• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELATIHAN PEMBUATAN TELUR PINDANG ANEKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PELATIHAN PEMBUATAN TELUR PINDANG ANEKA"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

iii DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Sejarah Periode Pemerintahan Gampong Kayee Adang ... 5 Tabel 2.2. Luas Wilayah Gampong Kayee Adang Berdasarkan Pemanfaatan

(7)

iv DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 4.1. Penjelasan Metode Pembuatan Produk ... 11

Gambar 4.2. Pembuatan Produk Telur Pindang ... 11

Gambar 4.3. Telur Ayam Ras Pindang ... 11

Gambar 4.4. Telur ayam kampung pindang ... 11

Gambar 4.5. Perekahan Kulit Telur ... 12

Gambar 4.6. Photo Setelah Pembuatan ... 12

Gambar 4.7. Telur ayam ras dan kampong pindang siap dikonsumsi ... 12

Gambar 4.8. Pembuatan Sirup Coco Pandan ... 13

Gambar 4.9. Pengemasan Sirup Coco Pandan ... 13

Gambar 4.10. Sirup Yang Sudah Dikemas ... 13

Gambar 4.11. Masyarakat Mencicipi Sirup ... 13

(8)

v RINGKASAN

Telur adalah salah satu sumber hewani yang memiliki rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi. Salah satu pengolahan yang dapat memperpanjang umur simpan adalah dengan pengawetan. Pindang telur merupakan salah satu cara pengawetan telur. Pindang telur rasanya juga asin, namun tidak seasin telur asin. tim pengabdian melakukan survei, ternyata di Desa Kayee Adang, Kecamatan Sukamakmur Aceh Besar ada beberapa masyarakat mempunyai peternakan ayam ras dan hampir setiap masyarakat memiliki ternak ayam kampung dan bebek. Akhirnya tim pengabdian masyarakat berinisiatif untuk melakukan pengabdian bagi masyarakat di Desa Kayee Adang berupa pelatihan pengolahan produk telur pindang. Selama ini masyarakat hanya melakukan penjualan telur ayam mentah dan menkonsumsinya dalam bentuk telur rebus dan goreng saja. Selain peternakan telur, ketika survei kami juga menemukan banyak kebun yang ditanami pohon kelapa, dan akhirnya tim memutuskan untuk memberikan pelatihan pengolahan dari air kelapa menjadi sirup coco pandan. Selama ini masyarakat desa Kayee Adang hanya menjual kelapa saja untuk diambil daging kelapanya dan air kelapa menjadi limbah yang tidak terpakai. Oleh karena itu sangat perlu dilakukan pengabdian bagi masyarakat berupa pelatihan pengolahan produk di Desa Kayee Adang yang bahan bakunya sangat pontensial yaitu telur dan air kelapa. Tim pengabdian mengajak masyarakat untuk mengolah produk tersebut, dimulai dengan pengolahan produk telur pindang yaitu telur ayam ras pindang dan telur kampong pindang. Masyarakat sangat antusias terhadap pengolahan telur pindang ini karena selama ini belum memdapatkan pelatihan pengolahan telur pindang. Kemudian dilanjutkan pengolahan produk kedua yaitu sirup coco pandan. Tim pengabdian berusaha menjelaskan bahwa selama ini bahan baku seperti air kelapa yang hanya menjadi limbah dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya untuk dijadikan produk yang lebih bernilai yaitu sirup coco pandan.

(9)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Telur adalah salah satu sumber hewani yang memiliki rasa yang lezat, mudah

dicerna, dan bergizi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Umumnya

telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan lebih dari 2 minggu di ruang

terbuka. bahan pangan dengan tujuan memperpanjang masa simpan harus dilakukan

dengan hati-hati, karena hasil olahan tersebut harus bebas kuman, bakteri atau jamur.

Selain itu harus diusahakan agar nilai gizi yang terkandung dalam bahan pangan

tersebut tidak banyak berkurang karena proses pengolahan (Winarno dan

Koswara,2002).

Salah satu pengolahan yang dapat memperpanjang umur simpan adalah

dengan pengawetan. Pindang telur merupakan salah satu cara pengawetan telur.

Pindang telur rasanya juga asin, namun tidak seasin telur asin. Proses pembuatannya

juga merupakan salah satu bentuk penggaraman tetapi sedikit modifikasi, yaitu

dengan adanya proses pemanasan selama penggaraman dan penambahan bahan

penyamak nabati.

