KOMISI KEBENARAN DAN REKONSILIASI DI IND
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Pembentukannya juga merupakan amanat Pasal 47 ayat (2) Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Selain amanat tersebut, pembentukan Komisi
Selain dengan Kementerian dan Lembaga negara terkait, KKR Aceh juga melakukan pertemuan dengan Komisi III DPR RI untuk menyampaikan paparan berkenaan
Dengan demikian mandatnya komisi setidaknya memiliki tiga unsure (1) mengungkapan struktur dan pola pelanggaran ham berat yang telah dilakukan oleh regim
Meskipun begitu, untuk tetap memastikan berlangsungnya penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM di masa lalu, khususnya proses pengungkapan kebenaran dan rekonsiliasi,
Ø Komisi berkesimpulan bahwa pejabat senior militer Indonesia, polisi dan pemerintahan sipil terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan program pelanggaran hak
Pendekatan ilmiah pertumpu pada dua anggapan dasar, yaitu : pertama, bahwa kebenaran dapat diperoleh dari pengamatan dan kedua, bahwa gejala itu timbul sesuai dengan
Sebagaimana telah diungkapkan, UUPA mengamanatkan pembentukan KKR Aceh dalam Pasal 229: (1) Untuk men-cari kebenaran dan rekonsiliasi, dengan UU ini dibentuk KKR
Pertama, kita akan mengemukakan pentingnya Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, yang jelas melihat 5 faktor yaitu: (1) perjanjian damai sebagai pintu utama masuknya keadilan; (2)