• Tidak ada hasil yang ditemukan

Borang Kinerja Jurusan UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Borang Kinerja Jurusan UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

Borang Kinerja

Jurusan

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

(2)

Borang Kinerja

Jurusan

Nama Jurusan : Administrasi Publik

Jumlah Program Studi : 3 (Tiga)

Daftar Nama Program Studi : 1. Administrasi Negara/Publik 2. Perencanaan Pembangunan 3. Administrasi Pemerintahan

Kode Dokumen : 0000011302

Revisi : 1

Tanggal : 29 April 2010

Diisi oleh : Ketua UJM

Prof.Dr. ABDUL HAKIM, M.Si.

Disetujui oleh : Ketua Jurusan/PS

(3)

Daftar Isi

Daftar Isi ... ii

Standar 1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian ...1

Standar 2. Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu ...2

(4)

1.

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian

1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian

1.1.1 Jelaskan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran Jurusan, serta pihak-pihak yang dilibatkan Mekanisme Penyusunan:

(1) Pembentukan Panitia yang bertugas menyusun draft awal visi, misi, tujuan, dan sasaran jurusan;

(2) Melakukan pertemuan permintaan masukan kepada segenap stakeholders, yang terdiri dari dekanat, para dosen, wakil karyawan, alumni dan tokoh masyarakat;

(3) Masukan dari berbagai stakeholders dihimpun dan diolah dengan menggunakan analisis SWOT; (4) Panitia menyempurnakan draft awal menjadi draft akhir.

Berdasarkan mekanisme tersebut telah berhasil disusun Visi, Misi Jurusan Administrasi Publik sebagaimana di bawah ini. Visi Jurusan:

Menghasilkan sarjana Ilmu Administrasi Publik yang bermutu dan mampu bersaing dalam persaingan global. Misi Jurusan:

1. Menjadikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik pendidik dan pengajaran, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat makin berkualitas guna merespon kebutuhan pasar nasional dan internasional;

2. Menjadikan Ilmu Administrasi Publik memiliki kualitas terbaik, di dalam maupun luar negeri. 1.1.2 Apa Sasaran dan bagaimana Strategi Pencapaiannya

Tujuan dan Sasaran:

1. Menghasilkan sarjana Ilmu Administrasi Publik yang profesional dan berdedikasi tinggi serta peka terhadap masalah-masalah administrasi publik;

2. Menghasilkan sarjana Ilmu Administrasi Publik yang menguasai ilmu dan teknologi administrasi, baik dalam bidang administrasi pembangunan, pemerintahan daerah, maupun kebijakan publik;

(5)

3. Menghasilkan sarjana Ilmu Administrasi Publik yang cakap serta mampu membina dan mengembangkan Ilmu Administrasi Publik. Strategi Pencapaian:

1. Melakukan inovasi untuk mengembangkan Ilmu Adminitrasi publik, melalui berbagai bentuk kegiatan ilmiah: penelitian, diskusi, seminar, lokakarya, simposium, pengembangan kurikulum, dan sebagainya;

2. Mendorong dan memfasilitasi mahasiswa agar lerlibat aktif dalam berbagai kegiatan ilmiah, kegiatan lomba karya tulis ilmiah, kegiatan organisasi profesi kemahasiswaan Ilmu Administrasi, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat;

3. Menenpatkan Ilmu Administrasi Publik sebagai salah satu disiplin ilmu yang dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan nasional.

1.2 Sosialisasi

1.2.1 Uraikan upaya penyebaran/sosialisasi visi, misi dan tujuan Jurusan serta pemahaman sivitas akademika (dosen dan mahasiswa) dan tenaga kependidikan.

Upaya Sosialisasi:

1. Pembuatan banner, dan penempelan visi, misi dalam ruangan kantor jurusan dan tempat strategis lainnya di lingkungan kantor; 2. Pemuatan visi, misi dan tujuan jurusan dalam berbagai buku panduan resmi yang dikeluarkan oleh jurusan;

3. Penyampaian visi dan misi melalui berbagai kegiatan resmi di lingkungan jurusan.

2.

Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu

2.1 Sistem Tata Pamong.

Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam Jurusan. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan ada dan tegaknya aturan, tatacara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata pamong (input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.

(6)

2.1.1 Uraikan secara ringkas sistem dan pelaksanaan tata pamong di Jurusan untuk membangun sistem tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil.

Jurusan sebagai unsur pelaksana akademik dipimpin oleh Seorang Ketua Jurusan yang bertanggung jawab kepada Dekan di bawah koordinasi Pembantu dekan Bidang Akademik. Dalam melaksanakan tugasnya, Ketua Jurusan dibantu oleh seorang Sekretaris Jurusan. Selain melakukan fungsi koordinasi atas unit kerja di bawahnya (para Ketua Pusat Studi atau Laboratorium), Ketua Jurusan juga melakukan fungsi monitoring dan evaluasi kinerja para dosen.

Ketua Jurusan dipilih secara langsung oleh dsen tetap di Fakultas Ilmu Adminitrasi. Dalam penyelenggaraan kegiatan akademik dan nonakademik, di dalam jurusan terdapat staf nonakademik yang berada di bawah koordinasi Sekretaris Jurusan dan Kepala Tata Usaha. Di samping itu ada juga staf jurusan dari unsur dosen yang membantu operasional kegiatan jurusan sebanyak dua orang, yang tugas dan fungsinya diatur sesuai kebutuhan.

Agar supaya dalam pelaksanaan tata pamong memenuhi kriteria kredibel, transparan, akuntabel, dan adil, maka dikembangkan sistem nilai yang dianut dalam interaksi antar personal dan dalam hubungan kerja, sebagai berikut: (1) demokratis, yaitu dikembangkannya demokratisasi dalam penyelenggaraan kegiatan akademik; (2) kepemimpinan kolegial, suatu sistem dimana antara pihak Dekanat dengan para tenaga pengajar dan tenaga kependidikan, bukanlah hubungan atasan bawahan yang kaku, tetapi hubungan antar mitra kerja yang selaras dan hormonis, namun tetap dan koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku; (3) sistem nilai ilmiah, yaitu sistem yang selalu berpedoman pada kaidah-kaidah ilmiah, dan etika profesi; (4) sistem nilai tanggung jawab; dan (5) sistem nilai kebersamaan dan rasa ikut memiliki.

2.2 Kepemimpinan

Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam Jurusan, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat.

Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, kredibel, serta mengkomunikasikan visi ke depan, yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi.

(7)

2.2.1 Jelaskan pola kepemimpinan dalam Jurusan

Jurusan Ilmu Administrasi Publik FIA UB merupakan unit kerja penyelenggara kegiatan akademik dan nonakademik sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Fakultas Ilmu Administrsi UB. Dalam melaksanakan pekerjaan berupaya untuk membangun suasana yang kondusif di lingkungan kerja sehingga tercipta suasana kerja yang menyenangkan, saling bekerjasama, saling asih, asah dan asuh, dengan mendahulukan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi dan keluarga. Untuk mencapai hal ini maka dilakukan pertemuan rutin bulanan dalam unit kerja dan tiap semester melakukan rapat seluruh unit kerja.

Ketua Jurusan memiliki keleluasaan untuk merencanakan kegiatan tahunan dan pengembangan yang dibahas secara bersama-sama dengan unur pimpinan lainnya di lingkungan FIA UB, dalam suatu rapat kerja tahunan (Raker).

2.3 Sistem Pengelolaan.

Sistem pengelolaan fungsional dan operasional Jurusan mencakup planning, organizing, staffing, leading, controlling dalam kegiatan internal maupun eksternal.

2.3.1 Jelaskan sistem pengelolaan Jurusan serta dokumen pendukungnya.

Pengelolaan program dilakukan secara terpadu dan diversifikasi. Terpadu, artinya setiap proses kegiatan harus dikoordinir serta dikontrol oleh satu kewenangan. Diversifikasi, artinya jurusan mampu mengembangkan program yang diarahkan pada perbaikan isi (content) dan konteks mata kuliah dan pengembangan kekhususan (minat), serta pengembangan sumberdaya tenaga pengajar (dosen).

Pengelolaan Staf dalam Proses Belajar Mengajar:

Segenap komponen sivitas akademika dilibatkan dalam proses perencanaan, pengorganisasian, staffing dalam proses belajar mengajar dan koordinasi pelaksanaan program. Pelibatan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan isu dan isi kebijakan yang dibahas dan derajat pengambilan keputusan. Jika isu dan isi kebijakan menyangkut seluruh sivitas akademika maka diperlukan pelibatan semua komponen, namun jika hanya berkenaan dengan kegiatan staffing tenga pengajar saja maka yang dilibatkan hanya unsur dosen.

