Evaluasi Kinerja Unit Sekunder pada Kilang
Minyak dengan Integrasi Panas
Dosen Pembimbing:
Ir. Musfil Ahmad Syukur, M.Eng.Sc
Veni Indah Christiana
2308100167
Outline Pembahasan
Pendahuluan
Tinjauan Pustaka
Metodologi penelitian
Hasil Penelitian & Pembahasan
Kesimpulan
Latar Belakang
1
Simulasi
Industri
Perminyakan
Teknik
Optimasi
Residue
Catalytic
Cracking &
Unsaturated
Gas Plant
Biaya operasional &
Total Annual Cost
Evaluasi
Kembali
Heat
Integration
Kebutuhan
Steam dan
Air
Pendingin
Bagaimana merancang model integrasi
jaringan penukar panas pada
Residue Catalytic Cracker (RCC) dan
Unsaturated Gas Plant
untuk mendapatkan Total Annual Cost
(TAC) yang lebih kecil
Perumusan Masalah
Batasan Masalah
Sistem yang ditinjau adalah Residue Catalytic Cracker (RCC)
dan Unsaturated Gas Plant di salah satu kilang minyak di
Indonesia.
Metode yang digunakan untuk perancangan HENs adalah
metode Pinch.
Simulasi dilakukan menggunakan software HYSYS dan
software HINT.
Optimasi dilakukan dengan membandingkan Capital Cost dan
Energy Cost dari desain yang ada dengan desain yang telah
diintegrasi panasnya yang bertujuan untuk memperoleh Total
Annual Cost (TAC).
Tujuan Penelitian
4
Merancang desain integrasi panas pada Residue Catalytic Cracker
(RCC) dan Unsaturated Gas Plant yang lebih optimum.
Membandingkan Energy Cost dari konfigurasi sistem Base Case pada
Residue Catalytic Cracker (RCC) dan Unsaturated Gas Plant dan
sistem integrasi panas yang lebih optimum.
Membandingkan Capital Cost dari konfigurasi sistem Base Case
pada Residue Catalytic Cracker (RCC) dan Unsaturated Gas Plant
dan sistem integrasi panas yang lebih optimum.
Manfaat Penelitian
5
Mengetahui dan memahami proses Residue Catalytic Cracker (RCC)
dan Unsaturated Gas Plant pada industri pengolahan minyak
bumi.
Evaluasi energy cost dari sistem base case dan sistem integrasi panas
yang optimum.
Evaluasi capital cost dari sistem base case dan sistem integrasi
panas yang optimum
Mendapatkan Total Annual Cost (TAC) dari sistem base case dan
sistem integrasi panas yang optimum.
Tinjauan
Pustaka
Metode Pinch Analysis
untuk memperkirakan
kebutuhan minimum utilitas panas dan dingin, jumlah
minimum Heat Exchanger dan biaya investasi minimum
untuk setiap aliran proses.
Tujuan : mencari struktur jaringan alat penukar
panas yang optimum dengan menetapkan ΔTmin,
untuk
mendapatkan Maximum Heat Recovery (MER)
,
luas area jaringan minimum
dan
jumlah penukar panas
minimum
.
Integrasi Panas
Proses Kilang Minyak
8
• unit yang hanya melibatkan peristiwa fisis
Primary Processing
• unit yang melibatkan reaksi kimia
Secondary Processing
• unit yang bertujuan memperoleh kembali minyak yang
diproduksi atau chemical yang digunakan di unit
primary dan secondary processing atau mengolah
limbah cair atau gas sebelum dibuang ke laut atau udara
luar/lingkungan sekitar
9
Residue Catalytic Cracking
Proses pada unit ini bertujuan untuk
merengkah minyak bumi dengan
rantai C yang panjang menjadi lebih
rendah dengan menggunakan katalis
Proses utama pada RCC terdiri dari:
Reaktor
Regenerator
11
Unsaturated Gas Plant
Wet Gas Compressor
Primary Absorber
Sponge Absorber
Amine Gas
Stripper
Debutanizer
Proses pada unit ini bertujuan untuk memisahkan produk
puncak column RCC unit menjadi stabilized gasoline, LPG, dan non
condensable lean gas, yang sebagian akan dipakai sebagai lift gas
sebelum di-treating di Amine Unit sebagai off gas.
Adalah : Total biaya yang dibutuhkan untuk
mengoperasikan suatu proses industri
Total Annual Cost (TAC)
13
TAC = Annualized Capital Cost + Utility Cost/Energy Cost
Utility Cost
Total Utility Cost = Ʃ m
u
x C
u
Annual Capital Cost
Peneliti Terdahulu
14
• Merancang integrasi panas pada jaringan Separation Split-Blend pada aliran sumber
dan produk multikomponen yang hemat energi untuk mendapatkan Total Annual
Cost minimal.
Ferawati S. Handayani dan Rully E. Ardianto (2006)
• Simulasi kinerja reaktor dan regenerator unit FCC yang didesain oleh UOP dengan
menggunakan Hysys yang bertujuan untuk mengetahui produk hasil dari reaktor
dengan kapasitas yang berbeda-beda.
I Gede Dharma Susila dan Yan Dwi Septadi (2009)
• Pengendalian reaktordan regenerator pada Fluid Catalytic Cracking Unit (FCCU)
menggunakan MPC dengan suhu reaktor dan regenerator serta level katalis sebagai
variabel pengendalinya.
Metodologi
Penelitian
Tahapan Penelitian
16
Start
Pengumpulan Data Assay Crude Oil dalam
Software HYSYS
Pembuatan Data Assay Crude Oil dalam Software HYSYS
Simulasi Steady State Pembuatan Base Case Menggunakan Software HYSYS
Simulasi Integrasi Base Case Menggunakan Software Heat Integration
Mendesain Integrasi Panas Menggunakan Metode Pinch Menggunakan Software Heat Integration Simulasi Integrasi Panas Menggunakan Software
HYSYS
Menghitung Total Annual Cost
Hasil Penelitian
& Pembahasan
Simulasi Menggunakan Hint
Integrasi Panas Base Case
Integrasi Panas Base Case
Integrasi Panas Optimum
21
Nama
Integrasi Aliran Dingin
A
(m
2)
13
14
19
Konfigurasi 1
Konfigurasi 2
Konfigurasi 3
Konfigurasi 4
Konfigurasi 5
Konfigurasi 6
Konfigurasi 7
Konfigurasi 8
6
6
6
7
7
9
9
9
6
7
7
6
7
6
7
7
7
6
7
7
6
7
6
7
520,054
518,416
519,252
518,973
518,457
519,726
518,832
520,353
Integrasi Panas Optimum
23
Integrasi Panas Optimum
24
Perhitungan TAC Sistem Base
Case
a. Capital Cost
Perhitungan Capital Cost didapat dari Literatur (Timmerhaus edisi 5,2002)
Asumsi : 1 $ = Rp 9.520 (BI, 22 Juni 2012)
Untuk heat exchanger tipe Shell and Tube dengan liquida sebagai hot
fluid dan cold fluid maka :
U
D= 50 - 250 BTU/hr.ft
2.
0F
(tabel 8.5 Walas, hal 176)ditetapkan
U
D=
176 BTU/hr.ft
2.
0F
= 1.000 W/m
2.K
Maka
A =
Q
=
6.391 x 1.000
=
152 m
2U
Dx LMTD
1.000 x
42
25
Perhitungan TAC Sistem Base
Case
No. HE Q (kW) A ( m2 ) Cooler-1 12.444,00 26,768 Heat Exchanger-2 6.391,00 151,790 Cooler-3 7.100,96 20,739 Cooler-4 2.612,94 6,135 Heat Exchanger-5 1.829,00 33,001 Cooler-6 1.449,06 4,200 Heat Exchanger-7 8.817,00 139,220 Cooler-8 24,00 0,059 Cooler-9 1.115,00 2,442 Cooler-10 27.077,00 64,518 Cooler-11 52.375,00 98,733 Cooler-12 17.875,00 30,683 Cooler-13 16.226,00 26,943 Cooler-14 1.228,00 2,050 Cooler-15 17.368,00 51,581 Cooler-16 337,00 0,896 Cooler-17 22.849,00 67,315 Cooler-18 1.964,00 6,010 Cooler-19 519,00 1,620 Cooler-20 424,00 1,367 Cooler-21 1.989,06 3,529 Cooler-22 4.113,75 8,309 Cooler-23 4.430,19 11,075 TOTAL 758,98126
Perhitungan TAC Sistem Base
Case
No. HE A ( m2 ) Harga $ Rp Cooler-1 26,768 5.200 49.504.000 Heat Exchanger-2 151,790 30.000 285.600.000 Cooler-3 20,739 4.100 39.032.000 Cooler-4 6,135 2.100 19.992.000 Heat Exchanger-5 33,001 6.700 63.784.000 Cooler-6 4,200 2.100 19.992.000 Heat Exchanger-7 139,220 28.000 266.560.000 Cooler-8 0,059 2.100 19.992.000 Cooler-9 2,442 2.100 19.992.000 Cooler-10 64,518 10.400 99.008.000 Cooler-11 98,733 20.000 190.400.000 Cooler-12 30,683 6.300 59.976.000 Cooler-13 26,943 5.400 51.408.000 Cooler-14 2,050 2.100 19.992.000 Cooler-15 51,581 10.500 99.960.000 Cooler-16 0,896 2.100 19.992.000 Cooler-17 67,315 12.000 114.240.000 Cooler-18 6,010 2.100 19.992.000 Cooler-19 1,620 2.100 19.992.000 Cooler-20 1,367 2.100 19.992.000 Cooler-21 3,529 2.100 19.992.000 Cooler-22 8,309 2.100 19.992.000 Cooler-23 11,075 2.200 20.944.000 1.560.328.00027