Pemindangan merupakan salah satu cara membuat telur rebus lebih awet dari

pada perebusan dengan air biasa. Telur pindang dibuat dengan cara perebusan telur

dalam larutan ekstrak daun jambu biji, jambu batu, atau sabut kelapa dan garam. Telur

pindang merupakan produk olahan tradisional yang menggunakan bahan penyamak

protein yang akan terdenaturasi jika kontak dengan bahan yang mengandung tanin

antara lain kulit bawang merah, daun jambu biji, air teh. Dengan tambahan bahan ini

akan memperoleh warna telur kecoklatan dan cita rasa yang khas (Koswara,2009).

Gampong Kayee Adang berada di salah satu wilayah daerah kecamatan Suka

(10)

2 yaitu Bapak Subki, dengan luas wilayah perkampungan ± 350 Ha yang meliputi area

pemukiman penduduk, persawahan, dan tanah kebun masyarakat. Masyarakat

Gampong Kayee Adang memiliki sektor usaha ekonomi, misalnya warung kopi, usaha

peternakan, jualan keliling, usaha menjahit, usaha kue kering dan basah, pertukangan,

lahan pertanian (sawah dan kebun) dengan luas 15 Ha, dan lain sebagainya. Gampong

Kayee Adang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani,usaha

peternakan, buruh, dan pertukangan dengan pendapatan rata-rata perbulan Rp. 800.000

sampai dengan Rp. 2.000.000,-.

Setelah tim pengabdian melakukan survei, ternyata di Desa Kayee Adang,

Kecamatan Sukamakmur Aceh Besar ada beberapa masyarakat mempunyai peternakan

ayam ras dan hampir setiap masyarakat memiliki ternak ayam kampung dan bebek.

Akhirnya tim pengabdian masyarakat berinisiatif untuk melakukan pengabdian bagi

masyarakat di Desa Kayee Adang berupa pelatihan pengolahan produk telur pindang.

Selama ini masyarakat hanya melakukan penjualan telur ayam mentah dan

menkonsumsinya dalam bentuk telur rebus dan goreng saja.

Selain peternakan telur, ketika survei kami juga menemukan banyak kebun

yang ditanami pohon kelapa, dan akhirnya tim memutuskan untuk memberikan

pelatihan pengolahan dari air kelapa menjadi sirup coco pandan. Selama ini

masyarakat desa Kayee Adang hanya menjual kelapa saja untuk diambil daging

kelapanya dan air kelapa menjadi limbah yang tidak terpakai. Oleh karena itu sangat

perlu dilakukan pengabdian bagi masyarakat berupa pelatihan pengolahan produk di

Desa Kayee Adang yang bahan bakunya sangat pontensial yaitu telur dan air kelapa.

1.2 Tujuan Kegiatan

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memperkenalkan dan

mempraktekkan pengolahan telur pindang dan sirup coco pandan kepada masyarakat

(11)

3 1.3 Sasaran Kegiatan

Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Desa Kayee Adang yang memiliki

usaha peternakan telur ayam ras dan telur ayam kampung serta kebun kelapa di Desa

Kayee Adang, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar.

1.4 Manfaat Kegiatan

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan ide baru kepada

masyarakat desa Kayee Adang dalam memanfaatkan sumber bahan baku berupa telur

dan air kelapa yang mudah didapatkan dan sangat potensial di Desa Kayee Adang

(12)

4 BAB II. GAMBARAN UMUM LOKASI PENGABDIAN

2.1 Sejarah Tebentuknya Gampong Kayee Adang

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara langsung dengan beberapa tokoh

masyarakat yang dapat kami jadikan sebagai sumber data mengenai sejarah asal

terjadi awal mulanya gampong kayee adang, adalah hasil dari pemekaran Gampong

Lambirah yang pada dasarnya Gampong Kayee Adang adalah bagian dari Gampong

Lambirah, yang dipimpin oleh seorang Keuchik dan seorang Imuem Meunasah. Letak

meunasah tersebut adalah di Cot Lam Tinggi dengan nama Meunasah Cot.

Sedangkan nama kayee adang sudah ada sebelum berdirinya Gampong Kayee Adang.

