BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah Berdirinya Sekolah Dasar Islam Terpadu Sahabat Alam
Palangka Raya dan Perkembangannya
Sekolah Dasar Islam Terpadu Sahabat Alam Palangka Raya didirikan pada bulan Mei tahun 2010. SDIT Sahabat Alam Palangka Raya adalah sekolah dasar dengan sistem pembelajaran berbasis alam sekitar. Pendirian SDIT Sahabat Alam Palangka Raya diawali dengan ketidakpuasan terhadap pola pembelajaran sekolah dasar yang cenderung memaksakan kehendak kurikulum tanpa melihat perkembangan psikologis anak didik serta cenderung tidak menyenangkan. Selain itu, faktor kondisi alam di Kalimantan Tengah yang masih sangat luas dan relatif asri juga mengilhami pendirian SDIT tersebut.1
Adalah Qanita sebagai pencetus ide pendirian SDIT Sahabat Alam Palangka Raya memanggil Rizqi Tajuddin (yang juga adiknya) yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala SDU Iqra di Aceh untuk datang ke Palangka Raya dan mendirikan SDIT Sahabat Alam Palangka Raya. Melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Rizqi Tajudin yang sudah berpengalaman mengelola SDU Iqra di Aceh mau datang ke Palangka 1
Raya dan dengan beberapa orang yang memiliki pemikiran searah tentang pola pendidikan secara bersama-sama mendirikan SDIT Sahabat Alam Palangka Raya.2
Berdasarkan hasil wawancara dengan Rizqi Tajuddin, bahwa tujuan didirikannya SDIT Sahabat Alam Palangka Raya adalah agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan dapat mengembangkan potensi mereka sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan mereka masing-masing. Belajar di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya juga menanamkan sejak dini kepada anak didik kecintaan kepada alam sekitar. Karena itu pola pendidikan yang dilaksanakan banyak mengadopsi pola pendidikan SDU Iqra di Aceh. Dalam sistem ini orientasi pendidikan adalah pada anak didik, yang dalam terminologi baru disebut student centered.3 Dalam sistem ini pelaksanaan pendidikan lebih didasarkan pada minat dan potensi apa yang perlu dikembangkan pada anak didik, bukan pada minat dan kemampuan apa yang dimiliki oleh pendidik.
Pada awal berdirinya SDIT Sahabat Alam Palangka Raya dan dibuka pada tahun pelajaran 2010/2011, jumlah siswa ada 21 orang serta jumlah guru dan staf ada 5 orang. Seiring dengan perkembangannya, animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya semakin tinggi. Pada tahun ajaran baru 2015/2016 pihak sekolah terpaksa harus menolak beberapa pendaftar karena kelebihan qouta pendaftaran dan terbatasnya ruang belajar yang tersedia. Begitu juga 2Ibid
. 3
dengan tenaga pengajar dan staf yang setiap tahunnya mengalami perkembangan sesuai dengan berkembangnya SDIT Sahabat Alam Palangka Raya ini.4
2. Visi, Misi dan Moto Sekolah Dasar Islam Terpadu Sahabat Alam
Palangka Raya
Setiap lembaga mempunyai orientasi yang jelas sebagaimana tertuang dalam visi dan misi. Adapun visi, misi dan moto Sekolah Dasar Islam Terpadu Sahabat Alam Palangka Raya adalah sebagai berikut5; a) Visi
Eksis sebagai sekolah alam berbasis Islam dengan standar keilmuan yang berkualitas.
b) Misi
1) Membentuk sumber daya insani yang selaras antara jasad, akal dan hati.
2) Mengembangkan potensi anak didik dalam aktualisasi diri.
3) Menyediakan kebutuhan pembelajaran individual dan komunal dengan sistem dan metode yang modern.
4) Menanamkan sejak dini kepada anak didik kecintaan kepada alam. c) Moto
“Belajar di mana saja dan kapan saja”.
3. Kedaan Siswa dan Guru serta Pegawai Administrasi Sekolah Dasar
Islam Terpadu Sahabat Alam Palangka Raya Tahun Pelajaran
2014/2015
a) Keadaan Siswa
Pada tahun pelajaran 2014/2015 siswa SDIT Sahabat Alam Palangka Raya berjumlah 119 orang terdiri dari 68 (57,14%) laki-laki dan 51 (42,86%) perempuan. Untuk lebih jelasnya tentang keadaan siswa dapat dilihat pada tabel berikut:
4Ibid . 5
TABEL 1
KEADAAN SISWA SDIT SAHABAT ALAM PALANGKA RAYA TAHUN PELAJARAN 2014/20156
No Banyak Siswa Menurut Agama
Kelas L P Jlh Islm Krs Ktl Hd Bd
1. I 13 10 23 23 - -
-2. II 11 9 20 20 - -
-3. III 14 11 25 25 - -
-4. IV 13 9 22 22 - -
-5. V 15 7 22 22 - -
-6. VI 2 5 7 7 - -
-JUMLAH 68 51 119 119
b) Keadaan Guru dan Pegawai Administrasi
Berdasarkan data dokumentasi tahun pelajaran 2014/2015, guru pada SDIT Sahabat Alam Palangka Raya seluruhnya berjumlah 19 orang, terdiri dari 9 orang (47,36%) laki-laki dan 10 orang (52,64%) perempuan. Semua guru berstatus honorer. Untuk lebih jelasnya data guru SDIT Sahabat Alam Palangka Raya tahun pelajaran 2015 dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL 2
KEADAAN GURU SDIT SAHABAT ALAM PALANGKA RAYA TAHUN PELAJARAN 2014/20157
4 Halimah Nur Amini Palangka Raya, 17-07-1987 7 Kristin Dewi Nufita Banjar Sari,
13-11-1988
Bila dilihat dari latar belakang pendidikan guru sebagaimana data di atas, mayoritas guru SDIT Sahabat Alam Palangka Raya yaitu sebanyak 13 orang (68,42 %) lulusan perguruan tinggi, selebihnya 6 orang (31,58 %) adalah lulusan SMU. Kondisi ini tentunya sangat membantu kelancaran proses belajar mengajar di SDIT Sahabat Alam mengingat kualifikasi tenaga kependidikan yang dimiliki cukup memadai.
Dalam rangka menunjang kegiatan administrasi sekolah, SDIT Sahabat Alam Palangka Raya pada tahun pelajaran 2014/2015 memiliki 4 orang pegawai administrasi terdiri dari 2 pegawai tata usaha dan 2 pegawai perpustakaan sekolah. Untuk lebih jelasnya data pegawai administrasi SDIT Sahabat Alam Palangka Raya tahun pelajaran 2015 dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL 3
KEADAAN PEGAWAI ADMINISTRASI SDIT SAHABAT ALAM PALANGKA RAYA TAHUN PELAJARAN 2014/20158
No Nama TTL. Pendidikan Jabatan
1 Rani Fajar Jakarta, 14-07-1975
D III Akuntansi Tata Usaha 2 M. Tamjir Jamil Banjar masin,
10-05-1993
SMU Tata Usaha
3 Puji Siswanto Pati,
21-09-1982
S-1 PAI Kepala Perpus. 4 Muliana Ulfah Pulau Kupang,
16-01-1992
SMU Staf
Perpus.
4. Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar Islam Terpadu Sahabat Alam
Palangka Raya
Sekolah Dasar Islam Terpadu Sahabat Alam Palangka Raya beralamat di jalan RTA Milono Km 4 Kelurahan Langkai Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya. Lokasinya terletak di depan jalan raya RTA Milono dan terlihat sangat strategis untuk sebuah lembaga pendidikan.
