MIDYEAR
1 - 2011
January - June
FORUM GYAC DI
AFRIKA (HAL 5-6)
Di Global Youth Anti-Corruption Forum, musisi dan aktivis muda berbagai penjuru dunia bertemu menguatkan gerakan anti korupsi internasional.MY DREAM, MY WAY,
MY ACTION! (HAL 7-8)
Lewat workshop ini, anak muda belajar menajamkan gagasan dan mewujudkan aksi konkritnya melawan korupsi dari lingkungan terdekat.KOMUNITAS GAMBAR
IDOEP (HAL 11)
Yang doyan nonton dan mau belajar lebih dalam tentang dunia film, langsung gabung aja di komunitas ini. Widie, Raffa dan Ikram siap menerima kamu!
BAHASA
INDONESIA
HIGH
LIGHTS!
“Lewat Janji SPEAK, kami berkomitmen bahwa di mana pun
tempat kerjanya, anggota SPEAK berkontribusi menciptakan
Indonesia yang anti korupsi.”
Adrian Danar, Koordinator club SPEAK, 18th • SPEAK adalah kepanjangan dari Suara
Pemuda Anti Korupsi
• Kemunculan SPEAK berawal dari keresahan anak muda melihat kerugian yang besar akibat korupsi, dan keyakinan bahwa korupsi bisa dikalahkan!
• SPEAK dideklarasikan pertama kali 2 Juli 2010, di Jakarta.
• Kemunculan SPEAK pertama kali di Indonesia Youth Conference, Jakarta, hanya 2 hari setelah kelahirannya.
• SPEAK bermarkas di kantor Transparency International Indonesia (TII) di jalan Senayan Bawah no.17, Blok S, Jakarta Selatan. • Keanggotan SPEAK terdiri atas SPEAK
Active, SPEAK agents, dan simpatisan. • SPEAK Active saat ini berjumlah 24 orang,
berasal dari berbagai Perguruan Tinggi dan SMA di Jakarta dan sekitarnya.
• SPEAK memiliki 3 special agents yang tugasnya menyebar virus perlawanan korupsi kepada anak muda sampai melakukan advokasi ke tingkat pemerintahan.
• Koordinator SPEAK sekarang adalah Adrian Danar yang juga mahasiswa Teknik Elektro Universitas Indonesia, angkatan 2010. • SPEAK Festival 2010 adalah rangkaian
acara besar yang dibuat oleh SPEAK dan volunteer, ada konser musik, lomba poster dan esai, dan juga workshop cara membuat film.
• Selain SPEAKFest, SPEAK aktif dalam menyebarkan virus melawan korupsi melalui diskusi rutin internal, diskusi publik, mengisi di Social Movement Festival dan Pecha Kucha, juga menggunakan social media. • SPEAK beberapa kali dibawa ke forum
internasional sebagai contoh gerakan anak muda Indonesia melawan korupsi!
• Media sosial yang digunakan SPEAK untuk berkampanye: twitter @clubSPEAK ada juga fanpage Club SPEAK, dan http://club-speak.tumblr.com
• @ClubSPEAK memiliki 1,191 followers dan 920 orang me-“like” fanpage Club SPEAK (Suara Pemuda Anti Korupsi)
• Sebagian anggota SPEAK Active awalnya bertemu di diskusi tentang Anak Muda dan
Gerakan Anti Korupsi di Kolese Gonzaga bulan Juni 2010.
• Sebagian anggota lagi bertemu di diskusi dengan topik yang sama tapi dengan peserta mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta.
• Pendekatan clubSPEAK yang unik, sederhana, membumi dan menyenangkan menjadi percontohan gerakan anak muda anti korupsi di Vietnam, Nepal, Hungaria, Filipina dan Colombia.
• Fasilitator clubSPEAK terpilih menjadi YCM tahun 2010 atas inisiatif kreatifnya dalam mendorong lahirnya aktivitas clubSPEAK. • Fasilitator yang sama juga membantu
Ashoka Indonesia mendorong munculnya young changemakers dalam organisasi anak muda lainnya, seperti Indonesian Future Leaders dan Indonesian Youth Conference. • Aktivitas SPEAK sudah beberapa kali diliput
media nasional seperti Kompas, The Jakarta Post, Radio KBR68H, SMART FM. Media internasional juga nggak ketinggalan, salah satunya BBC London.
YANG MUDA, BEDA, DAN BERBAHAYA
Apakah kamu
tahu? 20
serba-serbi clubSPEAK
Respito Menggema di Afrika
Band Indonesia ini adalah salah satu nominator FAIRPLAY (kompetisi band internasional pengusung musik anti korupsi). Ternyata, mereka cukup menjadi favorit di kalangan juri. Meskipun tidak berangkat, kehadiran mereka diwakili oleh video klip Angel’s Cry yang diputar berkali-‐kali saat rehat Forum Global Youth Anti Corruption di Nairobi, April 2011. Saat diputar beberapa peserta Forum GYAC terdengar berkomentar, “Their music is good!”.
@clubSPEAK :
We are group of youth age 15-24 who really want to see Indonesia free of corruption. We campaign creatively and ask our friends to join us creating customized concrete actions in monitoring and spreading knowledge.
SERUNYA MELAWAN KORUPSI
“Waktu berlalu dengan cepat jika kita menikmati kegiatan kita!”
