• Tidak ada hasil yang ditemukan

Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Fakultas Syari ah Jurusan Mu amalah. Oleh ABDUS SALAM NIM : C

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Fakultas Syari ah Jurusan Mu amalah. Oleh ABDUS SALAM NIM : C"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

APLIKASI GADAI EMAS DI BPRS BHAKTI SUMEKAR SUMENEP

PERSPEKTIF FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL-MAJLIS

ULAMA INDONESIA (DSN-MUI) NOMOR 25-26/III/2002

TENTANG

RAHN

(GADAI) EMAS

SKRIPSI

Diajukan kepada

Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

dalam Menyelesaikan Program Sarjana Strata Satu

Ilmu Syari’ah

Oleh

ABDUS SALAM

NIM : C02207136

Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel

Fakultas Syari’ah

Jurusan Mu’amalah

SURABAYA

(2)

ii 

PERNYATAAN KEASLIAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini saya:

Nama : Abdus Salam

NIM : CO2207136

Semester : VIII

Fakultas/Jurusan : Syari’ah/Mu’amalah

Judul Skripsi : APLIKASI GADAI EMAS DI BPRS BHAKTI

SUMEKAR SUMENEP PERSPEKTIF FATWA

DEWAN SYARI’AH NASIONAL-MAJLIS ULAMA INDONESIA (DSN-MUI) NOMOR 25-26/III/2002

TENTANG RAHN (GADAI) EMAS

Dengan sungguh-sungguh menyatakan bahwa skripsi ini secara keseluruhan adalah hasil penelitian/karya saya sendiri, kecuali pada bagian-bagian yang dirujuk sumbernya.

Surabaya, 05 September 2011 Saya yang menyatakan,

ABDUS SALAM NIM: CO2207136

(3)

iii 

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi yang ditulis oleh Abdus Salam ini telah diperiksa dan disetujui untuk di

Munaqasahkan.

Surabaya, 05 September 2011

Pembimbing

Dra. Hj. Suqiyah Musyafa’ah, M.Ag NIP : 196303271999032001

(4)

iv 

PENGESAHAN

Skripsi yang ditulis oleh Abdus Salam ini telah dipertahankan di depan sidang

Majelis Munaqasah Skripsi Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel pada hari Senin,

tanggal 05 September 2011, dan dapat diterima sebagai salah satu persyaratan

untuk menyelesaikan program sarjana strata satu dalam Ilmu Syari’ah.

Majelis Munaqasah Skripsi :

Ketua,

Dra. Hj. Suqiyah Musyafa’ah, M.Ag NIP : 196303271999032001

Sekretaris,

Dr. Fatma, ST., MM NIP. 197507032007012020

Penguji I,

H. Muhammad Yazid, S.Ag., MSi NIP. 197311171998031003

Penguji II,

Nurlaila, SE., MM NIP. 196205222000032001

Pembimbing,

Dra. Hj. Suqiyah Musyafa’ah, M.Ag NIP : 196303271999032001 Surabaya, 23 September 2011

Mengesahkan, Fakultas Syariah

Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel

Dekan,

Prof. Dr. H.A. Faishal Haq, M.Ag. NIP. 19500520 198203 1 002

(5)

v  ABSTRAK

Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan tentang “Aplikasi Gadai Emas di BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Perspektif Fatwa Dewan Syari’ah Nasional- Majlis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 25-26/Iii/2002 Tentang Rahn Emas” Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan, Bagaimana aplikasi gadai emas di BPRS Bhakti Sumekar Sumenep?, Bagaimana penentuan biaya pemeliharaan emas gadai di BPRS Bhakti Sumekar Sumenep? dan Bagaimana analisis fatwa DSN-MUI terhadap aplikasi gadai emas dan penentuan biaya pemeliharaan emas gadai di BPRS Bhakti Sumekar Sumenep?.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini, adalah deskriptif analisis, yaitu mendeskripsikan data yang berkaitan dengan aplikasi gadai emas dan penentuan biaya pemeliharaan emas gadai di PT. BPRS Bhakti Sumekar Sumenep. Menganalisa data tersebut melalui pola pikir deduktif, yaitu dimulai dari Fatwa DSN-MUI yang berkaitan dengan Rahn dan gadai emas kemudian dikemukakan hal- hal yang bersifat khusus, yaitu pembiayaan gadai emas di PT. BPRS Bhakti Sumekar Sumenep menurut Fatwa DSN-MUI, untuk selanjutnya akan diketahui kesimpulannya.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Aplikasi gadai emas di BPRS Bhakti Sumekar, dengan mengajukan permohonan dan membawa emas sebagai jaminan dengan akad rahn, akad ija>rah sebagai sewa tempat dan akad qard} sebagai pinjaman kemudian Bank akan melakukan proses penilaian atas emas jaminan tersebut dan mencairkan dana pinjamannya sesuai kesepakatan. Penentuan biaya pemeliharaan Emas gadai dengan mengkalkulasi semua biaya operasional, mulai biaya perawatan barang jaminan, asuransi, gaji karyawan sampai setoran ke pemerintah kabupaten Sumenep. Aplikasi gadai emas dan penentuan biaya pemeliharaan, mengacu pada fatwa DSN-MUI dibenarkan karena adanya unsur yang saling menguntungkan kedua belah pihak dan terdapat unsur kemaslahatan dan tolong menolong dalam bermuamalah.

