PERANCANGAN VISUAL DOKUMENTER
TONNY KOESWOYO “KOES PLUS”
Oleh
Tomy Sukowati : 1000890163
Kelas : 09PBU
SCHOOL OF DESIGN - VISUAL COMMUNICATION DESIGN
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA JAKARTA
Abstrak
TUJUAN PENELITIAN
Mengenang seorang figur otoritas yang patut menjadi idola dan mendapat penghargaan atas karya-karya bermusiknya, serta menanamkan jiwa bermusik pada generasi penerus tanah air untuk berkarya-karya secara professional.
METODE PENELITAN
Dengan melakukan wawancara dari narasumber terkait, survey dari berbagai sumber tertulis dan target audience, lalu mengembangkan dalam bentuk visual animasi dan promosi yang menarik.
HASIL YANG DICAPAI
Membuat penonton menyadari tentang keberadaan musisi di Indonesia yang berkualitas dan memiliki karya yang pantas dikenang.
KESIMPULAN
Generasi musik di Indonesia sebaiknya lebih mengenal tokoh-tokoh yang telah berkontribusi dan menghiasi tanah air, sehingga bisa dijadikan acuan untuk berkarya lebih baik lagi khususnya di bidang musik.
KATA KUNCI
Pendahuluan
Musik adalah sebuah inspirasi untuk menciptakan suatu karya seni, dan perkembangan musik di Indonesia cukup pesat dan banyak ragam mulai dari etnik sampai berbagai macam genre musik. Penulis memiliki tujuan mengajak generasi muda lebih mengenal para musisi pendahulu yang berpengaruh besar dalam memarakan belantika musik nasional dan internasional, serta membuka pandangan para pembaca untuk lebih peka dan apresiasi kepada para pelaku musik dan musisi-musisi tanah air.
Metodologi
Perancangan
Berdasarkan pada latar belakang tersebut dan dengan melihat kepada pendekatan Desain Komunikasi Visual, maka lingkup tugas akan dibuat dengan media Motion Graphic dalam bentuk dokumenter.
Analisa
Seiring berjalannya sebagian dari kita sering melupakan atau bahkan belum mengenal sosok figur otoritas dalam dunia musik tanah air yang pernah berkarya dan memberikan kebanggan di Tanah air kita. Tonny Koeswoyo adalah salah satu pelaku musik yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan musik Indonesia.
Sinopsis
Tahun 1962 Beliau mendirikan Koes Bersaudara yang anggota anggotanya adalah kakak dan adik-adiknya putra Koeswoyo yaitu John Koeswoyo, Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo dan Nomo Koeswoyo.
Di awal tahun 1960-an group musik di Indonesia umumnya lebih bangga menyanyikan lagu asing, namun Koes bersaudara merupakan pelopor mencipta dan merekam lagu berbahasa Indonesia. Atas permintaan penonton ketika Koes Bersaudara manggung, mereka "terpaksa" membawakan lagu-lagu The Beatles, Kalin Twin dan Everly Brothers yang pada akhirnya dituduh Bung Karno sebagai penyebar “Musik Ngak Ngik Ngok tak berbudaya Indonesia”. Oleh karenanya mereka mendekam di penjara tanpa proses pengadilan selama 3 bulan. Setelah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan, situasi dalam penjara dipotret melalui lagu lagu Koes Bersaudara berikutnya.
Koes Plus yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock 'n roll di Indonesia. Sampai sekarang, grup musik ini kadang masih tampil di pentas musik
membawakan lagu-lagu lama mereka, walaupun hanya tinggal dua anggotanya (Yon dan Murry) yang aktif.
Lagu-lagu mereka banyak dibawakan oleh pemusik lain dengan aransemen baru. Sebagai contoh, Lex's Trio membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T'lah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh Chrisye, serta Manis dan Sayang yang dibawakan oleh Kahitna.