@dinikopi, mahasiswi Universitas Negeri Jakarta, 20 thKalimat diatas, persis yang SPEAK rasakan sekarang. Usia SPEAK baru menjelang satu tahun, tapi udah sibuk mendesain aksi ini itu. Capek? Nggak dong. Selama satu tahun ini SPEAK punya lebih dari lima kegiatan seru yang malah bikin personilnya betah dan solid. Read below and see for yourself!
Juni 2010, Transparency International Indonesia (TI-Indonesia) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pertama kali di SMA Kolese Gonzaga. Forum diskusi yang dihadiri oleh sekitar 20 orang peserta berusia SMA itu, membicarakan tentang definisi korupsi dan bagaimana menjadi generasi anti korupsi. Hasilnya, malah peserta yang hadir sangat bersemangat bila TI-Indonesia menyediakan wadah pergerakan anak muda anti korupsi. Dari situ, lahirlah SPEAK!
Baru aja lahir tanggal 2 Juli 2010, SPEAK udah berani unjuk gigi di ajang nasional sekaliber Indonesian Youth Conference, pada tanggal 4 Juli 2010, di Komunitas Salihara. Dengan super semangat, anggota SPEAK mempresentasikan bagaimana korupsi itu sangat dekat dengan kehidupan anak muda, dan bagaimana anak muda bisa memberantas korupsi di sekitarnya dengan hal-hal
sederhana. Para peserta sesi anti korupsi di sana sangat antusias lho, karena sebelumnya nggak kebayang kalau korupsi ternyata bisa sedekat itu dengan keseharian anak muda.
Sukses dengan Indonesian Youth Conference, SPEAK kembali menyebarkan kampanye anti-korupsi di Mimbar Seribu Harapan. Acara yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK) pada tanggal 8 Agustus 2010 ini,
merupakan acara kampanye berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) lintas isu yang berdomisili di Jakarta. SPEAK disana hadir sebagai representatif organisasi anak muda yg membawa isu anti korupsi. Sambil mencegat orang-orang yang sedang asyik jogging di GBK, SPEAK mengajak mereka untuk berani speak up dengan berfoto bersama karton yg bertuliskan unek-unek atau harapan mereka tentang gerakan anti korupsi di Indonesia. Simple but still your single voice is appreciated! Foto-foto bisa kamu lihat di facebook page clubSPEAK.
Setelah itu, SPEAK unjuk gigi semakin garang. Terbukti di akhir tahun 2010, SPEAK menggelar serangkaian perhelatan seru bernama SPEAK Festival (disingkat
SPEAKFest). Dalam festival ini, SPEAK punya Workshop Video Dokumenter, Lomba Poster Anti-Korupsi, Lomba Iklan Layanan
Masyarakat, dan yang terakhir Konser Musik! Festival ini diadakan sejak September, sampai puncaknya bulan Desember 2010. Untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia tanggal 9 Desember, didukung oleh ICW, KPK, UNODC dan TII tentu saja, SPEAK berhasil membuat pesta anak muda anti korupsi di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. Selain Pandji, hadir Superman Is Dead (SID), Efek Rumah Kaca (ERK), Padi, dan sejumlah musisi lainnya. Ada pula orator muda, seperti Alanda Kariza, Choky Ramadhan dari SPEAK, yang membakar semangat anti korupsi para pengunjung yg hadir.
CONTINUED NEXT PAGE
-Anak muda dan
musisi bicara anti
korupsi lewat musik
super keren di
SpeakFest!
Hanya relawan SpeakFest dan SPEAK Active yang punya kaos keren seperti di atas. Kalau kamu mau, buruan gabung!
Enam bulan pertama berhasil dilalui dengan sukses! Sekarang saatnya duduk sejenak untuk mengkonsep kembali arah pergerakan dan strategi kerja SPEAK. Untuk itu, pada tanggal 21-23 Januari 2011, SPEAK Active hijrah selama tiga hari ke Green Balcony, Bogor untuk menghadiri SPEAK Youth Camp. Didukung dengan suasana
Green Balcony yg benar-benar hijau serta sejuk, inovasi-inovasi liar pun datang untuk rancangan kerja SPEAK lima tahun ke depan. Di Youth Camp ini, selain diskusi tentang mau dibawa kemana SPEAK lima tahun ke depan, juga ada berbagai pelatihan kreatif seperti Vision Board Making, Law of Attraction Principle. Selain itu berbagai permainan outdoor yang membutuhkan kerja sama tim bikin SPEAK Active jadi penuh ide gress dan semangat fresh! Baca ceritanya di hal 9 ya.
Eksekusi pertama dari Youth Camp adalah Workshop “My Dream, My Way, My Action”. Melalui workshop ini, SPEAK membuka kesempatan bagi mereka yang ingin jadi agen SPEAK di lingkungannya masing-masing. Workshop ini berisikan informasi praktis mengenai apa itu korupsi, dan bagaimana anak muda bisa memberantasnya lewat hal-hal sederhana. Tak berhenti sampai di situ saja, para peserta juga dilatih bagaimana membuat aksi sosial untuk memberantas korupsi sesuai passion-nya masing-masing. So guys, fighting corruption is
such a FUN work, right? Karena dirasa begitu efektifnya, SPEAK sempat menggelar workshop seru ini di bulan Maret dan April 2011. Buat kamu yang belum ikutan, masih ada workshop “My Dream, My Way, My Action” selanjutnya kok. Baca terus di halaman 7 ya!