Gadai emas di BPRS Bhakti Sumekar merupakan salah satu produk yang banyak digunakan oleh nasabah, karena prosidurnya mudah dan praktis. Oleh karena itu hendaknya BPRS Bhakti Sumekar lebih meningkatkan pelayanan dengan menambah kantor kas, kantor cabang didaerah lain dan bukan hanya emas yang bisa jaminan akan tetapi banyak barang-barang berharga lainnya. Kedua Dewan Syariah Nasional (DSN) selain mengeluarkan fatwa hendaknya juga membuat panduan teknisnya yang berkaitan dengan fatwa yang sudah dikeluarkan.

(6)

vi  KATA PENGANTAR

ﻡـﺴﺒ

ﷲﺍ

ﺭﻟﺍ

ﻥـﻤﺤ

ﺭﻟﺍ

ﻡـﻴﺤ

Skripsi yang membahas Aplikasi Gadai Emas di BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Perspektif Fatwa Dewan Syari’ah Nasional (DSN) Tentang Rahn (Gadai) Emas ini, dengan segala kekurangan dan keterbatasan dari segala hal, disusun untuk mengatahui sejauh mana penerapan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) di lembaga-lembaga keuangan syariah khususnya di BPRS Bhakti Sumekar Sumenep.

Dengan Bismillahirahmanirrahim penulis awali dan dengan Alhamdulilla>h penulis akhiri penyusunan skripsi ini dapat diselesaikan, berkat rahmat, ma’unah serta hidayah Allah SWT. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Penulisan skripsi ini tidak lain semata-mata karena ta’allam dan mengharap ridha Allah SWT.

Suatu hal yang tidak berlebihan penulis ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu selama penyusunan skripsi ini yang penulis sangat banyak sekali manfaat-manfaat rasakan dan tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu di sini.

Secara khusus penulis ucapkan terima kasih kepada Ibunda Sumrati dan Ayahanda Abdus Shamad (Almarhum) yang telah mendidik, merawat, membiayai dan selalu mendo’akan anak-anaknya, Bapak Prof. Dr. H. Nur Syam M.Si, selaku Rektor IAIN Sunan Ampel beserta pembantu-pembatunya dijajaran Rektorat. Bapak Prof. Dr. H. A. Faishal Haq, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel beserta pembatu-pembantunya dijajaran Dekanat Fakultas Syariah. Ibu Dra. Nurhayati, M.Ag, selaku Ketua Jurusan Muamalah Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel dan Ibu Dra. Hj. Suqiyah Musyafa’ah M.Ag, selaku Sekretaris Jurusan Muamalah IAIN Sunan Ampel sekaligus sebagai dosen pembimbing skripsi ini yang telah memberikan pengarahan dan penjelasan tanpa lelah dan keluh kesah.

Segenap guru-guru dan Bapak/Ibu dosen yang telah banyak memberikan ilmunya selama penulis menuntut ilmu di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel

(7)

vii

Surabaya. Semoga pengorbanan dan jasa-jasa beliau semua di balas oleh Allah SWT “Jaza>kumulla Khairan Kas{ira”. Amiin.

Ucapan terima kasih juga kepada Pimpinan dan seluruh karyawan- BPRS Bhakti Sumekar Sumenep atas partisipasi dan penerimaan serta penjelasan kaitannya dengan data-data skripsi ini, khususnya untuk Bapak H.Sanusi Anwar. SE, Bapak Fajar, Mbak lisa, serta seluruh yang telah membantu. Semoga Allah memberikan balasan yang melimpah dan semoga Allah melindungi di dunia maupun di akhirat. Amiin.

Kepada keluarga besar Pengasuh Pondok Pesantren Da>rul Ulu>m Paterongan Jombang, khusu>san K.H. Kha>lil dan Ny. Hj. Anis beserta keluarganya, yang telah membantu penulis baik dari bimbingan, arahan, motivasi, maupun bantuan beasiswa selama penulis belajar di bangku perkuliahan. Terima kasih atas segala bantuannya. semoga Allah menerima amal baiknya dan membalasnya dengan yang lebih baik. Amin.

Terima kasih buat teman-teman Kosma (Nuris, Siti, Afan, Ade, Anas, Hopi, Imam, Imammudin, Ahya’, Syahrul, Ozi, Faiz, Erna, Vi2, Alif, Elis, Yuni, Ria, Arofah, Insiyah, Ifah, Fufah, Ana, dan selurh warga Muamalah), sahabat-sahabat 07 (Wahyu, Wafa, Indra, Ama’, Manaf, Muafi, Taufiq, Najib, Fauzi, Nai, Dewi, Amir, Nurul, Ifah, Alif, Miqdad, Mas’ud, Faqor, Hakim, Anggi, Imam, Biqi, Falah, dan seluruh sahabat-sahabat PMII Syariah) yang telah menunjukkan arti kebersamaan, persahabatan dan kekeluargaan selama ini di antara kita semua.

Akhirnya tanpa mengingkari adanya kekurangan dan kelemahan, penulis berharap semoga tulisan ini bermanfaat dan merupakan sumbangan bagi kajian- kajian ilmu keislaman selanjutnya, khususnya dalam bidang perbankan, dan hanya kepada Allah Azza Wa Jalla penulis serahkan.

Surabaya, 5 Septembar 2011

(8)

viii DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii PENGESAHAN... iii ABSTRAK ... iv KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TRANSLITERASI... xiii

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 6

C. Batasan Masalah... 7

D. Rumusan Masalah... 7

E. Tujuan Penelitian... 8

F. Kegunaan Hasil Penelitian... 8

G. Definisi Operasional ... 9

H. Kajian Pustaka ... 10

I. Metode Penelitian... 13

J. Sistematika Pembahasan ... 19

BAB II GAMBARAN UMUM GADAI EMAS (AR RAHN) DALAM FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL-MAJLIS ULAMA INDONESIA (DSN-MUI) TENTANG RAHN DAN RAHN EMAS 21  A.  Latar belakang Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN)  tentang Rahn dan Gadai Emas (ar­Rahn) ... 21  B.  Dasar Hukum Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN)

(9)

ix 

tentang  Rahndan Gadai Emas (ar­Rahn)... 22 

C.  Hasil Ketetapan Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN)  tentang  Rahndan Gadai Emas (ar­Rahn) ... 26 

D.  Fungsi Fatwa Dewan Syariah Nasional­ Majlis Ualama Indonesi  (DSN­MUI)... 28

BAB III PROFIL DAN PROSEDUR APLIKASI GADAI EMAS PT. BPRS BHAKTI SUMEKAR SUMENEP ... 30

A. Sejarah Berdirinya PT. BPRS Bhakti Sumekar Sumenep ... 30

1. Latar Belakang ... 30

2. Status Hukum dan Riwayat ... 31

3. Struktur Organisasi... 33

4. Susunan Pengurus ... 33

5. Job Diskripsi Personalia... 34

6. Visi-Misi BPRS Bhakti Sumekar Sumenep ... 34

B. Produk-produk PT. BPRS Bhakti Sumekar Sumenep ... 34

C. Prosedur Aplikasi Gadai Emas PT. BPRS Bhakti Sumekar Sumenep ... 35

1. Latar Belakang Gadai Emas ... 35

2. Landasan Syari’ah ... 35

3. Ketentuan Umum ... 37

4. Syarat-syarat dan ketentuan Gadai Emas ... 39

5. Karakteristik Produk ... 43

6. Proses Pemberian Gadai ... 45

7. Taksiran Dan Sistem Kontrol Cabang ... 48

8. Penyimpanan Barang Jaminan ... 50

9. Asuransi ... 52

10. Proses/Wewenang Pemutusan... 52

(10)

x

12. Berakhirnya Akad... 55

13. Penentuan Harga Dasar Emas... 56

14. Perpanjangan Masa Laku Akad... 56

15. Penyerahan Barang Jaminan ... 58

16. Penjualan Barang Jaminan ... 58

17. Barang Jaminan Bermasalah... 60

18. Ketentuan Lain-Lain ... 62

D. Sistem Perhitungan Fee Atas Penitipan dan Pemeliharaan Barang Jaminan BPRS Bhakti Sumekar Sumenep ... 62

E. Fee Taksiran Gadai Emas Kepada Penaksir... 64

F. Skema Pinjaman Gadai Emas BPRS Bhakti Sumekar Sumenep 65 BAB IV ANALISA KONSEPTUAL DAN APLIKATIF GADAI EMAS (AR- RAHN) PT. BPRS BHAKTI SUMEKAR SUMENEP ... 66

