• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumen.tips suara hati dan kesadaran mo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Dokumen.tips suara hati dan kesadaran mo"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

(2)

SUARA HATI

1. Tiga Lembaga Normatif

2. Suara Hati Menyatakan Diri 3. Pengertian Suara Hati

4. Fungsi Suara Hati

(3)

KESADARAN MORAL

Perkembangan Moral:

(4)
(5)

1. Tiga Lembaga Normatif

Ada tiga lembaga yang sadar maupun tidak sadar mempengaruhi kehidupan manusia: a) Masyarakat

(6)

a) Masyarakat

 Sumber orientasi moral pertama bagi manusia; terdiri dari:

Keluarga (orang tua)Sekolah (guru)

AgamaNegara

Kelompok sebaya dan teman- teman

(7)

b) Superego

(8)

c) Ideologi

Ajaran tentang makna kehidupan, tentang nilai- nilai dasar, dan tentang bagaimana

manusia harus hidup dan bertindak.  Bekerja dalam bentuk abstrak.

(9)

2. Suara Hati Menyatakan Diri

Suara hati menentukan bagaimana seorang

pribadi merespon suatu masalah atau keadaan, apakah bertindak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma moral yang berlaku, atau tidak, sesuai dengan keputusan dan tanggung

(10)

3. Pengertian Suara Hati

kesadaran moral kita dalam suatu situasi konkret; kesadaran yang paling pribadi dan spontan dalam situasi konkret mengenai nilai baik buruknya perbuatan yang akan dilakukan maupun yang sudah dilakukan.

(11)

4. Fungsi Suara Hati

(12)

a) Conscientia Consequens (hati nurani

retrospektif)

 Suara hati mengevaluasi sebuah tindakan yang sudah dilakukan baik secara positif

(13)

b) Conscientia Antecendens (hati nurani

prospektif)

Suara hati timbul dalam situasi amat kongkret

mendahului sebuah tindakan.

(14)

5. Sifat- sifat Suara Hati (Kesadaran Moral)

a) Rasional

Dalam hubungan dengan rasionalitas suara hati (kesadaran moral), para filsuf terbagi dalam dua kelompok besar:

i. Kelompok pertama ii. Kelompok kedua b) Mutlak

(15)

i) Kelompok Pertama

kesadaran moral itu perasaan belaka sehingga tidak membutuhkan pembenaran ilmiah.

tidak mempunyai dasar pada kenyataan objektif.

(16)

ii) Kelompok Kedua

kesadaran moral mengandung pernyataan

tentang realitas, yang bisa diteliti kebenarannya, dipersoalkan, dan diperdebatkan dalam

argumentasi rasional.

(17)

b) Mutlak

Tidak bersyarat atau absolut.

Kemutlakan suara hati tidak berarti suara hati itu pasti benar.Suara hati mutlak dalam:

o Tuntutan untuk tidak menyeleweng dari apa yang kita sadari

sebagai kewajiban kita.

o Tuntutannya tidak dapat ditiadakan oleh pertimbangan-

pertimbangan untung rugi, senang tidak senang, oleh pendapat orang lain dan perintah pelbagai otoritas, oleh tuntuan ideology, atau perasaan kita sendiri.

(18)

c) Universal

Berlaku umum, menyangkut segenap orang yang berada dalam situasi yang sama.

(19)
(20)

Perkembangan Moral

 Adanya keberadaan suara hati atau kesadaran moral dalam diri seseorang tidak statis. Seperti organisme, suara hati juga tumbuh seiring

(21)

1. Tahap- tahap Perkembangan Kesadaran

Moral (menurut Kohlberg)

a) Tingkat prakonvensional b) Tingkat konvensional

(22)

Tingkat Pertumbuhan Tahap Pertumbuhan Perasaan Dominan PRAMORAL: 0-6 tahun TAHAP 0

a) PRAKONVENSIONAL TAHAP 1: Orientasi hukuman dan

kepatuhan

TAHAP 2: Orientasi Relatives Instrumental

Takut akan akibat- akibat negatif dari suatu

perbuatan

b) KONVENSIONAL TAHAP 3: Penyesuaian dengan kelompok atau Orientasi menjadi “anak manis”

TAHAP 4: Orientasi hukum dan ketertiban (law and order)

Rasa bersalah terhadap orang lain apabila tidak

mengikuti tuntutan- tuntutan lahiriah

c) PASCA

KONVENSIONAL TAHAP 5Kontrak Sosial Legalitas: Orientasi

TAHAP 6: Orientasi Prinsip Etika Universal

Penyesalan atau penghukuman diri karena tidak mengikuti

(23)

2. Sifat Khas Perkembangan Moral

a) Perkembangan tahap- tahap selalu berlangsung dengan cara yang sama.

b) Orang hanya dapat mengerti penalaran moral satu tahap di atas tahap di mana ia berada.

c) Orang secara kognitif merasa tertarik pada cara berpikir satu tahap di atas tahapannya sendiri.

d) Perkembangan dari satu tahap ke tahap berikutnya terjadi apabila dialami ketidakseimbangan kognitif dalam penilaian atau dilema moral yang dihadapinya. e) Tahap 6 adalah tahap yang paling tinggi dan

(24)

Shame Culture dan Guilt Culture

Dua kultur yang mempengaruhi keberadaan suara hati.

a) Shame Culture (kebudayaan malu): ditandai oleh rasa malu; sanksi eksternal

b) Guilt Culture (kebudayaan kebersalahan):

(25)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

otonom (otomatisasi). Disebut tahap kognitif karena perkembangan yang menonjol terjadi pada awal belajar adalah, siswa menjadi tahu tentang gerakan yang dipelajari,

Kriteria subjek dalam penelitian ini adalah: pertama, anak yang tergolong dalam usia sekolah, karena apabila ditin- jau dari tahap perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh