Pengertian, Lingkup dan Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Sejarah a. Pengertian Sejarah
Etimologi
Bahasa Arab : Syajaratun (pohon)
Bahasa Inggris : History (masa lampau)
Bahasa Yunani : Istoria ( informasi/pencarian/belajar)
Bahasa Belanda : Geschiedenis (sesuatu yang telah terjadi) KBBI :
1. Asal-usul, keturunan atau silsilah
2. Kejadian/peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau, riwayat, tambo
3. Pengetahuan/uraian tentang kejadian, atau peristiwa yang benar-benar tejadi pada masa lampau Menurut para tokoh
1. Herodotus
“sejarah tidak berkembang dan bergerak ke depan dengan tujuan yang pasti, tetapi bergerak melingkar, yang tinggi dan rendahnya lingkaran disebabkan oleh keadaan manusia itu sendiri” 2. Ibnu Khaldun
“catatan tentang manusia dan bperadabannya dengan seluruh proses perubahan secara nyata dengan segala sebab dan akibatnya”
3. R.G. Collingwood
“sejarah sebagai penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan manusia pada masa lampau” 4. Sartono Kartodirdjo
Dibatasi oleh 2 pengertian yaitu
“ sejarah objektif adalah sejarah yang menunjuk pada kejadian atau peristiwa itu sendiri”
“sejarah subjektif adalah sejarah yang telah dipengaruhi oleh emosi dan pikiran oleh sejarawan atau penulis sejarah tentang suatu perisrtiwa”
5. R. Mohammad Ali
1. Sejarah adalah keseluruhan perubahan, kejadian, peristiwa, dan kenyataan yang benar-benar terjadi di sekitar kita
2. Cerita tentang perubahan-perubahan itu sendiri
3. Ilmu yang menyelidiki perubahan-perubahan, peristiwa, kejadian yang benar-benar terjadi pada masa yang telah lampau
6. Muhammad Yamin
“ sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan dari berbagai peristiwa yang dapat dibuktikan”
Soal:
1. Secara etimologis sejatrah berasal dari kata syajaratun yang berasal dari bahasa arab yang berarti…
a. Pohon d. ranting
b. Cabang e. pepohonan
c. Akar
2. Dalam penggunaannya yang luas, pengertian sejarah yang tepat adalah… a. Tahap-tahap perkembangan kebudayaan manusia sejak masa lampau b. Peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau
c. Silsilah para raja dan dinasti pada masa lalu d. Masa kritis dan kehidupan manusia dimasa lalu e. Perkiraan tentang kejadian masa lampau
3. Sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan dari beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan, definisi ini dikemukakan oleh
a. Ibnu Khaldun d. Collingwood b. Muhammad Ali e. Herodotus
c. Muhammad Yamin
4. Adapun sejarawan yang mengatakan bahwa sejarah tidak berkembang lurus kearah masa depan, tetapi bergerak seperti garis yang melingkar adalah…
a. Ibnu Khaldun d. Collingwood b. Muhammad Ali e. Herodotus
c. Muhammad Yamin
b. Sumber Sejarah
Berdasarkan bentuk/jenisnya: a. Sumber tulisan
contoh: prasasti, naskah, buku, dokumen, documenter tertulis, arsip, dan foto b. Sumber lisan ( diperoleh dari perilaku dan saksi sejarah)
contoh: rekaman pidato dan video
c. Sumber benda ( berbentuk artefak/budaya yang ditemukan di suatu tempat/bukti fisik), contoh: alat-alat penunjang manusia, senjata, fosil, bangunan bersejarah
Berdasarkan penyampaiannya:
a. Sumber primer (diperoleh dari pelaku atau saksi sejarah)
b. Sumber sekunder ( sudah diolah oleh peneliti lain atau oleh pemberi informasi) Soal:
1. “Apa yang dikatakan orang tentang peristiwa itu” merupakan pertanyaan tentang sumber… a. Lisan d. Sekunder
b. Tulisan e. Benda c. Primer
2. Pernyataan jenis-jenis data di bawah ini: (1) Ulasan penelitian
(2) Artefak (3) Ensiklopedia (4) Saksi sejarah (5) Koran
(6) Rekaman atau catatan (7) Buku teks
(8) Wawancara langsung (9) Relikui
Dari data di atas, data primer ditunjukkan nomor… a. (1), (3), (5), dan (7)
b. (2), (4), (6), dan (9) c. (6), (7), (8), dan (9) d. (4), (5), (6), dan (7) e. (3), (4), (7), dan (9)
3. Dari soal nomor 2 data sekunder ditunjukkan oleh nomor... a. (1), (3), (5), dan (7)
b. (2), (4), (6), dan (9) c. (6), (7), (8), dan (9)
d. (4), (5), (6), dan (7)
c. Ruang lingkup sejarah 1. Sejarah sebagai peristiwa
Syarat-syarat dikatakan sejarah sebagai peristiwa:
a. Objektif (didukung oleh fakta sejarah), contoh foto, rekaman, kesaksian pelaku sejarah, Folkor/adat istiadat atau cerita rakyat turun-temurun.
b. Unik ( terjadi satu kali / tidak ada peristiwa yang sama ), contoh peristiwa pendudukan DPR/MPR oleh mahasiswa dalam peristiwa Mei 1998
c. Penting (mempunyai arti penting dalam menambah ilmu pengetahuan serta terhadap kehidupan berbangsa dan bermasyarakat / mengandung pelajaran bagi manusia masa kini dan masa depan)
2. Sejarah sebagai ilmu
Sejarah itu empiris (objek itu benar-benar pernah dialami manusia dalam waktu yang lampau)
Sejarah itu mempunyai objek (bukti)
Sejarah itu mempunyai metode, terdapat 5 metode, yakni pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Sejarah itu bersifat verifikatif (dapat diuji kebenarannya) 3. Sejarah sebagai kisah
Cerita sejarah tidak sama dengan sembarang cerita
Cerita sejarah adalah cerita yang didasarkan pada fakta-fakta dan disusun dengan metode ilmiah dan Berdasarkan penafsiran sejarawan yang dapat dipertanggungjawabkan.
4. Sejarah sebagai seni
Memerlukan intuisi dan imajinasi, melibatkan emosi dengan gaya bahasa yang khas Soal
1. Sejarah bersifat menggambarkan, menceritakan, dan memaparkan fakta-fakta. Hal ini menerangkan salah satu sifat sejarah…
a. Faktual b. Diakronik c. Empiris d. Unik e. Ideografis
2. Sejarah juga termasuk seni. Hal ini karena peneliti sejarah… a. Melibatkan para seniman yang memahami sejarah
b. Dapat menjadi sumber penting dalam pembuatan film atau pementasan c. Merupakan hasil imajinasi emosi dan gaya bertutur para pelaku sejarah d. Melibatkan imajinasi, emosi, dan gaya tutur yang khas
e. Memiliki alur atau jalan cerita yang menggerakkan emosi penelitinya
d. Konsep berpikir kronologis dalam sejarah
Kronologis, secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu chronoss (waktu) dan logos (uraian atau waktu)
Kronologi adalah ilmu tentang waktu, yang memang di dalam perkembangannya kemudian menjadi ilmu bantu sejarah yang menyusun peristiwa atau kejadian-kejadian sesuai dengan urutan waktu tertentu.
Kronologi mempermudah kita dalam:
a. Melakukan rekonstruksi terhadap semua peristiwa masa lalu dengan tepat
b. Membandingkan peristiwa sejarah yang terjadi di suatu tempat yang berbeda tetapi dalam waktu yang sama.
e. Konsep sinkronik dalam sejarah Etimologi
Sinkronik,berasal dari bahasa Yunani, yaitu syn yang berarti dengan, dan chronoss yang berarti waktu.
KBBI
Sinkronik diartikan sebagai segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi pada suatu masa.
Kajian sejarah secara sinkronik artinya mempelajari peristiwa sejarah dengan segala aspeknya pada masa atau waktu tertentu dengan lebih mendalam.
Secara umum sinkronik mempunyai ciri-ciri:
1. Mengkaji peristiwa sejarah yang terjadi pada masa tertentu
2. Menitikberatkan kajian peristiwa pada pola-pola, gejala, dan karakter 3. Bersifat horizontal
4. Tidak ada konsep perbandingan
5. Cakupan kajian lebih sempit dan sangat sistematis 6. Sifat kajian lebih serius dan lebih mendalam f. Konsep ruang dan waktu dalam sejarah
a. Peristiwa atau kejadian dari masa yang lalu selalu berlangsung dalam batasan ruang atau tempat tertentu, unsur ruang yang menjadi tempat terjadinya peristiwa akan memberikan gambaran jelas bagi kita bahwa peristiwa itu memang ada dan nyata.
b. Waktu menjadi batasan dari setiap peristiwa yang telah terjadi. Konsep waktu dalam sejarah:
(1) Proses kelangsungan dari suatu peristiwa dalam batasan waktu tertentu
(2) Kesatuan kelangsungan waktu, yaitu waktu pada masa yang lampau, sekarang, dan masa yang akan datang
Perjalanan bangsa Indonesia masa Praaksara, Hindu-Budha dan Islam A. Ciri-ciri Manusia Pra Aksara
1. Jenis Meganthropus (M Paleojavanicus, manusia raksasa dari jawa)
Penelitian von Koeningswald di Sangiran tahun 1936 dan 1941 yang menemukan fosil rahang manusia yang berukuran besar. Ciri-cirinya : rahang yang kuat dan badannya tegap. Diperkirakan makanan jenis manusia ini adalah tumbuh- tumbuhan. Masa hidupnya diperkirakan pada zaman Pleistosen Awal.
