PAHAM
KEAGAMAAN
K.H
MUHAMMAD
ZEIN BIN ABDUL RAUF
(Kajian
Filologis
Naskah
Kitab
Kurratu
Al-'Ain
Al-Fard
Al-'Ain)
Rasidins
Abstract:
This Article aim to analyse idea of K. H. Muhammad Zein Abdul Rauf bin. In his article he studies three religion main problems namely tauhid, science, bahavior and.fiqh. In thefeldof
tauhid science he studies the nature oJ obligation which is called wajib, mustahil (irnposible) ancl have to Allah SLVT. So also to nature of which is obligecl to be, irnposible and have to be
for
rasul, religion foundation and meaningit
the ttvo confessions.In
thefeld
offiqih
he studies aboul taharah, fasting and sholctt.While in the
feld
of behavior he studies about immoral related to orgon which is zahir (organ irnrnoral lahiriah) and wich is rnind (batiniah) and also the nature of the nature the praised attributed attached to all mukallaf.Kata
Kunci:
MuharntnadZein
bin
Abdul Rauf,
Paham KeagarnaanSalah satu
kekayaan khazanah
nusantarayarrg
tak
ternilai
harganya
adalah karya-karya ulama
terdahulu,
tulisan
merekasebagian besar masih dalam bentuk manuskrip yang
ditulis di
atasberbagai
tempat yang populer
di
zamannya,seperti daun
lontar,kulit
binatang danlain-lain.
Di
antara tulisan tersebut masih banyaki Rasiciin adalah Dosen Fakr-rltas Talbiyah IAIN STS Janrbi
yang
belum
tersentuholeh
tangan-tanganterampil
sebagai bahanpenelitian.
Karya tulis
tersebut ada yangjelas
identitasnya, nama pengarang, tahun penulisan, dan masa penulisan, namun juga banyak yang tidakjelas
siapa pengarangnyahal
ini
menuntut kejelian parapeneliti untuk
melakukan kajian
mendalam terhadapmanuskrip-manuskrip tersebut.
Dalam penelitian
Azra
(1994), sepanjang abadke
17 sampaiabad
ke
18,muncul
ulama-ulamadari
nusantara yangpemikiran
dan karyanya sangat berpengaruh
tidak
hanyadi
kawasan MelayuNusantara
tetapi
juga
sampai kawasan
Timur
Tengah. Ulama-ulama seperti Hamzah Fansuri(W.
1630M)
menuliskitab
Syarahal-Asyikin,
Asrar al-Arifin, Syair
burung Punguk,
Syair
Burung
Pingai, Syair sidang Faqir, Syair Dagang dan Syair Perahz (Somad, 1980)
Nur
al-din al-Raniri (1068 H/1658M)
seorang ulama dariIndia
yang
tinggal
di
Aceh telah mengarangbuku
dankitab
diantaranya Bustan al-Salatin,Asrar
al-Insan, Jawahiral-Ulumfi
Kasyf Ha'lum,Tibyanfi
Mafirati
al-Adyan, Akhbaral-Akhiratfi
ahwal al-Qiamat,Sirat
al-Mustaqim
(Moain,
1992:345)Abd
al-Rauf
Singkel(1024-1105/1615-1690)
menulis
kitab
Tafsir al-Baidawi,
Mir'at
al-tullab
Umdat
al-Muhtajin
danlain-lain (Moain,
1992:346) MuhammadYusuf
al-Makasari
(W
1037-l11111627-1699),Abd
Shomad
al-Palimb ani (1116 -1203 I 17 0 4 -17 89) mengarang kit ab di ant ar any a S iy ar
Al-Sadikin,
Hidayat al-Salikin.
Muhammad
Arsyad
Al-Banjari
(1122-1221 11710-1812) mengarang
kitab
yang terkenal diantaranyaSabil al-Muhtadin
dan
beberapahikayat
sepertiHikayat
Banjar
dan
Kota
Warangin,Hikayat kutai.
Dawudbin
Abdullah
a1-Fatani(1153-1265/1740-1847) mengarang
kitab
Furu'
al-Masa'il, Matla'al
badrain, Fatawa al-Fatani dan lain-lain (Moain,
1992:346 danAzra,
1994) danlain-lain
yang banyak menulis dan meninggalkan naskah-naskahdalam
berbagai
bidang dan disiplin
keagamaan.Naskah-naskah yang ditinggalkan oleh ulama-ulama nusantara perlu
dikaji,
melalui pengkajian terhadap naskah-naskah ulama nusantara, setidaknya akan terungkap wacana dan intelektualitas keagamaanserta konteks sejarah yang berlangsung
di
tengah masyarakat padasaat itu.
Seperti
daerah-daerah
lain
di
nusantara,
Jambi memiliki
banyak peninggalan naskah heagamaan, karena letak geografisnya
merupakanj alur perdagangan tempo dulu, mengingat penyebar agama Islam di nusantara adalah para pedagang Arab, dalam menyebarkan
agama
Islam tentu
adayang
membawa dan meninggalkan karyatulis
keagamaanuntuk
diajarkan kepada masyarakat. Setelah masayang cukup
panjangumat
Islam
nusantarasendiri akhirnya juga
mampu merealisasikan
karya-karya
keagamaantersendiri.
Karya-karya yangditulis
oleh ulama terdahulu mempunyai pengaruh besarterhadap pola keberagamaan yang dianut oleh generasi setelahnya.
RUMUSAN
MASALAH
Salah satu
naskah
yang
ditulis
oleh ulama Jambi
adalahnaskah
kitab Qurratu
al-Ain
al-Fctrdal-Ain
yangditulis
olehKH.
MuhammadZeinbin
Abdul
Rauf yang hidup sekitar tahun 1815M.
Oleh sebab
itu
dalamtulisan
ini
akan ditelusuri bagaimana fahamkeagamaan yang dianut oleh
K.H.
MuhammadZeinbrn Abdul Rauf
berdasarkan
penelisikan
terhadapkitab Kurratu-Ain al-Fard
Al-Ain.
TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN
Adapun beberapa
tujuan penelitian
adalahuntuk:
mengetahuipaham keagamaan
K.H.
Muhammad
Zeinbin Abdul
Rauf
dalamnaskah
kitab Qunatu
al-Ain
al'Farcl
al-Ain;
mengetahui
latarbelakang
pendapatyang
digunakan
oleh
K.H.
Muhammad
Zenbin
Abd Rauf
dalam naskahkitab
Qurratu
al-Ain
al-Farclal-Ain;
serta melestarikan peninggalan peninggalan
ulama
terdahulu dan pendapat mereka.Selanjutnya,
penelitian
ini
diharapkan
berguna
untukmemperkaya
literatur-literatur
yang berkaitan dengan tulisan-tulisan ulama Indonesia khususnya ulama Jambi yang eksisdi
abad ke-19dan
aktif
menulis
dalam
mengungkapkanpemikiran
mereka ke tengah masyarakat sehingga tulisan merclta tetap eksis dan mnenjadi warisantradisi keilmuan
yang berhatgauntuk
terLisdipelajari
dandikaji
MtrTODE PENELITIAN
Penelitian
ini
adalahpenelitian
nasl<ahklasik,
yang
didekaki nrelalr,ripenclcltatanfilologi,
sastra dan sc.iarah sehingga penclitianini
dapat dipertanggung jawabkan secara akademik. Pendekatan
filologi
dalam penelitian ini diartikan sebagai ilmu yang berhubungan dengan
studi teks
sastra atau budaya yang berhubungan langsung denganlatar
belakang
kubudayaanyang didukung
teks/naskah tertentu(
Lubis,
1993:4).
Adapun
pendekatan sastra berkenaan denganpembacaan
naskah naskah
kuno, meliputi
pembacaan heuristicdan
retroaktif
.
Sedangkan pendekatan sejarah digunakan dalamupaya pengumpuian
bukti
yang mendukung terhadap hal-hal yangberkaitan dengan naskah,
bukti-bukti
sejarah yangterkumpul
lebih jauhdipilih
dianaiisis melalui dialektika sejarah untuk mendapatkan sinte s a yangdiyakini
kebenarannya.(Kartidirjo, tt:
102). Penelitianini
lebih lanjut
dilakukan
dengan beberapa langkah yang diawalidengan
inventaris
naskah,
pemilihan
naskah, deskripsi
naskah,kritik
teks, penterjemahan dan analisis isi.TEMUAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi
NaskahJudul naskah
Qurratu al-Atn al-Fard al-Ain,
nomor
naskah07.52, tempat penyimpanan naskah museum budaya negeri Jambi,
Asal Naskah Hasan Simpang Pulai Jambi, Ukuran naskah 16,7
x23
cm, ukuran teks 10.5 cmx
15.5 cm, tebal naskah 43halaman,jumlah
baris
perhalaman 15
baris,
aksaraArab-Melayrr, cara
penulisandimulai
dengan basmalah dandiakhiri
dengan do'a serta salawat,tanpa menggunakan
titik
dan koma. Bahasa naskah melayu tulisanjawi,
berbahan kertas eropa,tinta
cina, umur naskah selesaiditulis
pada
tanggal
24 Muharram
1232H
/
1815, nama pengarang, H.MuhammadZeinbin
H.Abdul
Rauf.Kondisi
SosialBudaya
Pada Saat Penulisan NaskahTahun 1460-1907 Jambi merupakan kerajaan Islam yang disebut
Kerajaan
Melayu
II
(Ibrahim
1980:28).Duduk
sebagai Sulthan pertama adalahDatuk
Paduka Berhala dengan permaisurinyaPutri
Selaras Pinang Masak, dari perkawinan Datuk Paduka Berhala dan
Putri
Selaras PinangMasak
tersebutlahir
seorangputri
bernamaOrang Kayo Gemuk dan tiga orang putera yaitu Orang Kayo Pingai,
Orang Kayo
Kedataran
dan Orang Kayo
Hitam
(KementarianPenerangan, tt:101i).
Baik
pada
masa pemerintahanPutri
SelarasPinang
Masak, maupun pemerintahanOrang
Kayo
Pingai
(1490-1990) dan masa pemerintahanorang
Kayo
Kedataran
(1490-1500)belum
tampakpengaruh
agama
Islam
dalam
pemerintahan
dan
penduduk.Namun
setelah
Orang
Kayo Hitam
naik
tahta tahun
1500
iamelepaskan hubungan dengan
Kerajaan Hindu-Budha
Majapahit dan memaklumatkan agar seluruh penduduk memeluk agama Islam.Pengumuman
ini
diterima dengan baik oleh penduduk, sama dengancara penerimaan agama Hindu-Budha sebelumnya. Naluri ketimuran
yang biasa terpimpin
dari
atas menambah suksesnya perkembanganagama Islarn. Islam mendapat tempat
berpijak
dengan diterimanyaagama baru itu oleh raja danpembesar-pembesar negeri itu (Mahsud, 1980:23).
Dengan
demikian
struktur
pemerintahan disesuaikan denganajaran agama Islam. Gelar raja berubah
dari
Panembahan menjadiSulthan, gelar Sulthan
ini
tetapdipakai
sampai dengan runtuhnya kerajaan Jambi setelah kekalahan Sulthan ThahaSaifuddin
dalampenjajahan Belanda
(Mahsud,
1980:23). Pada pemerintahan OrangKayo
Hitam,
paraalim
ulama
memegang perananpenting
dalamkerajaan,
Undang-undangpemerintahan
yang
bernama
(Jnclangnan
clelapctn mengandung unsur-unsurhukum
Islarn.Di
sampingitu
antara adat dan agama saling melengkapi dan sandar menyandarsebagaimana disebutkan dalam pepatah adapt: Aclat bersendi syaralc, s y a r o k b e rs e n cl
i
kit abul I ah (Mahsud, 1980 :24) .Berdasarkan data-data tersebut, penulis mernperkirakan bahwa
kitab Qurrcttu
al-Ain
al-Farclal-Ain
ditulis
pada saat kerajaan Jambi terislamkan, namlln seperti dijelaskan oleh Hamka dalam br,rkunyaSejarah Islam, bahwa agama Budha sedang berkembang
di
r,vilayahNus:rntara pada abad
ke-7
di
bawahpimpinan
kerajaan Sriwijayayang berpLrsat
di
Palembang(Hamka,
2A02:663), sedangkan Jarnbiyang sccara geografis berdekatan dettgan Palembang dan merupalian
claerah hekuasaan Sriwijaya. Karena
itu,
walaupuu ketnr,rdian Jarnbi diperintahdi
bawah kekuasaan Islam, ttamltlttradisi-tradisi
Br-rdhakhususnya, masih
sulit untuk
ditinggalkan, misalnyabila
penduduk Janrbi berrnaksud mendirikan rumah atau berngr-rnan, akatt diadakan pcralatern atau jaurttan,jiha
mereka akan berlayetr, bcrcocok tallanr, rnercl<atcrlebih
dahr-rh-rmemanggil
ruh
tlcttck lnoyallg
nrercka.Meminta berkat
dan
perkenannya.
