
Tingkat pelayanan yaitu analisis secara kualitatif tentang kecepatan atau waktu perjalanan; kebebasan; kenyamanan; ekonomi dan analisis kuantitatif tentang kapasitas, kecepatan nyata dan rasio volume per kapasitas. Persamaan tingkat pelayanan tersebut adalah sebagai berikut :
• Kapasitas (smp/jam): C = Co*Fw*Fks*Fsp*Fsf*Fcs (1.6) • Rasio volume per kapasitas: PHF = V / C (1.7) Keterangan :
Co = kapasitas dasar (smp/jam)
Fks = faktor kesesuaian bahu dan trotoar Fsp = faktor kesesuaian pemisahan arah Fsf = faktor kesesuaian jalur pergerakan Fcs = faktor kesesuaian ukuran kota
4.3.1 Kapasitas Fasilitas
Kapasitas fasilitas jalan adalah jumlah kendaraan maksimum yang dapat melewati suatu penampang jalan pada jalur jalan selama 1 jam dengan kondisi serta arus lalu-lintas tertentu, dimana nilai kapasitas tersebut dapat disesuaikan antara kapasitas ideal atau dasar dengan kondisi jalan yang direncanakan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa data volume lalu-lintas pada jam puncak selama 6 jam pengamatan dikelompokkan pada jenis kendaraan cepat, berat dan sepeda motor (dalam satuan smp) beserta bagian geometri jalan dan standar empiris pada wilayah studi.
Kapasitas fasilitas pada ruas pengamatan 1 dan 2 beserta kondisi lingkungannya atau yang sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor kesesuaian seperti lebar jalur, trotoar dan bahu jalan, pemisahan arah, jalur pergerakan dan ukuran kota. Hal tersebut akan dijelaskan secara berurutan dengan berdasar pada data hasil analisis sebelumnya dimana kapasitas fasilitas dapat dihitung berdasarkan persamaan 1.6 sebagai berikut :
• Ruas pengamatan 1
C1 : 5700*0,68*1,01*0,97*1,00*1,00 = 3798 smp/jam • Ruas pengamatan 2
C2 : 5700*0,58*1,01*1,00*0,97*1,00 = 3238 smp/jam
4.3.2 Rasio Volume Per Kapasitas
Rasio volume merupakan faktor jam puncak yang perlu diketahui untuk menentukan tingkat pelayanan pada jalan tersebut, dimana merupakan perbandingan antara volume dengan kapasitas jalan. Rasio volume pada ruas pengamatan beserta kondisi lingkungannya akan dijelaskan berdasar kepada data hasil perhitungan sebelumnya, dimana dapat pula diketahui rasio volume per kapasitas dan hasil perhitungan tersebut adalah sebagai berikut :
• Ruas pengamatan 1
PHF1 : 1624 smp/jam / 3798 smp/jam = 0,42 • Ruas pengamatan 2
PHF2 : 1703 smp/jam / 3238 smp/jam = 0,53
Data di atas menyimpulkan bahwa rasio volume per kapasitas pada pengamatan ruas 1 dan pada ruas 2 berada pada tingkat pelayanan B, dengan adanya kemungkinan terjadi tundaan.
4.4 Tundaan
Tundaan, yaitu analisis waktu tundaan kendaraan dengan menghitung kecepatan kendaraan dan waktu bergerak kendaraan dengan menggunakan persamaan :
• Waktu bergerak kecepatan rata-rata (detik) :
tL = L/U * 3600/1000 (1.8)
• Waktu tunda kepadatan lalu-lintas (detik) :
tX = t^ - tL (1.9)
• Waktu tunda kepadatan lalu-lintas (%) :
t = tX / tY* 100 (1.10)
keterangan :
t^ = waktu gerak rata-rata (57 detik) tY = waktu perjalanan rata-rata (75 detik)
4.4.1 Waktu bergerak kecepatan rata-rata
Waktu bergerak kendaraan dengan kecepatan rata-rata diartikan sebagai bagian integral dari tundaan kecepatan yang sangat dipengaruhi oleh unsur panjang jarak atau rute pengamatan dan batas kecepatan. Perhitungan waktu bergerak rata-rata dilakukan dengan metode batas kecepatan dan metode kecepatan setempat rata-rata dengan gangguan minimum. Perhitungan tersebut merupakan identifikasi informasi dasar besaran kecepatan yang terjadi pada saat atau keadaan terjadi gerak.
