Jurnal Pariwisata, Vol. IV No. 2 September 2017
Peran Trainee Room Attendant Dalam
Membersihkan President Suite Room
Di Amaroossa Bandung
Yuliana Pinaringsih Kristiutami1, Marsha Adytia Rachman2 1
AKPAR BSI Bandung, [email protected]
2
AKPAR BSI Bandung, [email protected]
ABSTRAK
Hotel adalah salah satu faktor pendukung pariwisata, untuk itu salah satu pendapatan devisa terbesar menjadi sorotan utama dalam perhotelan. Salah satu pendapatan yang besar didapatkan dari penjualan kamar. Housekeeping adalah salah satu departemen yang merawat dan menjaga sebuah hotel. Room Attendant adalah seseorang yang bertugas membersihkan kamar. Room Attendant biasanya dibantu oleh Trainee pada saat membersihkan kamar. Trainee mempunyai peranan yang sangat penting. Membersihkan
type President Suite Room, seorang Room Attendant harus mempunyai pengalaman dan skill yang bagus. Prosedur membersihkan type kamar ini sangat membutuhkan ketelitian
yang baik. Apabila dalam membersihkan kamar dibantu oleh Trainee, hasilnya lebih cepat dan memuaskan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fakta, keadaan, fenomena, variable dan keadaan yang terjadi pada saat penelitian berjalan. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah bahwa prosedur membersihkan type President Suite Room ini sudah sesuai standar operasional prosedur. Jadi antara Room Attendant dan Trainee sudah mempunyai langkah-langkah dalam membersihkan kamar ini, apabila prosedur dijalankan dengan baik maka kebersihan terlihat maksimal dan memuaskan.
Kata Kunci: Hotel, Housekeeping, Trainee, Make Up Room
ABSTRACT
The hotel is one of the supporting factors of tourism, for it one of the largest foreign exchange earnings into the main spotlight in hospitality. One of the big revenues is from room sales. Housekeeping is one of the departments that takes care of and maintains a hotel. Room Attendant is someone in charge of cleaning the room. Room Attendant usually assisted by Trainee when cleaning room. Trainees have a very important role. Cleaning the President Suite Room type, a Room Attendant should have good experience and skill. This type of room cleaning procedure requires great accuracy. If in the room cleaning assisted by Trainee, maybe the result will be faster and satisfactory. In this final report the authors use qualitative descriptive method. This study aims to reveal the facts, circumstances, phenomena, variables and circumstances that occurred at the time the study goes. The result of this final report is that the President Suite Room type cleaning procedure is in accordance with the operational standard of the procedure. So between Room Attendant and Trainee already have steps in cleaning this room, if procedure well executed then the sloppiness will look maximal and satisfy.
Keywords: Hotel, Housekeeping, Trainee, Make Up Room
Jurnal Pariwisata, Vol. IV No. 2 September 2017
PENDAHULUANBandung adalah salah satu kota banyak dikunjungi oleh wisatawan. Seiring perkembangannya, Bandung kini telah mengembangkan diri menjadi kota jasa. Industri pariwisata seperti hotel dan restoran serta usaha boga lainnya, akhir-akhir ini semakin berkembang yang menuntut adanya suatu penciptaan suasana yang nyaman dari berbagai aspek untuk diberikan atau ditawarkan sebagai suatu produk kepada calon pengunjungnya. Salah satu industri pariwisata yang kian berkembang di kota Bandung adalah Industri Perhotelan. Secara umum, produk yang dijual oleh pihak manajemen hotel terdiri dari dua produk utama yaitu produk nyata (Tangible Product) seperti kamar hotel, restoran, spa, dan berbagai fasilitas hotel lainnya dan produk tidak nyata (Intangible Product) seperti kenyamanan, layanan, suasana dan lain sebagainya (Soekadijo, 1996). Salah satu tempat hotel di kota Bandung adalah Amaroossa Hotel yang di kategorikan bintang 4, hotel ini mampu bersaing dengan hotel lainnya. Letaknya pun sangat strategis dengan pusat perbelanjaan (Factory Outlet) dan tempat rekreasi olahraga Saparua yang cukup terkenal di Kota Bandung.
Salah satu departemen yang ada di hotel adalah housekeeping, yang bertugas
membersihkan, merawat, dan menjaga sebuah hotel. Kamar adalah tujuan penjualan utama sebuah hotel, maka dari itu harus ada yang bertugas membersihkan di kamar. Room Attendant adalah seseorang yang diberi
tugas membersihkan kamar, dalam hal ini menjaga dan membuat kamar tetap terasa nyaman apabila ditempati oleh tamu, maka didalam melaksanakan tugasnya harus didasari oleh tanggung jawab yang baik supaya dapat menciptakan image yang bagus dan kepuasan terhadap tamu. Sependapat dengan Sulastiyono (2011), room attendant adalah petugas kamar tamu
yang mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, kerapihan dan kelengkapan kamar. Berdasarkan latar
belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk mengambil “Tugas Trainee Room
Attendant Dalam Membersihkan
President Suite Room di Amaroossa Hotel Bandung”. Berdasarkan tema tersebut peneliti akan menyimpulkan rumusan masalah, bagaimana prosedur yang dilakukan oleh Trainee Room
Attendant dalam membersihkan
President Suite Room di Amaroossa
Hotel Bandung. Bahan dan peralatan apa saja yang digunakan untuk membersihkan President Suite Room di Hotel Amaroossa Bandung. Bagaimana kelengkapan amenities di President Suite Room di Amaroossa Hotel Bandung. Hambatan apa saja yang dihadapi Trainee Room Attendant dalam membersihkan President Suite Room di Amaroossa Hotel Bandung.
KAJIAN LITERATUR Hotel
Menurut Bataafi (2006) Perhotelan merupakan salah satu bisnis industri pariwisata yang sangat kompleks dengan bermacam ragam variasi disiplin ilmu dan dinamika lingkup pekerjaanya. Hotel sendiri memiliki arti suatu bisnis jasa atau pelayanan yang dijalankan dengan bangunan yang menyediakan akomodasi yang dikelola secara komersial yang disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, baik untuk penginapan dan juga untuk makan dan minum, serta fasilitas pelayanan jasa lainnya. Menurut Bataafi (2006) hotel dapat dibagi dalam beberapa kriteria dan jenisnya
Penggolongan dari kapasitas jumlah kamar
Terdiri dari ; Small Hotel hotel kecil dengan jumlah kamar dibawah 150 kamar; Medium Average Hotel, Hotel sedang dengan jumlah kamar antara 150
– 300; Medium - Above Average Hotel, Hotel sedang dengan jumlah
kamar antara 300 – 600; Large Hotel Hotel besar dengan jumlah kamar minimal 600.
Penggolongan dari segi tujuan tamu menginap
Jurnal Pariwisata, Vol. IV No. 2 September 2017
Business Hotel
Hotel yang digunakan oleh businessmen yang datang untuk melakukan kegiatan bisnis, hotel pun melengkapinya dengan fasilitas yang menunjang untuk keperluan bisnis.
Resort/Recreation Hotel
Hotel yang digunakan untuk kegiatan rekreasi atau bersantai, hotel menyediakan pendukungnya.
Housekeeping
Menurut Sulastiyono (2011) bagian Tata Graha (Housekeeping) adalah salah satu bagian yang mempunyai peranan dan fungsi yang cukup dalam memberikan pelayanan kepada para tamu. Terutama yang menyangkutkan tugas-tugas di bidang pelayanan kenyamanan dan kebersihan ruangan hotel. Tata Graha juga harus melakukan kerja sama dengan bagian-bagian lainnya yang terdapat di hotel, seperti bagian Kantor Depan Hotel (Front Office), bagian Makanan dan Minuman (Food &
Beverage), bagian Akunting, dan bagian
Personalia.
Tanggung jawab Tata Graha (Housekeeping) dapat dikatakan mulai dari pengurusan tentang bahan-bahan yang terbuat dari kain seperti taplak meja (table cloth), sprei (sheet), sarung bantal (pillow case), korden (certain), menjaga kerapihan dan kebersihan ruangan beserta perlengkapannya, sampai pada program pengadaan atau penggantian peralatan dan perlengkapan, serta pemeliharaan seluruh ruangan hotel. Melihat ruang lingkup tanggung jawab bagian hotel terdiri dari kamar-kamar tamu, ruang rapat, ruangan umum seperti lobby, corridor, restoran yang kesemuanya itu disebut
front-of-the-house. Di samping itu, bagian Tata
Graha juga bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kerapihan bagian
back-of-the-house seperti bagian dapur, ruang
makan karyawan, ruang ganti pakaian karyawan, ruang kantor dan sebagainya. Berkaitan dengan peranan dan fungsi bagian Tata Graha, maka para karyawan bagian Tata Graha dituntut untuk memiliki prilaku, pengetahuan, dan
keterampilan tentang bagaimana menjaga kerapihan dan kebersihan ruangan hotel dengan menggunakan teknik dan prosedur serta peralatan yang benar. Dengan demikian dapat menjamin kualitas pelayanan yang sesuai dengan keinginan tamu.
Menurut Bagyono (2006) tujuan utama pengelolaan departemen housekeeping di suatu hotel adalah untuk mencapai pengelolaan departemen yang efektif dan efesien, yaitu pemberdayaan semua sumber dan unsur yang tersedia untuk mendukung visi dan misi hotel dalam menyajikan produk dan pelayanan kepada para tamu. Hasil pengelolaan departemen housekeeping yang baik, yaitu berupa kebersihan, penampilan fasilitas dan produk hotel tentu akan dapat menarik tamu untuk kembali menginap di hotel, bukan sebaliknya, membuat tamu tidak puas sehingga tamu enggan untuk datang. Tugas-tugas departemen housekeeping di suatu hotel sangat beragam sehingga membutuhkan suatu jalinan kerjasama dan interaksi saling menguntungkan (mutual interaction) dengan departemen lain
yang ada di hotel seperti front office,
food and beverage, engineering, human resources dan lain sebagainya, oleh
karena itu team work yang solid dapat membantu mewujudkan kelancaran dan efesiensi bagi suatu Hotel, kegiatan menjaga atau memelihara kebersihan seluruh area hotel berlangsung secara terus menerus dan tanpa henti.
Trainee
Menurut Bartono PH (2005) training didefinisikan sebagai suatu proses mencari dan upaya mengembangkan ilmu, keterampilan, pengetahuan dan sikap, melalui kegiatan intruksional. Training sedikit dibedakan dengan pendidikan (education) yang mempunyai lingkup yang lebih luas daripada sekedar training. Dibanding dengan pendidikan yang bermakna luas, makna training terbatas pada pengembangan kompetensi yang disyaratkan untuk kebutuhan tertentu yang lebih sempit dari training adalah
Jurnal Pariwisata, Vol. IV No. 2 September 2017
suatu keperluan spesifik dalam section tertentu, untuk suatu bidang keterampilan tertentu pula.
Tugas Trainee
Menurut Bartono PH (2005) uraian tugas Trainee adalah sebagai berikut: 1. Datang pada waktu yang tepat ½
jam sebelum jam kerja dimulai. 2. Melapor pada chief section dan
minta penugasan hari ini.
3. Menunjukan kesiapan fisik dan mental yang baik.
4. Uniform dalam keadaan bersih dan rapi.
METODE PENELITIAN
Peneliti menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu memaparkan data-data yang diperoleh dari dalam perusahaan yang berhubungan erat dengan penelitian, kemudian dilakukan analisa dengan tujuan mengetahui peran trainee
room attendant dalam membersihkan President suite room di hotel amaroossa
Bandung.
Desain penelitian yang digunakan penulis yaitu penelitian deskriptif yang dimana metode deskriptif pada pendekatan kasus pada Hotel Amaroossa, yaitu suatu metode yang mempunyai tujuan untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu objek penelitian tertentu, pada tahap pertama hal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data dan bahan yang diperlukan terlebih dahulu, dan pada tahap berikutnya peneliti mengolah dan membahas sampai pada suatu kesimpulan yang pada akhirnya dapat dibuat suatu laporan untuk melampirkan semua kegiatan yang dikerjakan selama dilakukannya penelitian di Hotel Amaroossa.
Pengumpulan data dilakukan guna memperoleh keterangan dan juga menganalisis data sehingga data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai objek yang sedang diteliti.
Sumber data primer yaitu data atau segala informasi yang diperoleh dan didapat oleh penulis langsung dari sumber-sumber pertama dari individu atau sekelompok bagian dari objek penelitian. Seperti wawancara dan observasi langsung pada objek yang di teliti. Adapun wawancara yang dilaksanakan pada bagian Housekeeping
Department, meliputi seputar permasalah-permasalahan yang sering dihadapi oleh pihak Hotel Amaroossa terumatama dalam kebersihan kamar. Adapun observasi yang dilaksanakan di Hotel Amaroossa mengenai permasalahan yang sering dihadapi oleh pihak hotel Hotel Amaroossa terutama mengenai kebersihan kamar. Dokumentasi yaitu penelitian dimana dalam pengambilan data peneliti melakukan pengambilan data fasilitas kamar president suite di hotel Amaroossa Bandung yang akan digunakan sebagai pelengkap data.
PEMBAHASAN
Bahan dan Peralatan Yang Digunakan Dalam Membersihkan President Suite Room di Amaroossa Hotel Bandung.
Bahan
Bahan dan peralatan digunakan untuk membersihkan President Suite Room di Hotel Amaroossa Bandung
1. Waxstrip
Untuk membersihkan spot pada dinding bathroom shower box. 2. Go Getter
Untuk membersihkan spot yang ada di area wastafle, toilet bowl.
3. Floor Kleen
Untuk membersihkan lantai sekaligus memberikan aroma yang wangi
4. Magic Glass
Untuk membersihkan kaca jendela dan kaca cermin
5. Special Scoure
Untuk membersihkan spot yang menempel pada bahan stainless.
Jurnal Pariwisata, Vol. IV No. 2 September 2017
Peralatan Yang Digunakan Dalam Membersihkan President Suite Room di Hotel Amaroossa Bandung
1. Vacum
Untuk menyedot debu yang ada pada karpet.
2. Lobby Dusting
Untuk membersihkan debu yang ada pada lantai.
3. Moop Floor
Untuk membersihkan lantai. 4. Window Squeezer
Untuk membersihkan kaca jendela. 5. Dust Cloth
Untuk membersihkan debu yang ada di area table, lampu dan lukisan.
6. Gun Sprayer
Untuk menyemprotkan chemical
pada kaca jendela. 7. Handy Cleaning Bucket
Untuk menyimpan chemical dan perlengkapan yang digunakan di area bathroom.
8. Handd Gloves
Untuk melindungi tangan dari
chemical.
9. Pad
Untuk menggosok area wastafle,
kran wastafle dan standing shower.
10. Toilet Brush
Untuk menggosok atau membersihkan area toilet bowl. 11. Floor Brush
Untuk menggosok di area floor
bathroom.
Prosedur Yang Dilakukan Oleh
Trainee Room Attendant Dalam
Membersihkan President Suite Room di Hotel Amaroossa Bandung.
Kondisi kamar dapat menyampaikan suatu pesan dan buruknya karyawan dalam mempersiapkan kamar yang nyaman dan bersih. Selain kebersihan, kecepatan untuk menyediakan kamar bersih juga memberikan nilai tambah bagi Housekeeping. Ketersediaan kamar akan menghindari tamu untuk menunggu pada saat check in. oleh
sebab itu, ketika room attendant telah selesai membersihkan suatu kamar maka
Floor Supervisor harus me-release status kamar tersebut secepatnya.
Disini Trainee hanya bertugas membantu room attendant, jadi dalam membersihkan kamar pun akan terasa ringan dan cepat. Maka prosedur itu akan di berikan oleh seorang Supervisor
Housekeeping pada saat briefing.
Prosedur pembersihan kamar perlu diperhatikan sedemikian rupa untuk memastikan semua bagian di dalam kamar tidak ada yang terlewatkan. Prosedur yang dilakukan oleh Trainee
Room Attendant dalam membersihkan President Suite Room di Hotel Amaroossa Bandung.
1. Striping sampah yang ada di area bath room dan area living room dan
membuangnya ke plastic bag khusus sampah yang di ikatkan di trooley. 2. Mengambil linen di trooley. 3. Kemudian Mulai making bed
4. Seteah making bed, trainee langsung melengkapi amenities yang kurang. 5. Terakhir trainee meng-vacum
seluruh bagian kamar ini.
Kelengkapan Ameneties di President
Suite Room Hotel Amaroossa
Bandung.
Kelengkapan Ameneities di President Suite Room.
1. Di area bath room utama terdapat 2
face towel, 1 bath towel, 2 air
mineral dan 1 tisue box.
2. Di area bath room utama terdapat 3 bath towel yang menggantung di
rack towel.
3. Di area bath room utama terdapat 1
bath mat yang menggantung di handling shower box.
4. Di area bath room utama terdapat 1
bath mat di atas bath tube.
5. Di area bath room utama terdapat 2 buah body lotion, 2 buah shower
gel, 2 buah shampoo, 1 buah soap,
2 buah vanity kit, 2 shower cap, 2 buah sanitary bag, 2 buah dental
Jurnal Pariwisata, Vol. IV No. 2 September 2017
6. Di area bath room kedua terdapat 1 buah bath mat di atas toilet bowl. 7. Di area bath room kedua terdapat 2
buah air mineral.
8. Di area bath room utama dan kedua terdapat 1 buah tissue roll/tissue
toilet.
9. Di area living room terdapat 2 buah air mineral yang di set up di pinggir
dressing table.
10. Di area living room terdapat 2 buah slipper yang di simpan di bawah
luggage rack.
11. Di area living room terdapat 2 buah
bath robe yang di simpan di dalam
lemari.
12. Di area living room terdapat 1 buah
loundry bag dan 1 buah laundry list
yang di simpan di dalam lemari. 13. Di area living room tepatnya di
rack mini bar terdapat 2 buah air
mineral, 8 sachets sugar, 8 sachets
creamer, 4 sachets tea dan 4 sachets coffee.
Amenities Yang Terdapat di President Suite Room.
Berikut ini adalah amenities yang ada di president suite room, yaitu: Vanity Kit,
Sanitary Bag, Shower Cap, Shampoo, Body Lotion, Shower Gel, Tisue Roll, Shaving Kit, Comb, Dental Kit, Slipper, Soap, Creamer, Sugar, Coffee, Tea, Air
Mineral, Bath Towel, Bath Mat, Hand
Towel Bath Robe.
Hambatan Yang Dihadapi Trainee
Room Attendant Dalam
Membersihkan President Suite Room di Hotel Amaroossa Bandung.
Hambatan yang dihadapi oleh Trainee
Room Attendant dalam membersihkan President Suite Room hotel Amaroossa
Bandung adalah:
1. Tidak adanya mesin laundry untuk mencuci linen.
2. Kurangnya komunikasi supervisor
housekeeping dengan pihak rental laundry tentang penarikan linen
kotor dan pengiriman linen bersih.
3. Kurangnya komunikasi antara
supervisor housekeeping dan trainee
jika ada over handling.
4. Terjadi telatnya pengiriman
amenities oleh pihak purchasing.