Menurut pengakuan beberapa tokoh masyarakat nama tersebut sudah ada

sejak zaman Belanda. Pada tahun 1942 Kayee Adang pisah dari Gampong Lambirah

dan berdiri sendiri dengan pimpinan Geuchik M. Daud sebagai kepala Gampong dan

Teungku M. Ali sebagai Imuem Meunasah.

(Sumber : I. A Jalil Ahmad mantan Camat Sukamakmur tahun 70-an, 2. Harun

Abdullah tokoh masyarakat Lambirah, 3. Pak Haji Abbas (tokoh Gampong Kayee

Adang).

2.2 Sejarah Pemerintahan Gampong Kayee Adang

Dalam pembangunan pemerintahan Gampong Kayee Adang pada awalnya

langsung diberikan kuasa kepada orang tua atau pemimpin Gampong yang biasanya

sering disebut dengan Geuchik. Geuchik bertugas untuk membuat aturan-aturan serta

kebijakan yang relevan untuk menjalankan masa pemerintahannya di Gampong,

sehingga masyarakat dapat menjalankan aturan-aturan dalam bermasyarakat dibawah

kepemimpinan Geuchik.

Memasuki era kemerdekaan Indonesia, sistem dan tata cara pemerintahan di

(13)

5 landasan negara, sehingga timbul kebijakan-kebijakan baru yang diharapkan mampu

meningkatkan nilai moral dan kemajuan suatu daerah, khusunya Gampong Kayee

Adang (Arsip Gampong Kayee Adang, 2013).

Pada saat ini Gampong Kayee Adang dalam menjalankan pemerintahannya

dengan baik, dan Gampong Kayee Adang telah memiliki kantor Geuchik yang

mewakili dan memadai, sehingga kantor Geuchik yang telah ada tersebut diharapkan

dapat berguna untuk memenuhi segala keperluan-keperluan administrasi Gampong,

seperti urusan surat menyurat, perizinan, dan lain sebagainya. Adapun masa

pemerintahan Geuchik Kayee Adang dapat dilihat pada Tabel 2.1 berikut:

Tabel 2.1. Sejarah Periode Pemerintahan Gampong Kayee Adang

No. Nama Geuchik Periode Pemerintahan

1 M. Daud 1942 – 1960

(Sumber : Rencana Pembangunan Gampong Kayee Adang, 2015).

2.3 Keadaan dan Potensi Gampong Kayee Adang

Gampong Kayee Adang berada di salah satu wilayah daerah kecamatan Suka

Makmur Kabupaten Aceh Besar, yang saat ini sedang dipimpin oleh keuchik aktif

yaitu Bapak Subki, dengan luas wilayah perkampungan ± 350 Ha yang meliputi area

pemukiman penduduk, persawahan, dan tanah kebun masyarakat. Masyarakat Desa

Kayee Adang hamper rata-rata memiliki hewan peliharaan ayam dan bebek serta

beberapa memiliki usaha peternakan ayam petelur. Lahan sawah di desa Kayee

Adang dimanfaatkan sebagai lahan penanaman padi, sedangkan lahan perkebunan

ditanami banyak pohon kelapa. Berikut adalah pembagian wilayah sesuai dengan

(14)

6 Tabel 2.2. Luas Wilayah Gampong Kayee Adang Berdasarkan Pemanfaatan

Lahannya

No. Pemanfaatan Lahan Luas Lahan (Ha) Keterangan

1 Area Pusat Gampong 1 Berfungsi

2 Area Pemukiman 12 Berfungsi

3 Area Pertanian Sawah 55 Berfungsi

4 Area Perkebunan 45 Berfungsi

5 Area Pemakaman 1 Berfungsi

6 Tanah Kas Gampong 1 Tidak Berfungsi

7 Hutan Tanaman Rakyat 235 Berfungsi Sebagian

Total Luas Lahan 350 Ha

(Sumber : Rencana Pembangunan Gampong Kayee Adang, 2015)

Penduduk Gampong Kayee Adang beragam asal usulnya sebagian besar

adalah asli pribumi yang sudah menetap sejak nenek moyang dan sebagiannya adalah

pendatang yang relative sedikit, karena pada umumnya pendatang tersebut adalah

pendatang-pendatang yang menikah dengan penduduk pribumi dan menetap di

Gampong Kayee Adang, dengan data jumlah penduduk pada tahun 2015 ditunjukkan

pada Tabel 2.3 berikut :

Tabel 2.3. Data Jumlah Penduduk Gampong Kayee Adang Tahun 2015

No. Penduduk Jumlah Keterangan

(15)

7 (Sumber : Arsip Gampong Kayee Adang, 2015).

