TINGKAT KESADARAN PASIEN PRIA DAN WANITA TERHADAP
PENTINGNYA MEMBERSIHKAN KARANG GIGI
(Survey Pada Pasien Poli Gigi Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat I,
Pejaten Barat II, Pejaten Barat III dan Cilandak Timur)
OLEH :
Jihan Husin A.B ,SKG 2010-16-125
Indah Novianti,SKG 2012-16-036
Marissa Arinadya,SKG 2012-16-138
Noor Saidatama,SKG 2012-16-140
Putri Ayu Lestari,SKG 2012-16-144
M. Zulkarnaen Dwi Prasetyo,SKG 2012-16-139
Victor Christopher ,SKG 2013-16-048
Dewi Saraswati,SKG 2013-16-053
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS PROF.DR.MOESTOPO
JAKARTA
LEMBAR PENGESAHAN
Dengan ini menyetujui makalah yang berjudul “TINGKAT KESADARAN PASIEN PRIA DAN WANITA TERHADAP PENTINGNYA MEMBERSIHKAN KARANG GIGI (Survey Pada Pasien Poli Gigi Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat I, Pejaten Barat II, Pejaten Barat III dan Cilandak Timur)”.
Yang disusun oleh:
1. Jihan Husin A.B ,SKG 2010-16-125 2. Indah Novianti,SKG 2012-16-036 3. Marissa Arinadya,SKG 2012-16-138 4. Noor Saidatama,SKG 2012-16-140 5. Putri Ayu Lestari,SKG 2012-16-144 6. M. Zulkarnaen Dwi Prasetyo,SKG 2012-16-139 7. Victor Christopher ,SKG 2013-16-048 8. Dewi Saraswati,SKG 2013-16-053
Mengetahui,
Pembimbing makalah Kepala Laboratorium
Klinik Gigi Masyarakat FKG
Universitas Prof.DR.Moestopo(B)
drg. Nurlaela drg.Wilya elawitachya
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah penelitian kami yang berjudul “TINGKAT KESADARAN PASIEN PRIA DAN WANITA TERHADAP PENTINGNYA MEMBERSIHKAN KARANG GIGI (Survey Pada Pasien Poli Gigi Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat I, Pejaten Barat II, Pejaten Barat III dan Cilandak Timur)”.
Dalam kesempatan ini, kami ingin menghanturkan rasa hormat dan terima kasih kepada pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam proses penelitian makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang kami miliki sehingga dapat selesai dengan baik dan tepat waktu. Oleh karenanya, kami dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan kritik yang membangun guna menyempurnakan makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Jakarta, September 2014
BAB I
I.I Latar belakang
Scaling atau pembersihan karang gigi dilakukan untuk menghilangkan / membersihkan kalkulus, plak dan stain pada permukaan mahkota dan akar gigi akibat penumpukan sisa-sisa makanan, teknik sikat gigi yang salah dan kurangnya kesadaran pasien membersihkan gigi. Seiring perjalanan waktu, plak yang menumpuk menyebabkan gusi menjadi meradang dan berdarah. Jika tidak dibersihkan, radang ini akan mengarah pada tahap awal penyakit gusi yang disebut gingivitis.
Scaling merupakan terapi mendasar untuk perawatan penyakit periodontal. Meskipun perawatan ini mempunyai keterbatasan, antara lain: tidak dapat mencapai daerah poket dengan kedalaman lebih dari 3mm dan tidak dapat mencapai daerah bifurkasi yang merupakan cekungan pada akar gigi, namun scaling masih tetap merupakan perawatan utama, karena dapat mengurangi inflamasi dan mengurangi kolonisasi bakteri di dalam sulkus gingiva.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kebersihan gigi dan mulut pada pasien poli gigi yang berkunjung ke puskesmas kelurahan Pejaten Barat I, Pejaten Barat II, Pejaten Barat III dan Cilandak Timur.
I.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
Seberapa besar tingkat kesadaran pasien pria dan wanita terhadap pentingnya membersihkan karang gigi pada pasien poli gigi yang berkunjung ke Puskesmas kelurahan Pejaten Barat I, Pejaten Barat II, Pejaten Barat III dan Cilandak Timur.
I.3 TUJUAN PENELITIAN
yang berkunjung ke Puskesmas kelurahan Pejaten Barat I, Pejaten Barat II, Pejaten Barat III dan Cilandak Timur.
