• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 037 TAHUN 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 037 TAHUN 2011"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN

NOMOR 037 TAHUN 2011

TENTANG

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PELAYANAN KOREKSI/PENELITIAN PERATURAN GUBERNUR, KEPUTUSAN GUBERNUR DAN INSTRUKSI GUBERNUR

KALIMANTAN SELATAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

Menimbang : a. bahwa rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas penetapan produk hukum daerah, dipandang perlu menetapkan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Koreksi/Penelitian Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur Kalimantan Selatan;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 Jo. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang penetapan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1957 antara lain Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Selatan sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1106);

2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

(2)

2 Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ;

2. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). 3. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang

Pembinaan dan Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593).

4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737) ; 5. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan

Pengundangan, Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan ;

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2006 tentang Jenis dan Bentuk Produk Hukum Daerah ;

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah :

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2006 tentang Lembaran Daerah dan Berita Daerah.

9. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/21/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Pemerintahan.

10. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 5 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2008 Nomor 5) ;

11. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Prvinsi Kalimantan Selatan Tahun 2008 Nomor 6);

(3)

3 1. Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 042 Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Unsur-unsur Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Berita Daerah Provinsi Kalimantan selatan ahun 2009 Nonmor 42).

M E M U T U S K A N :

Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN KOREKSI/PENELITIAN PERATURAN GUBERNUR, KEPUTUSAN GUBERNUR DAN INSTRUKSI GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

1. Daerah adalah Provinsi Kalimantan Selatan.

2. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan Perangkat Daerah sebagai penyelenggara Pemerintahan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

3. Gubernur adalah Gubernur Kalimantan Selatan.

4. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. 5. Asisten yang membidangi adalah Asisten Sekretaris Daerah Provinsi

Kalimantan Selatan yang secara substansial membidangi materi yang diatur dalam peraturan, keputusan dan instruksi Gubernur Kalimantan Selatan.

6. Biro Hukum adalah Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

7. Kepala Biro Hukum adalah Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

8. Kepala Bagian undangan adalah Kepala Bagian Perundang-undangan pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

9. Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain adalah Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain pada Bagian Perundang-undangan Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

(4)

4 10. Sub Bagian Tata Usaha Biro Hukum yang selanjutnya disebut Sub Bagian Tata Usaha adalah Sub Bagian Tata Usaha Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

11. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah yang berbentuk badan, kantor dan rumah sakit daerah. 12. Unit kerja adalah biro-biro di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi

Kalimantan Selatan.

13. Peraturan Gubernur adalah Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan. 14. Keputusan Gubernur adalah Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan. 15. Instruksi Gubernur adalah Instruksi Gubernur Kalimantan Selatan.

BAB II

STANDAR OPERATING PROSEDUR

PELAYANAN KOREKSI/PENELITIAN PERATURAN GUBERNUR, KEPUTUSAN GUBERNUR DAN INSTRUKSI GUBERNUR

Pasal 2

Biro Hukum melakukan koreksi/penelitian terhadap setiap rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pasal 3

(1) SKPD penyusun rancangan peraturan gubernur keputusan gubernur dan instruksi gubernur mengajukan permohonan koreksi/penelitian kepada Kepala Biro Hukum disertai dengan konsep rancangan peraturan

(2) Permohonan Koreksi/penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterima oleh Sub Bagian Tata Usaha Biro Hukum dan dicatat dalam buku agenda surat masuk.

Pasal 4

(1) Permohonan koreksi/penelitian draft rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur disampaikan Sub Bagian Tata Usaha kepada Kepala Biro Hukum.

(2) Kepala Biro Hukum mempelajari substansi peraturan gubernur, keputusan gubernur dan instruksi gubernur dan selanjutnya memberikan arahan melalui disposisi kepada Kepala Bagian Perundang-undangan untuk menindaklanjuti permohonan koreksi/penelitian.

(5)

5

Pasal 5

(1) Kepala Bagian Perundang-undangan mempelajari substansi rancangan peraturan gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur.

(2) Kepala Bagian Perundangp-undangan memberikan arahan kepada Kepala Sub Produk Hukum Lain untuk melakukan koreksi/penelitian terhadap rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pasal 6

(1) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain melakukan koreksi/penelitian draf rancangan peraturan gubernur dan instruksi gubernur.

(2) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain melaporkan hasil pelaksanaan koreksi/penelitian berupa nota dinas/surat kepada Kepala Bagian Perundang-undangan.