Terdapat sebuah gedung yang digunakan untuk ruang kepala sekolah, guru, tata usaha dan ruang perpustakaan yang menyatu, 1 rumah dinas penjaga, 1 geduang aula yang digunakan untuk pertemuan, 1 buah mushalla dan 7 ruang kelas yang berbentuk pondok-pondok untuk belajar.9 Sarana/fasilitas yang dimiliki Sekolah Dasar Islam Terpadu Sahabat Alam selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL 4
KEADAAN SARANA PRASARANA SDIT SAHABAT ALAM PALANGKA RAYA TAHUN PELAJARAN 2014/201510
No Jenis
Kondisi
Baik Rsk
Ringan
Rsk
Berat Jum Ket
1 2 3 4 5 6 7
1. Ruang Kepala Sekolah - - - -
-2. Ruang Guru 1 - - 1
3. Ruang Tata Usaha 1 - - 1
4. Ruang dinas kepala sekolah - - -
-5. Ruang dinas guru - - -
-9
Hasil observasi di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, pada hari Kamis 30 April 2015 dan Senin 18 Mei 2015.
10
1 2 3 4 5 6 7
6. Rumah dinas penjaga 1 - - 1
7. Ruang keterampilan - - -
-8. Ruang perpustakaan 1 - -
-9. Ruang UKS - - -
-10. Aula 1 - - 1
11. Ruang laboratorium - - -
-12. Ruang kelas
a. Kelas I 1 - - 1
b. Kelas II 1 - - 1
c. Kelas III 2 - - 2
d. Kelas IV 1 - - 1
e. Kelas V 1 - - 1
f. Kelas VI 1 - - 1
Selain sarana yang telah dikemukakan di atas, SDIT Sahabat Alam Palangka Raya juga memiliki sarana atau fasilitas pendukung untuk kegiatan proses belajar mengajar, seperti arena untuk outbound yang terletak di samping ruang belajar. Terdapat juga lapangan untuk olahraga dan 2 ruang terapi untuk anak berkebutuhan khusus.11
Setiap ruang kelas dilengkapi dengan kursi dan meja belajar serta fasilitas belajar lainnya. Di ruang belajar juga terdapat sudut bermain yang bisa digunakan setelah siswa selesai mengerjakan tugas serta dinding untuk menempelkan karya belajar siswa.12
11
Hasil observasi di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2015.
B. Temuan Penelitian
Penyusunan kurikulum membutuhkan dasar-dasar yang kuat, baik berupa hasil pemikiran maupun hasil penelitian yang mendalam. Pentingnya dasar-dasar yang kuat ini terletak pada kedudukan kurikulum dalam seluruh kegiatan pendidikan yang menentukan proses pelaksanaan dan hasil pendidikan. Tahap awal pengembangan kurikulum meliputi tiga kegiatan, yaitu perencanaan, implementasi dan evaluasi.
1. Perencanaan Kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya
masyarakat Kota Palangka Raya. Sehingga tujuan dan harapan dari terbentuknya tema tersebut adalah agar nantinya anak akan mampu menerapkan hidup secara sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan sehingga menjadikan lingkungan sehat dan bersih serta dapat mendayagunakan sampah dengan produktif.13
Terkait dengan perencanaan program pendidikan dan kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, Rizqi Tajuddin juga menjelaskan bahwa SDIT Sahabat Alam Palangka Raya memiliki tradisi untuk merencanakan program pendidikan dan kurikulum melalui diskusi. Diskusi yang dikoordinasi oleh kepala sekolah ini dijadikan sebagai sarana untuk merumuskan draf program dan kurikulum yang akan dikembangkan. Bahan yang dibahas dalam diskusi ini bersumber dari kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional dan dikombinasi dengan kurikulum JSIT (Jaringan Sekolah Islam Terpadu) serta dipadu dengan pola pendidikan Sekolah Alam serta disinergikan dengan iklim alam yang ada, dengan mendasarkan pada visi, misi dan moto SDIT Sahabat Alam Palangka Raya. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam diskusi ini adalah kepala sekolah dan dewan guru. Produk dari diskusi ini adalah draf program pendidikan dan rancangan kurikulum yang akan dijadikan salah satu dasar dan bahan dalam kegiatan belajar mengajar.14
13
Wawancara dengan Rizqi Tajuddin, kepala sekolah SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, hari Kamis 07 Mei 2015.
Hal senada juga disampaikan oleh Qanita, bahwa untuk perencanaan kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya dilaksanakan pada awal tahun pelajaran pada saat pelaksanaan rapat kerja dewan guru yang dipimpin oleh kepala sekolah. Pada rapat kerja tersebut perencanaan kurikulum didasarkan pada satu tema besar. Tema besar itu bisa saja baru atau melanjutkan tema pada tahun pelajaran yang lalu. 15 Lebih lanjut Qanita menyampaikan bahwa penentuan tema besar pada satu tahun pelajaran juga didasarkan atas hasil evaluasi pembelajaran satu tahun yaitu apabila tema pada satu tahun pembelajaran dapat dinyatakan tuntas maka akan dibuat tema baru tetapi bila tema tersebut belum dianggap tuntas maka akan kembali ke tema awal.16
Perencanaan kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya juga tidak terlepas dari kondisi alam yang menurut Qanita bahwa alam Kalimantan masih banyak memberikan oksigen yang positif untuk mendukung otak anak agar dapat belajar lebih fokus. Hal ini pulalah yang menginspirasi gaya belajar SDIT Sahabat Alam Palangka Raya dengan melaksanakan pembelajaran di tempat-tempat terbuka, bukan di dalam empat tembok dinding kelas sebagaimana yang ada pada sekolah-sekolah lain. Basis alam menjadi dasar bagi SDIT Sahabat Alam Palangka Raya untuk menyusun kurikulumnya dengan menggunanakan tema besar yang sudah ditentukan terlebih dulu di awal pembelajaran dan membagi
tema-15
Wawancara dengan Qanita, Koordinator guru bidang studi dan guru fonik SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, hari Selasa 16 Juni 2015.
tema kecil dengan menyesuaikan fenomena alam yang terjadi, misalnya musim kabut asap, musim kemarau, musim penghujan dan kondisi-kondisi lainnya. Perencanaan ini dilaksanakan oleh kepala sekolah dan dewan guru, sedangkan pihak yayasan hanya memantau perkembangan kemajuan jalannya pendidikan saja, dan orang tua siswa akan menerima hasil dari penyusunan kurikulum tersebut berupa pemberitahuan dalam bentuk
lembaran untuk kegiatan mingguan setiap hari Jum’at.17
Menurut bagian Tata Usaha SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, Kepala Sekolah yang melakukan pengkajian dan pengembangan-pengembangan akademik di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, termasuk di dalamnya pengembangan program pendidikan dan kurikulum hanya dikoordinasikan oleh kepala sekolah tanpa melibatkan pihak lain, guru akan menerima dan menjalankan apa yang sudah ditentukan oleh kepala sekolah. 18 Adapun hal yang disampaikan oleh bagian Tata Usaha SDIT Sahabat Alam Palangka Raya tidak selaras dengan apa yang disampaikan oleh informan lainnya. Hal ini boleh jadi karena yang bersangkutan tidak terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan akademik di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya seperti kegiatan perencanaan kurikulum dan sebagainya.
Terkait dengan perencanaan kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, seorang guru senior menginformasikan kepada penulis
17Ibid ,. 18
bahwa perencanaan kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya dimulai dari rapat kerja awal tahun ajaran baru. Pada kesempatan rapat tersebut dewan guru yang dibagi dalam beberapa komisi. Setiap komisi mengajukan tema besar sebagai bahan ajuan kurikulum pada tahun pelajaran berikutnya. Tema besar yang diajukan setiap komisi didasarkan pada kebutuhan dan kondisi kekinian dengan beberapa argumentasi penting.19
Untuk tahun pelajaran 2015/2016 telah dilaksanakan rapat kerja dewan guru - yang salah satunya membahas tentang tema besar kurikulum pembelajaran – pada tanggal 22 – 26 Juni 2015. Tema yang disepakati
adalah tentang “Sampah”. Tema ini merupakan tema lanjutan pada tahun
sebelumnya juga mengangkat tema tentang sampah. Alasan pengambilan tema ini antara lain adalah bahwa sampah merupakan problematika yang sangat akut yang dihadapi oleh masyarakat Kota Palangka Raya. Di samping itu nilai-nilai afektif yang terkait dengan permasalahan sampah dirasa belum cukup tuntas bagi peserta didik sehingga tema ini diangkat kembali pada tahun pelajaran 2015/2016. Meskipun beberapa tema penting lainnya telah diajukan oleh sidang komisi seperti tema hutan, pohon dan lain-lain, tetapi dengan berbagai pertimbangan maka tema sampah menjadi tema besar pembelajaran untuk tahun pelajaran 2015/2016.20
Tema besar pembelajaran tentang “sampah” adalah rujukan bagi
guru-guru dalam mengembangkan proses pembelajaran di SDIT Sahabat 19
Wawancara dengan Muhammad Husaini, koordinator guru kelas, hari Minggu 16 Agustus 2015.
Alam Palangka Raya. Berdasarkan tema itulah kemudian guru-guru membuat sub-sub tema, menentukan metode, membuat media yang dimuat dalam Rencana Program Pembelajaran. Rencana Program Pembelajaran dibuat oleh masing-masing guru untuk setiap kali pertemuan dan selalu dikonsultasikan dengan kepala sekolah.21
Berdasarkan data dokumentasi bahwa rapat kerja dewan guru sebagaimnana yang disampaikan di atas sesaui dengan apa yang penulis dapatkan dalam Kalender Pendidikan SDIT Sahabat Alam Palangka Raya tahun pelajaran 2014/2015.22
Berdasarkan hasil wawancara di atas tergambar bahwa perencanaan kurikulum dibuat oleh kepala sekolah dan dewan guru pada rapat kerja dewan guru SDIT Sahabat Alam Palangka Raya menjelang dimulainya tahun pelajaran baru. Perencanaan kurikulum ini bersifat penentuan tema besar dalam rangka proses pelaksanaan pembelajaran pada satu tahun ajaran. Sedangkan sub-sub tema pembelajaran direncanakan oleh setiap guru pada setiap pekan dan bahkan pada setiap kali pertemuan yang bersifat situasional.
Tema besar kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya selalu bertemakan alam, seperti tema pada tahun pelajaran ini adalah tentang sampah yang melanjutkan tema pada tahun sebelumnya, karena tema tentang sampah ini dianggap belum tuntas.
21Ibid,. 22
Struktur keorganisasian pada SDIT Sahabat Alam Palangka Raya agak berbeda dengan struktur keorganisasian pada sekolah-sekolah lain terkait dengan masalah kurikulum. Berdasarkan hasil observasi, penulis tidak menemukan pada Struktur Organisasi SDIT Sahabat Alam Palangka Raya guru yang khusus membidangi kurikulum, seperti Wakamad Kurikulum atau Koordinator Bidang Kurikulum seperti pada sekolah-sekolah lain.23 Sehingga sistem dalam perencanaan kurikulum bukan menjadi tanggung jawab seseorang atau sekelompok orang yang membidangi kurikulum, tetapi direncanakan dan dibuat oleh semua dewan guru di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya.
Selama mengadakan penelitian lapangan penulis tidak menemukan dokumentasi tentang Pedoman Kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya yang bersifat utuh. Data dokumentasi terkait dengan perencanaan kurikulum hanya bersifat lembaran-lembaran seperti lembar “Info Sekolah” yang berisi jadwal kegiatan belajar mengajar pada setiap pekan, kalender pendidikan dan Rencana Program Pembelajaran yang dibuat oleh masing-masing guru.
Pada saat penulis mengkonfirmasi hal ini kepada kepala sekolah, ia menyampaikan bahwa memeng benar SDIT Sahabat Alam Palangka Raya belum memiliki pedoman kurikulum pembelajaran sebagaimana yang ada pada sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Ada beberapa alasan yang dikemukakan antara lain adalah belum adanya kesempatan
23
untuk membukukan lembaran-lembaran perencanaan yang sudah oleh guru untuk menjadi suatu pedoman kurikulum, kedua pembelajaran bersifat situasional, bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi sehingga agak sulit bagi lembaga untuk menjadikan sebuah pedoman kurikulum.24
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Qanita bahwa selama ini memang belum ada pedoman baku kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya. Pedoman utama kurikulum hanya berdasarkan pada tema besar yang sudah disepakati dan pengembangannya diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru yang dituangkan dalam Perencanaan Program Pembelajaran dan diawasi oleh kepala sekolah.25 Hal yang sama juga disampaikan oleh Muhammad Husaini bahwa untuk pedoman kurikulum memang belum ada sehingga yang menjadi acuan guru-guru dalam mengembangkan proses pembelajaran di kelas adalah tema besar.26
Berikut ini kutipan wawancara dengan guru SDIT Sahabat Alam yang berkaitan dengan pemakaian silabus dan RPP, sebagai berikut:
Silabusnya kami buat sendiri yang pedomannya dari kurikulum pemerintah, kemudian dikembangkan lagi sendiri. Kalau RPP memang disuruh untuk dibuat oleh kepala sekolah tetapi tidak ada format baku. Jadi guru diberikan kebebasan untuk mengkreasikannya sendiri.27
24
Wawancara dengan Rizqi Tajuddin, kepala sekolah SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, hari Kamis 30 April 2015
25
Wawancara dengan Qanita, Koordinator guru bidang studi dan guru fonik SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, hari Selasa 16 Juni 2015
26
Wawancara dengan Muhammad Husaini, koordinator guru kelas, hari Minggu 16 Agustus 2015
27
Berdasarkan data penelitian yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya direncanakan pada setiap awal tahun ajaran baru dalam Rapat Kerja Dewan Guru. Kurikulum hanya bersifat tema besar pembelajaran yang kemudian dikembangkan oleh masing-masing guru di lapangan.
2. Implementasi Kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya
SDIT Sahabat Alam Palangka Raya mempunyai satu kegiatan unik yang jarang terdapat pada sekolah-sekolah lain pada saat menyambut anak datang ke sekolah yang disebut morning activity. Hal ini terjadi setiap hari efektif mulai dari jam 06.00 – 07.00 WIB, sudah mulai terlihat sekelompok guru piket dengan kostum yang sesuai dengan sub tema yang ada, seperti tema sampah maka para guru piket tersebut menggunakan kostum ala seorang petugas kebersihan, hal ini dimaksudkan agar anak mengetahui bahwa sub tema hari ini adalah tentang sampah.
Sebelum masuk pada pelajaran inti, SDIT Sahabat Alam Palangka Raya memulai kegiatan dengan pra pembelajaran dengan empat bentuk kegiatan yaitu, kegiatan jurnal28, tahsin29, fonik30 dan shalat dhuha yang dimulai dari jam 07.00–08.15 WIB.31
28
Jurnal: ruang bereksplorasi bagi anak dalam bentuk bercerita melalui tulisan baik itu bercerita tentang dirinya, orang tua ataupun temannya, sehingga anak dapat menumpahkan apa yang dirasakan pada pagi itu.
29
Tahsin : praktek membaca makhraj huruf, belajar mengeja hijaiyah dengan metode Al Bagdadi bagi pemula, memperbaiki bacaan Al-Qur,an hingga hapalan Al-Qur’an pada tingkat lanjutan
30
Fonik : pembelajaran membaca dalam Bahasa Indonesia seperti mengenal bentuk huruf, membaca huruf tunggal, membaca huruf bersambung pada tingkat pemula, dan membaca puisi dengan intonasi yang baik, membaca berita dan lain-lain untuk tingkat lanjutan.
