TO
KOH
FIL
SAFAT
M
ODE
RN
BIOGRAPHY TOKOH
Pada usia 7 tahun, Leibniz memasuki sekolah Nicolai di Leipzig.
Walaupun ia belajar bahasa Latin di sekolah, namun jauh lebih maju bahasa Latin yang ia pelajari sendiri dan beberapa bahasa Yunani pada usianya yang ke-12 tahun. Leibniz
Sebuah usia dini yang luar biasa bagi siapa pun untuk memasuki universitas, menurut standar waktu itu dia cukup muda, tetapi masih ada orang lain yang usianya sama. Pelajaran yang diperoleh Leibniz di Universitas Lepzig diantaranya filsafat dan matematika. Ia lulus dengan gelar Sarjana Muda di tahun 1663 dengan thesis De Principio Individual (Pada Prinsip
Ia dianggap sebagai jiwa Unniversalis zamannya dan merupakan salah seorang filsuf yang paling berpengaruh pada abad masanya.
Bahkan ia juga menemukan logika matematika, kalkulus dan energy Kinetik (Fisika),.Ia merupakan penganut filsafat rasionalisme Descartes, yakni pengetahuan manusia yang
KARIER LEIBNIZ SECARA SINGKAT ADALAH BERIKUT:
• 1646-1666: Tahun-tahun formatif
• 1666–74: Terutama bekerja pada Kurfürst Mainz, Johann Philipp von Schönborn, dan
menterinya, Baron von Boineburg.
• 1672–76. Tinggal di Paris, dan membuat dua perjalanan penting ke London.
• 1676–1716. Mengabdi pada Keluarga Bangsawan Hannover.
• 1677–98. Menjadi punggawa, pertama dari Johann Friedrich dari Braunschweig-Lüneburg, lalu
• 1687–90. Bepergian secara luas di Jerman, Austria, dan Italia, mebuat penelitian mengenai buku yang diperintahkan oleh sang kurfürst mengenai sejarah Kelurga Braunschweig.
• 1698–1716: Mengabdi pada kurfurst Georg Ludwig dari Hannover.
• 1712–14. Tinggal di Wina. Ditunjuk menjadi anggota Dewan Kekaisaran pada tahun 1713 oleh
Karl VI, Kaisar Romawi Suci, pada istana Habsburg di Wina.
PEMIKIRAN
Pemikiran Monad tentang Subtansi
Setiap monad berbeda satu dari yang lain dan Tuhan (Supermonad dan satu-satunya monad
yang tidak dicipta) adalah pencipta monad-monad itu. Monad tidak mmpunyai kualitas.
Karenanya hanya Tuhan Yang benar-benar mengetahui setiap monad agar Tuhan
membandingkan dan memperlawankan monad-monad itu. Itu disebabkan monad-monad
itu memang berbeda satu dengan yang lainnya. Pada prinsip metafisika yang
dikemukakan Leibniz yang juga disebut prinsip kontroversi yang dinamakannya
“prinnsip identitas yang tidak dapat dibedakan”. Tidak akan setiap monad memiliki sifat
Bila ada monad yang sama, untuk apa Tuhan menciptakan yang sama, oleh karena itu tidak akan ada monad yang sama.Suatu argumen yang rumit,asing, kata Solomon terhadap alasan Liebniz.
Monad itu adalah sebutan substansi terkecil dalam metafisika yang cukup diri dan terisoloasi-berpisah diri; yang tak saling berinteraksi dengan substansi-substansi kecil lainnya. Dalam matemtika substansi itu disebut titik, sedang dalam fisika dinamakan atom. Substansi itu bukan benda
Sebagai subtansi nonmaterial, monade bersifat;
• Abadi, tidak bisa dihasilakan, ataupun dimusnahkan;
• Tidak bisa dibagi;
• Individual atau berdiri sendiri, sehingga tidak ada monade yang identik dengan monade lain;
• Mewujudkan kesatuan yang tertutup atau tidak berjendela, seolah-olah sesuatu bisa masuk atau keluar;
• Mampu bekerja berkat daya aktif dari dalam dirinya sendiri. Kerja dari dan oleh dirinya sendiri ini
terdiri dari kegiatan mengamati (perceptio) dan meninginkan (appetitions);
Karena sifat-sifat inilah, Leibniz mendefinisikan monade sebagai atom-atom sejati dari alam dan hanya apabila monade tersebut ada dalam “jasad-jasad organic”, maka monade-monade itu akan menjaadi “prinsip kehidupan”. Argumen Lebniz Tentang Bukti Adanya Tuhan. Dalam permikirannya,
Ajaran Leibniz yakni tentang monade-monade ini, menjadi jalan keluar atas keparcayaan Dualisme,
dengan monade ini Leibniz memecahkan kesulitan mengenai hubungan antara jiwa dan tubuh.
