Aspek Design Thermal Pada Power Transformer
Himawan Samodra – Pauwels Trafo Asia
2222
2
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
Top Oil Rise:
Top oil temperature – Ambient temperature
Average Winding Rise:
Mean winding temperature – Ambient temperature
Hot Spot Rise:
Temperature titik terpanas – Ambient temperature
Winding Gradient:
Mean winding temperature - Mean oil temperature
Hot Spot Factor:
Hot spot gradient / Average winding gradient
IEC merekomendasikan hot spot temperature mutlak = 98 deg C
Mean winding
winding
winding
core
core
cooler
cooler
Bottom oil
Top oil
Hot spot
Mean oil
Hf x gradient GradientGambar Identifikasi Temperature
Rise
Hot spot factor umumnya berkisar 1.1 sampai 1.5 tergantung kostruksi winding.
4444
4
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
Code
Code dengan empat huruf digunakan untuk mendeskripsikan mode cooling system seperti yang dijelaskan pada standard IEC 60076-2:
Huruf pertama menjelaskan:
O Menyatakan oil, atau medium lain dengan titik bakar kurang dari 300°C.
K Menyatakan cooling liquid dengan titik bakar lebih dari 300 deg C (FR3, Ester based oil, silicon oil).
L Menyatakan cooling liquid dengan titik bakar yang tak dapat diukur (dry type transformer). Huruf kedua menjelaskan bagaimana internal cooling medium bersirkulasi:
N Natural convection di dalam winding dan pada external cooling system F Internal cooling medium disirkulasi secara paksa menggunakan pump.
D Internal cooling medium diarahkan melalui cooling chamber di bawah winding. Pada system ini cooling medium disirkulasi secapa paksa dengan menggunakan pump. Huruf ketiga menyatakan type dari external cooling medium:
A Air (udara) W Water (air)
Huruf keempat mejelaskan bagaimana external cooling medium bersirkulasi: N Dengan natural convection
Cooling Method – 1
OFW
FOW
ODWF
Water Forced flow
Forced & Directed
OFB
FOA
ODAF
Air Forced flow
Forced & Directed
OFB
FOA
OFAF
Air Forced flow
Forced (pump)
-OFAN
Air Natural flow
Forced (pump)
OB
FA
ONAF
Air Forced flow
Natural flow
ON
OA
ONAN
Air Natural flow
Natural flow
BS 171
ANSI C57
IEC 60076
External cooling
Oil circulation
6666
6
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
Cooling Method - 2
ONAN
Adalah sistem pendinginan yang paling sederhana. Pendinginan ini hanya menggunakan radiator, tanpa memerlukan fans atau pump serta rangkaian sistem controlnya. Ini
merupakan sistem pendinginan yang paling handal diantara yang lain, namum
memerlukan permukaan cooling yang paling luas. Keuntungan lain dari type cooling ini adalah noise level yang ditimbulkan sangat rendah. Kerugiannya adalah rendahnya efisiensi cooling sehinggan hanya efektif untuk pendingin trafo-trafo kecil.
ONAF
Adalah sistem pendingin ONAN yang dilengkapi dengan fans untuk mendorong udara ke dalam radiator. Fans digunakan untuk mendorong udara dari bawah ke atas (counter-flow) atau ke arah samping (cross-(counter-flow). Penambahan cooling fans pada radiator akan sangat meningkatkan efisiensi system pendingin. Kebanyakan dari sistem cooling
dikombinasi dengan ONAN cooling untuk mengurangi auxiliary losses pada rating MVA rendah.
Kerugian dari sistem pendingian ini adalah noise level yang tinggi yang ditimbulkan oleh cooling fans.
Cooling Method - 3
ODAN
Serupa dengan sistem pendinginan ONAN, kecuali adanya pump yang digunakan untuk mensirkulasi oil ke dalam winding.
Dibandingkan dengan ONAN design, the top-to-bottom oil temperature rise lebih rendah karena volume oil yang masuk ke dalam winding lebih banyak. Ini akan menurunkan top oil rise dan hot spot temperature rise, sehingga memungkinkan design cooler yang lebih compact.
Winding gradient yang lebih rendah pada tingkat losses yang sama merupakan keuntungan tambahan dari type pendinginan ini. Sistem pendinginan ini sangat jarang
digunakan. Option ini akan dipilih bila transformer dengan cooling ONAN dirasa terlalu besar dan mahal, sedangkan ONAF dirasa terlalu menimbulkan noise (bising).
ODAF
Fans digunakan untuk mensirkulasi udara dan pump untuk mensirkulasi oil ke dalam winding. Baik radiator bank ataupun heat exchangers dapat digunakan pada sistem ini. Dengan
menggunakan radiator, sistem cooling ini dapat dikombinasi dengan ONAN dan ONAF sedangkan dengan heat exchanger tidak.
Sistem cooling ini menpunyai efisiensi yang sangat tinggi dan sangat efektif untuk sistem pendinginan trafo-trafo besar di atas 100 MVA.
Kerugian dari sistem cooling ini adalah noise level yang tinggi dan sistem control yang lebih kompleks. Tingkat kompleksitas design dari sistem ODAF juga lebih tinggi.
8888
8
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
Cooling Method - 4
ODWF
Pada sistem ini, oil/water heat exchangers digunakan untuk mendinginkan trafo. Type cooling ini sangat efisien dan compact. Kelemahan dari sistem ini adalah diperlukannya supplai air untuk external cooling medium. Banyak digunakan pada Generator Trafo pada Hydro Power Plant dimana supplai air tidak menjadi kendala. Berikut adalah contoh Heat Exchanger type Plate.
Standard Temperature Rise Limit
Menurut standard IEC 60076-2, standard temperature rise limit adalah sebagai berikut: Top oil temperature rise Æ 60K
Winding temperature rise Æ 65K untuk ON cooling dan 70K untuk OD cooling Winding hot spot temperature rise Æ78K
Core interior hot spot temperature rise Æ115K Tank surface temperature rise Æ 80K
Standard temperature rise di atas berlaku jika rata-rata tahunan ambient temperature adalah 20 deg C dan rata-rata ambient temperatur pada bulan terpanas adalah 30 degC. Range ambient temperature normal adalah antara -25 deg C sampai 40 deg C. Jika range ambient temperature melampai range di atas, maka diperlukan design
khusus.
Mengingat rata-rata tahunan ambient temperatur di Indonesia adalah 30 deg C, maka batas temperature rise di atas disarankan untuk diturunkan 10 deg C untuk
mendapatkan tingkat temperatur mutlak yang sama. Top oil rise limit = 50K
Average winding rise limit = 55K Hot spot rise limit = 68K
10 10 10 10
10
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
Ambient Temperature
Average Yearly Temperature : misalnya 30 deg C
Rata-rata ambient temperature dalam satu tahun
Digunakan sebagai acuan untuk perhitungan life time dari transformer Sebagai acuan untuk menentukan nilai temperature rise
IEC recommendation Æ Average Temp + Hot Spot Rise < 98 deg C
Design dengan upgraded insulation paper Æ untuk hot spot temperature lebih tinggi dari 98 deg C.
Average Temperature at the Hottest Month : misalnya 35 deg C
Rata-rata temperature di bulan terpanas.
Digunakan sebagai acuan untuk menghitung hot spot temperature pada saat overload emergency loading.
Hottest Temperature at any one day : misalnya 40 deg C
Temperature terpanas dalam satu tahun
Digunakan sebagai acuan untuk mengitung winding temperature pada saat terjadi short circuit.
Factor Yang Mempengaruhi Thermal Design
Ambient Temperature
Ketinggian Pemasangan Trafo
Semakin tinggi suatu lokasi, semakin rendah kerapatan udara, sehingga efisiensi sistem pendingin menurun. Standard ketinggian untuk thermal design adalah kurang dari 1000m. Termperature rise limit harus diturunkan 1K untuk setiap kenaikan 400m di atas 1000m untuk ONAN cooling dan 250m untuk ONAF cooling.
Solar Radiation
Transformers installed in direct sunlight are subject to additional heating owing to solar radiation (solar gain). This additional heating can be taken into account by
considering it to be an additional loss, which must be dissipated to the surroundings. Solar radiation is most intense in tropical regions (where the sun is highest in the sky and least radiation is absorbed by the atmosphere), at high altitudes (where there is less atmosphere between the transformer and the sun) and in desert regions (where there is little natural shade).
Jika tidak ada data tentang solar radiation, nilai tersebut dapat kita asumsikan 1200 W/m2 untuk daerah tropis.
12 12 12 12
12
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
Oil Flow Type
Axial oil flow:
Penggunaan cooling axial kanal (clack band) dalam winding. Gradient
winding umumnya lebih tinggi dibanding zigzag oil flow. Filling factor winding
menjadi jelek karena space yang dipakai untuk axial kanal.
Zigzag oil flow:
Penggunaan oil flow washer untuk mengarahkan oil dalam winding.
Pendingin dalam winding lebih effective karena oil dipaksa masuk ke
celah-celah winding.
Natural oil flow:
Sirkulasi oil secara alami di dalam winding karena pebedaan temperature
(thermosiphon effect).
Forced oil flow:
Penggunaan oil pump untuk sirkulasi oil paksa. Gradient Winding ditentukan
oleh kecepatan oil di dalam winding. Metode cooling ini sangat efficient
untuk trafo-trafo berukuran besar (di atas 100MVA) dimana cooling sudah
menjadi kendala dalam design.
Gambar zigzag oil flow
Gambar axial oil flow
14 14 14 14
14
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
Pemasangan Oil flow Washer
Gambar zigzag oil flow
Tipe sumbatan dalam
Gradient Exponent
Adalah nilai exponent untuk mengekstrapolasi nilai gadient sebagai fungsi dari
current density.
ON dengan axial oil flow = 1.60
ON dengan zig zag oil flow = 1.20
OD =
2.0
Oil Temperature Exponent
Adalah nilai exponent untuk mengekstrapolasi nilai oil temperature sebagai fungsi
dari total losses.
ON =
0.80
FA = 0.90
OD =
1.00
16 16 16 16
16
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
Nilai hot spot factor berkisar antara 1.1 sampai 1.5 tergantung pada konstruksi
winding. Pada medium power transformer (20-150MVA), nilai hot spot factor
yang dipakai adalah 1.3 (menurut standard IEC).
Terjadi pada daerah Top Winding karena intensitas eddy current losses yang
lebih tinggi akibat dari efek radial flux bending, masuk ke arah sisi lebar
konduktor.
Tergantung pada ukuran wire di daerah top winding. Semakin lebar ukuran
wire, semakin besar hot spot factor. Penggunaan axial twin conductor atau
CTC dapat menurunkan hot spot factor pada trafo-trafo besar.
Tergantung pada impedansi dan rating trafo. Semakin besar impedansi
semakin besar hot spot factor, karena efek stray flux semakin besar sehingga
intensitas eddy current losses di daerah top winding meningkat tajam.
18 18 18 18
18
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
Laju Penuaan Isolasi (Insulation Aging Rate)
4.00
110
3.17
108
2.51
106
2.00
104
1.58
102
1.25
100
1.00
98
0.79
96
0.63
94
0.50
92
Aging Rate
Hot Spot Temperature (
oC)
20 20 20 20
20
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
22 22 22 22
22
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
Internal Cooling Medium
Mineral oil untuk class A insulation. Maximum oil temperature adalah 115 deg C.
Applicable untuk kraft paper insulation ataupun thermally upgraded paper –
insulation class A.
Silicon oil untuk class K insulation. Titik bakar silicon oil mencapai 300 deg C.
Biasanya digunakan pada hybrid design transformer atau high temperature rise
transformer dengan NOMEX insulation pada slim design transformer.
Ester based oil (FR3 - Envirotemp) untuk ramah lingkungan. Voscositas tinggi
pada suhu rendah, sehingga sirkulasi kurang baik. Pada suhu tinggi, sirkulasi oil
lebih baik.
External Cooling Medium
Udara (radiator atau air cooler).
Air (water cooler). Water cooling system adalah sistem pendinginan yang sangat
effektif, tidak memerlukan banyak ruang.
Degree of Polimerization
0%
<200
30%
300
60-66%
500
90%
800
100%
>1000
Estimasi Sisa Umur Trafo (%)
DP
24 24 24 24
24
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
Long Time Emergency Rating:
120% dari nominal rating
Maximum top oil temperature tidak melebihi 100 deg C
Maximum hot spot temperature tidak melebihi 115 deg C
Durasi pembebanan antara 2 sampai 4 jam, tergantung pada time constant
transformer
Berdampak pada pengurangan life time dari trafo
Short Time Emergency Rating:
150% dari nominal rating
Maximum top oil temperature tidak melebihi 115 deg C
Maximum hot spot temperature tidak melebihi 130 deg C
Durasi pembebanan antara 0.5 sampai 1.0 jam, tergantung pada time constant
dari transformer.
Berdampak pada pengurangan life time dari trafo
Panduan Emergency Over Load
Long Time Emergency Overload 120%
21.55 116.19 88.18 1440 21.55 116.19 88.18 1200 21.55 116.18 88.17 960 21.55 115.95 87.94 480 21.55 114.42 86.41 240 21.55 111.36 83.35 120 21.08 108.21 80.80 60 21.55 105.93 77.92 30 21.54 104.55 76.55 15 21.48 103.98 76.06 10 20.98 102.80 75.53 5 19.55 100.63 75.21 2 17.00 97.10 75.00 0 (deg C) (deg C) (deg C) (minute) Winding Gradient Hot Spot TempTop Oil Temp Loading Time
30 deg C Ambient
26 26 26 26
26
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
Short Time Emergency Overload 150%
28.79 148.14 110.71 1440 28.79 148.14 110.71 1200 28.80 148.14 110.70 960 28.79 147.61 110.18 480 28.80 143.80 106.36 240 28.80 135.68 98.24 120 28.80 127.05 89.61 60 28.80 120.70 83.26 30 28.79 116.83 79.40 15 28.71 115.32 78.00 10 27.76 112.60 76.51 5 24.30 107.20 75.61 2 17.00 97.10 75.00 0 (deg C) (deg C) (deg C) (minute) Winding Gradient Hot Spot Temp
Top Oil Temp Loading Time
30 deg C Ambient
28 28 28 28
28
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS
30 30 30 30
30
6-4-2009 Temperature Rise TRANSFORMING YOUR NEEDSINTO SOLUTIONS