31
Rutinitas kegiatan di atas bebas dipilih oleh anak setiap hari untuk memilih kegiatan mana yang lebih dulu dikerjakan, mereka diberikan batasan waktu untuk menyelesaikan empat kegiatan tersebut sampai jam 08.15WIB. Bagi anak yang telah menyelesaikan empat kegiatan tersebut maka dibebaskan untuk bermain sebelum waktu istirahat atau yang biasa disebutsnack time.32
Berdasarkan hasil observasi penulis, pada kegiatan snack time, anak-anak dipersilahkan memakan makanan ringan yang dibawa dari rumah masing-masing. Selanjutnya, dalam kegiatan snack time ini ada
istilah “piring berbagi”, yang dalam pelaksanaannya guru akan
memberikan sebuah piring yang dijalankan memutari anak dan anak dipersilahkan untuk memasukan makanan pada piring tersebut dalam konteks berbagi dengan sesama.33
Berikut ini penjelasan dari Halimah Nur Amini tentang waktu dimulainya kegiatan pembelajaran di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, yaitu: dimulai dengan kegiatan morning activity seperti kegiatan fonik/membaca, jurnal pagi, sholat dhuha bersama dan tahsin Al-Qur’an
perorangan, kemudian dilanjutkan snack time. Baru setelah itu, masuk ke pembelajaran kelas yang biasa disebut denganblocking time.34
32
Wawancara dengan Muhammad Husaini, koordinator guru kelas, hari Minggu 16 Agustus 2015
33
Hasil observasi hari Kamis 28 Mei 2015. 34
TABEL 5
CONTOHNEWS LATTER35KELAS RENDAH
Jam Senin Selasa Rabu Kamis
06.30-07.00 Penyambutan Penyambutan Penyambutan Penyambutan
07.00-08.15 Penjaskes Kegiatan Pagi Kegiatan Pagi Berenang : PR Berkebun : LK 08.15-08.30 Snack Time Snack Time Snack Time Snack Time 08.30-08.45 Ikrardan Doa Ikrardan Doa Ikrardan Doa Ikrardan Doa 08.45-09.20 Perpustakaan 12.20-12.50 Makan Siang Makan Siang Makan Siang Makan Siang 12.50-13.00 Pulang Pulang Pulang Pulang
Kegiatan inti pembelajaran di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya baru dimulai jam 08.45 – 11.30 WIB tanpa ada jeda istirahat. Berbeda dengan sekolah-sekolah lain yang memulai pelajarannya sejak jam 07.00 WIB, SDIT Sahabat Alam Palangka Raya menyediakan waktu kurang lebih dua jam setengah untuk kegiatan pembelajaran inti dan istirahat pada saat waktu salat zuhur dan makan siang bersama.36
35
News latteradalah info sekolah yang dibagikan kepada anak untuk diserahkan kepada orang tua masing-masing di setiap hari Jum’at. Isi darinews latteradalah jadwal kegiatan-kegiatan belajar anak di sekolah selama lima hari dalam sepekan.
36
Waktu belajar di SDIT Sahabat Alam ini diklasifikasikan dalam dua grade yaitu: kelas rendah dan tinggi yang waktunya belajarnya masing-masing berbeda. Kelas tinggi itu dari kelas 5- 6, pulangnya jam 13:30 atau 14:00WIB karena ada intrakulikuler siang, sedangkan kelas rendah 1- 4 itu pulangnya jam 13:00 WIB karena tidak ada kegiatan intrakulikuler siang.37
Berikut ini kutipan wawancara dengan pihak TU dan guru yang berkaitan dengan waktu belajar SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, sebagai berikut:
Kelas rendah itu kelas 1-4 yang jam belajar dari pukul 07:00-13:00 WIB karena tidak ada kegiatan intrakulikuler siang. Sedangkan kelas tinggi itu kelas 5-6 yang pulangnya bisa jam 13:30 atau 14:00 WIB karena mereka harus mengikuti kegiatan intrakulikuler siang seperti: pramuka,silat Tarung Derajat, dan memanah.38
Hal serupa juga dikatakan oleh Muhammad Husaini, yaitu:
Waktu belajarnya terbagi menjadi kelas rendah dan tinggi yaitu: kelas rendah itu kelas 1-4 yang waktu pulangnya jam 13:00 WIB dan kelas tinggi itu kelas 5-6 yang pulangnya jam 13:30 atau 14:00 WIB karena adaintrakulikulersiang.39
a) Materi Ajar yang Disampaikan
Berdasarakan dokumen tentang buku ajar yang digunakan untuk kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, bahwa tidak ada buku paket yang khusus, tetapi semua buku yang mampu menunjang dan memperkuat materi sudah termasuk buku ajar.
37
Wawancara dengan Qanita, Koordinator guru bidang studi dan guru fonik SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, hari Kamis 28 Mei 2015.
38
Wawancara dengan Rani Fajar, Kepala TU SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, hari Selasa 28 April 2015.
39
Dalam kegiatan pembelajaran, para guru dan anak tidak diwajibkan memiliki buku paket sebagai sumber belajar karena disesuaikan dengan moto sekolah alam ini yaitu: belajar itu bisa didapatkan dari mana saja, sehingga sumber pembelajaran yang dipakai tidak terbatas hanya dari buku saja, namun bisa didapatkan dari sumber-sumber lain yang harus bersifat konkrit.
Berikut ini penjelasan dari Muhammad Husaini tentang tidak ada pemakaian buku-buku pelajaran dari berbagai penerbit karena belajar di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya ini bisa belajar dari referensi mana saja asalkan memiliki keterkaitan dengan tema, yaitu:
Kalau buku-buku paket dari penerbit-penerbit seperti dari Erlangga atau Tiga Serangkai itu kami tidak pakai. Jadi untuk buku pelajaran, guru dipersilahkan mencari sendiri dari sumber mana saja, baik dari buku-buku yang ada diperpustakaan kami atau dari sumber internet asalkan temanya sesuai dengan materi yang akan disampaikan.40
Adapun alasan mengapa tidak adanya buku khusus atau buku paket, menurut Muhammad Husaini, SDIT Sahabat Alam Palangka Raya berpendapat bahwa buku paket hanya akan membebani orang tua anak, sedangkan jangka waktu penggunaannya terkesan tidak berkesinambungan dikarenakan seringnya buku paket yang berubah-ubah dalam tiap tahun pelajaran.41
Menurut Qanita, semua buku adalah buku ajar yang penting sesuai dengan tema yang akan disampaikan pada saat pembelajaran.42 Lebih lanjut Qanita menambahkan bahwa buku ajar yang digunakan dalam implementasi kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya didasarkan pada suatu alasan buku ajar sebaiknya tidak terikat hanya pada satu buku, tetapi semua buku yang dapat menunjang dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat dijadikan buku ajar.43
Dalam pemilihan materi yang akan diajarkan, kepala sekolah SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, Rizqi Tajuddin menegaskan bahwa apa saja yang ada di sekeliling anak dapat dijadikan materi pembelajaran, jadi materi pembelajaran bukan hanya yang bersumber dari buku saja, dan tidak terpaku hanya pada satu buku, tetapi apa dan di mana saja semua dapat dijadikan materi pembelajaran.44
Berdasarkan data dokumentasi, materi pembelajaran yang diajarkan antara lain Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, IPS dan Penjaskes, PKN.45 Materi kegiatan lainnya adalah membaca
Al-Qur’an, eksplorasi diri, berenang, berkebun, pramuka, bela diri tarung
derajat, panahan, outbound, dan kegiatan proyek. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang memuat materi-materi tersebut diatur dalam jadwal kegiatan anak per pekan.46
42
Wawancara dengan Qanita, Koordinator guru bidang studi dan guru fonik SDIT Sahabat Alam Palangka Raya,, hari Kamis 28 Mei 2015.
43Ibid,. 44
Wawancara dengan Rizqi Tajuddin, kepala sekolah SDIT Sahabat Alam Palangka Raya hari Kamis 30 April 2015
45
Dokumentasi Rencana Pembelajaran SDIT Sahabat Alam Palangka Raya tahun 2015 46
Berdasarkan observasi penulis, kegiatan berkebun dan berenang dilaksanakan pada pagi hari. Adapun kegiatan berkebun dilaksanakan di lingkungan sekolah sedangkan kegiatan berenang dilaksanakan di luar sekolah yaitu di kolam renang jalan Kinibalu tepatnya di belakang SDN 4 Palangka Raya. sedangkan mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, IPS dan Penjaskes, PKN dilaksanakan pada kegiatan inti. Kegiatan pra seperti jurnal, tahsin, fonik dan sahalat dhuha, dilaksanakan pada pagi hari. Dan kegiatan intra seperti panahan, bela diri tarung drajat, dan pramuka dilaksanakan di akhir kegiatan belajar mengajar yaitu pada siang hari.47
Selain mata pelajaran yang sudah disebutkan di atas SDIT Sahabat Alam Palangka Raya mempunyai materi pelajaran khusus bagi yaitucamping, parentingdan lain-lain. Agenda kegiatan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL 6
CONTOH KEGIATAN-KEGIATAN DI SDIT SAHABAT ALAM PALANGKA RAYA48
No Nama
Kegiatan
Jenis Kegiatan
1 2 3
1 Camping Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan dan menerapkan tanggungjawab, kepemimpinan dan survival.
