TRAINING FOR THE TRAINER
“Detailed Exploration:
“Detailed Exploration:
Selecting a test site for Geothermal Resources”
Selecting a test site for Geothermal Resources”
Geothermal Exploration
Geothermal Exploration
Target, Concept and
Target, Concept and Method;
Method;
A Review
A Review
Outline
Outline
1.
1. Indonesian Law and Regulation about
Indonesian Law and Regulation about
Geothermal Exploration
Geothermal Exploration
2.
2. The Target of Indonesian Geothermal
The Target of Indonesian Geothermal
Exploration
Exploration
3.
3. The Concept of Hydrothermal System for
The Concept of Hydrothermal System for
Exploration
Exploration
4.
4. The Strategy and Method to Indicate a
The Strategy and Method to Indicate a
Particular Target
Target of Geothermal Development in Indonesia
Target of Geothermal Development in Indonesia
Energy Mix 2025 ⇒⇒⇒⇒Geothermal must contribute 5% (≈≈≈≈9500
MWe) of electricity
1. Indonesian Law and Regulation about
1. Indonesian Law and Regulation about
Geothermal Exploration
Geothermal Exploration
•
•
UU No. 27 Thn 2003 tentang Panas Bumi
UU No. 27 Thn 2003 tentang Panas Bumi
•
•
PP No. 59 Thn 2007 tentang Kegiatan Usaha Panas
PP No. 59 Thn 2007 tentang Kegiatan Usaha Panas
Bumi
Bumi
•
•
Permen No. 2 Thn 2009 tentang Petunjuk
Permen No. 2 Thn 2009 tentang Petunjuk
Penugasan Survey Pendahuluan
Penugasan Survey Pendahuluan
•
•
Permen No. 11 Thn 2008 Permohonan membuat
Permen No. 11 Thn 2008 Permohonan membuat
WKP
UU No. 27 Thn 2003 tentang Panas Bumi
UU No. 27 Thn 2003 tentang Panas Bumi
Pasal 6 :
Pasal 6 :
Aktifitas pengusahaan panas bumi meliputi Aktifitas pengusahaan panas bumi meliputi
1.
1. Survey pendahuluan Survey pendahuluan
--Dapat dilakukan oleh pemerintah atau pemdaDapat dilakukan oleh pemerintah atau pemda
--Pemerintah dapat menunjuk pihak lain untuk melakukan Pemerintah dapat menunjuk pihak lain untuk melakukan survey pendahuluan
survey pendahuluan
2.
2. Eksplorasi : dapat dilakukan oleh pemerintahEksplorasi : dapat dilakukan oleh pemerintah
3.
3. Studi kelayakan : dapat dilakukan oleh pelaku bisnisStudi kelayakan : dapat dilakukan oleh pelaku bisnis
4.
4. Eksploitasi : dapat dilakukan oleh pelaku bisnisEksploitasi : dapat dilakukan oleh pelaku bisnis
5.
5. Pemanfaatan : pemanfaatan langsung dan tidak langsung Pemanfaatan : pemanfaatan langsung dan tidak langsung diatur oleh peraturan pemerintah
diatur oleh peraturan pemerintah
Permen No. 2 Thn 2009 tentang Petunjuk Penugasan Survey Permen No. 2 Thn 2009 tentang Petunjuk Penugasan Survey
Pendahuluan Pendahuluan
•
• Hasil survey pendahuluan akan dipakai untuk menentukan WKPHasil survey pendahuluan akan dipakai untuk menentukan WKP
•
• Kegiatannya meliputi :Kegiatannya meliputi :
Survey Geologi
Survey Geologi: remote sensing, pemetaan struktur, menguji : remote sensing, pemetaan struktur, menguji petrofisik batuan reservoir, pemetaan volkanostratigrafi, petrofisik batuan reservoir, pemetaan volkanostratigrafi, manifestasi, alterasi untuk mencari sumber panas
