DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
RISALAH RESMI RAPAT KERJA KOMISI V DPR RI
DENGAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
Tahun Sidang : 2020-2021 Masa Persidangan : I
Rapat ke- : 23
Jenis Rapat : Rapat Kerja Sifat Rapat : Terbuka
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2020 Waktu : Pukul 13.00 s.d. 14.00 WIB
Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI (KK V) Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta
Ketua Rapat Rapat : Lasarus S.Sos.,M.Si/Ketua Rapat Komisi V DPR RI / F-PDIP
Sekretaris Rapat : Nanik Sulistyawati, S.A.P.
Acara : 1. Penyesuaian RKA K/L T.A. 2021 sesuai Hasil Pembahasan Badan Anggaran;
2. Sinkronisasi Fungsi dan Program K/L Mitra Kerja Komisi V DPR RI dalam RAPBN Tahun 2021 sesuai Masukan dan Usulan Komisi V DPR RI. Hadir Mitra : Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Republik Indonesia
Hadir Anggota : 45 dari 53 orang Anggota Komisi V DPR RI dengan rincian sebagai berikut:
A. Anggota DPR RI: PIMPINAN :
1. Lasarus, S.Sos, M.Si 2. Ir. Ridwan Bae
3. H. Syarif Abdullah Alkadrie.,SH.,MH 4. Hj. Nurhayati
1. FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN:
8 orang Anggota dari 11 Anggota: 1. H. Herson Mayulu.,S.IP
2. Ir. Sudjadi
4. Sarce Bandaso Tandiasik 5. H.M. Rifqinizamy Karyasuda 6. Jimmy Demianus Ijie
7. Bambang Suryadi.,SH.,MH 8. H. Irmadi Lubis
2. FRAKSI PARTAI GOLKAR:
5 orang Anggota dari 7 Anggota: 1. Drs. Hamka B Kady, MS
2. Dr. H. Gatot Sudjito.,M.Si 3. H. Ansar Ahmad.,SE.,MM 4. H. Hasan Basri Agus 5. Anang Susanto.,M.Si
3. FRAKSI PARTAI GERINDRA: 6 orang Anggota dari 6 Anggota: 1. Hj. Novita Wijayanti.,SE.,MM 2. Sudewo.,ST.,MT
3. Iis Edhy Prabowo.,S.Hum.,MM 4. Dr.H.Mulyadi.,M.MA
5. Ir.Eddy Santana Putra,MT 6. Ir.Sumail Abdullah
4. FRAKSI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT:
3 orang Anggota dari 4 Anggota: 1. Drs. H.Tamanuri.,MM
2. Sri Wahyuni 3. Roberth Rouw
5. FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA : 6 orang Anggota dari 6 Anggota:
1. Neng Eem Marhamah Zulfa HIZ.,S.Th.I 2. H. Irmawan.,S.Sos.,MM
3. Ruslan M.Daud
4. Sofyan Ali.,S.Ag.,SH.,M.Pd 5. H. Dedi Wahidi.,S.Pd
6. H. Syafiuddin.,S.Sos
6. FRAKSI PARTAI DEMOKRAT: 5 orang Anggota dari 5 Anggota: 1. Willem Wandik.,S.Sos
2. Dr. H. Irwan.,S.IP.,MP
3. Drh.Jhonni Allen Marbun.,MM 4. Lasmi Indaryani.,SE
5. Ir.H. Ishak Mekki.,MM
7. FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA:
1. Ir.H.Sigit Sosiantomo
2. H.Syahrul Aidi Maazat.,Lc.,MA 3. H. Suryadi Jaya Purnama.,ST
8. FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL: 4 orang Anggota dari 5 Anggota: 1. H.A.Bakri.,H.M.,SE
2. Hj. Hanna Gayatri.,SH 3. H. Boyman Harun.,SH 4. H. Sungkono
9. FRAKSI PARTAI PERSATUAN
PEMBANGUNAN:
1 orang Anggota dari 1 Anggota: 1. H. Muh Aras, S.Pd,MM
B. UNDANGAN:
1. Menteri PUPR RI (Dr.Ir.Mochamad Basuki Hadimuljono.,M.Sc)
2. Itjen (Widiarto)
3. DJBM (Hedi Rahadia) 4. DJSDA (Jarot Widyoko) 5. DJCK (Danis HC)
KETUA RAPAT/KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S.Sos., M.Si. / F-PDIP):
Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh, Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yang terhormat saudara Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI,
Yang terhormat saudara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beserta seluruh jajarannya,
Serta hadirin yang berbahagia.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat rahmat dan limpah-Nya kita dapat berkumpul pada siang hari ini untuk melaksanakan rapat sesuai dengan jadwal yang sudah jadwal dan undangan yang telah kita sampaikan. Yang dihadiri baik secara fisik maupun secara virtual oleh Anggota Komisi V DPR RI.