RUANG LINGKUP
Jumlah pasien pria dan wanita yang berkunjung ke poli gigi dan mulut pada periode 17 September – 22 September 2014 di Puskesmas kelurahan Pejaten Barat I, Pejaten Barat II, Pejaten Barat III dan Cilandak Timur.
I.4 MANFAAT PENELITIAN
Melalui penelitian ini di harapkan :
Dapat menambah pengetahuan masyarakat bahwa perilaku yang mereka lakukan sehari-hari seperti, menyikat gigi dua kali sehari, waktu serta teknik menyikat gigi, kontrol rutin ke dokter gigi terutama untuk membersihkan karang gigi, sangat berpengaruh terhadap kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut.
BAB II
II.1 Karang Gigi (Kalkulus)
a. Pengertian karang gigi (kalkulus)
Kalkulus adalah plak yang termineralisasi yang terdapat pada permukaan gigi alami dan gigi tiruan.1 berdasarkan letaknya, kalkulus dibagi menjadi 2, yaitu kalkulus supragingival dan kalkulus subgingival.1
Kalkulus supragingival terletak dari mahkota gigi sampai dengan batas tepi gusi sehingga dapat dilihat pada rongga mulut. Kalkulus supragingival biasanya berwarna putih atau putih kekuningan, konsistensinya keras, dan mudah dilepaskan dari permukaan gigi. Warna kalkulus dipengaruhi oleh kontak dari zat seperti tembakau dan pewarna makanan. Setelah penghilangan, dalam waktu dekat kemungkinan timbul kembali, terutama pada daerah lingual dari insisal mandibula. Kemungkinan terdapat pada satu atau beberapa gigi, atau mungkin merata keseluruh mulut.1
Gambar 2.1: Kalkulus supra gingival.5
Kalkulus subgingival terletak dibawah puncak dari tepi gusi dan oleh karena itu tidak terlihat pada pemeriksaan klinis rutin. Kalkulus subagingival biasanya keras dan pekat dan biasanya terlihat berwarna coklat tua atau hitam kehijauan dan melekat erat pada permukaan gigi.1
b. Penyebab terjadinya karang gigi
c. Mekanisme terjadinya karang gigi
Kalkulus merupakan plak gigi yang termineralisasi. Semua plak belum tentu mengalami kalsifikasi. Plak pada tahap awal mengandung sebagian kecil materi inorganik, dimana peningkatan plak akan membentuk kalkulus.1
d. Efek samping dari karang gigi
Seperti yang telah dibahas, jelas bahwa gingivitis dan periodontitis memiliki etiologi dari biofilm bakteri plak. Faktor dari kondisi mulut sangat mendukung terjadinya penyakit jaringan periodontal. Karang gigi atau kalkulus merupakan faktor resiko primer terjadinya penyakit periodontal. Kehadiran dari deposit kalkulus menyebabkan terjadinya proses iritasi secara mekanis ke jaringan. Kalkulus adalah faktor pendukung paling kuat yang dapat mengarah ke peningkatan retensi plak biofilm, terjadinya adalah karena mineralisasi dari biofilm bakteri plak.
1) Efek samping yang dapat terjadi pada jaringan periodonsium adalah :
Permukaan dari deposit kalkulus bila dilihat secara mikroskopis memiliki kontur yang sedikit tidak beraturan. Dan selalu terbungkus dengan bakteri penyebab terjadinya penyakit. Bahkan kalkulus bisa menyebabkan retensi plak yang lebih lanjut karena menjadi tempat menempelnya bakteri dengan mudah.
Terbentuknya deposit kalkulus bisa merubah tepi dari gigi, sehingga terjadi perubahan dari kontur gigi. Lalu berkelanjutan sehingga menciptakan area baru sehingga retensi biofilm plak mudah terjadi dan sulit untuk dibersihkan oleh pasien.
2) Potensi patologis
Karena permukaan dari bakteri plak yang hidup terbungkus oleh deposit kalkulus, maka kalkulus adalah peran yang sangat penting untuk faktor terjadinya penyakit periodontal.
Sulit untuk mengontrol gingivitis dan periodontitis apabila dental kalkulus masih ada dalam rongga mulut.
e. Pencegahan dan perawatan pada karang gigi
menghilangkan akumulasi dari kalkulus. Scaling merupakan tindakan instrumentasi dari permukaan mahkota dan akar gigi untuk menghilangkan plak, kalkulus, dan stain.
