REPUBLIK INDONESIA
PERCEPATAN PERTUMBUHAN
EKONOMI DESA
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal
dan Transmigrasi
2
01
PENDAHULUAN
Slide 3-8
•
Kekayaan Alam dan Budaya
Indonesia;
•
Bonus Demografi di Indonesia;
•
Momentum Perbaikan
Ekonomi Indonesia Tahun
2016;
•
Pertumbuhan Ekonomi Global;
•
Penurunan Kemiskinan di
Indonesia;
•
Kesenjangan dan
Pengangguran Menurun.
02
ISU PEMBANGUNAN DESA
Slide 9-15
KERANGKA PAPARAN
03
PERCEPATAN PERTUMBUHAN
EKONOMI DESA
Slide 16-22
•
Target dan Prioritas
Pembangunan Pemerintah;
•
Percepatan Pertumbuhan
Ekonomi di Desa melalui
Implementasi Nawacita Ke-3;
•
Pertumbuhan Ekonomi dan
Akumulasi Kapital
melalui Peningkatan
Produktivitas Perdesaan;
•
Kegiatan Prioritas Pembangunan
Desa Tahun 2017;
•
Dukungan 19 K/L, Pemerintah
Daerah dan Pemerintah Desa
dalam Percepatan Pembangunan
Desa;
•
Peningkatan Kualitas
Pemanfaatan Dana Desa.
04
LAMPIRAN
Slide 24-38
•
Hasil Pelaksanaan Dana Desa
Tahun 2015-2016;
•
Distribusi Badan Usaha Milik
Desa (BUM Desa) Hingga
Awal Tahun 2017;
•
BUM Desa yang Memiliki
Pendapatan di atas 300 Juta;
•
Empat Program Prioritas
Pembangunan Desa.
•
Tingginya Angka Kemiskinan
Desa;
•
Rendahnya Kualitas Angkatan
Kerja Desa;
•
Besarnya Dana yang Masuk ke
Desa dari Berbagai Sumber;
•
Kesenjangan Pembangunan
Antar Wilayah;
•
Optimalisasi Pengelolaan
Potensi Ekonomi Desa;
•
Harmonisasi Indeks Desa
sebagai Basis Data
Pembangunan Desa.
4
1. Indonesia diprediksi akan memperoleh bonus demografi. Dimana,
penduduk Indonesia akan didominasi oleh penduduk usia produktif
(15-64 tahun). Kecenderungan peningkatan penduduk usia
produktif muncul sejak tahun 2010, namun diprediksi puncaknya
terletak pada kurun waktu 2020-2030.
2. Pada Tahun 2030, jumlah penduduk Indonesia diprediksi
meningkat menjadi 305 Juta Jiwa dan sebanyak 195 Juta Jiwa
(64%) merupakan penduduk usia produktif.
•
Potensi
meningkatkan
produktivitas
semakin tinggi;
•
Mampu menekan
beban
ketergantungan
(dependency
burden) sampai
tingkat terendah
Meningkatkan
pengangguran
akibat proporsi
tidak seimbang
antara jumlah
angkatan kerja dg
tingkat partisipasi
angkatan kerja.
BONUS DEMOGRAFI DI INDONESIA
MOMENTUM PERBAIKAN PEREKONOMIAN TAHUN 2016
Sumber: Kementerian Keuangan, 2017
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (%)
Pertumbuhan Ekonomi Negara-negara G20 &
BRICS (2007-2016)
•
Indonesia
menemukan
momentum
perbaikan ekonomi
pada Tahun 2016;
•
Pertumbuhan
ekonomi Indonesia
termasuk salah
satu yang tertinggi
di Dunia.
Keterangan:
PERTUMBUHAN EKONOMI GLOBAL
6
-3,3
0,5
1,5
2016
2017
2018
1,6
2,2
2,1
1,7
1,5
1,6
6,6
6,2
6,0
0,5
0,6
0,5
7,6
7,6
7,7
4,9
5,3
5,5
0,1
0,8
1,6
-0,8
1,1
1,2
Sumber: WEO IMF, October 2016
Bahkan pada tahun 2030, Indonesia diprediksi menjadi
7 Besar Negara Kekuatan
Ekonomi Dunia
PENURUNAN KEMISKINAN DI INDONESIA
Jumlah penduduk
miskin per Maret 2016
mencapai
28,51 juta
orang (11,13%)
Turun menjadi
27,76
juta orang (10,70%)
(September 2016).