Berdasarkan informasi dari Sekretariat, telah tercatat 23 Anggota yang hadir secara fisik dan 7 secara virtual, total ada 30 Anggota dan lebih dari yang terdiri dari 9 unsur Fraksi. Dengan demikian sesuai dengan ketentuan rapat ini telah memenuhi kuorum.
Oleh karena itu sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Pasal 281 Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib, izinkanlah kami membuka Rapat Kerja
pada hari ini dan sesuai ketentuan Pasal 276 Ayat (1) Rapat Kerja Komisi V DPR RI pada hari ini dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.
(RAPAT DIBUKA PUKUL 13.00 WIB)
Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada saudara Menteri PUPR beserta seluruh jajaran yang telah memenuhi undangan kami dalam Rapat Kerja pada siang hari ini.
Saudara Menteri, Pimpinan dan Anggota Komisi V yang saya hormati.
Dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI dengan seluruh mitra kerja tanggal 15 September 2020 yang lalu, telah disepakati antara lain sebagai berikut, kesimpulan rapat kita pada waktu itu.
Yang pertama, Komisi V DPR RI bersama Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, BMKG, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau BASARNAS, Babel BPWS, sepakat untuk melakukan sinkronisasi anggaran menurut fungsi dan program dalam RAPBN Tahun 2021 sesuai dengan saran, masukan serta usulan Komisi V DPR RI.
Poin kedua, Komisi V DPR RI meminta Kementerian PUPR untuk mengupayakan alokasi anggaran pada RAPBN Tahun 2021 terhadap ganti rugi tanah dan bangunan bagi para pelaku usaha korban bencana lumpur Sidoarjo di peta area terdampak yang belum diselesaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Terkait dengan hasil keputusan atau kesimpulan rapat dalam Raker dan RDP tersebut, dalam kesempatan ini kami ingin mendapatkan penjelasan dari saudara Menteri PUPR. Sejauh mana saran, masukan dan usulan Anggota Komisi V DPR RI sebagaimana yang telah disampaikan pada saat Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat sebelumnya. Serta hasil-hasil kunjungan kerja dapat diakomodir dalam rincian program RAPBN Tahun 2021.
Selanjutnya sebagaimana surat Badan Anggaran Nomor AG/1022/DPRRI/IX/2020, perihal Penyampaian Hasil Pembahasan RUU APBN Tahun 2021, tanggal 17 September 2020. Sesuai hasil pembahasan di Badan Anggaran, Kementerian PUPR tidak mendapatkan tambahan belanja dalam RAPBN Tahun 2021.
Oleh karena itu acara Rapat Kerja hari ini akan dilakukan pembahasan mengenai sinkronisasi fungsi dan program untuk Kementerian PUPR dalam RAPBN Tahun 2021 sesuai saran, masukan dan usulan Komisi V DPR RI.
Saudara Menteri PUPR, Pimpinan dan Anggota Komisi V yang saya hormati.