Demikian
pula
bila
terjadimalapetaka atau
ditimpa
sakit, maka mereka memanggilruh untuk
meminta keringanan dari bencana yang sedang dialami (Zainuddin, 1981:1).
Di
sampingitu,
penduduk Jambijuga
mempercayai dukun mengenal sesajendan membakar
kemenyandi
ataskuburan,
dibawah pohon besar,
untuk
memohon sesuatu, merekajuga
percayaakan adanya hantu dengan anekajenisnya, penunggu ditempat yang
angker, harimau jadi-jadian, kepercayaan kepada magic atau
mistik,
sihir,
guna-guna,pelasik
dan lain-lain.
Disamping
itu
pendudukjuga
mempunyai kepercayaan terhadap benda-benda keramat dansakti seperti keris seginjai, Gong Sitimbang dan benda pusaka
milik
p erorangan dan keraj aan
(Zainunddin,
i 98 1 : 3).Berdadasarkan
uraian
kondisi sosial
di
atas
dapat
diambilkesimpulan bahwa
motif
penulisankitab Qurratu Ain Fard
al-Ain
adalah doronganpribadi
dari
H.
MuhammadZein
Bin
Abdul
Rauf sendiri sebagai seorang tokoh Islam dalam usaha memberikan pemahaman ajaran
Islam
yang benar
terhadap masyarakat yang padawaktu
itu
yang masih
terdapat kepercayaan sebelum Islam.Hal
ini
bisadilihat
dari
penjelasan beliau tentang sifat-sifatAllah,
rasul,
rukun
iman,rukun
Islam
dan pembahasan tentangmakrifah
di
dalam kitabnya,di
sampingitu
di
dalam kitabnyajuga
dibahas masalah shalat, puasa,dan akhlak
yang
berkenaandengan
cara memelihara anggotalahiriah
dan bathiniah (hati).Kitab
tersebutditulis
dengan menggunakan bahasa Melayu tulisan Jawi atau tulisan MelayuhurufArab.
Tulisan ini dipergunakandengan maksud
agar mudah dipahami oleh
masyarakat
secarakeseluruhan pada
waktu itu
yang kebanyakan menggunakan tulisanjawi.
Tulisanjawi
telah digunakandi
Malaysia, Singapura, BrunaiDarussalam, dan Pattani
di
Tailand selatan(Moain,
1992:345). Pada saatkitab
ini
ditulis
pendidikan agama Islam berlangsung dirumah-rumah, surau-surau belum ada lembaga pendidikan formalseperti
sekarangini,
karena pendidikan
secaraformal
di
Jambididirikan
setelah abad ke20
(Ibrahim,
1980:46). Berdasarkan datayang dapat diketahui, pendidikan itu telah berlangsr,ing sejak abad ke
17
M.
halini
diketahui dari daftar guru-guru yang mengajar disurau-sllrau dan rumah sebagaiberikut
:1.
Syaid Husin Ahmad Baraqbah (1626M)
2.
J.
Haji
Ishak binHaji Karim,
mufti
Jambi (1700M)
Kemas
H.
MuhammadZein
bin
KemasH. Abd
Rauf
al-JambiAl-Syafii
al-Asy'
Pangeran Penghulu
Noto Agomo Kampung Magat Sari
(1852M)
5.
Syekh Muhammad Syafii Bafadhal (1865M)
6.
SayidAlwi
a-Baithi
(1870M)
7.
Al-QadhiAbdul
Ghani binHaji Abdul
Wahid (1875-1888)8.
Haji Abdul Majid bin Haji
MuhammadYusuf Keremat
(1893M)
Kedelapan
ulama
di
atas
sangatdi
kenal
masyarakat Jambisebagai ulama-ulama penyebar agama
Islam
di
daerahini
sebelumabad
ke 20
(IAIN,
1979:17).Bila dilihat dari
sistem pendidikan,mereka
adalahpemikir
dan
penggerakpendidikan
agama Islampertama
di
daerahini.
Mereka adalah orang yang mempunyai andilbesar dalam proses pembentukan kepribadian muslim, sikap fanatik
terhadap agama Islam bagi orang seberang.
Penj el asan d i at as memberrikan kesimpulan b ahwa k itab Qurr atu
al-Ain
al-Fard
al-Ain
ditulis
pada saat lembaga pendidikan formaldi
Jambi belum ada, yang ada adalah pendidikan secara non formalyang
di
rumah-rumah penduduk, surau-surau dan mesjid. Tr"rjuanpenulisan
buku
tersebut adalah sebagai pedoman atau bahan ajarkepada masyarakat Islarn pada
waktu
itu,
sehingga mereka palingtidak
dapat mengetahui standarminimal
yang harus diketahui oleh setiap muslim agar amal ibadah mereka dapatditerima
disisiAllah,
hal i ni sesuai dcngan p enj elasan penulis sendiri di akhir karangannya. "Sekalian yang karni sebukan dalam risalah
ini
itulah yang/a rclhn ctirtatas setiap mukallaf, tidak dapat tidak, harus diketahui,
diiktikadkan
dan diamalkan"
(Zein,
1815:21).Analisis
Isi Kitab
Qurrutu
AI-'Ain
ul- Fsrd
AI-'Ain
Kitub
Qut't'tLtul-'ctin alfarcl
ul'ain
yangditulis
oleh MuhammadZcin
bin IIaji
Abdul Rauf,
secara garis besar memuat tiga masalahpoliok
clalanr
beragaura yaitr,rMasalah
ilnu
tauhid,
fiqh.
dautasarv u f. 4.
IImu
Taultid
Untuk
membahasilmu
tauhid
pengarangmemulai
terlebihdahulu
menjelaskanhal-hal yang
berkenaan dengan pembagianhukum akal,
di
dalamkitab
ini
pengarang membagihukum
akal kepadatiga
bagianyakni: wajib, mustahil
danjaiz.
Dari
hukum akalini
selanjutnya dijelaskan sifat yang wajib bagiAllah,
sifat yang mustahil bagi A1lah, dan sifat yang harus bagi Allah, begitu juga sifat yang wajib, mustahil dan harus bagi rasul sertarukun
agama yangmemuat
rukun
ma'rifah, makna tauhid, makna iman dan makna duakalimat syahadat.
Rukun
agamaitu
ada empatyaitu:
pertama iman, kedua Islam,ketiga
tauhid,
keempatma'rifah.
Arti
ma'rifah
itu
memutuskanpengetahuan adanya Tuhan disertai dengan tandanya
(bukti),
tandaAllah
Ta'laitu
adalah baharunya sekalian alam. Karena semua yang baharu tidak diterima akal terjadi dengan sendirinya, maka nyatalahAllah
menjadikan
tiaptiap
sesuatu
dari
sekalian
alam
(Zein, i815:21).Dalam
ilmu
Tauhid
ini
Abdul Rauf
membicarakan beberapapersoalan tauhid,
yaitu:
Pertama,rukun
ma'rifah. Rukun ma'rifah
itu
ada
empatyaitu:
mengenalzat
Allah,
mengenalsifat
Allah,
mengenal
c{'al
Allah, mengenal benar nabi Muhammaditu
pesuruhAllah.
Arti
mengenal zatAllah
itu
mesti disertaiiktikad
tsabit (ada)terhadap Tnhan dalam sifatnafsiah
dansalbiyah.
Artimengenal sifatAllah
itu hendaknya puladiiktikadkan
tsabit bagiruhan
dalam sifatmo'ani
dan ma'nawiyah.Arti
mengenal af'al
Allahjuga
hendaknyadiiktikadkan
tsabitbagi
Tirhan dalam beberapa sifat af'al,
sepertimenjadikan,
memberi
rezeki, dan dan sebagainya. Sedangkanarti
mengenal Rasulullah
itu
hendaknyadiiktikadkan
dengan sifat-sifatyang wajib" mustahil, dan harus bagi Rasul . (Zein,1815:21).
Keclua, makna Tauhid.
Makna tauhid
itu
membangsakanhak
Allah
kepadasifat
wahdaniyah.
Rukun
tauhid
itu
ada tiga:mengesakan zat
Allah,
mengesakansifat
Allah,
mengesakanaf'al
Allah.
Arti
rukun
tauhiditu
terkandung dalam ma'no mengisbatkan sifat wahdaniyah bagi Tirhan Azza wa.jallc (Zein,1815:6).Ke t i g ct,makna Islam. Makna Islam it u menj unj ung tit ah Allah dan menjauhi larangannya. Rukun Islam itu lima perkara yaitu: syahadat, shalat
lirna
waktr-r, membayar zakat, plrasa dibulan ramadl-ran, haji.Adapun
fardu
syahadatitu
dua:fardu
lazim
yaitu
mengikrarkandengan
lidah
danfardu Daim
yaitu mentashdikkan makna denganhati. Rukun
syahadatitu
ada empatyaitu:
menisbatkanzat
Allah,
menisbatkan sifat
Allah,
menisbatkanaf'al
Allah,
menisbatkan bagi shidik bagi rasuh-rllah(Zein,
1815:6-7).Keempat,
makna
Iman. Makna iman
itu
adalahbersungguh-sungguh
dan
meyakini setiap yang dibawa
nabi
Muhammadmerupakan
wahyu
Allah.
Rukun iman
itu
ada enam:
percaya kepadaAllah,
malaikat
Allah,
kitab-Nya,
semuarasul-Nya,
hari kemudian,dan
percaya kepada claclarbaik
danjahat
datang dariAllah.
Arti
percaya kepadaAllah
ialah mengiktikadkan yang wajib,mustahil dan harus
bagi Allah.
Percaya kepadamalaikat
artinyamengiktikadkan
bahwa segala malaikatitu
dijadikan
Allah
bukanlaki-laki
dan bukan pula
perempuantetapi
mereka
tubuh
yanghalus diciptakan
dari
cahaya, mampu melakukan pekerjaan yang sukar denganizin Allah, tidak
mempunyai nafsu,tidak
ada bapaktidak
ada
ibu,
mereka mempunyai berbagaibentuk,
tugas
yangberlainan, pengawal mereka ada empat
yaitu
:Jibril, Mikail,
Israfil
danlzrall.
Merekaitu
beribadah kepadaAllah
danmati
merekaitu
pada
hari kiamat
kemudian.
Percaya kepadakitab
Allah
artinya mengiktikadkan bahwakitab
yang diturunkanAllah itu
sebenarnyaditurunkan
kepada semuaNabi
yang berisikanperintah,
larangan, hukum, danjanji
Allah
akan menyiksa orang yang berpuas dosa dan akan memberi pahala orang yang berbuat kebajikan.Kitab Allah
semuanya
seratus
empatbuah
yakni
sepuluhbuah
untuk
NabiAdam, lima puluh kepadaNabi Tsis, tiga puluh kepada Idris, sepuluh kepada nabi
ibrahitn,
Taurat untuk nabi Musa,Injil
kepada nabi Isa, Zabttr kepada nabi Daud, dan al-Qur'an kepadaNabi
Muhammad.Kitab Allah
dihapuskan setengah daripadahukumnya
denganal-Qur'an. al-Qur'an
tidak dihapuskatr
sampaihari
kiamat.
Barangsiapa yang mengingkari satu diantara kitab
Allah itu,
atau satu surat atau ayat atauhuruf,
atau memandang remeh maka menjadi kafir.Percaya kepada
rasr"rlAllah
berarti
mengi'tiqadkan
bahwasemlla
rasul
diLrtusoleh
Allah
kcpada
segenapmanusia untuk
lxenyampaikan
perintah
dan mcrlauhi
larangannyadari
selntlahukum
syara', nrenceritakanlral
keaclaanhari
kiamat
baik
sLugalnaupun
nerakadan
lain-lain.
RasLrl y:rngpcrtama
Adam
as danyang
terakhir
Nabi Muhammad. Sedangkan rasul yang mempunyai syari'atitu
ada enam orangyaitu:
Adam,Nuh, Ibrahim,
Musa, Isa,dan Muhammad. Syari'at
mereka dihapuskanoleh
Allah
dengansyari'at Muhammad.
Iman
kepada merekafardhu,
kasih
kepada merekaitu
syarat Iman dan barangsiapa benci kepada salah seorangdiantara mereka atau mendustakannya menjadi kafir.
Percaya kepada
hari
kemudianartinya
meng'itiqadkan bahwahari
itu
ialah
hari
kiamat
atau
hari
pembalasan, dibangkitkan manusiadari
alamkubur,
dibalas sesuai denganamalnya.