Ciri-cirinya : berbadan tegak, dan memiliki tinggi banadan antara 165-180 cm. Pithecanthropus erectus merupakan manusia purba yang paling banyak di temukan di Indonesia diantaranya di Mojokerto, Kedungtrubus, Trinil, Sangiran, Sambungmacan, dan Ngandong.
Pertama kali di temukan oleh Eugene Dubois di Trinil dekat Sungai Bengawan Solo, Surakarta, tahun 1891.
3. Jenis Homo
Homo berarti manusia. Manusia purba jenis ini memiliki ciri yang lebih sempurna di bandingkan dengan Meganthropus paleojavanicus dan Pithecantropus erectus. Beberapa jenis homo yang di temukan di Indonesia antara lain.
Homo Soloensis, artinya manusia dari Solo.
o Ditemukan pada tahun 1931-1934, olah Ter Haar dan Ir. Oppenorth di Ngandong, Lembah Sungai Bengawan Solo.
o Ciri-cirinya yaitu berjalan tegak dengan tinggi badan 180 cm, tengkoraknya lebih besar dari Pithacantropus erectus.
Homo Wajakensis, artinya manusia dari Wajak.
o Ditemukan pada tahun 1889, olah Van Reitschoten di Wajak, Tulungagung, Jawa Timur.
o Ciri-ciri Homo Soloensi yaitu berjalan tegak dengan tinggi badan 130-210 cm, tengkoraknya lebih bulat muka tidak terlalu menjorok ke depan, dan telah memiliki kemampuan membuat peralatan dari batu, tulang dan kayu.
Homo Sapiens, artinya manusia cerdas, generasi terakhir dari manusia purba. o Homo sapiens hidup di Zaman Holosen sekitar 4000 tahun yang lalu. o ciri-ciri fisik yang sudah hampir sama dengan manusia modern saat ini.
Pembagian Homo Sapiens : a. Manusia Wajak
Ditemukan oleh B.D. van Rietschoten di sebuah ceruk di lereng pegunungan karst di barat laut Campurdarat, dekat Tulungagung, Jawa Timur. Temuan Wajak itu adalah Homo sapiens.
Dengan ciri : mukanya datar dan lebar, akar hidungnya lebar dan bagian mulutnya menonjol sedikit. Dahinya agak miring dan di atas matanya ada busur kening nyata. Tengkorak ini diperkirakan milik seorang perempuan berumur 30 tahun dan mempunyai volume otak 1.630 cc. Wajak kedua ditemukan oleh Dubois pada tahun 1890 di tempat yang sama. Temuan berupa fragmen-fragmen tulang tengkorak, rahang atas dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kering. Pada tengkorak ini terlihat juga busur kening yang nyata.
b. Manusia Liang Bua
Mempunyai ciri : tengkorak yang panjang dan rendah, berukuran kecil, dengan volume otak 380 cc. Kapasitas kranial tersebut berada jauh di bawah Homo erectus (1.000 cc), manusia modern Homo sapiens (1.400 cc), dan bahkan berada di bawah volume otak simpanse (450 cc). Temuan itu dianggap sebagai penemuan spesies baru yang kemudian diberi nama Homo floresiensis.
B. Asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia
Sebagian besar teori tentang Kebudayaan Prasejarah Indonesia yang datang dari Barat menjelaskan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia datang dari Asia Tenggara (Indochina/Yunnan). Diduga mereka datang dalam dua gelombang migrasi besar yang diperkirakan terjadi sekitar tahun 5000 SM dan tahun 2000 SM.
1. Golongan Proto Melayu
Tiba sekitar tahun 2.000 SM. Kedatangan nenek moyang tersebut sambil membawa kebudayaan neolitikum (batu baru). Mereka tersebar menjadi dua cabang. Cabang pertama dari proto melayu adalah bangsa yang membawa peralatan kapak lonjong. Mereka disebut sebagai ras Papua-Melanesoid. Arah persebarannya dari Yunnan melewati Filipina, kemudian tersebar ke
Sulawesi Utara, Maluku, dan ada jugayangsampaikePapua.
Cabang yang kedua dari nenek moyang dari golongan Proto Melayu disebut Ras Austronesia. Kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia ini bermula dari Yunnan melewati Malaya, Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan pula-pulai lainnya. Datangnya nenek moyang tersebut sambil membawa kebudayaan kapak persegi. Setibanya di kepulauan Indonesia, sebagian dari mereka berasimilasi dengan ras Austro-Melanesoid. Sebagian lagi tetap mempertahankan ras aslinya.
2. Golongan Deutro Melayu
Tiba di kepulauan Indonesia sekitar tahun 500 SM. Nenek moyang tersebut datang sambil membawa kebudayaan logam yang berasal dari Dongson, Vietnam Utara. Kebudayaan logam tersebut antara lain; candrasa, nekara, manik-manik, arca, dan bejana perunggu. Jalur penyebaran nenek moyang bangsa Indonesia dari golongan ini dimulai dari daratan Asia ke Thailand, Malaysia Barat, dan berlanjut ke tempat-tempat di Indonesia. Gelombang terakhir nenek moyang ini masih tergolong ras Austronesia. Selanjutnya, semakin berkembang ras Papua-Melanesoid, Austronesia, dan sisa ras Austro-Melanesoid melahirkan bermacam-macam suku bangsa yang tersebut di seluruh pelosok Indonesia.
3. Melanesoid
Pada mulanya kedatangan Bangsa Melanesoid di Papua berawal saat zaman es terakhir, yaitu tahun 70.000 SM .Ras lain yang juga terdapat di Kepulauan Indonesia adalah ras Melanesoid. Mereka tersebar di lautan Pasifik di pulau-pulau yang letaknya sebelah Timur Irian dan benua Australia. Di Kepulauan Indonesia mereka tinggal di Papua. Bersama dengan Papua-Nugini dan Bismarck, Solomon, New Caledonia dan Fiji, mereka tergolong rumpun Melanesoid.
4. Negrito dan Weddid
Sebutan Negrito diberikan oleh orang-orang Spanyol karena yang mereka jumpai itu berkulit hitam mirip dengan jenis-jenis Negro. Sejauh mana kelompok Negrito itu bertalian darah dengan jenis-jenis Negro yang terdapat di Afrika serta kepulauan Melanesia (Pasifik). Kelompok Weddid terdiri atas orang-orang dengan kepala mesocephal dan letak mata yang
dalam sehingga nampak seperti berang; kulit mereka coklat tua dan tinggi rata-rata lelakinya 155 cm. Weddid artinya jenis Wedda yaitu bangsa yang terdapat di pulau Ceylon (Srilanka). Persebaran orang-orang Weddid di Nusantara cukup luas, misalnya di Palembang dan Jambi (Kubu), di Siak (Sakai) dan di Sulawesi pojok tenggara (Toala, Tokea dan Tomuna)
C. Kehidupan manusia pada zaman pra aksara 1. Masa Berburu dan Meramu Kehidupan.
Manusia purba masa berburu dan meramu senantiasa berpindah-pindah (nomaden). Kehidupan pada masa berburu dan meramu disebut food gathering artinya mengumpulkan makanan yang di sediakan oleh alam tanpa mengolah atau menanam terlebih dahulu. Alat-alat yang digunakan pada masa itu antara lain kapak perimbas untuk marimbas kayu, menguliti binatang, dan memecah tulang; kapak genggam untuk menggali umbi dan memotong hewan buruan; dan alat serpih digunkaan sebagai pisau.
2. Masa Bercocok Tanam Pada.
Masa ini manusia purba sudah mengenal bercocok tanam (food producing). Namun demikian kehidupan berburu dan merapu tidak sepenuhnya ditinggalkan. Masa ini pula manusia purba mulai tinggal menetap (sedenter) di suatu kampung dengan rumah panggung. Alat-alat yang di gunakan pada masa bercocok tanam berasal dari batu yang telah di haluskan, antara lain mata panah untuk berburu; barang pecah belah dari tanah liat (gerabah); beliung persegi untuk menebang kayu dan mencangkul; kapak lonjong untuk mengolah tanah.
3. Masa Perundagian (Pertukangan)
Pada masa ini manusia sudah mengenal teknologi sederhana dan pembagian kerja. Saat itu manusia menganal pertukangan dan pengecoran logam seperti perunggu, tembaga dan besi sebagai barangbarang kebutuhan rumah tangga.
- Nekara dan Moko, berbentuk seperti tambur atau dandang terbalik. Digunkaan pada upacara adapt sebagai benda pusaka.
- Kapak perunggu/kapak corong, berbentuk menyerupai corong terbuat dari perunggu. - Benda-benda lain, seperti bejana perunggu, manik-manik, gerabah dan mata tombak.
Periodesasi Masa Pra-Aksara Berdasar Corak Kehidupan 1. Mas Berburu Mengumpulkan Makanan tingkat sederhana
Kegiatan pokok berburu dan mengumpulkan makanan
Alat yang digunakan batu, kayu,dan tulang. Seperti kapak perimbas untuk menguliti kulit binatang
Masih terganntung alam sekitar biasanya tinggal di tepi sungai dan masih nomaden Manusianya Pithecanthropus Pada masa Paleolithicum
2. Masa Berburu Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut
Alat yang digunakan memasuki tradisi serpih biah alat-alatnya yaitu alat dari tulang dan kapak genggam
Manusianya Pithecanthropus dalam masa Mesolithicum hidup dengan nomaden secara berkelompok
Biasa hidup di gua 3. Masa Bercocok Tanam
Sudah membentuk perkampungan kecil
Manusianya berjenis Homo soloensis dan wajakensis sudah mengenal berladang tetapi tidak menetap pada masa Neolithicum
Alat-alatnya berasal dari batu yang sudah di haluskan dan sudah mengenal gerabah, seperti kapak lonjong untuk mencangkul dan beliung persegi untuk mencangkul dan menebang kayu
Mengenal sistem kepercayaan 4. Masa Perundagian / Masa Pertukangan
Menyempurnakan pertanian dan peternakan dari masa bercocok tanam Membuat perkampungan yang lebih besar dan sudah menetap (sedenter) Manusianya berjenis Homo Sapiensis yang
Alat-alatnya dari logam seperti Moko
Solidaritasnya tinggi yang merupakan warisan nenek moyang. Sistem Kepercayaan Manusia Purba.
Animisme, adalah percaya pada roh nenek moyang maupun roh-roh lain yang mempengaruhi kehidupan mereka. Upaya yang dilakukan agar roh-roh tersebut tidak mengganggu adalah dengan memberikan sesaji.
Dinamisme, adalah percaya pada kekuatan alam dan benda-benda yang memiliki gaib. Manusia purba melakukanya dengan menyembah batu atau pohon besar, gunung, laut, gua, keris, azimat, dan patung.
Totemisme, adalah percaya pada binatang yang dinganggap suci dan memiliki kekuatan. Dalam melakukan upacara ritual pemujaan manusia purba membutuhkan sarana, dengan membangun bangunan dari batu yang dipahat dengan ukuran yang besar. Masa ini di sebut sebagai kebudayaan Megalitikum (kebudayaan batu besar).
Contoh Soal
1. Manusia purba jenis ini ditemukan oleh Ralph von Koenigswald pada 1941 di dekat Desa Sangiran, Lembah Sungai Bengawan Solo, adalah,...
A. Meganthropus Paleojavanicus B. Pithecanthropus Erectus C. Homo Soloensis
D. Pithecanthropus Robustus E. Homo Wajakensis
2. Manusia pra sejarah sudah hidup menetap didukung oleh kemampuan untuk …. A. Menjinakkan binatang buas yang ditangkap
B. Bercocok tanam di sekitar tempat tinggal C. Mengupam alat-alat pertanian
D. Membuat rumah bertiang tinggi E. Berburu dan meramu
3. Manusia besar ( raksasa ) dari Jawa Kuno ( tertua ), disebut dengan istilah …. A.Pitecanthropus Mojokertensis
B. Pithecanthropus Erectus C. Homo Wajakensis
D. Meganthropus Palaeojavanicus E. Homo Soloensis
4. Manusia purba yang pertama dilaporkan ditemukan di Indonesia oleh Van Reitschotten pada tahun 1889 dan kemudian diteliti oleh Eugene Dubois, adalah ….
A. Homo Wajakensis B. Homo Soloensis
C. Meganthropus Palaeojavanicus D. Pithecanthropus Erectus E. Pitecanthropus Mojokertensis
5. Manusia purba hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, disebabkan oleh …. A. Faktor makanan karena tergantung pada alam
B. Manusia purba mencari daerah yang subur C. Sering terjadi peperangan antar kelompok D. Keadaan alam yang tidak stabil
E. Sering terjadi bencana alam
6. Fosil Pithecanthropus Erectus ditemukan oleh EugeneDubois pada tahun 1890 di desa Trinil, kabupaten …. A. Tulung Agung B. Karanganyar C. Pacitan D. Sragen E. Ngawi
D. Teori Masuknya Agama Budaya Hindu, Budha, Dan Islam Di Indonesia
1.
Masuknya Agama Hindu Di IndonesiaAsal mula : berawal abad ke-4 M (agama yang pertama sekali masuk ke wilayah Indonesia,karna masyarakat masih berada di zaman pra-sejarah, kepercayaan animisme, dinamisme, )
Bukti : adanya kerajaan Kutai dan Tarumanegara yang bercorak Hindu. Ciri – cirri :
Peralihan pra-sejarah ke zaman sejarah (masyarakat Indonesia telah mengenal tulisan)
Ditemukannya prasasti yang berasal dari kerajaan Tarumanegara yang berbentuk tulisan dengan bahasa Pallawa (bahasa asli India), merupakan bukti kuat masuknya agama Hindu telah merubah zaman pra-sejarah menjadi zaman sejarah dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
2.
Masuknya Agama Budha Di IndonesiaAsal mula : pertama kali abad ke 1 Masehi (menurut ceerita). Akan tetapi, menurut penemuan-penemuan sejarah, agama Buddha masuk ke Indonesia pertama sekali pada abad ke 4 Masehi.
Bukti : penemuan prasasti dan ruphang Buddha di Kedah, Sulawesi. Cirri :
agama Buddha tidaklah mengenal system kasta, sehingga masyarakat menegah ke bawah sangat menerima dengan baik masuknya paham Buddha
terbentuknya kerajaan Sriwijaya di Palembang pada abad ke-7 M. kerajaan Sriwijaya pernah menjadi salah satu pusat pengembangan agama di Indonesia ( bukti ; catatan seorang sarjana dari China yang bernama I-Tsing)
Kerajaan Syailendra berdiri tahun 775-850 M. bukti-bukti terkuat yang mendukung bahwasanya kerajaan Syailendra menganut agama Buddha sebagai agama kerajaan ialah dengan ditemukannya peninggalan berupa Candi Borobudur, Candi Mendut, dan candi Pawon
pada tahun 1292 M, berdiri kerajaan Majapahit yang juga menganut paham Budhisme di dalam masyarakatnya.
Hipotesis masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu- Buddha di Indonesia dibagi ke dalam dua kelompok:
1. Teori kolonisasi
menekankan pada peran aktif dari orang-orang India dalam menyebarkan pengaruhnya di Indonesia, orang Indonesia sendiri sangat pasif, artinya mereka hanya menjadi objek penerima pengaruh kebudayaan India tersebut.
Dibagi menjadi beberapa ahli :
Hipotesis Waisya
→dikemukakan oleh NJ. Krom dan Mookerjee yang berpendapat “orang India tiba ke Asia tenggara pada umumnya dan khususnya Indonesia karena berdagang”
Bukti : Pelayaran perdagangan saat itu masih tergantung sistem angin muson. Sehingga pedagang India terpaksa tinggal di Indonesia selama beberapa saat untuk menanti bergantinya arah angin. Mereka banyak menikah dengan penduduk setempat. Keturunan dan keluarga pedagang ini merupakan awal penerimaan pengaruh India. Tampaknya teori ini mengambil perbandingan proses penyiaran Islam yang juga dibawa pedagang.
Kelemahan :
o Teori ini juga dibantah ahli lain, karena tidak setiap orang boleh menyentuh kitab Weda. Ajaran Hindu milik kaum brahmana dan hanya mereka yang memahami kitab Weda o Para pedagang yang termasuk dalam kasta Waisya tidak menguasai bahasa Sanskerta dan
huruf Pallawa yang umumnya hanya dikuasai oleh kasta Brahmana
o melihat peta persebaran kerajaan lebih banyak berada di pedalaman. Namun apabila pengaruh tersebut dibawa oleh para pedagang India, tentunya pusat kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha akan lebih banyak berada di daerah pesisir pantai.
Hipotesis Ksatria
→ dikemukakan CC. Berg dan FDK. Bosch. FDK, berpendapat “peran utama masuknya budaya India ke Indonesia adalah ksatria.”
Bukti :
di India terjadi kekacauan politik yaitu perang brahmana dengan ksatria, para ksatria yang kalah melarikan diri ke Indonesia. Mereka mendirikan kerajaan dan menyebarkan agama Hindu. Pendukung teori ini kebanyakan sejarawan India, terutama Majumdar dan Nehru. Kelemahan :
tidak adanya bukti kolonisasi baik di India maupun di Indonesia. Kedudukan kaum ksatria dalam struktur masyarakat Hindu tidak memungkinkan menguasai masalah agama Hindu dan tidak nampak pemindahan unsur masyarakat India (sistem kasta, bentuk rumah, pergaulan dan sebagainya). Tidak mungkin para pelarian mendapat kedudukan sebagai raja di tempat yang baru.
Hipotesis Brahmana
→ dikemukakan JC. Van Leur, FDK. Bosch dan OW. Wolters berpendapat “ orang yang ahli agama Hindu adalah brahmana.”
Bukti :
Orang Indonesia/ kepala suku aktif mendatangkan brahmana untuk mengadakan upacara abhiseka secara Hindu, sehingga kepala suku menjadi maharaja. Dalam perkembangannya, para brahmana akhirnya menjadi purohito (penasehat raja). Teori ini tampaknya dianggap lebih mendekati kebenaran karena agama Hindu bersifat tertutup, dimana hanya diketahui kalangan brahmana. Prasasti yang ditemukan berbahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Candi yang ada di Indonesia banyak ditemukan arca Agastya. Disamping itu brahmana di Indonesia berkaitan dengan upacara Vratyastoma dan abhiseka.
2. Teori Arus Balik/ Nasional
dikemukakan JC. Van Leur, dimana sebagai dasar berpikir adalah hubungan antara dunia maritim dengan perdagangan. Hubungan dagang Indonesia dengan India yang meningkat diikuti brahmana untuk menyebarkan agama Hindu dan Budha. Orang- orang Indonesia yang tertarik ajaran itu, mengirimkan kaum terpelajar ke India untuk berziarah dan menuntut ilmu. Setelah cukup lama, mereka kembali ke Indonesia dan ikut menyebarkan agama Hindu- Budha dengan menggunakan bahasa sendiri. Dengan demikian ajaran agama lebih cepat diterima bangsa Indonesia.