Kesimpulan
Berdasarkan visualisasi yang ada pada animasi biografi Tonny Koeswoyo ini, penulis membuat penggambaran terhadap sosok dan cerita singkat perjalanan hidup sang maestro di dunia musik tanah air. Seorang figur yang pantang menyerah serta berdedikasi tinggi untuk selalu berkarya dan menciptakan musik yang hingga saat ini beberapa diantaranya menjadi lagu yang dikenal sepanjang masa. Untuk mengenang dan menginspirasi kita semua.
Daftar Pustaka
• http://dennysak.multiply.com/journal/item/442/23_Tahun_Silam_Tonny_Koeswoyo_Berpulang • http://launch.groups.yahoo.com/group/koesplus/message/706
• http://agesvisual.files.wordpress.com/2008/01/phenakistoscope.jpg?w=235&h=297 • http://agesvisual.files.wordpress.com/2008/01/zeotrope.jpg?w=224&h=296
• Majalah TOP No. 26 (1975-1976)
DOCUMENTARY MOTION GRAPHIC OF
TONNY KOESWOYO “KOES PLUS”
By
Tomy Sukowati : 1000890163
Class : 09PBU
SCHOOL OF DESIGN - VISUAL COMMUNICATION DESIGN
BINA NUSANTARA UNIVERSITY JAKARTA
Abstrak
RESEARCH OBJECTIVES
Remembering an authority figure who should be the idol and received awards for musical works, as well as instill the next generation of soul music in the country to work in a professional manner.
RESEARCH METHODS
By conducting interviews of resource persons involved, a written survey of a variety of sources and the target audience, and then developed in the form of animated visual and exciting promotions.
THE RESULT ACHIEVED
Make the audience aware of the existence of a quality music in Indonesia and has a work worth remembering.
CONCLUSION
Generation of music in Indonesia should be more familiar figures who have contributed and adorn the country, so that could be a reference to work better, especially in the field of music.
Keyword
Preliminary
Music is an inspiration to create a work of art, and the development of music in Indonesia is quite rapid and many varieties ranging from ethnic to a wide range of musical genres. The author has the objective to invite young people to know the musicians predecessors influential in national and international music scene, as well as open views of the readers to be more sensitive to the perpetrators and appreciation of music and musicians in the country.
Methodology
Design
Based on this background and with a view to the Visual Communication Design approach, the scope of the task will be made to the Motion Graphic media in the form of a documentary.
Analysis
Over most of us often forget or do not even know the figure of authority figures in the country music world ever to work and give pride in our homeland. Tonny Koeswoyo music is one of the actors who have great contribution in the development of Indonesian music.
Sinopsis
In 1962 he founded the Brothers Justin is a member of its members are brothers and sisters is the son of John Koeswoyo Koeswoyo, Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo Koeswoyo and Nomo.
Koestono "Tonny" Koeswoyo (19 January 1936 – 27 March 1987) was the leader of the music group Koes Plus.Koeswoyo could play three instruments: piano, guitar and keyboard. Koes Plus was formed in 1969 as a continuation of the group Koes Brothers. A famous music group of the 1970s is often regarded as a pioneer of pop music and rock 'n roll in Indonesia. Until now, this band still occasionally perform music bring their old songs, although only two members (Yon and Murry) enabled.
Many of their songs sung by other musicians with the new arrangements. For example, Lex's Trio create a special album re singing Shania Twain songs, love T'lah Passes re sung by Tim Christensen, as well as sweet and dear sung by Jasmine Trias.
Conclusion
Based on the animated visualization of existing Koeswoyo Tonny this biography, the author makes the depiction of the figure of a short story of the journey of life and the maestro in the country music world. A figure who never gave up and always dedicated to work and create music that until recently some of them became known songs of all time. To commemorate and inspire us all.
List of Libraries
• http://dennysak.multiply.com/journal/item/442/23_Tahun_Silam_Tonny_Koeswoyo_Berpulang • http://launch.groups.yahoo.com/group/koesplus/message/706
• http://agesvisual.files.wordpress.com/2008/01/phenakistoscope.jpg?w=235&h=297 • http://agesvisual.files.wordpress.com/2008/01/zeotrope.jpg?w=224&h=296
• Majalah TOP No. 26 (1975-1976)