• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PPB 0704286 Chapter 5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PPB 0704286 Chapter 5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Rai Pamungkas,2014

PROFIL PERILAKU AGRESIF SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Proses penelitian tentang profil perilaku agresif siswa, menghasilkan

kesimpulan berdasarkan tiga tema yakni latar belakang subjek, bentuk perilaku

perilaku agresif, dan pemicu perilaku agresif.

1. Siswa yang mengalami pengalaman masa lalu kurang menyenangkan, dan

memiliki lingkungan kelompok sosial yang mempunyai rivalitas

permusuhan dengan kelompok lain, cenderung memiliki perilaku agresif.

2. Siswa yang berperilaku agresif pada unit análisis di kelas XI SMAN 3

Cimahi memiliki kecenderungan:

a. Berkata kasar dengan teman sebaya, tidak ragu mencaci maki,

mencela, mengina dan menuntut secara berlebihan disertai dengan

ancaman.

b. Tidak ragu terlibat perkelahian, menyerang secara fisik, memiliki

permusuhan dengan orang lain.

c. Melakukan pelanggaran tata tertib sekolah, tidak mentaati aturan.

d. Kebiasaan pulang malam ke rumah, dan kurang memiliki intensitas

berkumpul dengan keluarga.

3. Siswa yang memiliki perilaku agresif dipicu oleh faktor internal dan

eksternal. Faktor internal, yakni rasa ingin diperhatikan, pengalaman

(2)

Rai Pamungkas,2014

PROFIL PERILAKU AGRESIF SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

frustasi. Sedangkan faktor eksternal, yakni kurangnya perhatian orang tua,

pola asuh keluarga, media masa, dan pengaruh alkohol.

B. Saran

Saran berikut ditujukan kepada siswa, orang tua, pihak sekolah, guru BK, dan

peneliti selanjutnya.

1. Bagi Siswa

Hasil penelitian menunjukkan, perilaku agresif siswa berdampak

pada kekerasan yang merugikan orang lain dan diri sendiri. Oleh sebab itu,

siswa direkomendasikan untuk memiliki keinginan yang kuat untuk

mendapatkan dukungan sosial dan mengurangi perilaku agresif, bertekad

memutuskan kebiasaan buruk seperti mengkonsumsi alkohol; mengurangi

durasi bermain yang berlebihan, memperbanyak waktu dengan keluarga,

serta melatih diri untuk mengendalikan emosi (perasaan), dan mental

(pikiran).

2. Bagi Orang Tua

Subjek dalam penelitian ini, mendapat pengawasan dan perhatian

keluarga, hendaknya orang tua siswa memberikan perhatian khusus bagi siswa

yang memiliki perilaku agresif agar dapat mengurangi atau bahkan dapat

mengendalikan perilaku emosinya, misalnya memberikan tindak disiplin

kepada anak yang tidak berlebihan, mempererat keintiman antara orang tua

(3)

Rai Pamungkas,2014

PROFIL PERILAKU AGRESIF SISWA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Bagi Guru BK

Guru BK hendaknya mengembangkan program bimbingankonseling

pribadi sosial untuk mereduksi perilaku agresif siswa yang berfokus pada

pencapaian kematangan sosial remaja berupa pengembangan layanan untuk

meningkatkan keterampilan sosial, pengembangan layanan untuk

meningkatkan pengendalian diri (emosi), serta melakukan konseling

individual maupun kelompok teman sebaya. Guru BK juga perlu lebih

proaktif untuk membangun kerjasama dengan orang tua dalam rangka

membangun hubungan dan komunikasi dengan siswa. Selain itu, guru BK

hendaknya melakukan identifikasi dini akan adanya gejala perilaku agresif,

sehingga dapat dilakukan upaya preventif, melakukan upaya pengembangan

bagi siswa semacam mengalihkan perilaku agresif ke arah yang lebih positif;

penguatan skill, kegiatan-kegiatan yang menyalurkan bakat siswa.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Dalam penelitian kualitatif, dimungkinkan untuk melakukan

transferability atau transfer hasil penelitian dengan catatan adanya kesamaan

karakteristik responden. Maka dari itu, peneliti selanjutnya direkomendasikan

untuk:

a. Mengembangkan program bimbingan konseling pribadi-sosial sesuai

dengan implikasi profil perilaku agresif siswa.

b. Menguji cobakan keefektifan layanan bimbingan konseling

pribadi-sosial yang berfokus mengembangkan keterampilan pribadi-sosial, penguatan

Referensi

Dokumen terkait

Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu: (1) metode dokumentasi, metode yang digunakan untuk mendapatkan data tentang kemampuan

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi Terhadap Implementasi Knowledge Management pada Learning Center Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Tesis,

Table 2 presented bivariate analysis results from various factors which were analysed in this study, such as: demographic factors (included age and marital status),

(1) Pada hari pertama sidang ajudikasi, Majelis Komisioner mewajibkan para pihak untuk menempuh proses penyelesaian sengketa melalui mediasi terlebih dahulu dalam hal

Gontor sendiri menganut teori pendidikan islam yang diadopsi dari definisi Ustadz Muhammad Yunus; Pendidikan adalah segala pengaruh yang sengaja dipilih dalam rangka

Sejatinya, guru sebagai tenaga pendidik memiliki peran dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dengan begitu kondisi tersebut memberikan penjelasan bahwa

[r]

Metode usulan berguna untuk mengurangi waktu menganggur aktual, menambah nilai efisiensi serta menambah kelancaran relatif proses produksi.Hasil dari penyeimbangan lintasan