2.4 Kondisi Ekonomi Gampong Kayee Adang

Masyarakat Gampong Kayee Adang memiliki sektor usaha ekonomi,

misalnya warung kopi, usaha peternakan, jualan keliling, usaha menjahit, usaha kue

kering dan basah, pertukangan, lahan pertanian (sawah dan kebun) dengan luas 15

Ha, dan lain sebagainya. Gampong Kayee Adang sebagian besar penduduknya

bermata pencaharian sebagai petani, buruh, dan pertukangan dengan pendapatan

rata-rata perbulan Rp. 800.000 sampai dengan Rp. 2.000.000,-

Jenis mata pencaharian masyarakat Gampong Kayee Adang dapat dilihat pada

Tabel 2.4 :

Tabel 2.4. Jenis Mata Pencaharian Masyarakat Gampong Kayee Adang

No. Jenis Pekerjaan

2 Petani/pekebun/Peternak 58 34,12 Musiman

3 Pegawai Negeri 6 3,53

(16)

8

kawasan Gampong Kayee Adang, Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar.

Lokasi kegiatan pelatihan ini berada di Gedung PKK Gampong Kayee Adang.

3.2. Pelaksanaan Kegiatan

Tahapan Pelaksanaan Kegiatan ini adalah sebagai berikut :

a. Survei lokasi, pemilihan lokasi yang tepat

Sebelum memilih lokasi pengabdian, tim melakukan survei ke beberapa

desa yang terdapat di kecamatan Sukamakmur. Tim memilih lokasi

Gampong Desa KAyee Adang sebagai sasaran pengabdian karena setelah

di survei ternyata banyak masyarakat yang memiliki peternakan ayam

petelur dan banyak tanaman kelapa yangbelom termanfaatkan dengan baik

dan belum dilakukan diversifikasi produk.

b. Pengumpulan bahan isi brosur

Mengumpulkan literatur terkait yaitu metode pengolahan telur pindang

dan pengolahan sirup coco pandan.

c. Penyiapan brosur

Mendesain brosur dengan bahasa yang mudah dan informatif. Format

brosur berdasarkan pertanyaan yang sering ditanyakan. Permasalahan dan

(17)

9 d. Pertemuan dengan Camat dan Kepala Desa Kayee Adang

Pertemuan ini dilakukan untuk meminta persetujuan dari Kepala Camat

Kecamatan Sukamamur dan Kelapa Desa Kayee Adang untuk

melaksanakan pengabdian di lokasi tersebut. Pihak kepala Camat dan

kepala Desa Kaye Adang menyetujui penggunaan lokasi untuk

pengabdian.

e. Pelaksanaan kegiatan pembagian brosur dan pelatihan produk

Tim membagikan brosur terkait informasi pengolahan telur pindang dan

sirup coco pandan secara langsung ke masyarakat Desa Kayee Adang.

Tim menjelaskan isi brosur yaitu bagaimana cara pengolahan telur

pindang dan sirup coco pandan dan menjelaskan keunggulan dari kedua

produk yang kana diberikan pelatihan. Tim memberikan pelatihan atau

demo pengolahan produk telur pindang dan sirup coco pandan kepada

masyarakat secara langsung agar masyarakat lebih memahami metode

pengolahan kedua produk.

f. Melakukan absensi dan penandatanganan sebagai bukti bahwa masyarakat

sudah mendapatkan brosur dan pelatihan produk telur pindang dan sirup

coco pandan informasi.

g. Dokumentasi

Saat pembagian brosur dan pelatihan berslangsung tim mengambil

beberapa foto yang dianggap representatif sebagai bahan laporan

pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat.

h. Penyusunan laporan kegiatan

Mengumpulkan bahan hasil pelaksanaan kegiatan dan menbuat laporan

(18)

10 BAB IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Kegiatan

Persiapan pelatihan dilakukan sebulan sebelum dilaksanakan pelatihan.

