P E N G O P E R A S I A N D A N P E N G E TA H U A N
LO KO M O T I F C C 2 0 1 / 2 0 3
Penyusun :
Eep Hidayat
( Penyelia Crew KA Bandung )
2013
PT KERETA API INDONESIA (Persero)
Upt crew bd @2013
Sekilas Tentang Lokomotif CC 201 dan CC 203
CC201 dan CC 203 adalah lokomotif seri universal yang di buat oleh General
Electric (GE). Lokomotif ini didukung oleh sebuah mesin diesel 8 silinder dan digerakkan oleh 6 traksi motor elektrik (DC). Dengan mempunyai 2 bogie
masing-masing 3 gandar penggerak maka lokomotif ini dapat di operasikan
pada lintas datar maupun pegunungan, selain itu lokomotif ini bersifat multiguna (universal) sehingga dapat di operasikan untuk menarik ka penumpang maupun
barang dan lokomotif seri ini masih menjadi andalan di Pt. Kereta api Indonesia sampai saat ini.
Upt crew bd @2013
JENIS LOKOMOTIF
DIPRODUKSI
JUMLAH
CC 201
TAHUN 1997 – 1992
110
Dimensi
Lebar sepur (track) 1067 mm Panjang body 14134 mm Jarak antara alat perangkai 15214 mm Lebar body 2642 mm Tinggi maksimum 3636 mm Diameter roda penggerak 920 mm Tinggi alat perangkai 770 mm Kapasitas
Tangki Bahan Bakar (bisa
digunakan) 3000 liter Air Pendingin 684 liter Minyak Pelumas motor diesel 984 liter Minyak pelumas kompressor 11 liter Minyak pelumas gear fan
radiator 9 liter
Berat
Berat kosong 78 ton Berat siap 84 ton
Kecepatan maksimum 120 km /jam Peralatan Motor Traksi dan Generator
Jumlah motor traksi 6
Tipe motor traksi Motor seri DC Gear ratio 90 : 21 Tipe Generator GT 581
D A T A T E K N I S CC 201 D A T A T E K N I S CC 201
Upt crew bd @2013
Data Mesin
Day mesin 1950HP Daya ke generator 1825 HP Jumlah silinder 8
Model 7FDL8
RPM Maksimum 1050
Siklus 4
Kipas Pendingin Mesin 1 Penggerak Kipas Pendingin
Mesin Kopeling arus Eddy via perangkat sudut kanan dari mesin
Sistem rem Udara tekan, dinamik, rem parkir
Dimensi
Lebar sepur (track) 1067 mm Panjang body 14134 mm Jarak antara alat perangkai 15214 mm Lebar body 2642 mm Tinggi maksimum 3636 mm Diameter roda penggerak 920 mm Tinggi alat perangkai 770 mm Kapasitas
Tangki Bahan Bakar (bisa
digunakan) 3000 liter Air Pendingin 684 liter Minyak Pelumas motor diesel 984 liter Minyak pelumas kompressor 11 liter Minyak pelumas gear fan
radiator 9 liter
Berat
Berat kosong 78 ton Berat siap 84 ton
Kecepatan maksimum 120 km /jam Peralatan Motor Traksi dan Generator
Jumlah motor traksi 6
Tipe motor traksi Motor seri DC Gear ratio 90 : 21 Tipe Generator GT 581
D A T A T E K N I S CC 203 D A T A T E K N I S CC 203
Upt crew bd @2013
Data Mesin
Day mesin 2150 HP Daya ke generator 2000 HP Jumlah silinder 8
Model 7FDL8
RPM Maksimum 1050
Siklus 4
Kipas Pendingin Mesin 1 Penggerak Kipas Pendingin
Mesin Kopeling arus Eddy via perangkat sudut kanan dari mesin
Sistem rem Udara tekan, dinamik, rem parkir
Pengecekan Lokomotif Dalam Kondisi Mati
Pengecekan Lokomotif Dalam Kondisi Mati
Alat perangkai (Automatic coupler).
Rantai pengaman.
Selang air brake.
Upt crew bd @2013
Rangka Bawah
Persediaan bahan bakar.
Mekanik pengereman.
Blok rem dan pen tusuk.
Keutuhan pegas dukung.
Pastikan peralatan rangka bawah lainnya
Pengecekan Lokomotif Dalam Kondisi Mati
Pengecekan Lokomotif Dalam Kondisi Mati
Minyak pelumas motor diesel pada dipstick harus
pada garis Full.
Minyak pelumas kompressor pada dipstick harus
pada garis Full.
Minyak pelumas governoor motor diesel pada gelas
duga antara garis tengah dan garis atas.
Gear case generator pada dipstick posisi engine stop
harus pada garis Full.
Persediaan air pendingin.
Exhaust tidak tertutup.