Waktu bergerak kecepatan rata-rata pada hari kerja dengan menggunakan metode kecepatan setempat rata-rata per ruas dengan gangguan minimum (persamaan 1.8) adalah sebagai berikut :
• Ruas pengamatan 1
tL1 : 200m (0,2 km)/ 11,1 km/jam x 3600 / 1000 = 0,064 detik • Ruas pengamatan 2
tL2 : 200m (0,2 km)/ 13,3 km/jam x 3600 / 1000 = 0,054 detik
Sedangkan waktu bergerak kecepatan rata-rata yang dapat dihitung pada hari libur adalah sebagai berikut :
• Ruas pengamatan 1
tL1 : 200m (0,2 km)/ 18 km/jam x 3600 / 1000 = 0,04 detik • Ruas pengamatan 2
tL2 : 200m (0,2 km)/ 22 km/jam x 3600 / 1000 = 0,032 detik
lebih lama untuk bergerak dengan kecepatan rata-rata dibanding pada ruas 2 baik pada hari kerja maupun pada hari libur.
4.4.2 Waktu Tunda Kepadatan Lalu-lintas
Sebagai bagian integral dari tundaan kecepatan, maka waktu tunda kepadatan lalu-lintas dipengaruhi oleh unsur waktu gerak rata-rata dan waktu bergerak kecepatan rata-rata. Perhitungan waktu tunda kepadatan lalu-lintas dilakukan dengan metode batas kecepatan dan metode kecepatan setempat rata-rata pada ruas dengan gangguan minimum. Perhitungan tersebut merupakan identifikasi informasi dasar besaran kecepatan yang terjadi pada saat atau keadaan terjadi gerak.
Waktu tunda kepadatan lalu-lintas dengan menggunakan metode kecepatan setempat rata-rata pada ruas dengan gangguan minimum (persamaan 1.9) per ruas pengamatan pada hari kerja adalah sebagai berikut :
• Pengamatan ruas 1
tX1 : 57 detik - 0,064 detik = 56,93 detik
• Pengamatan ruas 2
tX2 : 57 detik – 0,054 detik = 56,95 detik
atau dalam persentase (persamaan 1.10) : • Pengamatan ruas 1
tX1 : 56,93 detik / 75 detik x 100 = 75,91%
• Pengamatan ruas 2
tX2 : 56,95 detik / 75 detik x 100 = 75,93 %
Sedangkan waktu tunda kepadatan lalu-lintas per ruas pengamatan pada hari libur adalah sebagai berikut :
• Pengamatan ruas 1
tX1 : 57 detik - 0,04 detik = 56,96 detik
• Pengamatan ruas 2
tX2 : 57 detik – 0,032 detik = 56,97 detik
tX1 : 56,96 detik / 75 detik x 100 = 75,95%
• Pengamatan ruas 2
tX2 : 56,97 detik / 75 detik x 100 = 75,96 %
KAWASAN JALAN SUKAJADI
Legenda :
dengan Waktu Tundaan
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN, DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2008
1 : 14361
U
Sumber : Hasil Pengamatan Lapangan, 2007 0 0,143 0,286 0,429 0,572 Km
Jalan Prof. Eykcman
Jalan Sederhana
Batas Ruas
A= arus kendaraan yg padat, kendaraan yg keluar masuk jalan lingkungan guna lahan sekitar,lampu lalu lintas B= 2,5 detik
C= 13,3 - 22 km/jam D= 56,93 detik
A= kendaraan parkir di badan jalan, angkot ngetem, arus padat, guna lahan sekitar, perilaku pemakai jalan B= 2,8 detik C= 11,1 - 18 km/jam D= 56,97 detik
A
B
C
D
Lokasi antara Jalan Karang Tinggal dengan Bank BNI SimpangJalan Eykcman Lokasi antara Bank Niaga (simpang Jalan Sirnamnah dgn RM Tomodachi(simpang Jalan Karang Sari)
Peyebab tundaan di lokasi Waktu antara kendaraan Kecepatan Rata-rata
Waktu Tundaan yang terjadi
Jalan Karang Tinggal
Jalan Sukamaju Jalan Bungur Tanjung Jalan Sirnamanah
Jalan Karang Sari
4.5 Penyebab Terjadinya Tundaan Di Jalan Sukajadi Berdasarkan Waktu dan Lokasi Tundaaan