(8)

Pada pengelolaan staf dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan pada setiap awal semester, baik gasal maupun genap, dilakukan penataan dosen oleh Ketua Jurusan. Pada setiap mata kuliah ditempatkan satu orang dosen yang berfungsi untuk melakukan koordinasi (Dosen Kordinator), yaitu dosen yang memiliki jabatan fungsional Guru Besar atau bergelar Doktor. Minimal dua minggu sebelum kuliah berlangsung, susunan dosen pengajar dan mata kuliah yang diajarkan sudah disampaikan kepada dosen yang bersangkutan, dan sekaligus mengundang dosen tersebut untuk menghadiri pertemuan staffing dosen pengajar. Dalam pertemuan ini dibahas tentang perlu tidaknya pembaharuan Satuan Acara Perkuliahan dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan proses belajar mengajar.

2.4 Penjaminan Mutu

2.4.1 Bagaimanakah pelaksanaan penjaminan mutu di Jurusan? Jelaskan.

Penjaminan mutu di jurusan yang dilaksanakan oleh UJM, adalah sebagai berikut:

1. Mengagendakan dan melaksanakan perubahan kurikulum setiap empat tahun sekali dengan melibatkan unsure-unsur tenaga pengajar, mahasiswa, alumni, tokoh masyarakat pemerhati pendidikan dan pengguna alumni;

2. Setiap dosen diwajibkan membuat Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) sesuai dengan mata kuliah yang diampunya;

3. Melakukan monitoring dan evaluasi proses belajar mengajar melalui RPKPS, pembaharuan buku ajar, pemberian penugasan kepada mahasiswa, dan hasil ujian semester.

Peningkatan mutu jurusan juga dilakukan melalui kerjasama, yaitu:

1. Kerjasama dengan lembaga pendidikan sejenis, baik dari dalam maupun luar negeri;

2. Kerjasama dengan berbagai lembaga untuk meningkatakn produktivitas dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Pengukuran dampak penjaminan mutu terhadap pengalaman dan mutu hasil belajar mahasiswa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Banyaknya pihak luar yang menjalin kerjasama dengan lembaga melalui mahasiswa yang studi dalam program ini dengan tempat mereka bekerja guna meningkatkan sumberdaya lembaganya;

(9)

2.4.2 Keberadaan kebijakan penjaminan mutu, sistem dokumentasi, tindak lanjut terhadap laporan pelaksanaan, dan akreditasi program studi.

Penjaminan mutu dilaksankan dengan baik pada Jurusan Adminstrasi publik, termasuk dokumentasi dan tindak lanjut terhadap laporan pelaksamaam dam akteditasi jurusan. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya pemantauan secara rutin terhadap kinerja tim UJM dalam mengadaptasi perubahan dan perbaikan sistem penjaminan mutu utamanya perubahan dalam hal:

1. Perubahan kurikulum setiap empat tahun sekali dengan melibatkan unsur-unsur tenaga pengajar, mahasiswa, alumni, tokoh masyarakat pemerhati pendidikan dan pengguna alumni;

2. Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) yang berubah sesuai dengan mata kuliah yang diampunyai tiap dosen;

3. Monitoring dan evaluasi proses belajar mengajar melalui RPKPS, pembaharuan buku ajar, pemberian penugasan kepada mahasiswa, dan hasil ujian semester.

2.5 Umpan Balik

2.5.1 Apakah Jurusan telah melakukan kajian tentang proses pembelajaran melalui umpan balik dari dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan mengenai harapan dan persepsi mereka? Jika Ya, jelaskan isi umpan balik dan tindak lanjutnya.

(10)

Tabel 2.1 Umpan Balik

Umpan Balik dari Isi Umpan Balik Tindak Lanjut

(1) (2) (3)

Dosen 1. Perlu pengaturan yang lebih tertib tentang penggunaan ruang kuliah sehingga tidak terjadi tumpang tindih jadwal antar-dosen

2. Pelayanan penggunaan LCD agar diperbanyak sehingga tidak menghambat perkuliahan

1. Bagian Pendidikan dan Pengajaran telah meminta agar setiap perubahan jadwal dilakukan secara tertulis sehingga dapat dilakukan pengaturan yang lebih baik

2. Selain LCD yang ada di ruang kelas telah disediakan LCD cadangan dalam jumlah yang cukup

Mahasiswa 1. Kehadiran dosen yang tidak tepat waktu;

2. Adanya tumpang tindih materi kuliah antara dosen yang satu dengan yang lain pada mata kuliah yang sama.

1. Telah disampaikan kepada dosen yang bersangkutan;

2. Jurusan telah meminta agar dosen melakukan koordinasi materi kuliah.

Alumni 1. Perubahan kurikulum yang sesuai dengan dunia kerja yang selalu berubah

2. Perlunya kerja parkatek lapangan guna menyiapkan lulusan dalam dunia kerja

1. Dilakukannya perubahan kurikulum setiap empat tahun sekali dengan melibatkan unsur-unsur tenaga pengajar, mahasiswa, alumni, tokoh masyarakat pemerhati pendidikan dan pengguna alumni;

2. Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) yang berubah sesuai dengan mata kuliah yang diampunyai tiap dosen dimuati dengan praktek lapangan yang sesuai dengan misi mata kuliah.

Pengguna lulusan 1. Kurikulum yang sesuai dengan dunia kerja yang selalu berubah.

2. Lulusan yang siap pakai.

1. Dilakukannya perubahan kurikulum setiap empat tahun sekali dengan melibatkan unsur-unsur tenaga pengajar, mahasiswa, alumni, tokoh masyarakat pemerhati pendidikan dan pengguna alumni;

(11)

5.

Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik

5.1 Kurikulum harus memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang mendukung tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi Jurusan/Program Studi.

5.1.1 Kompetensi lulusan.

5.1.1.1 Uraikan secara ringkas kelengkapan dan perumusan kompetensi

Kompetensi lulusan Administrasi Publik (dijabarkan dalam kurikulum 2007/2008-2011/2012) : Kompetensi Utama :

menjadi Sarjana Administrasi Publik yang memiliki kemampuan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME serta menjadi warga negara yang Berjiwa Pancasila;

menjadi Sarjana Administrasi Publik yang Berakhlak mulia dan memiliki integritas serta bertanggung jawab menjalankan etika profesi dan sosial;

menjadi Sarjana yang menguasai konsep dan teori dalam bidang ilmu administrasi publik yang menyangkut proses kebijakan publik dan pelayanan publik yang melibatkan kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat;

menjadi Sarjana yang memiliki keterampilan untuk melakukan analisis kebijakan dan manajerial untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah yang kompleks dalam lapangan kerja administrasi publik

menjadi sarjana yang selalu memiliki motivasi dan semangat juang serta etos kerja yang tinggi dalam berkarya Kompetensi Pendukung :

mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri di bidang administrasi publik dan dalam bidang kehidupan bersama

menjadi sarjana (lulusan) yang memiliki kemampuan menerapkan dan mengembangkan prinsip, metode dan teknologi dalam bidang administrasi yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan sumber daya aparatur, kepemimpinan, koordinasi, penganggaran, dan pengawasan, serta analisis administrasi untuk memecahkan masalah nyata dalam organisasi sektor publik

memiliki kemampuan mengelola organisasi nirlaba dan yang berorientasi pelayanan mampu bekerja secara berkelompok dalam rangka mencapai tujuan organisasi; Keterangan :

Terkait dengan akan berakhirnya kurikulum 2007/2008 yang harus dilakukan pemutakhiran dalam waktu 4 tahun sekali dan dalam rangka peningkatan kesiapan menghadapi rencana pemberlakukan Kerangka Kompetensi Nasional Indonesia (KKNI), Jurusan

(12)

Administrasi Publik telah melakukan perbaharuan kompetensi lulusan dan mengusulkannya kepada Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Pendidikan Nasional. Jurusan Administrasi Publik juga berperan aktif dalam perumusan kompetensi lulusan melalui asosiasi keilmuan, yakni Indonesian Asociation for Public Administration (IAPA)

Catatan: Pengertian tentang kompetensi utama, pendukung, dan lainnya dapat dilihat pada Kepmendiknas No. 045/U/2002.

5.1.1.2 Jelaskan orientasi dan kesesuaian dengan visi dan misi

Rumusan kompetensi lulusan Administrasi Publik telah memiliki orientasi dan kesesuaian dengan visi dan misi, dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Lulusan dengan kualitas daya saing global diwujudkan dengan rumusan substansi kompetensi yang mengacu pada dinamika keilmuan secara internasional

2. Kompetensi lulusan Jurusan Administrasi Publik memperhatikan acuan kompetensi yang dihasilkan oleh asosiasi internasional ilmu administrasi

3. Kompetensi lulusan dirumuskan dengan memperhatikan elemen landasan kepribadian, elemen penguasaan ilmu, elemen kemampuan berkarya, dan elemen sikap dan perilaku.

(13)

5.2 Kurikulum memuat matakuliah yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi matakuliah, silabus dan rencana pembelajaran.

5.2.1 Struktur Kurikulum.

Tabel 5.1 Jumlah sks minimum untuk kelulusan.