47
Hasil observasi di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, tanggal 22, 23, 24 April 2015. 48
1 2 3
2 Market Day
(Hari Pasar)
Kegiatan ini biasanya dilaksanakan bersamaan dengan parenting, siswa-siswa secara bergiliran berjualan di acara market day. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pendidikan kewirausahaan sejak dini. Kegiatan ini berjualan di sekolah alam. Setiap siswa akan terlibat mulai dari perencanaan, promosi hingga penjualan produk mereka. Hal ini membutuhkan kerjasama antara siswa masing-masing kelas. Pada saat market day, orang tua siswa dan masyarakat di undang untuk secara langsung melihat dan membeli dagangan siswa.
3 Parenting Program parenting yang digagas oleh organisasi orang tua. Parentingdihadiri oleh seluruh orang tua siswa murid yang biasanya membahas landasan-landasan pokok dalam pengasuhan siswa.
4 Qurban Siswa diajak ikut serta dalam menyaksikan penyembelihan hewan qurban, memotong, dan menimbang daging qurban, kemudian membagikannya kepada masyarakat di sekolah.
5 Pembagian
Zakat Fitrah
Kegiatan pembagian zakat fitrah di lakukan pada Hari Raya Idul Fitri.
6 Tahsindan Tahfidz
Al-Qur’an
Kegiatan ini untuk memahamkan konsep Al-Qur’an
pada siswa dengan cara dibaca dan dihafalkan.
7 Outbound Salah satu kegiatan outdoor di sekolah alam yang rutin diberikan untuk semua siswa. Outbound bertujuan untuk pembentukan sikap kepemimpinan siswa (kepercayaan diri, kerja sesama tim, dan lain-lain).
8 Kebun dan Ternak
Kegiatan kebun dan ternak dilakukan oleh semua siswa yang ditentukan sesuai dengan kelas siswa. Selain belajar mencintai lingkungan, kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai media pembelajaran untuk materi pelajaran lain secara terpadu.
9 Outing Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk
1 2 3
10 Muhadhoroh danAudiensi
Muhadhoroh merupakan pertemuan mingguan siswa yang bertujuan menjalin keakraban antar siswa. Di dalam kegiatan muhadhoroh terdapat audiensi siswa, yaitu satu pertunjukkan dari setiap kelas seperti drama, puisi dan melatih apresiasi siswa terhadap hasil karya temannya.
11 Ramadhan
Campdan
I’tikaf
Ramadhan camp merupakan kegiatan yang bernuansa Ramadhan. Salah satu bentuk kegiatannya adalah buka puasa bersama. Siswa mulai kelas tiga melanjutkan acara berbuka puasa dengan menginap di sekolah, mereka bersama-sama
melakukan sholat tarawih, tilawah Qur’an, kajian Islam, qiyamul lail dan sahur. Pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, siswa mulai kelas empat
dikenalkan dengan kegiatan I’tikaf.
12 OTFA (Out Tracking Fun
Adventure)
Kegiatan ini merupakan evaluasi akhir dari keseluruhan kegiatan outbound bagi siswa SD. OTFA bisanya dilakukan diluar sekolah selama dua hari di akhir tahun ajaran. Bentuk kegiatannya berupacamping,outbound, dantracking.
13 Renang Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa secara bergiliran tiap kelasnya
Program pembelajaran yang telah dijalankan SDIT Sahabat Alam memadukan antara pembelajaran konkrit dan materi keagamaan. Pembelajaran konkrit seperti: kegiatan outdoor dalam satu semester yaitu camping,outing. Sedangkan materi keagamaan seperti:tahfidzdan tahsin
Al-Qur’an, sholat dhuha. Konsep program pembelajaran sekolah tersebut
didapatkan kepala sekolah dari konsultan sekolah alam di Jakarta, Bandung dan Bogor. Menurut Rizqi Tajuddin pendidikan pada anak usia sekolah dasar haruswareterhadap lingkungan, dirinya, dan Tuhan-Nya.49
49
Berikut ini program kerja yang telah dijalankan SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, sebagai berikut:50
TABEL 7
PROGRAM PEMBELAJARAN SDIT SAHABAT ALAM PALANGKA RAYA
No Nama Program Mekanisme Pelaksanaan
1 Konsep umum 1. Metode belajar dengan melibatkan aktif anak didik dan memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi, memecahkan masalah, bereksperimen dan berkreasi secara individual maupun kelompok.
2. Pendekatan tematik yaitu: dengan sistem pembelajaran yang menghubungkan satu pelajaran dengan pelajaran lain dengan menggunakan tema-tema yang dekat dengan kehidupan anak.
3. Sistem sekolah sangat terbuka untuk berbagai metode dengan tujuan kemajuan anak didik yang tetap dalam kerangka Islam.
2 Konsep khusus 1. TahfidzdantahsinAl-Qur’an.
2. Spesial day dengan konsep every day is a charecter building day. Setiap hari guru berusaha menanamkan karakter dasar pada anak dengan memanfaatkan momentum sehari-hari.
3. Morning activity yaitu kegiatan transisi pada pada pagi hari sebelum masuk kelas berupa: jurnal, fonik, tahsin, dan sholat dhuha.
4. Bercocok tanam dan pendidikan lingkungan untuk memberikan penyadaran pemanfaatan alam dan lingkungan yang ramah, sehingga timbul kecintaan kepada alam.
5. Outbound untuk menanamkan karakter kepemimpinan sejak dini.
3 Sekolah inklusi SDIT Sahabat Alam menerima siswa dengan kebutuhan khusus/ABK untuk memberikan kesempatan kepada setiap anak ABK untuk mendapatkan pendidikan.
4 Bahasa pengantar Bahasa pengantar ketika pembelajaran berlangsung adalah bahasa Indonesia.
5 Sekolah unggul Dalam penerimaan siswa baru tidak ada tes seleksi yang bersifat kognitif seperti: membaca, menulis, dan berhitung untuk menentukan seorang siswa diterima atau ditolak masuk sekolah alam ini.
Untuk bahan pelajaran, Muhammad Husaini menjelaskan bahwa SDIT Sahabat Alam menggunakan bahan-bahan pembelajaran yang tidak mesti mendahulukan apa yang ada di alam sekitar, tetapi yang didahulukan bahan-bahan yang nyata, sebagaimana yang ia ungkapkan dalam wawancara berikut:
Bahan-bahan pembelajaran itu dipilih bukan berdasarkan apa yang ada di alam sekitar saja, tetapi dalam pemilihan bahan pembelajaran itu harus mengutamakan benda konkritnya dulu, kalau benda konkritnya ada di alam sekitar, maka akan dipakai dan kalau tidak ada, akan dicari walaupun tidak dari alam sekitar, sehingga pemahaman anak terhadap materi yang diajarkan guru itu kuat melekatnya dan lama diingatnya karena nyata bendanya.51
Berdasarkan data yang didapat penulis di atas diketahui bahwa SDIT Sahabat Alam Palangka Raya mempunyai beberapa kegiatan pembelajaran yaitu: (1) Morning Activity: kegiatan yang dilaksanakan pada pagi hari seperti: jurnal, tahsin, fonik, dan shalat dhuha. (2)
51
Bloking Time: kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas, seperti: Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Penjaskes. (3) Intra Kurikuler: kegiatan yang dilaksanakan setelah Bloking Time selesai bagi kelas atas, yaitu: panahan. Pramuka dan silat tarung derajat. Dan (4) kegiatan khusus yaitu: Camping, Market Day (Hari Pasar), parenting, qurban, pembagian Zakat Fitrah, Tahsin dan Tahfidz
Al-Qur’an, outbound, kebun dan ternak, Outing, Muhadadharah dan Audiensi, Ramadhan Camp dan I’tikaf, OTFA (Out Tarcking Fun
Adventure),Renang.
