• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Diklat MATEMATIKA BP3IP BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Materi Diklat MATEMATIKA BP3IP BAB I"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BILANGAN

I. SKEMA HIERARKIS BILANGAN

Bilangan non prima

Bilangan asli Bilangan prima

Bilangan Bulat Rasional

Bilangan Real Bilangan Cacah Bilangan Bulat Bilangan Kompleks Irasional Bilangan Nul ( Nol )

Bilangan Imajiner

II. PENGERTIAN BILANGAN-BILANGAN

Bilangan kompleks : Sub total dari seluruh bilangan yang terdiri dari bilanganReal dan imajiner

Bilangan Real : Bilangan yang nyata .. (0.02, -V3) macam-macam bilangan

Bilangan Imajiner : Adalah bilangan khayal yang mempunyai akar negative

Contoh : V-2, V-0,05, V-3

Simbolnya (xi)

Bilangan Rasional : Bilangan yang terbentuk dalam p/q

(Dimana P & Q adalah bilangan bulat), dan bilangan desimalnya selalu berulang misalnya

1 = 0,3333 (berulang)

(2)

Misalnya : V2

V3 Tak berulang V

Atau disebut juga bilangan berbentuk akar

Bilangan Bulat : terdiri dari B.B + & B.B – Misal : -3, -2, -1, 0 ,1 ,2 ,3

Bilangan Cacah : disebut juga sebagai bilangan bulat positif Bilangan Asli : yang terdiri 1,2,3 dst

Bilangan Prima : bilangan yang hanya dapat dibagi dengan 1 dan bilangan itu sendiri

Bilangan Non Prima : bilangan yang bukan bilangan prima

III. OPERASI HITUNG PADA REAL & TURUNANNYA 1) Penjumlahan = (+) 2+3

2) Penguranngan = (-) 2-3

3) Perkalian = (X 3 . ) 2*2*2 = 2+1+1 = 23 4) Pembagian = (: ; . . .) 24 = 2 4-1 = 2 3

2

Hukum-hukum operasi pada Bilangan Real Aturannya :

1. Hukum Komulatif 2.3 = 3.2 ; 2+3 = 3+2 Tapi 2-3 # 3-2

(3)

3. Hukum Distributif 2 (3+4) = (2.3) + (2.4) 2 (3-4) = (2.3) – (2.4)

A. PENJUMLAHAN, PENGURANGAN, & PERKALIAN BILANGAN IRASIONAL PENJUMLAHAN

i) Va + Va = 2 Va Contoh :

1. V3 + V3 = 2 V3 2. V7 + V7 = 2 V7

ii) Va + Vb = Va + Vb ( Tetap karena bilangan pokoknya berbeda ) Contoh :

V2 + V3 = V2 + V3

iii) a Vb + c Vb = (a+c) Vb Contoh :

3 V5 + 2 V5 = (3+2 V5 = 5 V5 Irasional Irasional

PENGURANGAN i) Va – Va = 0

Note : Va – Va = (1-1) Va = 0 Va = 0 Contoh :

1. V2 – V2 = 0 2. V5 – V5 = 0

ii) Va – Vb = Va – Vb Contoh :

(4)

iii) aVb – cVb = (a-c) Vb contoh :

1. 5V7 – 2V7 = (5-2) V7

Kesimpulan : Penjumlahan dan Pengurangan irasional hasilnya selalu irasional

PERKALIAN

i) Va x Va = a Note : Va x Va Contoh : = Va.a = Va2 V2 x V2 = 2 = (a2) ½

V5 x V5 = 5 = a 2/2 = a1 = a

ii) Va x Vb = Vab Contoh :

1. V3 . V5 = V15 2. V5 . V7 = V35

iii) aVb x cVb = (a.x) Vb b = (ac) (b2) ½ = (ac) b 2/2 = acb atau abc

Kesimpulannya : pengoperasian bilangan irasional dikali dengan irasional hasilnya bias rasional/irsaional.