No. Jenis Mata Kuliah sks Keterangan

(1) (2) (3) (4)

1 Mata Kuliah Wajib 138 terdapat 46 mata kuliah, terdiri dari :

42 mata kuliah dengan total kredit 129 sks 1 Mata kuliah skripsi dengan kredit 6 sks 1 Magang/KKN dengan kredit 3 sks 2 Mata Kuliah non sks

2 Mata Kuliah Pilihan 9 Ditawarkan 6 mata kuliah pilihan berupa seminar dengan kredit setiap mata kuliah 3 sks. Mahasiswa memilih 3 mata kuliah seminar

3 Jumlah Total 147

5.2.1.1 Jelaskan kesesuaian matakuliah dan urutannya dengan standar kompetensi. Kompetensi utama dicapai dengan susunan mata sebagai berikut :

Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Hukum Administrasi Publik, Pengantar Ilmu Administrasi Publik, Sejarah Pemikiran Ilmu Administrasi, Teori Administrasi Publik, Teori Governance, Teori Manajemen Publik, Teori Organisasi dan Administrasi, Manajemen Pelayanan Publik, Hubungan Antar Pemerintahan, Kebijakan Publik, Pemerintah-Bisnis & Komunitas, Ekologi Administrasi, Teori Birokrasi Publik, Pembangunan Kapasitas dan Kelembagaan Sektor Publik, Reformasi Administrasi,

Kompetensi pendukung dicapai dengan mata kuliah sebagai berikut :

Teori Ilmu Sosial, Ekonomi Sektor Publik, Kebijakan Finansial dan Fiskal, Politik Pemilihan Tingkat Nasional dan Daerah, Hubungan Internasional, kebijakan lingkungan, kebijakan pembangunan perkotaan, Teori-teori Pembangunan, Sistem Politik Indonesia, Komunikasi Politik dan Media Massa

(14)

5.2.1.2 Persentase mata kuliah yang dalam penentuan nilai akhirnya memberikan bobot pada tugas-tugas (PR atau makalah) (PTGS)

Tabel 5.2 Struktur kurikulum berdasarkan urutan mata kuliah (MK) semester demi semester (buat tabel terpisah untuk masing-masing program studi).

sks MK dalam

Kurikulum Kelengkapan****

Smt Kode

MK Nama Mata Kuliah *

Bobot sks Inti** Insti-tusional Bobot Tugas *** Deskrip si Silabus SAP

Unit/ Jur/ Fak Penyelenggara

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

I

MPK4001 Agama Islam 3 √ √ √ √ Univ

MPK4002 Agama Katolik 3 √ √ √ √ Univ

MPK4003 Agama Kristen 3 √ √ √ √ Univ

MPK4004 Agama Hindu 3 √ √ √ √ Univ

MPK4005 Agama Budha 3 √ √ √ √ Univ

MPK4006 Bahasa Inggris 3 √ √ √ √ Univ

MPK4007 Pendidikan Kewarganegaraan 3 √ √ √ √ Univ

MPK4008 Bahasa Indonesia 3 √ √ √ √ Univ

IAP4101 Konteks Hukum Administrasi Publik 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4102 Pengantar Ilmu Administrasi Publik 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4103 Sejarah Pemikiran & Perkemb. Ilmu Administrasi 3 √ √ √ √ Jurusan

II IAP4204 Filsafat Administrasi 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4205 Hukum Administrasi Publik 4 √ √ √ √ Jurusan

IAP4206 Metode Penelitian Administrasi Publik 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4207 Sistem Politik Indonesia 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4208 Teori Administrasi Publik 4 √ √ √ √ Jurusan

IAP4209 Teori Ilmu-ilmu Sosial 3 √ √ √ √ Jurusan

III IAP4110 Analisis Data Kuantitatif & Kualitatif 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4111 Sistem Pemerintahan Indonesia 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4112 Teori Governance 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4113 Teori Manajemen Publik 3 √ √ √ √ Jurusan

IAF4001 Teori Organisasi & Administrasi 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4114 Teori-teori Pembangunan 3 √ √ √ √ Jurusan

IV IAP4215 Ekonomi Sektor Publik 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4216 Hubungan Antar Pemerintahan 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4217 Kebijakan Publik 4 √ √ √ √ Jurusan

IAP4218 Manajemen Pelayanan Publik 3 √ √ √ √ Jurusan

IAF4002 Perilaku & Pengembangan Organisasi 3 √ √ √ √ Jurusan

(15)

V IAP4120 Ekonomi Politik Pembangunan 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4121 Kebijakan Lingkungan 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4122 Kebijakan Pembangunan Perkotaan 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4123 Manajemen Keuangan Publik 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4124 Manajemen Sistem Informasi Publik 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4125 Manajemen Sumber Daya Aparatur 3 √ √ √ √ Jurusan

VI IAP4226 Ekologi Administrasi 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4227 Kebijakan Finansial dan Fiskal 3 √ √ √ √ Jurusan

UBU4001 Kapita Selekta Kewirausahaan 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4228 Pembangunan Kapasitas dan Kelembagaan

Sektor Publik 3

√ √ √ √ Jurusan

IAP4229 Teori Birokrasi Publik 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4230 Politik Pemilihan Tingkat Nasional & Daerah 3 √ √ √ √ Jurusan

VII IAF4003 Etika Administrasi 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4131 Hubungan Internasional 3 √ √ √ √ Jurusan

IAF4004 Kepemimpinan 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4132 Komunikasi Politik & Media Massa 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4133 Reformasi Administrasi 3 √ √ √ √ Jurusan

VIII IAP4034 Seminar Publik Masalah-masalah/Isu-isu Kebijakan 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4035 Seminar Masalah-masalah/Isu-isu Lingkungan 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4036 Seminar Masalah-masalah/Isu-isu Pelayanan

Publik 3

√ √ √ √ Jurusan

IAP4037 Seminar Masalah-masalah/Isu-isu Pembangunan 3 √ √ √ √ Jurusan

IAP4040 Seminar Masalah-masalah/Isu-isu Pemerintahan 3 √ √ √ √ Jurusan

Seminar Masalah-masalah/Isu-isu Kemitraan Pemerintah, Swasta, Masyarakat 3

√ √ √ √ Jurusan

UBU4002 Magang berbasis Kompetensi 3 √ Jurusan

UBU4003 TOEFL 0 √ Fakultas

UBU4004 Aplikasi Komputer 0 √ Fakultas

UBU4005 SKRIPSI 6 √ Jurusan

Total sks 147

* Tuliskan mata kuliah pilihan sebagai mata kuliah pilihan I, mata kuliah pilihan II, dst. (nama-nama mata kuliah pilihan yang dilaksanakan dicantumkan dalam tabel 5.1.3.)

** Menurut rujukan peer group / SK Mendiknas 045/2002 (ps. 3 ayat 2e)

*** Beri tanda √ pada mata kuliah yang dalam penentuan nilai akhirnya memberikan bobot pada tugas-tugas (PR atau makalah) ≥ 20%. **** Beri tanda √ pada mata kuliah yang dilengkapi dengan deskripsi, silabus, dan atau SAP. Sediakan dokumen pada saat visitasi.

(16)

PTGS = 43/46 X 100 % = 93, 47 % Penjelasan :

hampir seluruh mata kuliah mempersyaratkan dan menstrukturkan penilaian dari unsur tugas atau pekerjaan rumah dengan bobot ≥ 20 %. Dari 46 mata kuliah, 43 diantaranya menstrukturkan bobot tugas ≥ 20 %.

Khusus untuk mata kuliah pilihan bobot tugas yang diberikan adalah ≥ 80 %, dikarenakan mata kuliah pilihan adalah berupa seminar di mana mahasiswa menyusun tugas/paper/makalah yang harus diseminarkan dalam forum kuliah. Dengan kata lain, tatap muka sebanyak 14 kali pertemuan lebih banyak dihabiskan untuk penyelesaian tugas dan seminar tugas yang disusun.

(17)

5.2.1.3 Jelaskan berapa persen matakuliah yang dilengkapi dengan deskripsi matakuliah, silabus dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP).

Seluruh mata kuliah (100 %) telah dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah, silabus, dan SAP. Untuk Skripsi dan Magang Berbasis Kompetensi/ KKN deskripsi dimaksud telah dituangkan secara lengkap dalam Buku Pedoman Penulisan Skripsi dan Magang/KKN.

5.2.1.4 Fleksibilitas mata kuliah pilihan.

Tabel 5.3 Daftar mata kuliah pilihan yang dilaksanakan dalam tiga tahun terakhir (buat tabel terpisah untuk masing-masing program studi).

