• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN III-2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN III-2016"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

 Perekonomian Sulawesi Tengah yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2016 mencapai Rp 29.899 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai 22.619 miliar.

 Ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2016 terhadap tahun 2015 (c-to-c) tumbuh 12,01 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2015. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 48,93 persen, adapun dari sisi Pengeluaran terjadi pada Komponen Impor yang tumbuh 219,15 persen.

 Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan III-2016 terhadap triwulan III-2015 (y-on-y) tumbuh 7,58 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2015. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 32,38 persen, adapun dari sisi Pengeluaran terjadi pada Komponen Ekspor yang tumbuh 128,16 persen.

 Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan III-2016 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) kontraksi sebesar -1,91 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan ini disebabkan oleh Lapangan Usaha Lapangan Usaha Jasa Pendidikan sebesar 2,96 persen. Sedangkan dari sisi Pengeluaran lebih disebabkan meningkatnya kinerja LNPRT (2,85 persen).

Struktur ekonomi Sulampua secara spasial pada tiwulan III-2016 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Sulawesi. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto Sulampua, yakni sebesar 70,88 persen, diikuti oleh Pulau Papua sebesar 23,15 persen, dan Kepulauan Maluku 5,97 persen.

48.93 48.36 15.78 12.09 12.04 2.31 0 10 20 30 40 50 60 Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Jasa Keuangan dan Asuransi Pertumbuhan Distribusi

No. 64/11/72/Th.XIX, 7 November 2016

P

ERTUMBUHAN

E

KONOMI

S

ULAWESI

T

ENGAH

T

RIWULAN

III-2016

EKONOMI

SULAWESI

TENGAH

TRIWULAN

III-2016

TUMBUH

7,58

PERSEN

DIBANDING

TRIWULAN

III-2015

A.

PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-III 2016 Terhadap Triwulan I-III 2015 (c-to-c)

Perekonomian Sulawesi Tengah tahun 2016 Tiwulan I sampai triwulan III tumbuh sebesar 12,01 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha selain Konstruksi. Pertambangan dan Penggalian merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 48,93 persen, diikuti oleh Industri Pengolahan sebesar 48,36 persen dan Jasa Keuangan dan Asuransi 15,78 persen.

Grafik 1. Pertumbuhan dan Distribusi Beberapa Lapangan Usaha (c to c)

(2)

Grafik 3. Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha Triwulan III-2016 (y on y) 32.38 25.90 16.26 0 20 40 Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Jasa Keuangan dan Asuransi %

Struktur perekonomian Sulawesi Tengah menurut lapangan usaha tahun 2016 sampai dengan triwulan III masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (29,43 persen); Konstruksi (12,53 persen) dan Pertambangan dan Penggalian (12,09 persen).

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tahun 2016 sampai dengan triwulan III, Pertambangan dan Penggalian memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 5,18 persen, diikuti Industri Pengolahan sebesar 4,45 persen; dan Perdagangan dan Reparasi Mobil/Motor sebesar 0,72 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2016 Terhadap Triwulan III-2015 (y-on-y)

Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan III-2016 dibanding triwulan III-III-2016 (y-on-y) tumbuh 7,58 persen. Pertumbuhan didukung oleh semua lapangan usaha selain Konstruksi. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Pertambangan dan Penggalian sebesar 32,38 persen, diikuti Industri Pengolahan sebesar 25,90 persen, dan Konstruksi sebesar 16,26 persen.

Struktur PDRB Sulawesi Tengah menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan III 2016 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; Konstruksi; dan Pertambangan dan Penggalian masih mendominasi PDRB Sulawesi Tengah.

Grafik 2. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha (c to c)

6.09 1.08 2.55 0.58 0.54 0.72 4.66 4.45 1.89 5.18 15.73 12.01 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18

Triwulan I-III 2015 Triwulan I-III 2016

Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan

Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan lainnya

(3)

Grafik 5. Pertumbuhan PDRB q to q

Menurut Lapangan Usaha

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah

t

riwulan III-2016 (y-on-y), Pertambangan dan Penggalian memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 3,72 persen, diikuti Industri Pengolahan sebesar 2,69 persen; Perdagangan dan Reparasi Mobil/Motor 0,54 persen dan Jasa Keuangan dan Asuransi 0,34 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2016 Terhadap Triwulan II-2016 (q-to-q)

