• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PEMILIHAN CELEBRITY ENDORSER PR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STRATEGI PEMILIHAN CELEBRITY ENDORSER PR"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI PEMILIHAN CELEBRITY ENDORSER PRODUK (Studi Kualitatif Pada Operator Seluler Di PT Bakrie Telecom

Selama Tahun 2008-2012) Disusun oleh: TARA DERIFATONI

0610020110

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI PEMINATAN KOMUNIKASI BISNIS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG Pembimbing:

1. Maya Diah Nirwana 2. Arief Budi Nugroho

ABSTRACT

The rapid competition between mobile operators forces each operator to

conduct an effective campaign. Esia, one of the CDMA mobile operators tries to

compete against the GSM operator in Indonesia such as Indosat, Telkomsel, and

XL. One of the strategies that were done is through television campaign by using

celebrity endorser. The Esia advertising that use celebrity endorser for the year

2008-2012 are: Hape Esia Slank (2008), Esia Bispak (2009), dan Gerakan Melek

Tarif, Sadar Sinyal (2011). The celebrity that was selected in those advertising

are; Slank, Ringo Agus Rahman, Nadine Chandrawinata, and Ade Rai. They are

come from a variety backgrounds, such as; musicians, comedians, actresses, and

athletes.

The purpose of this study is to investigate the process of selecting the

celebrity endorser. This is a qualitative research by using in-depth interviews for

the data collection techniques. Informants in this study are determined by

purposive sampling techniques, they are; Chief Marketing Officer and Brand

Manager of PT Bakrie Telecom's Esia.

The result that is found in this study is the celebrity endorser election conducted

during the 2008-2012 campaign based on a theme each year. The character of a

celebrity endorser must be suitable with the value and brand personality of Esia,

because Esia wants to make their celebrity endorser as spokesperson and represent

the brand image of Esia. Generally, the most prominent factors in the selection of

celebrity endorser is physical attractiveness. Only in advertisement

Hape Esia

Slank Esia more concerned with power factor. In the whole process of the

selection of Esia celebrity endorser, the most common obstacle is competition in

getting the celebrity.

(2)

PENDAHULUAN

Berbagai macam operator seluler di Indonesia menyediakan layanan GSM (Global System for Mobile Communication) atau CDMA (Code Division Multiple Access). Diantaranya Telkomsel (Simpati,Kartu AS, Kartu Halo), Indosat (IM3, Mentari, dan StarOne), XL, Tri (3), Smartfren, Esia, Flexi, Axis. Layanan telekomunikasi berbasis teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) kini telah menjadi alternatif bagi pengguna telepon seluler, pasca penggunaan GSM (Global System for Mobile Communication) yang sudah lebih dulu meramaikan pasar seluler. Salah satu fasilitas pada kartu seluler CDMA (Code Division Multiple Acces) yaitu kecepatan transfer data dan harga pulsa yang lebih murah karena investasi per satuan sambungan telepon (SST) lebih rendah.

Esia adalah merek layanan operator yang dikeluarkan oleh PT. Bakrie Telecom Tbk, operator telekomunikasi yang berbasis teknologi CDMA 2000 1x dengan layanan limited mobility, maksudnya adalah layanan mobilitas jaringan tanpa kabel yang dibatasi dalam satu kode area. Untuk mendapatkan layanan Esia pelanggan dapat membeli kartu perdana Esia yang dipasangkan dengan ponsel tipe CDMA yang memiliki frekuensi 800 MHZ atau dengan langsung membeli beragam ponsel bundling yang dijual oleh Esia. Saat ini terdapat 4 operator yang menggunakan jaringan CDMA yakni Telkom (Flexi), Indosat (StarOne), Bakrie Telecom (Esia), Smart Telecom (Smartfren). Peta persaingan pasar operator seluler CDMA di Indonesia dapat dilihat dari Top Brand Award. Top Brand merupakan apresiasi terhadap merek-merek yang tergolong sebagai merek top. Top Brand Award diberikan kepada merek di kategori produk tertentu yang memenuhi kriteria Top. Kriteria top didasarkan pada survei yang

dilakukan oleh Frontier Consulting Group. Frontier Consulting Group adalah lembaga survei yang melakukan penelitian tentang peringkat maupun market share berdasarkan suksesnya tidaknya suatu produk di pasar. Esia dan Flexi bersaing ketat dalam pasar CDMA pra-bayar pada rentang tahun 2009-2012. Esia tiga kali menjadi perai top brand award, yaitu pada tahun 2009, 2010, dan 2012. Sedangkan Flexi hanya sekali meraih top brand award yaitu pada tahun 2011 saja. Kedua operator CDMA tersebut memang bersaing ketat dalam pasar, akan tetapi yang dibidik oleh Esia adalah mencoba merebut pangsa pasar operator seluler GSM yang lebih dulu hadir di Indonesia, seperti Indosat, Telkomsel, dan XL.Operator seluler dengan jaringan GSM (Indosat, Telkomsel, dan XL) yang sudah lebih dulu hadir di dunia telekomuikasi Indonesia mempunyai pelanggan yang cukup banyak di Indonesia.

