Meningkatkan Kualitas Bahan Baku Kulit dengan Menggunakan
Metode Importance Performance Analysis (IPA)
The Improvement of The Raw Material Leather Using Importance Performance Analysis (IPA)
1
Hesty Rahayu Lestari
1Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung,
Jl. Tamansari No.1 Bandung 40116 email: [email protected]
Abstract. Competition in the business nowaday is increasingly tight. It is also perceived by leather
business doers like PT Elco Sejahtera Indonesia. There are many similar businesses that sprung up with their own characteristic. In order to make the customer satisfied and does not move to another place, then the company should know the factors that affect the customer satisfaction. The customer satisfaction can be created through the price, the quality product and the service quality. Specifically, the research discusses the quality product toward the customer satisfaction. The final study was conducted in Elco PT Sejahtera Indonesia, a company that manufactures leather raw materials. The problems at the company today is the quality of leather raw materials to consumer satisfaction, causing differences in the assessment of each person. To overcome the current problems can using Importance Performance Analysis (IPA), which is to measure the level of satisfaction and the interests of consumers against the leather products from PT Elco Sejahtera Indonesia also known as quadrant analysis. The selection using the IPA will involve assessment of people who are consumers Elco PT Sejahtera Indonesia. The purpose of this study was to identify the factors of quality leather products PT Elco Sejahtera Indonesia, to measure the level of satisfaction and the interests of consumers against skin products PT Elco Sejahtera Indonesia using Analysis Importance
Performance (IPA), to implement the Importance Performance Analysis (IPA ) at the company, as well as
suggested improvements by using Standard Operating Procedure (SOP) to the company in order to achieve an increase in consumer relations. This research was conducted in Jalan Jalan Ahmad Yani or Gagaklumayung, Sukaregang Garut. Respondents were used by 50 respondents. The results showed that all factors tested the positive and significant impact on customer satisfaction through Importance Performance
Analysis.
Keywords: product quality, the consumer satisfaction, importance performance analysis (IPA), SOP (Standard Operating Procedure).
Abstrak. Persaingan di dunia bisnis sekarang sudah semakin ketat. Hal ini juga dirasakan oleh pelaku
bisnis kulit seperti PT Elco Sejahtera Indonesia. Banyak usaha-usaha sejenis yang bermunculan dengan ciri khas masing-masing. Agar pelanggan merasa puas dan tidak berpindah ke tempat lain, maka perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggannya. Kepuasan pelanggan dapat diciptakan melalui harga, kualitas produk, dan kualitas layanan. Secara khusus, penelitian ini membahas tentang kualitas produk terhadap kepuasan konsumen. Penelitian Tugas Akhir ini dilakukan di PT Elco Sejahtera Indonesia, merupakan perusahaan yang memproduksi bahan baku kulit. Permasalahan pada perusahaan saat ini yaitu kualitas bahan baku kulit terhadap kepuasan konsumen sehingga menimbulkan perbedaan penilaian dari setiap orang. Untuk mengatasi permasalahan saat ini dapat menggunakan metode
Importance Performance Analysis (IPA) yang merupakan untuk mengukur tingkat kepuasan dan
kepentingan konsumen terhadap produk kulit PT Elco Sejahtera Indonesia yang dikenal pula sebagai
quadrant analysis. Pemilihan dengan menggunakan metode IPA akan melibatkan penilaian dari
orang-orang yang merupakan konsumen PT Elco Sejahtera Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor kualitas produk kulit PT Elco Sejahtera Indonesia, untuk mengukur tingkat kepuasan dan kepentingan konsumen terhadap produk kulit PT Elco Sejahtera Indonesia dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA), untuk menerapkan metode Importance
Performance Analysis (IPA) di perusahaan, serta mengusulkan perbaikan dengan menggunakan Standard Operating Procedure (SOP) kepada perusahaan demi tercapainya peningkatan hubungan konsumen.
Penelitian ini dilakukan di Jalan Ahmad Yani atau Jalan Gagaklumayung, Sukaregang Garut. Responden yang digunakan sebanyak 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor yang diuji berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen melalui metode Importance
Performance Analysis.
Kata Kunci: kualitas produk, kepuasan konsumen, importance performance analysis (IPA), SOP (Standard Operating Procedure).
