Analisa Arus Jenuh Dan Panjang Antrian Pada Simpang Bersinyal Dan
Mikrosimulasi Menggunakan Software Vissim
(Studi Kasus: Simpang Hotel Danau Toba Internasional dan Simpang
Karya Wisata di Kota Medan)
Rozaqon Insani Lubis1 dan Medis S. Surbakti2
1
Departemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara, Jl. Perpustakaan No. 1 Kampus USU Medan Email: [email protected]
2
Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Universitas Sumatera Utara, Jl. Perpustakaan No. 1 Kampus USU Medan
Email: [email protected]
ABSTRAK
Arus jenuh dan panjang antrian terjadi pada saat jam puncak pada setiap harinya. Volume lalu lintas yang terjadi pada saat jam puncak digunakan sebagai pedoman untuk merencanakan suatu tindakan untuk mengurangi penyebab terjadinya arus jenuh dan panjang antrian. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisa arus jenuh dan panjang antrian sesuai MKJI 1997 dan membandingkan nilai panjang antrian keadaan lapangan dengan hasil yang didapat pada simulasi menggunakan VISSIM. Pada penelitian ini, akan digunakan metode time slice untuk menghitung arus jenuh dan software Vissim untuk menghitung panjang antrian.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa nilai arus jenuh maksimum dengan metode time slice pada simpang HDTI terjadi pada kaki simpang Jl. Imam Bonjol dengan nilai=7427smp/jam, sedangkan pada simpang Karya Wisata nilai maksimum arus jenuh terjadi pada kaki simpang Jl. A. H. Nasution Timur dengan nilai=7025smp/jam.
Berdasarkan survei lapangan, disimpulkan bahwa nilai panjang antrian maksimum dari simpang Karya Wisata=308,2m yang terjadi pada Kaki Simpang Jl. Ah. Nasution Timur dan nilai minimum panjang antrian dari simpang Karya Wisata=15,4 m yang terjadi pada Kaki Simpang Jl. Karya Wisata, sedangkan nilai panjang antrian maksimum dari simpang HDTI=175,6m yang terjadi pada Kaki Simpang Jl. Imam Bonjol dan nilai minimum panjang antrian pada simpang HDTI=23,7m yang terjadi pada Kaki Simpang Jl. Zainul Arifin. Berdasarkan simulasi vissim nilai panjang antrian maksimum pada simpang Karya Wisata=344,34m yang terjadi pada Kaki Simpang Jl. Ah. Nasution Timur dan nilai minimum panjang antrian pada simpang Karya Wisata=35,33m yang terjadi pada Kaki Simpang Jl. Ah. Nasution Barat, sedangkann nilai panjang antrian maksimum pada simpang HDTI=152,89m yang terjadi pada Kaki Simpang Jl. Imam Bonjol dan nilai panjang antrian minimum pada simpang HDTI=27,86m yang terjadi pada Kaki Simpang Jl. Palang Merah.
Kata Kunci: arus jenuh, time slice, panjang antrian, simulasi Vissim ABSTRACT
Saturation flow and long queues occur during peak hours on each day. The volume of traffic occurs during peak hours is used as a guide to plan a course of action to reduce the causes of saturation currents and the length of the queue. This research was done to analyze the saturated flow and queue lenght according to MKJI 1997 and to compare the queue length in the real time and in Vissim Simulation. In this research, we will use the time slice method to calculate the saturation flow and Vissim software to calculate the length of the queue.
Based on the result, it can be concluded that maximum saturated flow from the time slice method occured at the HDTI intersection, on approach Imam Bonjol street was 7247smp/hour and at the Karya Wisata intersection, on approach A. H. Nasution street was 7025smp/hour.
minimum value of the long queues at the intersection of Karya Wisata= 35,33m happened at the approach of Jl. AH. Nasution Barat, when maximum queue length value at the intersection of HDTI= 152,89 happened at the approach of Jl. Imam Bonjol and minimum value of long queues at the intersection of HDTI= 27,86m happened at the approach of Jl. Palang Merah.