Sebagaimana yang kita ketahui bersama dampak negatif pandemi Covid-19 terhadap perekonomian antara lain; adalah menurunnya
pertumbuhan ekonomi, melambatnya investasi, meningkatnya angka kemiskinan dan meluasnya pengangguran akibat berkurangnya lapangan pekerjaan. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi tersebut, dibutuhkan tercapainya fokus kegiatan Kementerian PUPR Tahun 2021.
Fokus kegiatan tersebut yaitu peningkatan ketahanan pangan, pengembangan konektivitas, peningkatan kesehatan lingkungan dan masyarakat, peningkatan investasi, penguatan jaringan pengaman nasional antara lain pembelian produk rakyat dan pemberdayaan pengusaha lokal, serta peningkatan ketahanan bencana dan perubahan iklim.
Selanjutnya beberapa hal pokok perlu mendapat perhatian sebagaimana telah mengemuka dalam Rapat Kerja atau Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI dengan Kementerian PUPR yang antara lain sebagai berikut:
Yang pertama, kebutuhan peningkatan kualitas dan preservasi jalan dan jembatan yang terhubung dengan berbagai kawasan strategis dan produktif, serta memaksimalkan penggunaan produk lokal sebagai bahan dasar konstruksi.
Yang kedua, diperlukan pembangunan bendungan dan embung dalam meningkatkan pasokan air baku dan dalam rangka ketahanan pangan.
Yang ketiga, dibutuhkan penanganan pemukiman kumuh di berbagai kawasan kumuh prioritas, peningkatan sarana serta prasarana air bersih maupun sanitasi di berbagai daerah.
Yang keempat, perlunya peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pengendali banjir, pencegahan kekeringan dan pengamanan pantai, utamanya untuk daerah-daerah yang rawan bencana.
Yang kelima dibutuhkan pengembangan perumahan yang layak huni berkualitas dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Yang keenam, dibutuhkan peningkatan titik sebaran program padat karya tunai dan program infrastruktur berbasis masyarakat lainnya dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan mempertahankan daya beli masyarakat.
Yang ketujuh, agar kegiatan pembangunan infrastruktur yang tertunda pada Tahun 2020 dapat dialokasikan kembali di Tahun 2021 dan kegiatan yang sebelumnya tidak dapat terlaksana dapat diselesaikan terlebih dahulu.
Saudara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pimpinan dan Anggota Komisi V yang saya hormati.
Demikianlah pengantar rapat yang dapat kami sampaikan pada siang hari ini. Untuk mempersingkat waktu saya berikan kesempatan kepada
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyampaikan paparannya sesuai dengan agenda rapat pada hari ini.
Saya persilakan.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
Bapak Ketua dan Bapak-bapak Wakil Ketua Komisi V DPR RI,
Ibu dan Bapak-bapak Anggota Komisi V DPR RI yang terhormat dan kami hormati.
Pada Raker hari ini izinkan kami karena ini merupakan kelanjutan dari Raker-Raker kita tanggal 2 September, tanggal 15 September, yang diselingi dengan RDP dengan Bapak-bapak Eselon I pada tanggal 8 sampai 14 September. Izinkan kami tidak mengulang lagi program-program prioritas atau strategis nasional yang sudah kami sampaikan pada Raker tanggal 15 September, namun ini kami sampaikan pada lampiran laporan kami, jadi sama itu.
Kemudian kami laporkan juga bahwa kami menindaklanjuti kesimpulan tadi. Sudah berkirim surat kepada Menko Maritim dan Investasi sebagai Menko Koordinator yang membawahi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan untuk mohon tambahan anggaran sesuai yang diperintahkan oleh Raker Komisi V tanggal 15 September untuk ganti ruginya di lumpur Sidoarjo sebesar kira-kira Rp.1,5 Triliun. Ini suratnya sedang diambil oleh Pak Dirjen Sumber Daya Air. Jadi kami sudah tindaklanjuti apa yang diperintahkan pada kesimpulan tersebut.