manifestasi, alterasi untuk mencari sumber panas
Survey Geofisika
Survey Geofisika:menggunakan metode non:menggunakan metode non--seismik untuk seismik untuk menunjukkan geometri reservoir dan target pemboran menunjukkan geometri reservoir dan target pemboran
Survey Geokimia
Survey Geokimia: survey air, tanah, gas dan isotop untuk : survey air, tanah, gas dan isotop untuk memprediksi kualitas fluida reservoir
memprediksi kualitas fluida reservoir
Permen
Permen No. 11
No. 11 Thn
Thn 2008
2008
Permohonan
Permohonan membuat
membuat WKP
WKP
•
•
Luas wilayah untuk eksplorasi sebesar
Luas wilayah untuk eksplorasi sebesar--besarnya
besarnya
adalah 200 000 ha
adalah 200 000 ha
•
•
Luas wilayah untuk eksploitasi sebesar
Luas wilayah untuk eksploitasi sebesar--besarnya
besarnya
adalah 10 000 ha
Undang
Undang--undang
undang dan
dan peraturan
peraturan di
di Indonesia
Indonesia secara
secara
tak
tak langsung
langsung mengarahkan
mengarahkan target
target eksplorasi
eksplorasi panas
panas
bumi
bumi Indonesia
Indonesia kepada
kepada usaha
usaha untuk
untuk mendapatkan
mendapatkan
potensi
potensi energi
energi panas
panas bumi
bumi yang
yang dapat
dapat dipakai
dipakai untuk
untuk
indirect use
indirect use
atau
atau untuk
untuk menghasilkan
menghasilkan energi
energi listrik
listrik
2. The Target of Indonesian Geothermal Exploration
2. The Target of Indonesian Geothermal Exploration
Didorong oleh, diantaranya :
Didorong oleh, diantaranya :
•
• kondisi negara yang mengalami krisis energi listrik
kondisi negara yang mengalami krisis energi listrik
•
• Peraturan perundangan yang mendukung
Peraturan perundangan yang mendukung
pemanfaatan energi panas bumi (khususnya yang
pemanfaatan energi panas bumi (khususnya yang
dapat menghasilkan listrik)
dapat menghasilkan listrik)
Maka
Maka target target eksplorasieksplorasi panaspanas bumibumi
umumnya
umumnya ditujukanditujukan untukuntuk mencarimencari
sumberdaya
sumberdaya yang yang dapatdapat menghasilkanmenghasilkan
2. The Target of Indonesian Geothermal Exploration 2. The Target of Indonesian Geothermal Exploration
•
• Current exploration is to look for geothermal resources that Current exploration is to look for geothermal resources that can be exploited to generate electricity with “low” elctricity can be exploited to generate electricity with “low” elctricity price
price
•
• Most preferred target is Most preferred target is high enthalpyhigh enthalpygeothermal resource geothermal resource (Temperature > 225
(Temperature > 225 °°°°°°°°C) C)
•
• LowLow--Medium enthalpy is “ignored” at this moment.Medium enthalpy is “ignored” at this moment.
Bagaimana
Bagaimana
Bagaimana dengan
dengan potensi
potensi sumberdaya
sumberdaya
panas
panas bumi
bumi di
di daerah
daerah anda
anda?
?
Characteristic of Geothermal system for exploration
Characteristic of Geothermal system for exploration
target in Indonesia
target in Indonesia
• Located in high standing, terrain (>2000 m asl)
• Depth of top reservoir mostly is deep (1-2 km) unless steam dominated
• Surface manifestation is active, intensive, often reactive/corrosive
• Covered by dense vegetation
• Structural geology is difficult to identified on the ground
• Hydrology and lithology played important role on distribution of manifestation
• Hydrothermal system associated with volcanic heat source
• Temperature (arbitrary at 1 km depth) >225 °°°°C
• The heat is transferred by convection of hydrothermal fluid
TA
R
G
E
T
TA
R
G
E
T
3. The concept of volcanic hydrothermal system as exploration target 3. The concept of volcanic hydrothermal system as exploration target
Recharge Upflow Outflow Recharge Upflow Outflow
Can reach 20 Can reach 20--30 km 30 km
from upflow from upflow Low terrain nearby
Low terrain nearby the system the system > 5 k m d e p th (? ) Reservoir Reservoir 1
1--2 km or deeper2 km or deeper
(Goff dan Janik, 2000)
3. The concept of volcanic hydrothermal system as exploration target 3. The concept of volcanic hydrothermal system as exploration target
Komponen kunci sistem panas bumi volkanik hidrotermal bertemperatur tinggi memiliki ciri diantaranya
• Heat source adalah volkanik atau magmatit
• Reservoir berada di dalam batuan volkanik yang dapat berubah fasies dengan cepat. Permebilitas sekunder menjadi sangat penting
• Kedalaman reservoir dapat melebihi 1000 m dari permukaan
• Daerah recharge yang kemungkinan berada di elevasi rendah
• Daerah discharge dengan manifestasi permukaan yang sangat intensif dan memiliki karakteristik kimia fluida dengan kemungkinan campuran magmatik
4. The Strategy and Method to Indicate
4. The Strategy and Method to Indicate
a Particular Target
a Particular Target
Konsep
Konsep Tahapan
Tahapan Eksplorasi
Eksplorasi
Delineation Delineation Delineation Delineation
Targeting Targeting Targeting Targeting
Exploration Exploration Detailed / infill Detailed / infill Exploration Exploration Detailed / infill Detailed / infill
Exploration Exploration Exploration Exploration
Reconnaissance Reconnaissance Reconnaissance Reconnaissance
Most applicable method
Most applicable method
(case history and example)
(case history and example)
• Identification of active and intensive discharge of manifestation, fumarols is
most preferred, manifestation associated with acid pH ⇒help to indicate upflow zone (ex. Kamojang, Lahendong, Sibayak, Patuha, etc)
• History of volcanic eruption: Active (have eruption record after 1600 AD) but
not in present day active. (ex. most prospect)
• Age of volcanic activity (lava)ranged between 100 000 – 200 000 years (i.e.
Wayang Windu, Kamojang)
• Water-gas Geochemistry: sulfate (or mix with bicarbonate) water is indication
of upflow, chloride (mix with bicarbonate), is marginal water. Hidrology control is very strong. Application of solute geothermometer need a particular care. (ex : Sibayak, Patuha, Kamojang, Karaha, Lahendong etc)
• Remote sensingto identified morfology that indicate the structure, potential
recharge area, potential thermal anomaly area etc. (ex. the result is not so obvious)
During area selection for delineation of contract area
Most applicable method
Most applicable method
(case history and example)
(case history and example)
• Soil/soil gas Geochemistry: Hg anomali > 500 ppb indicating
permeability associated with high Temperature area. CO2less correlated
(ex. Danau Toba etc.)
• DC resistivity (Schlumberger Config.)occasionally worked well where the
reservoir top is shallow and the alteration zone above the reservoir (cap rock?) is well developed, otherwise not applicable (ex. Wayang Windu, Kamojang).
• Gravity: indirect method to delineate the structure, basement and
potential heat source (ex. Wayang Windu)
• Geomagnet,hardly effective method to delineate demagnetized body
due to mixing process of weathering and alteration in volcanic rocks (reduce magnetisation) and occurrence of sediment (very low magnetized) (Success example is Kamojang)
During detailed survey
Most applicable method
Most applicable method
(case history and example)
(case history and example)
• MT-TDEM (with 2D inversion): the most favorite method, can penetrate deeper
than DC-res, to indicate low resistivity cap rock as product of hidrothermal alteration and higher resistivity (than cap rock) reservoir (ex. Wayang Windu, Sibayak, etc). But can also failed in case of thick sediment is occur, (Ex. South of Sarulla). MT can also indicate magma chimney at shallow depth (Ex. Karaha Bodas)
• MEQ (Passive seismic):to indicate fracture or fault as drilling target, work well
in production field due to mass extraction and reinjection but during green field exploration is still irrelevant (Ex. Muara Laboh)
• Remote sensing: helps in interpreting structure as permeable zone, sometimes
to indicate surface manifestation but often difficult in case of dense vegetation
• Field structural geological mappingto undersatnd the kinematic and mechanic
of fault and fracture as drilling target.
