• Tidak ada hasil yang ditemukan

HIGHLIGHTS! MIDYEAR January - June WHAT S BEEN HAPPENING? BAHASA INDONESIA FORUM GYAC DI AFRIKA (HAL 5-6)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HIGHLIGHTS! MIDYEAR January - June WHAT S BEEN HAPPENING? BAHASA INDONESIA FORUM GYAC DI AFRIKA (HAL 5-6)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MIDYEAR

1 - 2011

January - June

FORUM GYAC DI

AFRIKA (HAL 5-6)

Di Global Youth Anti-Corruption Forum, musisi dan aktivis muda berbagai penjuru dunia bertemu menguatkan gerakan anti korupsi internasional.

MY DREAM, MY WAY,

MY ACTION! (HAL 7-8)

Lewat workshop ini, anak muda belajar menajamkan gagasan dan mewujudkan aksi konkritnya melawan korupsi dari lingkungan terdekat.

KOMUNITAS GAMBAR

IDOEP (HAL 11)

Yang doyan nonton dan mau belajar lebih dalam tentang dunia film, langsung gabung aja di komunitas ini. Widie, Raffa dan Ikram siap menerima kamu!

BAHASA

INDONESIA

HIGH

LIGHTS!

(2)

“Lewat Janji SPEAK, kami berkomitmen bahwa di mana pun

tempat kerjanya, anggota SPEAK berkontribusi menciptakan

Indonesia yang anti korupsi.”

Adrian Danar, Koordinator club SPEAK, 18th • SPEAK adalah kepanjangan dari Suara

Pemuda Anti Korupsi

• Kemunculan SPEAK berawal dari keresahan anak muda melihat kerugian yang besar akibat korupsi, dan keyakinan bahwa korupsi bisa dikalahkan!

• SPEAK dideklarasikan pertama kali 2 Juli 2010, di Jakarta.

• Kemunculan SPEAK pertama kali di Indonesia Youth Conference, Jakarta, hanya 2 hari setelah kelahirannya.

• SPEAK bermarkas di kantor Transparency International Indonesia (TII) di jalan Senayan Bawah no.17, Blok S, Jakarta Selatan. • Keanggotan SPEAK terdiri atas SPEAK

Active, SPEAK agents, dan simpatisan. • SPEAK Active saat ini berjumlah 24 orang,

berasal dari berbagai Perguruan Tinggi dan SMA di Jakarta dan sekitarnya.

• SPEAK memiliki 3 special agents yang tugasnya menyebar virus perlawanan korupsi kepada anak muda sampai melakukan advokasi ke tingkat pemerintahan.

• Koordinator SPEAK sekarang adalah Adrian Danar yang juga mahasiswa Teknik Elektro Universitas Indonesia, angkatan 2010. • SPEAK Festival 2010 adalah rangkaian

acara besar yang dibuat oleh SPEAK dan volunteer, ada konser musik, lomba poster dan esai, dan juga workshop cara membuat film.

• Selain SPEAKFest, SPEAK aktif dalam menyebarkan virus melawan korupsi melalui diskusi rutin internal, diskusi publik, mengisi di Social Movement Festival dan Pecha Kucha, juga menggunakan social media. • SPEAK beberapa kali dibawa ke forum

internasional sebagai contoh gerakan anak muda Indonesia melawan korupsi!

• Media sosial yang digunakan SPEAK untuk berkampanye: twitter @clubSPEAK ada juga fanpage Club SPEAK, dan http://club-speak.tumblr.com

• @ClubSPEAK memiliki 1,191 followers dan 920 orang me-“like” fanpage Club SPEAK (Suara Pemuda Anti Korupsi)

• Sebagian anggota SPEAK Active awalnya bertemu di diskusi tentang Anak Muda dan

Gerakan Anti Korupsi di Kolese Gonzaga bulan Juni 2010.

• Sebagian anggota lagi bertemu di diskusi dengan topik yang sama tapi dengan peserta mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta.

• Pendekatan clubSPEAK yang unik, sederhana, membumi dan menyenangkan menjadi percontohan gerakan anak muda anti korupsi di Vietnam, Nepal, Hungaria, Filipina dan Colombia.

• Fasilitator clubSPEAK terpilih menjadi YCM tahun 2010 atas inisiatif kreatifnya dalam mendorong lahirnya aktivitas clubSPEAK. • Fasilitator yang sama juga membantu

Ashoka Indonesia mendorong munculnya young changemakers dalam organisasi anak muda lainnya, seperti Indonesian Future Leaders dan Indonesian Youth Conference. • Aktivitas SPEAK sudah beberapa kali diliput

media nasional seperti Kompas, The Jakarta Post, Radio KBR68H, SMART FM. Media internasional juga nggak ketinggalan, salah satunya BBC London.

YANG MUDA, BEDA, DAN BERBAHAYA

Apakah kamu

tahu? 20

serba-serbi clubSPEAK

(3)

Respito  Menggema  di  Afrika

Band  Indonesia  ini  adalah  salah  satu   nominator  FAIRPLAY  (kompetisi  band   internasional  pengusung  musik  anti  korupsi).   Ternyata,  mereka  cukup  menjadi  favorit  di   kalangan  juri.  Meskipun  tidak  berangkat,   kehadiran  mereka  diwakili  oleh  video  klip   Angel’s  Cry  yang  diputar  berkali-­‐kali  saat   rehat  Forum  Global  Youth  Anti  Corruption  di   Nairobi,  April  2011.  Saat  diputar  beberapa   peserta  Forum  GYAC  terdengar  berkomentar,   “Their  music  is  good!”.  

@clubSPEAK :

We are group of youth age 15-24 who really want to see Indonesia free of corruption. We campaign creatively and ask our friends to join us creating customized concrete actions in monitoring and spreading knowledge.

