BAB 2 Accounting Theory and Accounting Research

Teks penuh

(1)

RISET DAN TEORI AKUNTANSI

RISET DAN TEORI AKUNTANSI

OLEH:

OLEH:

Kelompok 11:

Kelompok 11:

Yoh

Yoh Sandriano

Sandriano N.

N. Hitang

Hitang

(1781621016)

(1781621016)

I

I Made

Made Surakmayasa

Surakmayasa

(1781621018)

(1781621018)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI

PROGRAM PASCASARJANA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS UDAYANA

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

DENPASAR

2018

2018

(2)

A. RISET AKUNTANSI DAN METODE ILMIAH

Eksistensi teori sangat bermanfaat dalam kehidupan, sebab teori dapat menjelaskan hubungan ataupun memprediksi fenomena. Teori mengandung sekumpulan dasar pikiran yang  biasa disebut asumsi atau dalil. Dasar pikiran ini harus jelas atau dibangun sehingga dapat diuji

dengan kesimpulan statistik di mana dalam kasus biasa disebut hipotesis. Pada akhirnya, sebuah teori akan mengandung sekelompok konklusi atau kesimpulan yang berasal dari premis. Kesimpulan dapat ditentukan baik secara deduksi maupun induksi.

Lantas, apakah teori akuntansi itu? Teori adalah hasil dari riset, jadi teori akuntansi adalah hasil dari riset akuntansi. Teori yang dihasikan oleh riset akuntansi dikemas dengan menggunakan metode ilmiah sebagai instrument dalam riset akuntansi itu s endiri.

Lebih lanjut, apakah riset akuntansi itu? Riset akuntansi bisa kita terjemahkan sebagai process of investigating phenomena. Jadi, riset akuntansi itu mengajak kita untuk melakukan investigasi, bertanya untuk mencari jawaban, menyelidiki yang terkait dengan sekelompok aturan, definisi, konsep, dan prinsip akuntansi.

Untuk memperdalam riset itu, kita meggunakan 2 cara formal, yaitu deduktif dan induktif.sebagaimana yang telah disebutkan sebelummnya.

Penalaran Deduktif dan Induktif

Penalaran logis dalam hal ini dapat menggunakan pendekatan deduktif dan induktif. Pendekatan deduktif menegaskan bahwa teori harus terdiri dari sekelompok premis. Pada deduktif, premis 1 disebut premis general, premis 2 lebih spesifik. Jadi pendekatan deduktif menyimpulkan dari yang umum ke yang khusus untuk menarik kesimpulan yang spesifik. Sebagai contoh:

Premis 1 : kuda berkaki 4 — > (ini umum sekali) Premis 2 : John berkaki 2

Kesimpulan : John bukan kuda

Apakah kesimpulan tersebut benar? Belum dapat kita pastikan sekalipun tahapan  premisnya benar. Hal ini dikarenakan kita tidak mengetahui seperti apa John. Apakah john itu adalah manusia, atau John itu kuda yang diamputasi kakinya sehingga kakinya tinggal 2. Jadi  belum terlihat dengan jelas kebenarannya.

Untuk mendapatkan kesimpulan yang benar, tidak cukup menggunakan pendekatan deduktif. Jadi untuk mengetahui bahwa kesimpulan deduktif itu benar, kita harus melakukan langkah lain yang disebut induktif. Pendekatan induktif ini dimulai dengan premis yang lebih spesifik, yang pada akhirnya mengarahkan ke kesimpulan yang lebih luas (general).

(3)

Pada awalnya, penelitian induktif mengabaikan mengapa akuntansi alternatif tertentu dipilih. Riset akuntansi positif memfokuskan pada pemahaman mengapa akuntansi alternatif dipilih, mendeskripsikan ”what is”, tidak berkata apa ”yang seharusnya”. Jadi pendekatan induktif cenderung menggambarkan atau mendeskripsikan fenomena bukan mengharuskan. Sementara pendekatan deduktif itu mengharuskan untuk memenuhi premis yang benar. Kesimpulan dalam pendekatan deduktif dapat dikatakan benar apabila premis-premisnya  bernilai benar.