Untuk itu pada hari ini kami akan tiga topik yang akan kami laporkan. Pertama, alokasi anggaran. Kedua, sinkronisasi atau penajaman program usulan Anggota Komisi V DPR RI dan program prioritas strategis nasional 2021 yang ada dalam lampiran.
Seperti yang disampaikan oleh Bapak Ketua tadi bahwa anggaran Kementerian PUPR sampai dengan Raker hari ini masih tetap seperti Raker sebelumnya sebesar Rp.149.819.139.618.000,- yang dialokasikan masih tetap Sekretariat Jenderal Rp.748 Miliar, Inspektorat Jenderal Rp.101,7 Miliar, Sumber Daya Air Rp.58.547.000.000.000,-, Bina Marga Rp.53.956.000.000.000.,- Cipta Karya Rp.26.561.000.000.000,- Perumahan Rp.8.000.000.000.000,- Bina Konstruksi Rp.757.006.000.000,- Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rp.273,007.000.000,- Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Rp.206,001.000.000,-, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Rp.563,788.000.000,- Miliar. Jadi masih tetap seperti pada tanggal 15 September yang lalu.
Kemudian bagian 2 ini yang menjadi fokus menurut saya pada siang hari ini, seperti kesimpulan atau penyampaian kami bahwa usulan Anggota DPR menjadi prioritas juga di dalam penyusunan program Kementerian PUPR. Seperti dalam caption kita mengacu pada RPJM Nasional 2020-2024 dan Renstra Kementerian PUPR 2020-2024.
Kemudian yang kedua adalah programming-nya berasal dari direktif dan penugasan Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden serta usulan Anggota Komisi V DPR RI. Kedua apa usulan tersebut pasti akan kita lihat
readiness criteria-nya. Dalam hal ini seperti feasibility study-nya, detail
engineering design-nya, kesiapan tanahnya, terutama status, kemudian ke
Badan Anggaran dan kesesuaian dengan Tupoksi atau kewajiban APBN.
Nah yang keempat tadi juga disampaikan dalam kesimpulan, ada menghubungkan dengan sinergi dengan pengembangan kawasan strategis dan kawasan pengembangan lainnya yang diprioritaskan.
Usulan-usulan yang kami akan sampaikan belum termasuk program padat karya ya. Jadi belum termasuk padat karya yang terdiri dari KOTAKU, PISEW, BSPS, PAMSIMAS, P3TGAI, SANIMAS yang menurut kami otomatis semua Anggota Komisi V pasti akan mengusulkan.
Di dalam usulan yang sekarang ini tidak semuanya mengusulkan, jadi lebih baik kami keluarkan. Toh nanti P3TGAI kan dibahas khusus oleh bapak-bapak. Jadi ini nanti tidak termasuk yang padat karya tunai bapak-bapak.
Kemudian dari usulan bapak-bapak, kami sudah rekap semua ini masing-masing Unor, kita ada 1.015 atau seluruhnya 1.340 item usulan. Dari situ yang tidak termasuk atau yang di luar Tupoksi kami, yang putusannya pasti harus diskresi. Tapi kami sementara ini kita keluarkan itu menjadi 1.015 yang bisa kita pertimbangkan, kita evaluasi.
Dari 1.015 item pekerjaan yang bisa dikerjakan fisik 300 usulan atau 22,4. Jadi usulannya dari 1.015 usulan tadi yang oke bisa dikerjakan adalah 706 semuanya. Jadi 706 atau 69%, yang akan dikerjakan fisik 300, yang dikerjakan SID-nya ini termasuk tadi yang belum ada SID-nya yang diusulkan. Jadi harus kita SID pada Tahun 2021 ini 406. Sedangkan yang belum termasuk belum bisa dikerjakan ada 309. Jadi semua ini yang ada. Jadi yang bisa dikerjakan semua 300 itu yang fisik.
Kemudian yang bukan fisiknya ada di bawah kanan ini. SDA 76 kegiatan, jadi yang fisik Sumber Daya Air 122 usulan, Bina Marga 91 usulan, Cipta Karya 35 usulan dan Perumahan 52 usulan. Cipta Karya kelihatannya kecil, karena semua nanti masuk dalam PISEW, SANIMAS, PAMSIMAS, pesantren dan sebagainya.
Kemudian yang harus dilakukan SID dulu adalah Sumber Daya Air 76 kegiatan, Bina Marga 35 kegiatan, CK 275 kegiatan, termasuk ini yang usulan sekolah perguruan tinggi misalnya Perguruan Tinggi Habibi, itu juga belum ada DED-nya, jadi harus DED dulu untuk bisa direhab. Kemudian Perumahan
ada 20 kegiatan, totalnya 406 kegiatan. Jadi dari keseluruhan 1.500 usulan bapak-bapak yang di yang masuk di dalam Dipa ada 706 kegiatan, itu di luar yang strategis.
Nah kemudian masing-masing usulan, lanjut ini kami coba Aceh misalnya.
INTERUPSI F-PG (DRS. HAMKA BACO KADY, MS): Interupsi Pimpinan.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si): Siapa itu?
F-PG (DRS. HAMKA BACO KADY, MS): Izin Pak Menteri.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si): Baik, silakan Pak Hamka.
F-PG (DRS. HAMKA BACO KADY, MS): Terima kasih Pimpinan.
Apa yang disampaikan oleh Pak Menteri, saya kira kita sudah baca Pak Menteri, sebaiknya kita skorsing saja pak untuk berembuk saja apa-apa supaya tidak terlalu lama. Teman-teman Poksi untuk melihat ini ya supaya tidak terlalu lama apa yang masuk dan apa yang tidak masuk barangkali ada satu Sekjen kah yang mewakili Pak Menteri untuk kita berunding di luar, sebentar 10 menit-15 menit untuk kita putuskan seperti saatnya seperti kemarin.
Terima kasih Pimpinan.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si): Baik, usulan yang baik.
Pak Menteri mungkin masih ada yang perlu dijelasin pak? Nanggung katanya. Kita kasih Pak Menteri selesai dulu ya? Setelah nanti Pak Menteri selesai, nah kita skors, gitu pak ya, setuju ya?
Baik, silakan Pak Menteri.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Saya kira kalau dari kami pak memang kami tidak mungkin membacakan semua provinsi. Jadi ini hanya contoh misalnya Aceh akan jadi begitu, kemudian Sumatera Utara dan selanjutnya sampai ke Papua dan Papua Barat. Yang ini pasti ini juga pasti harus masih memerlukan plan tuning ya kan pak? Ini programming jadi tidak mungkin sekali jadi. Jadi pasti harus
ada plan tuning ada interaktif antara bapak-bapak dan kami, tapi sekali lagi
misalnya coba lanjut, coba terus, terus, terus, nah terus sebentar dulu.
Cipta Karya di Riau ini kan kosong, bukan berarti tidak ada kegiatan di Riau, karena sudah di prioritas-prioritas tadi yang di lampiran pasti ada yang harus diketahui. Kemudian di Sumatera Barat SDA tidak ada usulannya dari bapak-bapak ibu-ibu sekalian, itu ada saya sendiri hafal kalau di Sumatera Barat misalnya kegiatannya apa saja SDA. Tapi ini khusus yang bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian usulkan, definisinya seperti yang disampaikan oleh Hamka dan Pak Sahrul.
Jadi usulan ini wajib dipertimbangkan dengan berkeadilan. Jadi saya menterjemahkan itu Pak Sahrul dan kami terjemahkan tidak mungkin 1.115 ditampung semua. Jadi kalau ini ada 70% menurut saya sudah lebih baik dan dan ini sudah lebih open. Ini saya kira kalau bapak cek ini, ini bapak-bapak ada di sini semua usulannya ada di rekap oleh semua Unor.
