Tanggal Berlaku : 1.0. TUJUAN 1.1. 2.0. RUANG LINGKUP 2.1. 3.0. REFERENSI 3.1. 4.0. PROTAP TERKAIT N / A 5.0. LAMPIRAN
Lampiran 1 ProTap No. 100 - 027 / C : Catatan Pelaksanaan Pest Control Lampiran 2 ProTap No. 100 - 027 / C :
Lampiran 3 ProTap No. 100 - 027 / C : Bahan Insektisida Yang Terdaftar di Departemen RI Lampiran 4 ProTap No. 100 - 027 / C : Catatan Pelaksanaan Pengendalian Jentik Nyamuk
Lampiran 5 ProTap No. 100 - 027 / C : Pemantauan Harian Efektifitas Pengendalian Jentik Nyamuk Lampiran 6 ProTap No. 100 - 027 / C : Pemantauan Harian Efektifitas Pest Control
Lampiran 7 ProTap No. 100 - 027 / C : Pemantauan Harian Efektifitas Insect Trap
6.0. TANGGUNG JAWAB
7.0. DEFINISI
N / A
8.0. BAHAN DAN PERALATAN YANG DIPERLUKAN
Bahan yang diperlukan : Abate
Solvac 10 WP atau solvac 50 EC Mustang 25 EC
Icon 10 WP Klerat RM-B Racumin
Peralatan yang diperlukan : Insecutor
Mesin fogging ( foger ) atau sprayer
Masker dengan saringan udara untuk pernapasan yang sesuai dengan kebutuhan. Pakaian pelindung yang terbuat dari bahan yang sesuai ( misal dari bahan karet ). Sarung tangan karet
Sepatu pelindung 5.3. 5.7. 5.2. Tanggal : N/A Bambang Gunawan ( Direktur )
-Disusun Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Mengganti Nomor : N/A
Halaman 1 dari 4
Pest Control Nomor :
Departemen Seksi
-PT. DIPA PHARMALAB INTERSAINS
Prosedur Tetap
Quality Assurance Umum
Tanggal 14 Maret 2013 Tanggal 21 Maret 2013 Tanggal 22 Maret 2013
-8.2. -8.1.
-Untuk memberikan pedoman tata cara pengendalian serangga dan hama tikus dilingkungan perusahaan tanpa mencemari sarana penyimpanan dan aman untuk pekerja dan lingkungan.
6.1. Merupakan tanggung jawab dari Manager Operasional dan Manajer Logistik untuk memastikan bahwa pengendalian serangga dan hama tikus sesuai dengan ketentuan dan dilakukan dengan cara yang benar. 4.1. 7.1. 5.6. 5.5. 5.4.
ProTap ini berlaku di PT. Bumi Puspa Ceremai, Jl. Citarum no 15-17 Cideng Barat, Jakarta Pusat.
Buku Petunjuk Operasional Penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik, Edisi 2006, BPOM.
5.1.
Bahan Pestisida dan Rodentisida Yang Terdaftar di Departemen Pertanian RI
Tanggal Berlaku :
9.0. PROSEDUR
9.1. Bahan Pengendali Serangga atau Hama dan Cara Penggunaannya. 9.1.1.
Pengendali jentik nyamuk
Pengendali serangga terutama semut, nyamuk, lalat dan kecoa Pengendali binatang pengerat ( misal tikus ).
9.1.1.1. 9.1.1.1.1. 9.1.1.1.2. 9.1.1.1.3. 9.1.1.2. 9.1.1.2.1. 9.1.1.2.1.1. 9.1.1.2.2. 9.1.1.2.2.1. 9.1.1.2.3. 9.1.1.2.4. 9.1.1.2.4.1. 9.1.1.3. 9.1.1.3.1. 9.1.1.3.1.1.
Setiap selesai melakukan pengendalian jentik nyamuk, catat dengan lengkap pada lampiran 4 ProTap No. 100 - 027 / C dan catat efektifitas hariannya pada lampiran 5 ProTap No. 100 - 027 / C.
Tanggal 14 Maret 2013 Tanggal 21 Maret 2013 Tanggal 22 Maret 2013
Tanggal : N/A Bambang Gunawan
( Direktur )
Disusun Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Mengganti Nomor : N/A PT. DIPA PHARMALAB
INTERSAINS
Prosedur Tetap
Halaman 2 dari 4Pest Control Nomor :
Departemen Seksi
Quality Assurance Umum
Solvac 10 WP atau 50 EC, cara pemakaiannya yaitu dicampur dengan air dan disemprotkan ke permukaan dinding, belakang almari, lantai dst, kecoa, lalat, nyamuk, kutu yang melewati bidang yang disemprot akan mati.
Penyemprotan ulang solvac dapat dilakukan sebulan sekali dan solvac aman untuk manusia dan hewan peliharaan.
Pengendali Tikus.
Keuntungan menggunakan Klerat RM-B adalah tikus akan mati kering dan tidak berbau busuk. Mustang, cara pemakaian dicampur air dan disemprotkan seperti penggunaan solvac di atas.
Mustang 25 EC juga dapat dicampur dengan solar atau white oil dan diaplikasikan dengan alat hot fogger menjadi asap untuk membunuh nyamuk Demam Berdarah (Dangue Fever Mosquitoes).
Untuk mengendalikan tikus gunakan bahan pengendali tikus dibawah ini secara bergantian :
-Selain dengan insektida yang telah disebutkan diatas, pengendalian serangga terbang dapat dilakukan dengan jalan pemasangan alat insecutor yang dilengkapi lampu dan dipasang diluar pintu masuk. Catat efektivitas harian alat insect trap pada lampiran 7 ProTap No. 100 - 027 / C.
Icon 10 WP, cara pemakaian dicampur dengan air dan disemprotkan seperti penggunaan solvac di atas.
Berdasarkan penggunaannya bahan pengendali serangga atau hama terbagi dalam beberapa golongan diantaranya adalah :
-Pengendali Jentik Nyamuk
Pengendali Nyamuk, Lalat, Semut dan Kecoa
Untuk menghindari kekebalan serangga pada insektida tertentu, maka gunakan salah satu bahan pengendali nyamuk, lalat, kecoa dibawah ini secara bergantian :
Untuk menjaga kefektifan alat insecutor, maka sebaiknya secara berkala ( misal 1 tahun sekali atau menurut rekomendasi penjual ) lampunya diganti dengan yang baru.
Klerat RM-B, terbuat dari beras yang dibentuk berupa kubus, cara penggunaannya diletakkan dalam wadah kertas atau plastik dan ditempatkan dilantai atau didaerah yang biasa dilalui tikus.
Abate, cara pemakaian masukkan butiran abate sebanyak 0,5 - 1,0 gram dalam bak penampung air agar jentik-jentik mati dan telur nyamuk tidak menetas. Ulang setiap 2 bulan.
Baytex 500 ec, cara pemakaian masukkan 4-20 ml dalam 1 liter air dan semprotkan ke seluruh permukaan sampai basah. Untuk parit, selokan, kolam, rawa-rawa gunakan 2 ml setiap 10 m3 air. Gunakan salah satu bahan pengendali jentik nyamuk dibawah ini :
Tanggal Berlaku :
9.1.1.3.2.
9.1.1.3.3.
9.2. Teknis Pelaksanaan Pest Control. 9.2.1. 9.2.1.1. 9.2.1.1.1. 9.2.1.1.2. 9.2.1.1.3. Catatan : 9.2.1.1.5. 9.2.1.1.6. Catatan 9.2.1.1.8. 9.2.1.2. 9.2.1.2.1. 9.2.2.
9.3. Jadual / Program Pest Control 9.3.1.
-Tanggal 14 Maret 2013 Tanggal 21 Maret 2013 Tanggal 22 Maret 2013
-Pakailah masker, pakaian pelindung, sarung tangan dan sepatu pelindung.
Apabila larutan mengenai kulit atau mata, lakukan seperti yang tertera pada etiket atau brosur dari produk yang digunakan.
Tanggal : N/A Bambang Gunawan
( Direktur )
Perhatikan arah angin, kemudian lakukan penyemprotan atau fogging diluar area produksi dengan baik searah dengan arah angin hingga selesai.
Disusun Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Mengganti Nomor : N/A PT. DIPA PHARMALAB
INTERSAINS
Prosedur Tetap
Halaman 3 dari 4Pest Control Nomor :
Departemen
Sebelum diberi tugas melakukan fogging, semua tenaga pelaksana harus diberi pelatihan yang benar oleh orang yang kompeten dibidangnya.
Racumin, berupa tepung, cara penggunaannya dapat dicampur dengan makanan kering / tidak basah maupun langsung ditempatkan disekitar lubang tikus.
Pelaksanaan Fogging Dilakukan Oleh Intern Perusahaan.
Sebelum melakukan fogging atau spraying, tenaga pelaksana harus meneliti jenis bahan insektisida yang digunakan dan membaca brosur atau etiket terutama cara penggunaan dan tindakan darurat / emergency dengan teliti dan cermat.
Walaupun bahan insektisida relatif aman untuk manusia, namun sebaiknya pelaksanaan fogging atau spraying atau penyemprotan dilakukan pada saat libur pekerja dan dilakukan hanya dibagian luar area produksi.
Seksi
Quality Assurance Umum
9.2.1.1.7.
Encerkan bahan insektisida sesuai dengan cara pemakaian dan kebutuhan, kemudian tuangkan dalam alat penyemprot atau fogger kurang lebih ¾ bagian.
