TINJAUAN KRITIS
RENCANA TATA RUANG WILAYAH
KOTA BITUNG
TAHUN 2013-2033
Novia Purbasari | 21040114420072 Arief Budiman | 21040114420077 Syamsudin Nggole | 21040114420080
SISTEMATIKA PEMBAHASAN
PENDAHULUAN
KAJIAN TEORI DAN KEBIJAKAN
GAMBARAN UMUM RENCANA TATA RUANG
WILAYAH KOTA BITUNG 2013-2033
TINJAUAN KRITIS RENCANA TATA RUANG
WILAYAH KOTA BITUNG 2013-2033
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
TINJAUAN
KOTA BITUNG
TAHUN
2013
-20
PENDAHULUAN
Kota perlu dikelola secara optimal melalui suatu proses penataan ruang.
pemerintah daerah kota mempunyai wewenang dalam pelaksanaan penataan ruang wilayah kota yang meliputi perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. (UUPR 26/2007 Pasal 11 ayat (2))
Perencanaan tata ruang wilayah kota meliputi proses dan prosedur penyusunan serta penetapan rencana tata ruang wilayah (RTRW) kota.
Muatan materi RTRW kota juga perlu mengacu kepada rencana tata ruang wilayah diatasnya seperti RTRWN dan RTRW Provinsi dengan kedalaman pengaturan yang berbeda.
Posisi penting Kota Bitung baik secara internal pembangunan kota dan eksternal hubungan nasional dan internasional
Hubungan antara perencanaan tata ruang dengan aspek penyusunan pembangunan wilayah kota.
PENDAHULUAN
TUJUAN DAN SASARAN
Tujuan : Melakukan review terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kota Bitung terhadap proses penyusunan, muatan materi
pengaturan hingga progres operasionalisasi implementasi rencana tata ruang.
Sasaran :
a. Teridentifikasinya proses dan prosedur penyusunan dan penetapan rencana tata ruang wilayah kota.
b. Teridentifikasinyaketentuan teknis muatan rencana tata ruang wilayah kota.
c. Teridentifikasinyaproses penyusunan dan penetapan rencana tata ruang wilayah kota Bitung.
d. Teridentifikasinyamuatan materirencana tata ruang wilayah kotayang ada dalam dokumen RTRW Kota Bitung.
e. Teridentifikasinya progres operasionalisasi dalam rangka implementasi rencana tata ruang wilayah Kota Bitung.
PENDAHULUAN
LINGKUP PEMBAHASAN
Lingkup pembahasan dibatasi pada tinjauan teori dan
tinjauan rencana tata ruang wilayah kota Bitung dengan
melihat proses penyusunan, kesesuaian muatan
rencana, dan proses implementasi rencana tata ruang.
PROSES PENYUSUNAN
MUATAN RENCANA
KAJIAN TEORI DAN KEBIJAKAN
• RTRW Kota harus mengacu pada RTRW Provinsi dan juga memperhatikan
perkembangan permasalahan provinsi.
• Muatan RTRW Kota sebagian besar sama dengan muatan RTRW Provinsi.
• Pengendalian pemanfaatan ruang RTRW provinsi memuat indikasi arahan
(peraturan zonasi, perizinan, insentif dan disinsentif serta sanksi), sementara RTRW Kota memuat ketentuan pengendalian pemanfaatan ruangnya.
• RTRW Kota memuat juga rencana penyediaan dan pemanfataan ruang
terbuka hijau dan nonhijau serta penyediaan dan pemanfaatan
prasarana dan sarana jaringan pejalan kaki, angkutan umum, kegiatan sektor informal, dan ruang evakuasi bencana, yang dibutuhkan untuk
menjadi dasar penerbitan perizinan lokasi pembangunan dan administrasi pertanahan.
• RTRW Provinsi menjadi pedoman untuk mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antar wilayah kabupaten/kota, serta keserasian antar sektor.
KAJIAN TEORI DAN KEBIJAKAN
• Acuan penyusunan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
penyusunan, fungsi dokumen, jangka waktu berlaku dan aturan rencana rinci RTRW kota = RTRW kabupaten.
• Perbedaan RTRW Kota dan RTRW Kabupaten terlihat pada muatan
pengaturannya terutama terkait rencana penyediaan dan pemanfataan ruang terbuka hijau dan nonhijau serta penyediaan dan pemanfaatan prasarana dan sarana jaringan pejalan kaki, angkutan umum, kegiatan sektor informal, dan ruang evakuasi bencana, yang dibutuhkan untuk
menjadi dasar penerbitan perizinan lokasi pembangunan dan administrasi pertanahan.