F-PG (DRS. HAMKA BACO KADY, MS):
Makanya 10 menit saja di luar pak untuk kita skor selesai Pak Menteri.
Terima kasih.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Baik, terima kasih pak.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si): Baik, teman-teman sekalian.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Tapi, saya coba.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si): Ya silakan pak.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Seperti saya sampaikan mungkin kalau belum selesai, termasuk yang
di online, bahwa ini proses programming. Jadi tidak mungkin sekali jadi, kita
harus ada hiteraktif, harus ada plan tuning-nya, nah mungkin di luar nanti
paintuning-nya gitu.
Silakan bapak.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si): Baik, terima kasih Pak Menteri.
Untuk mempersingkat waktu saya minta perwakilan Poksi bersama Bu Sekjen saja.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Pak Irjen sama Biro Perencanaan.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si): Ya Pak Irjen dengan Bu Sekjen.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Oh ya silakan.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si):
Ya Pak Irjen dengan Bu Sekjen saja cukup ya dengan para Kapoksi, Pimpinan lengkap, saya persilakan.
Ya rapat saya skors 10 menit.
(RAPAT DISKORS 10 MENIT) KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si):
Tolong physical distancing-nya diterapkan, yang di sekitar pintu yang rapat-rapat berdirinya tolong dibenarkan.
Baik kita mau lanjut skors saya cabut.
(SKORS RAPAT DICABUT)
Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V yang saya hormati, Bapak Menteri dan seluruh jajarannya yang saya hormati.
Sesuai hasil sepahaman bersama tadi, mengingat usulan yang 1.000 lebih itu kalau kita bedah satu persatu tentu memakan waktu yang sangat panjang di rapat ini.
Oleh karenanya tadi disimpulkan nanti melalui Kapoksi masing-masing untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan kementerian ya. Nanti akan ada ditunjuk dari kementerian. Siapa yang akan ditunjuk nanti tolong Anggota Poksi Anggota Fraksi berkoordinasi dengan Kapoksinya. Karena seluruh Kapoksi tadi hadir dan ini sudah disepakati ya.
Jadi demikian kesimpulan kita pada hari ini, saya rasa tidak perlu lagi ada interupsi karena seluruh tadi sudah diwakili dan kita sudah melakukan sepemahaman bersama. Oleh karenanya saya minta kesimpulan rapat seperti kemarin ditayangkan.
Baik, Draft Kesimpulan Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 23 september 2020.
Yang pertama, Komisi V DPR RI dapat memahami penjelasan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terhadap alokasi anggaran sesuai fungsi dan program Kementerian PUPR dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021 sebagai berikut:
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pagu RAPBN Tahun 2021 sesuai dengan Nota Keuangan Rp.149.811.139.618.000,- alokasi anggaran Tahun 2021 tambahan belanja tidak ada atau nol. Jadi Pagu APBN Tahun 2021 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat final Rp.149.811.139.618.000,-.
Poin kedua, Komisi V DPR RI meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan penajaman dan penyempurnaan terhadap hasil sinkronisasi fungsi dan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di dalam RAPBN Tahun 2021 sesuai saran masukan dan usulan Komisi V DPR RI.
Ini kesimpulan sama dengan kemarin Kementerian Perhubungan.
Anggota setuju ya?
(RAPAT: SETUJU) Pak Menteri? Setuju.
(RAPAT: SETUJU) Ini untuk persetujuan kita semua.
(RAPAT: SETUJU)
F-PDIP (H.M. RIFQINIZAMI KARSAYUDA, S.H., M.H.): Izin Ketua.
Sedikit saja.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si): Ya, silakan.
F-PDIP (H.M. RIFQINIZAMI KARSAYUDA, S.H., M.H.): Ini di luar ini sudah sepakat Ketua.