(3)

Esia Slank. Abdee (Gitaris Slank) mengatakan bahwa konten yang ditawarkan oleh handphone Esia tersebut sungguh menarik. "Ini sangat menarik, baru pertama ada handphone dengan menu khusus untuk Slank. Di sini juga ada konten warung Slank," (Esia Luncurkan HP Bagi Para “Slanker”. 2009).

Pada Tahun 2009 Esia melanjutkan kembali marketing strategy-nya dengan “Shifting The Paradigm”, dimana Esia berusaha untuk melakukan campaign yang keluar dari kebiasaan lama operator seluler yang selama ini ada. Pelanggan kini dapat memilih jenis produk atau layanan telekomunikasi mereka sendiri, sesuai selera masing-masing (Laporan Direksi, Laporan Tahunan PT Bakrie Telecom 2009). Genderang perang antara Esia dengan operator GSM besar di Indonesia seperti Telkomsel, Indosat, dan Exelcomindo Pratama (XL) dimulai pada tahun 2009. Wakil Dirut PT Bakrie Telecom, Erik Meijer menjelaskan, “Bispak” merupakan singkatan dari fitur barunya, yakni "Bisa Pakai Tarif Mana Pun". Tarif yang ditawarkan adalah milik BASMI atau Bebas, As, Simpati, Mentari, dan IM3. "Lewat Bispak yang kami tawarkan, kami ingin pelanggan Esia merasakan sendiri tarif mana yang paling murah, Esia atau GSM," kata Erik di sela peluncuran Esia Bispak di Wisma Bakrie I, Jakarta, Rabu, 26/8/2009 (Rouzni. 2009). Pada campaign Esia Bispak ini, Esia memunculkan Ringgo Agus Rahman seorang aktor dan komedian di dalam TVC (Television Commercial) Esia Bispak.

Perang tarif murah antara Esia dengan operator GSM lain terus berlanjut selama 2009-2010. Kondisi perang tarif tersebut membuat kondisi pasar persaingan seakan terjebak dengan rayuan “tarif murah”. Menurut hasil survey MarkPlus Insight, service execellence index untuk kategori perusahaan mobile telecomunication di

tahun 2010 mengalami penurunan yang signifikan jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. Namun di tahun ini sedikit meningkat dari tahun 2010, tapi belum menyamai index tahun 2009. "Tahun 2009, index service excellence untuk kategori mobile telecomunication menyentuh angka 77,8 poin. Sedangkan tahun 2010 merosot menjadi 73,5 poin dan sedikit naik menjadi 74,5 poin di tahun 2011," papar Hasanuddin, Chief Executive Markplus Insight (Fauzi. 2011). Fenomena ini disebabkan karena tingkat persaingan yang sangat ketat antar operator seluler. Ketatnya persaingan, khususnya dalam tarif memaksa para operator sedikit mengabaikan pelayanan kepada pelanggan. Akibatnya kepuasan pelanggan menjadi berkurang. Jika hal tersebut dibiarkan maka industri ini tidak akan sehat.

(4)

atlit binaraga yang mempunyai prestasi hinggal level internasional, sedangkan Nadine Chandrawinata adalah seorang aktris dan mantan Puteri Indonesia 2005. Esia memberikan keragaman dalam pemilihan celebrity endorser untuk beberapa iklannya, seperti grup band Slank, Ringgo Agus Rahman, Ade Rai dan Nadine Candrawinata. Para endorser tersebut terdiri dari berbagai macam latar belakang yang berbeda-beda, Slank merupakan grup band legendaris di Indonesia dan memiliki basis fans club Slankers yang jumlahnya jutaan dan tersebar di seluruh Indonesia. Ringgo Agus Rahman merupakan komedian dan aktor yang wajahnya sudah tidak asing lagi dalam seni peran di Indonesia. Ade Rai merupakan atlit binaraga yang memiliki prestasi kelas Internasional. Sedangkan Nadine sendiri adalah seorang aktris dan mantan Puteri Indonesia tahun 2005 yang mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2006. Suatu hal yang menarik untuk diteliti hal apa yang membuat Slank, Ringgo, Ade Rai, dan Nadine Chanrawinata terpilih sebagai celebrity endorser Esia karena para celebrity endorser tersebut mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, yaitu dari musisi, aktor/aktris, dan atlit.