During detailed survey
for subsurface modeling and exploration drilling targeting
Most applicable method
Most applicable method
(case history and example)
(case history and example)
• The physical and chemical change of manifestation
• MEQ for monitoring the injection and fracture development
• Gravity for monitoring mass changes due to production
• Geophysical well logging during drilling
• Study of volcanostratigraphy for delineation of field
• MT for delineation and possibly monitoring the changes of low resistivity structure
Area Selection
Area Selection
Area Selection
Area Selection
Strategi dan metode eksplorasi yang dipilih
sangat bergantung pada target yang ingin
dicari, tahapan dan biaya eksplorasi,
ketersediaan alat dan tenaga ahli
Berdasarkan bidang keilmuan yang melakukannya
1. Metode eksplorasi geologi
2. Metode eksplorasi geokimia
3. Metode eksplorasi geofisika
Masing-masing akan dibahas dalam training ini.
TRAINING FOR THE TRAINER
“Detailed Exploration:
“Detailed Exploration:
Selecting a test site for Geothermal Resources”
Selecting a test site for Geothermal Resources”
Exploration Geology;
Exploration Geology;
Target, Concept and Method
Target, Concept and Method
Outline
Outline
1.
1. Surface and sub
Surface and sub--surface exploration
surface exploration
2.
2. Target ; inferring the heat source, inferring
Target ; inferring the heat source, inferring
the reservoir and permeability, inferring
the reservoir and permeability, inferring
upflow
upflow area, inferring recharge area
area, inferring recharge area
3.
3. Concept of heat source, reservoir
Concept of heat source,
reservoir--permeability,
permeability, upflow
upflow and discharge area,
and discharge area,
recharge area.
1. Surface and sub
1. Surface and sub--surface exploration
surface exploration
•
• Eksplorasi geologi dapat dibagi menjadi 2:Eksplorasi geologi dapat dibagi menjadi 2: permukaan dan bawah permukaan
permukaan dan bawah permukaan
•
• Eksplorasi permukaan menekankan pemetaan permukaan Eksplorasi permukaan menekankan pemetaan permukaan bumi dengan berbagai metode geologi untuk menduga bumi dengan berbagai metode geologi untuk menduga komponen
komponen--komponen sitem panas bumikomponen sitem panas bumi •
• Eksplorasi bawah permukaan menekankan pada identifikasi Eksplorasi bawah permukaan menekankan pada identifikasi kondisi geologi berdasarkan data dari sumur pemboran kondisi geologi berdasarkan data dari sumur pemboran untuk mengkonfirmasi keberadaan komponen
untuk mengkonfirmasi keberadaan komponen--komponen komponen sistem panas bumi dan karakteristiknya.
sistem panas bumi dan karakteristiknya. •
• Eksplorasi geologi bawah permukaan hanya dilakukan mulai Eksplorasi geologi bawah permukaan hanya dilakukan mulai pada tahap eksplorasi hingga produksi atau pengembangan pada tahap eksplorasi hingga produksi atau pengembangan
2. Target
2. Target
•
• EksplorasiEksplorasi panaspanas bumibumi didi Indonesia Indonesia terutamaterutama ditujukanditujukan untukuntuk mencari
mencari sistemsistem panaspanas bumibumi bertemperaturbertemperatur tinggitinggi yang yang kemudiankemudian
dapat
dapat digunakandigunakan untukuntuk pembangkitpembangkit listriklistrik
•
• Model Model konseptualkonseptual yang yang umumumum dipakaidipakai dalamdalam eksplorasieksplorasi panaspanas
bumi
bumi didi Indonesia Indonesia adalahadalah model model sistemsistem hidrotermalhidrotermal ((atauatau volkanikvolkanik hidrotermal
hidrotermal) ) padapada high terrainhigh terrain
•
• DenganDengan mempertimbangakanmempertimbangakan model model iniini, , makamaka target target eksplorasieksplorasi
harus
harus dapatdapat menemukannmenemukann komponenkomponen--komponenkomponen sistemsistem panaspanas
bumi
bumi tersebuttersebut sepertiseperti heat source, reservoirheat source, reservoir--cap rock, recharge cap rock, recharge area
area dandan discharge area discharge area dengandengan penekananpenekanan mencarimencari zonazona upflowupflow
•
• SelainSelain ituitu target target eksplorasieksplorasi jugajuga mencarimencari sistemsistem panaspanas bumibumi yang yang bertemperatur
2. Target ; inferring the heat source,
2. Target ; inferring the heat source,
•
• PadaPada sistemsistem hidrotermalhidrotermal ((atauatau volkanikvolkanik hidrotermalhidrotermal), ), sumbersumber panaspanas umumnya
umumnya berasosiasiberasosiasi dengandengan kegiatankegiatan volkanikvolkanik aktifaktif tipetipe B B atauatau C (yang C (yang memiliki
memiliki catatancatatan pernahpernah meletusmeletus setelahsetelah tahuntahun 1600 1600 tetapitetapi tidaktidak saatsaat dekat
dekat iniini). ).