Berdasarkan survai primer yang telah dilakukan di lokasi studi, terdapat sepuluh buah penyebab tundaan kecepatan pada kendaraan pribadi beroda empat di Jalan Sukajadi. Penyebab-penyebab ini diidentifikasi dengan dan dapat juga tanpa melihat arah maupun hari dan waktu terjadinya tundaan tersebut. Penyebab-penyebab tersebut adalah kendaraan yang keluar masuk jalan guna lahan sekitar, kendaraan umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang, penyeberang jalan, arus kendaraan yang padat, lampu lalu-lintas, kendaraan yang bergerak lamban, kondisi fisik jalan, adanya aktivitas pasar/toko atau pedagang kaki lima, kendaraan yang parkir di badan jalan, penyebab kecil lainnya seperti faktor manusia. Adapun penyebab-penyebab tundaan ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu tundaan yang bersifat operasional dan tundaan yang bersifat tetap. Tundaan operasional adalah tundaan yang disebabkan oleh adanya pengaruh dari suatu unsur lintas, baik dari dalam arus lintas itu sendiri maupun arus lalu-lintas dari luar. Sedangkan tundaan yang bersifat tetap adalah tundaan yang disebabkan oleh alat-alat pengendali lalu-lintas, terutama yang terdapat di persimpangan jalan. Selain itu, penyebab-penyebab tersebut juga dapat digolongkan berdasarkan unsur-unsur sistem dalam sistem transportasi mikro. Unsur-unsur sistem tersebut meliputi sistem kegiatan, sistem jaringan, dan sistem pergerakan.
mengakibatkan terjadinya perubahan guna lahan yang juga mengakibatkan perubahan bangkitan dan perubahan tarikan pergerakan. Perubahan pergerakan ini juga akan mempengaruhi sistem jaringan yang ada. Bila kondisi jaringan jalan dibiarkan pada kondisi eksisting maka akan terjadi masalah pada sistem jaringan jalan seperti kemacetan dan menurunnya tingkat pelayanan jalan.
Dari penyebab-penyebab tundaan yang terjadi di Jalan Sukajadi, sebagian besar merupakan tundaan yang terjadi dalam sistem pergerakan yaitu arus lalu-lintas. Sedangkan penyebab-penyebab tundaan lainnya, seperti penyeberang jalan, pasar atau pedagang kaki lima, dan faktor manusia merupakan tundaan yang terjadi dalam sistem kegiatan di Jalan Sukajadi karena melibatkan penduduk dengan segala aktifitasnya. Sedangkan penyebab tundaan kondisi fisik jalan dan lampu lalu-lintas termasuk dalam sistem jaringan karena merupakan sarana atau prasarana transportasi.
TABEL IV.5
Penyebab, Jenis Tundaan, serta Unsur Sistem Transportasi Penyebab Tundaan di Jalan Sukajadi
No Penyebab Tundaan Jenis Tundaan Unsur Sistem Transportasi
a Lampu lalu-lintas tetap jaringan
b Kendaraan yang keluar masuk jalan
lingkungan sekitar operasional pergerakan c Kendaraan yang keluar masuk guna
menurunkan penumpang
i Penyeberang jalan operasional kegiatan j Faktor lainnya kendaraan mogok,
kendaraan yang berbalik arah operasional kegiatan Sumber : Survai Primer, 2007
Berikut ini akan dijabarkan lebih dalam mengenai masing-masing penyebab terjadinya tundaan kecepatan di Jalan Sukajadi serta waktu tundaan yang ditimbulkan oleh penyebab tundaan tersebut berdasarkan perhitungan dan pengamatan dan juga berdasarkan lokasi dimana tempat masing-masing tundaan tersebut terjadi.