Upt crew bd @2013
LANGKAH MENGHIDUPKAN LOKOMOTIF
LANGKAH MENGHIDUPKAN LOKOMOTIF
Langkah 1
• Posisi reverser handle kedudukan
netral
• Posisi throtle handle kedudukan N
• Posisi dynamic brake handle
kedudukan N
• Posisi engine control switch (EC)
kedudukan Hidupkan
• Independent brake posisi service
Upt crew bd @2013
LANGKAH MENGHIDUPKAN LOKOMOTIF
LANGKAH MENGHIDUPKAN LOKOMOTIF
Langkah 2
Masukan saklar pisau batere Naikan semua CB
Tekan tombol bahan bakar
Tunggu beberapa saat sampai tekanan manometer bahan bakar mencapai 40 psi.
Tekan tombol start dan tahan sampai mesin diesel hidup.
Tunggu sampai tekanan minyak pelumas naik lebih dari 20 Psi.
EC bisa di pindahkan ke posisi terpisah / jalan. Nb : jika tekanan minyak pelumas belum naik dan EC
di pindahkan maka mesin diesel akan mati
Bahan
BAHAN BAKAR MINYAK PELUMASMINYAK PELUMAS
Upt crew bd @2013
LANGKAH MENGHIDUPKAN LOKOMOTIF
LANGKAH MENGHIDUPKAN LOKOMOTIF
Langkah 1
• Posisi reverser handle kedudukan
netral
• Posisi throtle handle kedudukan N
• Posisi dynamic brake handle
kedudukan N
• Posisi engine control switch (EC)
kedudukan Penghentian
• Independent brake posisi service
LANGKAH MENGHIDUPKAN LOKOMOTIF
LANGKAH MENGHIDUPKAN LOKOMOTIF
Langkah 2
Masukan saklar pisau batere
Naikan semua CB
EC posisikan ke pompa sampai manometer
bahan bakar mencapai 40 psi.
EC pindahkan ke posisi engkol tahan sampai
motor diesel hidup.
EC pindahkan kembali ke posisi pompa tahan
sampai manometer minyak pelumas naik lebih dari 20 Psi.
EC pindahkan ke posisi diam terpisah / jalan.
Nb : jika EC setelah posisi engkol dan mesin diesel sudah hidup kemudian EC langsung di
pindahkan ke posisi terpisah / jalan maka mesin diesel akan mati kembali.
BAHAN BAKAR
BAHAN BAKAR MINYAK PELUMASMINYAK PELUMAS
PEMERIKSAAN LOK SETELAH MESIN HIDUP
PEMERIKSAAN LOK SETELAH MESIN HIDUP
ECS pada posisi jalan
Reverser handle posisi netral
Gerakkan throtle handle secara bertahap notch per notch sambil
mengamati :
1. Suara asing pada motor diesel.
2. Warna asap pada exhaust . (asap yang normal berwarna putih
tipis).
3. Kemungkinan ada bocoran : air pendingin, bahan bakar dan
minyak pelumas.
Periksa manometer minyak pelumas notch 1-8(20-170 Psi).
Periksa manometer tekanan bahan bakar (35-40 Psi).
Periksa manometer tekanan udara tangki penyeimbang (70 Psi).
Periksa manometer tekanan udara saluran pipa pengereman rangkaian
kereta/gerbong (70 Psi).
Periksa manometer tekanan udara pengereman lokomotif (50 Psi).
Periksa tekanan udara tangki induk (125-140 Psi)
Periksa kedudukan motor cut out (MCO).
Pemeriksaan indikator
Yakinkan rem tangan bekerja dengan baik.
Gerakkan handle independent brake ke posisi service, penunjukkan
jarum pada manometer silinder rem harus 50 psi.
Yakinkan rem lokomotif bekerja dan tidak ada bocoran, dan langkah
torak silinder rem antara 60 mm – 152 mm.
Gerakkan handle automatic brake pada posisi service sampai dengan
emergency harus terjadi PC open dan bisa di release kembali.
Mencoba pembalik arah dan gerakkan lokomotif sesuai arah yang di
kehendaki.
Pemeriksaan fungsi pengereman
Go No Go Item
Go No Go Item
No
Nama Item
1
Kipas pembersih kaca
2
Lampu sorot (Head Light)
Go No Go Item
Go No Go Item
No
Nama Item
4
Suling lokomotif
5
Perangkat siaga (Deadman device)
Go No Go Item
Go No Go Item
No
Nama Item
7
Pengukur kecepatan
8
Pemadam api
P E R C O B A A N R E M S TAT I S
P E R C O B A A N R E M S TAT I S
(1) Percobaan rem statis harus dilakukan, setiap : a. lokomotif digandeng dengan rangkaian b. perubahan susunan rangkaian
c. penggantian lokomotif
d. terjadi pelepasan saluran rem guna pemeriksaan.
Peraturan Dinas 16A Jilid I Pasal 54
Edisi Juli 2012 VIII-3(2) Untuk percobaan rem statis sebagaimana pada ayat (1), Ppka
memerintahkan kepada masinis dibantu petugas Puk/Pug, kondektur dan Tka untuk melaksanakan percobaan rem yang dimaksud.