• Dalam RTRW kabupaten, hal-hal terkait rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau, ruang terbuka nonhijau serta
prasarana dan sarana jaringan pejalan kaki, angkutan umum, kegiatan sektor informal, dan ruang evakuasi bencana diatur dalam RTRW Kawasan
perkotaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten
Sumber: PermenPU, 2009
KAJIAN TEORI DAN KEBIJAKAN
RTRW
Kota
Tujuan, Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang
Wilayah Kota
Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota
Rencana Pola Ruang Wilayah Kota
Penetapan Kawasan Strategis Wilayah Kota
Arahan Pemanfaatan Ruang
Wilayah Kota
Ketentuan Pengenddalian Pemanfaatan Ruang
Tujuan Kebijakan
Strategi
Pusat Pelayanan Kota Sub Pusat Pelayanan Kota
Pusat Lingkungan
Kawasan Lindung Kawasan Budidaya Kawasan Strategis Ekonomi Kawasan Strategis Sosial dan Budaya
Kawasan Strategis SDA dan Teknologi Tinggi
Kawasan Strategis Daya Dukung LH Kawasan Strategis –strategis Lainnya Perwujudan Rencana Struktur Ruang
Perwujudan Rencana Pola Ruang Perwujudan Kawasan Strategis Kota
Ketentuan Peraturan Zonasi Ketentuan Perizinan Ketentuan Pemberian Insentif Ketentuan Pemberian Disinsentif
Ketentuan Sanksi
KAJIAN TEORI DAN KEBIJAKAN
GAMBARAN UMUM
Kota Bitung
•Pusat Kegiatan Ekonomi
Pemanfaatan Ruang
•Efektif dan efisien
Penataan Ruang
•Penyusunan RTRW
GAMBARAN UMUM RTRW KOTA
Ruang Lingkup Tujuan, Kebijakan dan Strategi
Rencana Struktur Ruang
Rencana Pola Ruang
Penetapan Kawasan Strategis
Kota Arahan
Pemanfaatan Ruang Wilayah
Kota Ketentuan
Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah
Kota Ketentuan Umum
Peraturan Zonasi
Ketentuan Perizinan
Ketentuan pemberian insentif
dan disinsentif
Arahan sanksi Peran Masyarakat
Kelembagaan Ketentuan
Peralihan Ketentuan Lain-lain
Ketentuan Penutup
Lingkup
Wilayah Daratan (31.350,35
Ha)
Wilayah Laut
Wilayah Udara Wilayah
Ruang Dalam Bumi 8
Kecamatan 69 Kelurahan
GAMBARAN UMUM RTRW KOTA
Ruang Kota
Produktif Aman Nyaman Berkelanjuta
Kota Maritim Regional
Internasional
Basis Kegiatan
Industri
Kelautan/Perikanan Perdagangan/Jasa
GAMBARAN UMUM RTRW KOTA
Kebijakan
Penataan
Ruang
•
Peningkatan peran kota berbasis industri,
kelautan/perikanandan perdagangan/jasa
•
Perwujudan Sistem Pusat Pelayanan Kota
•
Pengembangan sarana dan prasarana kota
•
Penetapan dan pengelolaan kawasan lindung
•
Penetapan 30% RTH
•
Penetapan kawasan strategis wilayah kota
GAMBARAN UMUM RTRW KOTA
RTRW
2000-2010
UU 26/2007
PermenPU
17/2009
RTRW
2011-2031
RTRW
2013-2033
GAMBARAN UMUM RTRW KOTA
TINJAUAN KRITIS
RENCANA TATA RUANG WILAYAH
TINJAUAN KRITIS RTRW KOTA
•
1
PROSES PENYUSUNAN
•
2
MUATAN RENCANA
•
3
TINJAUAN KRITIS PENYUSUNAN
RTRW KOTA BITUNG
Tahapan Perkiraan Waktu Yang
Dibutuhkan
Realisasi Keterangan
Proses
Penyusunan RTRW Kota
8-18 Bulan 11 Bulan Konsultan (Feb – Des 2010)
Proses
Penetapan
6 Bulan 30 Bulan Des 2013
RTRW Kota Bitung
•
2011 - 2031
RTRW Kota Bitung
Kendala Solusi Keterangan
Alih
Fungsi/Peruntukan Kawasan Hutan
Mekanisme Holding Zone
Surat Dirjen Penataan Ruang
Nomor : UM.01.11-Ra/5/229,
tanggal 24 Mei 2012 Perihal :
Percepatan Perda
RTRWKabupaten/Kota
RTRW Provinsi
Belum Ditetapkan
Penetapan RTRW Kota Mendahului RTRW Provinsi
Surat Dirjen Penataan Ruang
Nomor UM.01.11/Ra/5/229
tertanggal 28 Februari 2013
TINJAUAN KRITIS PENYUSUNAN
TINJAUAN KRITIS MUATAN
RTRW KOTA BITUNG
TINJAUAN KRITIS
MUATAN RTRW KOTA BITUNG
a. Tujuan, kebijakan dan strategi ruang wilayah kota;
b. Rencana struktur ruang wilayah kota;
c. Rencana pola ruang wilayah kota; d. Penetapan kawasan strategis
kota;
e. Arahan pemanfaatan ruang wilayah kota;
f. Ketentuan pengendalian
pemanfaatan ruang wilayah; g. Peran masyarakat dan
kelembagaan;
h. Ketentuan penyidikan dan ketentuan pidana;
TINJAUAN KRITIS MUATAN
RTRW KOTA BITUNG
Tujuan, kebijakan dan strategi
ruang wilayah kota
•
Tujuan penataan ruang, kebijakan,
dan strategi penataan ruang Kota
Bitung
TIDAK BERTENTANGAN
dengan tujuan penataan ruang
wilayah provinsi dan nasional.
Penataan ruang Kota Bitung bertujuan untuk mewujudkan ruang kota yang
produktif, aman, nyaman dan berkelanjutan sebagai pusat kegiatan nasional yang berbasis pada kegiatan bahari.
Tujuan penataan ruang provinsi Sulawesi Utara adalah untuk mewujudkan Provinsi Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia ke kawasan Asia Timur dan Pasifik yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan dengan berbasis pada kelautan, perikanan, pariwisata, dan pertanian yang
TINJAUAN KRITIS MUATAN
RTRW KOTA BITUNG
Rencana struktur
ruang wilayah kota (1)
a) Perbedaan pengaturan muatan antara
Jalan Arteri Primer di Provinsi Sulawesi Utara dengan Kota Bitung.
b) Jaringan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) belum diatur dalam RTRW Kota Bitung.
c) Stasiun KA Bitung yang telah diatur dalam RTRW Provinsi belum diakomodasi dalam RTRW Kota.
d) Lintas Penyeberangan belum semua
disebutkan dalam RTRW kota bitung.
e) Belum dicantumkan Rencana
pengembangan dan peningkatan
pelabuhan penyeberangan Bitung dalam RTRW Kota Bitung.
f) Rencana pengembangan alur pelayaran yang ada dalam RTRW Provinsi tidak
TINJAUAN KRITIS MUATAN
RTRW KOTA BITUNG
Rencana struktur
ruang wilayah kota (2)
g) Perbedaan nomenklatur pada sistem
jaringan energi: Pembangkit Listrik Tenaga Samudra (Tenaga Pasang surut, Gelombang laut, Panas Laut) di Pulau Lembeh Kota
Bitung pada RTRW Provinsi, disebutkan sebagai sistem Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut pada RTRW Kota.
h) jaringan transmisi tenaga listrik terutama pada Rencana Gardu Induk (GI) Kema di Bitung terdapat perbedaan kapasitas dan
panjang Rencana SUTT GI Paniki/Kalawat di
Minahasa – GI. Kema di Bitung.
i) Jaringan Mikro Digital yang diatur dalam RTRW provinsi belum diatur dalam RTRW Kota.
TINJAUAN KRITIS MUATAN
RTRW KOTA BITUNG
Rencana pola
ruang wilayah kota
a. Kawasan perubahan peruntukan yang berdampak penting dan
cakupan yang luas serta bernilai strategis (DPCLS) yang ditetapkan di Kota Bitung dengan luasan kurang lebih 52.46 Ha oleh Provinsi Sulawesi Utara belum diakomodasi dalam RTRW Kota Bitung.
b. Belum diatur secara khusus kawasan peruntukan peternakan pada RTRW
Kota Bitung khususnya kawasan peruntukan peternakan babi yang telah diatur dalam RTRW Provinsi Sulawesi Utara.
c. Penetapkan kawasan peruntukan pertanian tidak menyebutkan LP2B seperti yang ditetapkan pada RTRW Provinsi Sulawesi Utara.
d. Kawasan pengolahan ikan berupa pelabuhan perikanan meliputi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung yang ditetapkan pada
RTRW Prov. Sulawesi Utara belum diakomodasi dalam RTRW Kota Bitung.
e. Belum diatur mengenai pengembangan Kawasan Konservasi Kawasan
Konservasi Laut Daerah Bitung yang telah diatur dan ditetapkan pada RTRW Provinsi Sulawesi Utara.
f. Tidak ditetapkan pada RTRW Kota Bitung kawasan peruntukan industri
TINJAUAN KRITIS MUATAN
RTRW KOTA BITUNG
Penetapan
kawasan strategis kota
Penetapan kawasan strategis bidang ekonomi telah sejalan dengan tujuan, kebijakan dan strategi penataan ruang kota bitung yang ingin menjadikan
kota bitung sebagai kota yang bahari yang produktif melalui kegiatan
industri perikanan. Penetapan kawasan strategis bidang daya dukung
lingkungan pun memastikan keberlangsungan ketersediaan sumber daya yang menjadi komoditas utama kegiatan perikanan tangkap dan budi daya sebagai leading sector industri ini.
TINJAUAN KRITIS MUATAN
RTRW KOTA BITUNG
Arahan pemanfaatan
ruang wilayah kota
meliputi :
a. indikasi program utama perwujudan struktur ruang wilayah kota; b. indikasi program utama perwujudan pola ruang wilayah kota; dan c. indikasi program utama perwujudan kawasan strategis.
Pelaksanaan pembangunan sesuai dengan program pemanfaatan ruang wilayah kota dilakukan selama kurun waktu 20 tahun yang dimulai tahun 2013 sampai dengan tahun 2033, yang dibagi menjadi 4 tahapan, terdiri atas:
• tahap I meliputi tahun 2013 – 2018;
• tahap II meliputi tahun 2018 – 2023;
• tahap III meliputi tahun 2023 – 2028; dan
• tahap IV meliputi tahun 2028 – 2033.
Sebaiknya disesuaikan dengan tahapan pelaksanaan program RTRWN atau RTRW Provinsi atau setidaknya disesuaikan dengan RPJMD Kota Bitung
waktu berjalan (2011-2016), agar memudahkan pemprograman kegiatan dalam rangka implementasi RTRW kota dengan visi, misi dan program
TINJAUAN KRITIS MUATAN
RTRW KOTA BITUNG
Ketentuan pengendalian pemanfaatan
ruang wilayah kota
Berisi:
a. Ketentuan umum peraturan zonasi b. Ketentuan perizinan
c. Ketentuan pemberian insentif dan disinsentif d. Arahan sanksi.
Peran
Masyarakat dan Kelembagaan
Peran masyarakat dan Kelembagaan dalam penataan ruang di kota bitung sudah diatur dalam perda ini. Begitu juga bentuk peran masyarakat dan bentuk kelembagaan penyelenggaraan penataan ruang di kota bitung telah diatur dalam perda ini sesuai dengan peraturan perundangan.
TINJAUAN KRITIS MUATAN
RTRW KOTA BITUNG
Ketentuan
Penyidikan
dan Ketentuan
Pidana
Dengan telah diatur adanya PPNS yang dapat melakukan pemeriksaan terhadap adanya laporan atau keterangan pelanggaran pidana dalam bidang penataan ruang ini sangat baik , namun perlu diperkuat dengan
kelembagaan khusus yang bertugas menerima laporan, memproses, dan
memperkarakan pelanggaran yang terjadi dalam bidang penataan ruang.
Dengan adanya unsur pemanfaatan ruang, setiap orang wajib mentaati rencana tata ruang, apabila tidak ditaati dapat diberlakukan tindak pidana sesuai dengan yang diatur dalam UU tentang Penataan Ruang. Hal ini
berlaku juga untuk korporasi.
Ketentuan pidana dalam perda ini tidak diatur kembali secara khusus
TINJAUAN KRITIS MUATAN
RTRW KOTA BITUNG
Ketentuan
peralihan
dan ketentuan
lain-lain
• RTRW kota Bitung berlaku dalam jangka waktu 20 (dua puluh) tahun sejak tanggal ditetapkan dan ditinjau kembali setiap 5 (lima) tahun.
• Peninjauan kembali RTRW kota dapat dilakukan lebih dari 1 (satu) kali
dalam 5 (lima) jika dalam kondisi lingkungan strategis tertentu yang
berkaitan dengan bencan alam skala besar, perubahan batas teritorial negara, dan/atau perubahan batas wilayah yang ditetapkan dengan Undang-Undang. Peninjauan kembali dan revisi RTRW kota dilakukan
bukan untuk pemutihan terhadap penyimpangan pemanfaatan ruang.
• RTRW Kota Bitung digunakan sebagai pedoman pembangunan dan
menjadi acuan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka
TINJAUAN KRITIS IMPLEMENTASI
RTRW KOTA BITUNG
Realisasi
Monitoring oleh Bappeda
kesesuaian RKA dengan RPJMD Evaluasi masih insidentil
Evaluasi
Evaluasi Rutin dalam Forum BKPRD Langkah strategis pencapaian target
Monitoring
TINJAUAN KRITIS IMPLEMENTASI
RTRW KOTA BITUNG
Tahun Tahapan Realisasi Keterangan
2013 Penetapan RTRW Kota Bitung 2013-2033
Desember 2013
2014 Sosialisasi : -SKPD
-Masyarakat
-SKPD
-8 Kecamatan (100%) -8 Kelurahan (12%)
-Indikasi Program -Tatap Muka
-Peta Analog -Peta Digital
2015 -Implementasi - KAPET
-Minapolitan -KEK
-IHP
-Jalan Tol
-Jaringan Jalan -Terminal
-Pelabuhan -Listrik
PENUTUP
Proses Penyusunan
permasalahan yang muncul adalah belum tersusunnya raperda mengenai RTRW Provinsi sebagai hierarkhi di atasnya yang seharusnya dijadikan
sebagai acuan (sesuai dengan UU No.26 Tahun 2007).
Muatan Pengaturan Muatan rencana tata ruang telah sesuai dengan ketentuan teknis muatan RTRW kota (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota. )
Perumusan konsepsi dan substansi RTRW Kota Bitung
belum seluruhnya sesuai dengan arahan yang ada dalam RTRW Provinsi Sulawesi Utara
Implementasi RTR
implementasi indikasi program utama dalam RTRW Kota Bitung belum dapat dilaksanakan baik oleh Dinas Tata Ruang maupun oleh Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kota Bitung.
Pemerintah Kota Bitung (BAPPEDA) telah melakukan monitoring terhadap kesesuaian antara RKA SKPD dengan RPJMD dan Rencana Strategis masing-masing SKPD.
Kesesuaian RKA dan RPJMD sedikit banyak telah menyelaraskan RKA SKPD dengan indikasi
program utama dalam RTRW Kota Bitung karena ada keterkaitan yang erat antara RPJMD dan RTRW Kota Bitung.
PENUTUP
• Penataan ruang wilayah kota perlu dilakukan secara berjenjang dan
komplementer dengan penataan ruang wilayah nasional dan penataan
ruang wilayah provinsi.
• Lamanya proses penyusunan dokumen RTRW sebaiknya sesuai dengan arahan yang terdapat pada PP No 15 Tahun 2010
• Apabila proses penyusunan RTRW Kabupaten/Kota mendahului proses penyusunan RTRW Provinsi, maka perlu ada sinkronisasi dan kesepakatan
bersama terkait substansi yang diatur.
• Dalam penyusunan RTRW Kota Bitung sebaiknya mengacu pada muatan
yang diatur dalam RTRWN dan RTRWP
REKOMENDASI (1)
RTRW
PENUTUP
REKOMENDASI (2)
• Perlu dilakukan review detail dan evaluasi
tahap awal terhadap muatan
pengaturan dalam RTRW Kota Bitung dan RTRWP sehingga perbedaan nomenklatur dan substansi terkait lokasi dan program dapat menjadi masukan dalam rangka peninjauan kembali kedua RTRW tersebut.
• Perlu adanya sosialisasi terkait muatan
substansi RTRW Kota Bitung kepada SKPD
agar tercipta sinkronisasi program
pembangunan yang didukung anggaran
yang memadai.
• Indikasi program yang ada di RTRW Kota
harus menjadi acuan pada setiap
program SKPD agar tujuan penataan ruang kota Bitung dapat tercapai.
• Perlu adanya forum evaluasi
implementasi program yang dimuat