Alam
serta segala isinya dihancurkan baik manusia,
jin,
malaikat danlain-lain,
kemudian dihidupkan kembali olehAllah,
dikumpulkan
serta dihisab amalnya, dimasukkan semuamukmin
yang berbuat baik kedalam surga, sebagian dimasukkan kedalam neraka karena dosanya
kemudian dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam surga, dan orang
kafir,
munafiq danzindiq
dimasukkan ke dalam neraka. Surga dan nerakaitu kekal
tidak mati isi
keduanya danjuga tidak
berpindah,tempat
abadi manusia. Barangsiapayang mengingkari
atau ragu terhadap adanyahari
kiamat,
surga, neraka,bangkit
manusia dari alam kubur maka akan menjadi kafir.Akhirnya, percaya kepada qadar baik dan jahat datang dari
Allah
artrnya mengi'tiqadkan
bahwa
segala kebajikan, kejahatan, iman,kufur,
berbuatbaik,
durhaka, sehat,sakit, hidup dan
mati
semuatelah ditakdirkan oleh
Allah.
Semuayang
adadidunia
ini
adalah ciptaanAllah
yang menjadikan daritidak
ada menjadi ada, manusiamengusahakan dan melakukan karena
ada
bagi manusiaitu
ikhtiar
dan usaha yang baharu setiap perbuatan yang dilakukan, barangsiapa
yang
mengusahakanyang
baik
dibalas denganbaik,
barangsiapayang
mengusahakan kejahatandibalas
denganjahat.
Siapa yangmengatakan bahwa manusia
tidak
memiliki
ikhtiar
dan usaha makaitu
Jabariah,
dan siapa yang berkata bahwa baik jahatitu
perbuatanhamba semata-mata
tidak
dengantakdir
Allah
maka
itu
Qadarich,keduanya merupakan
i'tiqad
yang mesti dihindari.inilah i'ticladlslam
yang seb enarnya y aitu i' t i q c cl Ah I u s u n n ct h Wa lj a m a' a h y ang t ersi mp alr
dalam makna dua
kalirnat
syahadat yang dibawaNabi
Muhammad dari Allah. Karena itu, pegang dan i'tikadkan segalai'tikad
ini
supaya selamat cltrnia dan akhirat karena sekarang banyakfitnah
dani'tikad
yang membar,va kepada kekafi ran (Zein, I 8 1 5 :7- 1 0).Kelima,
makna dua
kalimat
syahadat.Umat
Islam
meyakini bahwa segalaaqaid
itu
terkumpul
dalamkalimat:
"la
ilaha
illa
al-Lah muhammacl rasulal-Lah".Kata
"asyhadu anna 16 iLahailla
al-Lah"
bermakna bahwapribadi
seorang hamba mengatahui denganhatinya dan mentasdidkan dengan tasdik yang putus bahwa tidak ada yang kaya dan
tidak
ada yang dipertuhankankecuali
hanyaAllah
zat yang
rvajib al-wujud
dengan segala sifatnya menjadikan alam, maka yang dinapikan pada kata kata:"la
ilaha
illa al-Lah"
adalah bahwatiaptiap
tuhan
selainAllah,
dalamarti
mustahil
ada T[rhanselain
Allah
yang dinisbatkan pada katailla ol-Lah
yangwajib
al-wujucl dengan segala sifat-Nya yang telah menjadikan alam, sertadiiktikadkan
sifatyang
wajib,mustahil
dan jarz pada-Nya.Allah
dikatakan kaya karenaAllah
wajibmemiliki
sebelas sifatyaitu:
Wujud, Qidam,Baqa', Mukholafotuhu
ta'ala
li
al'hawadits,qiyamuhu
ta'ala
binapsih, samo', bashar, kulam, sami'un, bashirun,mutakallimun.
Adapunbukti Allah
itu
kaya ada tiga yaitu: PertamaAllah
terjadi
dengan sendirinya,tidak
ada yang menjadikan makadengan kata
itu
menunjukkanAllah
mempuyai sifat Wujud, Qidamdan
Baqa': Kedua
Allah
tidak
mempunyai tempat,tidak
berpihak,tidak
mempunyaiwarna,
tidak
menempati masa atauwaktu,
halitu
menunjukkan bahwa
Allah
mempunyai
sifat
Mukhtalafatuhuta'tila
li
al-howddits;
KetigctAllah
tidak wajib
menjadikan
alamini
dantidaklah
bergunabagi-Nnya
apa yangia
ciptakan,hal
itu
menunjukkan bahwa
Allah
mempunyai sifat Sctma' Bashar, Kalom, Sami'un,Bashirutt,
Mutakallimun,
sebagianulatna
menarnai sifat yang enamini
dengan tanazzuh'ani al-naclttish, artinya MahasuciAllah
dari segala sifat kekurangan.Sebelas sifat
inilah
yang menjadibukti
bahr,vaAllah
Mahakaya danmustahil baginya
segala lawan dandua
yangjarz
yaitu
harus baginya segala lawannya dan harus baginya menjadikan alamini
dantidak
menjadikannya; makajadilah
akidah yar-rg ter-kandung di dalam makna kayaAllah
itu
dua pLrlLrh enarr aqidah.Allah juga
disebut Tuhan karenawajib
bagi-Nya sernbilan sifat yaitLr:Quclrci,
Iltnu, Hayat,
Qctclirun,Muridurr, ili,',tr,rr,
Hayytm tlan LVahclctniyah. Sekalian alam wajib bertLrhalt kcpadaAllah
karena sekalian alamini
nempunyai
dLrasifiit yaitu:
bulturu
yang secara otomatis menunjurkkan bahwaAliah
ntempllnyai silat Quclrat, Ilntu,Hayat,
Qaclirun,Muridun,
Alimun, Hayyundan
Wahdaniyah, dan;tidak
memberi bekas dengan sendirinya, yang menunjukkan bahwaAllah
SWT mempunyai sifat Wahdaniyah.Sembilan sifat
inilah
menurutAbdul
Rauf mewajibkan sekalianalam bertuhan kepada
Allah
termasukpula
yangmustahil
(segala lawannyayang
sembilansifat), dua
yangjaiz
dandua
lawannyamaka
jumlah
sekalian akidah yang terkandung dalam kalimat tauhiditu
empat puluh delapan akidah.Sedangkan kalimat "wa asyhadu anna muhammad rasul
al-Lah"
bermakna bahwa seorang hamba mengetahui dengan
hatinya
danmentashdidkan dengan tashdik yang putus bahwa Nabi Muhammad
rasul
Allah
atas segala mahluk-Nya. Siapa mengucapkan syahadahrasul
namun
tidak tahu hakikat
Muhmammad,
maka
tidak
sahimannya. Karena
terdapat
sebagianmanusia
yang
mengatakanbahwa Muhammad
itu
sifatAllah,
sebagian Muhammaditu
Qadim,sebagian lagi menyebut syahadat Fatimah. Hal itu merupakan
iktikad
yang menyesatkan.Termasuk dalam makn akalimat M uh a mm a d al - Ra s ulull ahadalah
pengakuan atau keiimanan kepada semua Nabi
Allah,
iman kepadamalaikat, iman kepada semua kitab, iman kepada hari kemudian dan termasuk iman kepada sifat
shidik,
amanah,tablig
dan yang harusberkelakuan
seperti
manusia
biasa ("ardhul
basyariyah),
makajumlahnya
delapan dan delapan lawannya, makajumlah
seluruhnyayang terkandung dalam kalimat Muhammad al-Rasulullah rtu enam
belas akidah. Jadijumlah akidah yang terkandung dalam
duakalimah
syahadat
itu
enampuluh
empat akidah (Zein,1815:
11-14)Berdasarkan
uraian
tentang
tauhid yang
dikemukakan
olehMuhammad
Zein
di
atas tampaknya menganutpemikiran
tauhid tradisionalisme, yangkebanyakan dianut olehumat Islam di Indonesia dan Malaysia, atau lebih tepat bertaqlid kepada Imam Abu Hasanal-Asy'ari,
meskipuntidak
sepenuhnya.Melalui
penyelidikan tentangperkembangan sifat dua puluh, ternyata bukan bersumber dari ajaran
al-Asy'ari
tetapi Muhammadbin
Yusuf as-Sanusi(W.
1490) melalui risalah yangberjudtl
Ummal-Barnhin
(Owang, 1999:157-168).Hal
ini
dijelaskansendiri
oleh MuhammadZein
bahwa sumber utama dalam bidangtauhid
adalahkitab
Umntttl-Burahin dan
Sarah al-Sanusi (Zein,1815 : 44)i05
Pada
prinsipnya,
ajarantauhid tradisional bertolak dari rukun
Iman yaitu: percaya kepada
Allah,
malikat, kitab-kitab,
rasul-rasul,hari
akhirat,
sertaqadha
dan qadar. Khusus tentang kepercayaanAllah
danrasul, aliran tradisional
membahashukum
akal terbagidalam tiga kategori: wajib,
Mustahil
dan harus(Abdullah,
1977: 41).Seperti yang telah dijelaskan oleh pengarang
di
dalam kitabini.
Fiqih
Seperti
tauhid
yang
dimulai
denganhukum akal
maka fiqih
menurut
Muhammad
Zein dimulai
denganhukum
syara' yang di bagi dalamtujuh
bagianyaitu: wajib,
sunat, haram, makruh, harus,sah dan
batal.
Setelahitu
baru dilanjutkan
dengan pembahasan tentang persoalan-persoalan amaliyah hamba terhadap Khaliqnya, yang memuat persoalan tentang; Pertama,thaharah
yang memuat masalahistinja,
tentang
tata
cara mensucikandiri
dari
hajat, hal yang mewajibkanmandi, fardu mandi,
laranganbagi
orang yangberhadas besar dan
kecil
dan masalahwudhu';
Kedua, sholat, yangmenjelaskan hal yang berkenaan dengan syarat sholat,
rukun
sholat,masalah azan, iqomat,
niat
sholat wajib, sunat rawatib, berbagai niat sholat sunatlainnya dan
bacaan shalat sertawirid
setelah sholat; Ketiga, puasa yang menjelaskan syarat sah puasa,rukun
puasa dan berbagainiat
puasa,mulai niat
puasaramadhan
dan
niat
puasa 'arafah, tarawiyah, 'asyura, enam hari bulan syawal dan lainnya.Berdasarkan
uraian
di
atas dalam bidang
fiqih
pengarang menekankan pembahasanpada
masalah sholat, puasa sedangkanzakat dan
haji
serta
masalah
lainnya
tidak
disingglrrlg
hal
ini
dikarenakan
kitab
ini
memuat yang
fardu ain yang
yang
harusdiketahui dan
diiktiqadkan
dan diamalkan
setiap mLrkallaf (Zein, 1815.44:) ataumungkin
pengarangtidak
memasukkan karena zakat diperuntr-rkkanbagi
orang yang
mempunyai
harta serta
srnpainisabnya dan haji bagi orang yarlg mampu.
Seperti halnya dalam
ilmu
tauhid,
karangan
ini
menganutpe
irikiran
fiqih yang bersandar padamazhabSyaf
i hal ini dijelaskanolel.r pcngarang dengan menisbatkan
diri
bcliaLrdiakhir
karangannyadengan narna Muhammad
Zein bin
AbdLrl Rar-rf al-Jambi al-Asy'arial-Syafr
i
al-Naqsabandi.Tasawuf
Dalam bidang tasawuf
pengarang membahasmaksiat
yangberhubungan
dengan anggota
tubuh zahir (Lahiriah) dan
yang berhubungan dengan anggota tubuh battn(batiniah)
serta sifat-sifat terpuji yang adadi
dalamhati
yangwajib
dimiliki
setiap mukallap. Dalam arti pengarang banyak memfokuskan perhatian pada masalah akhlak.Maksiat yang berhubungan dengan Anggota
tubuh
zahr
yakni
dipahami sebagai kemaksiatan yang
muncul melalui
mata, telinga, lidah, perut, faraj,tangandan kaki. Maksiat mata itu ialah dicontohkan dengan melihat yang haram seperti melihat perempuan bukan hilah, melihat perempuan muda serta cantik dengan sahwat, melihat orang Islam dengan pandangan menghinakannya, dan melihat kepada aiborang Islam. Sedangkan maksiat telinga dicontohkan dengan
limahal:
mendengar segala perkataan yang bid'ah, mendengar orang mengupat,
mendengar perkataan yang
keji,
mendengar perkataan yang sia-sia,dan
mendengar orang menyebutkan kesalahan orang lain.Maksiat
lidah
dicontohkan oleh
Muhammas
Zein
melaluiperbuatan-perbuatanberikut: berdustatanpa adauzuryang dibolehkan
oieh
syara',mengingkari
janji,
mengumpatyaitu
meyebutkan aiborang lain, mencela perkataan orang lain dengan membinasakan dan
membesarkan
dirinya
danJadal yakni
berbantah dalam masalahilmu
mengeluarkan argumen dengan maksud membukaaib
oranglain, memuji
diri
sendiri, melaknat atau memaki mahlukAllah
baikmanusia, binatang,
batu, kayu,
danlain
sebagainya, menyebarkankesalahan seseorang sekalipun orang
itu
menganiayadirinya
karena sebaiknya segalapersoalan
yang
menyangkut
klaim
diserahkankepada
Allah,
mtzah
bergurau-gurau
dan
sihkriyyah
artinyabercanda-canda
dan
istihzaau binnas artinya menghina
manusiadengan memp ermainkannya. Perbuatan-p erbu at an tersebut menurut Muhammad
Zein
adalah haram.Adapun Maksiat
perut
dicontohkan dengan memakan makananyang haram, karena
itu
Islam
menganjurkan
umatnya
untukmengkomsumsi makanan yang halal, harta yang halal seperti harta
rampasan perang, harta yang diperoleh dari berbunr atau hasil kerja keras,
harta yang diperoleh
dari
bertani,
berdagangdan
lain-lair-r yangdiyakini
kadar halalnya.Maksiat
faraj
contohnya
berzina
oleh
sebab
itu
Islam menganjurkan untuk memeliharadiri
dari tiap-tiap yang diharamkanAllah,
dan
cari
yang halal
seperti
beristri.
Sedangkan Maksiat tangan ituterdiri
dari lima perbuatan yakni: memalukan orang Islamdengan
tiada
sebenarnya, mengambilharta
yang haram, meyakitimahluk
Allah,
khiyanat pada amanah orang, menulis sesuatu yang tiada harus menuturkannya.Tentang maksiat
kaki
Muhammad Zeinmenerangkan beberapacontoh,
yakni:
berjalanke
tempatyang diharamkan
sepeti tempat orang berbuat maksiat,berjalan
ketempatorang zalim,
dan pergi ketempat raja yang zalim, karenapergi ke
tempat raja yangzaltm
tanpa terpaksa
itu
haram.Maksiat
yang
adadi
dalam
hati
itu
amat banyak tetapi yangwajib
dihindari
menurutMuhammadZein
ada empatyakni:
dengkiyaitu
merupakan kejahatan manusia yangpaling
besar, haram dan membatalkanibadah
serta mendatangkanmurka
Allah,
takabbur ialah melihat seseorang kepadadirinya
lebihtinggi,
lebih besar dan melihat oranglain itu
lebih rendah daridirinya, 'ujub
yaifi
takabbur yanghasil didalam
hati
dengan anggapandirinya
bersifat
dengankesempurnaan
baik
ilmu
maupunamal
lupa
disandarkan kepadaAllah,
jika
ingat
itu
merupakannikmat
Allah
bukan
'tjub,
riyctdinamakan syirik khopi artinya
syirik
yang tersembunyi, ijmak ulama akan haramnya.Yang dimaksud
riya yaitu
menginginkan
ptljianmanusia dalam mengerjakan ibadat atau berbuat ibadah supaya di
pLrji orang atau supaya dapat harta atau dapat kemegahan dan
lain-iain.
Sekalian yang dernikianitu
haram, berdosa dan membatalkan pahala ibadah.Riya
itu terjadi mana kalakita
campurkan niat ibadahdengan niat yang lain bukan karena
Allah
semata-mata, maka tiadaberpahala yang demikian itu.
Pada
sisi lain,
Muhammad
Zein
juga
menjelaskan sifat-sifat terpr-rjiyang
r.r'ajibdimiliki
oleh
setiapmukallaf. Ada tujuh
sifatterpuji yang diidealkan
bagi
seorang
mukmin
yang
mukallaf,yaitr-r: Tuubat, r.vajib atas
tiap-tiap
orang yang berbuat maksiat itr"r bertaubat,syarat taubat ada
tiga yakni:
meninggalkan
maksiat, menyesali perbuatan,dan bercita-cita
tidak
mengulangi
maksiatyang ciilakukan.
.lil<a ada dosaitu
berhubungan dcngan mauusia ada enrpat syarat yaitr-r mengernbalikan hzrk orang yairg dianiayayaatau meminta
halal, meminta
maaf; Taqwayaitu
mematuhi segala perintahnya danmenjauhi
larangannya; Sabaryaitu
menahandiri
dari marah kepada sesuatu yang
tidak
disukai, menahanlidah
darimengadukan kesukaran
yang
dihadapi selain kepadaAllah.
Sabarmengerjakan yang fardu dan meninggalkan yang haram itu wajib atas
tiap-tiap
orangmukallap
demikianjuga
sabar atas musibah. Sabaratas berbuat yang sunat dan meninggalkan yang
makruh
itu
sunat;Syukur yang
terhimpun
dalamtiga hal
yakni:
mensyukuri
bahwanikmat
itu
dari
Allah
dan menghadirkan rasasyukur
itu di
dalam hati dan perbuatan; menerima dan menjunjung nikmatAllah
denganmembesarkan asma-Nya dan merendahkan
diri
sebagai hamba-Nya;Amal,
yakni
mensyukuri
nikmat Allah
dengan mengerjakan yangdisukai
Allah
dan
menjauhi
segala larangan-Nya,karena
segala anggota tubuhitu nikmat
dariAllah;
Ikhlas, yaitu syarat bagi semua ibadah,Allah
tidak akan menerima ibadah seseorang kecuali denganikhlas,
yang dimaksud denganikhlas
itu
tidak
berkehendak orang yang beribadah itu balasan yakni jangan berkehendak akan amalnya melainkan semata-semata karenaAllah. Hal ini
juga
mengandung arti tawakkal, yaitu berpegang hati kepadaAllah
yakni percaya hati kepadaAllah
sertatidak
berubahhati
sekalipuntidak
ada sesuatu dari pada segala sebab yang mendatangkan rezki, engkau serahkansegalah pekerjaanmu kepada
Allah, tidak
berpaling
kepada yanglain
selainAllah; Ridho
akankado
Allah yaitu
sukahati
kepadakepada
taqdir
Allah untuk dirinya
tidak
menyangkal akan barangyang diperlakukan
Allah
makarido
terhadap qado A1lahitu
wajib atas tiap orang mukallap.Berdasarkan uraian
di
atas tampak bahwa pengarang berpegangkepada tasawuf al-Ghazali. Hal
ini
terlihat dari kajian yang disajikan pengarangyang
kebanyakanberusmber
dari Kitab
Hicloyat
as-Salikin dankitab
bidayatal-Hidoyat
(Zein,1815 : 44).Kitab
hidayat cts-Salikin merupakan terjemahandari kitab Bidayat
al-Hidayah oleh SyehAbdul
Samad al-Falimbani sedangkan Bitlayat al-Hidayah adalah karangan al- Ghazalt109 K0NTIKSTUAIITA Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan I Vol.22 N0.2, Des 2007
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan
deskripsi
naskahdan
analisis
isi
naskah yang penulis lakukan dalam pembahasan penelitianini,
terdapat beberapakesimpulan yang dapat penulis petik. Bahwa naskah
kitab
Qurratul-'ain al-farclh
al-'ain
yangditulis
olehMuhammadZein
bin
Abdul
Rauf
al-Jambial-Asy'ari al-Syafii
al-Naqsabandy merupakan salahsatu naskah yang
ditulis
untuk pengajaran dan penyebaranIslam
diJambi pada masa awal.