5. Stock linen yang terbatas.
PENUTUP
Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpilkan tentang tugas trainee dalam membersihkan President Suite Room di hotel Amaroossa Bandung. Diketahui bahwa jumlah chemical yang dipakai untuk membersihkan President Suite
Room di Hotel Amaroossa Bandung ada
5 jenis yaitu Special Scoure, Floor
Kleen, Go Getter, Magic Glass, dan Waxtrip. Adapun jumlah peralatan yang
dipakai untuk membersihkan President
Suite Room ada 11 jenis yaitu Toilet Brush, Looby Dusting, Mop Floors, Vacum Cleaner, Gun Sprayer, Handy Cleaning Bucket, Pad, Hand Gloves, Window Squeezer, Floor Brush dan Dust Cloth. Dapat diketahui juga bahwa yang
dilakukan oleh Trainee Room Attendant dalam membersihkan President Suite
Room di Hotel Amaroossa Bandung
sudah sesuai prosedur dari mulai
Striping sampah, Striping towel dan linen, mengambil linen yang akan dipakai, making bed, melengkapi
Amenities dan seluruh bagian kamar di Vacum. Standar kelengkapan amenities President Suite Room di Hotel Amaroossa Bandung lebih banyak dan lengkap dibandingkan dengan type
kamar Deluxe, Executive dan Junior
Suite. Adapun hambatan yang dihadapi
oleh Trainee Room Attendant untuk membersihkan President Suite Room adalah Stock linen yang terbatas, kurangnya komunikasi dan tak adanya mesin laundry.
Untuk mengatasi hal- hal yang menghambat kinerja maka fasilitas pendukung seperti peralatan harus terus mengikuti perkembangan yang ada,
Supervisor harus sering memberikan
training kepada karyawan yang belum paham tentang pemakaian chemical, Melakukan komunikasi antara atasan dengan bawahan dan juga dengan pihak
Jurnal Pariwisata, Vol. IV No. 2 September 2017
rental laundry. Mengecek persediaan
amenities yang ada di store housekeeping dan melakukan inovasi
terhadap pelayanan sehingga memberikan kesan yang lebih kepada para tamu yang berkunjung Ghani (2016). Diharapkan dengan dilakukannya hal-hal tersebut maka akan tercipta kenyamanan bagi pekerja dalam melakukan pekerjaanya, dan hasilnya dapat membuat tamu puas dengan keadaan kamar yang sangat nyaman.
Referensi
Bagyono. (2006). Teori dan Praktek
Hotel Front Office. Bandung:
Alfabeta,cv
Bartono. (2005). Hotel, Training Yang
Efektif. Yogyakarta: Andi Offset.
Bataafi, W. (2006). Seri Manajemen
Usaha Jsa Sarana Pariwisata dan Akomodasi. Bandung: Alfabeta,CV.
Ghani, Y. A., & Brahmanto, E. (2016). Pengaruh Inovasi Sarana Prasarana Terhadap Kepuasan Pengunjung Di Objek Wisata Karangsetra Waterland. Jurnal Pariwisata, 2(2), 98-110.
Soekadijo. (1996). Anatomi Pariwisata. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Sulastiyono, A. (2011). Manajemen Penyelengaraan Hotel Seri Manajemen Usaha Jasa Sarana Pariwisata dan Akomodasi. Bandung: Alfabeta, cv
BIODATA PENULIS
Marsha Adytia Rachman, lahir di
Bandung, 20 Maret 1990. Tamat dari SDN Soka 34 tahun 2002, tamat dari SMP Negeri 49 Bandung tahun 2005 dan tamat dari SMA Kartika Siliwangi 3 Bandung tahun 2008. Mahasiswa jurusan perhotelan AKPAR BSI
Bandung dan lulus pada tahun 2015. Bekerja di Javavocaccia Bandung mulai Oktober 2016
Yuliana Pinaringsih Kristiutami, lahir
di Kabupaten Magelang, 9 Juli 1986. Sejak Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas sekolah di Kota Muntilan, kemudian pada tahun 2004 melanjutkan kuliah di Akademi Pariwisata Ambarrukmo (AkPram) Yogyakarta, lulus tahun 2007. Tahun 2009 melanjutkan kuliah program S1 jurusan Hospitality di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STiPram) Yogyakarta dan tamat pada tahun 2011. Melanjutkan kuliah S2 pada tahun 2013 dan tamat tahun 2015 di STIEPARI Semarang. Bekerja sebagai staf Akademik dan mengajar di Akademi Pariwisata BSI Bandung.