• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum RisTek 023KpVI1976.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum RisTek 023KpVI1976."

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA RISET REPUBLIK INDONESIA

DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM, BAGIAN HUKUM, BIROHUKUM DAN HUMAS SURAT KEPUTUSAN

NOMOR 023/Kp/VI/1976

TENTANG

PEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA PERENCANAAN PANITIA KEKAYAAN ALAM

MENTERI NEGARA RISET REPUBLIK INDONESIA KETUA PANITIA KEKAYAAN ALAM

Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka penyelenggaraan Program Kerja Jangka

Pendek Panitia Inventarisasi dan Evaluasi kekayaan Alam perlu diadakan langkah-langkah bagi kemantapan pelaksanaannya secara fungsionil dalam Departemen/Lembaga yang bersangkutan.

2. Bahwa untuk itu perlu dibentuk suatu Kelompok Kerja dalam Panitia Kekayaan Alam yang menangani kegiatan-kegiatan bagi pengerahan dan pengarahan kegiatan fungsionil tersebut secara isi-mengisi dalam rangka penyelenggaraan program bersama.

Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 27 Tahun 1975 tanggal

25-6-1975 tentang Pembentukan Panitia Inventarisasi dan Evaluasi Kekayaan Alam.

2. Surat Keputusan Menteri Negara Riset No.: 015/Kp/III/76 tanggal 9-3-1976 tentang Prosedur Penyelenggaraan Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi dalam Inventarisasi dan Evaluasi Kekayaan Alam. 3. Surat keputusan menteri Negara Riset No.: 015/Kp/III/76 tanggal

11-3-1976 tentang Program Kerja Jangka Pendek Inventarisasi dan Evaluasi Kekayaan Alam.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

1. Keputusan Menteri Negara Riset selaku Ketua panitia Kekayaan Alam tentang : Pembentukan Kelompok Kerja Perencanaan Panitia Kekayaan Alam yang selanjutnya disebut POKJAREN.

2. Kedudukan dan Tugas Pokok :

a. POKJA REN adalah suatu kelompok kerja Panitia kekayaan

Alam, berada langsung dibawah dan bertanggung jawab kepada Panitia Kekayaan Alam.

b. POKJA REN adalah wadah bagi konsultasi antar

Departemen/Lembaga serta perencanaan yang terpadu dan

(2)

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA RISET REPUBLIK INDONESIA

DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM, BAGIAN HUKUM, BIROHUKUM DAN HUMAS

wahana bagi penyaluran data dan informasi sumberdaya alam secara lintas sector/antar departemen/lembaga serta

merupakan mata rantai antara perencanaan yang terpadu dan pelaksanaannya secara fungsionil.

c. POKJA RENN membantu terselenggaranya Program Kerja

Panitia Kekayaan Alam pada umumnya dan khususnya dalam penyiapan data dan informasi sumberdaya alam oleh

Departemen/Lembaga yang bersangkutan dalam rangka pengumuman Rencana PELITA.

3. Fungsi-fungsi Pokok.

Dalam hubungan itu POKJA REN menyelenggarakan fungsi-fungsi sebagai berikut :

a. Selaku aparat serta wadah dalam Panitia Kekayaan Alam:

(1) Menjalankan Program Kerja Panitia Kekayaan Alam

dalam rencana-rencana pelaksanaan yang nyata.

(2) Merumuskan Program kerja Panitia Kekayaan Alam

untuk periode-periode Pelita selanjutnya.

(3) Menyajikan data dan informasi sumberdaya alam

yang yang diperlukan bagi rencana-rencana Pelita III dan selanjutnya.

b. Selaku wahana serta mata-mata Departemen/Lembaga dan

Panitia Kekayaan Alam :

(1) Mengusahakan Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi

Program Kerja Panitia Kekayaan Alam dengan

program kerja Departemen-departemen/Lembaga dan pelaksanaannya.

(2) Menyusun pedoman-pedoman terpadu bagi

penyelenggaraan Inventarisasi dan Evaluasi Kekayaan Alam.

(3) Mengusahakan penyiapan dan penyajian data dan

informasi sumberdaya alam bagi keperluan perencanaan pembangunan.

4. Struktur Organisasi dan Tata Kerja.

a. Struktur Organisasi adalah sebagai berikut :

(1) KETUA BAKOSURTANAL sebagai Ketua merangkap

Anggota.

(2) Wakil Ketua ditentukan dalam sidang pertama POKJA

REN.

(3)

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA RISET REPUBLIK INDONESIA

DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM, BAGIAN HUKUM, BIROHUKUM DAN HUMAS

(3) Sekretaris dijabat oleh salah seorang pejabat kantor Sekretariat Menteri Negara Riset.

(4) Para Kepala Biro Perencanaan Departemen anggauta

Panitia Kekayaan Alam dan atau pejabat yang mewakilinya sebagai anggauta.

(5) Para pejabat yang ditunjuk oleh Lembaga-lembaga Non

Departemen anggauta Panitia Kekayaan Alam sebagai anggauta.

(6) para pejabat lain yang diperlukan sebagai anggauta.

5. Anggaran Belanja.

Pembiayaan Kepanitiaan dibebankan pada anggaran Paitia Kekayaan Alam.

6. Penutup.

a. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan diadakan pembetulan/perubahan seperlunya.

b. Surat keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Dikeluarkan di : Jakarta Pada tanggal : 17 Juni 1976

MENTERI NEGARA RISET REPUBLIK INDONESIA,

Ttd.

SUMITRO DJOJOHADIKUSUMO

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan antara variabel eksternal dengan persepsi kemudahan menggunakan, persepsi kemudahan menggunakan dengan persepsi kebermanfaatan, persepsi kebermanfaatan

Karena proses pendataan yang dipakai di PT.Kharisma Prima Abadi sela ma ini masih menggunakan proses manual dan menggunakan Microsoft Office Excel, maka penulis ingin membuat

Ada atau tidaknya gejala impending eklamsia PEMERIKSAAN FISIK Kejang yang terjadi pada kehamilan dengan :.. Peningkatan tekanan darah mulai pada usia kehamilan lebih dari 20

Kotler (2007) Sales promotion, sebagai unsur utama dalam kampanye pemasaran, adalah berbagai kumpulan alat-alat insentif yang sebagian besar berjangka pendek, yang

Awal mula perusahaan 4848 menjadi perusahaan pertama yang membuka usaha shuttle travel yang mengantarkan orang yang membutuhkan jasa transportasi antar kota, kemudian pada tahun

Guru pamong Teknik Elektronika, Dra. Mardiyah mempunyai kemampuan yang baik dalam melakukan pembelajaran di kelas. Karena pengalaman dalam mengajar yang cukup lama

• Tujuan utama siklus pendapatan adalah untuk menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai.. – Bagaimana perusahaan dapat mencapai tujuan

Sumber data penelitian ini adalah acara talk show Sudut Pandang di Metro TV sedangkan data yang digunakan adalah tuturan yang mengandung ketidakpatuhan prinsip kerja