Pasal 7

(1) Bagian Perundang-undangan berkoordinasi dengan pejabat fungsional perancang perundang-undangan yang ada di Biro Hukum dalam proses koreksi/penelitian peraturan gubernur, keputusan gubernur dan instruksi gubernur.

(2) Pejabat fungsional perancang perundang-undangan memberikan saran/masukan secara tertulis terhadap peraturan gubernur, keputusan gubernur dan instruksi gubernur yang dimohonkan koreksi/penelitian kepada Kepala Sub Bagian Perumusan ProdukHukum Lain melalui Kepala Bagian Perundang-undangan.

Pasal 8

(1) Kepala Bagian Perundang-undangan memeriksa hasil koreksi/penelitian draft rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur, dan membubuhkan paraf.

(2) Kepala Bagian Perundang-undangan melaporkan dan menyerahkan hasil koreksi/penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Kepala Biro Hukum melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha.

Pasal 9

(1) Kepala Biro Hukum memeriksa hasil koreksi/penelitian draft rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur.

(6)

6 (2) Kepala Biro Hukum menandatangani hasil koreksi/penelitian dan

pengkajian.

(3) Hasil koreksi/penelitian dan pengkajian yang telah ditandatangani oleh Kepala Biro Hukum diserahkan kepada Sub Bagian Tata Usaha Biro.

Pasal 10

(1) Kepala Sub Bagian Tata Usaha Biro memberikan nomor dan mencatat surat/nota dinas hasil koreksi/penelitian draft rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur dalam buku agenda.

(2) Kepala Sub Bagian Tata Usaha Biro menyerahkan surat/nota dinas hasil koreksi/penelitian draft rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur kepada Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain.

Pasal 11

(1) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain menyerahkan surat/nota dinas koreksi/penelitian draft rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur kepada SKPD/Unit kerja yang mengajukan permohonan koreksi/penelitian.

(2) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain mencatat bukti tanda terima penyerahan berkas hasil koreksi/penelitian.

Pasal 12

(1) SKPD pemohon melakukan penyempurnakan draf rancangan peraturan gubernur, keputusan gubernur dan instruksi gubernur sesuai hasil koreksi/penelitian.

(2) Draf rancangan peraturan gubernur, keputusan gubernur dan instruksi gubernur yang telah disempurnakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebelum disampaikan kepada Gubernur/Sekretris Daerah untuk ditandatangani, harus disampaikan kembali ke Bagian Perundang-undangan untuk dikoreksi

(3) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain memberikan persetujuan terhadap Draf rancangan peraturan gubernur, keputusan gubernur dan instruksi gubernur yang telah dinyatakan sesuai dengan hasil koreksi/penelitian dari Biro Hukum .

(7)

7

Pasal 13

(1) Peraturan gubernur yang telah ditandatangani oleh Gubernur,disampaikan kembali kepada Kepala Biro Hukum untuk dilakukan pengundangan dalam berita daerah

(2) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain memberikan nomor penetapan dan pengundangan serta mencatat dalam buku register penomoran.

(3) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain mengarsipkan naskah peraturan gubernur yang telah diberi nomor sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjadi dokumentasi hukum.

Pasal 14

(1) Naskah Peraturan Gubernur diberikan nomor penetapan dan nomor pengundangan dalam Berita Daerah.

(2) Naskah Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur hanya diberikan nomor penetapan.

Pasal 14

(1) Keputusan Gubernur dan instruksi gubernur yang telah ditandatangani oleh Gubernur/Sekretaris Daerah, disampaikan kembali kepada Kepala Biro Hukum.

(2) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain memberikan nomor penetapan dan pengundangan sera mencatatat dalam buku register penomoran.

(3) Kepala Sub Bagian Perumusan Produk Hukum Lain mengarsipkan naskah perturan gubernur yang telah diberi nomor sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjadi Dokumentasi hukum.

Pasal 15

Format Standar Operasional Prosedur Pelayanan Koreksi/penelitian Rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur sebagaimana terlampir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini.

(8)

8

BAB III TATA KERJA

Pasal 16

(1) Setiap pejabat yang terlibat di dalam pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Koreksi/penelitian Rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur, wajib membangun komitmen tinggi untuk mendukung pelaksanaannya.