4.5.1 Lampu Lalu-lintas
KAWASAN JALAN SUKAJADI
Keterangan :
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN, DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2008
1 : 14361
U
Sumber : Hasil Pengamatan Lapangan, 2007 0 0,143 0,286 0,429 0,572
Jalan Prof. Eykcman Jalan Sederhana
Batas Ruas
WT
Lokasisimpang Jalan Sukajadi dengan Jalan Cemara
Lokasi simpang Jalan Sukajadi
dengan Jalan Bungur Tanjung
Lokasi batas gn
n
Jalan Sukajadi d Jalan Pasir Kaliki (perbatasan dengan simpang Jalan Eyckma )
Waktu Tunda
Jalan Karang Tinggal
Jalan Sukamaju Jalan Bungur Tanjung Jalan Sirnamanah
Jalan Karang Sari
Dari tiga buah lampu lalu-lintas yang ada di sepanjang ruas wilayah studi Jalan Sukajadi tersebut menghasilkan waktu tundaan yang berbeda-beda. Waktu tundaan terbesar terjadi yaitu pada lampu lalu-lintas yang menghubungkan Jalan Sukajadi (arah U-S) dengan Jalan Pasir Kaliki (perbatasan dengan simpang Jalan Eyckman) yaitu sebesar 87 detik. Sedangkan waktu tundaan yang ditimbulkan pada persimpangan empat juga berbeda. Waktu tundaan yang terjadi pada simpang Jalan Sukajadi dengan Jalan Cemara/Jalan Sirnamanah yaitu rata-rata sebesar 75 detik. Sedangkan terhadap persimpangan dengan Jalan Bungur Tanjung waktu tundaaan yang terjadi adalah sebesar 71 detik. Yang menjadi salah satu permasalahan lain yaitu karena terlalu lamanya lampu lalu-lintas yang menandakan untuk berhenti, sementara di sisi lain arus peningkatan volume kendaraan yang berada di Jalan Sukajadi ini terus bertambah dengan cepat yang dapat dilihat dengan antrian kendaraan yang sangat panjang. Sehingga tidaklah mengherankan meskipun ketika lampu lalu-lintas menandakan untuk berjalan, arus kendaraan di ruas jalan ini tidak sepenuhnya dapat berjalan dengan lancar.
4.5.2 Kendaraan yang Keluar Masuk Jalan Lingkungan Sekitar
KAWASAN JALAN SUKAJADI
Keterangan :
Lingkungan Sekitar
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN, DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2008
1 : 14361
U
Sumber : Hasil Pengamatan Lapangan, 2007 0 0,143 0,286 0,429 0,572 Km Jalan Prof. Eykcman
Jalan Sederhana
WT
Jalan Karang Sari Jalan Sukawangi Jalan Sukagalih
Waktu Tunda
Jalan Karang Tinggal
Jalan Sukamaju Jalan Bungur Tanjung Jalan Sirnamanah
Jalan Karang Sari
Jalan Cemara Jalan Sukawangi Jalan Sukagalih WT = 7 detik WT = 9 detik WT = 5 detik WT = 5 detik WT = 4 detik
Jalan Karang Tinggal
Jalan Sukamaju
4.5.3 Kendaraan yang Keluar Masuk Guna Lahan Sekitar
Perubahan guna lahan di Jalan Sukajadi dapat dikatakan sangat cepat. Jalan Sukajadi yang pada awalnya didominasi oleh guna lahan perumahan, saat ini telah didominasi oleh guna lahan komersial (Gambar 3.1 peta guna lahan). Hal ini disebabkan oleh diberlakukannya Jalan Sukajadi sebagai salah satu floating zone di Kota Bandung sehingga banyak guna lahan perumahan yang berubah menjadi daerah komersial maupun dari niaga/perusahaan/bank. Satu yang menjadi masalah adalah letak pintu masuk dan keluar dari guna lahan komersial tersebut. Banyak sekali dari guna lahan komersial itu yang berlokasi di tempat-tempat yang sangat menganggu arus lalu-lintas. Sebagai salah satu contoh misalnya seperti guna lahan komersial yang berlokasi dekat dengan lampu lalu-lintas. Dengan volume kendaraan yang tinggi dan arus kendaraan yang padat, keberadaan lampu lalu-lintas itu sendiri telah mengakibatkan adanya waktu tunda yang cukup besar bagi para pengendara kendaraan namun dengan adanya pintu keluar masuk guna lahan yang dekat dengan lampu lalu-lintas maka banyak pengendara kendaraan yang harus menanggung waktu tunda yang lebih banyak lagi akibat kendaraan yang keluar masuk guna lahan tersebut cukup banyak. Hal ini dapat dilihat pada keberadaan Hotel Garyota dan Bank Niaga yang berlokasi tepat pada simpang empat dekat lampu lalu-lintas. Arus kendaraan yang keluar masuk dari aktivitas hotel dan terutama kantor bank ini pada jam puncak dapat menimbulkan waktu tundaan sebesar 17 detik.