Kitab
tersebutditulis
padatahun
1234 H.ll815M,
yang secaragaris
besar memuat
tiga pokok
bahasanyaitu tauhid,
fiqih
dantasawuf. Dalam bidang tauhid dibahas sifat yang wajib, mustahil dan
harus bagi
Allah
dan Rasul,rukun
Iman,rukun
Islam, dan maknadua
kalimat
syahadat.Dalam bidang
Fiqih
dibahastentang tata
cara shalat dan puasa,
baik wajib
maupun sunat. Sedangkan dalambidang tasawuf dibahas tentang maksiat anggota
tubuh
yang zahir dan anggota tubuh batiniah dan sifat terpuji yang harusdimiliki
olehseorang
mukmin
yang mukallaf.Melihat
muatanisi
yang terkandungdi
dalam krtabQurratu
al-Ain al-fardh al- Ainyang ditulis oleh Muham madZeinbin AbdulRauf
al-Jambi
al-Asy'ari al-Syfii
al-Naqsabandy,penulis
berkesimpulanbahwa
pengarang berpegangkepada
aliran
Ahslussunahwa
al-jama'ah, dalam bidang tauhid ia berpegang kepada aliran Asy'ariyah,dalam bidang fiqih berpegang kepada mazhab Safii, dan dalam bidang
tasawuf berpegang pada tasawuf al-Ghazali. Dengan demikian jelas
bahwa pengarang termasuk dalam golongan Sunni, yang merupakan mainstreem dalam Islam, termasuk Islam
di
Indonesia.Rekomendasi
Berdasarkan temuan yang diperoleh dalam penelitian
ini
makapeneliti merekomendasi agar nashah-naskah tentang Islam yang begitr-r
banyak,
tidak
cLrkup hanya disimpan dan dikumpr-rlkandi
museummallpun
di
tangan masyarakat, namunharus diperlakukan
secara ilmiah melalu i pengkajian dan analisi s terhadap isi dan kandungannya.Walaupr-rn penr,rlis nrenyadari
ball,va
l-raltersebut
membutnhkarlwaktu
cukr-rplama
dan uret'nbutuhkan banyatk keal-rlian mengingat karya-karya tcrsebut LllnLtrnya ntencapzri ratusan halaman.Selain
itu
peneliti juga
mengharapkanagar
kajian
terhadapnaskah perlu
dilestarikan
agar wacana danpemikiran
yang termuatdalam naskah
tidak
lenyap seiring dengan
pergeseran
masasehingga muatan naskah tetap lestari dan dapat dibaca oleh generasi
sesudahnya.
Peneliti
juga
mengharapkanagar naskah
yang
adapaling
tidak
harus
diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia agarmudah dibaca mengingat naskah yang ada umumnya
ditulis
dalamberbagai bahasa daerah
yang
adadi
Indonesia sehingga akan sulituntuk
diakses secara luasjika
tidak
terlebih dahulu diterjemahkan dalam bahasa yang sifatnya nasional.DAFTAR PUSTAKA
Ahmad,
A.
samad, Sejaruh KesastraanMelayu, JLd
I-III,
KualaLumpur:
Dewan Bahasa dan Pustaka, 1958Ibrahim, Abd RaufPembaharuan Pendidikan Islam di Jambi, Tblaah
Corak Pembaharuon Pencliclikan
Islam
Pada Madrasah As'ad, Jambi : PusilatIAIN
Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 1980Azra,
Azyumardi,
Jaringan
Ulama
timur
tengahdan
kepualauannusantara abad
XVIII,
Bandung:Mizan,1994
Hamka, Sejarah Umcrt Islam, Singapura: Pustaka Nasional, 2002
Kartidirjo,
Sadono, Methodellmialt
se.jarcth danpenelitian
sejarah dalam pengetahttan buclctyct,ilmw-ilmtt sosial
dan pengkciian masalah-masalah agamo, Jakarta: Bandan Litbang Agama,tt
Lubis, Nabila,
Penggalukan
Bidang Studi
Naskah
di
KalanganCivitas Akademik
(Iniversitcts
Islam Attahiriah
(Makalah),1993
Nazir,
M,
Arkeologi Klasik
DaerctltJantbi,
Jambi :Kanwil
P& K
Propinsi Jambi, 1980
Mastuki,
Hs. Dkk.,
Intelektualisme Pesanteren:Potret
Tblroh dan Cokrawrilapemikirurt
cli Era pertuntbultan Pesantren, Jakarta'.Diva
Pustaka,2003Riffatere, Michael,
Semitotic
of
poetry.
Bloomington Lonclon
:Indiana
University
Prees, ttMoain,
Amat
Johari, Penyebur TulisanJutvi
cli Asict tenggara clankajian
khusus
tuliscLrtjutvi
clcLlcultsttrut rntu Jatnbi
kepada Gabenorsentinar sejttrah
ntela),u KurtoJtunbi
7-8 Desentber 1992, Pemerintah DacrahTingliat
Jantbi berltcrjasama dengan Kanr,vilP&K
Propinsi .Ianrbi, 1992Zein,
Mr-rhantmad,Qttrrulttl-'ctitr
ul-fttrclttl.
'rtirt, Jumbi, manr-rskripParsudi Suparlan. Kebudayaan Masyarakat dan Agama, Iakarta:
Badan Litbang Agama Depag
RI,
1815Omar,Awang, The Umm
al-Barahin
of al-Sanusi, Pulau Pinang: Daral-Makrif,
tt
Zainuddin,
R.,
Sejarah Pendidikan
Daerah
Jambi, Jambi:
P&K,
1 980---, Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi, Jambi:
Kanwil
Dep P dan
K
Propinsi Jambi, i981Team
Peneliti
IAIN,
PerkembanganPendidikan
Islam
di
Jambi,Jambi: Puslit
IAIN
STS Jambi,1979Mashud, Yusar, Perkembangan Islam di Jambi, Jambi: