• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN RUANG TERBUKA KOTA DI KECAMATAN CRISTO REI KABUPATEN DILI BERDASARKAN SUDUT PANDANG BUDAYA TIMOR-LESTE Prepared By: Aderito L.C.A.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMANFAATAN RUANG TERBUKA KOTA DI KECAMATAN CRISTO REI KABUPATEN DILI BERDASARKAN SUDUT PANDANG BUDAYA TIMOR-LESTE Prepared By: Aderito L.C.A."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN RUANG TERBUKA KOTA DI KECAMATAN CRISTO REI KABUPATEN DILI

BERDASARKAN SUDUT PANDANG BUDAYA TIMOR-LESTE

(2)

MASUKAN PADA SIDANG LALU

Tanggal 22 Juni 2012

Pak Ngurah, Bu Rima & Pak Ariastita

1.) Perbaiki format

dan tata tulis (Seluruh

Dokumen)

2.) Permasalahan

Tipologi Apakah di

Perlukan untuk

menjawab

pemanfaatan ruang

terbuka demikian juga

Metode yang dipakai

(Skala Likert)

3.) Elaborasi

permasalahan, karena

masih banyak

memaparkan data

empiris

4.) Kesimpulan belum

mencerminkan

Permasalahan

Pak Ngurah

1.) Fahami

lagi

teknik-tekni proses

analisis

2.) Analisis

harus jelas

prosesnya

jangan fakta

empiris saja

yang di

deskripsikan

3.) Perbaikan

Total dalam

proses

Analisisnya

Bu Rima

Pak Ariastita

1

2

3

1.)

Identifikasi

variable untuk

setiap sasaran

belum terlihat dan

belum ada Defenisi

operasional.

2.) Alur proses

Analisis di

sintesakan

3.) Perjelas

proses

Analisisnya

(Input-proses-output)

4.) Kesimpulkan dan

saran diperbaiki.

(3)

MASUKAN PADA SIDANG LALU

Tanggal 22 Juni 2012

Pak Hru & Pak Haryo

Pak Heru

1.)

Abstract di perbaiki : Alinea,

Hasil & Kata Kunci

2.) Redaksional, tata tulis, format,

tabel dan gambar

3.) Sintesa-Variabel- Kajian Pustaka

belum ada

4.) Metode Analisa: Analisa sasaran 4

belum ada.

5.) Analisa karakteristik belum ada –

gambaran umum

6.) Analisa faktor penyebab dan

aspek berpengaruh – confuse/belum

jelas

7.) Analisa tipologi tidak ada

8.) Analisa konsep belum ada

9.) Analisa sasaran : Terhadap 4

sasaran belum ada.

4

Perbaikan/penajaman

proses Analisis

(Input-Process-Output)

Pak Haryo

5

(4)

RANGKUMAN DARI MASUKAN PADA SIDANG

LALU SESUAI DENGAN URUTAN BAB (1-5)

Dari masukan-masukan tersebut di atas dapat di rangkum sebagai berikut:

1.) Abstract di perbaiki : Alinea, Hasil Kata Kunci;

2.) Perbaikan Format, tata tulis,

Redaksional Tabel dan gambar;

3.) Minimized 1 Sasaran Penelitian; 4.)

Identifikasi

variabel untuk setiap sasaran belum terlihat dan belum ada Defenisi Operasional;

5.) Fahami lagi teknik-teknik pada proses analisis;

6.) Dalam analisis tidak hanya

mengelaborasi dan membahas fakta epiris;

7.) Perbaikan total dalam proses

analisisnya (untuk semua sasaran);

8.) Perbaikan Kesimpulan karena belum

mencerminkan permasalahan.

Dari semua rangkuman tersebut di atas terlihat bahwa

”KEKURANGAN”

pada

sidang Tesis yang pertama lebih-lebih pada

Format dan tata tulis serta PROSES

& OUTPUT.

Untuk itu penjelasan berikut lebih di arahkan sesuai dengan

”KEKURANGAN”

yang telah di Rangkum dan di uraikan di atas.

(5)

1.) Perbaikan Alinea pada Abstract seperti tersaji dalam laporan Tesis hal. iii-vi.

2.) Perbaikan Format, tata tulis, Redaksional Tabel dan gambar, sudah diperbaiki sesuai dengan

Format Tata tulis yang ada pada buku panduan Tesis, seperti contoh Gambar dan Tabel yang tersaji

pada Laporan Tesis, Hal. 9 untuk Gambar 1.1 dan Hal. 17 untuk Tabel 2.1

Sumber: Buku Pedoman TESIS, 2009: 48-49)

Keterangan: 1.) Judul tabel atau batas gambar bagian atas dimulai 3 spasi dari baris terakhir di

atasnya. 2.) Kalimat tepat di bawah tabel atau judul gambar di mulai 3 spasi dari batas bawah tabel

atau judul gambar dengan tabel atau gambar dengan tabel atau gambar yang bersangkutan di beri

jarak 1.5 spasi (satu ketukan Enter)

(6)

3.)

Minimized 1 Sasaran Penelitian, yang pada ujian Tesis lalu berjumlah 4 sasaran, sekarang

menjadi 3 Sasaran saja, dengan menghilangkan satu sasaran yakni: “Menyusun pemanfaatan

tipologi ruang terbuka yang ada di kecamatan Cristo Rei berdasarkan budaya Timor-Leste”

perubahan secara lengkap dapat dilihat pada laporan Tesis Hal. 7.

4.) Identifikasi variabel untuk setiap sasaran belum terlihat dan belum ada defenisi

Operasional. Telah dilakukan direvisi untuk indikator, variabel dan Defenisi operasional sesuai

dengan sasaran yang ada seperti yang tersaji di hal. 84 – 85 dan 89 – 90.

pada tabel 3.1, 3.2 & 3.3

No

Indikator

Variabel

Defenisi Operasional

(1) (2) (3) (4)

1

Lingkungan Fisik Ruang

Terbuka

1. Luasan Ruang

Besaran ruang dengan kapasitas dan daya tampung untuk aktivitas budaya TL

2. Fungsi Ruang

Keguanaan ruang yang berbasiskan pada nilai kosmologi dan budaya TL

3. Pola Ruang

Struktur/karakter ruang yang berbasiskan pada nilai/kepercayaan kosmologi TL

4. Makna Ruang

Makna ruang yang berbasiskan pada nilai/kepecayaan kosmologi TL

5. Perabot Ruang

Elemen-elemen ruang sebagai pendukung aktivitas budaya TL di dalam ruang terbuka

6. Skala Ruang

Dimensi/besar kecilnya ruang untuk menampung setiap/jenis-jenis aktivitas budaya TL

yang dilakukan di dalamnya

7. Orientasi Ruang

Tata letak ruang yang berbasiskan pada nilai/kepercayaan kosmologis TL

Sumber: Hasil sintesa kajian pustaka dan analisa, 2012

(7)

No Indikator Variabel Defenisi Operasional

(1) (2) (3) (4)

1 Perubahan sosial

1. Kontinuitas kegitan budaya Keberlanjutan kegiatan-kegiatan ritual-budaya/aktivitas budaya TL

2. Ketidaksesuaian penyediaan ruang Ruang yang tersedia tidak diperuntukan untuk ritual-ritual budaya/aktivitas budaya TL

2 Lingkungan Fisik Ruang Terbuka

1. Luasan Ruang Besaran ruang dengan kapasitas dan daya tampung untuk aktivitas budaya TL 2. Fungsi Ruang Keguanaan ruang yang berbasiskan pada nilai kosmologi dan budaya TL 3. Pola Ruang Struktur/karakter ruang yang berbasiskan pada nilai/kepercayaan kosmologi TL 4. Makna Ruang Makna ruang yang berbasiskan pada nilai/kepecayaan kosmologi TL

5. Perabot Ruang Elemen-elemen ruang sebagai pendukung aktivitas budaya TL di dalam ruang terbuka 6. Skala Ruang Dimensi/besar kecilnya ruang untuk menampung setiap/jenis-jenis aktivitas budaya

TL yang dilakukan di dalamnya

7. Orientasi Ruang Tata letak ruang yang berbasiskan pada nilai/kepercayaan kosmologis TL

3 Perubahan/pergeseran budaya dan pengaruh modernisasi

1. Banyak dari aktivitas budaya yang sudah di tinggalkan

Sudah di tinggalkannya kegiatan-kegiatan ritual budaya/aktivitas budaya TL

2. Terjadinya benturan budaya Perbedaan pandangan dan intrerpretasi masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan ritual adat/aktivitas budaya TL lainnya

3. Minimnya partisipasi masyarakat Minat dan partisipasi masyarakat pada kegiatan-kegiatan ritual budaya/aktivitas budaya TL

4. Adanya pengaruh budaya lain/pengaruh modernisasi

Perubahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat TL akibat dari pengaruh dari perubahan/pergeseran zaman

4 Manejemen dan Regulasi pemanfaatan Ruang

1. Regulasi Pemanfaatan berbasiskan pada budaya.

Aturan yang digunakan untuk mengikat/mengatur pemanfaatan ruang yang berbasiskan pada budaya TL

2. Regulasi Pengendalian berbasiskan pada budaya.

Aturan yang digunakan mengikat /mengatur pengendalian ruang yang berbasiskan pada budaya TL

Tabel 3.2 Indikator, varibel, dan defenisi operasional untuk faktor-fakktor yang menyebabkan tidak dimanfaatkannya ruang terbuka

yang ada di kecamatan Cristo Rei untuk aktivitas budaya TL

(8)

Tabel 3.3 Pengelompokan sasaran, variabel, instrumen, teknik analisis dan responden penelitian

Sumber: Hasil sintesa kajian pustaka dan analisa, 2012

No Sasaran Variabel Instrumen &

Teknik Analisis

Responden

1 Mengidentifikasi menganalisis karakteristik dan

ruang terbuka yang berbasiskan pada budaya TL

1.) Luasan Ruang, 2.) Fungsi Ruang, 3.) Pola Ruang, 4.) Makna Ruang , 5.) Perabot Ruang , 6.) Skala Ruang dan 7.) Orientasi Ruang

Deskriptif Kualititatif

1.) Kementrian Pendidikan dan kebudayaan TL; 2.) Juru Kunci dari rumah adat Manlai, Falkelu dan Karktu

Mota Ain sebagai pakar budaya local

2

Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan tidak dimanfaatkannya ruang terbuka yang ada di kecamatan Cristo Rei untuk aktivitas budaya

TL

1.) Kontinuitas kegitan budaya; 2.) Ketidaksesuaian penyediaan ruang .

Delphi

1.) Kementrian Pendidikan dan kebudayaan TL; 2.) Kemetrian Kehakiman Timor- Leste; 3.) Kementrian Infrastruktur Timor-Leste; 4.) Parlemen Nasional Timor- Leste; 5.) Tokoh Lintas Agama; 6.) Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta; 7.) Lembaga Asosiasi dan Profesi; and 8.) Lembaga Swasta/Private Sector

1.) Luasan Ruang, 2.) Fungsi Ruang, 3.) Pola Ruang, 4.) Makna Ruang , 5.) Perabot Ruang , 6.) Skala Ruang dan 7.) Orientasi Ruang

1.) Banyak dari aktivitas budaya yang sudah di tinggalkan; 2.) Terjadinya benturan budaya; 3.) Minimnya partisipasi masyarakat; 4.) Adanya pengaruh budaya lain/pengaruh modernisasi

1.) Regulasi Pemanfaatan berbasiskan pada budaya; 2.) Regulasi Pengendalian berbasiskan pada budaya

3

Merumuskan konsep pemanfaatan ruang terbuka berdasarkan sudut pandang budaya TL .

Faktor-faktor penyebab dari hasil penentuan faktor penyebab tidak dimanfaatkannya ruang terbuka kota di kecamatan Cristo Rei Untuk aktivitas Budaya TL: 1.) Ketidaksesuaian penyediaan ruang ; 2.) ketidaksesuaian existing luasan, pola, makna, perabot, skala dan orientasi ruang terbuka kota untuk aktivitas budaya TL; 3.) Terjadinya benturan budaya; 4.) Minimnya partisipasi masyarakat; 5.) Adanya pengaruh budaya dari luar/modernisasi; 6.) Regulasi pemafaatan ruang terbuka berdasarkan pada budaya; 7.) Regulasi pengendalian ruang terbuka berdasarkan pada budaya.

Triangulasi

1.) Studi literatur /Tijauan teori; 2.) Hasil Analisis Delphi 3.) Studi Empirik tentang pemanfaatan ruang terbuka secara tradisional berbasiskan pada budaya, dan pengaruh budaya di TL

dan regulasi pemanfaatan ruang terbuka.

(9)

5.) Fahami lagi teknik-teknik pada proses analisis: Teknik-teknik analisis yang di pakai untuk

analisis beberapa sasaran yang telah di tetapkan telah disesuaikan dengan 3 sasaran yang ada

dan juga memperhatikan input baik dari Pembimbing maupun Penguji selama masa asistensi

pasca sidang Tesis 1. Proses analisis selengkapnya akan di sajikan pada slide-slide dibawah ini.

6.) Dalam analisis tidak hanya mengelaborasi dan membahas fakta epiris: Telah dilakukan

analisis yang menyeluruh sesuai dengan 3 sasaran yang telah ditetapkan di BAB 1.

7.) Perbaikan total dalam proses analisisnya (untuk semua sasaran): Proses analisis telah di

perbaiki dan disesuaikan dengan tahapan-tahapan dari setiap sasaran yang ada, yakni 3

sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya di BAB 1. proses analisis selengkapnya dapat di

lihat pada BAB 4.3 halaman 130-278, berikut adalah penjelasan singkat dari setiap tahapan

analisis tersebut.

1.) Analisis untuk sasaran 1 : Menggunakan Teknik Deskriptif Kualitatif, seperti dijelaskan

pada bagan berikut ini. Atau hasil selengkapnya dapat di lihat juga pada laporan Thesis hal.

131-155 dan pada tabel 4.30 - 4.46

Deskriptif Kualitatif

Melakukan deskripsi atau

melakukan

pembahasan/mendiskusi

kan beberapa variable

yang telah di tetapkan

pada table 3.1.

S

A

S

A

R

A

N

1

Membandingkan karakteristik

existing Ruang Terbuka

dengan beberapa standard,

teori, kondisi empirik

budaya/hasil temuan

Empirik tentang karakteristik

ruang terbuka yang

berbasiskan pada budaya TL

hasil akhir dari karakteristik

ruang terbuka yang

berbasiskan pada budaya TL

yang juga ditetapkan menjadi

beberapa

kategori/tipologi/kelompok.

Hasil Akhir

dari sasaran 1

Diskusi/perbandingan

Variabel dari

sasaran 1

(10)

Penjelasan/uraian Dalam bentuk MATRIKS dapat di lihat pada penyajian berikut ini:

Object/existing ruang Terbuka kota titik 1 di

Desa Metiaut.

Variabel

Standard, teori, kondisi empirik budaya/hasil temuan empirik tentang karakteristik ruang

terbuka yang berbasiskan pada budaya

Pembahasan/perbandingan Karakteristik ruang terbuka yang berbasiskan pada budaya TL

(1) (2) (3) (4) (5)

1.000 M2 Luasan Ruang

160-250 M2

Luasan ruang yang ada pada existing ruang terbuka titik 1 dan luasan ruang yang berbasiskan pada budaya adanya perbedaan hampir 4-6 kali lipat.

Berpijak pada pembahasan luasan ruang pada kolom 1 dan 3, dapat disimpulkan bahwa kakteristik dari luasan ruang terbuka yang berbasiskan pada budaya TL adalah berkisar antara 160-250 M2

Sports, rekreasi dan pameran

Fungsi Ruang

Untuk aktivitas ritual adat bersifat sakral dan aktivitas-aktivitas budaya TL lainnya yang besifat profan atau eksibisi/dapat dipertontonkan kepada khalayak (umum)

fungsi ruang yang ada pada existing ruang terbuka titik 1 dan fungsi ruang yang berbasiskan pada budaya TL, terdapat perbedaan fungsi yang mencolok dari keduanya.

Berpijak pada pembahasan fungsi ruang pada kolom 1 dan 3 dapat disimpulkan bahwa kakteristik fungsi ruang terbuka yang berbasiskan pada budaya TL adalah terbatas pada fungsi atau pelayanan untuk kegiatan-kegiatan budaya yang bersifat sakral dan profan.

Di lingkupi oleh gunung, pohon dan patung Kristus, perabot-perabot ruang seperti: air mancur, toilet, pohon, panggung pertunjukan musik, tempat parkir, gazebo dan pos penjagaan.

Pola Ruang

Di lingkupi oleh bangunan-bangunan rumah adat, seperti: Rumah adat Induk, Dapur, Uma Nain han fatin, perabot-perabot ruang seperti: Hatu Malesaka /altar pemujaan, batu maubisse, kayu pancang, makam raja, visa sidau/rumah adat kecil (miniatur), pagar batu dan pohon keramat. Selain dikelilingi oleh bangunan rumah adat yang merupakan bagian tak terpisahkan dari lingkunkungan ruang terbuka, terdapat pula rumah-rumah penduduk di sekitar ruang terbuka tersebut

Pola ruang yang ada pada existing ruang terbuka titik 1 dan pola ruang yang berbasiskan pada budaya TL terdapat banyak perbedaan dari elemen-elen ruang yang melingkupi kedua-duanya, tetapi ada juga beberapa persamaan perabot yang terdapat didalam keduanya, seperti: pohon dan sejumlah bangunan, tetapi tidak memiliki makna sakral seperti terdapat pada ruang terbuka yang berbsiskan pada budaya TL

Berdasarkan pada pembahasan fungsi ruang pada kolom 1 dan 3, dapat disimpulkan bahwa kakteristik dari pola ruang terbuka yang berbasiskan pada budaya TL adalah pola ruang yang dilingkupi oleh perabot atau elemen ruang yang memeiliki makna sakral, dan berpijak pada kepercayaan kosmologi.

Tabel 4.30 Proses analisis untuk memperoleh karakteristik ruang terbuka yang bebasiskan pada budaya TL, untuk ruang terbuka titik 1 di Desa Metiaut

(11)

Bermakna profane Makna Ruang

Bermakna ganda yakni makna sakral dan profan. Makna sakral yang terkandung dalam kepercayaan pada agama lokal yang berpijak pada kepercayaan kosmologi (Kepercayaan anisme).

Makna ruang yang ada pada existing ruang terbuka titik 1 dan makna ruang yang berbasiskan pada budaya terdapat perbedaan dan kesamaa makna ruang dari keberadaan keduanya persamaannya adalah sama-sama bermakna profan, sedangkan perbedaannya adalah pada ruang terbuka titik 1 tidak terdapat makna sakral yang terkadung di dalam

existing ruang terbuka titik 1.

Berdasarkan pada pembahasan makna ruang pada kolom 1 dan 3, dapat disimpulkan bahwa kakteristik dari makna ruang terbuka yang berbasiskan pada budaya TL adalah mempunyai makna ganda diantaranya: Makna sakral dan makna profan.

Air mancur, toilet, pohon, panggung pertunjukan musik, tempat parkir, gazebo dan pos penjagaan.

Perabot Ruang

Rumah adat Induk, Dapur, Uma

Nain han fatin, perabot-perabot

ruang seperti: Hatu Malesaka /altar pemujaan, batu maubisse, kayu pancang, makam raja, visa

sidau/rumah adat kecil (miniatur), pagar batu dan pohon keramat

Perabot existing ruang terbuka didominasi oleh perabot-perabot non sakral, sedangkan perabot ruang terbuka yang berbasiskan pada budaya didominasi oleh perabot ruang yang sakral

Berdasarkan pada pembahasan perabot ruang pada kolom 1 dan 3, dapat disimpulkan bahwa kakteristik dari perabot ruang terbuka yang berbasiskan pada budaya TL adalah didominasi oleh perabot-perabot yang bermakna sakral

Kategori skala sedang Skala Ruang

Skala kecil sampai sedang Terdapat perbedaan mencolok antara skala dari kedua ruang, bila dikomparasi dari segi skala ruang, dimana perbedaannya hampir 4-6 kali lipat.

Berdasarkan pada pembahasan skala ruang pada kolom 1 dan 3, dapat disimpulkan bahwa kakteristik dari skala ruang yang berbasiskan pada budaya TL adalah skala kecil dan sedang

Ke pantai/tidak tentu/tidak terarah

Orientas i Ruang

Orientasi kepada perabot ruang terbuka

& berpijak pada kepercayaan kosmlogi

Orientasi existing ruang terbuka titik 1 tidak tentu arah dan tidak berpijak pada nilai kosmologis, sedangkan ruang terbuka yang berbasiskan pada budaya TL berorientasi pada perbot ruang dan berbasiskan pada nilai kosmologis

Berdasarkan pada pembahasan orientasi ruang pada kolom 1 dan 3 dapat disimpulkan bahwa kakteristik dari orientasi ruang yang berbasiskan pada budaya TL adalah berpatokan pada keberadaan perabot ruang dan juga berpijak pada nilai kosmologis

SAMBUNGAN DARI TABEL 4.30

Tabel 4.30 Proses analisis untuk memperoleh karakteristik ruang terbuka yang bebasiskan pada budaya TL, untuk ruang terbuka titik 1 di Desa Metiaut

(12)

Dari analisis dan pembahasan di atas maka hasil akhir dari Karakteristik Ruang terbuka yang

berbasiskan pada budaya Timor-Leste adalah seperti yang di uraikan di bawah ini/tabel 4.41