Selama September 2015 sampai September 2016,
penurunan tingkat kemiskinan terjadi secara merata
seluruh Indonesia
JAWA
-0,43
BALI, NUSA
TENGGARA
PAPUA
-0,11
SULAWESI
-0,71
KALIMANTAN
0,00
SUMATERA
-0,34
8
KESENJANGAN DAN PENGANGGURAN MENURUN
Kesenjangan di Indonesia Tahun 1998-2016
Tahun 2016, kesenjangan di Indonesia mulai
menyempit.
Tingkat Pengangguran Tahun 2014-2016
•
Tahun 2016, pemerintah mampu mengurangi
jumlah dan tingkat pengangguran
dibandingkan Tahun 2014-2015;
•
Persentase pengangguran 5,5% pada Februari
2016, merupakan angka terendah sejak Tahun
1999.
PULAU
SUMATERA
KOTA
(%)
DESA
(%)
TOTAL
(%)
ACEH
10,79
18,80
16.43
SUMUT
9.69
10.86
10.27
SUMBAR
5.52
8.27
7.14
RIAU
6.38
8,51
7.76
JAMBI
10.73
7.30
8.37
SUMSEL
12.73
13.77
13.39
BENGKULU
16.16
17.43
17.03
LAMPUNG
10.15
15.24
13.86
BABEL
2.67
7.57
5.04
KEPRI
4.99
10.47
5.84
PULAU
JAWA-BALI
KOTA
(%)
DESA
(%)
TOTAL
(%)
JABAR
7.55
11.72
8.77
JATENG
11.38
14.88
13.19
DIY
11.68
16.27
13.10
JATIM
7.91
15.83
11.85
BANTEN
4.49
7.42
5.36
BALI
3.53
5.21
4.15
PULAU
KALIMANTAN
KOTA
(%)
DESA
(%)
TOTAL
(%)
KALBAR
4.97
9.38
8.00
KALTENG
4.49
5.83
5.36
KALSEL
3.43
5.37
4.52
KALTIM
3.86
10.15
6.00
KALTARA
4.50
10.29
6.99
PULAU
SULAWESI
KOTA
(%)
DESA
(%)
TOTAL
(%)
SULUT
5.22
10.82
8.20
SULTENG
10.07
15.48
14.09
SULSEL
4.47
12.30
9.24
SULTRA
6.87
15.31
12.77
GORONTALO
5.78
24.30
17.63
SULBAR
8.43
12.00
11.19
PULAU NUSA
TENGGARA
KOTA
(%)
DESA
(%)
TOTAL
(%)
NTB
17.55
14.82
16.02
NTT
10.17
25.19
22.01
PULAU
MALUKU
PAPUA
KOTA
(%)
DESA
(%)
TOTAL
(%)
MALUKU
UTARA
3.76
7.43
6.41
MALUKU
7.86
26.88
19.26
PAPUA
4.21
37.07
28.40
PAPUA
BARAT
5.69
37.33
24.88
Sumber: BPS, September 2016 (diolah)
10
Dari total 250 Juta penduduk Indonesia, jumlah penduduk miskin
mencapai 27,76 juta orang (10,70%);
Persentase penduduk miskin di perdesaan (13,96%) lebih besar
dibandingkan perkotaan (7,43%).
PENDIDIKAN
NASIONAL
DESA
Juta
%
Juta
%
< SD
52,25
42,7
33,74
57,78
SMP
22,07
18,03
11,02
18,87
SMA
22,09
18,05
7,63
13,07
SMK
12,41
10,14
3,02
5,17
DIPLOMA I/II/III
3,34
2,73
0,79
1,35
UNIVERSITAS
10,21
8,34
2,19
3,75
JUMLAH TOTAL
122,4
100
58,4
100
Tingkat Pendidikan Angkatan Kerja Tahun 2015
Sumber: BPS 2015 (data diolah)
Jumlah penduduk desa mencapai 119,8 juta jiwa dengan total angkatan kerja 58,4 juta jiwa
yang masih didominasi lulusan SD (57,78%).
Tantangan:
“Bagaimana membalikkan piramida kualifikasi tenaga kerja desa yang didominasi
berpendidikan SD menjadi tenaga kerja yang terdidik dan terampil?