SERUNYA MELAWAN KORUPSI

“Waktu berlalu dengan cepat jika kita menikmati kegiatan kita!”

@dinikopi, mahasiswi Universitas Negeri Jakarta, 20 th

Kalimat diatas, persis yang SPEAK rasakan sekarang. Usia SPEAK baru menjelang satu tahun, tapi udah sibuk mendesain aksi ini itu. Capek? Nggak dong. Selama satu tahun ini SPEAK punya lebih dari lima kegiatan seru yang malah bikin personilnya betah dan solid. Read below and see for yourself!

Juni 2010, Transparency International Indonesia (TI-Indonesia) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pertama kali di SMA Kolese Gonzaga. Forum diskusi yang dihadiri oleh sekitar 20 orang peserta berusia SMA itu, membicarakan tentang definisi korupsi dan bagaimana menjadi generasi anti korupsi. Hasilnya, malah peserta yang hadir sangat bersemangat bila TI-Indonesia menyediakan wadah pergerakan anak muda anti korupsi. Dari situ, lahirlah SPEAK!

Baru aja lahir tanggal 2 Juli 2010, SPEAK udah berani unjuk gigi di ajang nasional sekaliber Indonesian Youth Conference, pada tanggal 4 Juli 2010, di Komunitas Salihara. Dengan super semangat, anggota SPEAK mempresentasikan bagaimana korupsi itu sangat dekat dengan kehidupan anak muda, dan bagaimana anak muda bisa memberantas korupsi di sekitarnya dengan hal-hal

sederhana. Para peserta sesi anti korupsi di sana sangat antusias lho, karena sebelumnya nggak kebayang kalau korupsi ternyata bisa sedekat itu dengan keseharian anak muda.

Sukses dengan Indonesian Youth Conference, SPEAK kembali menyebarkan kampanye anti-korupsi di Mimbar Seribu Harapan. Acara yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK) pada tanggal 8 Agustus 2010 ini,

merupakan acara kampanye berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) lintas isu yang berdomisili di Jakarta. SPEAK disana hadir sebagai representatif organisasi anak muda yg membawa isu anti korupsi. Sambil mencegat orang-orang yang sedang asyik jogging di GBK, SPEAK mengajak mereka untuk berani speak up dengan berfoto bersama karton yg bertuliskan unek-unek atau harapan mereka tentang gerakan anti korupsi di Indonesia. Simple but still your single voice is appreciated! Foto-foto bisa kamu lihat di facebook page clubSPEAK.

Setelah itu, SPEAK unjuk gigi semakin garang. Terbukti di akhir tahun 2010, SPEAK menggelar serangkaian perhelatan seru bernama SPEAK Festival (disingkat

SPEAKFest). Dalam festival ini, SPEAK punya Workshop Video Dokumenter, Lomba Poster Anti-Korupsi, Lomba Iklan Layanan

Masyarakat, dan yang terakhir Konser Musik! Festival ini diadakan sejak September, sampai puncaknya bulan Desember 2010. Untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia tanggal 9 Desember, didukung oleh ICW, KPK, UNODC dan TII tentu saja, SPEAK berhasil membuat pesta anak muda anti korupsi di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. Selain Pandji, hadir Superman Is Dead (SID), Efek Rumah Kaca (ERK), Padi, dan sejumlah musisi lainnya. Ada pula orator muda, seperti Alanda Kariza, Choky Ramadhan dari SPEAK, yang membakar semangat anti korupsi para pengunjung yg hadir.

CONTINUED NEXT PAGE

-Anak muda dan

musisi bicara anti

korupsi lewat musik

super keren di

SpeakFest!

Hanya  relawan  SpeakFest  dan  SPEAK   Active  yang  punya  kaos  keren  seperti  di   atas.  Kalau  kamu  mau,  buruan  gabung!

(4)

Enam bulan pertama berhasil dilalui dengan sukses! Sekarang saatnya duduk sejenak untuk mengkonsep kembali arah pergerakan dan strategi kerja SPEAK. Untuk itu, pada tanggal 21-23 Januari 2011, SPEAK Active hijrah selama tiga hari ke Green Balcony, Bogor untuk menghadiri SPEAK Youth Camp. Didukung dengan suasana

Green Balcony yg benar-benar hijau serta sejuk, inovasi-inovasi liar pun datang untuk rancangan kerja SPEAK lima tahun ke depan. Di Youth Camp ini, selain diskusi tentang mau dibawa kemana SPEAK lima tahun ke depan, juga ada berbagai pelatihan kreatif seperti Vision Board Making, Law of Attraction Principle. Selain itu berbagai permainan outdoor yang membutuhkan kerja sama tim bikin SPEAK Active jadi penuh ide gress dan semangat fresh! Baca ceritanya di hal 9 ya.

Eksekusi pertama dari Youth Camp adalah Workshop “My Dream, My Way, My Action”. Melalui workshop ini, SPEAK membuka kesempatan bagi mereka yang ingin jadi agen SPEAK di lingkungannya masing-masing. Workshop ini berisikan informasi praktis mengenai apa itu korupsi, dan bagaimana anak muda bisa memberantasnya lewat hal-hal sederhana. Tak berhenti sampai di situ saja, para peserta juga dilatih bagaimana membuat aksi sosial untuk memberantas korupsi sesuai passion-nya masing-masing. So guys, fighting corruption is

such a FUN work, right? Karena dirasa begitu efektifnya, SPEAK sempat menggelar workshop seru ini di bulan Maret dan April 2011. Buat kamu yang belum ikutan, masih ada workshop “My Dream, My Way, My Action” selanjutnya kok. Baca terus di halaman 7 ya!

Masih banyak lagi kegiatan SPEAK selama beberapa bulan setelahnya. Ada diskusi rutin tiap dua minggu sekali di kantor TI-Indonesia, Workshop “Promoting Integrity – My Dream, My Way, My Action” dengan anak-anak muda dari Towards Transparency Vietnam pada awal Mei, berkesempatan berjejaring di Global Youth Anti-Corruption Forum di Nairobi (baca selengkapnya di halaman 5-6), memperkenalkan profil SPEAK pada komunitas kreatif di acara Pecha Kucha Jakarta pada tanggal 26 April 2011, diundang ke acara Social Movement Festival oleh UNESCO pada tanggal 21 Mei 2011, dan segudang acara seru lainnya.

Tuh kan, memberantas korupsi itu gak melulu identik dengan seminar berat atau literatur tebal. Kita yang muda punya semangat dan ide-ide liar yang tak terbatas! Nah kita gunakan potensi ini untuk menekan praktek korupsi dalam keseharian kita. Kalau ada pertanyaan “Kapan korupsi di Indonesia dapat dihapus?” Jawabannya tentu “We, youngsters who decide!” Perubahan dimulai dari sekarang, perubahan dimulai dari kamu!

semangat

anggota

SPEAK: kompak,

egaliter, selalu

fun!

ZOOM IN

Yang  seru  6  bulan  terakhir:

• Crew  radio  BBC  datang  spesial  dari   London  untuk  ketemu  dan  ngobrol   tentang  kegiatan  clubSPEAK  !

• Kami  ambil  bagian  dalam  Social   Movement  Festival  dan  ketemu   banyak  komunitas  sosial  lain  yang   semangat  banget  ngajak  kolaborasi   dalam  waktu  dekat.

• Danar  jadi  pembicara  di  Pecha   Kucha  Jakarta,  presentasi  tentang   clubSPEAK  dalam  20  slide  selama  6   menit  saja.  Kami  berhasil  jadi   closing  yang  keren  malam  itu.  

(5)

Di GYAC, musisi dan aktivis muda

berbagai penjuru dunia bertemu

menguatkan gerakan anti korupsi

TI Indonesia mendapat kesempatan pergi ke Nairobi Kenya untuk masuk menjadi anggota Forum Global Muda Anti Korupsi. Di sana, banyak pertukaran pengalaman terjadi. Ini dia potongan ceritanya.

Di hari pertama peserta GYAC dibuat terpukau oleh presentasi ANSA-EAP dari Filipina dengan program CheckMySchool yang menggunakan ICT (Information and

Communication Technology) untuk partisipasi masyarakat mengawasi negara. Kalau sekolah gak punya buku dan guru datang telat, di sana kita bisa lapor via sms lewat portal

checkmyschool. Keren banget ya! Lihat

checkmyschool.org dan siap-siap ikutan nyanyi bareng! (ehm, KPK kapan bikin yang seperti ini ya?)

Yang seru bertumpuk di hari ke-2. Pertama, presentasi Restless Development Sierra Leone, yang menggunakan pendekatan non-formal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesadaran politik, dan keterlibatan aktif anak muda sebagai populasi terpenting masyarakat dalam pengawasan. Anak muda yang diajak aktif adalah yang tak terjangkau pemerintah di

daerah konflik. Jadi, daripada anak muda turun ke jalan bawa senjata jadi tentara bawah umur, lebih baik belajar jadi pemimpin, melawan dengan cara damai. Selain latihan

kepemimpinan, ada kampanye peningkatan kesadaran lewat tarian, lagu, dan drama. Seru banget! Rencana ke depan mereka akan bikin album kompilasi lagu-lagu anti korupsi kental unsur budaya, yang didistribusikan gratis. Lebih lengkap tentang Restless Development, lihat web ini. 

Presentasi OCASA dari Kolombia gak kalah menarik. Kegiatan mereka mirip social venture workshop yang dilakukan SPEAK. Mereka ajak anak muda merencanakan kegiatan untuk mendorong demokrasi yang lebih transparan di Kolombia. Perencanaan dibuat sangat detail hingga tahap budgeting. Seperti Restless Development, OCASA pakai pendekatan non-formal untuk mendorong partisipasi aktif anak muda dalam proses legislasi dan manajemen pemerintahan. Satu contoh hasilnya ada program radio buatan anak usia 14 tahun yang menyediakan ruang bagi masyarakat berdialog langsung dengan politisi. Sebagai konstituen ini proses check & balance terhadap usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam menyediakan fasilitas umum. Sejarah OCASA dan kegiatannya bisa dibaca di sini.

ZOOM IN

Yang  menarik  di  Nairobi:  

• Ada  yang  tertarik  minum  air   kemasan  eksklusif  bermerk   “Keringet”?  

• Berbeda-­‐beda  negara  tapi  bahasa   bukan  halangan!  Grup  paling  asik  di   GYAC  adalah  kaukus  pembahas   penggunaan  musik  dan  budaya   dalam  aksi  lawan  korupsi.  Kami  dari   Hungaria,  Yordania,  indonesia,   Sierra  Leone,  Bulgaria,  Lithuania,   Armenia.  

• Ke  ibukota  Kenya  ngga  afdol  kalau   ngga  mampir  Giraffe  Center.   Jerapah  usia  1.5  tahun  ini  suka  sekali   makan  permen.  