Masih banyak lagi kegiatan SPEAK selama beberapa bulan setelahnya. Ada diskusi rutin tiap dua minggu sekali di kantor TI-Indonesia, Workshop “Promoting Integrity – My Dream, My Way, My Action” dengan anak-anak muda dari Towards Transparency Vietnam pada awal Mei, berkesempatan berjejaring di Global Youth Anti-Corruption Forum di Nairobi (baca selengkapnya di halaman 5-6), memperkenalkan profil SPEAK pada komunitas kreatif di acara Pecha Kucha Jakarta pada tanggal 26 April 2011, diundang ke acara Social Movement Festival oleh UNESCO pada tanggal 21 Mei 2011, dan segudang acara seru lainnya.
Tuh kan, memberantas korupsi itu gak melulu identik dengan seminar berat atau literatur tebal. Kita yang muda punya semangat dan ide-ide liar yang tak terbatas! Nah kita gunakan potensi ini untuk menekan praktek korupsi dalam keseharian kita. Kalau ada pertanyaan “Kapan korupsi di Indonesia dapat dihapus?” Jawabannya tentu “We, youngsters who decide!” Perubahan dimulai dari sekarang, perubahan dimulai dari kamu!
semangat
anggota
SPEAK: kompak,
egaliter, selalu
fun!
ZOOM IN
Yang seru 6 bulan terakhir:
• Crew radio BBC datang spesial dari London untuk ketemu dan ngobrol tentang kegiatan clubSPEAK !
• Kami ambil bagian dalam Social Movement Festival dan ketemu banyak komunitas sosial lain yang semangat banget ngajak kolaborasi dalam waktu dekat.
• Danar jadi pembicara di Pecha Kucha Jakarta, presentasi tentang clubSPEAK dalam 20 slide selama 6 menit saja. Kami berhasil jadi closing yang keren malam itu.
Di GYAC, musisi dan aktivis muda
berbagai penjuru dunia bertemu
menguatkan gerakan anti korupsi
TI Indonesia mendapat kesempatan pergi ke Nairobi Kenya untuk masuk menjadi anggota Forum Global Muda Anti Korupsi. Di sana, banyak pertukaran pengalaman terjadi. Ini dia potongan ceritanya.Di hari pertama peserta GYAC dibuat terpukau oleh presentasi ANSA-EAP dari Filipina dengan program CheckMySchool yang menggunakan ICT (Information and
Communication Technology) untuk partisipasi masyarakat mengawasi negara. Kalau sekolah gak punya buku dan guru datang telat, di sana kita bisa lapor via sms lewat portal
checkmyschool. Keren banget ya! Lihat
checkmyschool.org dan siap-siap ikutan nyanyi bareng! (ehm, KPK kapan bikin yang seperti ini ya?)
Yang seru bertumpuk di hari ke-2. Pertama, presentasi Restless Development Sierra Leone, yang menggunakan pendekatan non-formal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesadaran politik, dan keterlibatan aktif anak muda sebagai populasi terpenting masyarakat dalam pengawasan. Anak muda yang diajak aktif adalah yang tak terjangkau pemerintah di
daerah konflik. Jadi, daripada anak muda turun ke jalan bawa senjata jadi tentara bawah umur, lebih baik belajar jadi pemimpin, melawan dengan cara damai. Selain latihan
kepemimpinan, ada kampanye peningkatan kesadaran lewat tarian, lagu, dan drama. Seru banget! Rencana ke depan mereka akan bikin album kompilasi lagu-lagu anti korupsi kental unsur budaya, yang didistribusikan gratis. Lebih lengkap tentang Restless Development, lihat web ini.
Presentasi OCASA dari Kolombia gak kalah menarik. Kegiatan mereka mirip social venture workshop yang dilakukan SPEAK. Mereka ajak anak muda merencanakan kegiatan untuk mendorong demokrasi yang lebih transparan di Kolombia. Perencanaan dibuat sangat detail hingga tahap budgeting. Seperti Restless Development, OCASA pakai pendekatan non-formal untuk mendorong partisipasi aktif anak muda dalam proses legislasi dan manajemen pemerintahan. Satu contoh hasilnya ada program radio buatan anak usia 14 tahun yang menyediakan ruang bagi masyarakat berdialog langsung dengan politisi. Sebagai konstituen ini proses check & balance terhadap usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam menyediakan fasilitas umum. Sejarah OCASA dan kegiatannya bisa dibaca di sini.
ZOOM IN
Yang menarik di Nairobi:
• Ada yang tertarik minum air kemasan eksklusif bermerk “Keringet”?
• Berbeda-‐beda negara tapi bahasa bukan halangan! Grup paling asik di GYAC adalah kaukus pembahas penggunaan musik dan budaya dalam aksi lawan korupsi. Kami dari Hungaria, Yordania, indonesia, Sierra Leone, Bulgaria, Lithuania, Armenia.
• Ke ibukota Kenya ngga afdol kalau ngga mampir Giraffe Center. Jerapah usia 1.5 tahun ini suka sekali makan permen.
Presentasi
clubSPEAK
depan 34
negara
GLOBAL YOUTH ANTI-CORRUPTION
FORUM, NAIROBI, APRIL 2011
Picture courtesy of Anita Thapa, Youth Initiative Nepal
Musik anti korupsi
Di hari ke-2 grup diskusi “Use of Cultural Music in Raising Awareness” kembalimempertajam rekomendasi untuk dipresentasikan di hari ke-3. Jika rekomendasi ini dilakukan serius oleh seluruh anggota Forum saat kembali ke negara masing-masing, hasilnya bisa sangat dahsyat! Sejak awal kami sepakat pentingnya kolaborasi seni ke dalam gerakan antikorupsi. Langkah utama adalah identifikasi jenis seni yang dipakai dan pesan kunci yang mau disampaikan. Bareng Linas, teman dari Lithuania, dan Kate Declerck (Direktur Jeuneses Musicales International (JMI) yang
mengadakan kompetisi musik anti korupsi internasional), kami eksplorasi lebih jauh lagi cara-cara mengarusutamakan pesan antikorupsi bersamaan dengan karya seni tersebut. Beberapa ide yang muncul, misalnya, mendekati media elektronik global anak muda tingkat regional (seperti MTV atau NatGeo Music bagian Asia Pasifik), mengajak bikin program mingguan menggunakan musik-musik sosial. JMI sudah
punya banyak video klipnya, tinggal bantuan kami aktivis anti korupsi
menjembatani ke industri
mainstream, dan ini bisa dilakukan oleh anggota jaringan GYAC di masing-masing
negara. Kebayang banget ya serunya! Di hari ke-3, peserta Forum GYAC mendiskusikan struktur organisasi agar jaringan GYAC jadi lebih kuat dan solid. Bahan diskusi sudah dirumuskan sebelumnya oleh kaukus “Strengthening Network” yang difasilitasi Maxwell Ogaga dari Tanzania. Mereka berdebat panjang selama 2 hari menentukan rekomendasi identitas, visi, misi, tujuan organisasi, dan struktur GYAC. Karena sifatnya rekomendasi, maka harus dibahas oleh seluruh peserta forum. Emmanuel Sanyi dari Kamerun menjadi relawan fasilitator dan sangat sabar memandu proses panjang ini.
Banyak pendapat yang muncul dan semua ditanggapi dengan prinsip inklusivitas. Sangat demokratis dan sistematis. Hasilnya? Kamu bisa baca di box “Apa itu GYAC”. Struktur GYAC kamu bisa lihat gambar di atas. Indonesia bareng Filipina dan Vanuatu tergabung di regional Asia Timur dan Pasifik.
ClubSPEAK sendiri juga dipresentasikan di hadapan para aktivis muda dari puluhan negara ini. Pendekatan yang dipakai dalam workshop ternyata mendapat sambutan baik. Beberapa aktivis dari Kolombia, Nepal, dan Hungaria segera mengajak diskusi lebih dalam untuk belajar lebih jauh. Gagasan rencana lanjutan untuk melatih mereka langsung di negara masing-masing pun muncul. Kesempatan emas buat ekspansi SPEAK!
Balik ke Indonesia, pengalaman berjejaring selama di Nairobi jelas membakar semangat untuk lebih inovatif lagi dalam menciptakan langkah-langkah baru lawan korupsi. Mengutip akun @revolutia di twitter, yang kreatif dan optimis selalu selangkah di depan sementara yang pesimis masih mengkalkulasi!
Apa itu GYAC?
Adalah jaringan internasional yang terdiri dari organisasi anak muda, aktivis muda, jurnalis, dan seniman anti korupsi yang selalu mempromosikan tata kelola baik.
Jaringan ini sifatnya informal namun terstruktur untuk memudahkan konsolidasi
gerakan. GYAC punya mimpi sebuah dunia di mana korupsi terselesaikan, dan anak muda ambil bagian menikmati hidup penuh harga diri dan integritas. Untuk mewujudkan
mimpi tersebut, GYAC bermisi memberdayakan anak muda dan mendorong inovasi dalam cara-‐cara
melawan korupsi.
Lewat GYAC, terjadi pertukaran ilmu dan teknologi global dalam pemberantasan
korupsi; ada penguatan solidaritas internasional terhadap upaya melawan korupsi di level regional dan lokal. GYAC mendorong dokumentasi kegiatan antikorupsi anak muda; juga mendorong
agar musik, seni, dan media alternatif sebagai komponen kultural makin sering
digunakan dalam gerakan anti korupsi. Lewat GYAC, kita jadi terdorong menguatkan partisipasi anak muda dalam pembuatan kebijakan, promosi tata kelola
yang baik, dan pertanggungjawaban pemerintah mengelola negara pada
masyarakat.
Struktur kepengurusan GYAC.
Koordinator regional Asia Pasifik saat ini dipegang oleh Gibby Gorres dari Filipina.
Anak muda menduduki persentasi sebesar 30% pada komposisi masyarakat Indonesia. Jumlah ini tak besar memang, jika dibandingkan sisa 70% lainnya. Namun, melihat bahwa anak muda memiliki semangat yang meluap-luap, serta idealisme kuat terhadap apa yang mereka pegang prinsipnya, maka angka tiga puluh ini menjadi berarti. Oleh karena itu, tak salah bila riset
yang dilakukan Transparency International Indonesia pada tahun 2010, menyatakan, bahwa masalah korupsi dapat diberantas oleh anak muda.
Workshop "My Dream, My Way, My Action" adalah serangkaian training kreatif yang akan membantu kamu untuk mengerti lebih dalam tentang korupsi dan melihat kalau korupsi itu dekat banget sama kamu. Kalau sebelumnya, kamu merasa kata “korupsi” terlalu berat untuk didengar dan terkesan mengawang-ngawang, di workshop ini, kita malah akan belajar secara FUN tentang macam-macam korupsi yang dekat dengan kehidupan kamu sehari-hari. Karena, sebenarnya korupsi bukan masalah negara, korupsi itu masalah kita sendiri!