(2) Setiap pejabat yang terlibat di dalam pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Koreksi/penelitian Rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur, wajib mengembangkan koordinasi dan kerja sama maksimal dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.

(3) Setiap pejabat yang terlibat di dalam pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Koreksi/penelitian Rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur, wajib memperhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam pelaksanaan tugas.

BAB IV

SARANA DAN PRASARANA Pasal 17

(1) Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan Standar Operasional Prosedur, dipandang perlu menyediakan sarana dan prasarana pendukung kegiatan sesuai dengan kebutuhan.

(2) Sarana dan prasarana pendukung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dioperasionalkan secara khusus dalam koreksi/penelitian rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur, secara efisien, efektif dan tepat waktu sesuai dengan standar waktu maksimal untuk kegiatan koreksi/penelitian naskah Rancangan Peraturan Gubernur, Keputusan Gubernur dan Instruksi Gubernur.

BAB V

KETENTUAN PENUTUP Pasal 18

Ketentuan lebih lanjut mengenai hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Gubernur ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaanya, ditetapkan dengan Keputusan Gubernur

(9)

9

Pasal 19

Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Provinsi Kalimantan Selatan.

Ditetapkan di Banjarmasin pada tanggal 11 Juli 2011

GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN

H. RUDY ARIFFIN

Diundangkan di Banjarmasin pada tanggal 11 Juli 2011

SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN,

H.M. MUCHLIS GAFURI

BERITA DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2011 NOMOR

(10)

10

SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI

KALIMANTAN SELATAN

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP)

PELAYANAN KOREKSI/PENELITIAN PERATURAN,

KEPUTUSAN DAN INSTRUKSI

GUBERNUR

Nomor SOP

Tanggal

Pembuatan

Tanggal Revisi

Tanggal Efektif

Disahkan oleh

Nama SOP

Dasar Hukum :

Kualifikasi Pelaksana :

12. Perda Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah

Provinsi Kalimantan Selatan.

13.

Pergub. Kalsel Nomor Tahun 2009 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas Unsur-unsur

Organisasi Setda Provinsi Kalimantan Selatan

a.

memahami dengan baik kegiatan yang harus dilakukan dalam menunjang tugas ;

b.

memahami dengan baik ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan kegiatan ;

c.

memhami dengan baik paeraturan perundang-undangan sesuai substansi raperda ;

d.

mempunyai komitmen tinggi untuk menyelesaikan setiap tahapan kegiatan tepat sasaran dan tepat waktu.

Keterkaitan :

Peralatan /Perlengkapan :

1.

2.

a.

perangkat computer khusus untuk prosessing koreksi/penelitian peraturan/keputusan/instruksi gubernur ;

b.

filling cabinet untuk menyimpan arsip/dokumen koreksi /penelitian.;

Peringatan :

Pencatatan dan Pendataan :

SOP ini merupakan prosedur baku yang wajib dilaksanakan dalam pelayanan koreksi/penelitian Peraturan,

Keputusan dan Instruksi Gubernur Kalimantan Selatan dan jika tidak dilaksanakan akan mengakibatkan

ketidak tepatan format, ketidak sinkronan dan ketidaktepatan waktu dalam rumusan Peraturan, Keputusan

dan Instruksi Gubenur..

a.

dokumentasi korekksi/penelitian peraturan/keputusan/inmstruksi Gubenur Kalimantan Selatan ;

b.

dokumentasi/laporan monitoring dan evaluasi realisasi penyempurnaan peraturan/keputusan/instruksi gubernur.

NO

.

KEGIATAN

P E L A K S A N A

BAKU MUTU

KETERANGAN

Subbag

TU Biro

Hukum

Kasubag

PPHL

Kabag

Pert.

Per-UU-an

Karo

Hukum

SKPD/ Unit

Kerja

Asisten

yang

mem-bidangi

Sekda

Gubernur

Perlengkapan

Waktu

Output

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

1.

Penerimaan

berkas

permohonan

koreksi/penelitian

rancangan

peraturan, keputusan dan instruksi

gubernur

Surat/nota dinas

permintaan

pe-nelitian/koreksi

dan draft naskah

yang dikoreksi

Penyerahan

bukti

penerimaan

berkas

2.

Pencatatan dalam agenda surat

masuk dan disampaikan kepada

Kepala Biro Hukum untuk mendapat

disposisi/arahan.

Berkas

permohonan

koreksi/peneli-tian lengkap

Catatan berkas

permohonan

koreksi/

penelitian draft

naskah praturan,

keputusan dan

LAMPIRAN : PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN

NOMOR 037 TAHUN 2011

TANGGAL 11 Juli 2011

(11)

11

instruksi

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

15

3.

Dipelajari

dan

diberikan

disposisi/arahan

kepada

Kabag

Perundang-undangan untuk ditindak

lanjuti.

Berkas

permohonan

koreksi /

penelitian

selengkapnuya

Disposisi/

arahan tindak

lanjut koreksi/

penelitian

kepada Kabag

Per-UU-an

4.

Kabag. Perundang-undangan

mem-pelajari materi permasalahan dan

mem-berikan

arahan

koreksi/

penelitian kepada Kepala Sub Bag

Perumusan Produk Hukum Lain.

Berkas

permohonan

koreksi/peneliti-an dkoreksi/peneliti-an arahkoreksi/peneliti-an

Kepala Biro

Hukum

Arahan Kepala

Sub Bagian

Perumusan

Produk Hukum

Lain-lain

5.

Kepala Sub Bag. Perumusan Produk

Hukum

Lain

melaksanakan

koreksi/penelitian dan pengkajian

draft rancangan peraturan/keputusan/

instruksi dan dilaporkan kepada

Kepala Bagian Perundang-undangan.

Berkas

permohonan,

arahan pimpinan

dan referensi

sesuai substansi

Hasil koreksi/

penelitian draft

rancangan

peraturan/

keputusan/

instruksi

gubernur

6.

Kepala Bagian Perundang-undangan

memeriksa hasil koreksi/penelitian

dan

membubuhkan

paraf

serta

diteruskan kepada Kepala Biro

Hukum

Hasil koreksi/

penelitian draft

rancangan pera-

turan/keputusan/

instruksi gub.

Hasil koreksi/

penelitian draft

rancangan yang

telah diparaf

Kabag

Per-UU-an

7.

\

Kepala Biro Hukum memeriksa hasil

koreksi/penelitian draft rancangan

peraturan/keputusan/instruksi

guber-nur dan membubuhkan tanda tangan

serta menyerahkan kepada Sub Bag

TU Biro Hukum.

Hasil koreksi/

penelitian draft

rancangan yang

telah diparaf

Kabag

Per-UU-an

Hasil koreksi/

penelitian draft

rancangan yang

telah ditanda

tangani Kepala

Biro Hukum

8.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Biro

memberikan nomor dan mencatat

surat/nota dinas hasil koreksi/

Hasil koreksi/

penelitian draft

rancangan yang

telah ditanda

Hasil koreksi/

penelitian draft

rancangan yang

telah ditanda

(12)

12

penelitian draft rancangan peraturan/

keputusan/instruksi gubernur dan

menyerahkan kepada Kepala Sub

Bagian Perumusan Produk Hukum

Lain.

tangani Kepala

Biro Hukum

tangani Kepala

Biro Hukum

diberikan nomor

dan dicatat

dalam agenda .

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

10..

Kepala Sub Bagian Perumusan

Produk Hukum Lain menyerahkan

hasil

koreksi/penelitian

kepada

SKPD/unit kerja pemohon.

Hasil koreksi/

penelitian draft

rancangan yang

telah ditanda

tangani Kepala

Biro Hukum

Bukti penerimaan

berkas

koreksi/penelitian

dari SKPD/Unit

kerja

11.. SKPD/Unit

kerja

pemohon

menyempurnakan draft rancangan

peraturan/keputusan/instruksi sesuai

hasil koreksi/penelitian

Hasil koreksi/

penelitian draft

rancangan yang

telah ditanda

tangani Kepala

Biro Hukum

Rancangan

pera-turan/keputusan/

instruksi yang telah

diperbaiki sesuai

koreksi/penelitian

12.

Rancangan peraturan / keputusan/

instruksi

yang telah

diperbaiki

diberikan paraf koordinasi oleh

Kepala SKPD/Unit kerja, Asisten

dan Sekda dan diteruskan kepada

Gubenrur untuk ditandatangani

Rancangan

pera-turan/keputusan/

instruksi yang telah

diperbaiki sesuai

koreksi/penelitian

Rancangan

pera-turan/keputusan/

instruksi yang telah

mendapat paraf

koordinasi pejabat

terkait

13.

Rancangan peraturan / keputusan /

instruksi

ditandatangani

oleh

Gubenur

menjadi

Peraturan/

Keputusan/Instruksi Gubernur

Rancangan

pera-turan/keputusan/

instruksi yang

telah mendapat

paraf koordinasi

pejabat terkait

Peraturan Gub,

Keputusan Gub

dan Instruksi Gub

yang telah ditanda

tangani Gubernur

14.

Peraturan/Keputusan/Instruksi

Gu-bernur diterima kembali oleh SKPD/

Unit Kerja dan diteruskan kepada

Biro

Hukum

untuk

diproses

penomoran dan pengundangannya.

Peraturan Gub,

Keputusan Gub

dan Instruksi

Gub yang telah

ditanda tangani

Gubernur

Penyerahan

naskah Pergub,

Kepgub dan

Ingub kepada

Biro Hukum

(13)

13

15.

Kepala Biro Hukum/Kepala SKPD/

Kepala Unit Kerja mengajukan

penandatanganan

Peraturan

Gubernur

kepada

Sekda

untuk

proses pengundangan dalam Berita

Daerah.

Peraturan

Gubernur

Nota dinas

pengantar

penandatanganan

Sekda

16.

Sekda menanda tangani

pengun-dangan Peraturan Gubernur dan

mengembalikan naskah Peraturan

Gubernur

kepada

Kepala

Biro

Hukum/Kepala SKPD/ Kepala Unit

Kerja dan diteruskan prosesnya oleh

Kepala Bagian Per-UU-an dan

Kepala Sub Bagian Perumusan

Produk Hukum lain untuk ditetapkan

dan diundangkan menjadi Peraturaan

Gubernur.

Peraaturan

Gubernur dan Nota

dinas pengantar

penandatanganan

Sekda

Pergub dengan

tanda tangan

Sekda untuk

pengundangan

17.

Sub Bagian Perumusan Produk

Hukum Lain memberikan nomor

penetapan dan nomor pengundangan

untuk Peraturan Gubernur setelah

ditandatangani Sekda, dan nomor

penetapan untuk Keputusan dan

Instruksi Gubernur, dan diserahkan

kembali kepada SKPD/Unit Kerja

Peraturan Guber-

nur, Keputusan

Gubernur dan

Instruksi

Gubernur

Peraturan Guber-

nur, Keputusan

Gubernur dan

Instruksi Gubernur

yang telah

diberikan nomor

penetapan dan

nomor

pengundangan

18.

Peraturan / Keputusan / Instruksi

Gubernur dilaksanakan oleh SKPD/

Unit Kerja.

Peraturan Guber-

nur, Keputusan

Gubernur dan

Instruksi Gubernur

yang telah

diberikan nomor

penetapan dan

nomor

pengundangan

Naskah

penyerahan

bukti

penerimaan

Pergub, Kepgub

dan Ingub dari

SKPD/Unit

kerja

GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

Referensi

Dokumen terkait

Bertolak dari judul penelitian ini yaitu pengaruh latihan wall pass terhadap kemampuan short pass permainan sepak bola siswa ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri

The viscosity of liquids can be determined with a rotation vis- cometer, in which a motor with variable rotation speed drives a cylinder immersed in the liquid to be investigated with

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan hasil tes pada mata pelajaran fiqh materi pokok puasa ramadhan antara alat tes completion test

Pembagian zona pada desa wisata dibagi menjadi empat yaitu (1) zona konservasi rumah penduduk sebagai zona yang melindungi rumah penduduk sebagai aset kebudayaan desa

Berbeda dengan SAK umum, laporan laba rugi pada BUMDes Syariah tidak disertai dengan kata komprehensif. Ini mengacu pada SAK ETAP yang tidak menambah komponen pendapatan

Jika dilihat dari permasalahan di atas maka dapat kita ketahui bahwasanya permaslahan dalam dunia pendidikan di Indonesia ini adalah sudah memudarnya budaya dan moral

6 homoseksual (gay dan lesbian) dikarenakan pendidikan dalam sekolah berbasis keislaman yang sangat ketat dan sarat akan akidah agama dan peraturan dalam pergaulan

Bab 4 ini membahas mengenai pengolahan atau analisis data untuk menghasilkan penemuan yang berkaitan dengan pengaruh partisipasi masyarakat dalam konservasi cagar