(3) Percobaan rem sebagaimana pada ayat (1) diIakukan sebagai berikut . a. Setelah lokomotif digandeng pada rangkaian dan slang udara
dihubungkan, keran udara pada lokomotif dan kereta/gerbong dibuka. b. Petugas Puk/Pug memasang manometer pada slang udara tekan
kereta/gerbong paling belakang dan memberitahukan kepada petugas Puk/Pug yang berada di samping lokomotif dengan cara :
1) pada siang hari melambaikan bendera putih dan pada malam hari menggerakkan lentera putih, bila diperlukan disampaikan langsung secara lisan, atau
2) melalui alat komunikasi, bahwa manometer telah dipasang, kran udara sudah dibuka.
c. Setelah Puk/Pug selesai melakukan persiapan dan melapor kepada Ppka, selanjutnya Ppka memberitahukan kepada masinis melalui alat komunikasi untuk memulai percobaan. Kemudian masinis
memperdengarkan tanda dari suling lokomotif bahwa percobaan rem akan dimulai dan hendel rem digerakkan untuk pengereman.
d. Selama percobaan pengereman dilakukan tekanan pada manometer harus menunjukkan antara 4,8 kg/cm2 - 5,2 kg/cm2. Apabila tekanan udara pada manometer selama percobaan pengereman menunjukkan kurang dari 4,8 kg/cm2, rem tidak memenuhi syarat dan harus
diperbaiki.
e. Petugas Puk/Pug mencatat tekanan udara pengereman sebelum dan sesudah pengereman dikerjakan dalam lembar pemeriksaan rangkaian kereta api, serta memeriksa apakah semua rem blok pada
f. Apabila pengereman berhasil baik, petugas Puk/Pug memberitahukan hasil tersebut kepada masinis secara lisan. Selanjutnya masinis
mengembaIikan hendel rem pada posisi normal.
g. Hasil percobaan dicatat dalam lembar pemeriksaan rangkaian kereta api dan ditanda tangani oleh masinis, petugas Puk/Pug, dan kondektur
P E R C O B A A N R E M D I N A M I S
P E R C O B A A N R E M D I N A M I S
percobaan rem dinamis setempat dengan cara :
mengerjakan hendel rem otomatis pada posisi mengerem sampai tekanan udara pada pipa saluran turun sesuai dengan hasil percobaan rem statis;
rem independent lokomotif dilepas (release);
lokomotif diberi tenaga sesuai dengan Pedoman Pengoperasian. Dalam keadaan seperti di atas, rangkaian kereta api mengalami pengereman dan pengurangan kecepatan.
Prosedur percobaan rem dinamis
Percobaan Rem Dinamis
Pada saat kereta api berangkat, sebelum meninggalkan emplasemen, masinis harus segera melakukan percobaan rem dinamis dan memastikan bahwa pengereman rangkaian bekerja dengan baik. Akan tetapi apabila masinis meragukan daya kerja pengeremannya, kereta api harus diberhentikan dan rangkaian didorong kembaIi ke stasiun setelah mendapat perintah dari Ppka/Pap.
Percobaan Rem Dinamis selama dalam perjalanan
Percobaan rem dinamis selama dalam perjalanan dilakukan setiap setengah jam tanpa menghentikan kereta api, dan masinis harus memastikan bahwa rem berfungsi dengan baik serta tekanan udara pengereman dengan posisi hendel rem otomatis dalam
kedudukan “lap” (tahan) yang ditunjukkan oleh manometer tekanan udara tidak turun. Apabila tekanan udara turun terus yang mengindikasikan adanya bocoran udara tekan pada sistem pengereman, kereta api tetap dapat melanjutkan perjalanan dan masinis segera melaporkan keadaan tersebut kepada Ppkp, dan selanjutnya menunggu perintah dari Ppkp untuk penanganan lebih lanjut.
Percobaan pengereman harus di saksikan oleh kondektur, TKA, dan petugas stasiun atas perntah PPKA (PD 19 pasal 40 ayat 1b).