b) Tempat Kegiatan Pembelajaran di SDIT Sahabat Alam Palangka
Raya
Sejak jam 07.00 pagi sampai dengan jam 14.00 siang, tempat-tempat kegiatan pembelajaran di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya ramai oleh suara para guru dan peserta didik yang terlibat dalam proses belajar mengajar.
dan menyatu dengan alam, sehingga udara segar dari alam bebas masih dapat dikonsumsi peserta didik.52
SDIT Sahabat Alam Palangka Raya melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya di ruang kelas berbentuk saung terbuka dengan arsitektur sederhana dan terasa nuansa alaminya. Bentuk saung yang terbuka memungkinkan sirkulasi udara tetap optimal dan peserta didik dapat tetap berinteraksi dengan alam selama proses pembelajaran karena siswa masih dapat mendengarkan suara-suara alam seperti suara kicauan burung sehingga nuansa alami tetap dapat dirasakan.53
Mushalla juga menjadi satu bagian dari tempat pembelajaran di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya. Mushalla dijadikan tempat pembelajar ketika materi tentang praktek shalat54
Selain pasah-pasah dan mushalla yang menjadi tempat belajar utama, di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya juga menggunakan lahan yang kosong untuk tempat kegiatan belajar mengajar, terutama pada saat pembelajaran berkebun.55
Perpustakaan SDIT Sahabat Alam Palangka Raya pun juga menjadi salah satu tempat belajar mengajar. Anak terlihat asik belajar dengan membawa lembar kerja dari guru, dan mencari informasi yang diminta guru melalui buku-buku yang ada di perpustakaan.56
52Ibid,. 53
Ibid,.
54Ibid,. 55Ibid,. 56
Halaman sekolah juga tidak luput dari perhatian penulis, di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, halaman sekolah juga sekaligus sebagai lapangan olah raga ketika pelajaran Penjaskes. Nampak di halam sekolah terpasang tiang basket, dan di tengah-tengah antara pasah-pasah terlihat sebuah lahan yang lumayan luas untuk arena outbound.57Berdasarkan hasil observasi penulis, di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya terdapat dua ruang kelas khusus yang digunakan untuk ruang terapi ABK (Anak Berkebutuhan Khusus)58
Berdasarkan hasil wawancara dengan Qanita, bahwa bukan hanya tempat-tempat yang sudah disebutkan di atas saja yang menjadi tempat kegiatan belajar mengajar di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, tetapi kolam renang, arena panahan serta kadang-kadang kegiatan belajar mengajar harus keluar dari lingkungan SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, misalnya seperti pada kegiatan outing yang dilaksanakan di sebuah pabrik tahu pada hari Kamis tanggal 22 Januari 2015. Maka anak diajak ke pabrik tahu agar mengetahui proses pembuatan tahu ketika mata pelajaran IPA dengan materi perubahan benda padat karena perlakuan tertentu.59
Sarana pendukung yang hemat sumber daya, peneliti lihat dari tidak ada pemakaian seragam sekolah kecuali rompi dan seragam olahraga dan pemakaian alat tulis kantor yang memanfaatkan barang
57
Hasil observasi di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya , tanggal 22, 23, 24 April 2015. 58Ibid,.
59
bekas seperti: memakai kertas bekas untuk memprint info sekolah/news latter dan lain-lain. Fasilitas yang dipakai harus berdampak baik bagi lingkungan seperti: keadaan saung tanpa AC, pelayanan makanan sehat seperti: menerapkan makan sehat/tidak diperbolehkan makanfast fooddansoft drinkpada jamsnack time, dan melakukan pengolahan terhadap sampah berdaya guna untuk kemudian dimanfaatkan kembali menjadi suatu karya yang kemudian dapat dijual pada kegiatanmarket day.60
c) Metode dan Media Pembelajaran
Berdasarkan hasil observasi penulis, terlihat ketika kegiatan pra pembelajaran yang disebut Morning Aktivity berlangsung, anak datang ke tempat belajar yang mereka pilih terlebih dulu untuk diselesaikan dengan tertib. Pada kegiatan pra pembelajaran ini, penulis melihat tidak adanya keterpaksaan dalam raut wajah anak. Mereka melaksanakan kegiatan dengan hati senang, penuh tanggung jawab dan disiplin, hal ini terlihat dari kedisiplinan dan kesadaran yang tinggi untuk mengikuti dan menyelesaikan kegiatan demi kegiatan, walaupun tidak ada kartu atau tanda bahwa anak sudah menyelesaikan satu demi satu kegiatan tersebut, tetapi dengan kesadaran penuh anak melaksanakan kegiatan dengan tanggung jawab.61
60
Hasil Observasi Peneliti di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya tanggal 22,23,24 April 2015
61
Perilaku tersebut menurut Muhammad Husaini tidaklah semudah membalik telapak tangan langsung mendapatkan hasil, juga perlu proses yang panjang dan kesabaran yang tinggi, apalagi ketika tahun pertama dibukanya SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, guru benar-benar harus bisa dijadikan contoh bagi anak dalam segala perilakunya, sampai pada tahun-tahun berikutnya hasilpun mulai terlihat, aturan dan kedisplinan itu mudah diterapkan dari pada tahun pertama, karena anak sudah mulai melihat kebiasaan anak-anak pada kelas yang lebih tinggi.62
Pada kegiatan jurnal, penulis mengamati bahwa untuk anak yang belum mampu membaca dan menulis, guru berusaha membuat anak dapat bercerita secara lisan baik tentang dirinya, orang tuanya atau teman-teman dan kejadian lainnya yang bersentuhan dengan diri anak tersebut. Sedangkan anak yang sudah mulai bisa membaca dan menulis, guru berusaha membimbing mereka bercerita/bereksplorasi melalui tulisan.63
Kegiatan tahsin terbagi dalam beberapa kelompok, kelompok pemula guru mengajarkan anak dengan metode Al-Bagdadi, mengenalkan huruf hijaiyah satu persatu dengan menyebutkan nama hurufnya melalui kartu-kartu yang sudah dibuat oleh guru sebagai media. Kelompok selanjutnya guru sudah mulai mengajarkan anak
62
Wawancara dengan Muhammad Husaini, koordinator guru kelas dan guru kelas, hari Minggu 16 Agustus 2015.
63
dengan metode iqra, yaitu menyebut huruf dengan tanda harakatnya. Dan kelompok yang lain guru sudah mulai membimbing bacaan
Al-Qur’an anak mulai dari mahkarijul huruf, tanda baca wakaf, panjang
pendek bacaan dan lain-lain. Sampai pada kelompok tahfiz, guru membimbing hafalan anak, dan anak yang sudah berhasil menyelesaikan hafalannya akan menuliskan nama surah demi surah yang telah dihapal pada secarik kertas yang ditempel pada papan yang tersedia di kelas masing-masing.64
Adapun pada kegiatan ponik anak-anak dibagi ke dalam kelompok berdasarkan pengetahuan anak. Bagi anak pemula guru membimbing dengan mengenalkan warna dan membuat media kartu huruf dengan warna-warna berbeda. Pada kelompok selanjutnya bimbingan yang diberikan guru adalah membaca dengan menggabungkan huruf konsonan dengan huruf vokal dan bagi anak yang sudah bisa membaca lancar maka guru berusaha membimbing dengan memberikan buku-buku cerita atau lembaran puisi dan mengajarkan anak bagaimana membaca dengan baik dan menggunakan intonasi yang tepat.65
Pada kegiatan shalat dhuha, guru menggunakan metode latihan dengan membimbing anak mulai dari bacaan hingga gerakan shalat, kegiatan ini dilaksanakan di mushalla. Dan bagi anak yang sudah bisa
dan terbiasa melaksanakan shalat dhuha, maka anak mengerjakan kegiatan tersebut sendiri tanpa bimbingan guru.66
Kegiatan dengan mata pembelajaran inti di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya dilaksanakan setelah kegiatan pra pembelajaran selesai. Adapun mata pelajaran yang diajarkan adalah matematika, bahasa Indonesia, IPA, IPS, PKN, dan penjaskes.