Kesimpulan :
Berdasarkan beberapa teori tersebut, para ahli sejarah membuat dua bentuk kemungkinan tentang proses masuknya agama dan budaya Hindu Budha di Indonesia, yaitu :
•Bangsa Indonesia bersifat pasif. Hal ini memberikan pengertian bahwa masyarakat Indonesia hanya sekedar menerima budaya dari India. Dengan demikian akan menimbulkan kesan bila telah terjadi penjajahan / kolonisasi yang dilakukan bangsa India baik secara langsung maupun tidak langsung.
•Bangsa Indonesia bersifat aktif. Hal ini memberikan pengertian bahwa masyarakat Indonesia sendiri ikut aktif dalam membawa dan menyebarkan agama dan budaya Hindu Budha di nusantara. Salah satu cara yaitu mengundang para brahmana dari India untuk memperkenalkan agama dan budayanya di Indonesia.
3. MASUKNYA AGAMA ISLAM DI INDONESIA Ada 3 teori besar yang berkembang :
Teori Gujarat
→ dikemukakan oleh seorang professor Snouck Hurgronje.
Pendapat : Dia berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada awal abad ke 13 M, yang dibawa oleh para pedagang dari Gujarat, India. Para pedagang dari Gujarat masuk untuk berdagang ke Indonesia sembari mengenalkan paham Islam di tengah kehidupan bermasyarakat.
Bantahan : jika Islam datang dari Gujarat, maka otomatis Islam yang berkembang di Indonesia merupakan Islam dengan paham Syiah. Hal ini karena, di Gujarat pada waktu itu, Islam yang berkembang disana adalah Islam dengan paham Syiah. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku di Indonesia, yang mayoritas penduduknya menganut Islam dengan mazhab Syafi`i.
Teori Mekkah
→ oleh buya hamka, Islam masuk ek Indonesia melalui peran lanmgsung dari para pedagang muslim asal Timur Tengah yang sembari berdagang, menyebarkan agama Islam din Indonesia. Teori ini berpendapat bahwa, agama Islam masuk ke Indonesia berawal dari abad ke 7 M.
Dukungan : Teori ini diperkuat dengan ditemukannya sebuah naskah berita asal China, yang mengemukakan bahwa pada tahun 625 M, sudah mulai terdapat perkampungan bangsa Arab di Sumatera tepatnya di daerah Barus.
Teori Persia
→ Seorang sejarawan yang bernama P.A. Husein Hidayat mengatakan bahwa Islam masuk ke Indoenesia berawal dari masuknya para pedagang yang berasal dari Persia pada tahun ke-7 M. Mereka singgah ke Gujarat sebelum melanjutkan perjalanan ke nusantara. Hal ini juga diperkuat dengan terdapatnya kesamaan budaya Islam antara Indonesia dengan Persia (Iran).
E. Kehidupan Social, Ekonomi Budaya Masa HinduBudha Islam Di Indonesia 1. Masa Hindu-Budha
Proses masuknya pengaruh budaya Indonesia terjadi karena adanya hubungan dagang antara Indonesia dan India. Kebudayaan yang datang dari India mengalami proses penyesuaian dengan kebudayaan asli Indonesia.
Bidang Keagamaan
Sebelum budaya Hindu-Buddha datang, di Indonesia telah berkembang animisme dan dinamisme. Animisme merupakan suatu kepercayaan terhadap suatu benda yang dianggap memiliki roh atau jiwa. Dinamisme merupakan suatu kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib. Dengan masuknya kebudayaan Hindu-Buddha, masyarakat Indonesia secara berangsur-angsur memeluk agama Hindu dan Buddha, diawali oleh golongan elite di sekitar istana.
Bidang Politik
Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. Lahir kerajaan-kerajaan, seperti Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, dan kerajaan bercorak Hindu-Buddha lainnya.
Bidang Sosial
Masuknya kebudayaan Hindu menjadikan masyarakat Indonesia mengenal aturan kasta, yaitu:
Kasta Brahmana (kaum pendeta dan para sarjana) Kasta Ksatria (para prajurit, pejabat dan bangsawan) Kasta Waisya (pedagang petani, pemilik tanah dan prajurit) Kasta Sudra (rakyat jelata dan pekerja kasar).
Bidang Pendidikan
Lembaga-lembaga pendidikan semacam asrama merupakan salah satu bukti pengaruh dari kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. Lembaga pendidikan tersebut mempelajari satu bidang saja, yaitu keagamaan.
Bidang Sastra dan Bahasa
Pengaruh Hindu-Buddha pada bahasa adalah dikenal dan digunakannya bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa oleh masyarakat Indonesia. Pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, seni sastra sangat berkembang terutama pada zaman kejayaan Kerajaan Kediri.
Bidang Arsitektur
Punden berundak merupakan salah satu arsitektur Zaman Megalitikum. Arsitektur tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi. Candi bukan sekadar tempat untuk memuja dewa-dewa , tetapi lebih sebagai tempat pertemuan rakyat dengan nenek moyangnya. Candi dengan patung induknya yang berupa arca merupakan perwujudan raja yang telah meninggal.
2. Kehidupan Masyarakat Indonesia Masa Islam
Bidang Politik
kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha mengalami keruntuhan dan digantikan peranannya oleh kerajaan bercorak Islam, seperti Samudra Pasai, Demak, Malaka, dan lainnya. Sistem pemerintahan yang bercorak Islam, rajanya bergelar sultan atau sunan seperti halnya para wali. Jika rajanya meninggal, tidak dimakamkan di candi tetapi dimakamkan secara Islam.
Bidang Sosial
Pengaruh Islam yang berkembang pesat membuat mayoritas masyarakat Indonesia memeluk agama Islam. Hal ini menyebabkan aturan kasta mulai pudar di masyarakat. Nama-nama Arab seperti Muhammad, Abdullah, Umar, Ali, Musa, Ibrahim, Hasan, Hamzah, dan lainnya mulai digunakan. Kosakata bahasa Arab juga banyak digunakan, contohnya rahmat, berkah (barokah), rezeki (rizki), kitab, ibadah, sejarah (syajaratun), majelis (majlis), hikayat, mukadimah, dan masih banyak lagi.
Pendidikan Islam berkembang di pesantren-pesanten Islam. Sebenarnya, pesantren telah berkembang sebelum Islam masuk ke Indonesia. Pesantren saat itu menjadi tempat pendidikan dan pengajaran agama Hindu. Setelah Islam masuk, mata pelajaran dan proses pendidikan pesantren berubah menjadi pendidikan Islam.
Bidang Sastra dan Bahasa
Penggunaan huruf Arab di Indonesia pertama kali terlihat pada batu nisan di daerah Leran Gresik, yang diduga makam salah seorang bangsawan Majapahit yang telah masuk Islam. Dalam perkembangannya, pengaruh huruf dan bahasa Arab terlihat pada karya-karya sastra. Bentuk karya sastra yang berkembang pada masa kerajaan-kerajaan Islam diantaranya sebagai berikut.
o Hikayat, cerita atau dongeng yang berpangkal dari peristiwa atau tokoh sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk peristiwa atau tokoh sejarah. Contoh hikayat yang terkenal adalah Hikayat Amir Hamzah.
o Babad, kisah pujangga keraton sering dianggap sebagai peristiwa sejarah contohnya Babad Tanah Jawi (Jawa Kuno), Babad Cirebon.
o Suluk, kitab yang membentangkan soal-soal tasawuf contohnya Suluk Sukarsa, Suluk Wijil, Suluk Malang Sumirang, dan lainnya
o Syair, seperti Syair Abdul Muluk dan Gurindam Dua Belas.
Bidang Arsitektur dan
Kesenian Islam telah memperkenalkan tradisi baru dalam teknologi arsitektur seperti masjid dan istana. Ada perbedaan antara masjid- masjid yang dibangun pada awal masuknya Islam ke Indonesia dan masjid yang ada di Timur Tengah. Masjid di Indonesia tidak memiliki kubah di puncak bangunan. Kubah digantikan dengan atap tumpang atau atap bersusun. Jumlah atap tumpang itu selalu ganjil, tiga tingkat atau lima tingkat serupa dengan arsitektur Hindu. Contohnya, Masjid Demak dan Masjid Banten.
Mengaplikasikan Pengetahuan Tentang : Kehidupan Masyarakat Indonesia Masa Praaksara, Hindu-Budha, Dan Islam.
BIDANG
KEHIDUPAN MASA PRAAKSARA MASA HINDU-BUDHA MASA ISLAM Keagamaan Kepercayaan
masyarakat saat itu adalah animisme dan dinamisme
Masyarakat Indonesia secara berangsur-Angsur memeluk Agama Hindu dan Buddha
Masyarakat Indonesia secara berangsur-Angsur memeluk Agama Islam
Politik Dalam kehidupan berkelompok biasanya ada seorang pemimpin didalamnya
kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak
Sistem pemerintahan yang bercorak Islam, rajanya bergelar sultan atau sunan seperti halnya para wali. Jika rajanya meninggal, tidak dimakamkan di
atas Tampuk kekuasaan kerajaan. Kemudian, pemimpin ditentukan secara turun-temurun berdasarkan hak waris sesuai dengan Peraturan hukum kasta
candi tetapi dimakamkan secara Islam.
Sosial Hidup berkelompok – kelompok dimana proses sosialisasi hanya terjadi intern dalam kelompok masing – masing
masyarakat Indonesia mengenal aturan kasta, yaitu: Kasta Brahmana (kaum pendeta dan para sarjana), Kasta Ksatria (para prajurit, pejabat dan bangsawan), Kasta Waisya (pedagang petani, pemilik tanah dan prajurit). Kasta Sudra (rakyat jelata dan pekerja kasar). Namun, unsur budaya Indonesia lama masih tampak dominan dalam semua lapisan Masyarakat
Aturan kasta mulai pudar di masyarakat
Pendidikan
Belum mengenal sistim pendidikan dan segala pengetahuan yang diperoleh masih
berasal dari
pengalaman hidup di alam bebas
Lembaga-lembaga pendidikan semacam asrama merupakan salah satu bukti pengaruh dari kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. Lembaga pendidikan tersebut mempelajari satu bidang saja, yaitu keagamaan.
Pendidikan Islam berkembang di pesantren-pesanten Islam. sebenarnya, pesantren telah berkembang sebelum Islam masuk ke Indonesia. Pesantren saat itu menjadi tempat pendidikan dan pengajaran agama Hindu. Setelah Islam masuk, mata pelajaran dan proses pendidikan pesantren berubah menjadi pendidikan Islam.
Sastra dan Bahasa
Belum ada karya sastra yang dihasilkan
Pengaruh Hindu-Buddha pada bahasa adalah dikenal dan digunakannya bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa oleh masyarakat Indonesia. Hasil sastra berupa kitab – kitab yang ditulis oleh Mpu Tantular, Mpu prapanca dan lainnya.
Kosakata bahasa Arab baik lisan maupn tulisan mulai banyak digunakan. Hasil karya sastra berupa hikayat, babad, suluk dan syair. Arsitektur dan Kesenian Masyarakat praaksara telah mendirikan bangunan – bangunan yang terbuat dari batu, diantaranya : Menhir, dolmen, sarkofagus, punden berundak dan
Punden berundak merupakan salah satu arsitektur Zaman Megalitikum. Arsitektur tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi yang disertai
Islam telah memperkenalkan tradisi baru dalam teknologi arsitektur seperti masjid dan istana. Juga diperkenalkan dengan seni kaligrafi.
waruga patung induk berupa arca.
F. Hasil Budaya Praaksara Yang Berada Di Lingkungan Terdekat 1. Hasil Kebudayaan Paleolithikum
Kebudayan paleolithikum merupakan kebudayaan batu, dimana manusia masih mempergunakan peralatan yang terbuat dari batu, serta teknik pembuatanya masih kasar. Secara garis besar, kebudayaan paleolithikum dibedakan:
2. Kebudayaan Mesolithikum
Zaman batu madya.Hasil peninggalan kebudayaan adalah ditemukannya kebudayaan Kjokkenmoddinger dan kebudayaan abris sous roche.Kjokkenmoddinger merupakan sampah dapur yang berupa tumpukan kulit kerang, yang di dalamnya ditemukan kapak genggam/pebble dan kapak pendek. Abris sous roche, merupakan hasil kebudayaan yang ditemukan di gua-gua, ditemukan peralatan dari batu yang sudah diasah, serta peralatan dati tulang dan tanduk. Banyak ditemukan di daerah Bojonegoro, Sulawesi Selatan, serta Besuki.
a. Kebudayaan Pacitan
Ditemukan oleh Von Koenigswald, alat yang ditemukan berupa kapak genggam, serta alat serpih yang masih kasar, yang diperkirakan hasil kebudayaan manusia jenis Meganthropus.
Alat serpih
b. Kebudayaan Ngandong
Merupakan hasil kebudayaan yang ditemukan di daerah Ngandong, Ngawi, Jawa Timur, alat yang ditemukan berupa peralatan yang terbuat dari tulang dan tanduk rusa, yang diperkirakan
fungsi : alat penusuk, belati, atau mata tombak.
Kjokkenmoddinger Gua tempat penemuan abris souce roche
3. Kebudayaan Neolithikum
Merupakan hasil kebudayaan jaman batu baru, dengan pembuatan yang lebih sempurna, serta lebih halus dan disesuaian dengan fungsinya. Alat pada masa ini digunakan untuk pertanian dan perkebunan.Alat yang terkenal dari masa ini adalah kapak persegi dan belinug persegi.Kapak persegi mirip dengan cangkul, digunakan untuk kegiatan persawahan dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.Kapak lonjong adalah alat dari batu yang diasah dan berbentuk lonjong seperti bulat telur.Daerah penemuannya di Indonesia timur, seperti Minahasa dan Papua.
Kapak lonjong dan Kapak persegi 4. Kebudayaan Logam
Disebut juga hasil kebudayaan dari masa perundagian.Disebut sebagai masa perundagian karena manusia sudah mulai mengenal dan menguasai teknologi tahap awal, dengan mulai mengembangkan ketrampilan pertukangan untuk membuat peralatan yang sesuai kebutuhan hidup.Pada masa itu sudah dikenal peralatan yang terbuat dari perunggu dan besi. Berikut ini merupakan peninggalan dari masa perundagian:
peralatan dari besi,yang berupa beliung, cangkul, mata pisau, mata tombak dan sabit Gerabah, yakni peralatan yang terbuat dari tanah liat,
Pakaian, merupakan pakaian yang terbuat dari kulit kayu,
Perhiasan, berupa gelang dan kalung, baik yang terbuat dari batu dan kerang, maupun yang terbuat dari perunggu,
Nekara, merupakan tambur yang berbentuk seperti dandang terbalik, digunakan dalam upacara pemujaan, sehingga alat ini di anggap suci. Banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, Sumbawa, Pulau Selayar, Pulau Roti.
Kapak perunggu atau juga disebut kapak corong atau kapak sepatu.
Kapak Perunggu Nekara
5. Kebudayaan Megalithikum
Ditandai dengan munculnya bangunan-bangunan yang dianggap suci dengan menggunakan batu-batu yang berukuran besar.Kebudayaan megalitik banyak berhubungan dengan kegiatan keagamaan terutama dalam kegiatan pemujaan roh nenek moyang. Hasil kebudayaan megalitikum antara lain:
Menhir Dolmen
Sarkofagus Punden berundak
G. Proses masuk dan berkembangnya agama dan buday Hindu, Buddha dan Islam serta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Indonesia masa kini
A. Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai atau Kerajaan Kutai Martadipura (Martapura) merupakan kerajaan Hindu yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di Muara Kaman, Kalimantan Timur.
Kerajaan Hindu tertua di Indonesia.
Kerajaan ini dibangun oleh Kudungga. Diduga ia belum menganut agama Hindu.
Peninggalan terpenting kerajaan Kutai adalah 7 Prasasti Yupa, dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta, dari abad ke-4 Masehi.
Salah satu Yupa mengatakan bahwa “Maharaja Kundunga mempunyai seorang putra bernama Aswawarman yang disamakan dengan Ansuman (Dewa Matahari). Aswawarman mempunyai tiga orang putra.yang paling terkemuka adalah Mulawarman.” Salah satu prasastinya juga menyebut kata Waprakeswara yaitu tempat pemujaan terhadap Dewa Syiwa.
B. Kerajaan Tarumanegara
pusat kerajaan di Bogor, wilayah kekuasaan seluruh Jawa Barat.
Raja : Purnawarman, raja yang menyejahterakan rakyat, karena telah membuat kali untuk irigasi pertanian
bidang sosial:
1. teratur, terlihat dari kesejahteraan rakyat
2.memperhatikan kaum Brahmana karena penting untuk upacara keagamaan
bidang ekonomi : pembuatan terusan sepanjang 6122 tombak, untuk mencegah banjir dan sebagai sarana perdagangan
bidang budaya : tingkat kebudayaan sudah tinggi, dapat dilihat dari
Dari kerajaan Tarumanegara ditemukan sebanyak 7 buah prasasti. Lima diantaranya ditemukan di daerah Bogor.Satu ditemukan di desa Tugu, Bekasi dan satu lagi ditemukan di desa Lebak, Banten Selatan. Prasasti-prasasti yang merupakan sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara tersebut adalah sebagai berikut :
1. Prasasti Kebon Kopi, 2. Prasasti Tugu,
3. Prasasti Munjul atau Prasasti Cidanghiang, 4. Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor 5. Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor 6. Prasasti Jambu, Bogor
7. Prasasti Pasir Awi, Bogor. C. Kerajaan Sriwijaya
Sriwijaya merupakan kerajaan yang bercorak agama Budha. Raja yang pertamanya bernama Sri Jaya Naga
Raja yang paling terkenal adalah Raja Bala Putra Dewa.
Letaknya yang strategis di Selat Malaka (Palembang) yang merupakan jalur pelayaran dan perdagangan internasional.Keadaan alam Pulau Sumatera dan sekitarnya pada abad ke-7 berbeda dengan keadaan sekarang. Sebagian besar pantai timur baru terbentuk kemudian.
Oleh karena itu Pulau Sumatera lebih sempit bila dibandingkan dengan sekarang, sebaliknya Selat Malaka lebih lebar dan panjang. Beberapa faktor yang mendorong perkembangan kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan besar antara lain sebagai berikut :
Kemajuan kegiatan perdagangan antara India dan Cina melintasi selat Malaka, sehingga membawa keuntungan yang besar bagi Sriwijaya.
Keruntuhan Kerajaan Funan di Vietnam Selatan akibat serangan kerajaan Kamboja memberikan kesempatan bagi perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritim (sarwajala) yang selama abad ke-6 dipegang oleh kerajaan Funan.
Berdasarkan berita dari I Tsing ini dapat kita ketahui bahwa selama tahun 690 sampai 692, Kerajaan Melayu sudah dikuasai oleh Sriwijaya. Sekitar tahun 690 Sriwijaya telah meluaskan wilayahnya dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya.