Keywords: saturation flow, time slice, long queues, vissim simulation
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada simpang HDTI (Hotel Danau Toba Internasional) dan simpang Karya Wisata, volume kenderaan yang melalui persimpangan tersebut sangat tinggi yang menyebabkan kemacetan pada jam-jam tertentu. Tinjauan arus jenuh dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kapasitas simpang yang dapat ditampung oleh simpang tersebut dan melihat perbedaan nilai arus jenuh terhadap simpang yang jenuh dan tidak jenuh.
Arus jenuh dan panjang antrian terjadi pada saat jam puncak pada setiap harinya. Volume lalu lintas yang terjadi pada saat jam puncak digunakan sebagai pedoman untuk merencanakan suatu tindakan untuk mengurangi penyebab terjadinya arus jenuh dan panjang antrian. Pemodelan dan simulasi sistem transportasi kini semakin diminati karena kemudahannya dalam proses pergantian berbagai skenario dengan tetap melihat potensi yang dapat diimplementasikan di lapangan. VISSIM termasuk dalam perangkat lunak dengan kategori mikroskopik yang memiliki keunggulan yaitu dapat memodelkan berbagai jenis kendaraan termasuk sepeda motor dan kendaraan tidak bermotor.
1.2 Perumusan Masalah
Volume lalu lintas mempengaruhi nilai arus jenuh dan panjang antrian. Untuk mengetahui nilai arus jenuh yang terjadi pada simpang HDTI dan simpang Karya Wisata digunakan metode time slice sehingga diperoleh nilai arus jenuh dan grafik arus jenuh dari masing-masing siklus yang terjadi pada kedua simpang. Grafik arus jenuh yang ada menunjukkan perilaku pengguna jalan yang melewati kedua simpang tersebut.
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dan penelitian ini adalah untuk menganalisa arus jenuh dan panjang antrian sesuai MKJI 1997 dan membandingkan nilai panjang antrian keadaan lapangan dengan hasil yang didapat pada simulasi menggunakan VISSIM.
1.4 Batasan Masalah
Analisa yang dilakukan hanya fokus terhadap arus jenuh dan panjang antrian pada persimpangan berlengan empat yaitu simpang HDTI (Hotel Danau Toba Internasional) dan persimpangan berlengan tiga yaitu simpang Karya Wisata. Waktu penelitian dilaksanakan pada jam sibuk yaitu pagi hari pukul 08.00-09.00 WIB, siang hari pukul 12.00-13.00 WIB dan sore hari pukul 17.30-18.30 WIB. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari untuk masing-masing simpang. Untuk simpang HDTI dipilih pada hari senin, jum’at dan sabtu, sedangkan untuk simpang Karya Wisata dipilih hari senin, selasa, dan jum,at. Mikrosimulasi simpang menggunakan software PTV Vissim 8.00-02 Student Version.
2. TINJAUAN PUSTAKA
2. 1 Persimpangan
Perancangan persimpangan harus dengan mempertimbangkan efisiensi, keselamatan, kecepatan, biaya operasi dan kapasitas (AASHTO, 2001).
2. 2 Simpang Bersinyal
Simpang bersinyal adalah simpang yang terdapat sinyal atau sistem lamppu lalu lintas yang berfungsi untuk mengatur lalu lintas di suatu simpang untuk menghindari terjadinya konflik-konflik lalu lintas. Sistem lalu lintas merupakan salah satu cara untuk mengatur lalu lintas di suatu simpang agar menciptaakan sistem pererakan dan hak berjalan ssecara bergantian dan teratur, sehingga dapat meningkatkan kapasitas simpang dalam melayani arus lalu lintas yang efektif dan mengurangi tingkat kecelakaan dan tundaan lalu lintas yang efektif dan murah dibandingkan pengaturan manual.
Tujuan lampu lalu lintas menuru
Untuk meningkatkan keamanan sistem secara keseluruhan Untuk mengurangi waktu tempuh rata
meningkatkan kapasitas
Untuk menyeimbangkan kualitas pelayanan di seluruh aliran lalu lintas
Gambar 2.1 Konflik
Terdapat beberapa jenis pergerakan arus lalu lintas pada gambar 2.1 yang menggunakan ruang persimpangan dapat meinmbulkan beberapa titik
a. Konflik bersilang (crossing b. Konflik memisah (diverging c. Konflik bergabung (merging d. Konflik menjalin (weaving
2.3 Waktu Siklus Simpang Bersinyal
Waktu siklus merupakan waktu untuk urutan lengkap dari indikasi sinyal antara dua saat permulaaan hijau yang berurutan didalam pendekatan yang sama (M
Tabel 2.1: Panjang siklus simpang bersinyal yang disarankan Jumlah Phase
2 3 4
Sumber: Direktorat Jendral Perhubungan Darat.1999
erancangan persimpangan harus dengan mempertimbangkan efisiensi, keselamatan, kecepatan, biaya operasi dan kapasitas (AASHTO, 2001).
