PENGARUH PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE
GOVERNANCE, KOMITMEN ORGANISASI, GAYA KEPEMIMPINAN
DAN PENGAWASAN INTERNAL TERHADAP KINERJA LEMBAGA
PERKREDITAN DESA
(Studi Empiris pada LPD Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar)
1
Putu Dian Kusumasari
1
Ni Kadek Sinarwati,
2Gede Adi Yuniarta
Jurusan Akuntansi Program S1
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail:
{[email protected]
,
[email protected]
,
[email protected]
}@undiksha.ac.id
Abstrak
Perusahaan akan mencapai kinerja yang baik jika menerapkan good
corporate governance, komitmen organisasi, gaya kepemimpinan dan pengawasan
internal. Tidak hanya perusahaan yang perlu menerapkan good corporate governance, komitmen organisasi, gaya kepemimpinan dan pengawasan internal yang baik. Lembaga keuangan non-bank seperti Lembaga Perkreditan Desa dapat menerapkannya untuk meningkatkan profitabilitasnya. Keberhasilan LPD bergantung pada bagaimana komitmen pengelola dalam memajukan dan mengembangkan LPD, salah satunya dengan meningkatkan kinerja keuangan LPD.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan prinsip-prinsip
good corporate governance, komitmen organisasi, gaya kepemimpinan dan
pengawasan internal secara parsial terhadap kinerja LPD di Kecamatan Ubud. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang berbentuk asosiatif yang berupa studi empiris. Sampel yang digunakan sebanyak 93 responden diambil dari tiap LPD yang terdapat di Kecamatan Ubud. Penentuan sampel menggunakan teknik
purposive sampling, yakni pengambilan sampel berdasarkan pada orang yang
berkompeten dalam bidangnya. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS. Sebelum melakukan analisis regresi linear berganda, dilakukan pengujian instrumen penelitian dan uji asumsi klasik untuk keakurasian hasil analisis regresi. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dengan metode kuesioner dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa good corporate governance, komitmen organisasi, gaya kepemimpinan dan pengawasan internal berpengaruh secara parsial terhadap kinerja LPD Kecamatan Ubud.
Kata Kunci: GCG, Gaya Kepemimpinan, Komitmen Organisasi, Pengawasan
Internal, ROA
Abstract
A company will achieve a good performance when it could implement good
corporate governance principles, well organization commitment, appropriate
leadership styles and strict internal control. Not only a company should implement these good principles but also non-bank financial institution like rural credit institution. It is very important since this institution has to pursue its goal that is improving the profitability. The success of rural credit institution in achieving the goal depends on
how the management committed to run and develop the institution in order to improve the financial performances of the rural credit institution.
The aim of this study was to find out the partial effect of implementing good
corporate governance principles, organization commitment, leadership style and
internal control on the performance of rural credit institution office in Ubud. This study utilized a quantitative design in the form of an associative empirical study. The samples of the study were about 93 respondents coming from every single rural credit institution around Ubud sub-district selected based on a purposive sampling technique, consisted of the staffs having high competency in their field. The data were analyzed by using multiple linear regression supported by SPSS software. Before an analysis by using multiple linear regression, the research instruments were tested and classical assumption tests also conducted in order to obtain accurate results of the study. All data were taken from primary as well as secondary sources by using questionnaires and documentation methods.
The results of the study indicated that there was a significant and partial effect of the implementation of good corporate governance principles, organization commitment, leadership style and internal control on the performance of rural credit institution in Ubud sub-district.
Keywords: Good Corporate Governance, Organization Commitment, Leadership Style and Internal Control On The Performance of Rural Credit Institution, ROA
PENDAHULUAN
Di Indonesia, lembaga keuangan dibagi menjadi dua yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non-bank. Salah satu lembaga keuangan non-bank yang diterapkan di Indonesia, khususnya di Bali adalah Lembaga Perkreditan Desa (LPD). LPD adalah
lembaga keuangan dengan dua
karakteristik unik, yaitu: (a) sebagai lembaga yang dimiliki dan diatur oleh desa adat, adalah sepenuhnya terintegrasi ke dalam budaya Bali, dan (b) tidak seperti lembaga keuangan lain, adalah inklusif, meliputi hampir semua desa adat Bali dan sebagian besar penduduknya (Seibel, 2008).