Mengingatkan saja Ketua, belakangan hari ini bencana ada di mana-mana di Indonesia, termasuk di Kapuas Hulu, di Kalimantan Selatan, terakhir di Jawa Barat. Setelah bencana muncul kemudian Kementerian PUPR mitra kerja kita ini diminta bekerja karena infrastruktur rusak dan itu tentu mempengaruhi anggaran yang sudah kita susun.
Karena itu saya kira ke depan sebagaimana pernah kita bicarakan di Komisi ini dalam kontek-kontek ini mungkin perlu kita meminta kepada Pimpinan DPR, agar dilakukan Rapat Lintas Komisi. Agar persoalan utama dari bencana-bencana tersebut itu bisa diselesaikan dan Kementerian PUPR tidak menjadi pemadam kebakaran dalam konteks kerusakan-kerusakan infrastruktur itu.
Mohon maaf Ketua Rapat kalau forumnya tidak tepat, tapi inilah mungkin momentum untuk memberikan masukan dan saran.
Wabillaahittaufik walhidayah,
Wa Ridho Wal Inayah,
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si):
Baik saya persilakan langsung Pak Menteri untuk menyampaikan kata-kata penutup.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Terima kasih.
Bapak Pimpinan,
Terima kasih atas new normal ini sehingga lebih cepat dan lebih baik, terbuka kami-kami dari Kementerian PUPR juga sudah sepakat untuk terbuka, mana yang bisa diakomodasi mana yang tidak. Tadi kami juga menyampaikan bahwa ini perlu plan tuning.
Mudah-mudahan yang akan dilakukan ini plan tuning ya. Untuk itu kalau boleh kami sampaikan di sini nanti LO-nya kami dari Kementerian PUPR di masing-masing Unor itu Direktur Bina Program-nya. Nanti Direktur Bina Program Sumber Daya Air Pak Ir. Edi Juharsa, di sini dan Pak Ir. Munir kebetulan kami tugasi untuk mewakili kami di Kementerian Menko Maritim, kemudian dari Perumahan Pak Koko ada? Pak Edward dari Cipta Karya.
Jadi semua Direktur Bina Program yang mereka ini semua jadi bisa tahu approach-nya kaya apa, evaluasinya kaya apa, ini semua beliau-beliau yang merekap.
Jadi saya kira itu bapak, terima kasih sekali ini sangat menggembirakan kami. Kami juga bisa ikut terbuka, tidak ada hal-hal yang kami sembunyikan. Jadi saya kira ini semua punya kita, program kita semua. Kalau kita sembunyikan nanti kita kerjakan pun bapak-bapak ada di Dapil juga, jadi tidak ada gunanya kami menyembunyikan.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si):
Saya rasa pernyataan Pak Menteri jelas dan tegas untuk bisa kita dengar semua sebagai penutup dari kementerian atas kesimpulan rapat pada hari ini.
Saya atas nama Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V Pak Menteri menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran rapat pada hari ini. Dan mohon maaf bila selama pembahasan anggaran ini mulai dari pra-anggaran sampai kepada hari ini, ada hal-hal yang kurang berkenan itu semua adalah dinamika dalam kita bagaimana membangun Indonesia ini menjadi lebih baik.
Demikian rapat ini saya tutup.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Mohon maaf pak.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si): Silakan pak.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Kurang apa lupa satu nanti koordinatornya Kepala Biro Perencanaan Pak Arif Rahman.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si): Baik, koordinatornya Pak Arif Rahman ya.
MENTERI PUPR RI (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):
Terima kasih.
KETUA RAPAT (LASARUS, S.Sos., M.Si):
Baik, saya rasa semua sudah jelas sudah tegas. Rapat ini saya nyatakan selesai dengan mengucap syukur alhamdulillah, rapat ini saya tutup.
(RAPAT DITUTUP PUKUL 14.00 WIB)
Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh, Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.
a.n Ketua Rapat SEKRETARIS RAPAT,
TTD
NANIK SULISTYAWATI, S.AP NIP. 197603091997032002