A. Analisa Konseptual Gadai Emas (ar-Rahn) PT. BPRS Bhakti Sumekar Sumenep ... 66

B. Analisa Aplikatif Gadai Emas (ar-Rahn) PT. BPRS Bhakti Sumekar Sumenep... 77 BAB V PENUTUP ... 82 A. Kesimpulan ... 82 B. Saran ... 83 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(11)

xi 

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Tingkat Kewenanagan Memutus Pinjaman Gadai ………… 53

2. PerhitunganLending rate 63

(12)

xii 

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

(13)

xiii 

DAFTAR TRANSLITERASI

Di dalam naskah skripsi ini banyak dijumpai nama dan istilah teknis (tecnical term) yang berasal dari bahasa Arab ditulis dengan huruf Latin. Pedoman transliterasi yang penulis pergunakan untuk penulisn kata Arab tersebut adalah :

1. Fonem konsonan Arab, yang dalam sistem penulisan Arab seluruhnya dilambangkan dengan huruf, dalam transliterasinya ke tulisan Latin sebagian dilambangkan dengan lambang huruf, sebagian dengan tanda, dan sebagian lagi dengan huruf dan tanda sekaligus sebagai berikut :

Arab

Latin Kons Nama Kons Nama

ﺍ Alif Tidak dilambangkan

ﺏ Ba B Be

ﺕ Ta T Te

ﺙ Sa s\ Es (dengan titik di atas)

ﺝ Jim J Je

ﺡ Ha h} Ha (dengan titik di bawah )

ﺥ Kha Kh Ka dan Ha

ﺩ Dal D De

ﺫ Zal z\ Zet (dengan titik di atas)

ﺭ R.a. R Er

ﺯ Zai Z Zet

ﺱ Sin S Es

ﺵ Syin Sy Es dan Ye

ﺹ Sad s} Es (dengan titik di bawah)

ﺽ Dad d} De (dengan titik di bawah)

ﻁ Tha t} Te (dengan titik di bawah)

ﻅ Zha z} Zet (dengan titik di bawah)

ﻉ Ain ‘ Koma Terbalik (di atas)

ﻍ Gain G Ge

ﻑ Fa F Ef

ﻕ Qaf Q Ki

(14)

xiv ﻝ Lam L El ﻡ Mim M Em ﻥ Nun N En ﻭ Wau W We ﻩ Ha H Ha ﺀ Hamzah ' Apostrof ﻱ Ya Y Ye

2. Vocal tunggal atau monoftong bahasa Arab yang lambangnya hanya berupa tanda atau harakat, transliterasinya dalam tulisan Latin dilambangkan dengan huruf sebagai berikut :

a. Tanda fath}}ah (  َ  ) dilambangkan dengan huruf a, misalnya Aqidah

Islamiyah.

b. Tanda kasrah(  ِ ) dilambangkan dengan huruf i, misalnyaSyar’i. c. Tanda dammah (  ُ ) dilambangkan dengan huruf u, misalnya Zu’am.

3. Vocal rangkap atau diftong bahasa Arab yang lambangnya berupa gabungan antara harakat dan huruf, transliterasinya dalam tulisan Latin dilambangkan dengan gabungan huruf sebagai berikut :

a. Vocal rangkap ( ﻭﺍ ) dilambangkan dengan gabungan huruf aw, misalnya

Syawkani.

b. Vocal rangkap ( ﻱﺍ ) dilambangkan dengan gabungan huruf ay, misalnya

Zuhayliy.

4. Vocal panjang atau maddah dilambangkan dengan huruf harakat dan huruf. transliterasinya dilambangkan dengan huruf dan tanda macron (coretan horizontal) di atasnya, misalnyajina>yatan.

5. Syaddah atau tasydîd yang dilambangkan dengan tanda syaddah atau

tasydid, transiliterasinya dalam tulisan Latin dilambangkan dengan huruf yang sama dengan huruf yang bertandasyaddahitu, misalnyaal-Qaffal.

6. Kata sandang dalam bahasa Arab yang dilambangkan dengan huruf alif-lām,

transiliterasinya dalam tulisan Latin dilambangkan dengan huruf yang sesuai dengan bunyinya dan tulisan terpisah dari kata yang mengikuti dan diberi tanda sempang sebagai penghubung. Misalnyaal-jari>mah al-a>diyah.

7. Tā’marbutoh mati atau yang dibaca seperti berharakah sukun dalam tulisan Latin dilambangkan dengan huruf “h”, sedangkan tā’ marbutah yang hidup dilambangkan dengan huruf “t” misalnya,al-jari>mah al-siya>siyah.

8. Tanda apostrof ( ’ ) sebagai transilitersi huruf hamzah hanya berlaku untuk yang terletak di tengah atau di akhir kata, misalnya ta’wil. Sedangkan di awal kata, huruf hamzah tidak dilambangkan dengan sesuatupun, misalnya

Referensi

Dokumen terkait