KAJIAN PUSTAKA

Menurut Jamieson dan Campbell dalam (Bungin, 2001:123) mendeskripsikan iklan sebagai sebuah proses komunikasi, dimana di dalamnya terdapat orang yang disebut sebagai sumber munculnya ide iklan, media sebagai medium, dan audience. Periklanan tidak hanya berkaitan dengan pemberian informasi tetapi juga untuk menarik minat khalayak secara sukarela terdorong untuk melakukan tindakan sesuai dengan yang diinginkan pengiklan.

Menurut Shimp (1997:357) terdapat beberapa fungsi dari iklan, yaitu:

1. Informing (Memberi Informasi) 2. Persuading (Mempersuasi) 3. Reminding (Mengingatkan) 4. Adding Value (Memberikan Nilai

Tambah)

Dalam membuat suatu iklan yang efektif, diperlukan proses yang tidak singkat. Iklan-iklan yang ada tidak begitu saja dibuat, namun melewati proses yang panjang. Menurut Shimp (1997) terdapat beberapa proses dalam manajemen periklanan, yaitu :

1. Menetapkan tujuan 2. Memformulasi anggaran 3. Menciptakan pesan-pesan iklan 4. Menyeleksi media

5. Implementasi Strategi

6. Pengukuran efektivitas periklanan Dalam strategi pemasaran dikenal adanya segmenting,targeting, dan positioning. Dalam buku Principles of Marketing, Kotler & Amstrong (2010:73), definisi Segmenting yaitu memecah pasar menjadi pasar yang kecil dengan adanya perbedaan kebutuhan karakteristik atau sifat, sehingga membutuhkan masing-masing strategi marketing yang berbeda. Kotler (Jaman, 2012: 63) mengidentifikasikan segmentasi kedalam beberapa macam, yaitu:

- Geographics segmentation - Demographics segmentation, - Geo-demographics

- Psycographisc segmentation Targeting, yaitu suatu proses evaluasi setiap market segment yang menarik (attractiveness) dan memilih satu atau lebih market segment. Dalam proses ini perusahaan mempertimbangkan apakah akan memilih segmen massal, beberapa segmen, segmen kecil, dan segmen sangat kecil. Menurt Kotler (2008: 95), jenis-jenis targeting sebagai berikut:

(5)

Positioning, yaitu merupakan suatu aktivitas perusahaan dalam memberikan suatu gambaran (image) yang ditaruh di dalam benak pikiran target market atau target konsumen. Upaya tersebut dianggap perlu karena situasi masyarakat atau pasar konsumen sudah over communicated. Sebuah produk harus diidentifikasi dengan cara yang terbaik untuk mengekspresikan arti bagi sekelompok pelanggan. Jika tidak, akan diposisikan buruk dan tidak akan diingat cukup.

Celebrity endorser adalah public figure atau seseorang yang dikenal publik, seperti atlet, pemain film, politisi, dan lain lain yang terkenal dan sering muncul di media, serta menjadi model iklan untuk menguatkan suatu produk. Celebrity digunakan sebagai spokeperson untuk mewakili suatu brand (Shimp, 1997: 282). Model Komunikasi Laswell (Sendjaja, 2005:39), dapat menjelaskan peranan celebrity endorser sebagai source dalam menyampaikan pesan kepada khalayak. Sumber pada proses komunikasi dapat berupa individu maupun perusahaan. Tetapi biasanya sumber yang banyak digunakan adalah individu atau karakter yang dapat mewakili dan memberikan informasi mengenai suatu topik (produk, servis atau jasa). Diharapkan sumber atau komunikator adalah seseorang yang dapat membuat konsumen percaya dan akhirnya tertarik untuk mengikuti ajakan dan membeli produk atau jasa tersebut. Alasan penggunaan celebrity endorserment adalah karena kemampuan celebrity untuk membentuk awareness, perilaku terhadap brand serta menarik perhatian konsumen (Solomon dalam Schlecht, 2003: 4).

Pesan merupakan inti dari proses komunikasi. Tidaklah mudah untuk membuat pesan yang efektif, pesan dianggap efektif jika maksud atau tujuan pesan dari sumber pesan dapat diterima dan dipersepsikan sama oleh penerima. Isi pesan, struktur pesan dan

daya tarik pesan adalah penting elemen-elemen dalam membuat pesan. Isi pesan mencakup topik, tema, bahasa. Struktur pesan meliputi cara penyajian pesan dan kesimpulan. Sedangkan daya tarik mencakup warna, gambar atau logo, kreativitas, humor termasuk penggunaan celebrity endorser.