Presentasi

clubSPEAK

depan 34

negara

GLOBAL YOUTH ANTI-CORRUPTION

FORUM, NAIROBI, APRIL 2011

Picture  courtesy  of  Anita  Thapa,   Youth  Initiative  Nepal  

(6)

Musik anti korupsi

Di hari ke-2 grup diskusi “Use of Cultural Music in Raising Awareness” kembali

mempertajam rekomendasi untuk dipresentasikan di hari ke-3. Jika rekomendasi ini dilakukan serius oleh seluruh anggota Forum saat kembali ke negara masing-masing, hasilnya bisa sangat dahsyat! Sejak awal kami sepakat pentingnya kolaborasi seni ke dalam gerakan antikorupsi. Langkah utama adalah identifikasi jenis seni yang dipakai dan pesan kunci yang mau disampaikan. Bareng Linas, teman dari Lithuania, dan Kate Declerck (Direktur Jeuneses Musicales International (JMI) yang

mengadakan kompetisi musik anti korupsi internasional), kami eksplorasi lebih jauh lagi cara-cara mengarusutamakan pesan antikorupsi bersamaan dengan karya seni tersebut. Beberapa ide yang muncul, misalnya, mendekati media elektronik global anak muda tingkat regional (seperti MTV atau NatGeo Music bagian Asia Pasifik), mengajak bikin program mingguan menggunakan musik-musik sosial. JMI sudah

punya banyak video klipnya, tinggal bantuan kami aktivis anti korupsi

menjembatani ke industri

mainstream, dan ini bisa dilakukan oleh anggota jaringan GYAC di masing-masing

negara. Kebayang banget ya serunya! Di hari ke-3, peserta Forum GYAC mendiskusikan struktur organisasi agar jaringan GYAC jadi lebih kuat dan solid. Bahan diskusi sudah dirumuskan sebelumnya oleh kaukus “Strengthening Network” yang difasilitasi Maxwell Ogaga dari Tanzania. Mereka berdebat panjang selama 2 hari menentukan rekomendasi identitas, visi, misi, tujuan organisasi, dan struktur GYAC. Karena sifatnya rekomendasi, maka harus dibahas oleh seluruh peserta forum. Emmanuel Sanyi dari Kamerun menjadi relawan fasilitator dan sangat sabar memandu proses panjang ini.

Banyak pendapat yang muncul dan semua ditanggapi dengan prinsip inklusivitas. Sangat demokratis dan sistematis. Hasilnya? Kamu bisa baca di box “Apa itu GYAC”. Struktur GYAC kamu bisa lihat gambar di atas. Indonesia bareng Filipina dan Vanuatu tergabung di regional Asia Timur dan Pasifik.

ClubSPEAK sendiri juga dipresentasikan di hadapan para aktivis muda dari puluhan negara ini. Pendekatan yang dipakai dalam workshop ternyata mendapat sambutan baik. Beberapa aktivis dari Kolombia, Nepal, dan Hungaria segera mengajak diskusi lebih dalam untuk belajar lebih jauh. Gagasan rencana lanjutan untuk melatih mereka langsung di negara masing-masing pun muncul. Kesempatan emas buat ekspansi SPEAK!

Balik ke Indonesia, pengalaman berjejaring selama di Nairobi jelas membakar semangat untuk lebih inovatif lagi dalam menciptakan langkah-langkah baru lawan korupsi. Mengutip akun @revolutia di twitter, yang kreatif dan optimis selalu selangkah di depan sementara yang pesimis masih mengkalkulasi!

Apa itu GYAC?

Adalah  jaringan  internasional  yang  terdiri   dari  organisasi  anak  muda,  aktivis  muda,   jurnalis,  dan  seniman  anti  korupsi  yang   selalu  mempromosikan  tata  kelola  baik.  

Jaringan  ini  sifatnya  informal  namun   terstruktur  untuk  memudahkan  konsolidasi  

gerakan.  GYAC  punya  mimpi  sebuah  dunia   di  mana  korupsi  terselesaikan,  dan  anak   muda  ambil  bagian  menikmati  hidup  penuh   harga  diri  dan  integritas.  Untuk  mewujudkan  

mimpi  tersebut,  GYAC  bermisi   memberdayakan  anak  muda  dan   mendorong  inovasi  dalam  cara-­‐cara  

melawan  korupsi.  

Lewat  GYAC,  terjadi  pertukaran  ilmu  dan   teknologi  global  dalam  pemberantasan  

korupsi;  ada  penguatan  solidaritas   internasional  terhadap  upaya  melawan   korupsi  di  level  regional  dan  lokal.  GYAC   mendorong  dokumentasi  kegiatan   antikorupsi  anak  muda;  juga  mendorong  

agar  musik,  seni,  dan  media  alternatif   sebagai  komponen  kultural  makin  sering  

digunakan  dalam  gerakan  anti  korupsi.   Lewat  GYAC,  kita  jadi  terdorong   menguatkan  partisipasi  anak  muda  dalam   pembuatan  kebijakan,  promosi  tata  kelola  

yang  baik,  dan  pertanggungjawaban   pemerintah  mengelola  negara  pada  

masyarakat.

Struktur  kepengurusan  GYAC.  

Koordinator  regional  Asia  Pasifik  saat  ini  dipegang   oleh  Gibby  Gorres  dari  Filipina.  

(7)

Anak muda menduduki persentasi sebesar 30% pada komposisi masyarakat Indonesia. Jumlah ini tak besar memang, jika dibandingkan sisa 70% lainnya. Namun, melihat bahwa anak muda memiliki semangat yang meluap-luap, serta idealisme kuat terhadap apa yang mereka pegang prinsipnya, maka angka tiga puluh ini menjadi berarti. Oleh karena itu, tak salah bila riset

yang dilakukan Transparency International Indonesia pada tahun 2010, menyatakan, bahwa masalah korupsi dapat diberantas oleh anak muda.

Workshop "My Dream, My Way, My Action" adalah serangkaian training kreatif yang akan membantu kamu untuk mengerti lebih dalam tentang korupsi dan melihat kalau korupsi itu dekat banget sama kamu. Kalau sebelumnya, kamu merasa kata “korupsi” terlalu berat untuk didengar dan terkesan mengawang-ngawang, di workshop ini, kita malah akan belajar secara FUN tentang macam-macam korupsi yang dekat dengan kehidupan kamu sehari-hari. Karena, sebenarnya korupsi bukan masalah negara, korupsi itu masalah kita sendiri!

Nggak lengkap hanya ngomongin masalah, tapi kita akan belajar dengan asyik gimana caranya anak muda bisa ikut memberantas korupsi. Jadi, nggak cuma omong doang! Buat kamu yang pengen belajar caranya bikin proposal kegiatan secara kreatif, ini dia tempatnya! Karena namanya “My Dream, My Way, My Action”, di

workshop ini kita akan mengeksplorasi mimpi kamu, menggali potensi kamu, dan mendesain aksi sesuai dengan passion dan minat kamu. Seru kan? Tetapi sebelumnya, kamu pikirkan dulu ya apa rencana aksi kamu, kalau sudah ada ide, sesederhana apa pun itu, langsung deh daftar buat ikutan. Nanti desain aksi ini akan kita bantu perkuat di workshop.

Bonus ilmu dari workshop ini banyak! Contohnya, kamu akan diperkenalkan dengan Asset Based Thinking (dimana kamu akan diajari gimana caranya berfokus pada kelebihanmu) sampai melejitkan kemampuan kerja otak kanan. Wuis, workshop mana yang bisa se-asyik ini! :D

Seimbangkan otak kanan dan

kiri lewat gambar, musik, dan tarian. Be creative!

MY DREAM, MY WAY,

MY ACTION

TAHAPAN WORKSHOP :

DISCOVER

DREAM

DESIGN

DELIVER

YOU  ARE  SPECIAL:

Temukan  kembali  dan   hargai  pengalaman   diri  terbaik  yang  unik

Imagine  what  you   WANT  :

Ciptakan  mimpi   perubahan  yang   diinginkan.  Tarik   mendekat  semua  yang   mendukung.  

Plan  &  calibrate  :  

susun  strategi  dan   prioritas,  tentukan   yang  penting  dan   kumpulkan  yang  ada

DO  what  you  CAN  :

Lakukan  yang  terbaik   bersama,  pastikan   langkah  segar  penuh   semangat

cara pikir berbasis solusi

mengUbah cara melihat

diri sendiri, orang lain, dan

(8)

Untuk pertama kalinya Workshop “My Dream, My Way, My Action” diikuti oleh peserta lintas budaya. Workshop bertemakan “integritas” ini diikuti oleh anak muda dari Towards Transparency Vietnam dan Indonesia pada 9 dan 11 Mei 2011 di kantor TI Indonesia. Selama dua hari peserta workshop tentang Promosi Integritas dan Transparansi dibimbing untuk membuat kampanye sosial dengan cara yang unik dan menyenangkan, melewati empat tahap : discover, dream, design dan deliver.

Semua punya kelebihan

Pada hari pertama, 18 peserta dibagi kedalam empat tim kecil untuk mengikuti tahap pertama: discover. Tahap ini adalah bagian paling menarik, peserta diajak menceritakan mengenai dirinya, kelebihan, dan prestasinya. Konsep utama yang digunakan adalah asset based thinking, sehingga peserta tidak diarahkan untuk memikirkan apa yang tidak bisa ia lakukan atau apa kelemahannya, tapi apa kelebihan dan passionnya. Selama tahap discover, selain dibimbing “mengeluarkan” kelebihan dalam diri masing-masing, peserta juga akan saling mengenal satu sama lain.

Sebelum memulai masuk dalam tahap dream, peserta menyaksikan video mengenai human rights (youthforhumanrights.org) yang berisi 30 poin hak asasi manusia, diantaranya mengenai kesetaraan, kebebasan berpikir, kebebasan berekspresi, hak untuk mendapat jaminan sosial, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Fasilitator membimbing peserta untuk mencari satu hak asasi manusia yang peserta rasa paling penting dan menjadi fokusnya. Ini akan dijadikan “dream” dalam kampanye integritas yang akan dibuat. Setelah memiliki visi mengenai integritas dan “dream”, tahap selanjutnya adalah design. Pada tahap ini peserta dibimbing untuk membuat kerangka besar program. Peserta yang sudah dalam kelompok kecil membuat poster dan iklan

layanan sosial secara live. Poster kelompok api bertuliskan “Superman doesn’t cheat!” atas keprihatinan mereka pada pendidikan yang berorientasi pada hasil. Kelompok air membuat iklan layanan sosial beruapa semi-drama mengenai karyawan yang disuruh atasannya untuk mengelapkan dana kegiatan sosial.

Tahap terakhir adalah deliver. Pada tahap ini peserta dibimbing untuk membuat rancangan kerja, berupa lima tahap

actionable setelah workshop selesai. Pada tahap ini peserta

diajarkan menggunakan mind mapping untuk mempermudah pemetaan Target Audience dan program.Yang tidak kalah menarik adalah sesi pertunjukan budaya diakhir workshop.

Pemuda Vietnam bernyanyi dan menari tradisional, pemuda Indonesia mempertunjukan tari piring

dan lagu daerah. Workshop lintas budaya sangat luar biasa!

Extra: http://voices-against-corruption.ning.com/profiles/blogs/ crosscultural-process-where

Simak lebih banyak foto-foto workshop ini di album Facebook : http://goo.gl/PWqeN

Anak Muda

Indonesia-Vietnam:

Semangat

Integritas

Lintas Budaya

“Just like what being sung,

‘You just gotta ignite the

light and let it shine’, our new

learning was so inspiring. We

realized that it was our diverse

and rich culture that creates

the most solid foundation

for every development.”

(9)

Berawal dari banyaknya kegiatan yang SPEAK buat selama Juli sampai dengan Desember 2010, istirahat sejenak adalah pilihan yang tepat. Tetapi, ini bukan sembarang istirahat yang malah melenakan otak dan membuat malas. Istirahat ala SPEAK justru sebaliknya, membuat otak para anggota SPEAK semakin kreatif serta hati senang! Pada tanggal 21-23 Januari 2011, sejumlah SPEAK Active duduk bareng di acara Youth Camp. Selama tiga hari di Green Balcony, Bogor ini, mereka diberi kesempatan untuk berlibur sekaligus merancang kembali aksi yang akan SPEAK buat selama lima tahun ke depan. Kalau di enam bulan belakang, SPEAK serasa diajak lari pasca baru lahir, nah ini adalah fasa istirahat sambil menyusun strategi agar lari SPEAK bisa melesat lebih jauh lagi. Buat kamu yang masih belum ‘nangkep’ acara apa ini,

Youth Camp itu bahasa populer-nya adalah rapat kerja. Eits, tapi rapat kerja yang ini jauh dari kata membosankan dan bikin ngantuk. Namanya juga anak muda! Kalau nggak seru, ya nggak nendang! Sama seperti Youth Camp SPEAK, selain isinya diskusi sampai

perdebatan panas soal strategi, juga ada

pelatihan seru. Sebut saja, Vision Board Making, Law of Attraction Principle, Public Speaking Session, dan masih banyak lagi. Jadi, nggak cuma berkontribusi untuk SPEAK, para SPEAK Active juga punya kesempatan untuk mengembangkan jiwa leadership-nya.

Nggak berhenti sampai disitu, para fasilitator juga muncul dengan tantangan pada kita untuk menyelesaikan outdoor games yang butuh kerja sama tim yang kompak, strategi matang, serta jiwa anti-korupsi. Kurang seru apa coba? Dan yang hebatnya, walau di Youth Camp ini juga hadir beberapa petinggi dari TI-Indonesia

(yang notabene merupakan organisasi induk SPEAK), namun dalam pengambilan keputusan tiap strategi kerja, murni dilakukan oleh SPEAK Active. Jadi, nggak ada ikut campur dari TI-Indonesia untuk mengatur SPEAK harus menjadi seperti ini itu. Great democracy practice, isn’t it?

Beberapa identitas SPEAK serta rencana kerja untuk lima tahun ke depan, telah berhasil disusun dalam Youth Camp ini. Contohnya saja seperti definisi sederhana ala SPEAK tentang

korupsi, kode etik untuk anggota SPEAK, mimpi untuk merangkul seribu SPEAK Agents, perombakan struktur

organisasi, dan masih banyak lagi. Udara sejuk yang ada di Green Balcony serta suasana penuh antusias dari SPEAK Active lainnya, makin merangsang ide-ide liar para personil. Masing-masing anggota tergerak untuk memberikan kontribusi ide terbaiknya untuk SPEAK.

Di malam terakhir Youth Camp, ada upacara pengukuhan SPEAK Active lho! Sekretaris Jenderal TI-Indonesia, Kang Teten Masduki, mengukuhkan para SPEAK Active dengan pemberian baju bergambar kepalan tangan, bertuliskan “I Fight Corruption”. Because yes, we are deleting corruption from Indonesia’s “files”! Tiga hari telah terlewati, cinta para personil kepada SPEAK pun makin berisi. Pemantapan identitas, mimpi bersama untuk Indonesia, tim yang makin kompak, ah lengkapnya. Asupan optimisme sudah penuh, sekarang saatnya membuat aksi nyata untuk Indonesia Baru Tanpa Korupsi!

THE BEST YOUTH CAMP EVER

Susun strategi untuk langkah baru yang

lebih segar, lebih semangat, lebih seru!

Latih

kebersamaan

untuk raih

solusi

ON SCHEDULE

AUG-SEPT

OCT - NOV

DEC 2011

JAN 2012

JUNE

11  :  Jakarta  OSIS  Leader  Gathering 18-­‐19:  President  University,  Cikarang

JULY

2-­‐3  :  SPEAK  Anniversary  @  Jakarta  Bay 16  :  Indonesian  Youth  Conference 28-­‐29:  Gonzaga  High  School,  Jakarta

KPK  Movie  idea  contest!

tune  in  to  your  favorite  radio  stations   for  further  details

#AKSIKITA  Mentoring

20  clubSPEAK  mentors   intensively  oversee  planned   Social  Ventures  outcome   from  5  “My  Dream,  My   Way,  My  Action”  workshop

SPEAK  Agents  Gathering

Innovation  &  network  day

Scriptwriting  Workshop  

#SPEAKFEST

Preparation  starts  on   D-­‐60

#AKSIKITA

Panel  selection  of  10   Young   Changemakers  with   best  anti-­‐corruption   social  venture #SPEAKFEST Anti-­‐corruption  art   festival  on  Dec  9th,   will  coincides  with   KPK’s  new  movie   launching.  Jakarta   event  kickstart   roadshow  to  5   other  big  cities  in   Indonesia #SPEAKFEST   Roadshow Bandung,   Semarang,   Makassar YOUTH  CAMP Member  induction   for  new  SPEAK   Actives    &  reflection   to  create  fresh     strategies

CLUBSPEAK SCHEDULE 2011

(10)

Delicious and insightful

Betapa nikmatnya zaman sekarang. Media sosial dan pers dapat berkembang luas tanpa ada pengekangan. Anak muda dapat secara bebas mengekspresikan aspirasinya kepada pemerintahan yang berkuasa. Hal ini kontras dengan apa yang terjadi dua puluh tahun yang silam saat rezim Soeharto masih meraja. Bagaimana kita mendapatkan kebebasan seperti sekarang

ini? Masa kunci itu terletak pada tahun 1998! Ketika anak muda turun ke jalan dan menggulingkan kekuasaan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat pahlawannya. Oleh karena itu, pada hari Sabtu yang cerah di tanggal 28 Mei 2011, SPEAK mengadakan Youth

Movement Discussion dengan

highlight “Tragedi Mei ‘98”. Tak disangka, banyak anak muda menyambut dengan antusias untuk menghadiri diskusi yang diadakan di kantor Transparency International Indonesia ini. Terbukti dari jumlah peserta yang hadir berjumlah sekitar 40 orang. Dan hebatnya, mereka yang datang tak hanya dari anggota SPEAK, namun ada dari Solar Generation, Indonesian Youth Act, Jurnal Perempuan, mahasiswa, siswa SMA, bahkan sampai orangtua dari salah satu anggota SPEAK pun turut meramaikan forum diskusi ini.

Media audiovisual memang dahsyat pengaruhnya. Oleh karena itu, diskusi dimulai dengan pemutaran film Tragedi Jakarta 1998

(Student Movement in Indonesia)”, sebuah film dokumenter yang bercerita tentang perjuangan mahasiswa untuk menjatuhkan kekuasaan Soeharto. Cerita bermula dari perjuangan anak muda beralmamater ini, sukses menduduki DPR pada Mei 1998 sampai naiknya Habibie sebagai pengganti Soeharto. Cerita berlanjut dengan usaha-usaha mahasiswa yang gigih meminta Revolusi pada negara. Film dokumentar yang sudah beredar dalam lingkaran internasional ini dapat dengan jelas memberikan gambaran singkat mengenai apa yang terjadi pada tahun ‘98, khususnya kepada para peserta yang dominan masih berusia dibawah 9 tahun pada saat tragedi-tragedi itu bergulir.

Kata-kata seperti amazing, breathtaking, ironis, berani, sadis, sedih, mengharukan pun bermunculan saat film usai. Para peserta diskusi kaget bahwa apa yang mereka tonton bukanlah fiksi. Bahkan salah satu pembicara di diskusi ini, Alex Sihar, yang bergerak di bidang perfilman menyatakan bahwa film tersebut

sudah mengalami banyak proses editing. Versi yang lebih frontal sebenarnya ada, namun tak disebar secara massal.

Setelah memanasi emosi peserta, diskusi yang sesungguhnya pun digelar. SPEAK menghadirkan tiga pembicara yang merupakan orang-orang yang pernah turun saat tragedi 98 berlangsung. Dimoderatori oleh Aquino Hayunta, hadir Alex Sihar yang pada masa 98 merupakan aktivis di Universitas Indonesia, Wandy ‘Binyo’ Tuturoong yang adalah salah satu pendiri dari FAMI (Front Aksi Mahasiswa Indonesia) bahkan beliau sempat beberapa kali dipenjara karena dituduh menghina Soeharto, juga untuk melengkapi perspektif, hadirlah Syaldi Sahude atau yang akrab dipanggil

Botak, yang merupakan aktivis anak muda dalam pendampingan korban tragedi ‘98.

Diskusi dimulai dengan cerita narasi yang sangat halus mengalir oleh Mas Binyo tentang kronologis mengapa mahasiswa meledakkan aksinya di tahun 1998. Ternyata mulai dari tahun 1977, mahasiswa sudah merencanakan aksi ini, namun karena ketatnya pengawasan pemerintah, aspirasi dan pergerakan mahasiswa pun berjalan tersendat. Cerita berlanjut sampai berbagai peristiwa berdarah terjadi di tahun 1998. Cerita versi Alex Sihar lebih terpusatkan pada aktivitas di Universitas Indonesia (UI) sebagai salah satu basis pergerakan mahasiswa pada saat itu. Beliau menceritakan bagaimana beraninya

mahasiswa jaket kuning ini melakukan diskusi dan rapat dibawah pengawasan intel negara yang beredar di kampus. Untuk memperkaya perspektif, Botak pun angkat bicara tentang betapa besarnya jumlah korban yang jatuh saat tragedi ‘98 itu berlangsung.

Sebuah tantangan

Pergerakan mahasiswa untuk menggulingkan rezim Soeharto pada tahun 1998, tak sepenuhnya berhasil. Para pembicara pun mengakui demikian, karena mahasiswa pada saat itu tak memberikan suatu tatanan negara yang lebih stabil. Mereka yang turun ke jalan menuntut revolusi, yang artinya merubah susunan bobrok negara secara total. Tapi yang pemerintah lakukan, adalah reformasi, yang berarti hanya menata ulang susunan negara tapi dengan aktor yang sama.

Seperti dikatakan Mas Binyo, “Setiap zaman memiliki tantangan sendiri. Bila kita ingin berarti, rumuskanlah tantangan itu. Pelajari pengalaman pada masa lalu”. Nah, ini pas banget sama kutipan Soekarno yang terkenal dengan sebutan JAS MERAH : Jangan Sekali Sekali Melupakan Sejarah. Karena dengan mengenal pengalaman masa lalu, kita makin memahami karakter para pejabat negara yang sedang duduk di pemerintahan sekarang. Jadi untuk Pemilu tahun 2014 nanti, kita tahu mana yang perlu dibuang dan mana yang harus dipertahankan.

Gerakan Mahasiswa :

kelas menengah HARUS lebih kompak

(11)

Anak muda selalu doyan dunia audio visual, seperti film. Baik jadi penonton sampai saking doyannya, terjun langsung jadi tenaga kreatif di dalamnya. Terbatasnya wadah penampung ide-ide keatif dan minat mendalam pada karya film membuat Widiani Budiarti, Widya Arifianti, dan Ikram Hagi membentuk komunitas film yang diberi judul Komunitas Film Gambar Idoep. Saat ini Gambar Idoep

masih bernaung bersama SPEAK (Suara Pemuda AntiKorupsi), namun sangat terbuka bagi siapa pun (tidak terikat umur, gender, skill, dll) yang punya minat di dunia perfilman. Mimpinya (atau bahasa kerennya, visi), lewat Gambar Idoep akan lahir sineas baru yang memiliki ideologi anti korupsi dalam berkarya (from zero to hero) serta memajukan perfilman nasional.

Wadah buat siapa saja

Seperti konsepnya yang terbuka, komunitas ini tidak hanya berfokus pada karya-karya yang menyuarakan anti korupsi saja, namun siapa pun dapat mengekspresikan pandangannya tentang lingkup sosial masing-masing melalui media film. Widi dan Ikram sebagai penggagas Komunitas Gambar Idoep kebetulan memang peserta workshop video anti korupsi yang digagas oleh SPEAK pada bulan Oktober - Desember 2010 lalu. Widi sendiri yang kini tengah duduk di bangku kuliah jurusan Industri Kreatif Penyiaran (broadcast) Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia telah banyak membuat film-film dokumenter yang ia buat sejak SMA. Beberapa judul film yang telah ia buat diantaranya adalah Perkembangan Kereta Api di Indonesia, Daerah Pinggiran Rel, dan juga Jakarta diatas Hitam dan Putih.

Layar Idoep yang tematik

Buat kamu yang tertarik gabung dalam Komunitas Gambar Idoep, simak rencana

kegiatannya. Dalam satu tahun, program dibagi tiap empat bulan. Empat bulan pertama akan diisi dengan screening film dan diskusi. Empat bulan berikutnya akan diadakan workshop video, sedangkan empat bulan terakhir akan diisi dengan distribusi film-film hasil

workshop, seminar, atau pun talkshow yang berkenaan dengan film tersebut. Seluruh

kegiatan Gambar Idoep Film Community ini sendiri akan diadakan di kantor Transparency International Indonesia, Jalan Senayan Bawah nomor 17, Jakarta Selatan.

Kegiatan pemutaran film yang diberi judul “Layar Idoep” akan menampilkan film-film sesuai dengan tema. Selain itu, para pembuat film tersebut juga akan diundang untuk bisa ikut diskusi dengan penonton sambil berbagi pengalaman.

Pemutaran pertama

Beberapa tanggal juga sudah direncanakan agar Layar Idoep ini dapat terlaksana, yang pertama adalah 11 Juni 2011, dimana Layar Idoep akan diluncurkan untuk

pertama kalinya. Di acara launching ini, screening akan bertemakan tentang anti korupsi dan kemudian akan diputarkan film-film hasil workshop SPEAKfest. Selain itu, akan diputar pula 1 film pendek yang dibuat oleh sineas terkemuka. Acara launching ini fokus pada perkenalan dan sosialiasi Gambar Idoep Film Community, sehingga bagi siapapun yang datang pada hari itu akan diberikan formulir

pendaftaraan keanggotaan Gambar Idoep. Beberapa tema lain yang sudah masuk

jadwal pemutaran ada stopmotion, pluralitas, Jakarta Undercover, Express

Your Love, juga tema anak-anak. Bayangkan serunya nonton bareng di ruang yang luas dengan penonton lain yang punya hobi sama. Makanya, jangan sampai ketinggalan yaaa, datang di acara Layar Idoep ini!

KOMUNITAS FILM ‘GAMBAR IDOEP’

The multi-talented

Widie

SPEAK Highlights!

diterbitkan setahun 2 kali oleh

@clubSPEAK sebagai alat kami bercerita tentang apa saja yang kami lakukan untuk memperkuat gerakan anak muda anti korupsi.

Kalau kamu ingin berbagi cerita kegiatan anti korupsi, silahkan kirim ke

[email protected] dan kami akan bantu publikasi di dalam jaringan antikorupsi global dan nasional.

Kontributor HIGHLIGHTS 2011

• @rdungga • @naimahlutfi • @dinikopi • @laurensiaimce

clubSPEAK di tempatmu

Kamu juga bisa memulai jaringan clubSPEAK di lingkunganmu! Kontak

[email protected] untuk cari tahu caranya.

CLUBSPEAK!

Jalan Senayan Bawah no 17,

Blok S, Kebayoran Baru,

Jakarta Selatan 12180

[email protected]

twitter: @clubSPEAK FB : clubSPEAK

http://club-speak.tumblr.com

“Saya yakin Gambar

Idoep akan

melahirkan sineas

baru berideologi

anti korupsi dalam

berkarya yang

memajukan

perfilman nasional!”

@WidianiBudiarti, pendiri Komunitas Gambar Idoep, 18 th

Don’t miss it! Bareng Ketua OSIS SMA se-Jakarta, Layar Idoep akan menyuguhkan film-film pendek anti-korupsi yang akan bikin kamu tambah

semangat lawan korupsi! Sabtu, 11 Juni 2011 jam 10 pagi

di @TIINDONESIA

SPEAK HIGHLIGHTS! by clubSPEAK is licensed under aCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License

Kamu boleh menyebarluaskan dan menggunakan karya ini dalam karyamu sendiri, tapi tidak boleh menjual dan jika mengutip harus menyebutkan karya ini sebagai sumber kamu.

Referensi

Dokumen terkait