Hasil percobaan pengereman dicatat dalam lembar pemeriksaan rangkaian kereta api dan di tandatangani oleh masinis, petugas PUK/PUG, kondektur dan
PPKA/PAP (PD 16A pasal 54 ayat 3g)
MELAYANI LOKOMOTIF SELAMA DALAM PERJALANAN
MELAYANI LOKOMOTIF SELAMA DALAM PERJALANAN
Syarat menjalankan lokomotif
Peralatan
Posisi
Keterangan
Reverser handle
Maju / mundur
Sesuai kebutuhan
Throtle handle
1 - 8
Sesuai kebutuhan
Automatic brake
release
Dikerjakan bila diperlukan
Cut out pilot valve
FRT / PASS
Sesuai ka yang di bawa
Independent brake
release
Dikerjakan bila diperlukan
Engine Control
jalan
-CB – -CB pada Engine
Control Panel
ON
-Deadman
dikerjakan
Injak - lepas
Dynamic brake
netral
Dikerjakan bila diperlukan
Switch – switch
MELAYANI LOKOMOTIF SELAMA DALAM PERJALANAN
MELAYANI LOKOMOTIF SELAMA DALAM PERJALANAN
Syarat menjalankan lokomotif traksi ganda
Peralatan Lokomotif depan Lokomotif belakang
Saluran brake pipe Dihubungkan Dihubungkan
Cut out pilot valve FRT / PASS OUT
Reverser Maju / mundur Sesuaikan arah lok depan
Throtle handle 1 - 8 Sesuai kebutuhan
Automatic brake Release, dikerjakan bila diperlukan Release
Independent brake Release, dikerjakan bila diperlukan Release, dikerjakan bila diperlukan
Engine Control Jalan Jalan
CB – CB pada Engine
Control Panel ON ON
Deadman Dikerjakan, injak - lepas Dikerjakan Injak - lepas
Dynamic brake Netral Netral
MELAYANI LOKOMOTIF SELAMA DALAM PERJALANAN
MELAYANI LOKOMOTIF SELAMA DALAM PERJALANAN
Syarat menjalankan lokomotif traksi ganda multiple unit (MU)
Peralatan Lokomotif depan Lokomotif belakang
Lokomotif Satu tipe Satu tipe
Electric Coupler Dihubungkan Dihubungkan
Saluran angin MRE, ACT dan BCE Dihubungkan Dihubungkan
Kran MU-2A Masuk Keluar
Saluran brake pipe Dihubungkan Dihubungkan
Reverser handle Maju / mundur Dilepas
Throtle handle 1 - 8 Netral
Automatic brake Release, dikerjakan bila diperlukan Dilepas
Cut out pilot valve FRT / PASS OUT
Independent brake Release, dikerjakan bila diperlukan Dilepas
Engine Control Jalan Jalan
CB – CB pada Engine Control Panel ON ON
Deadman Dikerjakan, injak - lepas Dikerjakan Injak - lepas
Dynamic brake Netral, dikerjakan bila diperlukan Netral
M A N O M E T E R M A N O M E T E R
Upt crew bd @2013
Manometer Pada Kompartemen depan (CPF)
MINYAK PELUMAS MINYAK PELUMAS BAHAN BAKAR
BAHAN BAKAR TURBO
L O A D A M P E R E L O A D A M P E R E
Upt crew bd @2013
Load Ampere berfungsi sebagai alat pemantau arus yang ke traksi motor.
Load ampere mempunyai 2 lingkaran yaitu:
1. Lingkaran sebelah luar untuk tenaga, posisi jarum yang di ijinkan
pada garis warna hijau. Jika jarum menyentuh ke warna kuning maka
segera turunkan posisi notch agar jarum tetap di garis warna hijau.
2. Lingkaran sebelah dalam untuk dynamic brake, posisi aman jarum
ENGINE CONTROL PANEL (ECP) ENGINE CONTROL PANEL (ECP)
Upt crew bd @2013
1. Kemudi
2. Pengisian batere
3. Pompa bahan bakar
4. Lampu muka
5. Saluran aliran
1 2 3 4 5
Generator pembantu Generator pembantu
Radio
29
Eep - yadi@2013
P E L A Y A N A N A I R B R A K E
P E L A Y A N A N A I R B R A K E
Regulating valve Regulating valve
Regulating valve
berfungsi untuk
mengatur tekanan
angin automatic
brake / pengereman
rangkaian
LANGKAH MEMATIKAN LOKOMOTIF
LANGKAH MEMATIKAN LOKOMOTIF
Langkah 1
• Posisi reverser handle kedudukan
netral
• Posisi throtle handle kedudukan N
• Posisi dynamic brake handle
kedudukan N
• Independent brake posisi service
• Posisi engine control swicth (EC)
kedudukan HIDUPKAN
Upt crew bd @2013
LANGKAH MEMATIKAN LOKOMOTIF
LANGKAH MEMATIKAN LOKOMOTIF
Langkah 2
Tekan tombol stop (tombol warna merah)
Tunggu sampai mesin diesel benar-benar
berhenti
Turunkan semua Circuit breaker
Lepaskan sakelar batere
Kerjakan rem parkir
Cabut Reverser handle dan berikan ke
pengawas check
Tutup semua jendela dan pintu
Stop
Stop
Upt crew bd @2013
LANGKAH MEMATIKAN LOKOMOTIF
LANGKAH MEMATIKAN LOKOMOTIF
Langkah 2
EC pindahkan ke posisi penghentian
Tunggu sampai mesin diesel
benar-benar berhenti
Turunkan semua Circuit breaker
Lepaskan sakelar batere
Kerjakan rem parkir
Cabut Reverser handle dan berikan
ke pengawas check
Tutup semua jendela dan pintu
A K H I R D I N A S A N
A K H I R D I N A S A N
.Apabila lokomotif telah mengakhiri perjalanan kereta api, sementara bahan
bakar masih mencukupi serta dapat digunakan kembali, maka lokomotif tersebut tetap siap di emplasemen. Akan tetapi bila memerlukan tambahan bahan bakar atau pelumas dan pemeriksaan di dipo yang dekat stasiun, Pul berkewajiban menambah bahan bakar dan/atau pelumas di dipo lokomotif serta dicatat dalam T.200. Selanjutnya kembali ke stasiun untuk perjalanan berikutnya sesuai dengan dinasan lokomotif (O.18).
Pasal 37 Peraturan Dinas 16A Jilid I
. (1) Apabila perjalanan dinas lokomotif berakhir, masinis dinas kereta api
melakukan :
a. serah terima lokomotif berikut laporan teknik lokomotif dan juga menyampaikan secara lisan tentang segala kejadian teknis lokomotif serta kejadian luar biasa selama dalam menjalankan dinas kepada Pul; b. menyerahkan Lapka dan tabel kereta api serta menyampaikan secara lisan kejadian luar biasa selama dalam menjalankan dinas kepada JPAK. (2) Awak kereta api melihat dinasan untuk esok harinya, juga membaca
pengumuman-pengumuman dan lainnya di kantor JPAK, kemudian yang bersangkutan diperbolehkan pulang setelah mendapat izin dari JPAK atau yang mewakili.
Upt crew bd @2013
G A N G G UA N PA D A M O T O R D I E S E L
1 Motor diesel
-
SETK (Selubung Engkol Tekanan Kelebihan)
-
Over Speed motor diesel
-
DAF (Pengaman api)
2 Sistem Pendingin
-
Hot engine (Motor panas)
-
LWL (Permukaan air rendah)
-
LWP (Tekanan air rendah)
3 Sistem bahan bakar
Tersumbat / tidak ada suplay bahan bakar ke MD
4 Sistem udara bakar
-
Saringan kertas kotor
-
Tekanan turbo tidak naik
5 Sistem pelumas
LOP (Tekanan oli rendah)
1 LWP (Tekanan air rendah) 2 LOP (Tekanan oli rendah) 3 Over speed motor diesel 4 Saringan kertas kotor
S E T K (COPS)
36
Pengaman ini bekerja jika
Tekanan udara di dalam crankcase
Mencapai 1,9 -2,1 kg/cm²
Eep - yadi@2013
Akibatnya :
1. Motor diesel mati.
2. Lampu indikator SETK/COPL di
kabin masinis menyala,
3. Bel berbunyi.
4. Lampu di pengaman
SETK/COPL menyala.
5. Jangan menghidupkan kembali
sebelum penyebab di perbaiki.
Pengaman ini akan bekerja apabila terjadi putaran
mesin diesel melampaui putaran aman sesuai yang
telah ditetapkan (lebih dari 1160 rpm).
Akibatnya :
1. Mesin diesel mati tanpa ada tanda pada lampu
indikator
2. Bell berbunyi
3. Plunyer over speed kerja / nonjol ( CC 20101-89 ).
Sedangkan pada lok CC20190 keatas dan CC 203
gagang dibawah governor MD bergerak keluar.
37
Eep - yadi@2013
E N G I N E O V E R S P E E D S H U T D O W N
CC 201 seri lama
38
Cara mengatasinya :
1. Kembalikan TH pada posisi N
2. Reset/tekan plunyer overspeed ( CC 20101-89 ).
Normalkan gagang/ditekan kedalam sampai posisi
normal ( CC20190 keatas dan CC 203 ).
3. Coba hidupkan kembali. Apabila pengaman ini terus
bekerja maka mesin diesel jangan dihidupkan
kembali untuk menghindari kerusakan yang lebih
berat .
Eep - yadi@2013
FIRE WARNING ( TANDA API )
Alat pengaman ini di sebut DAF /
FWS.
Alat ini bekerja bila di ruangan
mesin suhunya melebihi 163ºC
Jika alat ini bekerja maka :
1. Mesin diesel mati.
2. Indikator tanda api menyala
3. bel berbunyi
39
Eep - yadi@2013
FIRE
API
Cara mengatasinya:
1. Jika di ruangan mesin terjadi kebakaran gunakan
alat pemadam api.
2. Jika tidak di temukan api, untuk menghidupkan
kembali tunggu sampai suhu di ruangan mesin
turun atau sampai lampu indikator pengaman api
padam, dan batasi pemberian tenaga.
40
Eep - yadi@2013
Pengaman ini berfungsi untuk
mengamankan komponen MD dari
kerusakan akibat suhu mesin terlalu
panas (CC 201 93ºC & CC 203
99ºC)
41
M O T O R P A N A S
Akibatnya :
• Indikator motor panas menyala
• Bell berbunyi
• Putaran motor diesel kembali idle
untuk CC 203 (Cc201 sesuai
posisi notch)
• Tenaga hilang untuk CC 203
(CC201 tenaga lok normal sesuai
posisi notch)
HEL
Mesin Panas
Tindakan masinis :
•
Periksa kerja WT 1 & WT 2 (di ruang radiator)
•
ECR 1 & ECR 2 (di kompartemen depan)
•
Periksa kerja FAN RADIATOR kemungkinan
berputarnya lambat
•
Periksa jendela radiator (CC 201)
•
Tunggu suhu air pendingin turun sampai suhu
kerja (70˚C - 80˚C) / sampai indikator motor panas
padam
•
Batasi pemberian notch
42
M O T O R P A N A S
Pengaman ini berfungsi untuk
mengamankan Motor diesel
dari kemungkinan kekurangan
air pendingin pada tangki air
43
Permukaan Air Rendah (LWL)
Alat ini bekerja karena
volume/tinggi permukaan air
dalam tangki kurang dari
setengah
Tandanya :
• Lampu indikator permukaan
air rendah menyala
• Bell berbunyi
• Motor diesel normal
LWL
Permukaan Air Rendah
PENDETEKSI PERMUKAAN AIR
RENDAH
Tindakan masinis :
• Periksa permukaan air
pendingin
• Periksa kemungkinan ada
bocoran air pendingin pada
sistem pendingin
• Tambah air pendingin di
setasiun terdekat
44
Bola merah
Indicator permukaan air
Permukaan Air Rendah (LWL)
LOW WATER PRESSURE ( LWP )
Penyebab alat ini bekerja apabila
tekanan pada saluran sirkulasi air
pendingin :
a. Pada posisi idle kurang dari
8,5 Psi
b. Pada posisi notch 8 kurang
dari 28 Psi.
Akibatnya :
1. Motor diesel mati.
2. Lampu indikator Tekanan air
rendah menyala.
3. Bell berbunyi.
Cara mengatasinya :
1. Tekan reset pada LWPHR
sampai lampu indikator padam
dan bel berhenti berbunyi.
2. Periksa permukaan air
pendingin
3. Lokomotif hidupkan kembali
dan atur penggunaan tenaga.
46
Eep - yadi@2013
L W P H R
L W P H R
L O P H R
L O P H R
TEKAN
TEKAN
Pengaman ini berfungsi untuk
mengamankan motor diesel dari
kerusakan akibat pembakaran
tidak sempurna karena saringan
udaranya kotor
47
Saringan Kertas Kotor (EAFL)
Tandanya pengaman ini kerja :
•
Lampu indikator EAFL menyala
•
Bell berbunyi
•
Tenaga lok hilang
•
Putaran motor diesel kembali
idle
EAFL Saringan
Kertas
PENDETEKSI SARINGAN KERTAS
Tindakan Masinis :
• Kembalikan TH ke posisi idle/netral
• Tekan tombol
siapkan kembali pompa bahan bakar
penyaring udara kotor (seri baru).
• Tekan tombol
pemasang kembali penyaring (seri lama)
• Batasi pemberian tenaga/notch
• Catat dalam laporan teknik, laporkan secara lisan ke
masinis pengganti/PUL
Saringan Kertas Kotor (EAFL)
pengoperasian lokomotif CC201
SIAPKAN KEMBALI POMPA BAHAN BAKAR
PENYARING UDARA KOROR
SIAPKAN KEMBALI POMPA BAHAN BAKAR
PENYARING UDARA KOROR
LOW OIL PRESSURE (LOP)
Alat ini bekerja apabila tekanan
minyak pelumas pada waktu idle
kurang dari 12 psi, dan pada
notch 8 kurang dari 46 psi
49
Eep - yadi@2013
Akibatnya :
1. Motor desel mati.
2. Lampu indikator LOP menyala.
3. Bell berbunyi.
4. Indikator pada LOPHR menyala.
Cara mengatasinya :
1. Tekan reset pada RELAY
LOPHR sampai lampu
indikator padam dan bel
berhenti berbunyi.
2. Periksa kapasitas minyak
pelumas.
3. Lokomotif hidupkan kembali
dan atur penggunaan tenaga.
50
Eep - yadi@2013
LOW OIL PRESSURE (LOP)
L W P H R
L W P H R
L O P H R
L O P H R
TEKAN
Upt crew bd @2013
G A N G G UA N E L E K T R I K
1 Gangguan pada sistem transmisi
elektrik
-
-
Sleep
Ground
2 Pada sisitem kontrol
-
Tak bisa transisi
-
Perangkat siaga
1 Ground 2 Sleep
3 Tidak bisa transisi
4 Tidak ada pengisian batere
G R O U N D ( H U B U N G S I N G K AT / T E M B U S )
Alat pengaman ini bekerja bila
1.
Salah satu kabel tenaga hubung singkat dengan bodi.
2.
Generator hubung singkat dengan bodi.
3.
Traksi motor hubung singkat dengan bodi.
52
Eep - yadi@2013
Akibatnya :
1.
Tenaga lok hilang.
2.
Rpm motor diesel kembali idle.
3.
Lampu indikator ground menyala.
4.
Bel berbunyi.
GRL
Cara mengatasinya :
1. Reset tombol ground.
2. Bila masih terjadi ground coba potong salah satu
TM melalui MCO secara berurutan.
3. Bila masih ground berarti yang ground adalah Tm
ganjil (
1, 3 , 5
) dan batasi pemberian tenaga.
53
Eep - yadi@2013
RESET GROUND
RESET GROUND
Kerjanya Pengaman ini terjadi apabila terjadi selisih putaran
roda ( TM ), sehingga terjadi perbedaan tegangan / beda
potensial diantara 2 TM.
54
Eep - yadi@2013
P E N G A M A N R O D A S L I P
Penyebab terjadinya Roda Slip :
1.
Jalan licin
2.
Klem-klem sambungan ada yang kendor, kabel keropos dan Brostel
putus
3.
Gejala roda macet
4.
Salah satu power kontaktor tidak masuk (bukan karena dipotong dari
MCO)
Apabila pengaman slip kerja maka :
1.
Lampu tanda slip menyala
2.
Buzzer berbunyi
3.
Tenaga Lok berkurang
4.
Pemasir akan kerja secara otomatis ± 5 detik
55
Eep - yadi@2013
CARA MENGATASI RODA SLIP
SEP posisi
paralel
Lihat WSR mana yang kerja :
- WSR 1 untuk TM 2 dan TM 4
- WSR 2 untuk TM 5 dan TM 6
- WSR 3 untuk TM 1 dan TM 3
Potong salah satu TM tersebut dari
MCO
.
56
WSR 1
WSR 1
WSR 2
WSR 2
WSR 3
WSR 3
SEP
SEP
Eep - yadi@2013
P E N G A M A N R O D A S L I P
apabila slip terjadi di tanjakan / jalan
licin kurangi pemberian tenaga
sampai slipnya hilang tetapi tidak
GPS T R A N S I S I GPS T R A N S I S I
Upt crew bd @2013
Sistem pengukur kecepatan pada lok CC 201 / CC 203 pada saat ini
menggunakan GPS.
Pengisian battery berfungsi untuk
mengembalikan kondisi battery agar
penuh AH nya setelah digunakan
untuk START & untuk memberikan
jaminan cukupnya arus listrik DC
untuk
peralatan
pelayanan
(Relay,lampu,kipas angin,exitasi dll)
Tidak Ada Pengisian Battery (BPTAS/NBC
Pengaman BPTAS/NBC kerja tandanya:
Kemungkinan penyebabnya:
• Koneksi dari auxilary
generator ke VR terputus
• Kontaktif pada CK 1 tidak
hubung
• Carbon brush auxilary rusak
• VR nya rusak.
59
Lampu led padam Lampu led padam
Tidak Ada Pengisian Battery (BPTAS/NBC
Tindakan masinis:
o
Tekan tombol RESET pada
VR
o
Periksa posisi CK 1
kemungkinan lengket
setelah START
o
Periksa socket VR
kemungkinan lepas
60
Tombol reset Tombol reset Socket
Socket
Tidak Ada Pengisian Battery (BPTAS/NBC
P E R A N G K AT S I A G A ( D E A D M A N D E V I C E )
• Perangkat siaga adalah alat
pengaman supaya
operator/masinis selalu siaga.
(tidak lengah/ngantuk) .
• Alat ini akan bekerja pada saat
masinis tidak merespon
terhadap tombol/pedal deadman
: diinjak 50 detik dan dilepas 4
detik setelah rem lok sendiri
dilepas.
61
Pedal Dead man
Pedal Dead man
Pedal Pemasir
Pedal Pemasir
Eep - yadi@2013
Tombol Deadman
62
Tanda pengaman deadman kerja :
1. Sona alarm berbunyi
2. Hatong pada meja pelayan berbunyi
3. Terjadi pengereman otomatis
4. Lampu pengawas keamanan menyala
5. Tenaga hilang, Rpm motor diesel kembali
idle
Eep - yadi@2013
Cara mengatasi pada saat pengaman deadman kerja :
1. Gerakan gagang tenaga ( TH ) ke posisi N
2. Gerakan gagang automatic brake ke posisi suppresion
sampai lampu indikator pengawas keamanan padam
3. Gerakan gagang automatic brake ke posisi release
Upt crew bd @2013
G A N G G UA N P N E U M AT I K
1 Sistem pengereman
- Tekanan udara pada brake pipe (Saluran remutama) 0 Psi atau tidak mau naik sama sekali
- Pada saat independent brake posisi rem, silinder
rem lokomotif tidak bekerja
- Pada saat independent brake posisi release,
silinder rem lok tetap bekerja
- Rem rangkaian kereta macet pada saat
penggantian lokomotif
- Pada saat automatic brake handle di tempatkan ke
posisi service, reaksi rem sangat lambat, akibatnya harus selalu di tempatkan ke posisi emergency
- Pada saat automatic brake handle ditempatkan
handle posisi service, silinder rem lokomotif tidak ikut bekerja
- Pada saat automatic brake handle di tempatkan ke
posisi service, rem tidak dapat diatur secara Gradual (bertahap)
- PC open tidak dapat di reset
- Pada saat traksi ganda outomatic brake handle
Upt crew bd @2013
G A N G G UA N P N E U M AT I K
2 Gangguan pada
instrumen yang
dilayani oleh udara
tekan
Upt crew bd @2013
G A N G G UA N P N E U M AT I K
No Gangguan Kemungkinan pemyebab Tindakan 1 PC open (Pengawas
keamanan kerja) yang diakibatkan oleh
deadman/over speed kecepatan
- Deadman kerja
- Over speed kecepatan
kerja
- Reset sesuai prosedur
reset deadman
- Reset sesuai prosedur
reset over speed kecepatan
2 Tekanan udara pada brake pipe (Saluran rem utama) 0 Psi atau tidak mau naik sama sekali
- Automatic brake
handle tidak pada posisi release
- Cut out pilot valve
masih pada posisi cut out
- Regulating valve belum
di stel
- Pengawas keamanan
kerja (PC Open)
- Pindahkan handle
automatic brake ke posisi release
- Pindahkan cut out pilot
valve pada posisi PASS/ FRT
- Regulating valve distel
sampai BP 70 Psi
- Reset Pc Open
66
Eep - yadi@2013
3 Pada saat independent brake posisi rem, silinder rem lokomotif tidak
bekerja
- Posisi kran silinder rem
bogie 1 dan 2 posisi tertutup
- Posisi regulating valve
untuk lok sendiri belum di stel
- Katup MU 2A dimeja
pelayan 1 sebelah bawah pada posisi keluar
- Buka kran silinder rem
bogie 1 dan 2
- Stel regulating valve
sampai 50 Psi
- Pindahkan kran MU 2A
pada posisi masuk
4 Pada saat independent brake posisi release, silinder rem lok tetap bekerja
- Pada meja pelayan yang
tidak dilayani setelan rem blok sendiri terlalu besar lebih dari 50 Psi
- Pada saat mencabut
independent brake
handle tidak pada posisi release
- Pindahkan kembali
handle independent brake ke meja pelayanan yang tidak dilayani dan stel sampai 50 Psi
kemudian handle dipindahkan kembali
- Geser lubang untuk
67
Eep - yadi@2013
5 Rem rangkaian kereta macet pada saat
penggantian lokomotif
- Tekanan udara brake
pipe lok yang
sebelumnya lebih besar dari 70 Psi
- Tutup katup udara pada
rangkaian, buang udara pada rangkaian dan buka kembali katup udara pada rangkaian (ganti angin baru dari lokomotif)
6 PC open tidak dapat di
reset - Masalah pada tustel automatic brake - Lepaskan outomatic brake handle dan
lakukan reset pada meja pelayan yang tidak
dilayani setelah berhasil pindahkan kembali
7 Pada saat traksi ganda outomatic brake handle ditempatkan ke posisi service, rem tidak dapat bekerja (udara brake pipe tidak turun)
- Posisi cut out pilot valve
lok belakang tidak pada posisi out
- Posisi cut out pilot valve
dikedua meja pelayan pada lok belakang
Upt crew bd @2013
G A N G G UA N M E K A N I K R A N G K A
B AWA H
Gangguan pada bogie
- Pegas dukung putus
-
Roda benjol
-
Rem blok nunjel
-
Plat skin lepas
-
Setelan Adjuster
Upt crew bd @2013
G A N G G UA N M E K A N I K R A N G K A
B AWA H
Ketinggian boper
Keausan klow
G A N G G U A N T O L A K TA R I K
2 buah rantai pengaman
70
Eep - yadi@2013
OVER SPEED LOCOMOTIF
Pengaman over speed akan bekerja jika
kecepatan Ka mencapai 120 km/jam.
Akibatnya akan terjadi pengereman
emergency pada Ka dan indikator pengawas
keamanan akan menyala.
Cara mengatasi pada saat terjadi lokomotif overspeed
kecepatan :
1. Gerakan gagang tenaga ( TH ) ke posisi N
Pengaman ini bekerja pada saat :
• Tekanan brake pipe turun kurang dari
42/30 psi karena pengereman otomatis
dikerjakan Emergency/rem bahaya
ditarik
• Pengaman deadman kerja sehingga
tekanan brake pipe dan Equalizing
turun kurang dari 50/30 psi
• Sambungan slang air brake lepas /
putus
• Terjadi Over speed lokomotif karena
kecepatan lokomotif melebihi puncak
kecepatan yang diijinkan (120 km/jam )
71
REM BAHAYA
P C O P E N
Tandanya:
Indikator pengawas keamanan pada CS
1 dan 2 menyala
• Tenaga lokomotif hilang
• Putaran MD kembali idle
• Hatong berbunyi
• Terjadi pengereman otomatis
72
Tindakan masinis :
Gerakan TH pada posisi idle/netral
• Gerakan gagang automatic brake pada posisi
supression sampai lampu pengawas
keamanan padam
• Gerakan gagang automatic brake ke posisi
release, perhatikan tekanan angin pipa abar
dan tangki penyama pada meteran harus naik
kembali
P C O P E N
PINDAH MEJA OPERATOR
PINDAH MEJA OPERATOR
Cara pindah meja operator
1. Cabut reverser handle
2. Cabut independent brake handle
3. Cabut automatic brake handle
dengan cara pindahkan atomatic
brake handle ke posisi handle off
kemudian tarik ke atas.
4. Pindahkan cut out pilot ke posisi
out
Pada meja operator yang akan digunakan
1. Masukkan reverser handle 2. Masukkan independent brake
handle
3. Masukkan automatic brake handle pada posisi handle off kemudian pindahkan ke release