Lembaga Perkreditan Desa yang terdapat di Kabupaten Gianyar tercatat menjadi LPD yang memiliki asset terbesar kedua serta jumlah LPD terbanyak kedua di Bali. Kabupaten Gianyar juga tercatat sebagai kabupaten yang secara rutin melakukan pertemuan seluruh LPD yang ada di kabupaten Gianyar untuk tetap mengontrol kinerja LPD sehingga diharapkan pengelola LPD jauh dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sebagai contoh, berdasarkan rapat evaluasi dan Musda BKS LPD tahun 2011, Gede Widarma menyatakan dari 269 unit LPD di Kabupaten Gianyar, 9,66% atau 26 LPD dinyatakan kurang sehat, serta
6,31% atau 17 LPD dalam kondisi macet, beliau menambahkan adanya LPD yang dinyatakan kurang sehat bahkan macet tersebut terjadi karena ketidakpedulian pengawas desa (Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Gianyar, 2016).
Ketidaksehatan LPD ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman kerja dari para pengurus LPD dalam mengelola LPD, dan masih sering ditemukan beberapa oknum LPD yang melakukan kecurangan di dalamnya (Dewi, 2014). Kinerja perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi kuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu (Aryantara, 2016). Indikator yang digunakan dalam mengukur kinerja keuangan perbankan termasuk lembaga keuangan seperti LPD adalah profitabilitas yakni kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu (Setyawan, 2013). Terkait dengan kinerja LPD, proksi yang digunakan adalah nilai dari ROA (Aryantara, 2016).
Beberapa permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yang pertama bagaimanakah pengaruh prinsip-prinsip
good corporate governance terhadap
kinerja LPD di Kecamatan Ubud
Kabupaten Gianyar. Tata kelola
perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) merupakan pedoman atau bisa digunakan sebagai formula untuk menciptakan pedoman bagi pengelola perusahaan dalam mengelola manajemen perusahaan yang baik dengan memperhatikan kepentingan stakeholders (stakeholders dilingkungan LPD adalah krama desa, pemerintah, pengelola dan masyarakat). Pengelolaan lembaga berdasarkan prinsip GCG pada dasarnya merupakan upaya untuk menjadikan GCG sebagai kaidah dan pedoman bagi pengelolaan lembaga dalam mengelola manajemen lembaga.
Penerapan corporate governance berdasarkan pada teori agensi, yaitu teori agensi dapat dijelaskan dengan hubungan antara manajemen dengan pemilik, manajemen sebagai agen secara moral bertanggung jawab untuk mengoptimalkan keuntungan para pemilik (principal) dan sebagai imbalannya akan memperoleh kompensasi yang sesuai dengan kontrak (Suryawibawa, 2016)
Setyawan (2013) meneliti tentang Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Lembaga Perkreditan Desa di Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa good corporate governance berpengaruh signifikan
terhadap kinerja keuangan LPD.
Sedangkan Dewi (2014) meneliti tentang Pengaruh Prinsip-prinsip Good Corporate Governance Pada Kinerja Keuangan Lembaga Perkreditan Desa di Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian mengemukakan bahwa prinsip-prinsip good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di kabupaten Gianyar. Penelitian terakhir oleh Aryantara (2016)
dalam penelitiannya Pengaruh
Implementasi Prinsip-prinsip Good Corporate Governance dan Pengawasan Internal Terhadap Kinerja LPD di Kabupaten Klungkung, diperoleh hasil bahwa prinsip-prinsip good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja (LPD) di Kabupaten Klungkung.
Berdasarkan konsep dan bukti empiris
yang diperoleh dari penelitian
sebelumnya, maka hipotesis pertama yang diajukan adalah,
H1: Prinsip-prinsip good corporate
governance berpengaruh terhadap kinerja LPD di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar.
Permasalahan yang kedua,
Bagaimanakah pengaruh komitmen
organisasi terhadap kinerja LPD di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar.
Komitmen organisasi merupakan
dorongan dari dalam individu untuk melakukan sesuatu agar dapat menunjang keberhasilan organisasi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan lebih mengutamakan kepentingan organisasi. Karyawan atau anggota organisasi yang memiliki komitmen yang kuat akan bekerja dengan maksimal agar organisasi tempat
mereka bekerja dapat mencapai
keberhasilan bekerja dengan maksimal. Desmiyawati dan Wulan (2012) dalam
penelitiannya Pengaruh Komitmen
Organisasi, Pengendalian Intern, dan Akuntabilitas Publik Terhadap Kinerja Organisasi (Studi Empiris pada Rumah Sakit Swasta di Provinsi Riau),
menyimpulkan bahwa komitmen
organisasi berpengaruh terhadap kinerja dengan akuntabilitas publik sebagai variabel intervening. Berdasarkan konsep dan bukti empiris yang diperoleh dari penelitian sebelumnya, maka hipotesis pertama yang diajukan adalah:
H2: Komitmen Organisasi berpengaruh
terhadap kinerja LPD di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar.