•
• AtauAtau sumbersumber panasnyapanasnya berasosiasiberasosiasi dengandengan kegiatankegiatan magmatismemagmatisme sepertiseperti tubuh
tubuh intrusiintrusi berumurberumur mudamuda (< 250 000 (< 250 000 tahuntahun))
•
• AktivitasAktivitas volkanismevolkanisme dandan magmatismemagmatisme diatasdiatas seringsering kali kali dicirikandicirikan oleholeh adanya
adanya morfologimorfologi gununggunung apiapi yang yang tinggitinggi ((misalnyamisalnya kerucutkerucut), ), lapanganlapangan fumarola
fumarola yang yang aktifaktif, , dandan bentukanbentukan morfologimorfologi circular yang circular yang mencerminkan
mencerminkan adanyaadanya kawahkawah atauatau kalderakaldera gununggunung apiapi..
•
• DenganDengan demikiandemikian adanyaadanya ciriciri diatasdiatas dapatdapat dijadikandijadikan target target bagibagi eksplorasi
eksplorasi geologigeologi untukuntuk mendugamenduga sumberpanassumberpanas..
2. Target ; inferring the reservoir and permeability
2. Target ; inferring the reservoir and permeability
•
• Reservoir Reservoir padapada sistemsistem panaspanas bumibumi umumnyaumumnya dikontroldikontrol oleholeh
permeabilitas
permeabilitas sekundersekunder yaituyaitu strukturstruktur geologigeologi sepertiseperti rekahanrekahan dandan
sesar
sesar, yang , yang dapatdapat disebutdisebut zonazona lemahlemah atauatau zonazona diskontinuitasdiskontinuitas. .
•
• ZonaZona lemahlemah iniini dapatdapat beradaberada didi kontakkontak antarantar batuanbatuan yang yang berbedaberbeda, , didi sekeliling
sekeliling intrusiintrusi, , bidangbidang perlapisanperlapisan primer, primer, dandan strukturstruktur sekundersekunder seperti
seperti diatasdiatas. .
•
• MeskipunMeskipun demikiandemikian tidaktidak jarangjarang jugajuga reservoir reservoir beradaberada dalamdalam suatusuatu lapisan
lapisan atauatau formasiformasi batuanbatuan tertentutertentu
•
• Di Di daerahdaerah volkanikvolkanik, , pelamparanpelamparan suatusuatu unit unit batuanbatuan volkanikvolkanik dapatdapat berubah
berubah dengandengan cepatcepat sepertiseperti lensalensa--lensalensa atauatau sisipansisipan--sisipansisipan. . Ketebalannya
Ketebalannya pun pun dapatdapat berbedaberbeda dengandengan signifikansignifikan..
•
• DenganDengan demikiandemikian, , strukturstruktur geologigeologi dandan zonazona diskontinuitasdiskontinuitas lainnyalainnya menjadi
menjadi target yang target yang pentingpenting dalamdalam eksplorasieksplorasi geologigeologi. . SelainSelain ituitu mengenali
porositas--2. Target ; inferring upflow area
2. Target ; inferring upflow area
•
• Upflow adalah daerah discharge yang mengindikasikan keluaran Upflow adalah daerah discharge yang mengindikasikan keluaran langsung fluida reervoir. Sehingga seringkali zona ini didapati langsung fluida reervoir. Sehingga seringkali zona ini didapati memiliki manifestasi dengan temperatur yang tinggi dan memiliki manifestasi dengan temperatur yang tinggi dan komposisi kimia fluidanya menyerupai fluida reservoir. komposisi kimia fluidanya menyerupai fluida reservoir.