Semester Kode MK Nama MK (pilihan) Bobot sks Bobot Tugas* Unit/ Jur/ Fak

Pengelola

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

8 IAP4034 Seminar Masalah-masalah/Isu-isu Kebijakan Publik 3 √ (≥ 80 %) Jurusan 8 IAP4035 Seminar Masalah-masalah/Isu-isu Lingkungan 3 √ (≥ 80 %) Jurusan 8 IAP4036 Seminar Masalah-masalah/Isu-isu Pelayanan Publik 3 √ (≥ 80 %) Jurusan 8 IAP4037 Seminar Masalah-masalah/Isu-isu Pembangunan 3 √ (≥ 80 %) Jurusan 8 IAP4040 Seminar Masalah-masalah/Isu-isu Pemerintahan 3 √ (≥ 80 %) Jurusan

Total sks 15

(18)

5.2.2 Substansi praktikum dan pelaksanaan praktikum.

Tabel 5.4 Daftar praktikum (buat tabel terpisah untuk masing-masing program studi).

Isi Praktikum/Praktek

No. Nama Praktikum/Praktek

Judul/Modul Jam Pelaksanaan

Tempat/Lokasi Praktikum/Praktek

(1) (2) (3) (4) (5)

Praktikum Manajemen Sistem

Informasi Publik Decision Support System, MS Word Lab MIS

Praktikum Bahasa Inggris

1. Speaking 2. Listening

3. Korespondensi Bahasa Inggris

Lab Bahasa

Praktikum Aplikasi Komputer Microsoft Word, Excel, Power Point Lab MIS

5.3 Kurikulum dan seluruh kelengkapannya harus ditinjau ulang dalam kurun waktu tertentu oleh Jurusan/Program Studi bersama fihak-fihak terkait (relevansi sosial dan relevansi epistemologis) untuk menyesuaikannya dengan perkembangan Ipteks dan kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholders).

5.3.1 Pelaksanaan peninjauan kurikulum selama 5 tahun terakhir.

Tabel 5.5 Peninjauan kurikulum (buat tabel terpisah untuk masing-masing program studi).

Perubahan pada

No. No.

MK Nama MK

MK Baru/

Lama/Hapus Silabus/

SAP Buku Ajar

Alasan Peninjauan Atas usulan/ masukan dari

Berlaku mulai Sem./Th.

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Sejarah Pemikiran & Perkembangan Ilmu Administrasi

Baru Pentingnya pemahaman

administrasi dengan pendekatan sejarah

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008 Kontek Hukum Adm

Publik

Baru Pentingnya tinjauan hukum

dari tindakan administrasi publik

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

(19)

Nasional 2007/2008

Filsafat Administrasi Baru Penekanan konsep-konsep

kebenaran dasar administrasi

Seminar Lokakarya Nasional Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

Teori Ilmu-Ilmu Sosial Baru Semester ganjil

2007/2008 Analisis Kuantitatif &

Kualitatif

Baru Tim Kecil Peninjauan

Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008 Sistem Pemerintahan

Indonesia

Baru Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

Teori Governance

Baru Tim Kecil Peninjauan

Kurikulum Seminar dan Lokakarya Nasional Kurikulum Semester ganjil 2007/2008

Teori Manajemen Publik

Baru Tim Kecil Peninjauan

Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

Teori Organisasi & Administrasi

Baru Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum Seminar dan Lokakarya Nasional Kurikulum Semester ganjil 2007/2008

Ekonomi Sektor Publik

Baru Tim Kecil Peninjauan

Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008 Hubungan Antar

Pemerintahan

Baru Tim Kecil Peninjauan

Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

Kebijakan Lingkungan Baru Stakeholder/User Semester ganjil

2007/2008 Kebijakan Pembangunan

Perkotaan

Baru Stakeholder/User Semester ganjil

2007/2008 Kebijakan Finansial Dan

Fiskal

Baru Tim Kecil Peninjauan

Kurikulum Stakeholder/User

Semester ganjil 2007/2008 Teori Birokrasi Publik

Baru Akademisi

Alumni

Stakeholder/User

Semester ganjil 2007/2008 Politik Pemilihan Tingkat

Nasional & Daerah

Baru Tim Kecil Peninjauan

Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

(20)

Kurikulum 2007/2008 Komunikasi Politik &

Media Massa

Baru Tim Kecil Peninjauan

Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008 Azas-Azas Manajemen

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008 Peng. Ilmu Politik

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

Sistem Hukum Indonesia Hapus Rapat Jurusan Semester 2007/2008 ganjil

Dasar-Dasar Logika Hapus Rapat Jurusan Semester 2007/2008 ganjil

Demografi

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

Pengantar Antropologi

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum Stakeholder/User Alumni Semester ganjil 2007/2008 Pengantar Sosiologi

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum Stakeholder/User Alumni Semester ganjil 2007/2008 Akuntansi Publik

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

Statistik Sosial

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum Stakeholder/User Alumni Semester ganjil 2007/2008 Pancasila

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008 Sosiologi Masy. Kota &

Desa

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008 Sistem Ekonomi

Indonesia

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

(21)

Hubungan Masyarakat

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Stakeholder/User Alumni

Semester ganjil 2007/2008

Organisasi & Manajemen

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

Politik & Adm. Agraria

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

MSDM

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

Analisi Administrasi

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008 Administrasi Perpajakan

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

AdministrasI BUMN Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008 Komunikasi

Pembangunan

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Semester ganjil 2007/2008

Perbandingan Administrasi Negara

Hapus Rapat Jurusan

Tim Kecil Peninjauan Kurikulum

Stakeholder/User Alumni

Semester ganjil 2007/2008

5.3.2 Jelaskan upaya jurusan untuk menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan Ipteks dan kebutuhan pemangku kepentingan. 1. Kurikulum dilakukan peninjauan secara berkala selama 4 tahun sekali yang melibatkan semua pemangku kepentingan 2. Jurusan terlibat secara aktif dalam asosiasi akademisi/ keilmuan baik internasional (IIAS-IIASA) maupun Nasional (IAPA)

(22)

3. Jurusan mengikutsertakan dosen dalam kegiatan-kegiatan seminar internasional dan nasional, di mana akan diperoleh arah dan trend perkembangan IPTEK

4. Jurusan melakukan studi penelusuran/pelacakkan (Tracer Study) baik terhadap alumni maupun pengguna lulusan

5. Secara khusus, Jurusan membentuk dan mengembangkan Laboratorium-Laboratorium yang berfungsi salah satunya mengembangkan implementasi kurikulum dan proses pembelajaran di tingkat jurusan

5.4 Persyaratan dalam mengikuti pendidikan magister dan doktor serta persyaratan kelulusannya.

5.4.1 Uraikan persyaratan yang harus dipenuhi mahasiswa selama mengikuti pendidikan, proses pelaksanaan dan persyaratan kelulusannya.

5.4.2 Jelaskan persyaratan penguasaan bahasa Inggris. Untuk bahasa Inggris standarnya adalah TOEFL.

Untuk mengikuti atau menyelesaikan proses pembelajaran sesuai dengan capaian kompetensi yang telah dirumuskan, mahasiswa jurusan administrasi publik dipersyaratkan menguasai kemampuan berbahasa inggris yang dibuktikan dengan sertifikat TOEFL dengan nilai standar ≥ 450.

(23)

5.4.3 Jelaskan persyaratan perkuliahan dan ujian mata kuliah yang isinya berupa perkembangan ilmu mutakhir dalam bidangnya. Berikan pula penjelasan tentang pelaksanaan dan kendala yang dihadapi.

Proses perkuliahan membahas konsep, teori, dan fakta empirik sesuai dengan perkembangan mutakhir keilmuan administrasi publik. Hal ini dijelaskan sebagai berikut :

1. Dosen dan Mahasiswa dipersyaratkan menggunakan referensi/ literatur berupa buku-buku yang mutakhir sebagai acuan mata kuliah.

2. selain berupa buku, salah satu bahan kajian yang juga dipersyaratkan di dalam perkuliahan adalah bersumber dari jurnal-jurnal terbaru yang sifatnya lebih dinamis dengan kondisi kekinian.

3. Dalam perkuliahan juga dilakukan kontekstualisasi antara teori dan fakta empirik sesuai dengan perkembangan lingkungan administrasi sehingga terjamin adaptabilitas dan kemutakhiran kajian administrasi terhadap persoalan senyatanya.

4. Perkembangan mutakhir ilmu administrasi baik secara paradigmatik maupun praktik menjadi salah satu muatan material yang harus dikuasai mahasiswa pada saat ujian

(24)

5.4.5 Jelaskan cara penyajian dan penilaian rencana penelitian.

Untuk mahasiswa, penyajian dan penilaian rencana penelitian dilakukan melalui seminar proposal setelah usulan penelitian dipandang layak oleh dosen pembimbing. Seminar proposal dilakukan secara terbuka dengan pengumuman resmi dari Jurusan yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa lainnya. Seminar proposal akan menentukan kelayakan proposal untuk dilanjutkan pada tahap penelitian lapangan yang dibuktikan dengan pemberian nilai dan catatan revisi dari dosen pembimbing.

5.4.6 Jelaskan peraturan tentang kewajiban penyajian hasil penelitian dalam seminar (internasional, nasional, wilayah, lokal PT) serta pelaksanaan dan kendala yang dihadapi.