9.2.1.1.4.
Cairan pembasmi hama yang dibuat / diencerkan harus dipakai habis dan tidak bersisa.
Apabila telah selesai, bilas bagian luar masker, pakaian pelindung, sarung tangan dan sepatu pelindung dengan air, kemudian cuci dengan sabun dan bilas kembali dengan air.
Setiap selesai melakukan fogging atau penyemprotan baik dilakukan intern maupun oleh pihak ketiga, catat dengan lengkap pada lampiran 1 ProTap No. 100 - 027 / C.
Pelaksanaan Fogging Dilakukan Oleh Pihak Ketiga.
Apabila fogging atau spraying dilakukan oleh pihak ketiga, maka dalam pelaksanaannya harus didampingi atau dalam pengawasan petugas / pengawas yang ditunjuk oleh perusahaan untuk memastikan bahwa fogging atau spraying telah dilakukan dengan baik dan benar.
Pada prinsipnya pemakaian bahan pengendali serangga atau tikus dapat menggunakan bahan lain dluar yang telah dirinci pada poin 8.1. sepanjang kualitas dan efek samping dari bahan tersebut tidak lebih buruk.
Teknis pelaksanaan pest control dapat dilakukan sendiri atau pihak ketiga sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Kecuali ditentukan lain, jadual / program pelaksanaan pest control minimal dilakukan setiap 3 ( tiga ) bulan sekali.
Catat efektifitas harian dari pemasangan umpan untuk pengendalian tikus pada lampiran 6 ProTap No. 100 - 027 / C.
Tanggal Berlaku :
10.0. RIWAYAT PERUBAHAN
10.1.
Perubahan format kepala ProTap / header
11.0. DISTRIBUSI
11.1. Asli : Manajer Operasional 11.2. Duplikat : Manajer HRD
C A/67/QA/09 - Penambahan lampiran
1.
A/21/QA/08 18 Juli 2008 - Perubahan nomor ProTap dan merupakan penggabungan dari ProTap No. 410 - 012 / A dan ProTap No. 410 - 013 / A.
B A/57/QA/09 02 Juli 2009
-Perubahan isi / redaksional dan lampiran.
-A
Versi Nomor Tanggal Berlaku Alasan Perubahan
- Perubahan nama perusahaan dari PT. Pharmasi Binangkit menjadi PT. Dipa Pharmalab Intersains
06 Oktober 2009 PT. DIPA PHARMALAB
INTERSAINS
Prosedur Tetap
Halaman 4 dari 4Pest Control Nomor :
Departemen Seksi
Quality Assurance Umum
( Direktur )
Disusun Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Mengganti Nomor : N/A
Tanggal 14 Maret 2013 Tanggal 21 Maret 2013 Tanggal 22 Maret 2013
Tanggal : N/A Bambang Gunawan
PT. BUMI PUSPA CEREMAI
Kantor dan sekitarnya Gedung 1 dan sekitarnya Gedung 2 dan sekitarnya Gedung 3 dan sekitarnya Gudang Alat dan Mushola Pengolahan Air dan sekitarnya Mess dan sekitarnya
Pos Keamanan dan sekitarnya
Paraf Petugas Pelaksana Paraf Pengawas
Metoda Pest Control :
A : Pest control dilakukan dengan jalan penaburan abate + fogging / penyemprotan + pemberian racun tikus.
B : Pest control dilakukan dengan jalan penaburan fogging / penyemprotan + pemberian racun tikus.
C : Pest control dilakukan dengan jalan penaburan fogging / penyemprotan
D : Pest control dilakukan dengan jalan pemberian racun tikus.
E : Pest control dilakukan dengan jalan cara lain diluar metode A, B, C dan D ( misal fungisida ).
Diperiksa Oleh : ____________ 4
3 2
1
Lampiran 1 ProTap No. 100 - 027 / C
CATATAN PELAKSANAAN PEST CONTROL Tahun ………
6
5 9 10 11 12
METODA PEST CONTROL Area Pest Control
Bulan
8 7
PT. BUMI PUSPA CEREMAI
2 blok / bait trays 442/KPTS/SR.140/9/2003
8. Bromadialone - Blok - Rodent Control 3 butir / titik 442/KPTS/SR.140/9/2003
7. Glue / Trap - - - Rodent Control
2 g / m2 520.8/KPTS/TP.270/11/2000
6. Zeta Cyper Metrin 52313 - 07 - 8 Cair Air Pest Control 7.5 ml / l air 576/KPTS/TP.270/11/2001
5. S - Methoprene 657336 Briket Air Pest Control
1 titik / m2 222/KPTS/SR.140/4/2004
4. Permetrin 52645 - 53 - 1 Cair Air Pest Control 7.5 ml / l air 435.1/KPTS/TP.270/7/2001
3. Fipronil 1200680 - 37 - 3 Gel - Pest Control
65575 - 96 - 3 Granul 2 g / m2
2. Etofenproks - Serbuk Air Pest Control
Bahan Pelarut
Air Pest Control
2 g / 100 ml air 222/KPTS/SR.140/4/2004 1. Sediaan CAS No. Bahan Aktif Azamethepos 124/KPTS/TP.270/2/2002
Bahan Pestisida Dan Rodentisida Yang Terdaftar Di Departemen RI Lampiran 2 ProTap No. 100 - 027 / C
PT. BUMI PUSPA CEREMAI
Larvaciding Jentik Nyamuk
Cair Solar / Air 12.5 ml / l Area luar Spraying / Fogging Flying & Crawling Insect
Baiting Lalat
Cair Air 12.5 ml / l Public area Spraying Rayap
Area Sasaran Sediaan Bahan Pelarut Dosis Penggunaan
Granulat - 2 g / m2 Public area
No. KepMenTan RI 124/KPTS/TP.270/2/2002
222/KPTS/SR.140/4/2004
520.8/KPTS/TP.270/11/2000
576/KPTS/TP.270/11/2001 4. Zeta Cyper Metrin
3. S - Methoprene Granulat - 1 g / m3 Genangan / tempat penyimpanan air 2. Cypermethrin 1. Azamethipos 1 G
Bahan Insektisida Yang Terdaftar Di Departemen Pertanian RI Lampiran 3 ProTap No. 100 - 027 / C
PT. BUMI PUSPA CEREMAI
Bak Mandi Bengkel Bak Air Gudang Pace Bak Mandi Kantor Saluran Air Depan Kantor Bak Cooling
Bak Buangan Air Boiler
Bak Penampungan Air Untuk Sanitasi Bak Mandi Pos Satpam
Paraf Petugas Pelaksana Paraf Pengawas
Metoda Pengendalian :
A : Pengendalian dengan cara penaburan butiran abate
B : Pengendalian dengan cara penyemprotan / fogging
Diperiksa Oleh : ____________ 12
6 7 8 9 10 11
CATATAN PELAKSANAAN PENGENDALIAN JENTIK NYAMUK Tahun ………
Lampiran 4 ProTap No. 100 - 027 / C
Bulan METODA PENGENDALIAN
PT. BUMI PUSPA CEREMAI
Bulan : Tahun :
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
*) Keterangan : Bak Mandi Kantor 1 Bak Mandi Gudang Bak Mandi Musola Bak Mandi Laboratorium Bak Cooling
Bak Penampungan Air Untuk Sanitasi1 Bak Penampungan Air Untuk Sanitasi2 Bak Mandi Kantor 2
Diperiksa Oleh :
Tanggal :
PEMANTAUAN HARIAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN JENTIK NYAMUK
1 2 3 4 5 6 7 8 Tanggal Paraf Satuan : Jentik Area Pengendalian* 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 31 30 5. 6. 7. 8.
Lampiran 5 ProTap No. 100 - 027 / C
1. 2. 3. 4.
PT. BUMI PUSPA CEREMAI Bulan : Tahun : *) Keterangan : 1. Kantor 1 2. Kantor 2 3. Mushola 4. Pos scurity 5. Parkiran 1 6. Parkiran 2 Diperiksa Oleh : Tanggal : 1 Tanggal
Lampiran 6 ProTap No. 100 - 027 / C Halaman 1 dari 2
PEMANTAUAN HARIAN EFEKTIVITAS PEST CONTROL
7 6 5 4 3 2 13 12 11 10 9 8 19 18 17 16 15 14 25 24 23 22 21 20 31 30 29 28 27 26
Area Penempatan Umpan (Area Luar Gedung)*
Paraf
1 2 3 4 5 6
PT. BUMI PUSPA CEREMAI
Bulan : Tahun :
*) Keterangan : 1. Gudang Bahan Baku 2. Gudang Barang Jadi 3. Laboratorium
Diperiksa Oleh :
Tanggal :
Satuan : Ekor 1
Lampiran 6 ProTap No. 100 - 027 / C Halaman 2 dari 2
PEMANTAUAN HARIAN EFEKTIVITAS PEST CONTROL
Tanggal
Area Penempatan Umpan (Area Dalam Gedung)*
Paraf 4 3 2 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3
PT. BUMI PUSPA CEREMAI
Bulan : Tahun :
Diperiksa Oleh :
Tanggal :
Lampiran 7 ProTap No. 100 - 027 / C
5
PEMANTAUAN HARIAN EFEKTIVITAS INSECT TRAP
Gudang Bahan Baku Tanggal 1 2 3 4 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
Gudang Barang Jadi Pintu Masuk Gudang Paraf
Area Pengendalian Satuan : Ekor