Beberapa persiapan yaitu: survei, persiapan brosur, persiapan administrasi, serta

transportasi. Kegiatan ini dilakukan oleh 2 orang dosen dari 2 program studi yaitu

program studi Teknologi Industri Pertanian dan program studi Teknologi Pangan

yang berbeda dilingkungan Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Serambi

Mekkah. Peserta dalam kegiatan ini adalah para pedagang di pasar Peuniti Kota

Banda Aceh yang berjumlah ± 20 orang. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih

selama 5 jam.

Brosur tentang pengolahan produk telur pindang dan sirup coco pandan dibuat

dengan tujuan agar peserta pelatihan tidak lupa dengan metode pengolahannya.

Sebelum proses pelatihan berlangsung, tim pengabdian membuka acara dan

membagian brodur kepada peserta pelatihan. Kemudian langsung dilanjutkan dengan

demo produk yaitu pengolahan telur pindang dan sirup coco pandan. Bahan dan alat

yang digunakan dibawa oleh tim pengabdian masyarakat.

Tim pengabdian mengajak masyarakat untuk mengolah produk tersebut,

dimulai dengan pengolahan produk telur pindang yaitu telur ayam ras pindang dan

telur kampong pindang. Masyarakat sangat antusias terhadap pengolahan telur

pindang ini karena selama ini belum memdapatkan pelatihan pengolahan telur

pindang. Kemudian dilanjutkan pengolahan produk kedua yaitu sirup coco pandan.

Tim pengabdian berusaha menjelaskan bahwa selama ini bahan baku seperti air

kelapa yang hanya menjadi limbah dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya untuk

(19)

11 Berikut beberapa hasil dokumentasi dari kegiatan pengabdian yang dilakukan

di desa Kayee Adang, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar:

Gambar 4.1. Penjelasan metode pembuatan produk Gambar 4.2. Pembuatan produk telur pindang

Gambar 4.3. Telur ayam ras pindang Gambar 4.4 Telur ayam kampung pindang

(20)
(21)

13 Gambar 4.8. Pembuatan sirup coco pandan Gambar 4.9. Pengemasan sirup coco pandan

Gambar 4.10. Sirup yang sudah dikemas Gambar 4.11. Masyarakat mencicipi sirup

Gambar 4.12. Photo bersama dengan masyarakat setelah pelatihan

4.2 Pembahasan

Usaha pengawetan telur sangat penting untuk mempertahankan kualitas telur

ayam dan bebek. Salah satu penyebab kerusakan telur adalah karena terjadinya

pertumbuhan mikroba pada telur tersebut. Supaya telur menjadi lebih awet, maka di

lakukan proses pengawetan. Tujuan pengawetan adalah untuk mengurangi jumlah

awal sel jasad renik didalam telur, memperpanjang fase adaptasi semaksimum

mungkin sehingga pertumbuhan mikroba diperlambat, memperlambat fase

pertumbuhan logaritmik dan mempercepat fase kematian mikroba (Winarno dan

(22)

14 Pemindangan merupakan salah satu cara membuat telur rebus lebih awet dari

pada perebusan dengan air biasa. Telur pimdang di buat dengan cara perebusan telur

dalam larutan ekstrak daun jambu biji, jambu batu, atau sabut kelapa dan garam.

Telur pindang merupakan produk olahan tradisional yang menggunakan bahan

penyamak protein yang akan terdenaturasi jika kontak dengan bahan yang

mengandung tanin antara lain kulit bawang merah, daun jambu biji, air teh. Dengan

tambahan bahan ini akan memperoleh warna telur kecoklatan dan cuta rasa yang

khas.

Penambahan daun biji pada pengolahan telur pindang bertujuan untuk

pengawetan. Daun jambu biji mengandung tanin, minyak atsiri (eugenol), minyak

lemak, dammar, zat samak, triterpenoid, asam malat.Tanin secara ilmiah

didefinisikan sebagaisenyawa polipenol yang mempunyai berat molekul tinggi dan

mempunyai gugus hidroksil dan gugus lainnya (seperti karboksil) sehingga dapat

membentuk kompleks dengan protein (Fitri, 2007).

Penambahan daun salam juga memiliki fungsi dalam pengolahan telur

pindang. Daun salam mengandung tanin, minyak atsiri (salamol dan eugenol),

flavonoid (quercetin, quercitrin, myrcetin dan myrcitrin), seskuiterpen, triterpenoid,

fenol, steroid, sitral, lakton, saponin, dan karbohidrat. Oleh Badan POM, daun salam

ditetapkan sebagai salah satu dari sembilan tanaman obat unggulan yang telah diteliti

atau diuji secara klinis untuk menanggulangi masalah kesehatan tertentu. Kandungan

tanin, minyak atsiri dan flavonoid pada daun salam menyebabkan daun salam

mempunyai daya antibakteri/antimikroba dalam pengolahan telur pindang

(Sarwono,1995).