Untuk jenjang SI, tidak diberlakukan kewajiban untuk penyajian hasil penelitian. Hasil penelitian yang telah dianggap layak oleh dosen pembimbing, langsung diajukan untuk ujian skripsi.

5.4.7 Jelaskan peraturan tentang publikasi hasil penelitian.

Untuk jenjang SI, tidak diberlakukan aturan untuk publikasi hasil penelitian. Hasil penelitian dalam bentuk skripsi yang telah diujikan, dihimpun dan dikoleksi di perpusatakan universitas.

(25)
(26)
(27)

5.4.10 Jelaskan peraturan tentang keanggotaan tim penguji dalam ujian akhir studi, pelaksanaan serta kendala yang dihadapi.

Dalam ujian akhir studi (Ujian Skripsi), Majelis Ujian terdiri dari empat (4) orang penguji. Dua orang penguji diantaranya adalah sekaligus sebagai Dosen Pembimbing yang dalam pelaksanaan ujian masing-masing bertindak sebagai Ketua dan Ketua Majelis Penguji. Dua orang lainnya adalah penguji di luar dosen pembimbing yang ditunjuk oleh Jurusan. Kualifikasi sebagai dosen penguji adalah sekurang-kurangnya memiliki jabatan fungsional Lektor, kecuali Asisten Ahli yang telah bergelar Doktor.

Pelaksanaan ujian skripsi ditetapkan oleh Ketua Jurusan atas nama dekan. Sidang ujian skripsi berlangsung sekitar satu jam dengan materi ujian meliputi isi skripsi, metodologi, dan konsistensi alur pikir, integritas dan aplikasi mata kuliah utama, serta keluasan wawasan mahasiswa dalam bidang ilmunya. Beberapa ketentuan terkait dengan pelaksaan Ujian Skripsi adalah sebagai berikut :

a. Majelis penguji wajib berada di tempat sebelum ujian dimulai hingga ujian berakhir. Bagi anggota majelis penguji yang tidak hadir / berhalangan, maka ketua / sekretaris panitian ujian skripsi dapat menunjuk orang lain yang memenuhi persyaratan sebagai anggota penguji skripsi pengganti

b. Jika ketua majelis penguji tidak hadir, maka ketua / sekretaris panitia ujian skripsi dapat menunjuk anggota komisi pembimbing sebagai ketua majelis penguji.

c. Jika Ketua dan anggota komisi pembimbing tidak hadir, maka ujian dibatalkan dan diuji pada pelaksanaan ujian berikutnya. d. Setiap peserta ujian wajib hadir di tempat ujian dengan berpakaian seragam resmi mahasiswa, minimal 15 menit sebelum

ujian berlangsung.

e. Ketua majelis penguji skripsi mengundang peserta ujian ke ruang ujian dan membuka sidang ujian skripsi.

f. Mahasiswa peserta ujian yang terlambat /tidak hadir dalam sidang ujian skripsi, dinyatakan batal untuk ujian skripsi, dan harus mendaftar ulang ujian skripsi.

g. Pelaksanaan ujian skripsi dilakukan secara majelis, dan dipimpin oleh ketua majelis penguji. h. Masing-masing penguji disediakan waktu 15 menit untuk setiap peserta ujian.

i. Majelis penguji melakukan sidang setelah peserta ujian selesai diuji.

j. Ketua majelis penguji menyerahkan Berita Acara Ujian kepada ketua/sekretaris panitia ujian skripsi.

k. Ketua /Sekretaris panitia ujian skripsi berdasarkan berita acara hasil sidang ujian skripsi, mengumumkan hasil dalam forum yudisium.

(28)

5.5 Sistem pembimbingan penelitian dan penulisan hasil penelitian.

5.5.1 Uraikan ketersediaan panduan, sosialisasi, dan pelaksanaan pembimbingan penelitian dan penulisan hasil penelitian.

Untuk proses pembimbingan dan penulisan hasil penelitian dalam bentuk skripsi, telah disusun buku pedoman tentang penyusunan dan Ujian Skripsi yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Administrasi. Di dalam buku pedoman dimuat aturan atau ketentuan mulai dari proses pengajuan judul penelitian, penetapan dosen pembimbing, proses dan tata cara pembimbingan, penulisan laporan hasil penelitian, dan termasuk tata cara pelaksanaan ujian skripsi.

Dalam rangka sosialisasi sistem pembimbingan, buku pedoman Penyusunan dan Ujian Skripsi yang di dalamnya memuat juga proses pembimbingan dan penulisan hasil penelitian dibagikan kepada setiap mahasiswa. Selain dalam bentuk buku pedoman, ketersediaan panduan juga diwujudkan dalam dokumen manual prosedur Unit Jaminan Mutu (UJM) Jurusan Administrasi Publik, yakni manual prosedur Penetapan Dosen Pembimbing.

Pelaksanaan pembimbingan pada dasarnya dijalankan secara fleksibel berdasarkan kesepakatan antara dosen pembimbing dan mahasiswa yang dibimbing tanpa mengabaikan kaidah, hak, dan kewajiban akademik masing-masing pihak. Proses pelaksanaan pembimbingan yang menyangkut frekuensi, waktu, materi bimbingan dituangkan dalam dokumen resmi berupa Buku Konsultasi Mahasiswa (BKM) yang juga dilaporkan pada Ketua Jurusan dan menjadi syarat bagi mahasiswa untuk mendaftar ujian skripsi. Untuk penulisan hasil penelitian dalam bentuk Skripsi, kelayakan subtansial dinilai oleh dosen pembimbing dengan berdasarkan ketentuan akademik sebagaimana tertuang dalam buku pedoman Penysusunan dan Ujian Skripsi.

(29)

5.5.2 Tuliskan nama dosen pembimbing dan jumlah mahasiswa yang dibimbingnya dengan mengikuti format tabel berikut:

Tabel 5.6 Daftar pembimbingan penelitian dan penulisan hasil penelitian (buat tabel terpisah untuk masing-masing program studi).

No Nama Dosen Pembimbing Akademik Jumlah Mahasiswa

Bimbingan Rata-rata Banyaknya Pertemuan/mhs/semester (1) (2) (3) (4) Drs. Suwondo, MS 8 8-9 Dr. Tjahjanulin Domai, MS 6 8-9

Drs. Minto Hadi, Msi 10 8-9

Drs. Heru Ribawanto, MS 6 8-9

Dr. Imam Hanafi, Msi 9 8-9

Dr. Imam Hardjanto, MAP 5 8-9

Drs. Dwi Sulistyo, MPA 10 8-9

Dr. Sarwono, MS 5 8-9

Dr. Hermawan, MSi 8 8-9

Drs. Aspan Munadi, MAP 6 8-9

Dr. M.R. Khairul Muluk, MSi 3 8-9

8-9 Total

*Data yang dimasukkan hanya beberapa dosen saja sebagai contoh

5.5.3 Tuliskan nama dosen pembimbing penelitian tesis dan disertasi serta jumlah mahasiswa yang dibimbingnya pada TS dengan mengikuti format tabel berikut:

Tabel 5.7 Daftar pembimbingan penelitian tesis dan disertasi (buat tabel terpisah untuk masing-masing program studi).

Banyaknya Mahasiswa yang Dibimbing dan Status Pembimbing

No Nama Dosen Pembimbing Pendidikan

Tertinggi

Jabatan Akademik Dosen

Ketua Anggota

(30)

5.5.4 Uraikan secara ringkas rata-rata jumlah pertemuan/pembimbingan selama penyelesaian skripsi

Secara rata-rata, jumlah pertemuan dosen dan mahasiswa selama proses penyusunan skripsi adalah sebanyak 8-9 kali pertemuan. Umumnya petermuan ini terbagi 3-4 kali pertemuan untuk pembimbingan dalam penyusunan proposal, 1 pertemuan untuk seminar proposal, dan 4-5 kali pertemuan dalam penyusunan hasil penelitian hingga pelaksanaan ujian skripsi.

5.5.5 Jelaskan kelayakan dosen dalam proses pembimbingan

Dosen yang layak dalam proses pembimbingan adalah seperti halnya kelayakan dosen pembimbing :

1) Syarat menjadi dosen pembimbing adalah sekurang-kurangnya memiliki jabatan fungsional Lektor, atau Asisten Ahli untuk yang bergelar doktor

2) Ketua komisi pembimbing bergelar doktor, atau magister dengan jabatan fungsional serendah-rendahnya Lektor Kepala. 3) Penyimpangan persyaratan di atas ditentukan oleh dekan atas usul ketua jurusan

4) Penetapan dosen pembimbing didasarkan pada bidang minat/ keahliannya Kelayakkan yang dinilai dosen dalam proses pembimbingan :

1. Kemampuan mahasiswa menulis sesuai dengan kaidah ilmiah dan petunjuk buku pedoman 2. Penguasaan teoritis dan praktis mahasiswa terkait dengan topik atau judul penelitian 3. Kemampuan mahasiswa memaparkan atau menjelaskan konsep materi yang dikuasai 4. Keluasan wawasan mahasiswa terkait topik penelitiannya

5.5.6 Rata-rata lama penyelesaian tugas akhir/tesis pada tiga tahun terakhir : 7 bulan. (Menurut kurikulum tugas akhir direncanakan 6 semester)

(31)

5.6 Pelaksanaan proses pembelajaran.

5.6.1 Jelaskan mekanisme untuk memonitor, mengkaji, dan memperbaiki setiap semester tentang: (a) kehadiran mahasiswa; (b) kehadiran dosen; (c) materi kuliah.