Hal ini juga diperkuat oleh 5 buah prasasti dari Kerajaan Sriwijaya yang kesemuanya ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Prasasti-prasasti tersebut adalah sebagai beikut :
1. Prasasti Kedukan Bukit 2. Prasasti Talang Tuwo 3. Prasasti Kota Kapur 4. Prasasti Telaga Batu 5. Prasasti Karang Birahi 6. Prasasti Ligor
Selain peninggalan berupa prasasti, terdapat peninggalan berupa candi. Candi-candi budha yang berasal dari masa Sriwijaya di Sumatera antara lain Candi Muaro Jambi, Candi Muara Takus, dan Biaro Bahal, akan tetapi tidak seperti candi periode Jawa Tengah yang terbuat dari batu andesit, candi di Sumatera terbuat dari bata merah.
Beberapa arca-arca bersifat budhisme, seperti berbagai arca budha dan bodhisatwa Awalokiteswara ditemukan di Bukit Seguntang, Palembang, Jambi, Bidor, Perak dan Chaiya.
Letak Sriwijaya strategis membawa keberuntungan dan kemakmuran.Walaupun demikian, letaknya yang strategis juga dapat mengundang bangsa lain menyerang Sriwijaya. Beberapa faktor penyebab kemunduran dan keruntuhan :
Adanya serangan dari Raja Dharmawangsa 990 M.
Adanya serangan dari kerajaan Cola Mandala yang diperintah oleh Raja Rajendracoladewa. Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara, 1275 – 1292.
Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai.
Adanya serangan kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih Gajah Mada, 1477. Sehingga Sriwijaya menjadi taklukkan Majapahit.
D. Kerajaan Mataram ( Hindu-Budha )
Kerajaan Mataram diketahui dari Prasasti Canggal yang berangka tahun 732 Masehi yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa pada mulanya Jawa (Yawadwipa) diperintah oleh Raja Sanna. Setelah ia wafat Sanjaya naik tahta sebagai penggantinya. Sanjaya adalah putra Sannaha (saudara perempuan Sanna).
Prasasti Mantyasih (Prasasti Kedu) yang di dikeluarkan oleh Raja Balitung pada tahun 907 memuat daftar raja-raja keturunan Sanjaya, sebagai berikut :
1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya 2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran 3. Sri Maharaja Rakai Panunggalan 4. Sri Maharaja Rakai Warak 5. Sri Maharaja Rakai Garung 6. Sri Maharaja Rakai Pikatan 7. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi 8. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang 9. Sri Maharaja Watukura Dyah Balitung
Prasasti Kelurak, 782 M di desa Kelurak disebutkan bahwa Raja Dharanindra membangun arca Majusri ( candi sewu). Pengganti raja Dharanindra, adalah Samaratungga.Samaratungga digantikan oleh putrinya bernama Pramodawardhani. Dalam Prasasti Sri Kahulunan ( gelar Pramodawardhani) berangka tahun 842 M di daerah Kedu, dinyatakan bahwa Sri Kahulunan meresmikan pemberian tanah untuk pemeliharaan candi Borobudur yang sudah dibangun sejak masa pemerintahan Samaratungga.
Pramodhawardhani menikah dengan Rakai Pikatan yang beragama Hindu. Adik Pramodhawardhani, Balaputradewa menentang pernikahan itu. Pada tahun 856 Balaputradewa berusaha merebut kekuasaan dari Rakai Pikatan, namun usahanya itu gagal. Setelah pemerintahan Rakai Pikatan, Mataram menunjukkan kemunduran.Sejak pemerintahan Raja Balitung banyak mengalihkan perhatian ke wilayah Jawa Timur. Raja-raja setelah Balitung adalah :
1. Daksa (910 – 919). Ia telah menjadi rakryan mahamantri I hino (jabatan terttinggi sesudah raja) pada masa pemerintahan Balitung.
2. Rakai Layang Dyah Tulodong (919 – 924)
3. Wawa yang bergelar Sri Wijayalokanamottungga (924 – 929)
Wawa merupakan raja terakhir kerajaan Mataram.Pusat kerajaan kemudian dipindahkan oleh seorang mahapatihnya (Mahamantri I hino) bernama Pu Sindok ke Jawa Timur.
Kepindahan Kerajaan Mataram ke Jawa Timur
Pu Sindok yang menjabat sebagai mahamantri i hino pada masa pemerintahan Raja Wawa memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur tersebut.Pada tahun 929 M, Pu Sindok naik tahta dengan gelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmattunggadewa.la mendirikan dinasti baru, yaitu Dinasti Isana. Pu Sindok memerintah sampai dengan tahun 947.Pengganti-penggantinya dapat diketahui dari prasasti yang dikeluarkan oleh Airlangga, yaitu Prasasti Calcuta.
Berdasarkan berita Cina diperoleh keterangan bahwa Raja Dharmawangsa pada tahun 990 – 992 M melakukan serangan terhadap Kerajaan Sriwijaya.Pada tahun 1016, Airlangga datang ke Pulau Jawa untuk meminang putri Dharmawangsa.Namun pada saat upacara pernikahan berlangsung kerajaan mendapat serangan dari Wurawuri dari Lwaram yang bekerjasama dengan Kerajaan Sriwijaya.Peristiwa ini disebut peristiwa Pralaya. Selama dalam pengassingan ia menyusun kekuatan. Setelah berhasil menaklukkan raja Wurawari pada tahun 1032 dan mengalahkan Raja Wijaya dari Wengker Pada tahun 1035 ia berhasil mengembalikan kekuasaan. Airlangga wafat pada tahun 1049 dan disemayamkan di Parthirtan Belahan, di lereng gunung Penanggungan.
E. Kerajaan Kediri/Kadiri
Pada akhir pemerintahannya Airlangga kesulitan dalam menunjuk penggantinya, sebab Putri Mahkotanya bernama Sanggramawijaya menolak menggantikan menjadi raja.la memilih menjadi seorang pertapa. Maka tahta diserahkan kepada kedua orang anak laki-lakinya, yaitu Jayengrana dan Jayawarsa. Untuk menghindari perselisihan di antara keduanya maka kerajaan di bagi dua atas bantuan Pu Barada yaitu Jenggala dengan ibukotanya Kahuripan dan Panjalu dengan ibukotanya Daha (Kadiri)
Sampai setengah abad lebih sejak Airlangga mengundurkan diri tidak ada yang dapat diketahui dari kedua kerajaan itu.Kemudian hanya Kadiri yang menunjukkan aktifitas politiknya. Raja pertama yang muncul dalam pentas sejarah adalah Sri Jayawarsa dengan prasastinya yang berangka tahun 1104 M. Selanjutnya berturut-turut raja-raja yang berkuasa di Kadiri adalah sebagai berikut : Kameswara (±1115 – 1130), Jayabaya (±1130 – 1160), 1135), Sarweswara (±1160 – 1170), Aryyeswara (±1170 – 1180), Gandra (1181), Srengga (1190-1200) dan Kertajaya (1200 – 1222).
Pada tahun 1222 terjadilah Perang Ganter antara Ken arok dengan Kertajaya.Ken Arok dengan bantuan para Brahmana (pendeta) berhasil mengalahkan Kertajaya di Ganter (Pujon, Malang).
F. Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok.Dalam kitab Pararaton Ken Arok digambarkan sebagai seorang pencuri dan perampok yang sakti, sehingga menjadi buronan tentara Tumapel. Setelah mendapatkan bantuan dari seorang Brahmana, Ken Arok dapat mengabdi kepada Akuwu (bupati) di Tumapel bernama Tunggul Ametung. Setelah berhasil membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok menggantikannya sebagai penguasa Tumapel.Ia juga menjadikan Ken Dedes, istri Tunggul Ametung, sebagai permaisurinya. Pada waktu itu Tumapel masih berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kadiri.
Setelah merasa memiliki kekuatan yang cukup, Ken Arok berusaha untuk melepaskan diri dari Kadiri.Pada tahun 1222 Ken Arok berhasil membunuh Kertajaya, raja Kadiri terakhir. Ia kemudian naik tahta sebagai raja Singasari dan mendirikan dinasti baru yaitu Dinasti Girinda.
Tidak lama kemudian, Ken Dedes melahirkan seorang putra bernama Anusapati hasil pernikahannya dengan Tunggul Ametung. Sedangkan dari istri yang lain, yaitu Ken Umang, Ken Arok mempunyai seorang putra bernama Tohjaya. Pada tahun 1227, Ken Arok dibunuh olehAnusapati.Hal ini dilakukan sebagai balas dendam atas kematian ayahnya, Tunggul Ametung.Anusapati mengantikan berkuasa di Singasari.Ia memerintah selama 21 tahun. Sampai akhirnya ia dibunuh oleh Tohjaya, juga sebagai balas dendam atas kematian ayahnya.
Tohjaya naik tahta.Ia memerintah dalam waktu sangat singkat. Ia kemudian terbunuh oleh Ranggawuni (putra Anusapati). Pada tahun 1248 Ranggawuni naik tahta dengan gelar Srijaya Wisnuwardhana.Pada tahun 1254 Wisnuwardhana mengangkat putranya Kertanegara sebagai Yuwaraja atau Raja Muda.Wisnuwardana wafat pada tahun 1268 di Mandragiri.
Pada tahun 1268 Kertanegara naik tahta.la merupakan raja terbesar kerajaan Singasari. Kertanegara merupakan raja pertama yang bercita-cita menyatukan Nusantara.Pada tahun 1275, Kertanegara mengirimkan Ekspedisi Pamalayu ke Sumatera (Jambi) dipimpin oleh Kebo Anabrang.Ekspedisi ini bertujuan menuntut pengakuan Sriwijaya dan Malayu atas kekuasaan Singasari.Ekspedisi ini juga untuk mengurangi pengaruh Kubilai Khan dari Cina di Nusantara.