12
PUSAT
PROVINSI
KABUPATEN
KECAMATAN/DESA
Kegiatan
Pemberdayaan
Masyarakat
Dana Alokasi Khusus (DAK),
Dekonsentrasi
Alokasi
Dana Desa
Dana
Desa
Dana Alokasi
Khusus (DAK),
Tugas Pembantuan
Tugas
Pembantuan
•
Banyaknya dana yang disalurkan ke desa dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten
membutuhkan peningkatan koordinasi dan konsolidasi
secara vertikal (dari tingkat
pusat hingga ke tingkat desa);
•
Koordinasi dan konsolidasi dana yang masuk ke desa diarahkan untuk peningkatan
produktivitas desa.
Bagi Hasil Pajak
Daerah dan Retribusi
Daerah (PDRD)
SUMATERA
22%
terhadap PDB
KALIMANTAN
7,7%
terhadap PDB
JAWA:
58,4%
terhadap
PDB
BALI-NUSA
TENGGARA
3,2%
PAPUA:
2,5%
SULAWESI
6,2%
terhadap
PDB
PULAU
1978
1983
1988
1993
1998
2003
2008
2013
Sumatera
27,6
28,7
24,9
22,8
22,0
22,4
22,9
23,8
Jawa
50,6
53,8
57,4
58,6
58,0
60,0
57,9
58,0
Kalimantan
10,2
8,7
8,9
9,2
9,9
8,9
10,4
8,7
Sulawesi
5,5
4,2
4,1
4,1
4,6
4,0
4,3
4,8
Bali dan Nusa Tenggara
3,1
2,8
3,0
3,3
2,9
2,8
2,5
2,5
Maluku dan Papua
2,9
1,8
1,7
2,0
2,5
1,8
2,0
2,2
Pembentukan PDB Nasional Tahun 1978-2013 (persen)
Sumber: RPJMN 2014-2019
4. KESENJANGAN PEMBANGUNAN ANTARWILAYAH
(KONSENTRASI AKTIVITAS EKONOMI SELAMA 35 TAHUN HANYA DI PULAU JAWA DAN SUMATERA)
•
Selama ini, pembangunan
hanya berfokus di Jawa dan
Sumatera, akibatnya
konsentrasi ekonomi hanya
berkutat di Pulau Jawa dan
Sumatera saja
(Jawa dan
Sumatra centric).
•
Kedepan, diharapkan
aktivitas pembangunan
lebih mengarah pada
14
1. Sebanyak 55,33% petani hanya menguasai lahan kurang dari 0,25 Ha;
2. Akses pendanaan yang terbatas dan cenderung berpola”ijon”;
3. Rendahnya akses pasar dan nilai tawar;
4. Kurangnya pengetahuan mengenai cara produksi yang baik;
5. Rendahnya ketersediaan sarana dan prasarana dalam proses produksi,
dan pasca produksi.
20.034
Desa memiliki
potensi
perkebunan
12.827
Desa memiliki
potensi
perikanan
64.587
Desa memiliki
potensi energi
baru terbarukan
1,8 Juta
Komoditas UKM
ada di Desa
1.902
Desa memiliki
potensi wisata
Permasalahan :
Sebanyak 82,77%
penduduk desa hidup dari
sektor pertanian
Melimpahnya kekayaan dan potensi desa belum dimanfaatkan secara
maksmial untuk meningkatkan produktivitas ekonomi desa.
5. KEKAYAAN DAN POTENSI DESA BELUM DIKELOLA
DENGAN OPTIMAL
61.821
Desa memiliki
potensi pertanian
Indeks
Pembangunan Desa
Indeks Desa
Indeks Desa
Membangun
•
Terdapat beberapa indeks yang dikeluarkan
oleh Kementerian/Lembaga yang berbeda
dalam mengukur tingkat perkembangan
desa;
•
Harapannya, Badan Pusat Statistik (BPS)
dapat mengintegrasikan berbagai alat
ukur untuk menjadi satu data tunggal
perkembangan desa.