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah Triwulan III-2016 terhadap triwulan II-2016 diwarnai oleh meningkatnya aktivitas produksi pengilangan gas LNG Donggi Senoro, namun pada saat yang bersamaan terjadi penurunan produksi tambang Nikel di Morowali yang cukup dalam sehingga terjadi kontraksi pada Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar -5,23 persen dan Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar -5,44 persen. Kontraksi juga terjadi pada lapangan usaha Konstruksi sebesar -0,89 persen dan Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar -1,85 persen. Kontraksi pada beberapa lapangan usaha utama ini menyebabkan perekonomian di Sulawesi Tengah mengalami kontraksi di triwulan III-2016 sebesar -1,91 persen, walaupun Lapangan Usaha Jasa Pendidikan; Pengadaan Listrik dan Gas; Jasa Keuangan dan Asuransi; Jasa Perusahaan; Transportasi dan Pergudangan; Informasi dan Komunikasi; Jasa Lainnya; Perdagangan dan Reparasi Mobil/Motor, Penyediaan Akomodasi; dan Jasa Pendidikan mengalami pertumbuhan pada Triwulan III-2016 (Tabel 2).

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah

t

riwulan III-2016 (q-to-q), Jasa Pendidikan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,11 persen, diikuti Jasa Keuangan dan Asuransi 0,05 persen; dan Transportasi dan Pergudangan sebesar 0,05 persen.

Grafik 4. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha (y on y)

5.73 0.29 0.23 0.34 0.40 0.54 6.05 2.69 3.22 3.72 15.63 7.58 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 III 2015 III 2016 Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan

Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Jasa Keuangan dan Asuransi Lainnya 4.55 (2.17) 0.27 0.05 0.17 0.05 0.13 0.05 0.19 0.11 5.31 (1.91) -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 III 2015 IV 20152 Jasa Pendidikan Jasa Keuangan dan Asuransi Transportasi dan Pergudangan Informasi dan Komunikasi Lainnya PDRB -120 -100 -80 -60 -40 -20 0 20 40 -6 -4 -2 0 2 4 6 8 10

I-15 II-15 III-15 IV-15 I-16 II-16 III-16 PDRB

Akomodasi

Pertambangan

Grafik 6. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha (q to q)

(4)

Grafik 7. Pertumbuhan Beberapa Komponen Triwulan I-III 2016 2.42 8.50 -2.68 -2.70 4.97 11.58 3.89 2.26 3.11 3.60 15.73 12.01

Triw I-III 2014 Triw I-III 2015 Triw I-III 2016

Lainnya Ekspor PKRT Laju

Grafik 8. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran(c to c)

B.

PDRB MENURUT PENGELUARAN

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-III 2016 Terhadap Triwulan I-III 2015 (c-to-c)

Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Triwulan I-III 2016 terhadap Triwulan I-III 2015 terjadi pada seluruh komponen. Pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Impor sebesar 219,15 persen; diikuti Komponen Ekspor sebesar 133,63 persen; dan Komponen Perubahan Inventori sebesar 40,15 persen.

Struktur PDRB Sulawesi Tengah menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku Triwulan I-III 2016 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang mencakup hampir separuh PDRB Sulawesi Tengah. Komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB secara berturut-turut adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto; Ekspor Barang dan Jasa; Pengeluaran Konsumsi Pemerintah; dan Perubahan Inventori; sedangkan Pengeluaran Konsumsi LNPRT dan Impor Barang dan Jasa relatif kecil.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah Triwulan I-III 2016 (c-to-c), maka Komponen Ekspor Barang dan Jasa merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 11,58 persen, diikuti komponen Konsumsi Rumah Tangga sebesar 3,11 persen, dan Pengeluaran Impor Barang dan Jasa sebesar 2,65 persen. 219.15 133.63 40.15 6.08 0 50 100 150 200 250 Impor Ekspor PI PKRT

(5)

Grafik 9. Pertumbuhan Beberapa Komponen Triwulan IV-2016 -0.33 -3.18 8.22 1.87 9.54 4.53 3.61 2.90 2.35 5.15 9.25 15.10 -5.00 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00

IV-2013 IV-2014 IV-2015

Lainnya PMTB PKRT Laju

Grafik 10. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran (y on y) 1.04 6.14 -8.15 -1.54 5.23 12.33 7.13 4.27 3.40 6.63 15.63 7.58

Triw III-2014 Triw III-2015 Triw III-2016 Lainnya Ekspor PMTB Laju

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2016 Terhadap Triwulan III-2015 (y-on-y)

Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2016 terhadap triwulan III-2015 terjadi pada seluruh komponen kecuali Konsumsi Pemerintah. Pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Ekspor barang dan Jasa sebesar 128,16 persen; diikuti Komponen Impor Barang dan Jasa sebesar 115,05 persen; dan Komponen Perubahan Inventori sebesar 8,79 persen.

Struktur PDRB Sulawesi Tengah menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan III-2016 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang mencakup hampir separuh dari PDRB Sulawesi Tengah. Komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB secara berturut-turut adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto; Ekspor Barang dan Jasa; Pengeluaran Konsumsi Pemerintah; Perubahan Inventori; dan Impor Barang dan Jasa; sedangkan Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT) perannya relatif kecil.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah triwulan III-2016 (y-on-y), maka Komponen Ekspor Barang dan Jasa merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 12,33 persen, diikuti komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 3,40 persen; sedangkan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 3,09 persen. 128.16 115.05 8.79 8.23 0 20 40 60 80 100 120 140 Ekspor Impor PI PMTB

(6)

-50 -25 0 25 50 75 100 125

I-14 II-14 III-14 IV-14 I-15 II-15 III-15 IV-15 I-16 II-16 III-16

PMTB PDRB Impor -0.33 -3.18 8.22 1.87 9.54 4.53 3.61 2.90 2.35 5.15 9.25 15.10 -5.00 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00

IV-2013 IV-2014 IV-2015

Lainnya PMTB PKRT Laju 1.63 3.61 -5.65 -2.36 -0.22 2.72 0.33 0.64 1.02 -0.40 4.03 -1.91

Triw I-2016 Triw II-2016 Triw III-2016 Lainnya PMTB

PKRT Laju

Grafik 12. Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran (q to q)

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2016 Terhadap Triwulan II-2016 (q-to-q)

Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan III-2016 terhadap triwulan II-2016 (q-to-q) mengalami konstaksi sebesar -1,91 persen. Hal ini disebabkan oleh kontraksi yang terjadi di komponen Impor Barang dan Jasa, Ekspor Barang dan Jasa dan Konsumsi Pemerintah yang mengalami kontraksi sebesar -9,18 persen, -5,05 persen dan -0,54 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah triwulan III-2016 (q-to-q), maka Komponen Ekspor Barang dan Jasa merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 12,33 persen, diikuti komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 3,40 persen; sedangkan Konsumsi Rumah Tangga sebesar 3,09 persen.

Grafik 11. Pertumbuhan PDRB q to q

(7)

C.

PDRB SULAMPUA

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi di Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua tahun 2016 terjadi di seluruh wilayah. Pertumbuhan tertinggi triwulan III-2016 (Q to Q) terjadi pada Provinsi Papua sebesar 21,42 persen, diikuti oleh Provinsi Gorontalo sebesar 7,28 persen dan Provinsi Papua Barat sebesar 6,88 persen. Sedangkan pertumbuhan tertinggi triwulan III-2016 (Y on Y) terjadi pada Provinsi Papua sebesar 20,65 persen, diikuti oleh Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 7,58 persen dan Provinsi Gorontalo sebesar 6,98 persen. Adapun untuk pertumbuhan tertinggi triwulan I-III 2016 (C to C) terjadi pada Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 12,01 persen, diikuti oleh Provinsi Gorontalo sebesar 6,37 persen dan Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 6,10 persen.

Grafik 9. Laju Pertumbuhan PDRB Wilayah Sulampua Triwulan III 2016

21.42 7.28 6.88 5.81 4.67 3.28 3.09 2.59 1.81 -1.91 3.20

pa

pu

a

grtl

pa

ba

r

su

lse

l

su

lu

t

su

lb

ar

su

ltra

m

alut

m

aluku

su

lte

ng

Indonesia 20.65 7.58 6.98 6.82 6.01 5.97 5.95 5.68 5.56 3.88 5.02

pa

pu

a

su

lte

ng

grtl

su

lse

l

su

lu

t

su

lb

ar

su

ltra

m

aluku

m

alut

pa

ba

r

Indonesia 12.01 7.41 6.37 6.10 6.04 5.95 5.67 5.47 4.86 4.31 5.04

su

lte

ng

su

lse

l

grtl

su

ltra

su

lu

t

m

aluku

su

lb

ar

m

alut

pa

pu

a

pa

ba

r

Indonesia

Q to Q

Y on Y

C to C

(8)

Tabel 1

PDRB Menurut Lapangan Usaha

Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (milyar rupiah)

Lapangan Usaha Harga Berlaku Harga Konstan 2010

Triw III-2015 Triw II-2016 Triw III-2016 Triw III-2015 Triw II-2016 Triw III-2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 8.362 8.830 8.683 6.532 6.700 6.576

B Pertambangan dan Penggalian 2.848 3.783 3.654 2.416 3.375 3.198

C Industri Pengolahan 2.812 3.767 3.599 2.184 2.908 2.750

D Pengadaan Listrik dan Gas 7 8 9 10 10 10

E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 38 41 40 29 30 30

F Konstruksi 3.850 3.747 3.720 2.664 2.500 2.478

G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

2.448 2.736 2.752 1.951 2.061 2.064

H Transportasi dan Pergudangan 1.116 1.158 1.176 847 865 876

I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 156 158 159 115 115 115

J Informasi dan Komunikasi 891 949 963 818 860 871

K Jasa Keuangan dan Asuransi 602 692 714 446 507 519

L Real Estat 531 545 546 415 419 419

M,N Jasa Perusahaan 73 77 78 54 55 56

O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

1.794 1.946 1.912 1.255 1.344 1.320

P Jasa Pendidikan 1.149 1.183 1.220 830 839 864

Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 382 396 397 285 290 290

R,S,T,U Jasa Lainnya 247 272 276 175 181 183

(9)

Tabel 2

Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun Dasar 2010 (persen)

Lapangan Usaha Triw III- 2016 terhadap Triw II-2016 Triw III-2016 terhadap Triw III-2015 Triwulan I-III 2016 terhadap Triwulan I-III 2015 Sumber Pertumbuhan q to q Sumber Pertumbuhan y on y Sumber Pertumbuhan Triwulan I-III 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan -1,85 0,68 1,78 -0,54 0,21 0,58 B Pertambangan dan Penggalian -5,23 32,38 48,93 -0,76 3,72 5,18 C Industri Pengolahan -5,44 25,90 48,36 -0,69 2,69 4,45 D Pengadaan Listrik dan Gas 2,72 4,47 4,28 0,00 0,00 0,00 E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang -1,74 1,80 2,54 0,00 0,00 0,00 F Konstruksi -0,89 -6,98 -5,93 -0,10 -0,88 -0,78 G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 0,11 5,80 7,61 0,01 0,54 0,72 H Transportasi dan Pergudangan 1,28 3,45 5,85 0,05 0,14 0,24 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,05 0,35 7,37 0,00 0,00 0,04 J Informasi dan Komunikasi 1,25 6,50 10,93 0,05 0,25 0,42 K Jasa Keuangan dan Asuransi 2,30 16,26 15,78 0,05 0,34 0,34 L Real Estat -0,01 1,02 2,69 0,00 0,02 0,05 M,N Jasa Perusahaan 2,13 4,15 4,74 0,01 0,01 0,01

O

Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial

Wajib -1,81 5,14 7,58 -0,11 0,31 0,45 P Jasa Pendidikan 2,96 4,07 5,99 0,11 0,16 0,24 Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,04 1,75 1,00 0,00 0,02 0,01 R,S,T,U Jasa Lainnya 1,22 4,51 6,01 0,01 0,04 0,05

(10)

Tabel 3

Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha Triwulan III-2015, Triwulan II-2016, Triwulan III-2016, dan Triwulan I-III 2016

(persen)

Lapangan Usaha 2015

2016

Triw III Triw II Triw III Tiwulan I-III (1) (3) (5) (4) (6) A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 30,58 29,15 29,04 29,43 B Pertambangan dan Penggalian 10,42 12,49 12,22 12,09 C Industri Pengolahan 10,28 12,44 12,04 12,04 D Pengadaan Listrik dan Gas 0,03 0,03 0,03 0,03 E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 0,14 0,14 0,13 0,14 F Konstruksi 14,08 12,37 12,44 12,53 G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 9,10 9,03 9,20 9,18 H Transportasi dan Pergudangan 4,08 3,82 3,93 3,89 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,57 0,52 0,53 0,53 J Informasi dan Komunikasi 3,26 3,13 3,22 3,20 K Jasa Keuangan dan Asuransi 2,20 2,28 2,39 2,31 L Real Estat 1,96 1,80 1,83 1,83 M,N Jasa Perusahaan 0,27 0,25 0,26 0,26 O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 6,56 6,42 6,39 6,32 P Jasa Pendidikan 4,20 3,91 4,08 3,99 Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,40 1,31 1,33 1,33 R,S,T,U Jasa Lainnya 0,90 0,90 0,92 0,91

(11)

Tabel 4

PDRB Menurut Pengeluaran

Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (miliar rupiah)

Lapangan Usaha

Harga Berlaku Harga Konstan 2010

Triw III-2015 Triw II-2016 Triw III-2016 Triw III-2015 Triw II-2016 Triw III-2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1

. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 14.071 14.709 15.042 10.520 10.934 11.169

2

. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 510 531 545 380 380 391

3

. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3.972 4.054 3.997 2.739 2.657 2.642

4

. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 12.207 12.608 13.570 8.689 8.777 9.405

5

. Perubahan Inventori 3.078 3.468 3.665 754 818 820

6

. Ekspor Barang dan Jasa 2.491 6.260 6.009 2.022 4.859 4.614

7

. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 716 1.831 1.680 398 943 857

8

. Net Ekspor Antar Daerah -8.268 -9.511 -11.249 -3.681 -4.423 -5.566

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 27.346 30.288 29.899 21.025 23.060 22.619

Tabel 5

Laju dan Sumber Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran Tahun Dasar 2010 (persen) Komponen Triw III- 2016 Terhadap Triw II-2016 Triw III-2016 terhadap Triw III-2015 Triw I-III 2016 terhadap Triw I-III 2015 Sumber Pertumbuhan Triw III-2016 (q to q) Sumber Pertumbuhan Triw III-2016 (y on y) Sumber Pertumbuhan Triw I-III 2016 (c to c) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 2,15 6,17 6,08 1,02 3,09 3,11 2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 2,85 2,90 5,14 0,05 0,05 0,09 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah -0,54 -3,51 0,70 -0,06 -0,46 0,09 4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 7,15 8,23 4,89 2,72 3,40 2,08 5. Perubahan Inventori 0,24 8,79 40,15 0,01 0,32 1,10 6. Ekspor Barang dan Jasa -5,05 128,16 133,63 -1,06 12,33 11,58 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa -9,18 115,05 219,15 -0,38 2,18 2,65 8. Net Ekspor Antar Daerah 25,85 51,23 18,30 -4,96 -8,97 -3,39

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

(12)

Tabel 6

Struktur PDRB Menurut Pengeluaran Triwulan III-2015, Triwulan II-2016, Triwulan III-2016, dan Triwulan I-III 2016

(persen)

Lapangan Usaha Triw III 2015

2016 Triw I-III

2016 Triw II Triw III

(1) (3) (4) (5) (6) 1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 51,46 48,57 50,31 49,67 2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 1,86 1,75 1,82 1,78 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 14,52 13,38 13,37 13,24 4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 44,64 41,63 45,39 43,55 5. Perubahan Inventori 11,26 11,45 12,26 11,24 6. Ekspor Barang dan Jasa 9,11 20,67 20,10 17,69 7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 2,62 6,05 5,62 5,07 8. Net Ekspor Antar Daerah -30,24 -31,40 -37,62 -32,11 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 100,00 100,00 100,00 100,00

Gambar

Grafik 1. Pertumbuhan dan Distribusi Beberapa   Lapangan Usaha (c to c)
Grafik 2. Sumber Pertumbuhan PDRB  Menurut Lapangan Usaha (c to c)
Grafik 5. Pertumbuhan PDRB q to q  Menurut Lapangan Usaha
Grafik 7. Pertumbuhan Beberapa Komponen  Triwulan I-III 2016  2.42  8.50  -2.68 -2.70 4.97 11.58 3.89 2.26 3.11 3.60 15.73  12.01
+4

Referensi

Dokumen terkait

(1994), kegiatan Hasil pengukuran seismik dan magnetik dengan vulkanisme di Jawa ditunjukkan oleh keterdapatan lava lintasan berarah barat laut – tenggara yang memotong

WT Strategi: UKM Kerupuk Kulit dapat meningkatkan kualitas produk seperti merek, perijinan, BPOM pegemasan.Berdasarkan hasil obsevasi dan pengamatan produk kerupuk

Pada sub bab metodelogi penelitian ini menjelaskan langkah-langkah yang akan dilalui untuk melakukan penelitian ini dalam penerapan pengenalan penerima surat formal dengan

1) Proses APO08 - (Mengelola Hubungan) berada pada level 3, sedangkan target yang ingin dicapai yaitu level 5 yang artinya implementasi layanan m-banking untuk

menggunakan instrumen lembar pengamatan aktivitas guru dan peserta didik yang telah dibimbing, (2) Data tentang kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran

Menurut Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyatakan pengertian Pajak Daerah adalah kontribusi wajib kepada Daerah yang

Perencanaan tindakan yakni mempersiapkan dan menyusun segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tindakan antara lain mempersiapkan perangkat pembelajaran

terhadap Kitab Suci al-Qur‟an menitik beratkan kepada metode tahlili , dalam artian ia menafsirkan ayat al-Qur’an secara runtut dan komprehensif dengan beraneka