Pada waktu mata pelajaran Bahasa Indonesia pada kelas atas dengan materi menulis cerita dan kemampuan menyimak. Penulis mengamati kegiatan guru mengajar dengan metode Drili, guru meminta anak membuat cerita tentang kejadian yang pernah terjadi ketika di perjalanan berangkat ke sekolah dan pulang dari sekolah pada selembar kertas, kemudian anak-anak diminta berpasang-pasangan dan saling menceritakan isi cerita yang ditulisnya kepada temannya. Selanjutnya dua peserta yang berpasangan maju ke depan, yang satu menceritakan isi cerita temannya dan yang satu menceritakan isi cerita temannya yang lain.67
Untuk mata pelajaran IPS dan PKN dengan materi kota Palangka Raya, penulis mengamati bahwa dua mata pelajaran tersebut disajikan dalam satu kali pertemuan. Guru membawa peta kota Palangka Raya ke dalam kelas, dengan metode penugasan dan diskusi guru meminta anak bergantian per-tiga orang untuk mengamati peta. Kemudian anak sambil melihat peta kembali, menuliskan jalan-jalan 66Ibid,.
67
utama yang ada di kota Palangka Raya. Dan kemudian bersama-sama membuat cerita singkat tentang kota Palangka Raya.68
Ketika dikonfirmasi dengan Rizqi Tajuddin selaku kepala sekolah SDIT Sahabat Alam Palangka Raya alasan menggabungkan dua mata pelajaran yang berbeda di atas, maka ia menyatakan bahwa yang ditekankan bukan mata pelajarannya tetapi materi yang akan diajarkan harus sesuai dengan kondisi anak, Rizqi Tajuddin juga menjelaskan bahwa tidak perlu anak di minta untuk menghapal nama-nama Presiden di Indonesia, tetapi anak cukup dikenalkan bahwa Indonesia dipimpin oleh seorang Prersiden, alasannya karena yang menjadi Presiden bisa saja berganti-ganti sehingga hal tersebut tidaklah menjadi suatu prinsip dalam penyampaian materi.69
Berdasarkan observasi penulis ketika mata pelajaran Matematika dengan materi perkalian, dengan metode drill dan tanya jawab, guru membuat cerita perkalian dengan menggunakan benda-benda di kelas dan anak, kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru yaitu dengan meminta 5 orang anak berdiri di depan kelas, dan menyampaikan bahwa setiap anak memiliki 2 tangan, dan meminta anak-anak untuk menghitung jumlah tangan semua anak di depan kelas.70
68Ibid,. 69
Hasil wawancara dengan Rizqi Tajuddin, kepala sekolah SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, hari kamis 30 April 2015.
70
Qanita menjelaskan bahwa pendekatan, metode dan media yang digunakan oleh guru di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya memang benar sangat mudah dilaksanakan tanpa harus memberikan penjelasan dengan angka-angka yang terkadang malah membuat anak semakin bingung, karena terkadang anak lebih suka dengan contoh yang kongkrit sehingga mudah untuk mengingat dan memahami tentang segala hal yang ditemukannya.
Ketika mata pelajaran IPA dengan materi sumber cahaya utama matahari. Dengan pengamatan langsung guru mengajak anak ke lapangan sekolah, anak diminta membuat lingkaran untuk tempat berpijak. Anak masing-masing diberi lembar pengamatan dan pada lembar pengamatan anak diminta untuk mengambar keadaan pada saat mereka berdiri di awal, kemudian melihat dan menggambar setiap satu jam hingga jam pelajaran selesai. Sementara menunggu itu, guru menjelaskan tentang posisi matahari terbit dan terbenam dan anak dibuat berkelompok untuk mendiskusikan apa saja kegunaan matahari bagi kehidupan, mendiskusikan bersama betapa kuasanya Allah menciptakan matahari yang manfaatnya sangat banyak untuk kehidupan manusia.71
Berdasarkan hasil observasi pada kegiatan proyek dengan mata pelajaran IPA dan materi energi panas, guru menunjukan cara memasak telor dan mengarahkan anak untuk setiap orang memasak
71
telor. Kemudian mendiskusikan tentang fungsi energi panas, sambil anak menikmati telor yang mereka masak bersama-sama pada kegiatan tersebut.72
Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan guru ketika proses belajar mengajar berlangsung sesuai dengan data dokumentasi yang penulis temukan di dalam rencana pembelajaran yang guru buat.73
SDIT Sahabat Alam Palangka Raya menggunakan pendekatan contextual learning(pembelajaran kontektual) ini menurut Muhammad Husaini selain mudah dan murah, juga merupakan suatu pendekatan yang sangat cocok untuk anak tingkat dasar, karena guru dapat menyampaikan materi tanpa harus memberikan suatu gambaran atau bayangan yang tidak atau belum pernah dilihat oleh anak. Dengan pendekatan ini anak akan lebih mudah mencerna dan mengingat hal-hal yang langsung dilihat dan dialaminya.74
Dan pada mata pelajaran penjaskes mengajak anak berkumpul di lapangan dan membentuk barisan, guru meminta anak untuk melangkah ke depan, ke belakang, ke kanan dan ke kiri serta membuat gerakan bervariasi dengan gerakan-gerakan yang sudah dicontohkan oleh guru.75
72
Hasil observasi penulis pada kegiatan proyek di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya pada hari Jumat 08 Mei 2015.
73
Dokumentasi SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, rencana pembelajaran tahun 2015. 74
Wawancara dengan Muhammad Husaini, koordinator guru kelas dan guru kelas, hari Minggu 16 Agustus 2015.
75
Berdasarkan gambaran data di atas diketahui bahwa SDIT Sahabat Alam Palangka Raya menggunakan metode pembelajaran yang sangat bervariasi dalam kegiatan pembelajarannya, seperti: metode ceramah, tanya jawab, diskusi, pengamatan langsung, menghafal, latihan, praktek, proyek dan lain-lain. Media yang dipakai dalam menyampaikan pembelajaran juga sangat banyak, seperti gambar, peta, balok-balok bentuk bangun, dan apa saja yang ada di sekeliling yang bisa mendukung pembelajaran dapat dijadikan media bagi guru SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, dan lebih menekankan pada pendekatancontextual learning(pembelajaran kontekstual). d) Evaluasi Pembelajaran
Dari hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah dapat diketahui tentang perbedaan sistem penilaian di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya dengan sekolah konvensional. Perbedaan tersebut
terletak pada prinsip bahwa “Semua anak akan naik kelas tanpa ada
yang tinggal kelas,” karena hakikatnya setiap anak memiliki
kecerdasan dan kemampuan yang sudah pasti berbeda-beda khususnya pada anak ABK yang cara penilaiannya akan disesuaikan dengan pencapaian anak terhadap materi belajarnya di setiap semesternya.76
Berdasarkan hasil wawancara dengan Muhammad Husaini, bahwa SDIT Sahabat Alam Palangka Raya dalam mengadakan evaluasi tidak menentukan standar keberhasilan anak. Karena bagi
76
SDIT Sahabat Alam Palangka Raya tidak ada anak yang gagal, hanya saja cara anak menangkap pelajaran berbeda-beda, dan penguasaan terhadap mata pelajaran pun bervariasi. Sistem penilaian SDIT Sahabat Alam Palangka Raya didasarkan pada individu masing-masing melalui pengamatan dalam setiap mata pelajaran dan permateri yang disampaikan.77
Senada dengan Muhammad Husaini, Qanita menambahkan bahwa tidak ada anak yang bodoh, tetapi yang ada hanya lambat dan cepatnya anak menerima apa yang disampaikan oleh guru dan juga karena dipengaruhi beberapa faktor, seperti suasana hati anak ketika menerima pelajaran, minat dan kemauan anak yang berbeda-beda juga sangat mempengaruhi anak dalam menyerap materi pelajaran, karena boleh jadi ada anak yang suka dengan mata pelajaran sains maka anak tersebut akan pokus dalam memperhatikan ketika guru memberikan materi tersebut, tetapi bagi anak yang suka dengan mata pelajaran matematika maka anak akan merasa jenuh dan sekedarnya saja dengan mata pelajaran sains, begitu pula sebaliknya, maka hal inilah menurut Qanita yang menjadikan dasar bagi SDIT Sahabat Alam Palangka Raya tidak memuat kriteria kelulusan minimal dalam setiap mata pelajaran.78
77
Wawancara dengan Muhammad Husaini, koordinator guru kelas dan guru kelas, hari Minggu 16 Agustus 2015.