A. Pendahuluan
Masalah yang sedang dihadapi oleh PT Elco Sejahtera Indonesia ini adalah dari segi kualitas bahan baku untuk membuat jaket kulit. Salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan di PT Elco Sejahtera Indonesia saat ini adalah menggunakan Metode IPA (Importance Performance Analysis). Metode IPA adalah suatu teknik analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penting apa yang harus ditunjukkan oleh suatu perusahaan dalam memenuhi kepuasan para konsumen. Pada akhir penelitian diberikan rekomendasi perbaikan kualitas bahan baku PT Elco Sejahtera Indonesia sesuai dengan permasalahan yang terjadi pada saat ini, kemudian akan dilakukan rekomendasi perbaikan mengenai permasalahan yang terjadi di perusahaan saat ini melalui SOP (Standard Operating Procedure) yang akan diuraikan secara rinci dan penerapan metode IPA dapat diterima di perusahaan.
Rumusan Masalah
1. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk berdasarkan konsumen PT Elco Sejahtera Indonesia?
2. Bagaimana tingkat kepuasan dan kepentingan konsumen terhadap kualitas produk PT Elco Sejahtera Indonesia?
3. Apa saja faktor-faktor yang menjadi prioritas perbaikan PT Elco Sejahtera Indonesia?
Tujuan Penelitian
1. Mengidentifikasi faktor-faktor kualitas produk kulit PT Elco Sejahtera Indonesia.
2. Mengukur tingkat kepuasan dan kepentingan konsumen terhadap produk kulit PT Elco Sejahtera Indonesia dengan metode IPA.
3. Menentukan faktor yang menjadi prioritas perbaikan dengan metode
Importance Performance Analysis (IPA).
Pembatasan Masalah
1. Responden dalam sampel ini adalah konsumen PT Elco Sejahtera Indonesia. 2. Tidak membahas masalah harga.
B. Landasan Teori
Menurut Douglas C. Montgomery, terdapat delapan dimensi kualitas. Berikut
adalah identifikasi dimensi kualitas produk : 1. Performance (Persepsi)
Performance berhubungan dengan aspek fungsional suatu produk dan
merupakan sebuah karakteristik utama yang dipertimbangkan konsumen ketika sedang dalam membeli produk tersebut.
2. Features (Fitur)
Features adalah aspek performansi yang bermanfaat untuk menambah
fungsi dasar, yang berhubungan dengan pilihan-pilihan produk serta pengembangan produk tersebut.
3. Reliability (Kehandalan)
Reliability merupakan hal yang berhubungan dengan probabilitas atau
kemungkinan suatu produk berhasil menjalankan fungsinya setiap kali dipakai atau digunakan dalam periode waktu dan kondisi tertentu.
4. Conformance (Kesesuaian)
Conformance berhubungan dengan tingkat kesesuaian dalam hal spesifikasi
yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan konsumen.
Conformance merefleksikan derajat ketepatan diantara karakteristik desain
produk dengan karakteristik kualitas standar yang sudah ditetapkan sebelumnya. 5. Durability (Ketahanan)
Durability adalah suatu refleksi atas umur ekonomis berupa ukuran daya tahan
atau masa pakai suatu produk (barang).
6. Serviceability
Serviceability adalah karakteristik yang berhubungan dengan kompetensi,
kecepatan, akurasi, dan kemudahan dalam memberikan layanan untuk perbaikan suatu produk (barang).
7. Aesthetics (Estetika/Keindahan)
Aesthetics adalah suatu karakteristik yang bersifat subyektif tentang nilai-nilai
estetika yang berhubungan dengan pertimbangan prinbadi serta refleksi dari preferensi seorang individual.
8. Perceived Quality (Kesan Kualitas)
Perceived Quality adalah kesan kualitas suatu produk yang dirasakan oleh
konsumen. Dimensi kualitas ini berkaitan dengan persepsi konsumen terhadap kualitas sebuah produk ataupun merek yang menurut kebanyakan konsumen merupakan produk yang berkualitas.
C. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Mulai Studi Pendahuluan Identifikasi Masalah Observasi - Pengamatan Langsung - Wawancara Studi Literatur Identifikasi Faktor Penelitian Penetapan Tujuan Penelitian A
Penentuan Sampel Penelitian n = N / 1 + N (e)2
Penentuan Alat Ukur Penelitian
Pembuatan Kuesioner Kepuasan Pelanggan Bahan Baku Jaket Kulit
Penyebaran dan Pengumpulan Data Kuesioner Tahap I
Uji Validitas
Kuesioner Valid? Tidak Buang Data Yang Tidak Valid
Uji Reliabilitas Ya
Ya Layak? Tidak
Merancang Perbaikan Kualitas Produk menggunakan Standard Operating
Procedure (SOP)
Kesimpulan dan Saran
Selesai
Penyebaran Kuesioner Tahap II
Perhitungan Tingkat Kepuasan dan Kepentingan
Konsumen Uji Kecukupan Data
Cukup? Ya
Menentukan prioritas faktor menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA)
Tidak A
Prosedur penelitian berdasar langkah-langkah importance performance
analysis (IPA) dikemukakan oleh A. Martila dan John C. James dalam J. Supranto
(2001). Berdasarkan hasil penelitian tingkat kepentingan (harapan) dan hasil penilaian kinerja atau pelayanan maka akan dihasilkan perhitungan mengenai tingkat kesesuaian antara tingkat kepentingan.
Diagram Kartesius
Dengan menggunakan diagram kartesius dapat diketahui posisi dari setiap aspek yang ditanyakan. Hasil diagram kartesius dapat dilihat pada Gambar 1.3
8,60 8,70 8,80 8,90 9,00 9,10 9,20 9,30 9,40 7,00 7,10 7,20 7,30 7,40 7,50 7,60
Matriks Kepuasan dan Kepentingan
Lokasi Kecocokan Warna Kecocokan Warna Ketebalan Bahan Kelenturan Kulit Warna Rata Bahan Tidak Copot Tidak Berjamur Tidak Luntur Permukaan Tidak Licin Kelengkapan Bahan Y Importance X Perfomance
Gambar 3. Diagram Kartesius Rekomendasi Perbaikan Kelengkapan Bahan
Mulai
Inspeksi Berkala Stok Barang
Pengecekan Barang Laporan Pengecekan Barang Pemesanan Stok Barang Barang Tidak Tersedia? Selesai YA TIDAK
Rekomendasi Perbaikan Bahan Tidak Copot (Mengelupas)
Mulai
Inspeksi Berkala Data Barang
Pengecekan Barang
Laporan Pengecekan Barang
Penggantian Produk Barang Lolos Quality
Control?
Selesai TIDAK YA
Gambar 5. Rekomendasi Perbaikan Bahan Tidak Copot (Mengelupas)
D. Kesimpulan
Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk berdasarkan konsumen PT Elco Sejahtera Indonesia terdiri dari sebelas faktor yaitu, kelengkapan bahan (domba, kambing, dan sapi), tidak copot (mengelupas), warna rata, ketebalan bahan (ukuran), tidak luntur, tidak berjamur, permukaan tidak kasar (licin), kecocokan warna, kelenturan kulit, kecocokan bahan, dan lokasi. Berdasarkan importance performance
analysis (IPA) terdapat 2 (dua) faktor yang berada di kuadran I yaitu dianggap sangat
penting tetapi konsumen tidak puas diantaranya, kelengkapan bahan dan bahan tidak copot (mengelupas). Upaya yang dilakukan berdasarkan hasil metode importance
performance analysis (IPA) melalui prioritas perbaikan maka langkah yang harus
ditempuh yaitu dengan memperbaiki enam variabel berdasarkan upaya yang harus dilakukan.
E. Saran
Perusahaan harus mempertahankan dan senantiasa meningkatkan terus kualitas produknya yang dianggap penting dan puas, terutama di kuadran II yang berjumlah dua variabel, sehingga konsumen merasa puas terhadap kualitas produk yang diproduksi PT Elco Sejahtera Indonesia. Perusahaan harus memperbaiki kualitas
produk yang dianggap penting oleh pelanggan akan tetapi performance nya dianggap masih rendah, terutama di kuadran I yang berjumlah dua variabel, sehingga pelanggan tidak merasa kecewa dan mau kembali membeli produk di PT Elco Sejahtera Indonesia.
Daftar Pustaka
Edwin Amanullah “Pengaruh Harga, Kualitas Produk, Dan Loyalitas Merek Terhadap
Keputusan Pembelian Wingko Babat “NN MENIKO”,”Jurnal, Universitas
Diponegoro. Semarang. 2013
Engel, J.F.; et al, (1990); Customer Behavior, ed, Chicago : The Dryden Press.
Kotler, Armstrong. (1996:274). Pengertian Produk diakses dari http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/produk-definisi-klasifikasi-dimensi_30.html pada tanggal 27 November 2016
Martilla, John.A; James, John.C, 1977, “Importance-Performance Analysis”, Journal of
Marketing (pre-1986), 41, 1.
Montgomery, Douglas C., 2001, Introduction to Statistical Quality Control, Edition,
John Wiley & Sons, Inc., New York
Mowen, John, C dan Michael Minor. 2002. Perilaku Konsumen. Jilid Kedua. Jakarta: Erlangga.
Sumarwan, Ujang. 2002. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Bogor: Ghalia Indonesia
Tambunan, Tulus T.H. 2004. Globalisasi dan Perdagangan Internasional. Jakarta: Ghalia Indonesia
Utami, Christina Whidya. 2005, Manajemen Riset Strategi dan Implikasi Riset Modern, Salemba Empat, Jakarta.