Sumber: Hasil survey dan temuan lapangan, sintesa kajian teori dan analisa, 2011-2012

Variabel dari kondisi

fisik ruang

Karakteristik ruang yang berbasiskan pada budaya TL

(1)

(2)

Luasan Ruang

Luasan ruang berkisar antara 160-250 M2

Fungsi Ruang

Terbatas pada fungsi atau pelayanan untuk kegiatan-kegiatan budaya yang bersifat sakral dan profane

Pola Ruang

Pola ruang yang dilingkupi oleh perabot atau elemen ruang yang memiliki makna sakral, dan berpijak pada kepercayaan

kosmologis

Makna Ruang

Memiliki makna ganda diantaranya: Makna sakral dan makna profane

Perabot Ruang

Didominasi oleh perabot-perabot yang bermakna sacral

Skala Ruang

Masuk dalam kategori skala ruang yang kecil dan sedang

Orientasi Ruang

Memiliki orientasi ruang yang berpatokan pada keberadaan perabot ruang dan juga kepercayaan pada nilai kosmologis

Tabel 4.41 Karaktersitik ruang tebuka yang berbasiskan pada budaya TL

Selain itu berdasarkan pada analisis deskritif untuk sasaran 1 dikelompokan existing ruang terbuka kota

menjadi beberapa kategori/tipologi/kelompok seperti yang di jelaskan pada tabel 4.42 berikut ini.

No

Kategori Ruang

Anggota kategori ruang

(1)

(2)

(3)

1

Kategori I

Existing ruang terbuka titik 1, 2, 4 dan 9

2

Kategori II

Existing ruang terbuka titik 6, 7, 8, 10 & 11

3

Kategori III

Existing ruang terbuka titik 3 & 5

(13)

2.) Analisis untuk sasaran 2 : Menggunakan Teknik Deskriptif Kualitatif dan DELPHI, seperti

dijelaskan pada bagan berikut ini. Atau hasil selengkapnya dapat di lihat pada laporan Thesis

hal. 163-171 dan pada tabel 4.47 - 4.53

Deskriptif Kualitatif

S

A

S

A

R

A

N

2

Mengidentif

ikasi

Faktor-faktor

penyebab

tidak

dimanfatkan

nya Ruang

Terbuka

Kota di

Kecamatan

Cristo Rei

untuk

aktivitas

Budaya TL

Mendiskusikan atau

melakukan

pembahasan dari teori

pemanfaatan ruang

terbuka yang telah

dibahas pada Bab 2

dengan kondisi empirik

dari beberapa existing

ruang terbuka kota:

Karakteristik existing

ruang

Terbuka kota titik 1-11

Variable-variabel yang

telah ditetapkan pada

tabel 3.2, sebagai

faktor-faktor penyebab

berdasarkan pada

beberapa

kategori/tipologi/kelo

mpok ruang terbuka

kota dan

Karakteristik ruang

terbuka yang

bebasiskan pada

budaya TL

VS

Keluar:

F

A

K

T

O

R

-

F

A

K

T

O

R

P

E

N

Y

E

B

A

B

Faktor-Faktor

yang telah

ditetapkan

lalu

Di DELPHI

atau

Di

Lempar

Kepada

para

pakar/Stak

eholders

Di adakan

beberapa

kali

ITERASI

Hingga

Terjadi

konsensus

/kesepakat

an

dari para

pakar atas:

F A K T O R - F A K T O R P E N Y E B A

B

Idetifikasi Faktor

Penyebab

Diskusi/Pembahasan

Faktor-faktor

Kuesioner Delphi

ITERAS

Gambar

Tabel 3.1  Indikator, varibel, dan defenisi operasional untuk karakteristik ruang terbuka yang berbasiskan pada budaya TL
Tabel 3.2  Indikator, varibel, dan defenisi operasional untuk faktor-fakktor yang menyebabkan tidak dimanfaatkannya ruang terbuka  yang ada di kecamatan Cristo Rei untuk aktivitas budaya TL
Tabel 3.3  Pengelompokan sasaran, variabel, instrumen, teknik analisis dan responden penelitian
Tabel 4.30  Proses analisis untuk memperoleh karakteristik ruang terbuka yang bebasiskan pada budaya TL, untuk ruang terbuka titik 1 di Desa Metiaut
+3

Referensi

Dokumen terkait