• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Arang (abstrak)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Karakteristik Arang (abstrak)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Penelitian Hasil Hutan Vol. 30 No. 4, Desember 2012: 261-268 ISSN: 0216-4329 Terakreditasi

No.: 443/AU2/P2MI-LIPI/08/2012

261

KARAKTERISTIK ARANG AKTIF DARI TUNGGAK

(

)

Acacia crassicarpa

The Properties of Actived Charcoal from Treestump of Acacia crassicarpa

Yeni Aprianis

ABSTRAK 1

Tunggak sisa tebangan Hutan Tanamanan Industri (HTI) selama ini belum dimanfaatkan padahal potensinya cukup besar. Pembuatan arang aktif dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan tunggak ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat dasar arang aktif dari tunggak . Tunggak dibuat arang kemudian direndam dalam larutan H PO dengan konsentrasi 5% dan 10% selama 90 menit. Selanjutnya diaktivasi dalam retort pada suhu 650 C, 750 C dan 850 C. Mutu arang aktif yang dihasilkan di uji daya serap iod, benzena, kloroform, formaldehid, abu, karbon, zat terbang, pori permukaan dengan SEM dan derajat kristalinitas dengan XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas arang aktif terbaik diperoleh pada aktivasi perendaman H PO 10% dengan temperatur 750 C. Pada kondisi tersebut diperoleh rendemen sebesar 57%, kadar air 0,49%, kadar zat terbang 7,37%, kadar abu 4,22%, karbon terikat 88,41%, daya serap iod 1.115,5 mg/g, daya serap benzena 25,52%, daya serap kloroform 41,29% dan daya serap formaldehid 45,91%. Arang aktif ini memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI) dan bisa digunakan untuk menjernihkan air. pH air meningkat dari 5,63 menjadi 6,9 dan logam Fe dan Zn menurunkan masing-masing dari 0,600 dan 0,037 mg/L menjadi 0,424 dan 0,024 mg/L. Arang aktif yang dihasilkan strukturnya menjadi lebih teratur setelah diaktivasi.

Kata kunci: Arang aktif, tunggak,

1

Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan Jl. Raya Bangkinang-Kuok Km.9, Kotak Pos 4 BKN 28401

Email: [email protected]

Diterima 22 Maret 2012, disetujui 17 Desember 2012

ABSTRACT

Stump wastes of the felled tree Acacia crassicarpa are not yet used although they are available in large quantity. Converting the stump into actived charcoal maybe one of the most possible uses of the treestump. This experiment investigates the properties of actived charcoal made from Acacia crassicarpa treestump. The treestump was carbonized into charcoal, then activated by immersing in H PO solution with concentration of 5% and 10% for 90 minutes. The treated charcoal was then heated in retort at various temperatures of 650 C, 750 C and 850 C. The result showed that good quality of activated charcoal was obtained by using 10% H PO at temperature 750 C. The yield of the activated charcoal at this condition was 57%, water content 0,49%, volatile matter 7,37%, ash content 4,22%, fixed carbon 88,41%, adsorptive capacity of iodine 1115,5 mg/g, adsorptive capacity of benzene 25,52%, adsorptive capacity of cloroform 41,29% and adsorptive capacity of formaldehyde 45,91%. These characteristics met the SNI requirements and the charcoal can be used for water purification. It can increase pH of water from 5,63 to 6,9 and reduce metals Fe and Zn respectively from 0,600 and 0,037 mg/L into 0,424 and 0,024 mg/L. The structure of charcoal is more reguler after activation.

Key words : Actived of charcoal, tresstump, Crassicarpa

Acacia crassicarpa

3 4

3 4

o o o

o

Acacia crassicarpa Acacia crassicarpa

Acacia crassicarpa

3 4

3 4

o o o

Referensi

Dokumen terkait

Parameter yang diuji adalah rendemen, kadar air, kadar zat terbang, kadar abu, kadar karbon terikat, daya serap terhadap yodium dan benzena, peningkatan

Hal ini diduga arang aktif tempurung kelapa disukai oleh mikroba sebagai rumahnya dan mempunyai daya serap iod yang lebih tinggi dibandingkan arang aktif tongkol jagung.Urea

Berdasarkan perhitungan sidik ragam (Tabel 3) menunjukkan bahwa pengulangan produksi arang aktif tidak berpengaruh nyata terhadap daya serap uap benzena yang

Tahap Pengujian meliputi: rendemen, kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat, daya serap terhadap iodium, daya serap terhadap benzena, daya serap

Analisis uji yang dilakukan antara lain uji luas area permukaan pori, kadar air, kadar abu, daya serap karbon aktif terhadap larutan iod dan pemanfaatannya

Hasil penelitian derajat kristalinitas dan jarak antar lapisan aromatik tercantum pada Tabel 2 dan Gambar 2, yang menunjukkan bahwa derajat kristalinitas arang aktif makin kecil

Menurut Azah dan Rudyanto (1984) daya serap arang aktif dapat terjadi karena (1) adanya pori-pori mikro yang sangat banyak yang dapat menimbulkan gejala kapiler yang

Berdasarkan hasil uji beda Tabel 4 terlihat bahwa tidak semua perlakuan dan interaksinya menyebabkan perbedaan yang nyata terhadap daya serap arang aktif terhadap benzena,di antaranya