•
• Zona upflow umumnya memiliki permeabilitas tinggi, Zona upflow umumnya memiliki permeabilitas tinggi,
temperatur tinggi, debit fluid discharge yang besar, seringkali temperatur tinggi, debit fluid discharge yang besar, seringkali ditemukan steam vent atau produk kondensasi dari steam ditemukan steam vent atau produk kondensasi dari steam tersebut seperti mata air panas asam sulfat. Batuan disekitarnya tersebut seperti mata air panas asam sulfat. Batuan disekitarnya yang dilalui fluida ini pun akan mengalami perubahan (alterasi) yang dilalui fluida ini pun akan mengalami perubahan (alterasi) yang spesifik.
yang spesifik.
•
• Dengan demikian target eksplorasi geologi untuk menduga Dengan demikian target eksplorasi geologi untuk menduga adanya upflow ditujukan untuk mencari karakteristik keluaran adanya upflow ditujukan untuk mencari karakteristik keluaran (discharge) seperti diatas.
(discharge) seperti diatas.
2. Target ; inferring recharge area
2. Target ; inferring recharge area
•
• Recharge area
Recharge area pada
pada sistem
sistem high terrain
high terrain dapat
dapat
terbentuk
terbentuk didaerah
didaerah yang
yang memiliki
memiliki elevasi
elevasi rendah
rendah..
•
• Sedangkan
Sedangkan pada
pada sistem
sistem low terrain
low terrain kemungkinan
kemungkinan
berada
berada pada
pada elevasi
elevasi yang
yang tinggi
tinggi
•
• Meskipun
Meskipun demikian
demikian keduanya
keduanya dapat
dapat terjadi
terjadi dimana
dimana
saja
saja..
•
• Mengenali
Mengenali morfologi
morfologi disekitar
disekitar sistem
sistem panas
panas bumi
bumi
dapat
dapat membantu
membantu menentukan
menentukan target
target untuk
untuk
mendelineasi
3. The concept of
3. The concept of heat source, reservoirheat source, reservoir--cap rock, cap rock, upflowupflow and and recharge area
recharge areaas exploration targetas exploration target
Recharge Upflow Outflow Recharge Upflow Outflow
Can reach 20 Can reach 20--30 km 30 km
from upflow from upflow Low terrain nearby
Low terrain nearby the system the system > 5 k m d e p th ( ? ) Reservoir Reservoir 1
1--2 km or deeper2 km or deeper
(Goff dan Janik, 2000)
Bagaimana
Bagaimana
ahli
ahli geologi
geologi
menduga
menduga…..?
…..?
adakah
adakah
sumber
sumber panas
panas……….?
……….?
permeabel
permeabel zone……?
zone……?
discharge area
discharge area dan
dan
manifestasi
TRAINING FOR THE TRAINER
“Detailed Exploration:
“Detailed Exploration:
Selecting a test site for Geothermal Resources”
Selecting a test site for Geothermal Resources”
Remote Sensing Method
Remote Sensing Method
Target metode penginderaan jauh
Target metode penginderaan jauh
•
•
Melakukan interpretasi sesar dan rekahan
Melakukan interpretasi sesar dan rekahan
•
•
Mengidentifikasi batas litologi
Mengidentifikasi batas litologi
•
•
Mengetahui kondisi morfologi
Mengetahui kondisi morfologi
•
•
Mengidentifikasi manifestasi (bila dapat)
Mengidentifikasi manifestasi (bila dapat)
Informasi di atas dapat dipakai antara lain untuk
Informasi di atas dapat dipakai antara lain untuk
memprediksi pengontrol manifestasi permukaan
memprediksi pengontrol manifestasi permukaan
panas bumi, menentukan sumber panas
panas bumi, menentukan sumber panas
(intrusi/volcano)
Metode yang dilakukan
•
•
Analisis
Analisis Peta
Peta Topografi
Topografi
•
•
Analisis
Analisis Foto
Foto Udara
Udara
•
•
Analisis
Analisis Citra
Citra Satelit
Satelit,
, seperti
seperti Landsat
Landsat TM, SRTM
TM, SRTM dll
dll
•
•
Pengecekan
Pengecekan di
di lapangan
lapangan
•
•
Peta
Peta geologi
geologi dan
dan penampang
penampang geologi
geologi
Teknik dan Analisa Peta Topografi
•
• Dalam bentuk analog atau Digital (Bakosurtanal)Dalam bentuk analog atau Digital (Bakosurtanal)
•
• Mengamati dan mendelineasi bentukanMengamati dan mendelineasi bentukan--bentukan pola kontur bentukan pola kontur topografi, seperti kelurusan, kontur menutup terisolasi, pola topografi, seperti kelurusan, kontur menutup terisolasi, pola kontur yang sangat rapat, pola setengah lingkaran (crater) atau kontur yang sangat rapat, pola setengah lingkaran (crater) atau struktur lipatan rebah, dsb
struktur lipatan rebah, dsb
•
• Dengan shaded relief untuk memudahkan pengamatan diatasDengan shaded relief untuk memudahkan pengamatan diatas
•
• Teknik analisa kelurusan dengan Fault Fracture Density (FFD)Teknik analisa kelurusan dengan Fault Fracture Density (FFD)
•
Contoh
Contoh
Kelurusan = Sesar??Batuan keras= intrusi?
Batuan lunak=sedimen?
Struktur graben?
Fault and Fracture Density (FFD)
•
• Analisa fracture di daerah panas bumi dengan cara membuat peta Analisa fracture di daerah panas bumi dengan cara membuat peta
kerapatan
kerapatan lineamentlineamentyang ditarik dari yang ditarik dari shaded reliefshaded reliefpeta topografi peta topografi digital.
digital.
•
• Lineamen ini diasumsikan berasosiasi dengan fracture atau fault Lineamen ini diasumsikan berasosiasi dengan fracture atau fault yang di daerah geotermal umumnya tertutup oleh manifestasi yang di daerah geotermal umumnya tertutup oleh manifestasi permukaan sehingga sulit teridentifikasi.
permukaan sehingga sulit teridentifikasi.
•
• Fault dan fracture ini diasumsikan sebagai bidang lemah yang Fault dan fracture ini diasumsikan sebagai bidang lemah yang menjadi jalur bagi pergerakan fluida termal sehingga dapat menjadi jalur bagi pergerakan fluida termal sehingga dapat menjadi petunjuk bagi lokasi daerah permeabel atau reservoir menjadi petunjuk bagi lokasi daerah permeabel atau reservoir
•
• Dikembangkan oleh Soengkono dari Auckland University Dikembangkan oleh Soengkono dari Auckland University -- NZNZ
LATAR BELAKANG
Fault and Fracture Density (FFD)
• Peta Topografi Digital (Atau DEM dari SRTM) diberi cahaya dari berbagai sudut pandang
• Lineament yang nampak kemudian diberi garis
• Peta lineament dibuat grid 1x1 km2
• Densitas lineament dihitung berdasarkan formula berikut:
Panjang total lineament per 1 km2,(km/ km2)
• Pada titik tengah grid diberi nilai sesuai Panjang total lineament dalam sel tersebut
• Dibuat kontur dari seluruh nilai pada grid
Contoh:
FFD di
Rotokawa
Geothermal
Field NZ.
1. Shaded relief
2. Peta lineament
3. Peta Densitas
lineament
4. Overlay Peta
Densitas Lineament, Peta Manifestasi dan anomali geofisika
2783 2784 2785 2786 2787 2788 2789 2790 2791 2792 2793 6278 6279 6280 6281 6282 6283 6284 6285 6286 6287 6288
0 1 2 km
East light source, Lambertian reflection, Central difference
2783 2784 2785 2786 2787 2788 2789 2790 2791 2792 2793 6278 6279 6280 6281 6282 6283 6284 6285 6286 6287 6288
0 1 2
Contour interval 0.5 km/ km2
N
A B
C D Waikato River
Parariki Stream
A
C D
Demagnetized body
Resistivity boundary
Fault and fracture density anomalies Rotokawa Lake
0 1 2 3 kilometre
surface manifestation
B
2783 2784 2785 2786 2787 2788 2789 2790 2791 2792 2793 6278 6279 6280 6281 6282 6283 6284 6285 6286 6287 6288 1 2 3 4 Lengkapilah FFD di Rotokawa
1. Hitung total panjang garis yang berada dalam satu grid 1 x 1 km
2. Letakkan hasil perhitungan di tengah grid
3. Buatlah kontur FFD
4. tentukan daerah anomalinya
Foto Udara
• Sangat baik untuk mengidentifikasi manifestasi permukaan di daerah geotermal dan struktur yang ada.
• Metode ini terutama sangat powerfull untuk daerah tanpa vegetasi
• Variasinya: black-white, color, infrared, vertical dan oblique, dalam berbagai skala
• Skala foto bergantung pada tinggi terbang dan panjang fokus lensa, dan biasanya dinyatakan misalnya 1:12000
Teknik Analisa Foto Udara
•
Single foto
•
Stereo pair dengan stereoskop
•
Yang diamati; tekstur (kasar-halus) dan rona
Ciri foto udara
Ciri foto udara
vertical : Horizon
vertical : Horizon
atau kaki langit
atau kaki langit
tidak terlihat
tidak terlihat
Contoh foto
udara vertical
Foto udara untuk
memprediksi heat
discharge di Lapangan
Panasbumi Karapiti - NZ
Citra Satelit dalam eksplorasi panas bumi
• Macam-macam sensor: Landsat TM, ASTER, SRTM,
IKONOS, Quick Bird, SLAR, Radar, HyMap, dsb
• Variasi
Ground / spatial resolution
• Variasi Tipe
Band
dan
Band resolution (Bandpass)
• Gabungan yang tepat dari ketiga parameter tersebut
akan menghasilkan suatu citra yang membantu
dalam eksplorasi awal panas bumi
•
Multi spectral vs Hyper spectral
Target
•
Pemetaan batuan (geologi)
•
Pemetaan struktur
•
Pemetaan thermal (MAP, steaming ground,
vegetation stress, hot/warm ground, dsb)
Beberapa teknik image processing
• RGB (Red green blue)
• Band ratio, misalnya (4/3 atau 3/2)
• NDVI (normalized different vegetation index)
• Mengidentifikasi absorption band atau reflectance band (khususnya pada hyperspectral), misalnya absorpsi 2200 nm umumnya ditempati oleh mineral-mineral lempung
Contoh hasil image processing
•
NDVI, vegetasi
berwarna terang,
tergantung
Contoh hasil image processing
Contoh hasil image processing
• ASTER Band 4,6,8
pada RGB
composite
• Masing-masing
warna
mencerminkan
litologi tertentu
Contoh hasil image processing
Contoh hasil image processing
Contoh peta
topografi dari
SRTM
Data dapat di download free
http://glcfapp.umiacs.u md.edu:8080/esdi/in dex.jsp
Rekonstruksi penampang geologi
• Setelah dilakukan pemetaan geologi lapangan, harus
dibuat penampang geologi
• Penampang dibuat mulai dengan pembuatan
penampang topografi
• Ploting strike dan dip yang dikoreksi oleh posisi garis
penampang yang tidak tegak lurus terhadap strike
Teknik pembuatan penampang topografi
Teknik pembuatan penampang topografi
Latihan
Latihan
1. Diberikan satu set data dari daerah Prospek Panas Bumi Tangkuban Perahu, terdiri dari : Peta topografi dari SRTM, Citra ASTER, Citra LandSat, dan Peta Geologi dan Peta manifestasi
2. Lakukan interpretasi struktur geologi dari SRTM dan Citra satelit
3. Buatlah pemetaan geologi dari Citra ASTER dan bandingkan hasilnya dengan peta geologi sebagai validasinya
4. Lakukan pemrosesan citra untuk NDVI dan tentukan daerah yang mengindikasikan anomali termal
5. Buatlah garis penampang topografi dengan arah yang anda anggap strategis, misalnya yang memotong lokasi manifestasi.
6. Buatlah penampang topografi dari garis penampang tersebut. Posisikan manifestasi yang anda jumpai pada garis penampang kedalam penampang tersebut
7. Buatlah rekomendasi mengenai potensi heat source, potensi reservoir, potensi discharge area, potensi recharge area, dan potensi daerah permeabel lainnya