KAWASAN JALAN SUKAJADI
Keterangan :
Guna Lahan Sekitar
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN, DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2008
1 : 14361
U
Sumber : Hasil Pengamatan Lapangan, 2007 0 0,143 0,286 0,429 0,572 Km Jalan Prof. Eykcman
Jalan Sederhana
Kantor Bank Niaga
WT1
FO Vinotti Living & Rainbow Paris Van Java
Pertokoan Twig House
Waktu Tunda Hari Kerja
Jalan Karang Tinggal
Jalan Sukamaju Jalan Bungur Tanjung Jalan Sirnamanah
Jalan Karang Sari
Jalan Cemara Jalan Sukawangi Jalan Sukagalih WT 2= 8 detik WT 1 = 17 detik WT 2 = 5 detik WT 2 = 12 detik WT 1 = 15 detik WT 2 = 25 detik Restoran Tomodachi Restoran D’Cost Seafood
WT 2
Waktu Tunda Hari Libur4.5.4 Arus Kendaraan yang Padat
Arus kendaraan yang padat seringkali terjadi pada daerah-daerah yang banyak dilewati oleh kendaraan bermotor. Daerah-daerah ini biasanya memiliki guna lahan perdagangan dan jasa. Bila kita amati kondisi Jalan Sukajadi, maka akan terlihat bahwa semakin ke selatan kendaraan yang lewat akan semakin banyak dan tentu saja akan semakin padat. Hal ini disebabkan oleh guna lahan Jalan Sukajadi yang semakin ke selatan semakin banyak guna lahan perdagangan dan jasa yang merupakan salah satu faktor penarik pergerakan. Waktu tunda yang ditimbulkan oleh arus kendaraan yang sangat padat akan sulit untuk diketahui. Namun waktu tunda ini dapat diketahui dengan membandingkan waktu tempuh kendaraan pada saat arus kendaraan tidak padat (waktu tempuh bergerak) dengan waktu tempuh kendaraan pada saat arus kendaraan padat (waktu tempuh perjalanan). Perbedaan antara kedua waktu tersebut merupakan waktu tunda akibat arus kendaraan yang padat.
TABEL IV.6
Waktu Tunda dan Volume Moda Rata-rata di Jalan Sukajadi Berdasarkan Hari dan Waktu (detik)
Waktu Arah Volume Moda Rata-rata (smp/jam) Waktu Tempuh Perjalanan Waktu Tempuh
Bergerak Waktu Tunda
Waktu/Hari Kerja Libur Kerja Libur Kerja Libur Kerja Libur
Pagi U-S 2279 1782 243 217 201 181 42 36 S-U 2034 1883 260 223 223 184 37 39 Siang U-S 2192 1825 259 254 210 213 49 41 S-U 1909 1916 273 266 228 216 45 50 Sore U-S 2681 2197 275 274 223 215 52 59 S-U 1967 1943 282 291 226 236 57 55
Sumber : Hasil Perhitungan, 2008
waktu tunda dengan rata-rata antara 36 hingga 57 detik. Arus kendaraan terbesar pada hari kerja terjadi pada sore hari yang mencapai 2681 smp/jam dan menimbulkan waktu tunda sebesar 52 detik. Hal ini terjadi tentu karena mengingat bahwa pada jam-jam di sore hari aktivitas lalu-lintas dipadati oleh kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang baru pulang dari aktivitas kerja maupun dari para pelajar yang baru pulang dari beraktivitas sekolah. Sedangkan pada hari libur seperti hari sabtu atau minggu, volume moda terbesar terjadi pada sore hari yang rata-rata dapat mencapai 2197 smp/jam dengan waktu tunda sebesar 59 detik. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya pengaruh dari arus kendaraan yang berasal dari luar maupun dalam Kota Bandung yang akan menuju pusat komersial (aktivitas perdagangan) seperti pusat perbelanjaan, restoran maupun kegiatan jasa seperti hotel.
4.5.5 Aktivitas Pasar, Pertokoan atau Pedagang Kaki Lima
KAWASAN JALAN SUKAJADI
Keterangan :
Pedagang Kaki Lima
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN, DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2008
1 : 14361
U
Sumber : Hasil Pengamatan Lapangan, 2007 0 0,143 0,286 0,429 0,572 Km Jalan Prof. Eykcman
Jalan Sederhana
Batas Ruas
WT
Lokasi Pedagang Besi dan Alat Elektronik
Pasar Penjual Bahan Sembako dan Penjual Buah
Waktu Tunda
Jalan Karang Tinggal
Jalan Sukamaju Jalan Bungur Tanjung Jalan Sirnamanah
Jalan Karang Sari
Jalan Cemara Jalan Sukawangi
Jalan Sukagalih WT = 7 detik
WT = 6 detik
4.5.6 Kendaraan yang Parkir di Badan Jalan
Kendaraan yang parkir di badan jalan tidak saja mengganggu kelancaran arus lalu-lintas tetapi juga mengurangi daya tampung jalan tersebut terhadap kendaraan. Pada hari-hari biasa maupun hari libur, kegiatan parkir di badan jalan terjadi di sekitar guna lahan perdagangan (komersial) dan jasa dengan semuanya menggunakan sistem parkir 0°. Fasilitas perdagangan dan jasa pada ruas jalan ini tidak dilengkapi dengan fasilitas parkir yang mencukupi sehingga mengakibatkan para konsumen menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir. Hal ini terjadi sepanjang hari di ruas Jalan Sukajadi ini, namun sebagian besar hanya terjadi di ruas perbatasan antara Jalan Sukamaju dan Jalan Eyckman karena volume kendaraan pada ruas ini sangat tinggi dan juga terjadi berbagai kegiatan yang menghambat pergerakan kendaraan, seperti angkutan umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang dan penyeberang jalan yang bertindak sembarangan. Berdasarkan pengamatan keberadaan aktivitas parkir di badan jalan pada ruas ini terjadi di seberang dari lokasi Mall Paris Van Java (arah U-S dari Jalan Sukajadi). Parkir di badan jalan tersebut menggunakan lebar jalan kira-kira ¾ m dari badan jalan dan dimanfaatkan oleh ojeg atau sepeda motor lainnya yang memarkirkan kendaraannya. Waktu tunda yang diakibatkan oleh keberadaan parkir badan jalan oleh sepeda motor ini ialah sebesar 9 detik. Keberadaan parkir badan jalan pada ruas ini juga terdapat di hampir semua daerah depan pertokoan atau ruko di sepanjang Jalan Sukajadi ini (setelah Paris Van Java Mall). Pada daerah ini parkir badan jalan tersebut menggunakan lebar sebesar 1 ¼ m dari badan jalan yang dimanfaatkan oleh kendaraan bermotor seperti mobil dan truk yang mendominasi. Adapun waktu tunda yang ditimbulkan dari parkir badan jalan ini yaitu rata-rata sebesar 12 detik.
KAWASAN JALAN SUKAJADI
Keterangan :
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN, DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2008
1 : 14361
U
Sumber : Hasil Pengamatan Lapangan, 2007 0 0,143 0,286 0,429 0,572 Km Jalan Prof. Eykcman
Jalan Sederhana
Batas Ruas
WT
Lokasi Depan SDN 3 Sukajadi -RM Citra Minang
Lokasi Depan Restoran Tomodachi - D’Cost Seafood Lokasi Depan Toko Sukajadi -Batas Simpang Sederhana
Waktu Tunda
Jalan Karang Tinggal
Jalan Sukamaju Jalan Bungur Tanjung Jalan Sirnamanah
Jalan Karang Sari
sisi lain jumlah kendaraan yang akan mengunjungi kedua restoran ini melebihi luas lahan parkir yang tersedia terutama pada hari libur. Sehingga tidak dapat terelakkan lagi bahwa alternatif satu-satunya dari pihak pengelola restoran yaitu dengan membuat kendaraan tersebut parkir pada badan jalan di depan restoran tersebut. Adapun lebar parkir yang digunakan tersebut mencapai 1 ½ m dari bdan jalan dengan dominasi kendaraan mobil yang menggunakan parkir tersebut. Sehingga waktu tunda yang ditimbulkan dari pemakaian parkir badan jalan di depan kedua restoran ini rata-rata mencapai 10 detik. Sehingga secara umum dari hasil pengamatan di lapangan ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan parkir di badan jalan ini sangat mengganggu kelancaran arus lalu-lintas terutama pada siang dan sore hari dimana volume lalu-lintas kendaraan dan kepadatan kendaraan juga sudah sangat tinggi sehingga waktu tunda pun akan menjadi bertambah lagi.
4.5.7 Kendaraan yang Bergerak Lamban
Kendaraan yang bergerak lamban cukup mengganggu pengguna kendaraan lainnya di Jalan Sukjadi ini. Walaupun kendaraan yangb bergerak lamban ini tidak terlalu dominan sebagai faktor penyebab tundaan sehingga tidak terlalu menimbulkan waktu tunda yang besar namun keberadaannya di Jalan Sukajadi cukup mengganggu kelancaran pergerakan kendaraan lainnya. Adapun umumnya kendaraan yang bergerak lamban adalah sepeda, becak, sepeda motor, maupun angkutan umum yang sedang mencari penumpang, gerobak atau bahkan juga kendaraan pribadi itu sendiri. Namun dengan lebar efektif jalan yang sangat terbatas dan arus kendaraan yang padat, maka kendaraan yang bergerak lamban ini akan sangat mengganggu kelancaran arus lalu-lintas di Jalan Sukajadi ini. Kendaraan yang bergerak lamban juga dapat disebabkan oleh adanya berbagai gangguan yang terjadi di sekelilingnya.
KAWASAN JALAN SUKAJADI
Keterangan :
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN, DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2008
1 : 14361
U
Sumber : Hasil Pengamatan Lapangan, 2007 0 0,143 0,286 0,429 0,572 Km Jalan Prof. Eykcman
Jalan Sederhana
Batas Ruas
WT
Lokasi daerah sebelum perempatan simpang Jalan Bungur Tanjung Lokasi simpang Jalan Sukajadi
Karang Tinggal
dengan Jalan
Lokasi daerah depan pintu masuk Paris Van Java
Waktu Tunda
Jalan Karang Tinggal
Jalan Sukamaju Jalan Bungur Tanjung Jalan Sirnamanah
Jalan Karang Sari
kendaraan yang bergerak lamban lebih disebabkan karena angkutan umum yang mencari penumpang sehingga menimbulkan waktu tundaan rata-rata sebesar 5 detik. Pada daerah perempatan Jalan Sukajadi dengan Karang Tinggal, kendaraan yang bergerak lamban tersebut lebih diakibatkan karena kendaraan becak, ojeg sepeda motor, dan angkutan umum yang mencari penumpang dengan waktu tundaan yang ditimbulkan rata-rata sebesar 6 detik. Sedangkan di daerah sebelum perempatan Jalan Sukajadi dengan Jalan Bungur Tanjung, lebih disebabkan karena faktor kendaraan pribadi itu sendiri dan angkutan umum yang mencari penumpang dengan waktu tundaan yang ditimbulkan rata-rata sebesar 5 detik.
4.5.8 Angkutan Umum yang Menaikkan dan Menurunkan Penumpang
Jalan Sukajadi ini dilayani oleh empat trayek angkutan umum dan satu trayek angkutan umum bis. Adapun trayek angkutan umum tersebut yaitu jurusan Cibaduyut-Karang Setra (arah U-S dan U), Ciroyom-Sarijadi (arah U-S dan S-U), St.Hall-Lembang (arah S-S-U), serta jurusan Sukajadi-Kalapa (arah U-S). Sedangkan trayek angkutan umum bis Damri yang melayani jurusan Ledeng-Leuwi-Panjang (arah U-S). Banyaknya trayek yang melayani Jalan Sukajadi ini seringkali menimbulkan masalah. Beberapa dari angkutan umum yang melayani jalan ini tidak jarang terlihat saling berebut penumpang. Selain itu masalah yang timbul adalah kebiasaan angkutan umum untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat. Dengan lebar efektif jalan yang sangat terbatas, perilaku angkutan umum seperti ini tentu saja sangat mengganggu kendaraan pengguna jalan lainnya. Hal ini tidak saja dilakukan oleh angkutan umum saja tetapi juga oleh angkutan umum bis. Bis dengan satuan muatan penumpang yang besar tentu saja akan mengganggu arus lalu-lintas bahkan bisa sampai menimbulkan kemacetan bila menaikkan dan menurunkan penumpang.
itu kondisi ini terjadi juga di daerah persimpangan Jalan Sukajadi dengan Jalan Sukamaju dengan waktu tunda yang ditimbulkan sebesar 11 detik. Kondisi ini berdasarkan intensitasnya sering terjadi juga pada lokasi tepat di depan Paris Van Java Mall yang menimbulkan waktu tundaan sebesar 8 detik dan berdasarkan pengamatan umumnya dilakukan oleh angkutan umum jurusan St.Hall-Lembang (arah S-U). Lokasi lain yaitu terjadi pada persimpangan Jalan Sukamaju dengan Jalan Sukagalih yang menimbulkan waktu tundaan rata-rata 7 detik dan kebanyakan dilakukan oleh angkuta umum jurusan Ciroyom-Sarijadi (arah S-U).
KAWASAN JALAN SUKAJADI
Keterangan :
dan Menurunkan Penumpang
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN, DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2008
1 : 14361
U
Sumber : Hasil Pengamatan Lapangan, 2007 0 0,143 0,286 0,429 0,572 Km Jalan Prof. Eykcman
Jalan Sederhana
Lokasi setelah simpang Jalan Sirnamanah (U-S)
WT
Lokasi mpang Jalan Sukajadi denganJalan Sukamaju (U-S)
si
Lokasi di depan pintu masuk Paris Van Java (S-U)
Lokasi di persimpangan dengan Jalan Sukagalih (S-U)
Waktu Tunda
Jalan Karang Tinggal
Jalan Sukamaju Jalan Bungur Tanjung Jalan Sirnamanah
Jalan Karang Sari
4.5.9 Penyeberang Jalan
Umumnya seperti yang kita ketahui, pejalan kaki di Jalan Sukajadi hanya terkonsentrasi pada daerah-daerah dengan guna lahan perdagangan dan jasa yang padat. Hal ini dapat dijumpai di ruas Jalan Sukajadi mulai dari persimpangan dengan Jalan Sukamaju hingga ke simpang Jalan Sukajadi yang dibatasi oleh Jalan Eyckman (terusan menuju Jalan Pasirkaliki). Hal ini dikarenakan guna lahan di daerah ini didominasi oleh kegiatan perdagangan dan jasa yang terdapat baik di sisi kiri maupun di sisi kanan Jalan Sukajadi. Sehingga tidaklah mengherankan bila seringkali pejalan kaki menyeberang jalan untuk mencapai guna lahan tersebut. Bila kegiatan menyeberang jalan dilakukan di sembarang tempat dan dilakukan pula pada saat kendaraan sedang melaju, maka penyeberang jalan akan menimbulkan gangguan bagi kendaraan bermotor dan pada akhirnya akan tercipta waktu tunda bagi para pengguna kendaraan bermotor tersebut. Adapun selama pengamatan survey, lokasi yang paling sering terjadi aktivitas menyeberang jalan ialah pada sepanjang ruas jalan di depan Paris Van Java Mall. Di lokasi ini dalam per jam nya rata-rata jumlah penyeberang dapat mencapai sekitar 45 orang. Adapun waktu tunda yang diakibatkan oleh aktivitas penyeberang jalan ini rata-rata sebesar 4 detik untuk satu arah jalan yang diseberangi. Sedangkan lokasi lain juga yang sering terjadi yaitu di sepanjang daerah pertokoan pada ruas Jalan Sukajadi ini (dapat dilihat pada peta);dimana waktu tunda yang terjadi dapat berkisar rata-rata 6 detik.
KAWASAN JALAN SUKAJADI
Keterangan :
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN, DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2008
1 : 14361
U
Sumber : Hasil Pengamatan Lapangan, 2007 0 0,143 0,286 0,429 0,572 Km Jalan Prof. Eykcman
Jalan Sederhana
Batas Ruas
WT
Lokasi dari depan PVJ hingga ke seberang SDN 3 Sukajadi
Lokasi sepanjang daerah pertokoan dan PKL Waktu Tunda
Jalan Karang Tinggal
Jalan Sukamaju Jalan Bungur Tanjung Jalan Sirnamanah
Jalan Karang Sari
4.5.10 Faktor lainnya seperti kendaraan mogok dan kendaraan yang berbalik arah
Faktor lainnya yang dimaksud dalam hal ini ialah faktor penyebab tundaan yang bersifat insidental atau hanya terjadi dalam intensitas yang jarang dan terjadi sewaktu-waktu saja dan secara umum tidak terlalu “menyumbang” prosentase waktu tunda yang terjadi di sepanjang ruas Jalan Sukajadi ini. Untuk kendaraan yang mogok di suatu jalan sebenarnya tidak akan mengganggu arus lalu-lintas bila kendaraan tersebut ditempatkan di pinggir jalan. Namun bila hal ini dilakukan di Jalan Sukajadi maka kendaraan yang ditempatkan di pinggir jalan tersebut akan sama saja dengan kendaraan yang parkir di badan jalan sehingga mengurangi daya tampung jalan. Bila kendaraan yang mogok tersebut terjadi pada waktu-waktu puncak maka akan terjadi antrian kendaraan yang panjang karena adanya penyempitan jalan dari dua jalur kendaraan menjadi hanya satu. Tentunya keadaan seperti ini akan dapat mengakibatkan tingginya waktu tunda yang dialami oleh sebuah kendaraan.