Nggak lengkap hanya ngomongin masalah, tapi kita akan belajar dengan asyik gimana caranya anak muda bisa ikut memberantas korupsi. Jadi, nggak cuma omong doang! Buat kamu yang pengen belajar caranya bikin proposal kegiatan secara kreatif, ini dia tempatnya! Karena namanya “My Dream, My Way, My Action”, di
workshop ini kita akan mengeksplorasi mimpi kamu, menggali potensi kamu, dan mendesain aksi sesuai dengan passion dan minat kamu. Seru kan? Tetapi sebelumnya, kamu pikirkan dulu ya apa rencana aksi kamu, kalau sudah ada ide, sesederhana apa pun itu, langsung deh daftar buat ikutan. Nanti desain aksi ini akan kita bantu perkuat di workshop.
Bonus ilmu dari workshop ini banyak! Contohnya, kamu akan diperkenalkan dengan Asset Based Thinking (dimana kamu akan diajari gimana caranya berfokus pada kelebihanmu) sampai melejitkan kemampuan kerja otak kanan. Wuis, workshop mana yang bisa se-asyik ini! :D
Seimbangkan otak kanan dan
kiri lewat gambar, musik, dan tarian. Be creative!
MY DREAM, MY WAY,
MY ACTION
TAHAPAN WORKSHOP :
DISCOVER
DREAM
DESIGN
DELIVER
YOU ARE SPECIAL:
Temukan kembali dan hargai pengalaman diri terbaik yang unik
Imagine what you WANT :
Ciptakan mimpi perubahan yang diinginkan. Tarik mendekat semua yang mendukung.
Plan & calibrate :
susun strategi dan prioritas, tentukan yang penting dan kumpulkan yang ada
DO what you CAN :
Lakukan yang terbaik bersama, pastikan langkah segar penuh semangat
cara pikir berbasis solusi
mengUbah cara melihat
diri sendiri, orang lain, dan
Untuk pertama kalinya Workshop “My Dream, My Way, My Action” diikuti oleh peserta lintas budaya. Workshop bertemakan “integritas” ini diikuti oleh anak muda dari Towards Transparency Vietnam dan Indonesia pada 9 dan 11 Mei 2011 di kantor TI Indonesia. Selama dua hari peserta workshop tentang Promosi Integritas dan Transparansi dibimbing untuk membuat kampanye sosial dengan cara yang unik dan menyenangkan, melewati empat tahap : discover, dream, design dan deliver.
Semua punya kelebihan
Pada hari pertama, 18 peserta dibagi kedalam empat tim kecil untuk mengikuti tahap pertama: discover. Tahap ini adalah bagian paling menarik, peserta diajak menceritakan mengenai dirinya, kelebihan, dan prestasinya. Konsep utama yang digunakan adalah asset based thinking, sehingga peserta tidak diarahkan untuk memikirkan apa yang tidak bisa ia lakukan atau apa kelemahannya, tapi apa kelebihan dan passionnya. Selama tahap discover, selain dibimbing “mengeluarkan” kelebihan dalam diri masing-masing, peserta juga akan saling mengenal satu sama lain.
Sebelum memulai masuk dalam tahap dream, peserta menyaksikan video mengenai human rights (youthforhumanrights.org) yang berisi 30 poin hak asasi manusia, diantaranya mengenai kesetaraan, kebebasan berpikir, kebebasan berekspresi, hak untuk mendapat jaminan sosial, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Fasilitator membimbing peserta untuk mencari satu hak asasi manusia yang peserta rasa paling penting dan menjadi fokusnya. Ini akan dijadikan “dream” dalam kampanye integritas yang akan dibuat. Setelah memiliki visi mengenai integritas dan “dream”, tahap selanjutnya adalah design. Pada tahap ini peserta dibimbing untuk membuat kerangka besar program. Peserta yang sudah dalam kelompok kecil membuat poster dan iklan
layanan sosial secara live. Poster kelompok api bertuliskan “Superman doesn’t cheat!” atas keprihatinan mereka pada pendidikan yang berorientasi pada hasil. Kelompok air membuat iklan layanan sosial beruapa semi-drama mengenai karyawan yang disuruh atasannya untuk mengelapkan dana kegiatan sosial.
Tahap terakhir adalah deliver. Pada tahap ini peserta dibimbing untuk membuat rancangan kerja, berupa lima tahap
actionable setelah workshop selesai. Pada tahap ini peserta
diajarkan menggunakan mind mapping untuk mempermudah pemetaan Target Audience dan program.Yang tidak kalah menarik adalah sesi pertunjukan budaya diakhir workshop.
Pemuda Vietnam bernyanyi dan menari tradisional, pemuda Indonesia mempertunjukan tari piring
dan lagu daerah. Workshop lintas budaya sangat luar biasa!
Extra: http://voices-against-corruption.ning.com/profiles/blogs/ crosscultural-process-where
Simak lebih banyak foto-foto workshop ini di album Facebook : http://goo.gl/PWqeN
Anak Muda
Indonesia-Vietnam:
Semangat
Integritas
Lintas Budaya
“Just like what being sung,
‘You just gotta ignite the
light and let it shine’, our new
learning was so inspiring. We
realized that it was our diverse
and rich culture that creates
the most solid foundation
for every development.”
Berawal dari banyaknya kegiatan yang SPEAK buat selama Juli sampai dengan Desember 2010, istirahat sejenak adalah pilihan yang tepat. Tetapi, ini bukan sembarang istirahat yang malah melenakan otak dan membuat malas. Istirahat ala SPEAK justru sebaliknya, membuat otak para anggota SPEAK semakin kreatif serta hati senang! Pada tanggal 21-23 Januari 2011, sejumlah SPEAK Active duduk bareng di acara Youth Camp. Selama tiga hari di Green Balcony, Bogor ini, mereka diberi kesempatan untuk berlibur sekaligus merancang kembali aksi yang akan SPEAK buat selama lima tahun ke depan. Kalau di enam bulan belakang, SPEAK serasa diajak lari pasca baru lahir, nah ini adalah fasa istirahat sambil menyusun strategi agar lari SPEAK bisa melesat lebih jauh lagi. Buat kamu yang masih belum ‘nangkep’ acara apa ini,
Youth Camp itu bahasa populer-nya adalah rapat kerja. Eits, tapi rapat kerja yang ini jauh dari kata membosankan dan bikin ngantuk. Namanya juga anak muda! Kalau nggak seru, ya nggak nendang! Sama seperti Youth Camp SPEAK, selain isinya diskusi sampai
perdebatan panas soal strategi, juga ada
pelatihan seru. Sebut saja, Vision Board Making, Law of Attraction Principle, Public Speaking Session, dan masih banyak lagi. Jadi, nggak cuma berkontribusi untuk SPEAK, para SPEAK Active juga punya kesempatan untuk mengembangkan jiwa leadership-nya.
Nggak berhenti sampai disitu, para fasilitator juga muncul dengan tantangan pada kita untuk menyelesaikan outdoor games yang butuh kerja sama tim yang kompak, strategi matang, serta jiwa anti-korupsi. Kurang seru apa coba? Dan yang hebatnya, walau di Youth Camp ini juga hadir beberapa petinggi dari TI-Indonesia
(yang notabene merupakan organisasi induk SPEAK), namun dalam pengambilan keputusan tiap strategi kerja, murni dilakukan oleh SPEAK Active. Jadi, nggak ada ikut campur dari TI-Indonesia untuk mengatur SPEAK harus menjadi seperti ini itu. Great democracy practice, isn’t it?
Beberapa identitas SPEAK serta rencana kerja untuk lima tahun ke depan, telah berhasil disusun dalam Youth Camp ini. Contohnya saja seperti definisi sederhana ala SPEAK tentang
korupsi, kode etik untuk anggota SPEAK, mimpi untuk merangkul seribu SPEAK Agents, perombakan struktur
organisasi, dan masih banyak lagi. Udara sejuk yang ada di Green Balcony serta suasana penuh antusias dari SPEAK Active lainnya, makin merangsang ide-ide liar para personil. Masing-masing anggota tergerak untuk memberikan kontribusi ide terbaiknya untuk SPEAK.
Di malam terakhir Youth Camp, ada upacara pengukuhan SPEAK Active lho! Sekretaris Jenderal TI-Indonesia, Kang Teten Masduki, mengukuhkan para SPEAK Active dengan pemberian baju bergambar kepalan tangan, bertuliskan “I Fight Corruption”. Because yes, we are deleting corruption from Indonesia’s “files”! Tiga hari telah terlewati, cinta para personil kepada SPEAK pun makin berisi. Pemantapan identitas, mimpi bersama untuk Indonesia, tim yang makin kompak, ah lengkapnya. Asupan optimisme sudah penuh, sekarang saatnya membuat aksi nyata untuk Indonesia Baru Tanpa Korupsi!
THE BEST YOUTH CAMP EVER
Susun strategi untuk langkah baru yang
lebih segar, lebih semangat, lebih seru!
Latih
kebersamaan
untuk raih
solusi
ON SCHEDULE
AUG-SEPT
OCT - NOV
DEC 2011
JAN 2012
JUNE
11 : Jakarta OSIS Leader Gathering 18-‐19: President University, Cikarang
JULY
2-‐3 : SPEAK Anniversary @ Jakarta Bay 16 : Indonesian Youth Conference 28-‐29: Gonzaga High School, Jakarta
KPK Movie idea contest!
tune in to your favorite radio stations for further details
#AKSIKITA Mentoring
20 clubSPEAK mentors intensively oversee planned Social Ventures outcome from 5 “My Dream, My Way, My Action” workshop
SPEAK Agents Gathering
Innovation & network day
Scriptwriting Workshop
#SPEAKFEST
Preparation starts on D-‐60
#AKSIKITA
Panel selection of 10 Young Changemakers with best anti-‐corruption social venture #SPEAKFEST Anti-‐corruption art festival on Dec 9th, will coincides with KPK’s new movie launching. Jakarta event kickstart roadshow to 5 other big cities in Indonesia #SPEAKFEST Roadshow Bandung, Semarang, Makassar YOUTH CAMP Member induction for new SPEAK Actives & reflection to create fresh strategies
CLUBSPEAK SCHEDULE 2011
Delicious and insightful
Betapa nikmatnya zaman sekarang. Media sosial dan pers dapat berkembang luas tanpa ada pengekangan. Anak muda dapat secara bebas mengekspresikan aspirasinya kepada pemerintahan yang berkuasa. Hal ini kontras dengan apa yang terjadi dua puluh tahun yang silam saat rezim Soeharto masih meraja. Bagaimana kita mendapatkan kebebasan seperti sekarang
ini? Masa kunci itu terletak pada tahun 1998! Ketika anak muda turun ke jalan dan menggulingkan kekuasaan.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat pahlawannya. Oleh karena itu, pada hari Sabtu yang cerah di tanggal 28 Mei 2011, SPEAK mengadakan Youth
Movement Discussion dengan
highlight “Tragedi Mei ‘98”. Tak disangka, banyak anak muda menyambut dengan antusias untuk menghadiri diskusi yang diadakan di kantor Transparency International Indonesia ini. Terbukti dari jumlah peserta yang hadir berjumlah sekitar 40 orang. Dan hebatnya, mereka yang datang tak hanya dari anggota SPEAK, namun ada dari Solar Generation, Indonesian Youth Act, Jurnal Perempuan, mahasiswa, siswa SMA, bahkan sampai orangtua dari salah satu anggota SPEAK pun turut meramaikan forum diskusi ini.
Media audiovisual memang dahsyat pengaruhnya. Oleh karena itu, diskusi dimulai dengan pemutaran film Tragedi Jakarta 1998
(Student Movement in Indonesia)”, sebuah film dokumenter yang bercerita tentang perjuangan mahasiswa untuk menjatuhkan kekuasaan Soeharto. Cerita bermula dari perjuangan anak muda beralmamater ini, sukses menduduki DPR pada Mei 1998 sampai naiknya Habibie sebagai pengganti Soeharto. Cerita berlanjut dengan usaha-usaha mahasiswa yang gigih meminta Revolusi pada negara. Film dokumentar yang sudah beredar dalam lingkaran internasional ini dapat dengan jelas memberikan gambaran singkat mengenai apa yang terjadi pada tahun ‘98, khususnya kepada para peserta yang dominan masih berusia dibawah 9 tahun pada saat tragedi-tragedi itu bergulir.
Kata-kata seperti amazing, breathtaking, ironis, berani, sadis, sedih, mengharukan pun bermunculan saat film usai. Para peserta diskusi kaget bahwa apa yang mereka tonton bukanlah fiksi. Bahkan salah satu pembicara di diskusi ini, Alex Sihar, yang bergerak di bidang perfilman menyatakan bahwa film tersebut
sudah mengalami banyak proses editing. Versi yang lebih frontal sebenarnya ada, namun tak disebar secara massal.
Setelah memanasi emosi peserta, diskusi yang sesungguhnya pun digelar. SPEAK menghadirkan tiga pembicara yang merupakan orang-orang yang pernah turun saat tragedi 98 berlangsung. Dimoderatori oleh Aquino Hayunta, hadir Alex Sihar yang pada masa 98 merupakan aktivis di Universitas Indonesia, Wandy ‘Binyo’ Tuturoong yang adalah salah satu pendiri dari FAMI (Front Aksi Mahasiswa Indonesia) bahkan beliau sempat beberapa kali dipenjara karena dituduh menghina Soeharto, juga untuk melengkapi perspektif, hadirlah Syaldi Sahude atau yang akrab dipanggil
Botak, yang merupakan aktivis anak muda dalam pendampingan korban tragedi ‘98.
Diskusi dimulai dengan cerita narasi yang sangat halus mengalir oleh Mas Binyo tentang kronologis mengapa mahasiswa meledakkan aksinya di tahun 1998. Ternyata mulai dari tahun 1977, mahasiswa sudah merencanakan aksi ini, namun karena ketatnya pengawasan pemerintah, aspirasi dan pergerakan mahasiswa pun berjalan tersendat. Cerita berlanjut sampai berbagai peristiwa berdarah terjadi di tahun 1998. Cerita versi Alex Sihar lebih terpusatkan pada aktivitas di Universitas Indonesia (UI) sebagai salah satu basis pergerakan mahasiswa pada saat itu. Beliau menceritakan bagaimana beraninya
mahasiswa jaket kuning ini melakukan diskusi dan rapat dibawah pengawasan intel negara yang beredar di kampus. Untuk memperkaya perspektif, Botak pun angkat bicara tentang betapa besarnya jumlah korban yang jatuh saat tragedi ‘98 itu berlangsung.
Sebuah tantangan
Pergerakan mahasiswa untuk menggulingkan rezim Soeharto pada tahun 1998, tak sepenuhnya berhasil. Para pembicara pun mengakui demikian, karena mahasiswa pada saat itu tak memberikan suatu tatanan negara yang lebih stabil. Mereka yang turun ke jalan menuntut revolusi, yang artinya merubah susunan bobrok negara secara total. Tapi yang pemerintah lakukan, adalah reformasi, yang berarti hanya menata ulang susunan negara tapi dengan aktor yang sama.Seperti dikatakan Mas Binyo, “Setiap zaman memiliki tantangan sendiri. Bila kita ingin berarti, rumuskanlah tantangan itu. Pelajari pengalaman pada masa lalu”. Nah, ini pas banget sama kutipan Soekarno yang terkenal dengan sebutan JAS MERAH : Jangan Sekali Sekali Melupakan Sejarah. Karena dengan mengenal pengalaman masa lalu, kita makin memahami karakter para pejabat negara yang sedang duduk di pemerintahan sekarang. Jadi untuk Pemilu tahun 2014 nanti, kita tahu mana yang perlu dibuang dan mana yang harus dipertahankan.
Gerakan Mahasiswa :
kelas menengah HARUS lebih kompak
Anak muda selalu doyan dunia audio visual, seperti film. Baik jadi penonton sampai saking doyannya, terjun langsung jadi tenaga kreatif di dalamnya. Terbatasnya wadah penampung ide-ide keatif dan minat mendalam pada karya film membuat Widiani Budiarti, Widya Arifianti, dan Ikram Hagi membentuk komunitas film yang diberi judul Komunitas Film Gambar Idoep. Saat ini Gambar Idoep
masih bernaung bersama SPEAK (Suara Pemuda AntiKorupsi), namun sangat terbuka bagi siapa pun (tidak terikat umur, gender, skill, dll) yang punya minat di dunia perfilman. Mimpinya (atau bahasa kerennya, visi), lewat Gambar Idoep akan lahir sineas baru yang memiliki ideologi anti korupsi dalam berkarya (from zero to hero) serta memajukan perfilman nasional.
Wadah buat siapa saja
Seperti konsepnya yang terbuka, komunitas ini tidak hanya berfokus pada karya-karya yang menyuarakan anti korupsi saja, namun siapa pun dapat mengekspresikan pandangannya tentang lingkup sosial masing-masing melalui media film. Widi dan Ikram sebagai penggagas Komunitas Gambar Idoep kebetulan memang peserta workshop video anti korupsi yang digagas oleh SPEAK pada bulan Oktober - Desember 2010 lalu. Widi sendiri yang kini tengah duduk di bangku kuliah jurusan Industri Kreatif Penyiaran (broadcast) Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia telah banyak membuat film-film dokumenter yang ia buat sejak SMA. Beberapa judul film yang telah ia buat diantaranya adalah Perkembangan Kereta Api di Indonesia, Daerah Pinggiran Rel, dan juga Jakarta diatas Hitam dan Putih.
Layar Idoep yang tematik
Buat kamu yang tertarik gabung dalam Komunitas Gambar Idoep, simak rencana
kegiatannya. Dalam satu tahun, program dibagi tiap empat bulan. Empat bulan pertama akan diisi dengan screening film dan diskusi. Empat bulan berikutnya akan diadakan workshop video, sedangkan empat bulan terakhir akan diisi dengan distribusi film-film hasil
workshop, seminar, atau pun talkshow yang berkenaan dengan film tersebut. Seluruh
kegiatan Gambar Idoep Film Community ini sendiri akan diadakan di kantor Transparency International Indonesia, Jalan Senayan Bawah nomor 17, Jakarta Selatan.
Kegiatan pemutaran film yang diberi judul “Layar Idoep” akan menampilkan film-film sesuai dengan tema. Selain itu, para pembuat film tersebut juga akan diundang untuk bisa ikut diskusi dengan penonton sambil berbagi pengalaman.
Pemutaran pertama
Beberapa tanggal juga sudah direncanakan agar Layar Idoep ini dapat terlaksana, yang pertama adalah 11 Juni 2011, dimana Layar Idoep akan diluncurkan untuk
pertama kalinya. Di acara launching ini, screening akan bertemakan tentang anti korupsi dan kemudian akan diputarkan film-film hasil workshop SPEAKfest. Selain itu, akan diputar pula 1 film pendek yang dibuat oleh sineas terkemuka. Acara launching ini fokus pada perkenalan dan sosialiasi Gambar Idoep Film Community, sehingga bagi siapapun yang datang pada hari itu akan diberikan formulir
pendaftaraan keanggotaan Gambar Idoep. Beberapa tema lain yang sudah masuk
jadwal pemutaran ada stopmotion, pluralitas, Jakarta Undercover, Express
Your Love, juga tema anak-anak. Bayangkan serunya nonton bareng di ruang yang luas dengan penonton lain yang punya hobi sama. Makanya, jangan sampai ketinggalan yaaa, datang di acara Layar Idoep ini!
KOMUNITAS FILM ‘GAMBAR IDOEP’
The multi-talented
Widie
SPEAK Highlights!
diterbitkan setahun 2 kali oleh
@clubSPEAK sebagai alat kami bercerita tentang apa saja yang kami lakukan untuk memperkuat gerakan anak muda anti korupsi.
Kalau kamu ingin berbagi cerita kegiatan anti korupsi, silahkan kirim ke
[email protected] dan kami akan bantu publikasi di dalam jaringan antikorupsi global dan nasional.
Kontributor HIGHLIGHTS 2011
• @rdungga • @naimahlutfi • @dinikopi • @laurensiaimceclubSPEAK di tempatmu
Kamu juga bisa memulai jaringan clubSPEAK di lingkunganmu! Kontak
[email protected] untuk cari tahu caranya.
CLUBSPEAK!
Jalan Senayan Bawah no 17,
Blok S, Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan 12180
twitter: @clubSPEAK FB : clubSPEAK
http://club-speak.tumblr.com
“Saya yakin Gambar
Idoep akan
melahirkan sineas
baru berideologi
anti korupsi dalam
berkarya yang
memajukan
perfilman nasional!”
@WidianiBudiarti, pendiri Komunitas Gambar Idoep, 18 th
Don’t miss it! Bareng Ketua OSIS SMA se-Jakarta, Layar Idoep akan menyuguhkan film-film pendek anti-korupsi yang akan bikin kamu tambah
semangat lawan korupsi! Sabtu, 11 Juni 2011 jam 10 pagi
di @TIINDONESIA
SPEAK HIGHLIGHTS! by clubSPEAK is licensed under aCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License
Kamu boleh menyebarluaskan dan menggunakan karya ini dalam karyamu sendiri, tapi tidak boleh menjual dan jika mengutip harus menyebutkan karya ini sebagai sumber kamu.