Permasalahan yang ketiga,
Bagaimanakah pengaruh gaya
kepemimpinan terhadap kinerja LPD di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan seorang manajer pada saat ia mempengaruhi perilaku
bawahannya. Seseorang yang
menjalankan fungsi manajemen
berkewajiban mengarahkan karyawan yang dibawahnya agar mereka tetap melaksanakan tugas dengan baik, memiliki dedikasi terhadap organisasi dan tetap merasa berkewajiban untuk
(Sedarmayanti, 2007). Jika kepemimpinan tersebut terjadi pada suatu organisasi formal tertentu, di mana para manajer
perlu mengembangkan karyawan,
membangun iklim motivasi, menjalankan fungsi-fungsi manajerial dalam rangka menghasilkan kinerja yang tinggi dan meningkatkan kinerja, maka manajer perlu menyesuaikan gaya kepemimpinannya.
Trijayanti (2015) dalam penelitian
Pengaruh Gaya Kepemimpinan,
Kepuasan Kerja, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Auditor (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Provinsi Bali) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja seorang auditor. Berdasarkan konsep dan bukti empiris
yang diperoleh dari penelitian
sebelumnya, maka hipotesis yang diajukan adalah:
H3: Gaya kepemimpinan berpengaruh
secara positif terhadap kinerja LPD di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar.
Permasalahan yang keempat,
Bagaimanakah pengaruh pengawasan internal terhadap kinerja LPD di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. Pengawasan internal adalah Pengawasan yang meliputi struktur organisasi yang dikordinasikan dan digunakan dalam perusahaan dengan tujuan menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, memajukan efisiensi di dalam
usaha, dan membantu mendorong
dipatuhinya kebijaksanaan manajemen (Sutabri. 2004:33). Pengawas internal LPD adalah badan pengawas yang dibentuk oleh desa pakraman yang bertanggung jawab kepada paruman desa pakraman.
Aryantara (2016) dalam
penelitiannya Pengaruh Implementasi
Prinsip-prinsip Good Corporate
Governance Dan Pengawasan Internal Terhadap Kinerja LPD di Kabupaten
Klungkung, menyimpulkan bahwa
pengawasan internal berpengaruh positif terhadap kinerja LPD di Kabupaten Klungkung. Berdasarkan konsep dan bukti empiris yang diperoleh dari penelitian sebelumnya, maka hipotesis yang diajukan adalah:
H4: Pengawasan Internal berpengaruh
terhadap kinerja LPD di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan, adapun manfaat dilakukannya penelitian ini adalah yang pertama manfaat teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan pemahaman serta wawasan yang lebih luas. Dan sebagai upaya untuk
mendukung pengembangan ilmu
akuntansi pada umumnya, serta
khususnya yang berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance, komitmen organisasi, gaya kepemimpinan dan pengawasan internal. Yang kedua manfaat praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi pemikiran bagi
perusahaan-perusahaan khususnya Lembaga
Perkreditan Desa akan pentingnya penerapan good corporate governance, komitmen organisasi, gaya kepemimpinan
dan pengawasan inetrnal bagi
kelangsungan hidup perusahaan atau Lembaga Perkreditan Desa itu sendiri. METODE
Penelitian ini mengunakan penelitian kuantitatif yang berbentuk asosiatif. Menurut Sugiyono (2010:13) menyatakan bahwa pendekatan kuantitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek/objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah seluruh LPD Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar sedangkan objek atau masalah yang diteliti adalah kinerja LPD, tingkat komitmen organisasi, gaya kepemimpinan dan prosedur pengawasan internal dari kepala Lembaga Perkreditan Desa Kecamatan Ubud berserta laporan keuangan dari masing-masing Lembaga Perkreditan Desa yang ada di Kecamatan Ubud. Sehingga populasi untuk penelitian ini adalah seluruh Lembaga Perkreditan
Desa yang masih beroperasi di Kecamatan Ubud. Berdasarkan data yang diperoleh dari Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LP.LPD) Kabupaten Gianyar, Lembaga Perkreditan
Desa yang masih beroperasi di
Kecamatan Ubud sebanyak 32 LPD. Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif atau mewakili (Sugiyono, 2012:116). Teknik penentuan sampel adalah purposive sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 96 responden yang terdiri dari kepala LPD, karyawan yang menangani di bagian kredit dan menangani di bagian administrasi.
Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data primer yaitu data penelitian yang diproleh atau dikumpulkan langsung dari sumber asli (tanpa perantara). Serta data sekunder yang pada penelitian ini yaitu data-data yang diperoleh dari Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LP.LPD) Kabupaten Gianyar berupa rekapan laporan keuangan LPD Kecamatan Ubud dari tahun 2013 sampai dengan 2015.
Penelitian ini menggunakan teknik
pengumpulan data dengan metode
kuesioner dan dokumentasi. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian diukur menggunakan skala likert 5 poin dengan
menggunakan rentang skor 1-5.
Responden diminta untuk mengisikan tanda centang (√) pada jawaban yang dianggap benar pada maing-masing item pertanyaan. Adapun penskoran yang digunakan dalam mengukur jawaban kuesioner adalah pertama, sangat tidak setuju (STS) dengan interval skor 1, kedua, tidak setuju (TS) dengan interval skor 2, ketiga, netral (N) dengan interval skor 3, keempat, setuju (S) dengan interval skor 4 dan yang kelima sangat setuju (SS) dengan interval skor 5. Kuesioner terdiri dari empat bagian, yaitu: pertama variabel good corporate governance yang terdiri dari 14 item pertanyaan, bagian kedua variabel komitmen organisasi yang terdiri dari 7 item pertanyaan, bagian yang ketiga variabel gaya kepemimpinan yang terdiri
dari 10 item pertanyaan, dan bagian yang keempat variable pengawasan internal audit oleh auditor yang terdiri dari 5 item pertanyaan. Kuesioner penelitian ini diadopsi dari kuesioner penelitian Aryantara (2016), penelitian Desmiyawati dan Wulan (2012), dan penelitian Trijayanti (2015).
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: uji statistik deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai S rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness (kemencengan distribusi) (Ghozali, 2012: 19). Selanjutnya adalah uji kualitas data yang terdiri dari uji validitas yang dilakukan secara statistik yaitu menghitung korelasi antara masing-masing pertanyaan dengan skor total dengan menggunakan metode Product Moment Pearson Correlation. Data dinyatakan valid jika nila r-hitung yang merupakan nilai dari Corrected Item-Total Correlation > dari r-tabel (0,30) pada signifikansi 0.05 (5%) (Ghozali, 2012). dan reliabilitas adalah ukuran yang menunjukkan konsistensi dari alat ukur dalam mengukur gejala yang sama di lain kesempatan. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang konsisten terhadap pertanyaan (Ghozali, 2012). Pengukuran ini dilakukan dengan cara mengukur korelasi antar jawaban. Suatu variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,70.
Dilanjutkan dengan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi atau sempurna antar variabel independen (Ghozali, 2011:105). Pada model regeresi yang baik seharusnya tidak terdapat korelasi antara variabel independen. Uji Multikolinieritas dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan melihat VIF (Variance Inflation Factors) dan nilai tolerance. Jika VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,10 maka tidak terjadi gejala multikolinieritas. Uji autokorelasi adalah untuk mengetahui apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara
kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (Ghozali, 2012:110). Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas autokorelasi. Setelah uji autokolerasi dilanjutkan dengan uji normalitas yang bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji statistik yang digunakan untuk menguji normalitas residual dalam penelitian ini adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Apabila Asymp. Sig (2-tailed) > α (0,05) maka dikatakan data terdistribusi normal (Ghozali, 2012: 164). Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamataan ke pengamatan yang lain tetap, atau disebut homoskedastisitas (Ghozali, 2011). Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas, tidak heteroskedastisitas.
Setelah uji asumsi klasik akan dilanjutkan dengan uji hipotesis yang terdiri dari sebagai berikut: uji analisis regresi linear berganda atau disebut juga Multiple Regression Analysis adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara dua atau lebih variabel
independen terhadap variabel
dependennya (Santoso, 2000). Koefisien determinasi mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi diantar nol dan satu. Nilai R² yang kecil berati kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen dengan sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Setiap tambahan satu variabel independen, maka R² pasti akan meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Ghozali, 2011).
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh suatu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi
variabel dependen (Ghozali, 2011). Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: pertama, apabila t hitung > t tabel dan tingkat signifikansi (α) < 0,05 maka Ho yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen ditolak. Ini berati secara parsial variabel independen berpengaruh signifikan terhadap dependen. Kedua, apabila t hitung < t tabel dan tingkat signifikansi (α) > 0,05 maka Ho diterima, yang berati secara parsial variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
Penelitian ini mengunakan 96 orang responden yang terdiri dari tiga orang dari LPD, yaitu kepala LPD, staff bagian administrasi serta staff bagian kredit. Data
dikumpulkan dengan menyebarkan
kuesioner secara langsung ke 32 LPD di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. kuesioner yang kembali sebanyak 93 kuesioner, hal ini dikarenakan salah satu LPD sudah tidak beroperasi lagi sehingga mengurangi jumlah responden dan mengurangi LPD yang dianalisis melalui laporan keuangannya. Namun dari jumlah tersebut, sebanyak 62 kuesioner tidak lengkap dan sebagian tidak sesuai dengan yang diinginkan peneliti sehingga yang dapat digunakan sebanyak 93.
Hasil dari uji statistik deskriptif variabel good corporate governance (GCG) memiliki nilai standar deviasi 4,56464 < nilai rata-rata 61,9677, variabel komitmen organisasi (KO) memiliki nilai standar deviasi 4,57890 < nilai rata-rata 26,0323, variabel gaya kepemimpinan (GK) memiliki nilai standar deviasi 7,02620 < nilai rata-rata 37,2581, variabel pengawasan internal (PI) memiliki nilai standar deviasi 2,23998 < nilai rata-rata 20,0645, dan variabel kinerja keuangan (KLPD) memiliki nilai standar deviasi 3,59297 < nilai rata-ratanya 10,1259,
Sehingga mengindikasikan bahwa
semakin kecil terjadinya penyimpangan data dalam penelitian. Hasil pengujian uji validitas untuk variabel good corporate governance dapat dipaparkan bahwa dari
14 item pertanyaan memiliki nilai correlated item-total correlation lebih besar dari nilai r-tabel (0,30). Kedua, hasil pengujian uji validitas untuk variabel komitmen organisasi dapat dipaparkan bahwa dari 7 item pertanyaan memiliki nilai correlated item-total correlation lebih besar dari nilai r-tabel (0,30). Ketiga, hasil pengujian uji validitas untuk variabel gaya kepemimpinan dapat dipaparkan bahwa dari 10 item pertanyaan memiliki nilai correlated item-total correlation lebih besar dari nilai r-tabel (0,30). Dan hasil pengujian uji validitas untuk variabel pengawasan internal dapat dipaparkan bahwa dari 5 item pertanyaan memiliki nilai correlated item-total correlation lebih besar dari nilai r-tabel (0,30). Hal ini berarti
indikator yang digunakan untuk mengukur ke empat variabel tersebut dapat dikatakan valid sebagai alat ukur. Hasil uji reliabilitas pada variabel good corporate governance memiliki nilai cronbach’s alpha 0,802 > 0,70, variabel yang kedua yakni komitmen organisasi memiliki nilai cronbach’s alpha 0,818 > 0,70, variabel ketiga gaya kepemimpinan memiliki nilai cronbach’s alpha 0,918 > 0,70, variabel keempat pengawasan internal memiliki nilai cronbach’s alpha 0,773 > 0,70 maka dapat dinyatakan bahwa ke empat variabel tersebut reliabel untuk digunakan dalam penelitian ini. Hasil uji multikolinearitas disajikan pada tabel 1 sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Uji Multikolinearitas
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 1 (Constant) -21.809 1.533 -14.229 0.000 GCG 0.147 0.022 0.187 6.723 0.000 0.981 1.019 KO 0.114 0.028 0.146 4.018 0.000 0.579 1.727 GK 0.360 0.020 0.704 18.125 0.000 0.504 1.985 PI 0.328 0.052 0.204 6.258 0.000 0.713 1.403 a. Dependent Variable: KLPD
Sumber: Data primer diolah, 2016
Berdasarkan pada tabel 1 dapat dilihat hasil uji multikolinearitas keempat variabel VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,10 maka dapat disimpulkan dalam penelitian ini tidak terjadi gejala multikolinieritas. Untuk uji autokolerasi peneliti menggunakan nilai observasi (n) sebesar 93 dan variabel independen (k)
sebanyak 4 dengan taraf keyakinan 95%, dikarenakan untuk sampel sebesar 93 ditemukan nilai dU dan dL. Tabel Durbin Watson diperoleh nilai dU=1,751 dan
dL=1,566. Hasil pengujian yang telah
dilakukan dapat diketahui bahwa nilai Durbin Watson seperti yang disajikan pada tabel 2 sebagai berikut:
Tabel 2. Hasil Uji Autokolerasi
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 0.966a 0.933 0.930 0.94982 1.843
a. Predictors: (Constant), PI, GCG, KO, GK b. Dependent Variable: KLPD
Sumber: Data primer diolah, 2016
Berdasarkan tabel 2, diperoleh nilai Durbin Watson ialah sebesar 1,843. Nilai Durbin Watson berada diantara dU dan (4-dU) atau
1,751 < 1,843 < 2,249, maka dapat disimpulkan dalam penelitian ini tidak terjadi autokolerasi. Hasil uji normalitas disajikan pada tabel 3 sebagai berikut:
Tabel 3. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 93
Normal Parametersa,b Mean 0,0000000
Std. Deviation 3,53867303 Most Extreme Differences Absolute 0,111 Positive 0,111 Negative -0,082 Kolmogorov-Smirnov Z 1,071
Asymp. Sig. (2-tailed) 0,202
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Sumber: Data primer diolah, 2016
