MODUL MATA KULIAH
GAMBAR BENTUK
VCD 101
DISUSUN OLEH EDY PURWANTORO
PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
MODUL MATA KULIAH
GAMBAR BENTUK
DKV 101
DISUSUN OLEH EDY PURWANTORO
PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
PENGANTAR
MATA KULIAH GAMBAR BENTUK
Gambar Bentuk merupakan salah satu dari mata kuliah dasar keilmuan Seni Rupa yang wajib dikuasai oleh mahasiswa atau peserta didik yang hendak mendalami keilmuan Seni Rupa maupun Desain, atau hendak mengembangkan karirnya sebagai seorang seniman, desainer ataupun Arsitek.
Hakikatnya, Gambar Bentuk adalah proses penguasaan ketrampilan menggambar yang didasarkan pada hasil pengamatan bentuk obyek yang akan di gambar. Dalam proses
menggambar, ternyata tidak hanya bentuk obyek saja yang diamati tapi juga karakter obyek, warna, tektur, struktur dan lain-lain, sehingga hasil pengamatan tidak hanya di pahami tapi juga dihayati. Oleh karenanya gambar yang muncul dari tangan penggambar, merupakan representasi dari hasil pemahaman yang diserapnya.
Jadi sesungguhnya, proses menggambar tidak hanya sebagai sebuah proses imajinasi
fanatasi liar seseorang yang dengan tiba-tiba muncul dalam bentuk hasil karya gambar yang ada, tapi merupakan proses ilmiah yang kemudian dikembangkan dalam bentuk eksprsesi kreatif seseorang. Karena dalam proses tersebut ada kegiatan observasi terhadap obyek gambar, ada analisa, sintesa dan kesimpulan yang terwujud dalam bentuk representasi gambar yang seobyektif mungkin.
Bila dilihat dari sudut pandang ini, ketrampilan dan kemampuan menggambar merupakan ilmu yang bisa dikuasai oleh siapapun, seperti halnya kemampuan, ketrampilan maupun keilmuan lain seperti matematika, fisika, biologi, ilmu sosial, budaya dan lain-lain. Tidak hanya mengandalkan pada bakat saja, tapi dengan kerja keras dan kemauan keras atau motivasi yang kuat untuk bisa menguasai ketrampilan menggambar.
Persoalannya, bagi yang merasa tidak memiliki bakat, sudah terlebih dahulu disergap rasa takut dan putus asa takut gambar yang dihasilkannya tidak bagus atau terlalu jelek. Padahal yang dituntut dari pelajaran gambar bentuk adalah bagaimana menggambar dengan baik dan benar tidak melulu harus bagus atau indah. Karena, gambar itu akan bagus atau indah terlihat bila gambar yang kita buat sudah baik dan benar, sesuai dengan bentuk nyatanya, apapun obyeknya.
Pendidikan formal sekolah dasar dan menengah menyisakan sedikit pelajaran menggambar dan pemahaman yang salah, menjauhkan sebahagian besar anak didik untuk bisa
menggambar dengan baik dan benar. Ketakutan yang mendasar karena tidak bisa
menggambar dengan indah dan pemahaman bahwa menggambar hanya untuk bagi anak-anak yang berbakat seni rupa saja, menutup kemungkinan mereka untuk mau belajar menggambar dengan baik dan benar.
mengikuti instruksi yang sudah diprogramkan belumlah cukup untuk langsung bisa
dikatakan trampil atau mahir dalam menggambar. Harapan lebih jauhnya lagi adalah latihan yang dilakukan secara terus menerus, intensif, sehingga tangan yang menggerakan alat gambar menjadi luwes dan mampu mengikuti sesuai dengan apa yang diinginkan dari memori dan imajinasi di otak atau pikiran peserta didik.
Metode dalam buku ini pun begitu, hanya penekanannya pada bentuk latihan yang intensif dan rutin dengan meniru obyek gambar yang ada di alam sekitarnya, disampaikan secara bertahap mulai dari struktur bentuk dasar yang paling sederhana hingga pada bentuk dan tekstur yang lebih rinci. Dan yang paling penting adalah kesesuaian struktur maupun bentuk yang mendekati obyek secara baik dan benar, itu sudah cukup untuk menghasilkan gambar yang bagus.