Gambar 2.2: Tindakan pembersihan karang gigi (scaling).6
Perawatan yang dilakukan untuk pasien dirumah adalah pemberian edukasi tentang kebersihan rongga mulut yang berkaitan dengan penyakit jaringan periodontal yang disebabkan oleh kalkulus serta instruksi cara pembersihan gigi dengan tehnik yang dianjurkan untuk menjaga kebersihan rongga mulut.
Aspek mengenai menyikat gigi dengan tehnik yang tepat, yang diantaranya adalah :
1. Pemilihan jenis sikat gigi yang tepat. Sesuaikan dengan ukuran mulut, pilih juga pegangan sikat gigi yang nyaman.
2. Jenis bulu sikat gigi adalah soft, medium, dan hard. Perkumpulan dokter gigi di Amerika menyarankan untuk menggunakan jeis bulu sikat gigi yang soft. Namun pada dasarnya gerakan menyikat gigi yang tepat paling berperan dalam menghilangkan plak.
derajat ke arah servikal. Tekan perlahan sambil dilakukan gerakan kiri dan kanan.
Gambar 2.3 : Gerakan menyikat gigi dengan teknik Bass.7
4. Mengganti sikat gigi 3-4 bulan sekali jika bulu sikat gigi sudah tidak terbentuk dengan sempurna.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
III.1 Jenis Penelitian
III.2 Metode Pengambilan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara survei pada seluruh pasien di poliklinik gigi puskesmas pejaten barat 1,pejaten barat 2, pejaten barat 3 dan cilandak timur selama 4 hari,dimulai dari tanggal 17 september sampai dengan tanggal 22 september 2014 kemudian dicatat pada formulir survei yang telah dibuat. Data yang didapat kemudian dianalisis lalu dibuat kesimpulan.
III.3 Metode Pengolahan Data
Data yang diperoleh diolah secara sederhana dengan menggunakan software SPSS.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian mengenai persentasi tingkat kesadaran pasien pria dan wanita
terhadap pentingnya membersihkan karang gigi di Puskemas Cilandak Timur, Puskesmas
Pejaten Barat I, Puskesmas Pejaten Barat II dan Puskesmas Pejaten Barat III dengan
menggunakan kuesioner yang diisi oleh pasien serta dibantu operator. Hasil penelitian akan
TABEL 1
PERSENTASE TINGKAT KESADARAN PASIEN PRIA DAN WANITA TERHADAP PENTINGNYA
MEMBERSIHKAN KARANG GIGI DI PUSKESMAS CILANDAK TIMUR, PUSKESMAS PEJATEN BARAT I,
PUSKESMAS PEJATEN BARAT II DAN PUSKESMAS PEJATEN BARAT III MENURUT JENIS KELAMIN
JENIS
Dari tabel diatas dapat dilihat jumlah pasien laki-laki di kel. Cilandak Timur 36.7%
(11 orang) dan jumlah pasien perempuan 63.3% (19 orang). Jumlah pasien laki-laki di kel.
Pejaten Barat I 40.0% (12 orang) dan jumlah pasien perempuan 60.0% (18 orang). Jumlah
pasien laki-laki di kel. Pejaten Barat II 23.3% (7 orang) dan jumlah pasien perempuan 76.7%
(23 orang). Jumlah pasien laki-laki di kel. Pejaten Barat III 36.7% (11 orang) dan jumlah
pasien perempuan 63.3% (19 orang).
PERSENTASE TINGKAT KESADARAN PASIEN PRIA DAN WANITA TERHADAP
PENTINGNYA MEMBERSIHKAN KARANG GIGI DI PUSKESMAS CILANDAK TIMUR
PERSENTASE TINGKAT KESADARAN PASIEN PRIA DAN WANITA TERHADAP
PENTINGNYA MEMBERSIHKAN KARANG GIGI DI PUSKESMAS PEJATEN BARAT I
MENURUT JENIS KELAMIN
63.3 %
PERSENTASE TINGKAT KESADARAN PASIEN PRIA DAN WANITA TERHADAP
PENTINGNYA MEMBERSIHKAN KARANG GIGI DI PUSKESMAS PEJATEN BARAT II
MENURUT JENIS KELAMIN
PERSENTASE TINGKAT KESADARAN PASIEN PRIA DAN WANITA TERHADAP
PENTINGNYA MEMBERSIHKAN KARANG GIGI DI PUSKESMAS PEJATEN BARAT III
TABEL 2
PERSENTASE TINGKAT KESADARAN PASIEN PRIA DAN WANITA TERHADAP PENTINGNYA
PUSKESMAS PEJATEN BARAT II DAN PUSKESMAS PEJATEN BARAT III MENURUT JENJANG PENDIDIKAN Dari tabel diatas dapat dilihat jumlah pasien dengan pendidikan akhir SD di kel.
Cilandak Timur 10.0% (3 orang), SMP 16.7% (5 orang), SMA 50.0% (15 orang) dan
Perguruan Tinggi 23.3% (7 orang). Jumlah pasien dengan pendidikan akhir SD di kel. Pejaten
Barat I 10.0% (3 orang), SMP 33.3% (10 orang), SMA 30.0% (9 orang) dan Perguruan Tinggi
26.7% (8 orang). Jumlah pasien dengan pendidikan akhir SD di kel. Pejaten Barat II 26.7%
(8 orang), SMP 10.0% (3 orang), SMA 46.7% (14 orang) dan Perguruan Tinggi 16.7% (5
orang). Jumlah pasien dengan pendidikan akhir SD di kel. Pejaten Barat III 10.0% (3 orang),
TABEL 3
PERSENTASE TINGKAT KESADARAN PASIEN PRIA DAN WANITA TERHADAP PENTINGNYA
MEMBERSIHKAN KARANG GIGI DI PUSKESMAS CILANDAK TIMUR, PUSKESMAS PEJATEN BARAT I,
PUSKESMAS PEJATEN BARAT II DAN PUSKESMAS PEJATEN BARAT III MENURUT KAPAN TERAKHIR
MEMBERSIHKAN KARANG GIGI
WAKTU
CILANDAK
TIMUR
PEJATEN
BARAT I
PEJATEN
BARAT II
PEJATEN
BARAT III
JUMLAH
< 6 BULAN
10
(33.3%)
2
(6.7%)
10
(33.3%)
2
(6.7%)
44
1 TAHUN 1
Dari tabel diatas dapat dilihat jumlah pasien kapan terakhir membersihkan gigi di kel.
Cilandak Timur < 6 bulan 33.3% (10 orang), 1 tahun 3.3% (1 orang), > 1 tahun 23.3% (7
orang) dan belum pernah 40.0% (12 orang). Jumlah pasien kapan terakhir membersihkan gigi
di kel. Pejaten Barat I < 6 bulan 6.7% (2 orang), 1 tahun 16.7% (5 orang), > 1 tahun 10.0% (3
orang) dan belum pernah 66.7% (20 orang). Jumlah pasien kapan terakhir membersihkan gigi
di kel. Pejaten Barat II < 6 bulan 33.3% (10 orang), 1 tahun 13.3% (4 orang), > 1 tahun
10.0% (3 orang) dan belum pernah 43.3% (13 orang). Jumlah pasien kapan terakhir
membersihkan gigi di kel. Pejaten Barat III < 6 bulan 6.7% (2orang), 1 tahun 33.3% (10
orang), > 1 tahun 13.3% (4 orang) dan belum pernah 46.7% (14 orang).
TABEL 4
PERSENTASE TINGKAT KESADARAN PASIEN PRIA DAN WANITA TERHADAP PENTINGNYA
MEMBERSIHKAN KARANG GIGI DI PUSKESMAS CILANDAK TIMUR, PUSKESMAS PEJATEN BARAT I,
PUSKESMAS PEJATEN BARAT II DAN PUSKESMAS PEJATEN BARAT III MENURUT WAKTU MENYIKAT
GIGI (PAGI SETELAH SARAPAN & MALAM SEBELUM TIDUR)
SETELAH
Dari tabel diatas dapat dilihat jumlah pasien menyikat gigi pagi setelah sarapan dan
malam sebelum tidur di kel. Cilandak Timur 3.3% (1orang), Pejaten Barat I 6.7% (2orang),
Pejaten Barat II 6.7% (2orang) dan Pejaten Barat III 13.3% (4orang).
TABEL 5
PERSENTASE TINGKAT KESADARAN PASIEN PRIA DAN WANITA TERHADAP PENTINGNYA
MEMBERSIHKAN KARANG GIGI DI PUSKESMAS CILANDAK TIMUR, PUSKESMAS PEJATEN BARAT I,
PUSKESMAS PEJATEN BARAT II DAN PUSKESMAS PEJATEN BARAT III MENURUT PENTING ATAU TIDAK
MEMBERSIHKAN KARANG GIGI
Dari tabel diatas dapat dilihat jumlah pasien penting atau tidak membersihkan karang
gigi di kel. Cilandak Timur ya 100% (30orang), Pejaten Barat I ya 86.7% (26orang) tidak
BAB V
PEMBAHASAN
Tingkat kesadaran pasien tentang pentingnya pembersihan karang gigi pada Pejaten Barat 1 masih ditemukan 13.3% (4 orang) yang merasa bahwa membersihkan karang gigi itu tidak penting. Jumlah pasien yang menyikat gigi pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur di kel. Cilandak Timur 3.3% (1orang), Pejaten Barat I 6.7% (2 orang), Pejaten Barat II 6.7% (2 orang) dan Pejaten Barat III 13.3% (4 orang).
Jumlah pasien kapan terakhir membersihkan gigi di kel. Cilandak Timur < 6 bulan 33.3% (10 orang), 1 tahun 3.3% (1 orang), > 1 tahun 23.3% (7 orang) dan belum pernah 40.0% (12 orang). Jumlah pasien kapan terakhir membersihkan gigi di kel. Pejaten Barat I < 6 bulan 6.7% (2 orang), 1 tahun 16.7% (5 orang), > 1 tahun 10.0% (3 orang) dan belum pernah 66.7% (20 orang). Jumlah pasien kapan terakhir membersihkan gigi di kel. Pejaten Barat II < 6 bulan 33.3% (10 orang), 1 tahun 13.3% (4 orang), > 1 tahun 10.0% (3 orang) dan belum pernah 43.3% (13 orang). Jumlah pasien kapan terakhir membersihkan gigi di kel. Pejaten Barat III < 6 bulan 6.7% (2orang), 1 tahun 33.3% (10 orang), > 1 tahun 13.3% (4 orang) dan belum pernah 46.7% (14 orang).
Jumlah pasien yang belum pernah dilakukan perawatan scaling adalah pada pasien poli gigi di Puskesmas Kelurahan Pejaten Barat 2, yaitu sebesar 66.7% (20 pasien).
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
VI.1 Kesimpulan
Scalling atau pembersihan karang gigi dilakukan oleh dokter gigi untuk menghilangkan atau membersihkan kalkulus dan plak yang menumpuk pada gigi. seiring perjalanan waktu,plak yang menumpuk akan dapat menyebabkan gusi menjadi meradang dan berdarah. Jika tidak dibersihkan, radang ini akan mengarah pada tahap awal penyakit gusi yang disebut gingivitis.
Radang gusi yang tidak ditangani dengan segera, maka akan menyebabkan penyakit periodontal yang dapat menciptakan lebih banyak lagi kerusakan.
jumlah pasien laki-laki di kel. Cilandak Timur 36.7% (11 orang) dan jumlah pasien
perempuan 63.3% (19 orang). Jumlah pasien laki-laki di kel. Pejaten Barat I 40.0% (12
orang) dan jumlah pasien perempuan 60.0% (18 orang). Jumlah pasien laki-laki di kel.
Pejaten Barat II 23.3% (7 orang) dan jumlah pasien perempuan 76.7% (23 orang). Jumlah
pasien laki-laki di kel. Pejaten Barat III 36.7% (11 orang) dan jumlah pasien perempuan
63.3% (19 orang). Dapat di simpulkan bahwa jumlah pasien laki-laki lebih sedikit dari pasien
perempuan yang datang ke poliklinik gigi di puskesmas keempat kelurahan.
Jumlah pasien dengan pendidikan akhir SD di kel. Cilandak Timur 10.0% (3 orang),
SMP 16.7% (5 orang), SMA 50.0% (15 orang) dan Perguruan Tinggi 23.3% (7 orang).
33.3% (10 orang), SMA 30.0% (9 orang) dan Perguruan Tinggi 26.7% (8 orang). Jumlah
pasien dengan pendidikan akhir SD di kel. Pejaten Barat II 26.7% (8 orang), SMP 10.0% (3
orang), SMA 46.7% (14 orang) dan Perguruan Tinggi 16.7% (5 orang). Jumlah pasien dengan
pendidikan akhir SD di kel. Pejaten Barat III 10.0% (3 orang), SMP 23.3% (7 orang), SMA
46.7% (14 orang) dan Perguruan Tinggi 20.0% (6 orang). Dapat disimpulkan bahwa rata-rata
pendidikan terakhir pasien yang datang ke poliklinik gigi di puskesmas keempat kacamatan
yaitu SMA, makin tinggi pendidikan pasien maka makin tinggi pula tingkat kesadaran pasien
terhadap kesehatan gigi dan mulut.
jumlah pasien kapan terakhir membersihkan gigi di kel. Cilandak Timur < 6 bulan
33.3% (10 orang), 1 tahun 3.3% (1 orang), > 1 tahun 23.3% (7 orang) dan belum pernah
40.0% (12 orang). Jumlah pasien kapan terakhir membersihkan gigi di kel. Pejaten Barat I <
6 bulan 6.7% (2 orang), 1 tahun 16.7% (5 orang), > 1 tahun 10.0% (3 orang) dan belum
pernah 66.7% (20 orang). Jumlah pasien kapan terakhir membersihkan gigi di kel. Pejaten
Barat II < 6 bulan 33.3% (10 orang), 1 tahun 13.3% (4 orang), > 1 tahun 10.0% (3 orang) dan
belum pernah 43.3% (13 orang). Jumlah pasien kapan terakhir membersihkan gigi di kel.
Pejaten Barat III < 6 bulan 6.7% (2orang), 1 tahun 33.3% (10 orang), > 1 tahun 13.3% (4
orang) dan belum pernah 46.7% (14 orang). Dapat disimpulkan bahwa pasien yang datang ke
poli klinik gigi di keempat puskesmas kelurahan tersebut persentasinya lebih banyak yang
belum pernah membersihkan karang gigi.
Jumlah pasien menyikat gigi pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur di kel.
Cilandak Timur 3.3% (1orang), Pejaten Barat I 6.7% (2orang), Pejaten Barat II 6.7% (2orang)
dan Pejaten Barat III 13.3% (4orang). Dapat disimpulkan bahwa kurangnya kesadaran pasien
Jumlah pasien penting atau tidak membersihkan karang gigi di kel. Cilandak Timur ya
100% (30orang), Pejaten Barat I ya 86.7% (26orang) tidak 13.3% (4orang), Pejaten Barat II
ya 100% (30orang) dan Pejaten Barat III 100% (30orang). Dapat disimpulkan bahwa pasien
yang datang ke poli klinik gigi sudah mengerti akan pentingnya membersihkan karang gigi.
Dari keseluruhan dapat disimpulkan bahwa jumlah pasien laki-laki lebih sedikit dari
pasien perempuan yang datang ke poliklinik gigi di puskesmas keempat kelurahan ,rata-rata
pendidikan terakhir pasien yang datang ke poliklinik gigi di puskesmas keempat kacamatan
yaitu SMA, makin tinggi pendidikan pasien maka makin tinggi pula tingkat kesadaran pasien
terhadap kesehatan gigi dan mulut. pasien sudah cukup mengerti akan pentingnya
membersihkan karang gigi, namun pasien yang datang ke poli klinik gigi di keempat
puskesmas kelurahan persentasinya lebih banyak yang belum pernah membersihkan karang
gigi,selain itu masih belum menyadari bahwa sikat gigi yang baik yaitu setelah sarapan dan
sebelum tidur.
VI.2 Saran
1. Dilakukan penyuluhan tentang pentingnya membersihkan karang gigi atau scalling sebagai pencegahan dari meningkatnya kasus penyakit gigi dan mulut salahsatunya periodontitis dan gingivitis.
2. Penyebaran leflet menarik tentang perlunya scalling dan pencegahan penyakit keradangan gusi
3. Intruksi cara menyikat gigi yang baik dan benar pada setiap pasien di poliklinik gigi dipuskesmas
DAFTAR PUSTAKA
1. Carranza FA. Newman MG. Takei HH. 2012. Clinical Periodontology 11th Ed. Phidapeldia : WB Saunders Co. Hal 217-231
2. Nield, J.S 2003. Fondantion of Periodontitis For Dental Hygenist . Phidapeldia : lippicont ,william and wilkins.
3. http://wienkz02.blogspot.com/2011/04/antara-debris-plak-dan-karang-gigi.html 4.
http://www.kesehatangigiku.com/mengapa-gigi-goyang-setelah-membersihkan-karang-gigi/
5. http://klinikrhc.com/sudahkah-saya-menyikat-gigi-dengan-benar/
6. http://www.academia.edu/4982145/Scaling