78
Rizqi Tajuddin menambahkan bahwa selain evaluasi dengan cara pengamatan dalam setiap tindak kegiatan pembelajaran, di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya juga menggunakan evaluasi normatif, tetapi menurut Rizqi Tajuddin kegiatan evaluasi semacam ini hanyalah formalitas belaka, karena guru sudah mempunyai nilai terhadap masing-masing anak.79
Hal di atas sesuai dengan data dokumentasi pada kegiatan evaluasi yang tercantum dalam rencana pembelajaran yang dibuat oleh guru. Evaluasi terhadap anak dinilai perindividu melalui pengamatan guru.80
Berdasarkan data di atas diketahui bahwa SDIT Sahabat Alam Palangka Raya dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran sangat berbeda dengan sekolah-sekolah lain pada umumnya. SDIT Sahabat Alam Palangka Raya lebih menekankan penilaian per individu tanpa memberikan batasan-batasan angka dalam menilai keberhasilan. Penilaian hanya bersifat deskriptif. Proses penilaian berorientasi pada bakat dan potensi masing-masing anak dengan tidak memberikan nilai secara komprehensif. SDIT Sahabat Alam Palangka Raya juga tidak menggunakan kriteria kelulusan, tetapi menilai anak dengan melihat kelebihan dari masing-masing individu.
79
Wawancara dengan Rizqi Tajuddin, kepala sekolah SDIT Sahabat Alam Palangka Raya hari kamis 30 April 2015.
80
3. Evaluasi Kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya
Evaluasi kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya dilakukan untuk mengetahui perkembangan keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan. Menurut Muhammad Husaini, selama ini ia memantau guru-guru kelas dalam kesulitan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan mengadakan konsultasi kapan dan di mana saja bertemu. Berikut hasil wawancara dengan Muhammad Husaini:
Kami biasanya mengadakan evaluasi dan perbaikan, tetapi tidak harus di forum resmi, kadang-kadang di depan kantor sambil duduk-duduk istirahat bisa saja salingsharinguntuk mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.81
Berdasarkan hasil wawancara dengan Qanita, bahwa evaluasi diadakan secara berkala setiap satu minggu sekali. Adapun materi yang dibahas dalam rapat tersebut antara lain laporan perkembangan pelaksanaan pendidikan baik dalam kegiatan blocking time, kegiatan inti dan intra sekolah.82
Menurut wawancara dari pihak sekolah evaluasi kurikulum bukan hanya menjadi bagian bahan ajar saja yang perlu ditinjau ulang oleh pihak sekolah, tetapi dalam mekanisme perekrutan guru di SDIT Sahabat Alam juga melalui beberapa tahapan untuk mendapat hasil yang lebih baik. Beberapa tahapan yang harus dilewati yaitu: magang selama tiga bulan melalui kegiatan observasi untuk memperdalam mekanisme pengajaran
81
Wawancara dengan Muhammad Husaini, koordinator guru kelas dan guru kelas SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, hari Minggu 16 Agustus 2015.
82
blocking time, tes praktek mengajar dengan didampingi guru senior, kemudian putusan terakhir akan dirapatkan kepala sekolah dengan para koordinator sekolah.
Rani Fajar menjelaskan tentang mekanisme perekrutan tenaga pengajar SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, berikut isi wawancara dengan Rani Pajar:
…memasukan surat lamaran, lalu magang selama tiga bulan untuk observasi dengan melihat bagaimana cara mereka menanggani siswa dan cara menerangkan suatu materi, selanjutnya akan ada tes praktek mengajar dengan didampingi oleh guru yang telah berpengalaman, kemudian mengadakan rapat antara kepsek, guru senior, dan koordinator TU untuk memutuskan apa calon guru
dapat diterima atau tidak.”83
Pengangkatan dari guru honorer menjadi guru tetap baru dapat dilakukan setelah satu tahun guru honorer tersebut mengajar di sekolah alam ini dengan evaluasi yang intens oleh kepala sekolah untuk mengetahui kinerja dan komitmen mengajarnya.84
Selain kegiatan magang tiga bulan, para guru di SDIT Sahabat Alam juga dibekali dengan pelatihan-pelatihan dari sekolah dengan mendatangkan langsung seorang konsultan yang ahli di bidang sekolah alam yang bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan, wawasan, metode, dan keterampilan tentang kurikulum sekolah alam, pelaksanaan pembelajaran blocking time dan tematik, cara mengembangkan multiple intelligence siswa sesuai tahapannya, cara mengevaluasi hasil
83
Wawancara dengan Rani Fajar, Bendahara dan Koordinator TU SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, hari Selasa 28 April 2015.
84
pembelajaran, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pengelolaan sekolah alam.85Berikut ini kutipan wawancaranya:
Guru-guru kami dibekali dengan pelatihan-pelatihan yang pematerinya kami ambil dari luar Kalimantan yaitu Ibu Eri dan Ibu Ina, mereka berdua adalah konsultan dalam bidang sekolah alam, biasanya pelatihan seperti ini dilaksanakan sekolah kami secara ekslusif yaitu dalam satu tahun bisa dilaksanakan tiga sampai empat kali pelatihan.86
Hal senada juga disampaikan Muhammad Husaini. Berikut kutipan hasil wawancaranya:
Setiap tahun SDIT Sahabat Alam membekali guru-guru dengan pelatihan, pematerinya disampaikan langsung oleh konsultan dalam bidang sekolah alam, bahkan demi meningkatkan SDMnya, SDIT Sahabat Alam Palangka Raya memberikan bantuan biaya pendidikan bagi guru untuk mengembangkan diri dengan melanjutkan studinya, yang kebetulan pada tahun 2015 ini adalah kesempatan Halimah Nur Amini untuk melanjutkan pendidikankannya ke jenjang S-2, dan akan bergantian dengan guru-guru yang lain nantinya.87
Kembali Muhammad Husaini menambahkan bahwa pelaksanaan evaluasi kurikulum SDIT Sahabat Alam Palangka Raya dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Tahap pertama dilaksanakan pada saat rapat kerja guru pada awal tahun pelajaran, materi pembahasan dalam rapat kerja tersebut adalah menentukan tema besar, menentukan kostum yang akan dipakai ketika penyambutan anak di awal masuk sekolah dengan mempertimbangkan keberhasilan pada tahun yang telah lalu. Tahap kedua dilaksanakan rapat pekan yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali, 85
Wawancara dengan Qanita, Koordinator guru bidang studi dan guru fonik SDIT Sahabat Alam Palangka Raya, hari Kamis 28 Mei 2015
86
Wawancara dengan Muhammad Husaini, Koordinator Guru Kelas dan Guru Kelas, hari Minggu 16 agustus 2015.
87
materi pembahasan dalam rapat pekan ini adalah laporan dari setiap guru yang mengajar terhadap kesulitan yang dihadapi di dalam kelas, tentang materi yang disampaikan dengan kesesuaian metode dan media, dan lain-lain.88
Berdasarkan data di atas, bahwa evaluasi kurikulum secara menyeluruh dilaksanakan di akhir semester atau menjelang dimulainya kegiatan belajar pada tahun ajaran baru. Selain itu, juga dilaksanakan evaluasi mingguan terhadap kegiatan yang dilaksanakan serta evaluasi non formal yang dapat dilakukan kapan dan di mana saja oleh sesama guru di SDIT Sahabat Alam Palangka Raya.