Menurut Sendjaja (2005: 16) Berdasarkan medium atau channel terdapat dua saluran komunikasi, yaitu:

1. Komunikasi Personal

2. Komunikasi Non Personal atau Komunikasi melalui Media Massa Sedangkan receiver adalah sasaran yang dituju dalam proses komunikasi ini. Meliputi sistem kemasyarakatan yang sudah ada, seperti demografi, psikografi, nilai, dan lain-lain.

Aspek-aspek kredibilitas komunikator Menurut Rositter & Percy (1997: 260-268) terdiri dari:

1. Visibility

Visibility yaitu seberapa populer atau terkenal seorang model atau celebrity. Maksudnya adalah apakah model tersebut dikenal dan populer di masyarakat. Pada karakteristik ini, jika tujuan komunikasi adalah untuk meningkatkan brand awareness, maka penggunaan celebrity ini sangat tepat. 2. Credibility

Kredibilitas sumber pesan merupakan faktor yang penting. Pemakaian celebrity atau tokoh terkenal membuat iklan lebih mendapat perhatian dari konsumen, tetapi jika kredibilitas celebrity atau tokoh itu dinilai tidak layak, maka tujuan pesan tidak tercapai. Kredibilitas ini memiliki 2 (dua) karakteristik, yaitu :

- Expertise - Objectivity 3. Attraction

(6)

personality (Royan, 2005: 18). Daya tarik memiliki 3 (tiga) elemen, yaitu:

- Physical attractiveness - Likability

- Similarity 4. Power

Kekuasaan adalah kemampuan menimbulkan pengaruh untuk mengikuti. Kekuasaan dapat dilihat dari jenis pekerjaan atau kepribadiannya. Kekuasaan dapat menyebabkan seorang presenter / model dapat “memaksakan” kehendaknya kepada orang lain. Dalam hal ini, model yang digunakan harus memiliki kekuatan untuk mempengaruhi target audience untuk membeli

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Dimana metode ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya dan hal yang lebih ditekankan dalam metode ini adalah mengenai persoalan kedalaman (kualitas) data bukan

banyaknya (kuantitas) data (Kriyantono, 2007:58).

Lokasi penelitian adalah di kantor pusat PT Bakrie Telecom, Wisma Bakrie 2, 10th Floor, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-2, Jakarta. Fokus dalam penelitian ini sebagai berikut :

- Proses pemilihan celebrity endorser HP Esia Slank

- Proses pemilihan celebrity endorser Esia Bispak

- Proses pemilihan celebrity endorser Gerakan Melek Tarif, Sadar Sinyal

Menurut Lofland & Lofland, dalam Moleong (2005: 157), sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain.

Dari penjelasan di atas data dapat dibagi jadi dua:

1. Data Primer: Dalam penelitian ini data primer diperoleh dari wawancara mendalam (in-depth

interview) dengan Chieff Marketing Officer PT Bakrie Telecom dan Brand Manager Esia.

2. Data Sekunder: data ini berupa data-data yang sudah tersedia dan bisa didapatkan oleh peneliti melalui membaca, melihat atau mendengarkan. Yang termasuk dalam data sekunder antara lain: a. Data dalam bentuk teks:

company profile, brosur, berita di media cetak yang berhubungan dengan strategi promosi dan iklan Esia

b. Data dalam bentuk gambar: tabel, poster, dan foto yang berkaitan dengan Esia.

c. Data dalam bentuk audio visual: video iklan Esia yang pernah ditayangkan di televisi dari tahun 2008 - 2012

Teknik analisis data menurut Moleong (dalam Kriyantono, 2007: 167) didefinisikan sebagai proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Tahap analisis data memegang peranan penting dalam risest kualitatif, yaitu sebagai faktor utama penilaian kualitas tidaknya sebuah riset.

Berikut runtutan analisis data setelah data terkumpul:

1. Wawancara

- Hasil wawancara pada staff marketing PT. Bakrie Telecom akan dijabarkan dalam bentuk transkrip

- Memilah data dalam kategori-kategori yang harus dapat diperbandingkan satu dengan lainnya

(7)

- Mencari hubungan antar kategori

- Menyederhanakan dan mengintegrasikan data ke dalam struktur yang saling berkaitan secara logis

- Membandingkan antar data yang didapat

- Mengkategorikan data dalam kategori dan menyimpulkannya 2. Dokumentasi

Hasil wawancara akan didukung oleh dokumentasi data dan kegiatan yang mendukung. Data dokumentasi yang berupa berita di media cetak, tabel,foto, poster, dan video iklan Esia.