(a). Mekanisme memonitor, mengkaji, dan memperbaiki kehadiran mahasiswa

1. mahasiswa diberi pemahaman informasi tentang batas minimal kehadiran mahasiswa sebanya 80 % dari jumlah pertemuan yang harus dipenuhi.

2. Bagian pengajaran melakukan pemeriksaan atau catatan rekapitulasi kehadiran mahasiswa setiap minggunya. 3. Ketidakhadiran mahasiswa harus disertai dengan keterangan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

4. Menjelang UAS, bagian pengajaran membuat rekapitulasi akhir catatan kehadiran mahasiswa. Mahasiswa yang prosentase kehadirannya kurang dari 80 % tidak diperkenankan mengikuti ujian dan diumumkan secara terbuka.

5. Bagian pengajaran memberikan laporan kepada Jurusan dan Pembantu Dekan Bidang Akademik.

6. Apabila terdapat indikasi, tindak indispliner terkait dengan kehadiran mahasiswa, maka penyelesaiannya dilakukan secara koordinatif antara Jurusan dan Dosen Pembimbing Akademik.

(b). Mekanisme memonitor, mengkaji, dan memperbaiki kehadiran Dosen

1. Melalui Forum Rapat Jurusan, Ketua Jurusan menjelaskan ketentuan-ketentuan perkuliahan, termasuk jumlah pertemuan yang harus dipenuhi dosen.

2. Setiap dimulainya perkuliahan pada awal semester, Dekan melalui Pembantu Dekan Bidang Akademik memberikan informasi kepada dosen terkait jumlah pertemuan yang dipersyaratkan yakni sebanyak 14 kali pertemuan.

3. Setiap pertemuan kuliah, dosen mengisi berita acara perkuliahan dan tanda tangan kehadiran.

4. Bagian pengajaran melakukan pemeriksaan atau catatan rekapitulasi kehadiran dosen setiap minggunya

5. Dosen yang dalam dua (2) minggu berturut-turut tidak hadir dalam perkuliahan, dilaporkan kepada Jurusan dan Pembantu Dekan Bidang Akademik.

6. Jurusan dan Pembantu Dekan Bidang Akademik melakukan komunikasi dengan dosen yang bersangkutan

7. Menjelang akhir semester, bagian pengajaran membuat rekapitulasi akhir catatan kehadiran dosen dan dilaporkan kepada Jurusan dan Pembantu Dekan Bidang Akademik sebagai bahan evaluasi yang nantinya akan disampaikan pada forum rapat jurusan.

8. Penilaian terhadap kinerja Dosen (termasuk kehadiran) juga dilakukan mahasiswa melalui Evaluasi Dosen Oleh Mahasiswa (EDOM) yang hasilnya juga akan disampaikan pada rapat jurusan

(32)

5.6.2 Jelaskan mekanisme penyusunan materi perkuliahan. Materi perkuliahan disusun dengan mekanisme :

1. mengevaluasi kesesuaian dan kemutakhiran materi perkuliahan yang termuat pada Satuan Acara Perkuliahan (SAP) yang telah ada.

2. Materi yang termuat dalam SAP adalah tujuan mata kuliah, deskripsi mata kuliah, capaian kompetensi yang akan diperoleh mahasiswa, pokok bahasan per pertemuan kuliah, dan referensi atau sumber literatur

3. Masing-masing dosen sebagai team teaching (untuk setiap mata kuliah ada dosen koordinator) pada mata kuliah yang bersangkutan memperbaharui materi SAP sesuai dengan perkembangan mutakhir keilmuan dan dunia praktik

4. Dosen Kelompok mata kuliah berkoordinasi dalam wadah Laboratorium Jurusan 5. Materi SAP disusun sesuai dengan jumlah pertemuan sebanyak 14 kali

6. Pada pertemuan awal, dosen menyampaikan muatan SAP kepada mahasiswa dengan tujuan mahasiswa dapat mempersiapkan diri sesuai dengan materi perkuliahan yang akan ditempuh.

5.6.3 Jelaskan bagaimana mutu soal ujian, dengan melampirkan contoh soal ujian dalam 1 tahun terakhir untuk 5 mata kuliah keahlian berikut silabusnya.

Untuk mencapai dan menjaga mutu soal ujian dilakukan beberapa hal :

Pertama, setiap soal yang diujikan harus melalui proses koordinasi atau konsultasi dengan dosen koordinator masing-masing mata kuliah;

Kedua, Setiap dosen yang bertanggung jawab membuat soal harus menyerahkan soal paling lambat 3 hari sebelum ujian mata kuliah yang bersangkutan dilangsungkan.

Ketiga, sebelum masuk penggandaan di bagian pengajaran, Jurusan menunjuk dua orang koordinator soal yang salah satu tugasnya melakukan pemeriksaan kesesuaian subtansi soal dengan materi SAP

Keempat, dalam hal substansi soal tidak sesuai dengan materi SAP, Ketua Jurusan melakukan koordinasi dengan koordinator mata kuliah

(33)

5.7 Sistem Pembimbingan Akademik (PA): banyaknya mahasiswa per dosen PA, pelaksanaan kegiatan, rata-rata pertemuan per semester, efektivitas kegiatan perwalian.

5.7.1 Rata-rata banyaknya mahasiswa per dosen Pembimbing Akademik (PA) per semester.

Tabel 5.8 Daftar dosen PA dan jumlah mahasiswa yang dibimbingnya (buat tabel terpisah untuk masing-masing program studi).

No Nama Dosen Pembimbing Jumlah Mahasiswa

(1) (2) (3)

Prof.Dr. Agus Suryono, MS 28

Dr. Tjahjanulin Domai, MS 28

Dr. Imam Hardjanto, MAP 28

Drs. Dwi Sulistyo, MPA 28

Drs. Heru Ribawanto, MS 28

Drs. Aspan Munadi, MAP 28

Drs. Bambang Santoso H, MS 28

Drs. Riyanto, M.Hum 28

Dr. Ratih Nur Pratiwi, Msi 28

Drs. Sukanto, MS 29

Drs. Siswidiyanto, MS 29

Dr. Hermawan, MSi 29

Drs. Andy Fefta Wijaya, MDA, PhD 29

Fadilah Putra, S.Sos, M.PAff 29

Rata-rata 28

Berdasarkan SK No 17/J10.I.14/SK/2010

5.7.2 Jelaskan pelaksanaan pembimbingan akademik: ketersediaan panduan, sosialisasi dan pelaksanaannya.

Panduan lengkap tentang pelaksanaan pembimbingan akademik termuat dalam Buku Pedoman Pendidikan Fakultas, di mana di dalamnya diatur tentang tujuan pembimbingan akademik, tugas, fungsi, hak dan kewajiban dosen pembimbing, hak dan kewajiban mahasiswa bimbingan. Sosialisasi tentang pembimbingan akademiki dilakukan sebagai bagian integral kepada mahasiswa baru pada saat Orientasi Pendidikan (ORDIK), PKK Maba, dan melalui Buku Pedoman Pendidikan Fakultas.

(34)

yang dibimbing diberi keleluasaan dalam berinteraksi secara akademik.

5.7.3 Berapakah jumlah rata-rata pertemuan pembimbingan per mahasiswa per semester (PP). PP = 4 kali

Jumlah rata-rata pertemuan pembimbing per mahasiswa per dosen per semester: 4 kali / mahasiswa / semester. Pertemuan antara dosen PA dengan mahasiswa terjadi pada saat :

1. Penyerahan Kartu Hasil Studi (KHS) dari dosen ke mahasiswa

2. Pengisian atau pemrograman Kartu Rencana Studi (KRS) di setiap awal semester 3. Pengajuan batal/tambah mata kuliah

4. Pertemuan-pertemuan insidental yang disepakati secara personal antara dosen PA dengan mahasiswa

5.7.4 Jelaskan bagaimana efektifitas kegiatan perwalian.

Kegiatan perwalian sudah berjalan sangat efektif di mana pertemuan dan interaksi dosen pembimbing dengan mahasiswa yang dibimbing dalam hal akademik telah memberi kontribusi terhadap kelancaran dan keberhasilan mahasiswa dalam studi. Sekalipun sistem pembimbingan dalam hal pengisian atau pemrograman rencana studi telah dialihkan dengan sistem KRS Online, namun demikian interaksi dosen dan mahasiswa tetap dibutuhkan dalam hal pengarahan terkait rencana-rencana studi mahasiswa, optimalisasi minat dan kompetensi mahasiswa, termasuk juga untuk melakukan evaluasi atas capaian studi mahasiswa.