Ekspedisi ini menimbulkan rasa khawatir raja Mongol tersebut. Oleh karena itu pada tahun 1289 Kubilai Khan mengirimkan utusan bernama Meng-chi menuntut Singasari mengakui kekuasaan Kekaisaran Mongol atas Singasari. Kertanegara menolak tegas, bahkan utusan Cina itu dilukai mukanya.Perlakukan tersebut dianggap sebagai penghinaan dan tantangan perang.
Setelah Kertanegara terbunuh oleh Jayakatwang, 1292.Raden Wijaya menantu Kertanegara berhasil melarikan diri ke Madura untuk minta bantuan Arya Wiraraja, bupati Sumenep.Atas nasihat Arya Wiraraja, Raden Wijaya menyerahkan diri kepada Jayakatwang.Atas jaminan dari Arya Wiraraja, Raden Wijaya diterima dan diperbolehkan membuka hutan Tarik yang terletak di dekat Sungai Brantas. Dengan bantuan orang-orang Madura, pembukaan hutan Tarik dibuka dan diberi nama Majapahit.
Kemudian datanglah pasukan Tartar yang dikirim Kaisar Kubilai Khan untuk menghukum raja Jawa. Walaupun sudah mengetahui Kertanegara sudah meninggal, tentara Tartar bersikeras mau menghukum raja Jawa.Hal ini dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk membalas dendam kepada Jayakatwang.Jayakatwang berhasil dihancurkan. Pada waktu tentara Tartar hendak kembali kepelabuhan, Raden Wijaya menghancurkan tentaraTartar, Setelah berhasil mengusir tentara Tartar, Raden Wijaya dinobatkan sebagai Raja Majapahit dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana pada tahun 1293.
Kertarajasa meninggal pada tahun 1309.Satu-satunya putra yang dapat menggantikannya adalah Kalagamet.la dinobatkan sebagai raja Majapahit dengan gelar Sri Jayanagara. Ia bukanlah raja yang cakap. Selain itu ia juga mendapatkan banyak pengaruh dari Mahapati. Akibatnya masa pemerintahannya diwarnai dengan adanya beberapa kali pemberontakan.
Pemberontakan yang paling berbahaya adalah pemberontakan Kuti, pada tahun 1319.Kuti berhasil menduduki ibukota Majapahit, sehingga Jayanagara harus melarikan diri ke desa Bedander yang dikawal oleh pasukan Bhayangkari dipimpin oleh Gajah Mada.Pemberontakan Kuti ini berhasil ditumpas oleh Gajah Mada.Karena jasanya Gajah Mada diangkat sebagai Patih Kahuripan.Pada tahun 1328 Jayanagara mangkat dibunuh oleh tabib istana, Tanca.Tanca kemudian dibunuh oleh Gajah Mada.Jayanagara tidak meninggalkan keturunan.
Karena Jayanagara tidak mempunyai keturunan, maka yang berhak memerintah semestinya adalah Gayatri atau Rajapatni.Akan tetapi Gayatri telah menjadi bhiksuni.Maka pemerintahan Majapahit kemudian dipegang oleh putrinya Bhre Kahuripan dengan gelar Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani.la menikah dengan Kertawardhana. Dari perkawinan ini lahirlah Hayam Wuruk.Pada tahun 1331 terjadi pemberontakan Sadeng dan Keta.Pemberontakan yang berbahaya ini dapat ditumpas oleh Gajah Mada.Karena jasanya Gajah Mada diangkat sebagai Patih Mangkubumi Majapahit.Pada saat pelantikan, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa.
Pada tahun 1350 M, lbu Tribhuwanatunggadewi, Gayatri meninggal.Sehingga Tribhuwana turun tahta.Penggantinya adalah putranya yang bernama Hayam Wuruk yang bergelar Rajasanagara.Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada sebagai Mahapatihnya, Majapahit mencapai puncak kejayaannya.Dengan Sumpah Palapa-nya Gajah Mada berhasil menguasai seluruh kepulauan Nusantara ditambah dengan Siam, Martaban (Birma), Ligor, Annom, Campa dan Kamboja.
Pada tahun 1364, Patih Gajah Mada wafat ditempat peristirahatannya, Madakaripura, di lereng Gunung Tengger.Setelah Gajah Mada meninggal, Hayam Wuruk menemui kesulitan untuk menunjuk penggantinya.Akhirnya diputuskan bahwa pengganti Gajah Mada adalah empat orang menteri.
Hayam Wuruk wafat pada tahun 1389.Ia disemayamkan di Tayung daerah Berbek, Kediri. Seharusnya yang menggantikan adalah puterinya yang bernama Kusumawardhani. Namun ia menyerahkan kekuasaannya kepada suaminya, Wikramawardhana. Sementara itu Hayam Wuruk juga mempunyai anak laki-laki dari selir yang bernama Bhre Wirabhumi yang telah mendapatkan wilayah keuasaan di Kedaton Wetan (Ujung Jawa Timur).
Pada tahun 1401 hubungan Wikramawardhana dengan Wirabhumi berubah mejadi perang saudara yang dikenal sebagai Perang Paregreg.Pada tahun 1406 Wirabhumi dapat dikalahkan di dibunuh.Tentu saja perang saudara ini melemahkan kekuasaan Majapahit.Sehingga banyak wilayah-wilayah kekuasaannya melepaskan diri.
Kerajaan budha
1. Kerajaan Budha Kalinga
Dibangun pada abad 6 M tepatnya di Jawa Tengah
Dipimpin seorang ratu yang dikenal dengan Ratu Shima. Kerajaan
Budha Kalinga meninggalkan beberapa prasasti seperti: prasasti Tuk Mas yang pada saat itu didapatkan dari lereng Gunung Merbabu di desa Dakawu, Jawa Tengah.
2. Kerajaan Budha Sriwijaya
Dibangun pada abad 7 M oleh seorang raja bernama Pertaman Sri Jayanegara.
Kerajaan Budha Sriwijaya berpusat di daerah Palembang, SumSel.
Pada saat pemerintahan Raja Balaputradewa Kerajaan Budha Sriwijaya mengalami masa keemasan. Mengusai seluruh daerah Sumatra, Kalbar, Semenanjung Melayu serta Jawa Barat. Maka dari itu Kerajaan Budha Sriwijaya mendapat sebutan Kerajaan Nusantara.
Kerajaan Budha Sriwijaya meninggalkan beberapa sejarah, diantaranya: dua candi yang terdiri dari Candi Muara Takus dan Candi Biara Bakal, beberapa Prasasti diantaranya: Prasati Kedukan Bukit, Prasati Telaga Batu, Prasasti Karang Berahi, Prasati talang Tuo, Prasasti Kota Kapur
3. Kerajaan Budha Mataram
Kerajaan Budha Mataram merupakan kerjaaan yang pada awalnya adalah kerajaan Hindu, namun saat kerajaaan ini jatuh ketangan Dinasti Syailendra, kerajaan Mataram menjadi Kerajaan Budha Mataram.
Kerajaan Budha Mataram meninggalkan beberapa sejarah, diantaranya: beberapa candi yang terdiri dari: Candi Kalasan di Jawa Tengah, Candi Sewu di Jawa Tengah, Candi Borobudur di Jawa tengah, Candi Plaosan di Jawa Tengah serta Candi Mendut di Jawa Tengah. Dan peninggalan sejarah berupa beberapa Prasasti, Prasasti-Prasasti tersebuat antara lain: Prasasti Kalasan, Prasasti Ratu Boko, Prasasti Sojomerto,Prasasti Sangkhara, Prasasti Kluraj.
Kerajaaan Islam
1. KERAJAAN SAMUDERA PASAI
Kerajaan Islam kedua di Indonesia, setelah kerajaan Peurlak.
Letak : Aceh Utara (Kab. Loukseumawe)
Raja-raja yang memerintah :
1. Meurah Silau (S. Malik Al-Shaleh) 2. S. Malik Al-Thahir
3. S. Muhammad (S. Malik Al-Thahir)
Penyebab runtuh :
1. berdirinya kerajaan Malaka 2. dikuasai Portugis
Letak : Aceh
Raja-raja yang memerintah : 1. Sultan Ali Mughayatsyah
2. Sultan Iskandar Muda (zaman keemasan) 3.Sultan Iskandar Thani
Faktor pendukung perkembangan Aceh 1.Letak strategis
2.Malaka jatuh ketangan Portugis 3.Memiliki komoditas ekspor
Penyebab runtuhnya Aceh : 1.Kekalahan Aceh melawan VOC
2.Persaingan antara bangsawan dan ulama
3.Persaingan antara penganut faham Syamsudin as Samatrani dengan Nurudin ar-Raniri 4.Bawahan banyak yang melepaskan diri
3. KERAJAAN DEMAK
Letak : Demak, Jawa Tengah
Faktor pendukung kebesaran Demak 1.Runtuhnya majapahit
2.Bawahan Majapahit banyak yang bergabung ke Demak 3.Menguasai jalur perdagangan di perairan Jawa
4.Jatuhnya malaka ke tangan Portugis 5.Didukung para Wali
Raja-raja yang memerintah : 1.Raden Patah
2.Pati Unus
3.Sultan Trenggana ( Zaman keemasan)
Runtuhnya kerajaan :
Perebutan kekuasaan antara Arya Penangsang dengan Sunan Prawata 4. KERAJAAN PAJANG
Letak : Pajang, Jawa Tengah
Raja-raja yang memerintah : 1. Sultan Hadiwijaya 2. Pangeran Benawa
Penyebab runtuh : Pemberontakan dari Arya Pangiri
5. KERAJAAN MATARAM ISLAM
Letak : Kota Gede, Yogyakarta
1. Panembahan Senopati 2. Sultan Anyakrawati
3. Sultan Agung Hanyakrakusuma, Zaman Keemasan :
a Menyatukan seluruh P.Jawa kecuali : Banten, Cirebon, Mataram b. Mengusir VOC 2x, namun gagal
c. membuat kalender Jawa
d. memadukan unsur Islam dengan budaya Jawa e. meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pertanian f. menulis kitab Sastra Gendhing
g. wilayah kerajaan dibagi menjadi Kutagara, Negara Agung, Mancanegara, daerah Pesisiran
4. Amangkurat I
Pengaruh Belanda mulai masuk dan berkembang di Kerajaan Mataram.
