1
PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN
NOMOR 037 TAHUN 2011
TENTANG
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PELAYANAN KOREKSI/PENELITIAN PERATURAN GUBERNUR, KEPUTUSAN GUBERNUR DAN INSTRUKSI GUBERNUR
KALIMANTAN SELATAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,
Menimbang : a. bahwa rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas penetapan produk hukum daerah, dipandang perlu menetapkan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Koreksi/Penelitian Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur Kalimantan Selatan;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 Jo. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang penetapan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1957 antara lain Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Selatan sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1106);
2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
2 Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ;
2. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang
Pembinaan dan Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593).
4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737) ; 5. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan
Pengundangan, Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan ;
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2006 tentang Jenis dan Bentuk Produk Hukum Daerah ;
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah :
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2006 tentang Lembaran Daerah dan Berita Daerah.
9. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/21/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Pemerintahan.
10. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 5 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2008 Nomor 5) ;
11. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Prvinsi Kalimantan Selatan Tahun 2008 Nomor 6);
3 1. Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 042 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Unsur-unsur Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Berita Daerah Provinsi Kalimantan selatan ahun 2009 Nonmor 42).
M E M U T U S K A N :
Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN KOREKSI/PENELITIAN PERATURAN GUBERNUR, KEPUTUSAN GUBERNUR DAN INSTRUKSI GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
1. Daerah adalah Provinsi Kalimantan Selatan.
2. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan Perangkat Daerah sebagai penyelenggara Pemerintahan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
3. Gubernur adalah Gubernur Kalimantan Selatan.
4. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. 5. Asisten yang membidangi adalah Asisten Sekretaris Daerah Provinsi
Kalimantan Selatan yang secara substansial membidangi materi yang diatur dalam peraturan, keputusan dan instruksi Gubernur Kalimantan Selatan.
6. Biro Hukum adalah Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
7. Kepala Biro Hukum adalah Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
8. Kepala Bagian undangan adalah Kepala Bagian Perundang-undangan pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
9. Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain adalah Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain pada Bagian Perundang-undangan Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
4 10. Sub Bagian Tata Usaha Biro Hukum yang selanjutnya disebut Sub Bagian Tata Usaha adalah Sub Bagian Tata Usaha Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
11. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah yang berbentuk badan, kantor dan rumah sakit daerah. 12. Unit kerja adalah biro-biro di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi
Kalimantan Selatan.
13. Peraturan Gubernur adalah Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan. 14. Keputusan Gubernur adalah Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan. 15. Instruksi Gubernur adalah Instruksi Gubernur Kalimantan Selatan.
BAB II
STANDAR OPERATING PROSEDUR
PELAYANAN KOREKSI/PENELITIAN PERATURAN GUBERNUR, KEPUTUSAN GUBERNUR DAN INSTRUKSI GUBERNUR
Pasal 2
Biro Hukum melakukan koreksi/penelitian terhadap setiap rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pasal 3
(1) SKPD penyusun rancangan peraturan gubernur keputusan gubernur dan instruksi gubernur mengajukan permohonan koreksi/penelitian kepada Kepala Biro Hukum disertai dengan konsep rancangan peraturan
(2) Permohonan Koreksi/penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterima oleh Sub Bagian Tata Usaha Biro Hukum dan dicatat dalam buku agenda surat masuk.
Pasal 4
(1) Permohonan koreksi/penelitian draft rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur disampaikan Sub Bagian Tata Usaha kepada Kepala Biro Hukum.
(2) Kepala Biro Hukum mempelajari substansi peraturan gubernur, keputusan gubernur dan instruksi gubernur dan selanjutnya memberikan arahan melalui disposisi kepada Kepala Bagian Perundang-undangan untuk menindaklanjuti permohonan koreksi/penelitian.
5
Pasal 5
(1) Kepala Bagian Perundang-undangan mempelajari substansi rancangan peraturan gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur.
(2) Kepala Bagian Perundangp-undangan memberikan arahan kepada Kepala Sub Produk Hukum Lain untuk melakukan koreksi/penelitian terhadap rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pasal 6
(1) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain melakukan koreksi/penelitian draf rancangan peraturan gubernur dan instruksi gubernur.
(2) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain melaporkan hasil pelaksanaan koreksi/penelitian berupa nota dinas/surat kepada Kepala Bagian Perundang-undangan.
Pasal 7
(1) Bagian Perundang-undangan berkoordinasi dengan pejabat fungsional perancang perundang-undangan yang ada di Biro Hukum dalam proses koreksi/penelitian peraturan gubernur, keputusan gubernur dan instruksi gubernur.
(2) Pejabat fungsional perancang perundang-undangan memberikan saran/masukan secara tertulis terhadap peraturan gubernur, keputusan gubernur dan instruksi gubernur yang dimohonkan koreksi/penelitian kepada Kepala Sub Bagian Perumusan ProdukHukum Lain melalui Kepala Bagian Perundang-undangan.
Pasal 8
(1) Kepala Bagian Perundang-undangan memeriksa hasil koreksi/penelitian draft rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur, dan membubuhkan paraf.
(2) Kepala Bagian Perundang-undangan melaporkan dan menyerahkan hasil koreksi/penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Kepala Biro Hukum melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha.
Pasal 9
(1) Kepala Biro Hukum memeriksa hasil koreksi/penelitian draft rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur.
6 (2) Kepala Biro Hukum menandatangani hasil koreksi/penelitian dan
pengkajian.
(3) Hasil koreksi/penelitian dan pengkajian yang telah ditandatangani oleh Kepala Biro Hukum diserahkan kepada Sub Bagian Tata Usaha Biro.
Pasal 10
(1) Kepala Sub Bagian Tata Usaha Biro memberikan nomor dan mencatat surat/nota dinas hasil koreksi/penelitian draft rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur dalam buku agenda.
(2) Kepala Sub Bagian Tata Usaha Biro menyerahkan surat/nota dinas hasil koreksi/penelitian draft rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur kepada Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain.
Pasal 11
(1) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain menyerahkan surat/nota dinas koreksi/penelitian draft rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur kepada SKPD/Unit kerja yang mengajukan permohonan koreksi/penelitian.
(2) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain mencatat bukti tanda terima penyerahan berkas hasil koreksi/penelitian.
Pasal 12
(1) SKPD pemohon melakukan penyempurnakan draf rancangan peraturan gubernur, keputusan gubernur dan instruksi gubernur sesuai hasil koreksi/penelitian.
(2) Draf rancangan peraturan gubernur, keputusan gubernur dan instruksi gubernur yang telah disempurnakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebelum disampaikan kepada Gubernur/Sekretris Daerah untuk ditandatangani, harus disampaikan kembali ke Bagian Perundang-undangan untuk dikoreksi
(3) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain memberikan persetujuan terhadap Draf rancangan peraturan gubernur, keputusan gubernur dan instruksi gubernur yang telah dinyatakan sesuai dengan hasil koreksi/penelitian dari Biro Hukum .
7
Pasal 13
(1) Peraturan gubernur yang telah ditandatangani oleh Gubernur,disampaikan kembali kepada Kepala Biro Hukum untuk dilakukan pengundangan dalam berita daerah
(2) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain memberikan nomor penetapan dan pengundangan serta mencatat dalam buku register penomoran.
(3) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain mengarsipkan naskah peraturan gubernur yang telah diberi nomor sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjadi dokumentasi hukum.
Pasal 14
(1) Naskah Peraturan Gubernur diberikan nomor penetapan dan nomor pengundangan dalam Berita Daerah.
(2) Naskah Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur hanya diberikan nomor penetapan.
Pasal 14
(1) Keputusan Gubernur dan instruksi gubernur yang telah ditandatangani oleh Gubernur/Sekretaris Daerah, disampaikan kembali kepada Kepala Biro Hukum.
(2) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain memberikan nomor penetapan dan pengundangan sera mencatatat dalam buku register penomoran.
(3) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain mengarsipkan naskah perturan gubernur yang telah diberi nomor sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjadi Dokumentasi hukum.
Pasal 15
Format Standar Operasional Prosedur Pelayanan Koreksi/penelitian Rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur sebagaimana terlampir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini.
8
BAB III TATA KERJA
Pasal 16
(1) Setiap pejabat yang terlibat di dalam pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Koreksi/penelitian Rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur, wajib membangun komitmen tinggi untuk mendukung pelaksanaannya.
(2) Setiap pejabat yang terlibat di dalam pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Koreksi/penelitian Rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur, wajib mengembangkan koordinasi dan kerja sama maksimal dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.
(3) Setiap pejabat yang terlibat di dalam pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Koreksi/penelitian Rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur, wajib memperhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam pelaksanaan tugas.
BAB IV
SARANA DAN PRASARANA Pasal 17
(1) Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan Standar Operasional Prosedur, dipandang perlu menyediakan sarana dan prasarana pendukung kegiatan sesuai dengan kebutuhan.
(2) Sarana dan prasarana pendukung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dioperasionalkan secara khusus dalam koreksi/penelitian rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur, secara efisien, efektif dan tepat waktu sesuai dengan standar waktu maksimal untuk kegiatan koreksi/penelitian naskah Rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur.
BAB V
KETENTUAN PENUTUP Pasal 18
Ketentuan lebih lanjut mengenai hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Gubernur ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaanya, ditetapkan dengan Keputusan Gubernur
9
Pasal 19
Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Provinsi Kalimantan Selatan.
Ditetapkan di Banjarmasin pada tanggal 11 Juli 2011
GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN
H. RUDY ARIFFIN
Diundangkan di Banjarmasin pada tanggal 11 Juli 2011
SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN,
H.M. MUCHLIS GAFURI
BERITA DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2011 NOMOR