Evaluasi
Perkembangan
Desa dan
Kelurahan
6. HARMONISASI INDEKS DESA SEBAGAI BASIS DATA
PEMBANGUNAN DESA
16
PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI DESA UNTUK
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PEMERATAAN
TARGET DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN PEMERINTAH
2015
Tahun
Konsolidasi
2016
Tahun Percepatan
Pembangunan
Nasional
2017
Tahun
Pemerataan
Transformasi fundamental
ekonomi:
•
Mengubah ekonomi
berbasis konsumsi ke
produksi;
•
Pelaksanaan subsidi tepat
sasaran untuk pengentasan
kemiskinan;
•
Menurunkan angka
kesenjangan, baik antar
wilayah ataupun antara
kaya dan miskin;
•
Mempercepat
pembangunan infrastrktur;
•
Memperlancar konektivitas
antar daerah;
•
Memperbesar transfer
dana ke daerah dan
transfer dana ke desa.
Mewujudkan
pemerataan melalui
implementasi Nawacita
Ke-3
Desa sebagai fokus
dan lokus utama
pembangunan
•
Percepatan infrastruktur;
•
Percepatan pembangunan
manusia;
•
Percepatan kebijakan
deregulasi ekonomi.
PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI DESA MELALUI IMPLEMENTASI NAWACITA KE-3
ISU PEMBANGUNAN DESA:
•
Kemiskinan desa;
•
Rendahnya kualitas angkatan
kerja desa;
•
Konsolidasi sumber-sumber
pendanaan yang masuk ke
desa;
•
Fokus pembangunan hanya di
Jawa dan Sumatera;
•
Belum optimalnya pengelolaan
potensi desa;
•
Harmonisasi indeks desa
sebagai basis data
pembangunan desa
NAWACITA KE-3
“Membangun
dari Pinggiran
Dengan
Memperkuat
Daerah-daerah
Dan Desa dalam
Kerangka Negara
Kesatuan”
Percepatan Pembangunan
‘Daerah
Pinggiran’
Desa sebagai fokus dan
lokus utama pembangunan
3. Peningkatan Kualitas Perencanaan dan
Pelaksanaan Pembangunan Desa
Refocusing Pembangunan Desa
(4 Program Prioritas Pembangunan Desa:
Prudes/Prukades, BUM Desa, Embung, dan Sarana
Olahraga Desa)
Produktivitas Masyarakat Desa
2. Konsolidasi Pendanaan dan Kegiatan dalam
Pembangunan Desa (K/L, Pemerintah
Provinsi/Kabupaten/Kota, BUMN, BUMD, Swasta)
1. Koordinasi dan Dukungan 19 Kementerian/Lembaga
strategi
•
Melimpahnya panen memerlukan investasi pasca
panen;
•
Oleh karena itu,
akan dibentuk Holding BUM Desa
yang akan mendukung :
1. Investasi pasca panen seperti dryer dan gudang;
2. Pendampingan BUM Desa (manajemen,
permodalan, produksi dan pemasaran) sebagai
mesin penggerak rural producitivity.
Investasi
Produksi
Pekerjaan
Pendapatan
Konsumsi
Tabungan
Peningkatan skala ekonomi produksi agar
produksi pertanian nasional meningkat
melalui pengembangan agriculture estate
Penyediaan sarana dan prasarana serta gudang
penyimpanan produk pasca panen
Peningkatan produksi akan mendoong peningkatan
kebutuhan tenaga kerja dan perluasan lapangan kerja
•
Harga menjadi stabil dan terjamin.
•
Income petani menjadi predictable dan terjamin.
•
Inflasi yang tidak perlu karena lonjakan harga bisa
dikurangi/dihindari karena harga stabil
•
Petani menjadi bankable karena risk income-nya kecil
•
Kemampuan menabung masyarakat meningkat
•
Peningkatan konsumsi masyarakat
•
Impor yang tidak perlu bisa dikurangi karena produksi
nasional meningkat
Insentif kepada investor melalui kemudahan perizinan,
Permintaan
Barang & Jasa
Daya Beli
PERTUMBUHAN EKONOMI DAN AKUMULASI KAPITAL
MELALUI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERDESAAN
PERCEPATAN
PEMBANGUNAN
DESA
PRODUK
UNGGULAN
DESA/KAWASAN
PERDESAAN
(PRUDES/
PRUKADES)
BUM DESA
SARANA
OLAHRAG
A DESA
EMBUNG
DESA
Kementerian Koordinator Perekonomian
Kementerian PPN/Bappenas
Kementerian Pertanian
Kemenenterian ATR
Kementerian LHK
Kementerian Perindustrian
Kementerian Perdagangan
Kementerian Tenaga Kerja
Kementerian KUKM
Kementerian Riset dan Dikti
TNI
Pemerintah Daerah
Pemerintah Desa
Kementerian PPN/Bappenas
Kementerian BUMN
Kementerian Pertanian
Kementerian Perindustrian
Kementerian Perdagangan
Kementerian KUKM
Kementerian Tenaga Kerja
Kementerian Kelautan & Perikanan
Kementerian Kominfo
Kementerian Sosial
Pemerintah Daerah
Pemerintah Desa
Kementerian PPN/Bappenas
Kementerian Koordinator PMK
Kementerian Pemuda & Olahraga
Kementerian PPN/Bappenas
Kementerian Pertanian
Kemenenterian ESDM
Kementerian PUPR
Pemerintah Daerah
Pemerintah Desa
DUKUNGAN 19 KEMENTERIAN/LEMBAGA, PEMERINTAH DAERAH, DAN
PEMERINTAH DESA DALAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN DESA
22
•
Besarnya pemanfaatan jumlah Dana Desa yang diterima Desa harus mampu membawa dampak
signifikan dalam peningkatan produktivitas dan pemerataan pembangunan;
•
Diperlukan upaya refocusing pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung produktivitas Desa,
melalui:
Pengembangan Produk Unggulan Desa (Prudes) dan Produk Unggulan Kawasan
Perdesaan (Prukades), BUM Desa, Pembangunan Embung, dan Pembangunan Sarana Olahraga
Desa.
REPUBLIK INDONESIA
TERIMA KASIH
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal
dan Transmigrasi
24
HASIL
PELAKSANAAN
DANA DESA
TAHUN 2016
PER 3 MARET
2017
No
Bidang Kegiatan
Jumlah
(Rp Triliun)
%
1
Pemenuhan Kebutuhan Dasar
2,14
5,90
2
Sarana Prasarana Desa
29,51
81,14
3
Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal
0,61
1,70
4
Pengembangan SDA & Lingkungan Berkelanjutan
0,90
0,25
5
Pemberdayaan Masyarakat
2,58
7,10
6
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
0,88
2,45
7
Pembinaan Kemasyarakatan
0,53
1,47
Jalan Desa
66.880 KM
511,9 KM
Jembatan
16.295 Unit
Air Bersih
37.368 Unit
MCK
Tambatan Perahu
1.373 Unit
Penahan Tanah
38.184 Unit
Pasar
1.819 Unit
Sumur
Embung
Drainase
Irigasi
PAUD
Polindes
Posyandu
Pemanfaatan
Dana Desa telah
meningkatkan
kualitas hidup
masyarakat desa,
namun belum
signifikasi
berdampak pada
pertumbuhan
ekonomi
26
DISTRIBUSI BUM DESA HINGGA AWAL
TAHUN 2017
NO
1
Nangroe Aceh Darusalam
NAMA PROVINSI
JUMLAH BUMDESA
6.728
2
Sumatera Utara
430
3
Bali
336
4
Bangka Belitung
19
5
Banten
146
6
Bengkulu
360
7
D.I Yogyakarta
148
8
Gorontalo
68
9
Jambi
11
10 Jawa Barat
2.964
11 Jawa Tengah
1.413
12 Jawa Timur
1.424
13 Kalimantan Timur
369
14 Kalimantan Tengah
256
15 Kalimantan Selatan
160
16 Kepulauan Riau
20
17 Lampung
255
18 Maluku
76
19 Nusa Tenggara Barat
178
20 Riau
319
21 Sulawesi Selatan
313
22 Sulawesi Tenggara
259
23 Sulawesi Tengah
496
24 Sulawesi Utara
629
25 Sumatera Barat
339
26 Sumatera Selatan
154
27 Nusa Tenggara Timur
60
28 Kalimantan Barat
152
29 Kalimantan Utara
55
30 Maluku Utara
134
31 Papua
10
SEBARAN BUM DESA PER PROVINSI
1. Dalam 2 tahun terakhir, jumlah BUM Desa meningkat tajam. Pada akhir tahun
2014, jumlah BUM Desa hanya sebanyak 1.022 Unit, namun hingga awal
tahun 2017 meningkat drastis hingga 18.446 Unit.