Perhitungan TAC Sistem Base
Case
Dengan indeks indeks harga tahun 2012 = 443,278
Maka harga tahun 2012 adalah Rp. 1.771.667.713,07
Asumsi : Umur Peralatan (n) = 10 tahun
interest Rate (i) = 10 %
28
Perhitungan TAC Sistem Base
Case
b. Utilitas Cost
Plant beroperasi 330 hari
Dari Tabel 6.14 Timmerhaus :
• Harga steam 4,4 $ / 1000 kg
• Harga air pendingin 0,08 $ / 1000 kg
Total Biaya Steam
= Rp. 677.439.544,30
Total Biaya Air Pendingin = Rp. 50.026.871.144,45
Total Energy Cost
= Rp. 50.704.310.688,77
29
Perhitungan TAC Sistem Base
Case
C. Total Annual Cost
Capital Cost
= Rp. 288.303.761,56
Total Energy Cost
= Rp. 50.704.310.688,75
30
Perhitungan TAC Sistem Integrasi
Panas Optimum
No. HE
Q (kW)
A ( m
2)
Heat Exchanger-1
1.829,00
6,172
Heat Exchanger-2
8.817,00
39,308
Heat Exchanger-3
6.391,00
25,708
Cooler-4
1.115,00
2,442
Cooler-5
27.077,00
64,518
Cooler-6
52.375,00
98,733
Cooler-7
25.936,00
63,724
Cooler-8
8.841,00
19,263
Cooler-9
9.655,00
17,101
Cooler-10
7.409,00
12,541
Cooler-11
1.228,00
2,050
Cooler-12
10.533,00
22,913
Cooler-13
17.368,00
51,581
Cooler-14
337,00
0,896
Cooler-15
22.849,00
67,315
Cooler-16
1.964,00
6,010
Cooler-17
5.891,00
15,155
Cooler-18
519,00
1,620
Cooler-19
424,00
1,367
TOTAL
518,416
31
Perhitungan TAC Sistem Integrasi
Panas Optimum
No. HE
A ( m
2)
Harga
$
Rp
Heat Exchanger-1
6,172
2.100
19.992.000
Heat Exchanger-2
39,308
8.000
76.160.000
Heat Exchanger-3
25,708
5.100
48.552.000
Cooler-4
2,442
2.100
19.992.000
Cooler-5
64,518
13.000
123.760.000
Cooler-6
98,733
19.000
180.880.000
Cooler-7
63,724
14.000
133.280.000
Cooler-8
19,263
4.100
39.032.000
Cooler-9
17,101
3.900
37.128.000
Cooler-10
12,541
3.500
33.320.000
Cooler-11
2,050
2.100
19.992.000
Cooler-12
22,913
4.200
39.984.000
Cooler-13
51,581
11.000
104.720.000
Cooler-14
0,896
2.100
19.992.000
Cooler-15
67,315
14.000
133.280.000
Cooler-16
6,010
2.100
19.992.000
Cooler-17
15,155
3.700
35.224.000
Cooler-18
1,620
2.100
19.992.000
Cooler-19
1,367
2.100
19.992.000
1.125.264.000
32
Perhitungan TAC Sistem Integrasi
Panas Optimum
Total Biaya Steam
= Rp. 677.439.544,32
Total Biaya Air Pendingin = Rp. 50.026.881.484,80
Total Energy Cost
= Rp. 50.704.321.029,12
Capital Cost
= Rp. 207.805.506,08
Total Energy Cost
= Rp. 50.704. 321.029,10
33
Total Annual Cost
Keterangan
Total Capital
Cost
(10
6Rp./year)
Total Energy Cost
(10
6Rp./year)
Total Annual
Cost
(10
6Rp./year)
Sistem base Case
288
50.704
50.992
Sistem
integrasi
panas optimum
208
50.704
50.912
asumsi :
umur peralatan (n)
= 10 tahun
Kesimpulan
& Saran
Kesimpulan
35
Pada simulasi RCC dan Unsaturated Gas Plant menggunakan software HYSYS dan HINT
diperoleh konfigurasi yang lebih optimum dengan nilai
A = 518,416 m
2 lebih kecildibandingkan sistem base case dengan nilai
A = 758,981 m
2.Energy Cost untuk sistem base case
Rp.50.704.310.688,77
dan energy cost untuk sistemintegrasi panas yang optimum (konfigurasi 2) sebesar
Rp.50.704.321.029,12.
Capital cost untuk sistem base case
Rp.288.330.761,56
dan capital cost untuk sistemintegrasi panas yang optimum (konfigurasi 2) sebesar
Rp.207.805.506,08
atau dapatmereduksi
27,93 %
dari sistem base case.TAC untuk sistem base case
Rp.50.992.641.450,33
dan TAC untuk sistem integrasi panasyang optimum (konfigurasi 2) sebesar