HUBUNGAN
PRODUKSI, MARKETING, DAN AKUNTANSI
DALAM PENENTUAN HARGA
Oleh
Fuad Baskara
53412064
Gerry Hadiwijaya
53412123
Hijria Permana
53412473
Jefri Yushendri
53412915
Mutia Romana K.
55412188
A. Definisi Produksi
Adanya barang-barang untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi manusia tidak
dapat lepas dari proses produksi. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang
dan jasa. Produksi sangat berkaitan dengan nilai guna suatu barang. Orang hanya
akan membuat barang-barang yang berguna. Maka, produksi dapat juga disebut
kegiatan menambah nilai guna suatu barang. Tetapi tidaklah mudah mengubah
bahan baku menjadi barang siap konsumsi. Karena untuk dapat melakukan
kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan faktor produksi. Tanpa
faktor-faktor produksi, pembuatan suatu barang dan jasa tidak bisa berjalan.
Kelangsungan proses produksi sangat ditentukan oleh keahlian pengusaha.
B. Definisi Pemasaran (Marketing)
Marketing atau Pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting bagi
semua usaha, Karena Marketing atau pemasaran mempunyai kedudukan sebagai
penghubung antara perusahaan pembuat produk dengan Masyarakat sebagai
pemakai produk. Maka dari itu, Perusahaan selalu memberikan perhatian yang
maksimal terhadap hal ini agar tujuan dan cita-cita perusahaan bisa tercapai
denganoptimal. Marketing atau pemasaran memang sangat penting bagi
pencapaian tujuan perusahaan, Lalu apa marketing atau pemasaran itu?
Definisi Marketing atau Pemasaran : Suatu proses kegiatan menyeluruh dan
terpadu serta terencana, Yang dilakukan oleh institusi untuk menjalankan usaha
guna memenuhi kebutuhan pasar dengan cara membuat produk, Menetapakan
harga, Mengkomunikasikan, Dan mendistribusikan melalui kegiatan pertukaran
untuk memuaskan konsumen dan perusahaan.
C. Definisi Akuntansi (Accounting)
Akuntansi (accounting) adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi,
meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang
berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang
menggunakannya dan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan
D. Hubungan Produksi, Marketing dan Accounting dalam penentuan harga
produk.
Penetapan harga dari suatu produk merupakan hal yang sangat strategis untuk
diperhatikan oleh suatu perusahaan. Jika menyinggung dengan harga dari suatu
produk, maka biasanya akan sebanding dan sejalan dengan kualitas dari produk
itu sendiri. Secara umum, biasanya jika harga suatu barang tinggi, maka hal itu
disebabkan karena kualitas yang dimiliki dari suatu produk itu juga tinggi
pula.Namun terkadang hal itu tidak berlaku jika konsumen jeli dalam memilih
barang. Karena terkadang harga dari suatu barang mahal disebabkan oleh merek
dari barang itu sendiri yang memang sudah diakui dipasaran.
Tidak semua orang atau konsumen memiliki argumen bahwa semakin
bagus suatu produk maka akan memiliki harga yang tinggi. Beberapa konsumen
menyakini bahwa harga murah bukan berarti kualitas rendah. Hal ini tentunya
adalah sebuah peluang bagi suatu perusahaan yang baru dalam membidik segmen
pasar tertentu. Dengan memanfaatkan argument tersebut, maka dengan
pengelolaan manajemen pemasaran yang tepat sasaran, maka tidak menutup
kemungkinan produk yang ditawarkan mampu bersaing di pasar.
Harga yang tinggi identik dengan menghasilkan keuntungan yang tinggi.
Pernyataan ini memang layak untuk dibenarkan. Namun penetapan harga yang
murah juga identik dengan keuntungan yang besar juga suatu pernyataan yang
dapat dibenarkan. Sebagai contoh produk jasa dibidang telekomunikasi yang saat
ini berlomba-lomba untuk menawarkan produk jasa yang dimiliki dengan
kecenderungan bersaing dengan harga yang rendah. Contoh real operator CDMA
menawarkann harga yang relatif murah dibandingkan dengan GSM. Dan GSM
menawarkan produk jasa dengan harga yang relatif lebih mahal jika dibandingkan
dengan operator CDMA tapi dengan kualitas pelayanan jaringan yang lebih baik.
Denga kata lain, dalam memilih manajemen pemasaran harus disesuaikan dengan
produk yang dimiliki. Kemudian dengan mampu menganalisis dan melihat
kelebihan dari suatu produk, maka akan sangat membantu dalam menentukan
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan yang dapat membantu untuk
menentukan harga dari suatu produk dengan tepat agar dapat bersaing dipasaran
dan menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi perusahaan:
o Sebaiknya menetapkan harga berdasarkan dari biaya produksi yang
dikeluarkan oleh perusahaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam menganalisis biaya produksi suatu produk dapat meliputi;
biaya pokok, biaya overhead dan biaya penunjang lainya. Dengan
menganalisis biaya produksi dalam menentukan harga suatu
produk, maka akan membatu perusahaan untuk terhindar dari
jurang kerugian.
o Menetapkan harga berdasarkan permintaan. Oleh karena itu
sebelum menetapkan harga dari suatu produk ada baiknya
perusahaan terlebih dahulu untuk melakukan riset seberapa besar
tingkatan permintaan pasar terhadap produk yang akan dipasarkan.
Manajemen pemasaran dalam hal ini akan memilki peran penting
dalam menganalisis kebijakan ini. Semakin besar tinggi
pertmintaan dari suatu produk, maka akan semakin tinggi
kecenderungan harga yang akan dimiliki dari produk itu sendiri.
o Menetapkan harga dari suatu produk dengan melihat harga
persaingan yang ada di pasaran. Jika memungkinkan maka kenapa
tidak membandrol harga dari suatu produk dibawah harga
persaingan yang ada di market. Hal ini akan sangat membantu
penjualan produk tersebut di pasar agar diburu oleh konsumen.
Selain itu penetapan harga dari suatu produk juga dapat dilakukan
dengan memasang dengan harga cantik. Misal jika keputusan
perusahaan berniat menjual produk dengan harga dua ratus ribu
rupiah, maka tidak ada salahnya dalam pemasarannya produk
tersebut dijual dengan harga Rp 195.000,00. Percaya atau tidak
permainan angka ini sangat mempengaruhi penjualan suatu produk
E. Contoh Pengaruh Produksi, Marketing dan Accounting Terhadap Harga
Ponsel Buatan China
Produk China praktis membanjiri seluruh negeri ini. Sebenarnya bukan hanya
Indonesia, tetapi produk China juga sudah menyerbu ke segala penjuru negara di
dunia ini. Negeri Tirai Bambu itu bukan cuma menjadi produsen skala besar,
tetapi juga telah membangun sebuah jaringan perdagangan yang kuat dan terpadu
di seluruh dunia.
Barang-barang buatan China identik dengan harganya yang murah. Barang
China memang relatif mempunyai kisaran harga dibawah rata-rata. Dan dengan
strategi itu pula brand China mampu bersaing dengan brand-brand yang telah
lebih lama beredar. Bahkan untuk beberapa kriteria brand ini mampu menguasai
pasaran.
Alasan produk-produk buatan China relatif lebih murah menurut Koran Temu
adalah sebagai berikut.
o Pemerintah China memaksimalkan peran UKM dalam
memproduksi barang-barangnya.
o Infrastuktur di Cina sangat mendukung dalam produksi.
o Insentif ekspor .
o Produktivitas buruh yang tinggi.
o Produksi yang kebanyakan dilakukan dalam jumlah besar.
o Menekan biaya produksi dengan meregenerasi mesin tua .
o Dukungan industri komponen.
Sumber daya manusia di Cina terkenal dengan keuletan dan kepintarannya
dijadikan senjata bagi pemerintahnya dalam mengelola kestabilan ekonomi. China
kerap dituding miring menjual barang murah karena membayar buruhnya dengan
upah yang rendah, yakni dengan menetapkan upah minimum sebesar US$ 242
atau sekitar Rp 2,3 juta per bulan pada tahun 2013.
Menurut salah satu artikel Merdeka.com, Ketua Persatuan Pengusaha
Tionghoa Indonesia Richard Tan membeberkan rahasia kenapa produk China saat
ini diekspor ke seluruh dunia. Dia menilai, pengusaha di negara itu bisa
memenuhi permintaan pasar dengan rentang harga bervariasi. Ongkos produksi
Di Cina telah banyak terdapat home industry yang dibina oleh pemerintah,
dimana dalam mebuat suatu produk, terdapat ratusan home industry yang
mengerjakannya. Pabrik hanya bertugas merakit hasil home industry tersebut.