Teori Normatif dan Deskriptif

Selain diklasifikasikan menjadi deduktif dan induktif, teori dapat diklasifikasikan normatif dan deskriptif. Teori Normatif (deskriptif) menjelaskan bagaimana suatu hal seharusnya (how they are should be), dan bukan bagaimana mereka sebenarnya (how they are), sistem Deduktif pada umumnya normatif. Teori Deskriptif menceritakan bagaimana suatu hal (tell us how things are), dan bukan bagaimana seharusnya mereka (not how they should be), sistem induktif pada umumnya deskriptif.

Dalam model yang berbeda riset induktif dalam akuntansi dapat membantu menerangkan hubungan dan fenomena yang sedang berlangsung pada lingkungan bisnis. Riset ini pada gilirannya bermanfaat dalam proses pengambilan kebijakan di mana metode deduktif membantu memutuskan aturan yang telah ditentukan. Karenanya menjadi jelas bahwa metode induktif dan deduktif dapat digunakan bersama dan bukan metode yang saling eksklusif meskipun tidak mungkin menjaga riset induktif agar menjadi bebas nilai (value-free).

Teori Global dan Partikularistik

Global dan particularistik sebetulnya adalah nama lain yang digunakan untuk deduktif yaitu global, induktif yaitu particularistik. Tetapi istiah global dan particularistik ini jarang digunakan. Normatif dan descriptif lah yang lebih sering digunakan. Mengenai penggunaan istilah secara ringkasnya akan diulas sebagai berikut:

 Deduktif = Normative = Global

 Induktif = Descriptive = Positive = Particularistic

B. AKUNTANSI: SENI ATAU SAINS?

Selama ini, literatur-literatur akuntansi mengembangkan suatu debat berkepanjangan menyangkut pertanyaan mengenai apakah akuntansi merupakan sebuah ilmu (sains). Mereka yang berpendapat bahwa akuntansi adalah seni atau keahlian menyarankan agar keahlian

(4)

akuntansi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pedagang yang baik harus diajarkan dan memerlukan adanya pendekatan “legalistik” terhadap akuntansi. Para pendukung akuntansi adalah ilmu yang sebaliknya menyarankan agar mengajarkan model pengukuran akuntansi untuk dapat memberikan pandangan yang lebih konseptual kepada para mahasiswa akuntansi mengenai apa yang hendak dilakukan oleh akuntansi akrual konvensional dalam memenuhi sasaran umum guna melayani kebutuhan para penggunanya dan untuk menumbuhkan  pemikiran-pemikiran kritis di bidang akuntansi dan perubahan-perubahan dinamis yang terjadi

di dalamnya. Bagaimana akuntansi itu diajarkan, apakah sebagai keahlian ataupun sebagai ilmu, akan mempengaruhi cara pandang terhadap bidang studi ini dan kesiapan dari para sis wa yang memilih untuk mengambil akuntansi sebagai jurusan utamanya hingga nanti pada akhirnya ia akan turut bergabung dalam profesi akuntansi.

Teori baik dalam segi normatif maupun positif dan ilmu akuntansi yang ditempatkan di awal dan tidak hanya di belakang kurikulum akan dapat membantu para siswa dalam memahami akuntansi secara lebih baik untuk lebih siap terhadap perubahan-perubahan dalam  praktik, hingga sampai kepada pengambilan kebijakan yang lebih baik. Argumentasi yang disebutkan terakhir tadi sangat sesuai dengan pandangan yang dikenal luas saat ini bahwa akuntansi adalah suatu ilmu sosial yang lengkap. Argumentasi ini dijabarkan dengan sangat tepat oleh Mautz sebagai berikut:

Akuntansi berhubungan dengan perusahaan, yang tentunya merupakan kelompok sosial; akuntansi berkepentingan dalam transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian ekonomi lainnya yang memiliki konsekuensi dan mempunyai dampak atas hubungan sosial; akuntansi menghasilkan pengetahuan yang berguna dan berarti bagi orang-orang yang terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang memiliki implikasi sosial; akuntansi pada hakikatnya bersifat mental. Menurut dasar pedoman-pedoman yang ada, akuntansi adalah suatu ilmu sosial.

Pandangan terhadap akuntansi sebagai suatu ilmu sosial telah meresap ke dalam atmosfer lingkungan akademik dan riset mengenai akuntansi, menimbulkan terjadinya perpecahan dalam bidang profesi ini. Terdapat cukup banyak bukti yang menunjukkan telah terjadi  perpecahan di antara komunitas praktisi dan akademisi akuntansi, yang khususnya

dikarakteristikkan oleh kurangnya minat dan perhatian yang sama. Hal ini dibuktikan oleh respons yang diberikan terhadap survey AICPA atas para anggota institusi di bidang  pendidikan berikut ini:

1. Masalah terpenting yang dihadapi oleh CPA dalam bidang pendidikan adalah adanya kenyataan bahwa bidang akademi telah terpisah terlalu jauh dari profesi akuntansi.

(5)

2. Riset akuntansi yang saat ini kebanyakan dijalankan tidak relevan sama sekali dengan akuntansi di dunia nyata.

3. Para pengajar seringkali kurang berinteraksi dengan para praktisi.

Sterling (1975 and 1979) menegaskan bahwa istilah “seni”  sangat tergantung pada interpretasi personal praktisi. Sedangkan “sains”  tergantung pada prosedur-prosedur  pengukuran khusus yang ketat. Sterling yakin bahwa bahwa akuntansi jauh lebih dekat kepada seni daripada ilmu jika melihat bagaimana akuntan mendefinisikan masalah. Misalnya dalam kasus depresiasi, sebuah kesepakatan adanya ruang gerak yang luas tersedia dalam pengukuran kita dalam menyeleksi metode penyusutan dan memutuskan jumlah tahun masa manfaat dan nilai sisa. Hasilnya, objektivitas menjadi sangat rendah. Pendekatan ilmiah berjuang keras untuk mengadakan prosedur pengukuran sebagai kelengkapan yang bermakna secar a ekonomi. Sebagaimana replacement cost  atau NRV dari aset atau elemen lain yang diukur.

Secara ringkas akuntansi dapat dikatakan sebagai:

 Seni – > Bagaimana akuntan menyelesaikan masalah?

 Ilmu  – > Mendapatkan banyak kesepakatan atau persetujuan dari para akademisi dan

 praktisi.

C. ARAH RISET AKUNTANSI

Pendekatan yang didiskusikan di bawah ini mewakili orientasi tert entu atau arahan riset akuntansi. Pendekatan-pendekatan ini mewakili perubahan yang signifikan melampaui riset normatif murni pada generasi yang lalu.

The Decision-M odel Approach

)

Model ini menyatakan informasi apa yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Dari sudut pandang ini laporan keuangan didasarkan pada entry value, exit value  dan discounted cash flows  yang memenuhi syarat berkemungkinan bermanfaat. Pendekatan ini tidak menyatakan informasi yang diinginkan pengguna melainkan lebih berkonsentrasi pada informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan tertentu.

Orientasinya adalah normatif dan deduktif. Premis yang mendasari riset ini adalah  pembuat keputusan yang perlu diingatkan bagaimana menggunakan informasi jika mereka

(6)

Riset Pasar Modal (

Capital Market Research

)

Riset ini menunjukkan bahwa jumlah yang signifikan dari riset empirik memperlihatkan harga saham perusahaan publik bereaksi dengan cepat dan dalam keadaan tidak bias terhadap informasi baru. Karenanya harga pasar diasumsikan dapat merefleksikan secara utuh semua informasi yang tersedia untuk publik. Proposisi ini secara prinsip dari disiplin keuangan diketahui sebagai efficient market hypothesis  atau hipotesis pasar efisien. Ketika informasi secara cepat direfleksikan dalam harga sekuritas, maka ada permintaan untuk meningkatkan pengungkapan akuntansi.

Riset Keperilakuan (

Behavioral Research

)

Perhatian utama dari riset ini adalah bagaimana pengguna informasi akuntansi membuat keputusan dan informasi apa yang mereka perlukan. Pendekatannya adalah deskriptif, sedangkan pendekatan decision model  adalah normatif. Kebanyakan penelitian ini menggunakan subyek situasi percobaan yang terkendalikan dengan seksama. Banyak studi telah memperlihatkan ketidaksesuaian antara model keputusan normatif dengan proses keputusan aktual dari pengguna (users). Riset lain menemukan adanya tendensi untuk menggunakan laporan keuangan yang dipublikasikan untuk tujuan pengambilan keputusan manajerial.

Teori Agensi (

 Agency Theory 

 sering disebut

Contracting Theory 

)

Teori keagenan atau teori kontrak adalah sebuah topik penting dalam riset akuntansi saat ini. Teori keagenan bisa merupakan deduktif dan induktif dan merupakan contoh yang istimewa dari riset perilaku walaupun akar teori keagenan pada keuangan dan ekonomi lebih dari psikologi dan sosiologi. Asumsi yang mendasari adalah reaksi individu pada saat terjadi konflik antara kepentingannya dengan kepentingan perusahaan. Asumsi lain yang penting dari teori adalah titik persimpangan antara banyak tipe kontrak di antara manajemen, pemilik, kreditur dan pemerintah. Hasilnya teori keagenan memperhatikan variasi cost  dari hubungan  pemantauan dan pelaksanaan di antara kelompok yang beragam.

Pada teori ini, individu bertindak sesuai dengan kepentingan terbaik bagi mereka,  perusahaan merupakan titik pertemuan (intersection) berbagai tipe hubungan kontraktual antara manajemen, pemilik, kreditur, dan pemerintah. Berkaitan dengan biaya pengawasan dan  penguatan hubungan antara berbagai kelompok riset informasi ekonomi, memfokuskan pada  biaya untuk menghasilkan informasi akuntansi.

(7)

Informasi Ekonomi

Akuntan menjadi meningkat kesadarannya terhadap cost   dan benefit   dalam menghasilkan informasi akuntansi. Riset informasi ekonomi biasanya dasarnya adalah analitis/deduktif. Informasi ekonomi mutakhir termasuk asumsi teori keagenan dan analisa situasi dalam analisanya. Hal ini karena pembagian resiko antara prinsip dan agen adalah koneksi dekat dengan isu apakah keduanya memiliki informasi yang penuh atau apakah akan terjadi informasi yang timpang pada saat salah satu terpisah (biasanya agen) memiliki informasi yang lebih banyak dari yang lain.

Tujuan dari analisa teori informasi adalah menentukan bagaimana rancangan kontrak dioptimalkan untuk menegosiasikan insentif dan pembagian resiko. Riset juga memperlihatkan  pentingnya fungsi pelayanan akuntansi (menilai kinerja manajemen relatif penting untuk

menentukan insentif dan reward  manajemen).

Riset

Critical Accounting

Critical Accounting   adalah cabang teori akuntansi yang memandang akuntansi memiliki peran sebagai poros dalam memutuskan konflik antara perusahaan dan konstituen sosial seperti buruh, konsumen dan masyarakat umum. Hal ini secara langsung diperhatikan secara aktif dalam peran sosial akuntan. Critical Accounting  ini juga melihat bahwa akuntansi memiliki peran penting dalam mengatasi konflik antara perusahaan dengan pihak sosial seperti tenaga kerja, pelanggan, masyarakat umum yang berbentuk peran sosial.

Critical Accounting   merupakan perpaduan gabungan dua area dari akuntansi yang dikembangkan sejak 1960-an yaitu: akuntansi kepentingan publik dan akuntansi sosial. Akuntansi kepentingan publik melakukan pekerjaaan bebas dari pajak dan nasehat keuangan  pada individu, kelompok dan usaha kecil yang tidak mampu membayar jasa tersebut. Akuntansi sosial menyinggung usaha menjelaskan pengukuran untuk mengambil dari  perusahaan beban eksternal, seperti polusi yang menimbulkan kerusakan pada masyarakat. Riset Critical Accounting  meyakini bahwa akuntansi harus lebih ditekankan untuk mencoba menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Wolk, Harry. I., Michael G, Tearney., James. L. Dodd, 2001.  Accounting Theory : A Conceptual and Institutional Approach, Fifth Edition. South Western Collage Publishing, Cincinnati, Ohio.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...