6. KERAJAAN CIREBON
Letak : Cirebon Jawa Barat
Pendiri kerajaan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah ( Sunan Gunung Jati). Dia juga
merupakan pendiri kerajaan Banten. Beliau juga sebagai salah satu anggota Walisanga, maka kedudukannya sangat dihormati.
Raja-raja selanjutnya adalah Panembahan Ratu, Pangeran Girilaya. Kemudian Cirebon runtuh
Penyebab runtuh : Cirebon dipecah menjadi Kasepuhan dan Kanoman
7. KERAJAAN BANTEN
Letak : Banten, Jawa Barat
Raja-raja yang memerintah : 1 Sultan Hasanudin
Banten melepaskan diri dari Demak 2.Panembahan Yusuf
Berhasil meluaskan wilayah ke Pajajaran 3.Maulana Muhammad (Kanjeng Ratu Banten) 4.Abu Mufakir
Belanda mendarat di Banten dibawah pimpinan Cornelis de Houtman 5.Abu Ma’ali
6.Sultan Ageng Tirtayasa Zaman keemasan Banten diraih
Penyebab runtuh : Konflik antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji (putranya) akibat politik adu domba Belanda.
8. KERAJAAN MAKASAR (GOWA-TALLO)
Letak : Sulawesi selatan.
Raja-Raja yang memerintah 1.Sultan Allaudin
2.Sultan Muhammad Said
3.Sultan Hasanudin (Ayam Jantan dari Timur)
Zaman Keemasan diraih. VOC berkali-kali menyerang Makasar selalu gagal. Makasar mulai terdesak setelah VOC bekerjasama dengan Aru Palaka (raja Bone). Akhirnya Hasanudin harus menandatangani Perjanjian Bongaya.
4.Mapasomba
Beliau juga menentang VOC, akan tetapi perjuangannya tidak berhasil karena VOC sudah memiliki benteng pertahanan yang kuat di Makasar. Akibatnya Makasar dapat dikalahkan. 9. KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE
Letak : Maluku
Kedua kerajaan ini selalu bersaing terutama dalam bidang perdagangan. Masing-masing kerajaan kemudian membuat persekutuan dagang, Ternate ( Uli Lima) dengan anggota Obi, Bacan, Seram, Ambon sedang Tidore ( Uli Siwa) dengan anggota Jailolo, Makean, Halmahera dan pulau-pulau kecil sampai Papua
Raja Ternate : 1.Zainal Abidin 2.Sultan Tabariji 3.Sultan Hairun
Portugis berusaha memonopoli rempah-rempah. Sikap tersebut ditentang tegas oleh masyarakat Ternate. Portugis menggunakan siasat mengundang sultan Hairun ke benteng untuk berdamai, namun dengan liciknya Sultan Hairun dibunuh.
4.Sultan Baabullah ( zaman keemasan)
Berhasil menyatukan seluruh rakyat Maluku dan berhasil mengusir Portugis dari maluku pada tahun 1575.
Zaman keemasan Tidore : Sultan Nuku
H. PENGARUH KEBUDAYAAN HINDU BUDDHA 1. Bidang agama
Berkembangnya agama Hindu-Buddha di Indonesia .Sebelum masuk pengaruh India, kepercayaan yang berkembang di Indonesia masih bersifat animisme dan dinamisme. Masyarakat pada saat itu melakukan pemujaan terhadap arwah nenek moyang dan kekuatan-kekuatan benda-benda pusaka tertentu serta kepercayaan pada kekuatan-kekuatan alam.
Pengaruhnya terlihat jelas dengan lahirnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia. Sebelum masuknya pengaruh agama Hindu-Buddha di Indonesia tampaknya belum mengenal corak pemerintahan dengan sistem kerajaan. Sistem pemerintahan yang berlangsung masih berupa pemerintahan kesukuan yang mencakup daerah-daerah yang terbats.
3. Bidang pendidikan
Membawa pengaruh bagi munculnya lembaga-lembaga pendidikan. Meskipun lembaga pendidikan tersebut masih sangat sederhana dan mempelajari satu bidang saja, yaitu keagamaan. Akan tetapi lembaga pendidikan yang berkembang pada masa Hindu-Buddha ini menjadi cikal bakal bagi lahirnya lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia.bukti yang menunjukkan telah berkembangnya pendidikan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, antara lain adalah:
a.catatan perjalanan I-Tsing
b. Prasasti Nalanda yang dibuat pada sekitar pertengahan abad ke-9 c. prasasti Turun Hyang
4. Bidang sastra dan bahasa.
Dari segi bahasa, orang-orang Indonesia mengenal bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, seni sastra sangat berkembang terutama pada aman kejayaan kerajaan Kediri. Karya sastra itu antara lain,
a. Arjunawiwaha, karya Mpu Kanwa yang disusun pada masa pemerintahan Airlangga. b. Bharatayudha, karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh disusun pada aman kerajaan Kediri. c. Gatotkacasraya, karya Mpu Panuluh disusun pada aman kerajaan Kediri. d. Arjuna Wijaya dan Sutasoma, karya Mpu Tantular yang disusun pada aman kerajaan Majapahit.
e. Negarakertagama, karya Mpu Prapanca disusun pada aman kerajaan Majapahit. f. Wretta Sancaya dan Lubdhaka, karya Mpu Tanakung yang disusun pada aman kerajaan Majapahit.
5. Bidang seni
Bentuk-bentuk tarian yang digambarkan dalam relief memperlihatkan jenis tarian seperti tarian perang, tuwung, bungkuk, ganding, matapukan (tari topeng).
Seni relief pada candi yang kemudian menghasilkan seni pahat.
Seni Arca dan Patung, sebagai akibat akulturasi budaya pemujaan arwah leluhur dengan agama Seni pertunjukan : Terutama seni wayang sampai sekarang merupakan salah satu bentuk seni yang masih populer di kalangan masyarakat Indonesia.
Bidang seni bangunan : berupa candi dan stupa. Selain itu, terdapat pula beberapa bangunan lain yang berkaitan erat dengan kehidupan keagamaan, seperti: ulan dan satramerupakan semacam pesanggrahan atau tempat bermalam para pe iarah;sima adalah daerah perdikan yang berkewajiban memelihara bangunan suci di suatu daerah; patapan adalah tempat melakukan tapa;sambasambaran
yang berarti tempat persembahan; meru merupakan bangunan berbentuk tumpang yang melambangkan gunung Mahameru sebagai tempat tinggal dewa dewa agama Hindu
I. Pengaruh Kebudayaan Islam 1. Pengaruh bahasa dan nama
Bahasa Indonesia banyak yang di pengaruhi islam, bersal dari bahasa arab. Karena sering di pergunakannya pada pembicaraan umum, surat kabar dan lain-lainnya, seolah-olah bahasa tersebut sudah menjadi bahsa Indonesia. Seperti, kata perlu yang bersal dari fardu, musawarah dari kata musyawarah, dan kata ihlas dari kata ikhlas. Di bidang nama sudah sangat luas pengaruhnya pada masyarakat Indonesia. Tidak sedikit jumlahnya bangsa Indonesia yang namanya berasal dari bahasa arab,karena pengaruhnya ajaran agama islam.
2. Pengaruh adat-istiadat
Adat-istiadat bansa Indonesia yang dari pengaruh ajaran agama islam, tidak saja orang islam yang melakukan, tetapi oprang lainpun banyak yang melakukan seolah-olah sudah menjadi milik bangsa Indonesia sendiri. Seperti, mengucapkan salam ketiak hendak berpidato atau bertemu dengan yang lainnya dan membaca doa pada setiap acara dan pekerjaan yang dilaksanakan.
3. Pengaruh kesenian
pengaruh kesenian ini yang mencolok pada kesenian lagu-lagu kosidah , di mana dalam syairnya bernafaskan ajaran-ajaran agama. Lagu-lagu kosidah itu di iringi dengan musik rebana.memukul rebana dengan irama yang teratur disertai bacaan memuji allah, sering dilakukan masyarakat Indonesia pada upacara perkawinan, maulidiyah, khitanan dan lain-lainnya.
Seni baca al qur’an musabaqah tilawtil qur’an yang dilaksanakan tiap tahun dari tingkat anak sampai dewasa. Pengaruh islam pada bangsa Indonesia semakin hari bertambah luas, sehingga ikut pula mewarnai pertumbuhan kebudayaan indonsia.
Pengaruh Barat Terhadap Pergerakan Nasional Indonesia hingga Terbentuknya Negara Kebangsaan Indonesia
Spanyol
Orang-orang Spanyol dapat dikatakan sebagai pelopor dalam pelayaran dan penjelajahan samudra mencari daerah baru penghasil rempah-rempah di timur (disebut Tanah Hindia). Mereka diprakarsai oleh Christhoper Columbus. Columbus diakui sebagai penemu daerah baru yakni Benua Amerika. Keberhasilan pelayaran Columbus menemukan daerah baru telah mendorong para pelaut lain untuk melanjutkan penjelajahan samudra ke timur. Apalagi Columbus belum berhasil menemukan daerah penghasil rempah-rempah.