Di Negeri Tirai Bambu tersebut, pendirian mall dibatasi. Dalam satu kota
hanya diperbolehkan satu mall, itupun dengan syarat dan izin yang sangat sulit.
Tujuannya untuk menghidupkan pengusaha-pengusaha kecil yang jualan di
toko-toko.
Di Shenzen, salah satu kota industri di China, terdapat pusat penjualan
barang-barang palsu. Pemerintah negeri tirai bambu ini tidak melarang rakyatnya untuk
melakukan pemalsuan produk, hal ini bertujuan agar rakyatnya terbiasa
menggunakan otak kanan mereka. Tak dipungkiri, pemalsuan barang-barang
tersebut mendongkrak perekonomian negeri China.
Hampir semua pabrikasi besar elektronik dunia berkumpul dan memproduksi
barang mereka di kota Shenzhen. Shenzhen Daily melaporkan, 750 juta hingga
780 juta ponsel yang diproduksi secara global pada tahun 2011. Produksi ponsel
di China berbagai merk mencapai 300 juta ponsel, 80 juta diantaranya dibuat di
Shenzhen.
Di China sendiri terdapat 17 perusahaan, sudah ada 54 perusahaan dari Negara
asing mendapat lisensi untuk memproduksi ponsel dan membuat pabrik di
Shenzhen. Tiga vendor terkemuka dunia, Nokia, Motorola dan Samsung telah
melakukan assembling produk mereka di Shenzhen. Menurut Huang Zhaohui,
Chairman of Shenzhen Transit Communication Equipment Limited seperti dikutip
dari Shenzhen Daily, perusahaan yang ada di Shenzen mampu menghasilkan 90%
komponen ponsel. Hal ini dinilai masuk akal karena biaya produksi di China
memang lebih murah.
Di saat negara kita sedang berjuang mati-matian untuk meningkatkan nilai
tukar rupiah terhadap mata uang asing, di lain pihak Cina justru mengalami
tekanan dari dunia agar mau mengambangkan nilai mata uangnya yang dinilai
dipatok terlau rendah. Pematokan nilai yuan yang sudah dilakukan semenjak
tahun 1994 ini diprotes karena dianggap sebagai penyebab utama miringnya harga
Selain itu, Cina memiliki rasio pajak yang relatif rendah. Seperti dikutip dari
Bisnis.com, salah satu Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan
rasio pajak di Cina hanya mencapai sekitar 10,4%. Angka ini lebih rendah jika
dibandingkang dengan Indonesia yang mencapai 10,9%.
Menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat, seperti dikutip dari DetikFinance,
China memiliki keunggulan peraturan yang memberikan insentif pajak sehingga
produk-produk China dapat dijual dengan murah. Pemerintah China akan
mengembalikan pajak kepada para pengusaha sebesar 13-15 persen jika mereka
mengekspor barang ke luar negeri. Untuk itu, para pengusaha China
berlomba-lomba mengekspor barangnya dengan batas keuntungan (margin) yang kecil.
Selain itu, pemerintah China juga memberikan bunga kredit yang rendah, yaitu
hanya sekitar 4-5% sehingga menambah daya saing produk mereka.
Hampir dapat dikatakan produk-produk berlabel made in China medominasi
pasar dunia mulai dari sekedar peniti sampai perangkat elektronika canggih
seperti ponsel. Di sana juga banyak sekolah kejuruan yang mendidik siswanya
DAFTAR PUSTAKA
http://selulernews.blogspot.com/2012/01/fenomena-handphone-china.html
http://08januari.blogspot.com/2012/03/ini-adalah-alasan-mengapa-produk-china.html
http://www.kaskus.co.id/thread/516bf3627e12430355000009/rahasia-murahnya-produk-china-di-seluruh-pasar-internasional
http://www.merdeka.com/uang/ini-rahasia-di-balik-harga-murah-produk-buatan-china.html
http://j-givary.blogspot.com/2010/05/penyebab-murahnya-barang-cina.html
http://www.bisnis.com/quick-news/read/20131214/18/192407/persoalan-pajak-di-china-dan-indonesia-mirip
http://www.detik.com/finance/read/2012/06/04/140811/1932142/1036/