PEMBAGIAN

I) a (Penyebutnya harus dijadikan bilangan irasional) Vb

(5)

Note :

a = a x vb vb vb vb = a vb = a vb b b

contoh :

1. 1 = 1 x V2 V2 V2 V2 = 1 V2 = 1 V2 2 2

2. V3 = V3 x V5 V5 V2 V2 = V15 = 1 V15 5 5

II) 1 = 1 x Va + Vb Va + Vb Va+Vb Va – Vb = 1 ( Va – Vb )

( Va + Vb ) ( Va – Vb ) = 1 ( Va – Vb )

a ( Vab + V ab )

= Va = Vb ( Sudah Rasional ) a – b

contoh :

1 = 1 x V3 + V5 Va + Vb V3+V5 V4 – V5 = V3 + V5

(6)

MENYEDERHANAKAN ANGKA

1. V20 = V4 . V5 = 2 V5 2. V32 = V16 . V2 = 4 V2 3. V200 = V100 . V2 = 10 V2

Contoh soal :

1. 2 V2 + V8 + V32 + 2 V3 + V12 = 2 V2 + 2V2 + 4 V2 + 2 V4 + 2 V3 = (2+2+4) V2 + (2+2) V3

= 8 V2 + 4 V3

2. (1+3+V2) = (4-V50) + V243 = 1 + 3V2 – (4-5 V2) + 9 V3 = 1 – 4 + 3 V2 + 5 V2 + 9 V3 = -3 + 3 V2 + 5 V2 + 9 V3 = -3 + 8 V2 + 9 V3

3. V11 – V13 = V11 – V13 x V11 – V13 = V11 – V13 x V11 – V13 = (V11 – V13) (V11 – V13) = (V11 + V13) (V11 – V13) = 11 – V143 + V143 + 13 11 – V143 – V143 – 13 = 11 – V143 – V143 + 3 11 – 3

= 11 – 2 V143 + 13 = 24 – 2 V143 = 24 – 2 V14 11 – 13 11 – 13 -2

= -12 + 2 V143

(7)

= 6 V6 + 9 V4 – 4 V9 – 6 V6 4 V9 – 9 V4

= 9 V4 – 9 V9 = 9.2 – 4.3 4 V9 – 9 V4 4.3 – 9.2

= 18 – 12

12 – 18

= 6/-6 = .1

5. (V10 – V8)2

= (V10 – V8) (V10 – V8) = 10 – V80 – V80 + 8 = 18 – 2 V180

B. PENJUMLAHAN, PENGURANGAN DAN PERKALIAN PADA ALJABAR

Ditulis : a x b ; a + b atau ab (maksudnya a kali b) biasanya berbentuk symbol huruf (a … z) jika satu factor dalam sebuah perkalian adalah bilangan dan symbol bilangan lain disebut koefisien dari symbol.

Contoh : 5 koef x dari 5x

Tetapi sering juga koefisien terdiri dari symbol juga Contoh : 5q adalah koefisien x3 dari 5 qx3

Penjumlahan pada aljabar :

Contoh = (a+b+c) + (a+b+c) = (a+b) + (b+b) + (c+)

Atau

(8)

Pengurangan pada aljabar Contoh :

(-a – b + c) – (a + b – c) = samakan variable yang sama

Perkalian pada bilangan aljabar Hitunglah :

a.b2 x a2b3 = a1+2b2+3 = a3b5 (lihat sifat pada bilangan eksponen)

latihan :

1. Hitunglah 2a – 3b + 4c +2 (a-b)

2. Sederhanakanlah 3 (2-3 (2a + 4)) – 4a 3. Hitunglah : 22 . b2 aVb : untuk a = 2 : b 3

C. OPERASI HITUNG PADA PECAHAN Pecahan

1 & 3 dinamakan pembilang 4 dinamakan penyebut

Berbentuk a semakin besar penyebut b semakin kecil nilai pecahan itu

pecahan-pecahan yang senilai

1 = 5 didepan 1 x 5 = 5 2 10 2 x 5 = 10

3 = 9 3 x 3 = 9

4 12 4 x 3 = 12

(9)

7 dengan 6

8 8

Caranya samakan penyebut dulu 7 x 7 6 x 8

8 x 7 7 x 8

49 > 48

56 56

7 < 6

8 7

Pecahan campuran

Ubahlah pecahan barikut dalam bentu campuran 5 = 5 + 1 = 1 1

5 5 5 5 7 = 4 + 6 = 1 3 4 4 4 4

Hanya pecahan yang nilainya >1 Mencari bilangan antara dua pecahan Tentukan bilangan antara 2/5 dan 5/11

Jawab : 2 dan 5 2 x 4 … … … 5 x 5 = 22 . 33 . 25 . 25 5 11 5 x 11 11 x 1 55 55 55 15 Penjumlahan :

a. 5 + 1 = 5 + 1 = 6 bukan 6 2 2 2 2 4

(10)

Pengurangan a. 5 – 1 = 5 – 1 = 4 2 2 2 2

b. 3 x 3 – 1 samakan penyebut 9 – 4 = 5 4 x 3 3 12 12 12

Perkalian

2 x 1 = 2 x 1 = 2 5 3 5 x 3 15

5 x 1 = 5 x 1 = 5 3 1 x 3 3

2 x -1 = 2 x -1 = -2 3 1 x 2 -2

2 x 1 = 2 x -1 = 2 = 1 2 1 x 2 2

Pembagian

a. 1 : 1 = 1 x (kebalikan dari 1 = 2) 2 2 1

= 1 x 2 1 = 1 x 2 = 2 b. 2 : 1 = 2 x 2

4 2 4 1

(11)

Pecahan Desimal

Berasal dari kata decimus (bahasa latin) yang berarti persepuluh milsanya : = 1 = 0,1 : 1 = 0,01

10 100

Setiap pecahan dapat dirubah ke dalam pesilam Contoh : 2 / 5 ubahlah pecahan berikut dalam decimal

2 = 2 x 2 = 4 = 0,4 5 5 2 10

4 = 4 x 125 = 29 375 = 0,375 8 8 x 125 = 40 1000

Kuncilnya : Penyebutnya harus dibuat kelipatan 10

Pecahan persen

Cirinya : Pecahan yang penyebutnya berbentuk 100 Conoh : 25 / 100 : 25%

Pecahan dapat diubat dalam bentuk persen begitu juga sebaliknya Contoh :

4  persen = 4 : 4 = 1 x 100 = 50% 8 8 : 4 2

2  persen = 2 x 100 = 200% 7 7 1

35%  pecahan biasa (sama juga dengan menyederhanakan bilangan)

(12)

100 : 5 10

Pecahan campuran pada bilangan persen contoh = 22 (1) % = 25 x 1 1

2 2 100

= 25 /100

D. OPERASI HITUNG PADA BILANGAN BULAT

1. Penjumlahan a. 5 + 1 = 6 b. 2 + 3 = 5 c. -2 + 3 = 1 d. -3 + 4 = 1

2. Pengurangan a. 8 – 3 = 5 b. 7 – 3 = 10 c. 6 – 7 = -1

d. 7 + (-10) = 7 – 10 = 3 e. -6 – 3 = -9

f. -6 – (-3) = -6 + 3 = -3

3. Perkalian

a. 2 x 3 = 6 - x - = + b. -2 x -3 = 6 - x - = - c. 2 x -3 = -6 - x + = - d. -2 x 3 = -6

4. Pembagian

(13)

b. -10 : 5 – 10/5 = -2 c. 10 – 2 10/5 = -10/5 = -2

I. PERBANDINGAN (RATIO)

Do tandai dengan bentuk pembagian atau pecahan

Contoh : dari 25 orang crew kapal 10 orang adalah perwira. Berapa perbandingan banyaknya perwira dari seluru crew?

Perbandingan ditulis : 10 : 25 atau 10/25

II. PROPORSI

Adalah sebuah bentuk persamaan dari pasangan ratio. Dapat juga dikatakan bahwa pasangan ratio sama dengan pasangan yang lain. Proporti disebut dengan double titik dua (::)

Contoh : ratio 5 : 10 = ratio 20 : 40 5 : 10 :: 20 : 40 Atau

5 : 10 = 20 : 40 5 = 20 10 40

A. INVERSE PROPORSI (BERBALIK HARGA) Ditulis : a/b = c/d

Artinya : jia nilai objek a bertambah maka nilai objek c berkurang begitu juga sebaliknya

Contoh 1 :

25 orang bekerja dikapal selama 54 hari berapa harikah jika pekerjaan itu diselesaikan oleh 18 orang

Jawab :

(14)

Banyaknya pekerja lama mengerjarkan (hari)

25 54

18 x

25/18 = x/54

X = 125 hari (catatan : VARIABEL yang dinyatakan sebagai pembilang)

B. DIRECT PROPORSI 10 : 20 = 25 : 50 = ½ a/b = c/d

artinya : semakin besar nilai objek a semakin besar pula nilai c begitu sebaliknya

contoh 2 :

Seorang pekerja setiap 4 jam memperoleh upah Rp. 17.000 berapa upah yang diterima jika bekerja 7 jam.

Jawab :

Semakin banyak jam bekerja semakin besar upahnya (senilai) Banyaknya jam bekerja besarnya upah (Rp)

4 17.000

7 x

4 = 17000 7 x

4.x = 17000 x 7 4

Catatan : VARIABEL yang dinyatakan diletakan sebagai penyebut

(15)

Jika ada 8 pekerja mampu merakit 2 mesin dalam 18 jam. Berapa lama waktu yang dapat diambil oleh 12 orang bekerja dengan jalur yang sama untuk merakit 5 mesin

Jawab :

Banyaknya pekerja banyaknya mesin yang dirakit banyaknya hari

8 2 18

12 5 ?

Pertama-tama kita buat proposi banyaknya pekerja dengan banyaknya mesin yang dapat dirakit (direct proporsi) kemudian dengan banyaknya hari (inverseproportion)

Adalah tahapan selanjutnya dari bentuk ratio lalu proporsi. Dapat dijelaskan sebagai berikut, saat suatu pertambahan quantitas tergantung pada pertambahan quantitas yang lain saling ketergantungan itu disebut direct variasi. Sebaliknya jika suatu pertambahan quantitas dapat menyebabkan berkurangnya quantitas yang lain maka variasi itu disebut : inverse viarisi : notasi untuk variasi adalah ( : = )

(16)

A1B1 = A2B2  Inverse proporsi Contoh :

Resistance suatu tali sebanding dengan panjang tali tersebut dan berbanding terbalik dengan luasnya. Sebuah tali panjangnya 100m dengan luas 1 mm memiliki 2 ohm. Berapakah resistan suatu tali dengan bahan yang sama yang panjangnya 250 m dan luasnya 0,5 mm ?

Jawab :

R adalah resistan tali R1 = 2 ohm

L adalah luas tali L1 = 0,0001 m L2 = 0,00005 m P adalah panjang tali P1 = 100 m P2 = 250 m Ditanya R2

Penyelesaiannya : Karena :

1) R sebanding dengan panjang tali, maka R : = L R1 = R2

L1 L2

2) R berbanding terbalik dengan luasnya, maka : R = 1/P

R1P1 = R2P2 L1 L2

Coba anda cari nila R2 Bentuk baku Notasi Ilmiah Perhatikan bentuk decimal

0, 1 : 0,0 : 0 , 000 0. 1 = 1 10-1 1. 10 – 1 1. 10-2 1 x 10-4 10

1/a = _ a-n

(17)

: : : = 7,5 x 10-3 123

Pertidak samaan bilangan

“ ditandai dengan tanda pertidaksamaan Contoh :

Symbol-symbol pertidaksamaan <, >, <, >

A & b adalah dua bilangan bulat A = b a sama dengan b A > b dibaca a lebih dari b A < b dibaca a kurang dari b

Sedangkan :

A > b dibaca a lebih dari satu sama dengan b A < b dibaca a kurang dari atau sama dengan b

Contoh 1 :

2 < 2 -4 < 0 -1 > -3

1. Carilah nilai x yang memenuhi

X + 2 < 3 x anggota bilangan real Jawab :

X < = 3 – 2 X < 1

Hp = (1,2,3….)

Contoh 2 :

(18)

3x > 5

(19)

Garis bilangan Hp { x > 2 2/4 } 2. V7x + 3 < v3 + 7

Va Vb

= (7x + 3) < (3x + 7) 7x – 3x < 7 – 3 4x < 4

X < 1 Syarat Va > 0

V7x + 3 > 0

7x + 3 > 0 7x > -3/7 X > -3/7

Vb > 0

V3x + 7 > 0 3x + 7 > 0 3x > -7 3 > -3/7

Garis bilangan

__________________ Hp {-3/7 < x < 1}

Notes dalam penulisan Hp : 1 > x > -3/7

(20)

-2 < x

3. Pertidaksamaan nasional dan irasionak 15x + 3 < 0 dan V7x + 5 > 0

15x < -3 7x + 5 > 0 X < -3/15 7x > -5

X > -5/7

III. PERBANDINGAN FUNGSI KUADRAD 1. –x2+ 5x + 14 > 0 ( - )

Menjadi : X2 – 5x -14 < 0 (x + 2) (x – 7) < X1 = -2

X2 = 7

HP {-2 < x < 7}

2. X2– 3x < 4 dan x2 – 2x > 8

X2 – 3x – 4 <0 x2– 2x – 8 > 0 (x + 2) (x – 4) (x + 2) (x – 4)

X1 = 1 x3 = -2

X2 = 4 x4 = 4

Hp {x < -2 atau -1 < x atau x > 4}

3. (x – 2) (x2 + 3x – 18) > X2 – 25

(21)

(x + 5) (x – 5) X1 = 2 x4 = -5 X2 = 3 x5 = 5 X3 = 06

HP {-6 < x < -5 atau x > 5}

4. X2 < 81 X2– 81 < 0 (x +9) (x-9)

X1 = -9 HP (-9 < x < 9) X2 = 9

X = -10 x = 10 (-10 + 9) 10 + 9

= -1 = 19

= 10 – 9 10 – 9

= -19 = 1

-19 * -1 19 * 1

=19 = 19

IV. NILAI MUTLAK

| X | < a -a < x < a

| X | > a x < -a atau x > a

(x + 1) > 3

X + 1 < -3 x + 1 > 3 X < -3 – x > 2 X < - 4

Absolut : membuat hal-hal menjadi +

(22)

1. |x| < 5 -2 < x – 3 < 2 2. |x – 3| < 3 -2 < x – 3 < 2

= -2 + 3 < x < 2 + 3 = -1 < x < 5

3. |x| > 5/2 x < - 5/2 atau x > 5/2 Nilai absolut (x + 1) > 3

X + 1 < -3 / x + 1 > 3 4. |2x – 5| < 1

(dikuadratkan karena ada koefisiennnya 3) = (2x – 5)2 < 12

= (1x – 5)2– 12 < 0

= ( (2x -5) - 1) (2x -5) + 1)< 0 Font note :

(2x -5)2 +(2x -5) – (2x) -5) -12 = (2x – 6) (2x -4) < 0

X1 < -3 x = <-2 X1 = 3 x2 = 2 Hp {2 < x < 3}

5. (3x -2) > 4 (3x – 2)2 > 42

((3x – 2) – 4) ((3x – 2) + 4 ) > 0 (3x -6) (3x + 2) > 0

X1 = 2 x2 = -2/3 Hp {x < -2/3 atau x > 2}

(x2– 4) (x2– 2 x -2) < 0

(x + 2) (x – 2) (x + 1) (x – 3) < 0

(23)

Hp {(-2 < x < -1) atau (2 < x < 3)} X = -3 x -2 -3 + 1

X + 2 -3 – 2 – 2 3 + 2 -5 – 3 – 3 -1 -6 = 5 =12

0

X = -1 1/2 -1 ½ - 2 -1 ½ + 1 -1 ½ -3 -1 ½ + 2 = -3 ½ = - ½ = -4 ½ 0 = ½

Aritmatika

Dalam bentuk social Contoh :

Pada suatu ruang muatan yang terdiri dari mobil-mobil yang akan dikirim ke daerah A jika mobil itu dibeli dengan harga Rp. 100.000.000 dan pemilik menghendaki untung Rp. 800.000 berapa harga jualnya ?

Jawab :

Harga beli Rp. 100.000.000 Untung Rp. 800.000 Harga jual Rp. ?

U = J – B

800.000 = J – 100.000.000

100.000.000 + 800.000 = 100.800.000

(24)

Jawab :

Harga beli Rp. 210.000 Harga jual Rp. 250.000

Laba (untung) Rp. 250.000 – Rp. 210.000 Rp. 40.000 Persen keuntungan = 40.000/250.000 x 100% = 10%

Untuk jika J > B Rugi jika J > B Limpas jika J = B Untung jika J – B Rugi kita B – J

Persen keuntungan = U/B x 100% Persen kerugian = R/B x 100%

(25)

Latihan BAB I

(26)

Referensi

Dokumen terkait

laki-laki juga menyebutkan bentuk rasio yang membentuk suatu proporsi yang lain, yaitu dalam bentuk ( between ratio ) dan juga bentuk ( within ratio ); (C) Pada

Ruangan sebelah (atas dihubungkan dengan taut dengan pipa plastik). Lubang dari pipa statik itu rata dengan lungs kapal. Ruangan yang lain dihubungkan dengan air di luar

Tali perum cukup panjang sampai dengan 120 meter dan pemberatnya.. sekitar

Alat pencatat sederhana terdiri atas sebuah tabung geias yang.. diolesi (dilapisi) zat kimia (biasanya chromat perak) ;

perum gema ini lebih tinggi dari pada frekuensi yang dapat di dengar oleh.. telinga manusia, getaran-getaran semacam ini disebut getaran

dapat dibaca secara, langsung pada skala. Alat bagian dari perum gema.. itu disebut indikator. Acap kali dipergunakan sebuah lampu neon

Chip, yaitu sebuah potongan papan kayu berbentuk juring sebuah bagian dari sebuah lingkaran dengan sisi-sisi dari jari-jari lingkaran, dan sisi yang lain adalah

Benda angkasa dicari beberapa waktu karena dalam pada itu alhidade digoyang-goyang ke muka ke belakang begitu juga azimuthnya, sextant digoyangkan ke kanan dan ke kiri,