Dari tabel 3, dilihat bahwa dari hasil pengujian normalitas pada masing-masing variabel menunjukkan bahwa nilai signifikan uji normalitas dengan metode One Kolmogorov-Smirnova diperoleh 0,202 0.05 yang berarti bahwa data terdistribusi secara normal. Hasil uji heteroskedastisitas disajikan pada gambar 1 sebagai berikut:
Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data primer diolah, 2016
Berdasarkan data analisis pada gambar 1
dan ketentuan pengujian
heteroskedastisitas, jelas terlihat bahwa pola penyebaran titik-titik diatas dan dibawah angka nol sumbu Y, serta tidak membentuk pola tertentu (bergelombang, melebar, dan menyempit). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji analisis regresi berganda disajikan pada tabel 4 sebagai berikut:
Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -21,809 1,533 -14,229 0,000 GCG 0,147 0,022 0,187 6,723 0,000 KO 0,114 0,028 0,146 4,018 0,000 GK 0,360 0,020 0,704 18,125 0,000 PI 0,328 0,052 0,204 6,258 0,000 a. Dependent Variable: KLPD Sumber: Data primer diolah, 2016
Dari tabel 4, dapat dilihat bahwa semua nilai signifikan variabel bebas < 0,05 sehingga diperoleh model regresi sebagai berikut:
Y = -21,809 + 0,147X1 + 0,114 X2 + 0,360
X3 + 0,328 X4 + e
Hasil uji koefisien determinasi disajikan pada tabel 5 sebagai berikut:
Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 0,966a 0,933 0,930 0,94982
a. Predictors: (Constant), PI, GCG, KO, GK b. Dependent Variable: KLPD
Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat nilai dari koefisien determinasi yakni 0,934. Dapat diartikan bahwa besarnya pengaruh variabel-variabel bebasnya adalah 93,4%. Kemudian untuk melihat seberapa besar kontribusi good corporate governance, komitmen organisasi, gaya kepemimpinan dan pengawasan internal mempengaruhi kinerja keuangan (ROA), dapat digunakan rumus Koefisien Penentu (KP) atau ada yang menyebutnya koefisien determinasi yang dirumuskan KP = R2 x 100% atau KP
= R Square x100% = 0,933 x 100% = 93,3% artinya good corporate governance, komitmen organisasi, gaya kepemimpinan dan pengawasan internal memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan (ROA) sebesar 93,3% atau dapat disimpulkan sisanya sebesar 6,7% kinerja (ROA) dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil uji parsial didapatkan hasil yang pertama Berdasarkan tabel 4 pengaruh prinsip-prinsip good corporate governace terhadap kinerja LPD memiliki nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti bahwa
variabel good corporate governance secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap variabel kinerja keuangan LPD. Kedua pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja LPD memiliki nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan H2 diterima. Hal ini berarti bahwa
variabel komitmen organisasi secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap variabel kinerja keuangan LPD. Ketiga pengaruh gaya kepemimpinan
terhadap kinerja LPD memiliki nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan H3 diterima. Hal ini berarti bahwa
variabel komitmen organisasi secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap variabel kinerja keuangan LPD. Keempat pengaruh pengawasan internal terhadap kinerja LPD memiliki nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan H4 diterima. Hal ini berarti bahwa
variabel komitmen organisasi secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap variabel kinerja keuangan LPD. Pembahasan
Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja LPD
Hasil dari uji parsial (t) nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti bahwa
variabel good corporate governance secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap variabel kinerja keuangan LPD.
Hal ini terjadi karena good corporate governance membantu pengelola Lembaga perkreditan Desa
(LPD) untuk mengatur bagaimana
organisasi dioperasikan dan dijalankan dengan baik karena GCG sebagai sarana interaksi yang mengatur antar struktur dan
mekanisme yang menjamin adanya
kontrol, namun tetap mendorong efisiensi dan kinerja LPD. Praktik good corporate governance dapat meningkatkan nilai LPD dengan cara meningkatkan kinerja keuangan LPD dan dapat meningkatkan kepercayaan nasabah.
Semakin baik dan konsisten LPD menerapakan prinsip GCG maka akan semakin mudah LPD mencapai tujuannya yaitu laba. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Aryantara (2016), Setyawan (2013), dan Dewi (2013), disimpulkan bahwa penerapan prinsip-prinsip good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan LPD.
Pengaruh Komitmen Organisasi
Terhadap Kinerja LPD
Hasil dari uji parsial (t) nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan H2 diterima. Hal ini berarti bahwa
variabel komitmen organisasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja keuangan LPD.
Berdasarkan pengujian hipotesis,
diperoleh hasil bahwa komitmen
organisasi berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja (LPD) di Kecamatan Ubud. Hal ini dikarenakan penerapan komitmen organisasi bertujuan untuk meningkatkan kinerja karyawan pada perusahaan dengan cara menumbuhkan sikap pada diri sendiri demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi yang dalam hal ini LPD.
Sesuai dengan teori Robbins dan Judge (2007) yang menyatakan bahwa komitmen organisasi adalah sebagai suatu keadaan dimana seorang individu memihak organisasi serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi. Hal ini berarti bahwa kinerja karyawan di masing-masing LPD di Kecamatan Ubud akan meningkat ketika komitmen organisasi berada dalam posisi yang tinggi dalam suatu perusahaan. Komitmen organisasi yang tinggi menjadikan seorang individu merasa memiliki organisasi dan ingin selalu memajukan organisasi. Komitmen organisasi yang kuat akan mendorong individu berusaha keras mencapai tujuan organisasi yang dalam hal ini adalah laba. Hasil penelitian ini menolak penelitian dari Kurniawan (2011) yang menyatakan bahwa komitmen organisasi tidak berpengaruh pada kinerja organisasi publik serta mendukung penelitian Anurti (2011) dan Desmiyawati dan Wulan (2012) yang menyatakan bahwa komitmen
organisasi berpengaruh terhadap kinerja organisasi.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan
Terhadap Kinerja LPD
Hasil dari uji parsial (t) nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan H3 diterima. Hal ini berarti bahwa
variabel gaya kepemimpinan secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap variabel kinerja keuangan LPD.
Berdasarkan pengujian hipotesis, diperoleh hasil bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja (LPD) di Kecamatan Ubud. Hal ini dikarenakan gaya kepemimpinan seorang
pemimpin pada dasarnya dapat
mempengaruhi perilaku bawahan agar
mampu melaksanakan tugas atau
kegiatan dengan sebaik-baiknya. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakkan oleh Durbin (2005) kepemimpinan merupakan upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk pencapaian tujuan, cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah, tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif, agar tujuan organisasi dapat dicapai. Pendapat tersebut memberi indikasi bahwa kepemimpinan yang baik akan sangat mempengaruhi kinerja, hal ini terbukti dari hasil penelitian yang sudah
dilakukan bahwa kepemimpinan
mempengaruhi kinerja.
Berdasarkan keterangan diatas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa gaya kepemimpinan seorang pemimpin dapat menimbulkan atau menciptakan suasana lingkungan kerja yang nyaman dan juga semangat kerja
bagi karyawan sehingga gaya
kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Trijayanti (2015) dan Wahyuni (2015) disimpulkan bahwa penerapan gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan LPD.
Pengaruh Pengawasan Internal
Terhadap Kinerja LPD
Hasil dari uji parsial (t) nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan H4 diterima. Hal ini berarti bahwa
variabel pengawasan internal secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap variabel kinerja keuangan LPD.
Hal ini sejalan dengan teori Arens (2011) yakni pengawasan intern terdiri dari proses dan prosedur yang dirancang agar manajemen mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa manajemen mencapai tujuannya yang terdiri dari keandalan laporan keuangan, efektivitas dan efisiensi kegiatan operasi, dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Tresnawati (2012) menyatakan
pengendalian internal bertujuan untuk melindungi kekayaan organisasi dengan cara meminimalisir penyimpangan yang dan pemborosan serta memaksimalkan efektivitas dan efisiensi kinerja organisasi. Pengawasan internal yang efektif dalam
suatu organisasi akan mampu
menciptakan keseluruhan proses
kegiatan yang baik, sehingga akan memberikan dampak positif bagi kinerja dari LPD dalam pencapaian laba. Badan pengawas LPD termasuk pada auditor internal. Peran badan pengawas internal dalam mengawasi oprasional LPD bisa dilakukan oleh siapa saja di desa pakraman bersangkutan tanpa mengenal jenjang dan jenis pendidikan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian Aryantara (2016), Desmiyawati (2012) dan Tresnawati (2012)
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut:
1. Prinsip-prinsip good corporte governance berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja LPD di Kecamatan Ubud.
2. Komitmen organisasi berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja LPD di Kecamatan Ubud.
3. Gaya kepemimpinan berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja LPD di Kecamatan Ubud.
4. Pengawasan internal berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja LPD di Kecamatan Ubud.
Saran
Saran yang dapat diberikan sebagai berikut:
1. Bagi LPD, diharapkan LPD lain di Bali dapat menerapkan dengan baik prinsip-prinsip good corporate governance,
komitmen organisasi, gaya
kepemimpinan dan pengawasan
internal, dengan mempertimbangkan pengaruh good corporate governance,
komitmen organisasi, gaya
kepemimpinan dan pengawasan
internal yang dapat meningkatkan kinerja keuangan LPD di Kecamatan Ubud.
2. Bagi Staff Pengurus LPD, diharapkan adanya peningkatan pembinaan dan pelatihan kepada pengurus LPD dan pengawas internal yang perlu dilakukan agar pengurus dan pengawas internal lebih memahami mengenai operasional dan tugas-tugas dalam LPD. Serta dengan adanya komitmen organisasi diharapkan para staff pengurus LPD mampu menanamkan rasa memiliki terhadap organisasi, lebih mentaati aturan-aturan yang telah dibuat manajemen perusahaan, sehingga dapat lebih meningkatkan pelayanan terhadap nasabah dan meningkatkan kinerja.
3. Bagi Peneliti selanjutnya, diharapkan peneliti selanjutnya agar meneliti pada ruang lingkup yang lebih luas serta memperluas cakupan objek, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisir lebih baik pada tempat dan situasi yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Anurti, Sri Welmi. 2011. Pengaruh Peran Manajer Pengelolaan Anggaran dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja SKPD (Studi Empiris pada Kinerja SKPD (Studi Empiris pada SKPD di Kota Padang). Skripsi. Universitas Negeri Padang
Arens, Alvin A. Dkk. 2011. Jasa Audit dan Assurance Pendekatan Terpadu. Jakarta: Salemba Empat
Aryantara, Gede. 2016. Pengaruh Implementasi Prinsip-prinsip Good
Corporate Governance dan Pengawasan Internal terhadap Kinerja LPD di Kabupaten Klungkung. Skripsi. Singaraja: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Ganesha. Desmiyawati dan Witaliza Wulan. 2012.
Pengaruh Komitmen Organisasi, Pengendalian Intern, dan Akuntabilitas Publik terhadap Kinerja Organisasi (Studi Empiris pada Rumah Sakit Swasta di Provinsi Riau). Pekbis Jurnal, Vol.4, No.1, Maret 2012. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Riau Pekanbaru.
Dewi, Kadek Krismaya. 2014. Pengaruh Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Pada Kinerja Keuangan Lembaga Perkreditan Desa Kabupaten Gianyar. Skripsi. Denpasar: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana.
Durbin, Andrew J. 2005. Leadership (Terjemahan) , Edisi Kedua. Jakarta: Prenada Media.
Kurniawan, Muhammad Rizki Nur. 2011. Pengaruh Komitmen Organisasi dan Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Organisasi (Studi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Demak). Skripsi. Universitas Diponegoro.
Sedarmayanti. 2007. Manajemen SDM. Bandung: PT. Refika Aditama.
Setyawan, Komang Meitradi. 2013. Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Lembaga Pekreditan DesaDi Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Skripsi. Denpasar: Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana.
Seibel, Hans Dieter. 2008. Desa Pekraman and Lembaga Perkreditan Desa in Bali. (A study of the relationship between customary governance, customary village development, economic development and LPD development). ProFI Working Paper Series WP 03/2008.
Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Gianyar. 2016. Rapat Evaluasi dan Musda BKS LPD Tahun 2011. Gianyarkab.go.id. Diakses pada 1 September 2016.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Bisnis R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryawibawa, Putu Agus. 2016. Analisis Penerapan Prinsip Good Corporate Governance Pada PD. BPR. Bank Buleleng 45 Singaraja. Skripsi. Singaraja: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pendidikan Ganesha.
Sutabri. 2004. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: Andi.
Tresnawati, Rina. 2012. Pengaruh Efektifitas Pengendalian Intern Terhadap Kinerja Instansi Pemerintah di Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung. Prosiding Seminar Nasional Forum Bisnis & Keuangan 1. Universitas Widyatama.
Trijayanti, Alit. 2015. “Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Kepuasan Kerja, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Auditor (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Provinsi Bali)”. Skripsi. Singaraja: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pendidikan Ganesha.