Masyarakat Desa Kayee Adang sangat antusias dalam mengikuti pelatihan

pengolahan telur pindang. Hal ini dikarenakan selama ini belum pernah mengolah

telur menjadi telur pindang. Selain mengawetkan dan menambah nilai gizi telur,

(23)

15 telur lebih bervariasi dan terbentuk garis-garis coklat pada telur dan telur yang

dihasilkan menjadi lebih menarik.

Pemanfaatan limbah air kelapa menjadi sirup coco pandan merupakan hal

yang baru bagi Masyarakat Desa Kayee Adang. Selama ini masyarakat tidak

memanfaat limbah air kelapa tua dengan baik. Hal ini merupakan pengetahuan baru

bagi masyarakat. Adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan agar masyarakat dapat

memanfaatkan hasil ternak dan limbah air yang sangat potensial di Desa Kayee

Adang dan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari kedua produk tersebut, sehingga

(24)

16 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kegiatan pelatihan pengolahan telur pindang dan sirup coco pandan ini

merupakan pengetahuan yang baru bagi masyarakat Desa Kayee Adang. Masyarakat

sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini diberikan langsung oleh tim

pengabdian dan diharapkan dapat ditindak lanjuti dan dijadikan sebagai sumber

penghasilan bagi masyarakat Desa Kayee Adang.

5.2 Saran

Sebaiknya setelah dilakukan pengabdian, tim pengabdian membentuk

kelompok usaha telur pindang dan sirup coco pandan dan melakukan pembinaan rutin

terhadap perkembangan usaha tersebut. Untuk itu tim pengabdian perlu melakukan

pengajuan proposal agar memperoleh dana dan dapat menfasilitasi kelompok usaha

(25)

17

DAFTAR PUSTAKA

Fitri, A. (2007). Pengaruh Penambahan Daun Salam Terhadap Kualitas Mikrobiologis, Kualitas Organoleptik dan Daya Simpan Telur Asin pada Suhu

Kamar, IPB-Press, Bogor.

Koswara.2009.Teknologi Pengolahan Pangan.(Teori dan Praktek).

Sarwono,B.1995. Pengawetan dan Pemanfaatan Telur, Jakarta.

Gambar

Tabel 2.1. Sejarah Periode Pemerintahan Gampong Kayee Adang
Tabel 2.2. Luas Wilayah Gampong Kayee Adang Berdasarkan Pemanfaatan Lahannya
Tabel 2.4 :
Gambar 4.1. Penjelasan metode pembuatan produk
+3

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menjawab atau menjelaskan bagaimana pertemuan antara kebutuhan seseorang dengan media terutama pada media massa, Penelitian ini didukung oleh teori Uses

Pihak peursahaan seharusnya dapat terus memelihara dan meningkatkan komitmen organisasi yang dimiliki karyawan dengan memberikan penghargaan/reward kepada karyawan atas

Di desa Tista informasi tentang teknologi pengolahan telur masih kurang beragam, karena bentuk pengolahannya hanya sebatas telur pindang, sedangkan telur sangat

Oleh karena itu, dilakukan program pengabdian dalam bentuk rangkaian pelatihan pembuatan media pembelajaran matematika berupa video animasi yang meliputi, pembuatan alur

Dari data di atas, alih kode yang terjadi yaitu bentuk alih kode intern karena telah terjadi peralihan kode dalam bahasa Jawa ke bahasa Sunda dengan sengaja karena ibu Daroyati

Pembuatan konsep masterplan telah dilaksanakan pada tahun 2014 dan di bulan Januari 2015 telah dipresentasikan/dibahas bersama para stakeholders (Keuskupan Bogor,

Supervisi akademik merupakan tugas utama kepala sekolah untuk memastikan bahwa rangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran di dalam kelas

Peran media sosial yang di era sekarang lebih penting karena bisa mempengaruhi partisipasi politik masyarakat di kelurahan pulogebang pilkada DKI Jakarta 2017