Simpang bersinyal adalah simpang yang terdapat sinyal atau sistem lamppu lalu untuk mengatur lalu lintas di suatu simpang untuk menghindari konflik lalu lintas. Sistem lalu lintas merupakan salah satu cara untuk mengatur lalu lintas di suatu simpang agar menciptaakan sistem pererakan dan hak berjalan antian dan teratur, sehingga dapat meningkatkan kapasitas simpang dalam melayani arus lalu lintas yang efektif dan mengurangi tingkat kecelakaan dan tundaan lalu lintas yang efektif dan murah dibandingkan pengaturan manual.
Tujuan lampu lalu lintas menurut Khisty 2003 adalah: Untuk meningkatkan keamanan sistem secara keseluruhan
Untuk mengurangi waktu tempuh rata-rata di sebuah persimpangan, sehingga meningkatkan kapasitas
Untuk menyeimbangkan kualitas pelayanan di seluruh aliran lalu lintas
onflik-konflik utama dan kedua pada simpang bersinyal
Terdapat beberapa jenis pergerakan arus lalu lintas pada gambar 2.1 yang menggunakan ruang persimpangan dapat meinmbulkan beberapa titik-titik konflik, yaitu:
crossing) diverging)
merging) weaving)
Waktu Siklus Simpang Bersinyal
Waktu siklus merupakan waktu untuk urutan lengkap dari indikasi sinyal antara dua saat permulaaan hijau yang berurutan didalam pendekatan yang sama (MKJI, 1997).
Panjang siklus simpang bersinyal yang disarankan Jumlah Phase Panjang waktu siklus yang disarankan
40 – 80 50 – 100 80 – 130
: Direktorat Jendral Perhubungan Darat.1999
erancangan persimpangan harus dengan mempertimbangkan efisiensi, keselamatan,
Simpang bersinyal adalah simpang yang terdapat sinyal atau sistem lamppu lalu untuk mengatur lalu lintas di suatu simpang untuk menghindari konflik lalu lintas. Sistem lalu lintas merupakan salah satu cara untuk mengatur lalu lintas di suatu simpang agar menciptaakan sistem pererakan dan hak berjalan antian dan teratur, sehingga dapat meningkatkan kapasitas simpang dalam melayani arus lalu lintas yang efektif dan mengurangi tingkat kecelakaan dan tundaan lalu
rata di sebuah persimpangan, sehingga Untuk menyeimbangkan kualitas pelayanan di seluruh aliran lalu lintas
konflik utama dan kedua pada simpang bersinyal
Terdapat beberapa jenis pergerakan arus lalu lintas pada gambar 2.1 yang titik konflik, yaitu:
Waktu siklus merupakan waktu untuk urutan lengkap dari indikasi sinyal antara dua KJI, 1997).
Waktu siklus harus lebih besar dari nilai yang ditentukan berdasarkan rumus (2.1). Apabila waktu siklus lebih kecil dari nilai ini maka akan terjadinya lewat jenuh pada simpang tersebut. Waktu siklus yang terlalu panjang dapat mengakibatkan meningkatnya tundaan rata-rata.
2.4 Arus Jenuh
Arus jenuh (saturated flow) adalah arus keberangkatan maksimum yang dapat dihasilkan dari suatu lengan persimpangan selama selang waktu hijau tertentu (smp/waktu hijau) yang merupakan fungsi dari lebar efektif lengan persimpangan (Ofyar, 2008).
Arus jenuh dasar dapat dijelaskan melalui gambar 2.3 menunjukkan keadaan yang terjadi bila suatu antrian kenderaan yang tertahan oleh lampu merah dan kemudian mendapat hak jalan oleh lampu hijau. Kenderaan akan terus keluar melewati arus jenuh ini sampai lampu hijau habis dan laju kenderaan akan terus menurun sampai mencapai nol pada lampu merah (Hoobs, 1995).
Gambar 2.2 Model Dasar untuk Arus Jenuh
Arus jenuh dasar (So) dihitung berdasarkan konsep lebar efektif lengan pendekat (We) simpang bersinyal, dengan rumus (MKJI. 1997):
So = 600 x We (2.1)
2.5 Metode Time Slice
Gambar 2.3 Arus jenuh yang diamati per selang waktu 6 detik
Pada gambar 2.4 arus jenuh dianggap tetap selama waktu hijau. Meskipun demikian dalam kenyataannya, arus berangkat mulai dari 0 pada awal waktu hijau dan mencapai nilai puncaknya setelah 10-15 detik. Nilai ini akan menurun sedikit sampai akhir waktu hijau arus berangkat terus berlangsung selama waktu kuning dan merah-semua hingga turun menjadi 0, yang biasanya terjadi 5 – 10 detik setelah awal sinyal merah (MKJI, 1997).
2.6 Program VISSIM (Vissual Simulation)
Vissim adalah perangkat lunak mikroskopik yang berfungsi untuk mensimulasi model lalu lintas perkotaan dan operasi angkutan umum. Program ini dapat menganalisis lalu lintas dan perpindahan dengan batasan pemodelan seperti geometrik jalur, komposisi kenderaan, sinyal lalu lintas, stop line, perilaku pengemudi dan lain-lain, sehingga menjadi suatu alat yang berguna untuk mengevaluasi berbagai alternatif berdasarkan rekayasa transportasi sebagai langkah-langkah pengambilan keputusan yang lebih efektif dan efisien dalam suatukegiatan perencanaan termasuk simulasi dalam pengembangan model (User Manual VISSIM 5.0, 2007).
Parameter input data yang perlu dimasukkan pada program mikrosimulasi VISSIM 8.0 yaitu:
a. Parameter yang tetap: User preferences Links
Statistic vehicle routing
decisions
Vehicle compositions Vehicle input
Signal control b. Parameter bebas:
Lebar geometrik jalan Background
Connector
Vehicle type Vehicle behaviour Setelah menginput parameter input maka akan dihasilkan parameter output seperti:
a. Panjang antrian (queue) b. Tundaan (delay)
c. Pemodelan simulasi simpang
3. METODELOGI PENELITIAN Bagan Alir Penelitian
Dalam penyelesaian studi ini maka studi penelitian ini dapat dibagi ke dalam beberapa tahapan/langkah seperti flow chart sebagai berikut:
Mulai
Perumusan Masalah
Tahap Survei Pendahuluan
Tahap analisis data:
menurut pedoman MKJI 1997 dengan menggunakan metode Time Slice
Tahap Simulasi Lalu Lintas Menggunakan Software VISSIM
Kesimpulan dan Saran
Selesai
Tahap Persiapan Survei Utama
Tahap Survei Utama/pengambilan Data Data Primer:
Geometrik jalan
Waktu siklus sinyal lalu lintas Panjang antrian lapangan
Volume lalu lintas dan jenis kenderaan
Tahap Pengolahan Data
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Arus Jenuh Dasar (So)
Arus jenuh dasar (So) dihitung berdasarkan masing-masing kaki simpang yang diteliti. Berdasarkan MKJI 1997, nilai arus jenuh dasar pada simpang Karya Wisata tidak memenuhi formulasi arus jenuh dasar yang telah ditetapkan. Arus jenuh dasar masing-masing kaki simpang dapat dilihat pada tabel 4.1.
Tabel 4.1 Arus jenuh dasar (So) kaki simpang
Nama Simpang Kode Simpang
Lebar Efektif Lengan (We) (meter) So = We X 600 (SMP/Jam) Simpang Karya Wisata A 3,75 2250 B 9,18 5508 C 6,98 4188 Simpang Hotel Danau Toba Internasional D 13,3 7980 E 8,1 4860 F 9,8 5880
Sumber: Pengamatan Langsung di Lapangan (Mei, 2016)
4.2 Analisa Arus Jenuh Simpang
Gambar 4.1 Grafik model arus jenuh dasar kaki simpang Jl. Imam Bonjol
Gambar 4.2 Grafik model arus jenuh dasar kaki simpang Jl. Palang Merah
Gambar 4.3 Grafik model arus jenuh dasar kaki simpang Jl. Zainul Arifin
Gambar 4.4 Grafik model arus jenuh dasar kaki simpang Jl. Karya Wisata
Gambar 4.5 Grafik model arus jenuh dasar kaki simpang Jl. A. H. Nasution Barat
Berdasarkan grafik hubungan antara arus jenuh dan periode hijau pada Gambar 4.1, Gambar 4.2 dan Gambar 4.3 simpang HDTI terletak didaerah perkotaan dan tetap ada polisi yang mengatur simpang ini, sehingga pengguna jalan lebih menaati rambu lalu lintas. Hal ini yang menyebabkan pada saat fase sinyal lalu lintas merah, tidak ada kenderaan yang melewati rambu-rambu lalu lintas. Tetapi, pada Gambar 4.4, Gambar 4.5 dan Gambar 4.6 pada simpang Karya Wisata terdapat nilai smp kenderaan yang lewat pada periode akhir hijau dan selama periode merah. Hal ini menyebabkan grafik model arus jenuh pada simpang Karya Wisata tidak sesuai dengan model arus jenuh standar MKJI 1997.
Berdasarkan grafik nilai arus jenuh didapat perbedaan yang signifikan terhadap grafik arus jenuh dasar yang ada pada MKJI 1997. Perilaku pengguna jalan dan adanya marka RHK (Ruang Henti Khusus) untuk sepeda motor, menyebabkan nilai volume kenderaan pada awal hijau sangat tinggi. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan adanya nilai smp kenderaan yang terjadi selama fase merah, yaitu perilaku pengguna jalan yang tidak mengikuti peraturan lalu lintas. Pada fase merah ini, sebagian besar kenderaan yang melanggar lalu lintas adalah sepeda motor.
4.3 Hasil Survey Arus Jenuh Lapangan
Gambar 4.7 Arus Jenuh Simpang HDTI
Sumber: Pengamatan Langsung di Lapangan (Mei, 2016)
Berdasarkan gambar 4.7 arus jenuh maksimum yang terjadi di simpang HDTI yaitu pada kaki simpang Jl. Imam Bonjol sore hari. Hal ini disebabkan pada kaki simpang ini pada banyak kenderaan yang keluar dari mulut simpang, karena pada sore hari adalah jam pulang kerja. Simpang ini terdapat banyak perkantoran sehingga pada saat jam pulang kantor banyak kenderaan yang melalui simpang HDTI.
0 2000 4000 6000 8000
Jl. Imam Bonjol Jl. Palang Merah Jl. Zainul Arifin
Arus jenuh
(smp/jam)
Lokasi Survey
Hasil Rata-rata Arus Jenuh Simpang HDTI
Gambar 4.8 Arus Jenuh Simpang Karya Wisata Sumber: Pengamatan Langsung di Lapangan (Mei, 2016)
Berdasarkan gambar 4.8 arus maksimum terjadi pada kaki simpang Jl. A. H. Nasution Timur di sore hari. Arus lalu lintas pada simpang ini lebih dominan terhadap kenderaan berat dan sepeda motor. Lambatnya kecepatan kenderaan berat, sehingga kenderaan yang lain yang berada dibelakang kenderaan berat ini mengalami perlambatan kecepatan. Akibat dari banyaknya kenderaan berat ini, menimbulkan kemacetan yang cukup besar begitu juga banyak sepeda motor yang menerobos lalu lintas.
4.4 Panjang Antrian Lapangan dan Panjang Antrian Simulasi Vissim Tabel 4.16 Perbedaan Panjang Antrian Lapangan dan Vissim No
Nama Kaki Simpang
Panjang Antrian Lapangan Panjang Antrian Vissim
Maksimum Minimum Maksimum Minimum
1 Kaki Simpang Jl.Karya Wisata 104,2 15,4 112,81 43,14 2 Kaki Simpang Jl. Ah. Nasution Barat 89,9 17,2 85,25 35,33 3 Kaki Simpang Jl. Ah. Nasution Timur 308,2 138,7 344,34 264,27 4 Kaki Simpang Jl. Imam Bonjol 175,6 72,3 152,89 52,92 5 Kaki Simpang Jl. Palang Merah 110,6 45,3 111,19 27,86 6 Kaki Simpang Jl. Zainul Arifin 125,5 23,7 145,85 55,80
Sumber: Hasil Analisa Panjang Antrian (Juni, 2016)
0 2000 4000 6000 8000
Jl. Karya Wisata Jl. Ah. Nasution Barat Jl. Ah. Nasution Timur Arus jenuh (smp/jam) Lokasi Survey
Hasil Rata-rata Arus Jenuh Simpang Karya
Wisata
5. Kesimpulan dan Saran 5.3.1 Kesimpulan
Dari 6 kaki simpang yang diteliti, hanya kaki simpang Jl. Ah. Nasution Timur yang melewati arus jenuh standar MKJI 1997. Kemacetan yang terjadi pada simpang Karya Wisata disebabkan karena perilaku pengguna jalan yang suka menerobos rambu-rambu lalu lintas. Berdasarkan grafik nilai arus jenuh didapat perbedaan yang signifikan terhadap grafik arus jenuh dasar yang ada pada MKJI 1997. Perilaku pengguna jalan dan adanya marka RHK (Ruang Henti Khusus) untuk sepeda motor, menyebabkan nilai volume kenderaan pada awal hijau sangat tinggi.
5.3.2 Saran
Perlunya penertiban terhadap pengguna jalan agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada sehingga mengurangi kemacetan. Banyaknya pengguna jalan yang menerobos rambu-rambu yang menimbulkan pengaruh kecepatan dan hambatan terhadap kenderaan yang akan lewat ketika diberi lampu hijau sehingga terjadinya konflik-konflik persimpangan.
6. Daftar Pustaka
Alamsyah, A. A., (2008). Rekayasa lalu Lintas, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang
Bowoputro. Hend1., Arifin. M. Zainul., dkk. 2014. Kajian Arus Jenuh Pada Simpang Bersinyal Di Kota Malang Bagian Selatan. Vol. 8, No.2, Teknik Sipil. Universitas Brawijaya. Jawa Timur.
Chand, Subhash., Gupta, J, Neelam., Kumar, Nimesh. Analysis of Saturation Flow at Signalized Intersections in Urban Area. Civil Engineering. Deaprtment NIT Hamirpur. New Delh1.
D, Hobbs, F., 1995. Z Perencanaan dan Teknik Lalu lihtas, GadjahMada University Press, Yogyakarta.
Direktorat Jenderal Bina Marga., 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI)1997. Departeman Pekerjaan Umum. Jakarta.
Direktorat Jendral Perhubungan Darat., 1999. Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Lalu Lintas di Wilayah Perkotaan. Dirjen Bina Marga, Jakarta.
Dhebys., dkk. 2016. Penggunaan Vissim Model Pada Jalur Lalu Lintas Empat Ruas. Vol. 7, No. 1, Jurnal Teknologi Informasi. Universitas Politeknik Negeri Malang.
Khisty Jotin, C. kent Lall, B., 2005. Dasar-Dasar Permodelan Transportasi, Penerbit
Erlangga, Jakarta.
Laufer, Julian. Freeway capacity, saturation flow and the car following behaviour alalgorithm of the VISSIM microsimulation softwar. 30th Australasian Transport Research Forum. Maunsell Australia. Sydney.
Planung Transport Verkehr AG., 2007. Vissim 5.0 User Manual. Planung Transport Verkehr AG PTV, Germany.
Putranto, S, Leksmono., 2013. Rekayasa Lalu Lintas Edisi 2, Penerbit Indeks, Jakarta. Putri Haryanti, N. Irawan Zudhy, M. 2015. Mikrosimulasi Mixed Traffic Pada Simpang
Bersinyal Dengan Perangkat Lunak Vissim. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Masykur., Anggraini. Renni., Caisarina. Irin., 2014. Analisis Arus Jenuh Dasar Pada Simpang Bersinyal Berlengan Empat Dengan Lalu Lintas Campuran Di Kota Banda Aceh. Vol. 3, No. 3., Teknik Sipil. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.