2. Dari total jumlah BUM Desa, Sebanyak 6.728 unit (36,4%) berada di Provinsi
Nangroe Aceh Darusalam, diikuti Jawa Barat sebanyak 2.964 unit (16%) dan Jawa
TOTAL BUM Desa:
18.446
JAWA
6.095
KALIMANTAN992
BUM Desa
SUMATERA
8.635
BUM Desa
NO KAB/KOTA DESA NAMA BUMDESA JENIS USAHA PERTAHUN OMSET
1 Bantul Tirtinirmolo Tirtonirmolo Simpan Pin jam 8.700.000.000
2 Buleleng Tajun Mandala Giri Amerta 5.179.000.000
3 Klaten Ponggok Tirta Mandiri Kolam Pemandian dan Jasa Wisata 10.300.000.000 4 Cilacap Karang Kandri Karang Knadri Sejahtera Suplier PLTU 3.000.000.000 5 Kampar Rokan Hulu Bangun Jaya Perkebunan dan Simpan Pinjam 3.000.000.000
6 Gunung Kidul Bleberan Sejahtera Jasa Wisata 2.000.000.000
7 Bangli Landih Bulan Palapa Peternakan 1.600.000.000
8 Buleleng Pakisan Karyasari 1.400.000.000
9 Bojonegoro Kedungprimpen Srisadani Pompanisasi, Sewa Terop 1.300.000.000
10 Buleleng Tunjung Tunjung Mekar 1.300.000.000
11 Karangasem Bebandem Bandem Jagadhita Peternakan dan Pertanian 1.200.000.000
12 Buleleng Pacung Kencana Bumi Sejahtera 1.160.000.000
13 Buleleng Bulian Gunung Sarimas 1.121.000.000
14 Buleleng Patas Amartha 1.100.000.000
15 Bangli Pengotan Pengotan Simpan Pinjam 1.050.000.000
16 Bangli Kutuh Kutuh Lestari 1.040.000.000
17 Kebumen Karang Duwur Karang Duwur Jasa Wisata 1.000.000.000
18 Bogor Sukamanah Sukamanah Pengelolaan Air Bersih dan Simpan Pinjam 1.000.000.000
19 Flores Timur Kenere Kenere Koperasi Simpan Pinjam 900.000.000
20 Sukabumi Nyalindung Panva Karya Sejahtera Pertanian 800.000.000
21 Dharmas Raya Ranah Koto Ranah Sakti Simpan Pinjam, Perdagangan 700.000.000
22 Bojonegoro Kedungarum Jaya Tirta Pompanisasi 600.000.000
23 Malang Banjarejo UPK Makmur Jasa Pengelolaan Air Bersih 550.000.000
24 Bojonegoro Sugiwaras Sugiwaras HIPAM,Pertanian,Simpan Pinjam 550.000.000
25 Tuban Ngadipuro Sejahtera Pompanisasi, Peternakan 520.000.000
26 Kuningan Lengkong Langgengkamulyan Kredit Usaha Mikro, &Peternakan 500.000.000 27 Malang Randugading Hipam Sumber Guwo Jasa Pengelolaan Air Bersih 500.000.000 28 Serang Beberan Maslahat Simpan Pinjam, Toko Sembako, Jasa anggkutan Ekspedisi 500.000.000
29 Tanggerang Cangkudu Cangkudu Cipta MandirI Simpan Pinjam 500.000.000
30 Lampung Selatan Bumiasih Bumiasih Bank Sampah dan Simpan Pinjam 500.000.000 31 Indragiri Hilir PekanTua Harapan Barokah Pengelolaan Pasar Desa, Simpan Pinjam 500.000.000 32 Tulungangung Tangunggunung Graha Lestari Pertanian dan Perternakan 400.000.000
33 Tulungangung Gondang Al- Hidayah Pembuatan Karak Pisau 350.000.000
34 Lamongan Beransi Bumi Lestari Unit Saprodi, Unit Pemasaran 350.000.000
35 Blitar Tegalrejo Barokah Simpan Pinjam 350.000.000
36 Pangandaran Kertayasa Guha Bau Jasa Wisata 300.000.000
37 Sumedang Ganeas Ganeas Sejahtera Kelompok Tani,dan Ternak 300.000.000
38 Bandung Sukamenak Sukamenak Pengelolaan Air Bersih 300.000.000
39 Cirebon Cikeusal Karya Mandiri Simpan Pinjam 300.000.000
40 Majalengka Weragati Bina Mandiri Pertanian 300.000.000