Penelitian ini menggunakan trustworthiness untuk mengukur kualitas penelitiannya. Trustworthiness digunakan untuk menguji kebenaran dan kejujuran subjek dalam mengungkap realitas menurut apa yang dialami, dirasakan atau dibayangkan.

(Kriyantono, 2007: 71). Selain itu, dalam penelitian ini digunakan juga analisis Triangulasi, yaitu menganalisis jawaban subjek dengan meneliti kebenarannya dengan data empiris (sumber data lainnya) yang tersedia. Di sini jawaban subjek di cross-check dengan dokumen yang ada.

HASIL & PEMBAHASAN

Fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemilihan celebrity endorser Esia selama tahun 2008-2012. Sehingga, dalam penelitian ini hanya difokuskan pada tiga iklan saja, yaitu Iklan Hape Esia Slank (2008-2009), Iklan Esia Bispak (2009), dan Iklan Gerakan Melek Tarif, Sadar Sinyal (2011). Hasil yang didapatkan pada penelitian ini dapat disederhanakan seperti yang disajikan

tabel berikut:

Tabel. Penyajian Data Pemilihan Celebrity Endorser Iklan Esia

Pemilihan Celebrity Endorser Esia

Hape Esia Slank

Esia Bispak

Gerakan Melek Tarif, Sadar Sinyal

Slank Ringgo Agus

Rahman Ade Rai

Nadine Chandrawinata

Segmenting Komunitas Slankers

Targeting New user, switcher,

dan dual user

Positioning Esia operator yang

memiliki tarif terjangkau

Segmenting Pelanggan GSM

Prabayar

Targeting Switcher, dan dual

user

Positioning Esia operator yang

memiliki tarif terjangkau dan skema

tarif simple

Segmenting Pelanggan CDMA &

GSM Prabayar

Targeting Switcher, dan dual

user

Positioning Esia operator yang

memiliki tarif terjangkau dan

berkualitas

Segmenting Pelangan Prabayar

CDMA & GSM

Targeting Switcher, dan dual

user

Positioning Esia operator yang

memiliki tarif terjangkau dan high

(8)

Source

Hape Esia Slank

Source Ringgo Agus

Rahman

Message Tarif Esia lebih murah dari tarif operator GSM Esia punya sinyal

yang kuat dan kualitas sinyal Esia

Source Nadine Chandrawinata

Message Tarif Esia lebih murah dari operator

lain Brand image Esia meningkat dari

mid-level ke top-mid-level

Visibility Slank band yang populer di Indonesia

Credibility Objectivity: Slank match dengan produk

Hape Esia Slank

Attraction Memenuhi unsur likeability disukai oleh

Slankers

Power Slank mempunyai fans

base yang besar di Indonesia

Visibility Komedian dan Aktor

yang populer di Indonesia match dengan brand

Esia fans base yang besar

Visibility Atlit Binaraga yang populer di Indonesia

Credibility berwajah tampan dan

bertubuh atletis

Power Tidak memiliki fans

base yang besar

Visibility Ex-Finalis Miss Universe dan Aktris

yang populer di Indonesia

Cantik dan smart

Power Tidak memiliki fans

base yang besar

(9)

Selama 2008-2012 Esia memilih beberapa celebrity endorser untuk campaign yang mereka lakukan, diantaranya Slank (musisi), Ringgo Agus Rahman (aktor dan komedian), Ade Rai (atlit) dan Nadine Chandrawinata (mantan Puteri Indonesia dan aktris). Pada tahun 2008 tema campaign Esia adalah “Reaching The Mass” dengan fokus meraih pelangan sebanyak-banyaknya, sehingga pada akhirnya Slank yang terpilih sebagai celebrity endorser. Pada tahun 2009 tema campaign Esia adalah “Shifting The Paradigm” dengan fokus merubah paradigma lama perusahaan telekomunikasi. Esia ingin memberikan kebebasan pada pelanggannya untuk memilih tarif yang mereka inginkan, sehingga Ringgo Agus Rahman yang terpilih sebagai celebrity endorser. Pada Tahun 2011 tema campaign Esia adalah “Getting Ready for Future” dengan fokus pada peningkatan kualitas dan jaringan. Esia ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki sinyal yang kuat dan berkualitas, sehingga pada akhirnya Ade Rai dan Nadine Chandrawinata yang terpilih sebagai celebrity endorser.

Secara umum yang harus dimiliki seorang celebrity endorser Esia adalah kesesuaian celebrity dengan value dan personality brand Esia. Berikut ini adalah value dan personality Esia. Value Esia: honest (jujur), smart (cerdas), tell things like it is (memberi tahukan sesuatu apa adanya), offer product as it is (menawarkan sesuatu apa adanya), anti kemapanan, disruptive, sedikit berontak. Sedangkan untuk Personality Esia: bersahabat, pengertian, positif, humoris, enjoyable dan refreshing. Pentingnya kesesuain antara karakter celebrity endoerser dan Esia didasari karena Esia ingin menjadikan celebrity endorser-nya sebagai spoke person dan merepresentasikan brand image dari Esia.

