• Tidak ada hasil yang ditemukan

Copy of Tokoh filsafat modern

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Copy of Tokoh filsafat modern"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

TO

KOH

FIL

SAFAT

M

ODE

RN

(2)

BIOGRAPHY TOKOH

(3)

Pada usia 7 tahun, Leibniz memasuki sekolah Nicolai di Leipzig.

Walaupun ia belajar bahasa Latin di sekolah, namun jauh lebih maju bahasa Latin yang ia pelajari sendiri dan beberapa bahasa Yunani pada usianya yang ke-12 tahun. Leibniz

(4)

Sebuah usia dini yang luar biasa bagi siapa pun untuk memasuki universitas, menurut standar waktu itu dia cukup muda, tetapi masih ada orang lain yang usianya sama. Pelajaran yang diperoleh Leibniz di Universitas Lepzig diantaranya filsafat dan matematika. Ia lulus dengan gelar Sarjana Muda di tahun 1663 dengan thesis De Principio Individual (Pada Prinsip

(5)

Ia dianggap sebagai jiwa Unniversalis zamannya dan merupakan salah seorang filsuf yang paling berpengaruh pada abad masanya.

Bahkan ia juga menemukan logika matematika, kalkulus dan energy Kinetik (Fisika),.Ia merupakan penganut filsafat rasionalisme Descartes, yakni pengetahuan manusia yang

(6)

KARIER LEIBNIZ SECARA SINGKAT ADALAH BERIKUT:

1646-1666: Tahun-tahun formatif

1666–74: Terutama bekerja pada Kurfürst Mainz, Johann Philipp von Schönborn, dan

menterinya, Baron von Boineburg.

1672–76. Tinggal di Paris, dan membuat dua perjalanan penting ke London.

1676–1716. Mengabdi pada Keluarga Bangsawan Hannover.

1677–98. Menjadi punggawa, pertama dari Johann Friedrich dari Braunschweig-Lüneburg, lalu

(7)

1687–90. Bepergian secara luas di Jerman, Austria, dan Italia, mebuat penelitian mengenai buku yang diperintahkan oleh sang kurfürst mengenai sejarah Kelurga Braunschweig.

1698–1716: Mengabdi pada kurfurst Georg Ludwig dari Hannover.

1712–14. Tinggal di Wina. Ditunjuk menjadi anggota Dewan Kekaisaran pada tahun 1713 oleh

Karl VI, Kaisar Romawi Suci, pada istana Habsburg di Wina.

(8)

PEMIKIRAN

Pemikiran Monad tentang Subtansi

(9)

Setiap monad berbeda satu dari yang lain dan Tuhan (Supermonad dan satu-satunya monad

yang tidak dicipta) adalah pencipta monad-monad itu. Monad tidak mmpunyai kualitas.

Karenanya hanya Tuhan Yang benar-benar mengetahui setiap monad agar Tuhan

membandingkan dan memperlawankan monad-monad itu. Itu disebabkan monad-monad

itu memang berbeda satu dengan yang lainnya. Pada prinsip metafisika yang

dikemukakan Leibniz yang juga disebut prinsip kontroversi yang dinamakannya

“prinnsip identitas yang tidak dapat dibedakan”. Tidak akan setiap monad memiliki sifat

(10)

Bila ada monad yang sama, untuk apa Tuhan menciptakan yang sama, oleh karena itu tidak akan ada monad yang sama.Suatu argumen yang rumit,asing, kata Solomon terhadap alasan Liebniz.

Monad itu adalah sebutan substansi terkecil dalam metafisika yang cukup diri dan terisoloasi-berpisah diri; yang tak saling berinteraksi dengan substansi-substansi kecil lainnya. Dalam matemtika substansi itu disebut titik, sedang dalam fisika dinamakan atom. Substansi itu bukan benda

(11)

Sebagai subtansi nonmaterial, monade bersifat;

Abadi, tidak bisa dihasilakan, ataupun dimusnahkan;

Tidak bisa dibagi;

Individual atau berdiri sendiri, sehingga tidak ada monade yang identik dengan monade lain;

Mewujudkan kesatuan yang tertutup atau tidak berjendela, seolah-olah sesuatu bisa masuk atau keluar;

Mampu bekerja berkat daya aktif dari dalam dirinya sendiri. Kerja dari dan oleh dirinya sendiri ini

terdiri dari kegiatan mengamati (perceptio) dan meninginkan (appetitions);

(12)

Karena sifat-sifat inilah, Leibniz mendefinisikan monade sebagai atom-atom sejati dari alam dan hanya apabila monade tersebut ada dalam “jasad-jasad organic”, maka monade-monade itu akan menjaadi “prinsip kehidupan”. Argumen Lebniz Tentang Bukti Adanya Tuhan. Dalam permikirannya,

(13)
(14)

Ajaran Leibniz yakni tentang monade-monade ini, menjadi jalan keluar atas keparcayaan Dualisme,

dengan monade ini Leibniz memecahkan kesulitan mengenai hubungan antara jiwa dan tubuh.

Jiwa merupakan suatu monade dan tubuh terdiri dari banyak monade. Suatu monade tidak dapat

mempengaruhi monade lain, sebab masing-masing monade harus dianggap tertutup.

Leibniz juga mempunyai gagasan bahwa Tuhan mungkin tidak bebas untuk menyajikan contoh

kongkret dunia-dunia yang kontradiktoris secara logis, dan tidak ada dunia yang konsisten

secara logis, tempat mahluk-mahluk yang berkehendak bebas sekaligus tidak ada kejahatan.

(15)

Tuhan atau subtansi tidak terbatas, dipahami dengan berfikir secara hati-hati sebab ia adalah alam rasional, sifat-sifatnya berkembang dalam pemikiran, jadi idenya tidak dimuali dari pemikiran tapi dengan langsung pada esensi itu sendiri. Tuhan memiliki kekuatan kreatif, sehingga dalam pandangan Leibniz bahwa modab bergerak menyusun dunia, yang telah diprogramkan

(16)

PENCIPTAAN DAN CAMPUR TANGAN TUHAN DIDUNIA

Sesudah menciptakan dunia, Tuhan tidak perlu memperhatikan lagi, Ia sudah menyusun sebelumnya

semua gerak sehingga alam semesta untuk selamanya akan berjalan secara selaras. Maka tidak

ada campur Tuhan dalam jalannya dunia, baik secara biasa maupun secara luar biasa. Leibniz

mengumpamakan dengan jam dinding, bahwa penciptaan alam seperti jam dinding, sehingga ia

membuat pertanyaan, mana yang lebih sempurna, jam dinding yang terus-menerus perlu

(17)

KEBURUKAN ATAU KEJAHATAN DALAM PANDANGAN LEIBNIZ

Mengapa didunia yang paling baik ini terdapat keburukan? Kalau Allah ada dari manakah asalnya

kejahatan? Kalau Allah tidak ada, dari manakah asalnya kebaikan?

(18)

Ketiga, keburukan moral; ini adalah dosa atau kejahatan dalam arti sesungguhnya.

Bahwa adanya kejahatan merupakan akibat langsung dari kebebasan manusia yang disalah gunakan. Tuhan tidak menghendaki kejahatan, namun ia membiarkan dosa atau

kejahatan, agar manusia tetap bebas. Tuhan Tuhan tidak menghendaki kejahatan,

namun ia membiarkan dosa atau kejahatan, agar manusia tetap bebas. Tuhan mencintai manusia dan melarang tindakan kejahatan dalam bentuk apapun. Namun, manusia yang dicintai Tuhan adalah manusia bebas yang justru karena itu bias melakukan apa

(19)

Jiwa bagi Leibniz adalah abadi, sehingga ia berpegang teguh pada keadilan Tuhan yang mutlak sesudah mati.

Substansi adalah monade. Kenyataan terdiri dari monade-monade, yaitu bagian-bagian yang terkecil, yang semuanya itu merupakan substansi-substansi. Monade-monade tidak memiliki ukuran. Monade-monade dapat dianggap sebagai titik-titik yang mempunyai kuantitas energy tertentu dan arah-arah tertentu. Monade-monade itu seperti jiwa karena semua monade memiliki kesadaran. Monade-monade pada taraf anorganis (benda tak hidup), mempinyai kesadaran yang hanya dalam “mimpi”. Kesadaran monade pada taraf tumbuhan dan hewan sudah lebih tinggi.

Pembenaran Tuhan atau Teodise. Kebaikan Tuhan tidak bertentangan dengan kejahatan. Kebebasan manusuia

tidak bertentangan dengan kemahakuasaan Tuhan. Dari semua dunia yang mungkin, Tuhan telah

(20)

PERBEDAAN CARA PANDANG ATAU PEMIKIRAN GOTTFRIED WILHELM LIEBNIZ DENGAN

FILUSUF YANG JUGA BERALIRAN RASIONALIS.

Walaupun sesama aliran rasionalis tetapipara filusuf yang beraliran rasionalis masih ada perbedaan

yang sangat signifikan dalam pemikiran rasional mereka seperti: Masalah René Descartes Spinoza G.W Leibniz

Subtansi

Tentang Tuhan Ada 3 subtansi (Tuhan, akal, ddan materi)

Cogito Ergo Sum (Saya berpikir maka saya ada) Hanya ada 1 subtansi

(21)

KESIMPULAN

(22)

Thank You

&

Referensi

Dokumen terkait

Dalam tugas akhir ini, diprediksikan kebutuhan air bersih untuk wilayah pelayanan IPA Sumur Dalam Banjarsari PDAM Kota Surakarta pada tahun 2020 dan menganalisis

Judul Tesis : Pengaruh Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Daerah dan Komitmen Organisasi Terhadap Kualitas Organisasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan dengan

dari masyarakat timur, terutama masyarakat muslim. Dan perkembangan terkini perjuangan kaum feminis cukup memperoleh hasil walaupun belum maksimal, bahwa

Jika dilihat dari kriteria berpikir kritis, diperoleh hasil bahwa sebanyak 6 siswa (46%) berada dalam kategori sangat kritis, sebanyak 3 siswa (23%) berada dalam

Beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan seorang individu untuk memiliki asuransi adalah faktor demografi seperti jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pendapatan

Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa untuk masalah kualitas pelayanan, variabel intangible asset lebih besar pengaruhnya

(2) Penyelenggaraan usaha jasa pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (I) dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang

Pada dasarnya penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian- penelitian yang telah ada sebelumnya; dimana fokus dari penelitian ini adalah mendesain