Jiwa merupakan suatu monade dan tubuh terdiri dari banyak monade. Suatu monade tidak dapat
mempengaruhi monade lain, sebab masing-masing monade harus dianggap tertutup.
Leibniz juga mempunyai gagasan bahwa Tuhan mungkin tidak bebas untuk menyajikan contoh
kongkret dunia-dunia yang kontradiktoris secara logis, dan tidak ada dunia yang konsisten
secara logis, tempat mahluk-mahluk yang berkehendak bebas sekaligus tidak ada kejahatan.
Tuhan atau subtansi tidak terbatas, dipahami dengan berfikir secara hati-hati sebab ia adalah alam rasional, sifat-sifatnya berkembang dalam pemikiran, jadi idenya tidak dimuali dari pemikiran tapi dengan langsung pada esensi itu sendiri. Tuhan memiliki kekuatan kreatif, sehingga dalam pandangan Leibniz bahwa modab bergerak menyusun dunia, yang telah diprogramkan
PENCIPTAAN DAN CAMPUR TANGAN TUHAN DIDUNIA
Sesudah menciptakan dunia, Tuhan tidak perlu memperhatikan lagi, Ia sudah menyusun sebelumnya
semua gerak sehingga alam semesta untuk selamanya akan berjalan secara selaras. Maka tidak
ada campur Tuhan dalam jalannya dunia, baik secara biasa maupun secara luar biasa. Leibniz
mengumpamakan dengan jam dinding, bahwa penciptaan alam seperti jam dinding, sehingga ia
membuat pertanyaan, mana yang lebih sempurna, jam dinding yang terus-menerus perlu
KEBURUKAN ATAU KEJAHATAN DALAM PANDANGAN LEIBNIZ
Mengapa didunia yang paling baik ini terdapat keburukan? Kalau Allah ada dari manakah asalnya
kejahatan? Kalau Allah tidak ada, dari manakah asalnya kebaikan?
Ketiga, keburukan moral; ini adalah dosa atau kejahatan dalam arti sesungguhnya.
Bahwa adanya kejahatan merupakan akibat langsung dari kebebasan manusia yang disalah gunakan. Tuhan tidak menghendaki kejahatan, namun ia membiarkan dosa atau
kejahatan, agar manusia tetap bebas. Tuhan Tuhan tidak menghendaki kejahatan,
namun ia membiarkan dosa atau kejahatan, agar manusia tetap bebas. Tuhan mencintai manusia dan melarang tindakan kejahatan dalam bentuk apapun. Namun, manusia yang dicintai Tuhan adalah manusia bebas yang justru karena itu bias melakukan apa
Jiwa bagi Leibniz adalah abadi, sehingga ia berpegang teguh pada keadilan Tuhan yang mutlak sesudah mati.
Substansi adalah monade. Kenyataan terdiri dari monade-monade, yaitu bagian-bagian yang terkecil, yang semuanya itu merupakan substansi-substansi. Monade-monade tidak memiliki ukuran. Monade-monade dapat dianggap sebagai titik-titik yang mempunyai kuantitas energy tertentu dan arah-arah tertentu. Monade-monade itu seperti jiwa karena semua monade memiliki kesadaran. Monade-monade pada taraf anorganis (benda tak hidup), mempinyai kesadaran yang hanya dalam “mimpi”. Kesadaran monade pada taraf tumbuhan dan hewan sudah lebih tinggi.
Pembenaran Tuhan atau Teodise. Kebaikan Tuhan tidak bertentangan dengan kejahatan. Kebebasan manusuia
tidak bertentangan dengan kemahakuasaan Tuhan. Dari semua dunia yang mungkin, Tuhan telah
PERBEDAAN CARA PANDANG ATAU PEMIKIRAN GOTTFRIED WILHELM LIEBNIZ DENGAN
FILUSUF YANG JUGA BERALIRAN RASIONALIS.
Walaupun sesama aliran rasionalis tetapipara filusuf yang beraliran rasionalis masih ada perbedaan
yang sangat signifikan dalam pemikiran rasional mereka seperti: Masalah René Descartes Spinoza G.W Leibniz
• Subtansi
• Tentang Tuhan Ada 3 subtansi (Tuhan, akal, ddan materi)
• Cogito Ergo Sum (Saya berpikir maka saya ada) Hanya ada 1 subtansi