Pada strategi pemilihan celebrity endorser Esia yang dilakukan oleh PT Bakrie Telecom ada beberapa hal yang bisa di garis bawahi. PT Bakrie Telecom melalui brand Esia lebih mengutamakan faktor visibility, credibility, dan attraction, namun sedikit mengabaikan dalam hal power dalam pemilihan beberapa celebrity endorsernya. Pada pemilihan celebrity endorser Iklan Hape Esia Slank yang memegang peran kuat untuk terpilih sebagai celebrity endorser adalah faktor power yang dimiliki oleh Slank. Pada iklan Esia Bispak yang memegang peran kuat untuk terpilih adalah faktor objectivity dan attraction yang dimiliki Ringgo Agus Rahman, karena selain sebagai celebrity endorser Ringgo juga berperan menjadi brand ambassador Esia. Sedangkan dalam pemilihan celebrity endorser Gerekan Melek Tarif, Sadar Sinyal yang melibatkan Ade Rai dan Nadine Chandrawinata, faktor physical atrractivenes kedua celebrity ini yang menjadikan mereka terpilih sebagai celebrity endorser Esia. Secara umum hal yang paling menonjol dari pemilihan celebrity endorser Esia adalah faktor physical attractivenes, hanya pada Hape Esia Slank saja yang lebih mementingkan faktor power.

(10)

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul Strategi Pemilihan Celebrity Endorser Operator Seluler ESIA oleh PT. Bakrie Telecom (selama Tahun 2008-2012), dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Pemilihan celebrity endorser yang dilakukan selama tahun 2008-2012 berdasarkan pada tema campaign setiap tahunnya. Reaching The Mass (2008) dengan Slank sebagai celebrity endorser pada Hape Esia Slank. Shifting The Paradigm (2009) dengan Ringgo Agus Rahman sebagai celebrity endorser pada Esia Bispak. Getting Ready for Future (2011) dengan Ade Rai dan Nadine sebagai celebrity endorser pada Gerakan Melek Tarif, Sadar Sinyal.

2. Karakter seorang celebrity endorser Esia harus sesuai dengan value dan personality brand Esia karena Esia ingin menjadikan celebrity endorser-nya sebagai spoke person dan merepresentasikan brand image dari Esia.

3. Pada strategi pemilihan celebrity endorser Esia secara umum, hal yang paling menonjol dari pemilihan celebrity endorser Esia adalah faktor physical attractivenes, hanya pada Hape Esia Slank saja yang lebih mementingkan faktor power.

4. Pada proses keseluruhan pemilihan celebrity endorser Esia hambatan yang paling sering dijumpai adalah kompetisi dalam memperebutkan celebrity. Kompetisi yang ketat menyebabkan mengerucutnya jumlah nama-nama tenar yang dirasa mampu untuk mendongkrak daya tarik iklan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur

Penelitian. Suatu Pendekatan

Praktek. Jakarta: PT. Asdi

Mahasatya.

Berita Bengkel. 2011. Ringgo Agus

Rahman: Hidup untuk Mencari

Kebahagiaan. Vol 015/II/2011

Burhan, Bungin. 2001. Erotika

Media Massa. Surakarta:

Muhammadiah University Press.

Effendy, Onong Uchjana. 2003.

Ilmu, Teori dan Filisafat

Komunikasi. Citra Bandung:

Aditya Bakti

Karsito, Eddie. 2008. Menjadi

Bintang: Kiat Sukses Jadi Artis

Panggung, Film, Dan Televisi.

Jakarta: Ufuk Publishing.

Khasali, Rhenald. 2007. Manajemen

Periklanan: Konsep dan

Aplikasinya Di Indonesia

.

Jakarta: Pustaka Utama Grafiti

Kotler, Philip. 2000. Manajemen

Pemasaran, Jilid 2. Jakarta:

Bumi Aksara

Kotler, Philip dan Gary Armstrong.

2010. Principles of Marketing.

13th Edition. New Jersey:

Prentice-Hall, Inc.

Kotler, Philip dan Kevin Lane

Keller, 2008. Manajemen

Pemasaran, Jilid 1. Jakarta:

Indeks.

Kriyantono, Rachmat. 2007. Teknik

Praktis Riset Komunikasi.

Jakarta: Kencana Prenada Media

Group.

Laporan Tahunan PT Bakrie

Telecom 2006

Laporan Tahunan PT Bakrie

Telecom 2007

(11)

Laporan Tahunan PT Bakrie

Telecom 2009

Laporan Tahunan PT Bakrie

Telecom 2010

Laporan Tahunan PT Bakrie

Telecom 2011

Liliweri, Alo. 1992. Dasar-Dasar

Komunikasi Periklanan. Bandung:

Citra Aditya

Loudon, David dan Albert Della

Bitta. 1993. Consumer

Behavior: Concepts And

Applications, Volume 1. New

York: McGraw-Hill Companies

Moleong, Lexi J. 2005. Metodologi

Penelitian Kualitatif. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Rakhmat, Jalaludin. 2008. Psikologi

Komunikasi. Bandung: Remaja

Rosdakarya

Royan, Frans M. 2005. Market

Intelligence. Jakarta: Elex Media

Komputindo

Rossiter, John R dan Larry Percy.

1997. Advertising

Communications & Promotion

Management. New York:

McGraw-Hill Companies

Sendjaja, Djuarsa. 2005. Ilmu

Komunikasi Teori dan Praktek.

Bandung: Remaja Rosdakarya

Shimp, Terence A. 1997. Periklanan

Promosi. Jakarta: Erlangga

Tellis, Gerard J. 1998. Advertising

and Sales Promotion Strategy.

New York: Longman.

Turner, Graeme. 2004.

Understanding Celebrity.

London: SAGE Publications

Ltd.

William Wells, Sandra Moriarty,

John Burnett, May Lwin. 2007.

Advertising Principles and

Effective IMC Practice. New

Jersey: Prentice-Hall, Inc.

Winardi. 1991. Marketing dan

Perilaku Konsumen. Bandung:

Mandar Maju

Jurnal

Chan, Kimmy dan Calleb H. Tse.

2011. Assessing Celebrity

Endorsement Effects in China, a

Consumer-Celebrity Relational

Approach. Hongkong Baptist

University.

Jaman, Mustofa. 2012. Critical

Analysis of Segmentation

Strategy For Potential Product

Launch - Mapping The

Customers. International Journal

of Scientific & Technology

Research Volume 1

Karadeniz, Mustafa. 2009. Product

Positioning Strategy In

Marketing Management. Journal

of Naval Science and

Engineering Vol. 5

Low, Swee-Foon dan Su-Wen Lim.

2012. Impacts of Celebrity

Endorser on Malaysian Young

Consumers: An Empirical Study

In The Sports Industry. SEGi

Review Vol. 5

Noor Huda, Asmirandi. 2011. Study

of Consumer Attitudes Toward

Television. Advertising Using

Celebrity Endorser. Universitas

Islam Indonesia.

Nelson Okori, Oyedepo Tunji,

Akhidenor Gloria. 2012. The

Dysfunctional and Functional

Effect of Celebrity Endorsement

on Brand Patronage. Online

Journal of Communication and

Media Technologies Volume: 2

Prastowo, Elfi. 2009. Perancangan

(12)

Putra, Guruh. 2010. Pengaruh

Periklanan Menggunakan

Celebrity Endorser Ringgo Agus

Rahman Terhadap Keputusan

Pembelian CDMA Esia (Suatu

Studi Pada Mahasiswa

Manajemen Fakultas Ekonomi

Universitas Komputer

Indonesia ). Universitas

Komputer Indonesia.

Savitri Ida, Ayu. 2012. Perubahan

Makna Perempuan Cantik

dalam Tiga Masa yang Berbeda

An

alisis Iklan “Dove” versi

“What’s

The Real Beauty”.

Universitas Diponegoro.

Schlecht, Christina. 2003.

Celebrities’ Impact on

Branding. Columbia Business

School.

Surana, Rajni. 2008. The

Effectiveness of Celebrity

Endorsement in India

. The

University of Nottingham.

Internet

5 Band Indonesia Dengan Fans

Terbanyak. 2011.

http://www.unlose4.wordpress.c

om diakses Rabu, 5-6-2013,

pukul 08.00 WIB

5 Band Terpopuler di Indonesia

.

2012.

http://www.5besar.blogspot.com

diakses Rabu, 5-6-2013, pukul

08.15 WIB

Abu. 2012. Bajakan Makin Marak,

Slank Jualan Album di KFC.

www.jpnn.com diakses Sabtu,

15-06-2013, pukul 05.15 WIB

Ade Rai: 3x Drug-Free World

Bodybuilding Champion. 2009.

http://duniafitnes.com diakses

Jumat, 16-8-2013, pukul 20.50

WIB

Angga, Wildan. 2013. Mengenal

Lebih Dekat Teknologi GSM dan

CDMA. www.blog.unikom.ac.id

diakses Kamis, 6-6-2013, pukul

22.45 WIB

Deri. 2010. Ringgo Agus Rahman:

Dari Jomblo Sampai Get

Married.

http://www.21cineplex.com

diakses Jumat, 16-8-2013, pukul

20.10 WIB

Domflaminggo, Alfian. 2012. 7 Grup

Band Terbaik Indonesia Pada

Saat Ini.

http://mancinginfo.blogspot.com

diakses Rabu, 5-6-2013, pukul

08.20 WIB

Esia Luncurkan HP Bagi Para

“Slanker”

. 2009.

www.kapanlagi.com diakses

Kamis, 6-6-2013, pukul 22.10

WIB

Etrox. 2013. 10 Grup Band Terbaik

Indonesia Sepanjang Masa.

http://www.sukumaya.com

diakses Rabu, 5-6-2013, pukul

09.00 WIB

Fadlan, Alfi. 2010. Sejarah Berdiri

Band Slank.

http://www.websejarah.com

diakses Jumat, 16-8-2013, pukul

20.00 WIB

Fauzi, Andrian. 2011. Tarif Murah,

Operator Jadi Kurang

Perhatikan Pelanggan

.

www.inet.detik.com diakses

Kamis, 6-6-2013, pukul 22.25

WIB

Hardian, Edi. 2013. Raisa Dukung

Siapa pun yang Konser,

Benderanya Tetap Slank.

http://jakarta.okezone.com

diakses Selasa, 18-6-2013,

pukul 22.00 WIB

(13)

Investor Day 2011, Pelanggan

Bakrie Telecom 2010 Capai 13

Juta

. 2011.

http://www.bakrietelecom.com,

diakses Jumat, 8-11-2011, pukul

15.30 WIB

“Jomblo” Dibikin Serial Televisi.

2006. www.kapanlagi.com,

diakses Sabtu, 15-6-2013, pukul

07.55 WIB

Kribo, Yandi. 2013. 4 Band Dengan

Fans Terbanyak di Indonesia

2013. http://www.boskribo.com

diakses Rabu, 5-6-2013, pukul

09.05 WIB

Lail, Nisfil. 2012. 5 Grup Band

Dengan Fans Terbanyak.

http://www.isoaezone.com

diakses Rabu, 5-6-2013, pukul

09.10 WIB

Miss Indonesia Universe 2006,

Nadine Chandrawinata

. 2010.

http://nuramid.blogdetik.com

diakses Jumat, 16-8-2013, pukul

21.05 WIB

Nadine Candrawinata Duta

Ekowisata. 2008.

http://www.tabloiddiplomasi.org

diakses Jumat, 16-8-2013, pukul

21.05 WIB

Penguasa Mengejar Ketertinggalan.

http://koran-jakarta.com diakses

Kamis, 27-11-2011, pukul

16.00 WIB

Rahmawati, Gina. 2008. Inilah Hape

Khusus Slankers.

www.inilah.com diakses Kamis,

6-6-2013, pukul 22.13 WIB

Ringgo, Muka Uniknya Membawa

Berkah Tersendiri. 2013.

www.la-lights.com, diakses

Sabtu 15-6-2013, pukul 09.00

WIB

Rika. 2011. Esia: Gerakan Melek

Tarif, Sadar Sinyal.

www.tabloidsinyal.com diakses

Kamis, 6-6-2013, pukul 22.40

WIB

Rouzni, Achmad. 2009. Sehari,

Ponsel Esia Slank Ludes 350

Ribu Unit

. http://inet.detik.com

diakses Selasa, 18-6-2013, pukul

23.35 WIB

Rouzni, Achmad. 2009. Sindir Tarif

Seluler GSM, Esia Tawarkan

Bispak.

www.perangtarifseluler.com

diakses Kamis, 6-6-2013, pukul

22.15 WIB

Sirait, Agusta. 2008. Slank Menjelma

Jadi Gaya Hidup.

www.inilah.com, diakses

tanggal 12-06-2013 pukul 09.10

WIB

Sejarah Ade Rai. 2009.

http://binaraga.net diakses

Jumat, 16-8-2013, pukul

20.47 WIB

Wardhana, Hendra. 2013. 5 Grup

Band Indonesia Dengan Fans

Fanatik Paling Solid.

http://www.hiburan.kompasiana.

com diakses Rabu, 5-6-2013,

pukul 10.00 WIB

Yanuar, Elang R. 2009. Get Married

2 Buktikan Film Sekuel Bisa

Lebih Sukses.

Gambar

Tabel. Penyajian Data Pemilihan  Celebrity Endorser Iklan Esia

Referensi

Dokumen terkait