5.8 Monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses pembelajaran.

5.8.1 Jelaskan bagaimana pelaksanaan monitoring dan evaluasi proses penyusunan usulan penelitian dan pelaksanaan penelitian. 1. Pelaksanaan monitoring dilakukan Jurusan dengan koordinasi dosen pembimbing penelitian (Skripsi)

2. Monitoring Jurusan dilakukan pertama kali pada tahap seleksi judul-judul yang diajukan mahasiswa.

3. Jurusan berhak menolak dan menerima judul-judul yang diseleksi dengan memperhatikan : kemutakhiran dan kejenuhan judul penelitian, kesesuaian dengan salah satu mata kuliah pilihan yang dipilih, kesesuaian dengan topik-topik besar yang dikembangkan

(35)

jurusan

4. Untuk pelaksanaan penelitian, Jurusan memonitor intensitas proses pembimbingan penulisan dan pelaksanaan penelitian

5. Jurusan memeriksa kelengkapan administratif dan redaksional penulisan hasil penelitian untuk kemudian menetapkan jadwal ujian 5.8.2 Jelaskan bagaimana pelaksanaan monitoring dan evaluasi proses penulisan skripsi, tesis dan disertasi.

1. Pelaksanaan monitoring dilakukan Jurusan dengan koordinasi dosen pembimbing penelitian (Skripsi) 2. Monitoring Jurusan dilakukan pertama kali pada tahap seleksi judul-judul yang diajukan mahasiswa.

3. Jurusan berhak menolak dan menerima judul-judul yang diseleksi dengan memperhatikan : kemutakhiran dan kejenuhan judul penelitian, kesesuaian dengan salah satu mata kuliah pilihan yang dipilih, kesesuaian dengan topik-topik besar yang dikembangkan jurusan

4. Untuk pelaksanaan penelitian, Jurusan memonitor intensitas proses pembimbingan penulisan dan pelaksanaan penelitian 5. Jurusan memeriksa kelengkapan administratif dan redaksional penulisan hasil penelitian untuk kemudian menetapkan jadwal

ujian

5.8.3 Jelaskan bagaimana pelaksanaan monitoring dan evaluasi kelayakan dosen dalam proses pembimbingan penelitian skripsi, tesis dan disertasi.

Kelayakan dosen dalam proses pembimbingan skripsi ditinjau dari :

1. Komitmen mendampingi mahasiswa dalam setiap tahapan dalam penyusunan skripsi (seperti kehadiran dalam seminar proposal, ujian skripsi)

2. Ketepatan waktu penyelesaian skripsi 3. Keluhan dari mahasiswa yang bersangkutan

4. Frekuensi atau intensitas pembimbingan yang dituangkan dalam Buku Konsultasi Mahasiswa (BKM) 5.8.4 Jelaskan bagaimana pelaksanaan monitoring dan evaluasi ujian akhir studi.

1) Penilaian dalam ujian tugas akhir program sarjana meliputi :

a. Kualitas karya ilmiah (skripsi) yang meliputi bobot akademik dan tata cara penulisan. b. Penampilan selama ujian.

c. Penguasaan materi yang ditunjukkan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Majelis Penguji.

d. Komponen selain ke tiga poin di atas yang diatur dalam buku pedoman penyusunan tugas akhir program sarjana 2) Penentuan Nilai Akhir

(36)

Ketua majelis penguji memimpin musyawarah untuk menentukan nilai akhir ujian yang dinyatakan dengan huruf A, B+, B, C+, C, D+, D atau E. Nilai akhir dari tugas akhir juga termasuk nilai pelaksanaan tugas akhir dan nilai seminar proposal dan komponen lain yang diatur dalam buku penyusunan tugas akhir program sarjana.

3) Untuk dapat dinyatakan lulus ujian tugas akhir program sarjana, seorang mahasiswa sekurang-kurangnya harus mencapai nilai C.

4) Mahasiswa yang dinyatakan belum lulus ujian tugas akhir harus melaksanakan keputusan majelis penguji.

5.8.5 Jelaskan bagaimana pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan ujian kualifikasi: (1) mutu SOP monev, (2) komisi/lembaga monev, dan (3) kemampuan monev mendeteksi penyimpangan dalam ujian kualifikasi doktor.

5.9 Upaya perbaikan sistem pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir.

5.9.1 Jelaskan upaya perbaikan sistem pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir berkaitan dengan: (a) materi; (b) metode pembelajaran; (c) penggunaan teknologi pembelajaran; (d) cara-cara evaluasi.

(a) materi

Terkait dengan materi, perbaikan sistem pembelajaran yang dilakukan adalah :

1. Perbaruan materi dilakukan setiap semester melalui penyusunan SAP oleh team teching

2. Penyediaan ruang baca dan buku-buku (referensi) terbaru terkait dengan perkembangan mutakhir ilmu administrasi publik 3. Pelibatan secara aktif dalam asosiasi keilmua baik internasional maupun nasional

(37)

(b) Metode Pembelajaran

Terkait dengan metode pembelajaran, perbaikan sistem pembelajaran yang dilakukan adalah : 1. Menerapkan Student Centre Learning yang menekankan pada partisipasi aktif mahasiswa

2. Peningkatan kemampuan dan penguasaan dosen terkait dengan sistem pembelajaran berbasis multimedia 3. peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana perkuliahan

(c) Penggunaan Teknologi Pembelajaran

1. Mengikutsertakan dosen-dosen dalam pelatihan pembelajaran berbasis teknologi multimedia 2. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana perkuliahan

(d) Cara-cara Evaluasi

1. Penyusunan, perbaikan, dan pelaksanaan dokumen manual mutu yang terkait dengan cara-cara evaluasi 2. Evaluasi dokumen manual mutu

5.9.2 Jelaskan bagaimana keberadaan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan lulusan program doktor dalam beradaptasi dengan perubahan/perkembangan atau kemampuan melakukan beragam pekerjaan (versatility), berupa kuliah, seminar, pelatihan, workshop dll.

(38)

5.10 Upaya peningkatan suasana akademik: Kebijakan tentang suasana akademik, Ketersediaan dan jenis prasarana, sarana dan dana, Program dan kegiatan akademik untuk menciptakan suasana akademik, Interaksi akademik antara dosen-mahasiswa, serta pengembangan perilaku kecendekiawanan.

5.10.1 Uraikan kebijakan tentang suasana akademik (otonomi keilmuan, kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, kemitraan dosen-mahasiswa). Siapkan dokumen terkait.

Terdapat banyak kebijakan dan upaya yang dilakukan untuk peningkatan suasana akademik :

1. Dukungan kelembagaan yang sangat besar bagi peningkatan kualitas sumber daya baik dosen maupun mahasiswa. Dukungan dimaksud meliputi dukungan finansial, dukungan sarana dan prasarana, dan dukungan berupa forum-forum akademik yang mewadahi tuntutan dan ekspresi keilmuan civitas akademika.

2. Kebijakan berupa kode etik akademik yang mengatur tentang nilai, prinsip, norma-norma etika baik bagi dosen maupun mahasiswa

3. Komitmen kuat dan kebijakan dalam peningkatan sarana dan prasarana proses pembelajaran

4. Pembuatan dan pelaksanaan buku pedoman pendidikan fakultas yang menjadi acuan semua proses pendidikan di tingkat fakultas dan jurusan

5. Kebijakan peningkatan kualitas penelitian yang terbuka bagi keterlibatan interaktif antara dosen dan mahasiswa

Suasana akademik di Jurusan Administrasi Negara/Publik diwujudkan dan ditunjukkan pula dengan kondusifnya optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana oleh civitas akademika, terutama oleh mahasiswa, untuk kegiatan-kegiatan akademik di luar kelas. Keberadaaan ”hot spot” memungkinkan mahasiswa secara mudah dan efisien mengakses internet dalam areal kampus. Interaksi mahasiswa berkontribusi pada terciptanya suasana akademik yang sangat baik dengan mengadakan diskusi-diskusi kelas, diskusi baik melalui lembaga formal kemahasiswaan (Research Study Club) maupun diskusi dengan kelompok-kelompok yang dibentuk secara mandiri oleh mahasiswa. Untuk mewadahi tingginya animo mahasiswa untuk berdiskusi di luar kelas, keberadaan sudut-sudut ruang terbuka di area kampus telah dikondisikan secara baik sehingga dapat dimanfaatkan untuk diskusi mahasiswa. Keberadaan sarana dan prasarana perpustakaan serta ketersediaan kepustakaan juga turut memperbesar peluang mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh dari perkuliahan di kelas. Akomodasi kepentingan bagi kesempatan pengembangan pengetahuan tersebut menjadi salah satu faktor penting penciptaan suasana akademik yang sangat baik di Jurusan Administrasi Negara/Publik

Untuk terus memelihara, menjaga dan meningkatkan perwujudan suasana akademik yang kondusif, diperlukan komitmen bersama baik pimpinan lembaga, dosen, mahasiswa dan tenaga penunjang. Komitmen tersebut dibingkai dalam tata tertib keluarga besar Fakultas Ilmu Administrasi yang distrukturkan dalam Buku Pedoman Pendidikan Fakultas. Interaksi antara dosen dan mahasiswa

(39)

yang dinamis, harmonis, dan intensif menjadi kunci penegakkan komitmen menuju perwujudan suasana akademik yang kondusif. Suasana akademik yang kondusif tidak saja tergantung pada upaya-upaya nyata berupa kegiatan akademik, melainkan juga dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan non akademik di luar kelas yang merefleksikan kuantitas dan kualitas hubungan sosial antara dosen dan mahasiswa. Kegiatan-kegiatan non akademik yang melibatkan interaksi dosen dan mahasiswa serta mampu memberi kontribusi untuk terciptanya suasana akademik adalah kegiatan olah raga, pengajian dan atau ceramah-ceramah rutin keagamaan.

5.10.2 Jelaskan ketersediaan dan kelengkapan jenis prasarana (laboratorium, ruang kerja mahasiswa, ruang seminar, perpustakaan, common room, prasarana olah raga dan seni, ibadah dll.), sarana (koleksi jurnal ilmiah dan buku, akses internet, fasilitas komputer, fasilitas lab., sarana olah raga dan seni dll.) dan dana yang memungkinkan terciptanya interaksi akademik antara sivitas akademika.

PRASARANA:

Laboratorium yang dimiliki yaitu: Laboratorium Bahasa Inggris, Laboratorium Sistem Informasi, Laboratorium Perencanaan Pembangunan dan Kebijakan Publik, Laboratorium Politik dan Pemerintahan, Laboratorium Manajemen dan Pengembangan Organisasi.

Ruang kerja mahasiswa:

Terdapat beberapa Ruang Seminar, 2 Ruang Seminar dengan kapasitas yang besar dan 2 Ruang Seminar berkapasitas sedang yang biasanya digunakan oleh mahasiswa untuk seminar proposal penelitian.

Fakultas Ilmu Administrasi memiliki satu ruang baca yang koleksi buku, jurnal dan laporan hasil penelitian cukup lengkap dan berbarukan.

Common room:

Fakultas Ilmu Administrasi memiliki satu lapangan yang memiliki dwi fungsi, yaitu bisa untuk lapangan bola basket dan lapangan bola volli.

Ruang seni, berupas Hall yang dilengkapi dengan perangkat gamelan dan karawitan. Kemudian juga ada sekretariat musik modern yang disediakan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang musik.

SARANA:

Akses internet difasilitasi dengan hot spot yang bisa dinikmati oleh seluruh civitas akademika di lingkungan Fakultas Ilmu Administrasi, fasilitas komputer juga memadai bagi pelayanan mahasiswa, terutama dipusatkan di ruang laboratorium sistem informasi

(40)

berkewajiban memfasilitasi kegiatan lapangan mahasiswa.

5.10.3 Uraikan program dan kegiatan akademik untuk menciptakan suasana akademik (seminar, simposium, lokakarya, bedah buku, penelitian bersama dll).

• Seminar internasional tentang pengembangan kurikulum dengan pembicara prof. Jenning dari kentucky university

• Lokakarya nasional tentang perumusan kompetensi program studi administrasi publik, yang dihadiri lebih dari 170 perwakilan yang merupakan perwakilan dari sekitar 40 perguruan tinggi seluruh indonesia.

• Bedah buku, korean administrative innovation yang diselenggarakan jurusan dan laboratorium politik dan pemerintahan

• Penelitian bersama dilakukan atas kerjasama dengan beberapa lembaga, baik nasional maupun daerah yang juga melibatkan mahasiswa.

• Pengembangan peran laboratorium jurusan dalam rangka meningkatkan kemampuan mahasiswa melalui pelatihan-pelatihan mahasiswa

• Penyelenggaraan kuliah tamu

5.10.4 Jelaskan interaksi akademik berupa program dan kegiatan di dalam dan di luar proses pembelajaran, yang dilaksanakan baik di dalam maupun di luar kelas, untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif (misalnya seminar, simposium, lokakarya, bedah buku, penelitian bersama, pengenalan kehidupan kampus, dan temu dosen-mahasiswa-alumni).

1. Temu alumni, diskusi mahasiswa dan dosen yang merupakan agenda bulanan jurusan, penelitian yang melibatkan mahasiwa dan alumni, serta pendampingan terhadap mahasiswa dalam pengembangan akademis dan penelitian.

2. Kegiatan-kegiatan keagamaan dan olah raga yang melibatkan interaksi dosen dan mahasiswa

5.10.5 Jelaskan upaya PS untuk mengembangkan perilaku kecendekiawanan dalam hal kepedulian terhadap lingkungan dan kemampuan untuk memberikan tanggapan dan solusinya.

1. Penyelenggaraan diskusi isu-isu faktual baik yang digelar oleh jurusan maupun laboratorium jurusan

2. Penyelenggaraan penelitian (mandiri maupun kerjasama) dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keilmuan 3. Pelibatan secara aktif dalam Asosiasi Keilmuan Internasional dan Nasional

(41)

2.6 Keberlanjutan

2.6.1 Jelaskan upaya untuk menjamin keberlanjutan (sustainability) Jurusan ini, khususnya dalam hal: a. Upaya untuk peningkatan animo calon mahasiswa:

Dilakukan melalui promosi ke sekolah-sekolah guna mengebalkan dan mensosialisasikan Jurusan Administrasi Publik sebagai jurusan yang menjanjikan dalam pasar kerja. Selian itu juga pada tiap tahun ajaran baru dilakukan pemasangan iklan di media elektronik (TV lokal) tentang Jurusan Administrasi Publik.

b. Upaya peningkatan mutu manajemen:

Dilakukan dengan dibentuknya tim penjaminan mutu jurusan. c. Upaya untuk peningkatan mutu lulusan:

Dilakukannya perubahan kurikulum setiap empat tahun sekali dengan melibatkan unsur-unsur tenaga pengajar, mahasiswa, alumni, tokoh masyarakat pemerhati pendidikan dan pengguna alumni

d. Upaya untuk pelaksanaan dan hasil kerjasama kemitraan:

Dibentuknya tim-tim spesifik guna menindaklanjuti kerjasama yang ada. Bahkan jika diperlukan akan dibuat unit kerja tertentu untuk mengelola kerjasama yang ada. Misalkan, pada tingkat Fakultas, untuk Jurusan Administrasi Publik telah dibentuk Pengelola Double Degree dan Tailor Made yang merupakan kerjasama Bappenas dan Jurusan Administrasi Publik untuk pendidikan Starata Dua (S2)

e. Upaya dan prestasi memperoleh dana dari sumber selain mahasiswa:

Dilakukannya pembinaan atas prestasi-prestasi yang ada yang telah diwadahi dalam LOF (Lembaga Otonom Fakultas) dengan memberikan dana pembinaan dan pembekalan-pembekalan tertentu yang dibutihkan.

Gambar

Tabel 2.1  Umpan Balik
Tabel 5.1  Jumlah sks minimum untuk kelulusan.
Tabel 5.2  Struktur  kurikulum  berdasarkan  urutan mata  kuliah  (MK)  semester  demi  semester (buat  tabel  terpisah  untuk  masing- masing-masing program studi)
Tabel 5.3  Daftar  mata  kuliah  pilihan  yang  dilaksanakan  dalam  tiga  tahun  terakhir  (buat  tabel  terpisah  untuk  masing-masing  program studi)
+4

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengukuran pertumbuhan yang dilakukan pada ke tiga (3) kultur yaitu dengan substrat Na-Asetat, minyak bumi, eikosana dan selanjutnya diplot pada kertas semilogaritama

Setelah dilakukan perhitungan secara manual untuk menganalisis risiko yang terjadi terhadap pipa akibat kapal tenggelam selanjutnya dilakukan simulasi dengan menggunakan

Pada sistem penukar panas sekunder reaktor Triga Mark 2000, menara pendingin merupakan peralatan yang berfungsi mendinginkan air panas sekunder dari penukar panas sampai

Rata-rata indeks lingkar dada antara populasi Tengger dan populasi Jawa memiliki rata-rata yang tidak terlalu besar perbedaannya, mengingat lingkar dada yang memiliki

Suyanto Guru Dewasa Tk.I SMK Canda Bhirawa Pare Kab. Kediri

Waktu paruh klorokuin yang panjang menyebabkan klorokuin dalam darah melebihi kadar efektif minimum dalam waktu tersebut, dan dapat membunuh parasit termasuk

Karena yang diketengahkan terutama bentuk dan susunan luar tubuh tumbuhan, maka dalam tulisan ini hanya diuraikan bentuk susunan tubuh tumbuhan yang berupa kormus.Kormus

Berdasarkan hasil perhitungan uji-t untuk pascates-pascates, maka kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar