Judul : Hikmah dibalik limbah percetakan Tempat : Malangan, Yogyakarta
Rep : Niken dan Evi Tanggal : 28 Agustus 2009
Mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat / sepertinya harus dilakukan oleh orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap//terutama bagi kaum hawa/ sebagai ibu rumah tangga yang banyak menghabiskan waktu di rumah//Tentunya untuk mengisi waktu luang / kita harus pandai-pandai mencari kesibukan yang bermanfaat/seperti yang sudah dilakukan oleh Warsi/ yang tinggal di desa Malangan/Yogyakarta//
Warsi telah menemukan potensi pasar dengan memanfaatkan limbah percetakan// Melihat limbah kertas yang tiap harinya menumpuk ibu satu anak ini berinisiatif untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi sesuatu yang mempunyai nilai guna// Limbah tersebut diolah menjadi sudi dan takir yang mempunyai nilai jual tinggi//
NB : On screen reporter opening
Menurut Warsi / Usaha yang dimulai sejak 2 tahun lalu / telah mendatangkan berbagai manfaat // selain mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat / juga menciptakan lapangan pekerjaan baru / bagi kaum ibu di sekitarnya // kini warsi telah dibantu oleh 2 kayawan //
---statement--- Warsi
Pembuat sudi dan takir
Usaha rumahan ini tidak memerlukan modal yang besar// Alat-alat yang perlu dipersiapkan / adalah timbangan/pemotong kertas/gunting zig-zag/dan staphler// Untuk bahan utama adalah kertas limbah dari percetakan maupun tukang rongok//untuk per kg warsi membeli berkisar Rp 3.000 // Proses pembuatan sudi dan takir ini melalui 5 tahap// Tahap pertama adalah memotong kertas dalam ukuran yang sudah ditentukan dan disesuaikan dengan mal yang ada// Tahap selanjutnya melipat kertas/ tepi kertas digunting dengan gunting zig-zag/setelah tiu di staphles/dan tahap terakhir adalah pengepakan//
Sudi dan takir yang sudah jadi kemudian dipasarkan di daerah Prambanan/Kota gede/dan Imogiri// ---statement---
Warsi
Pembuat sudi dan takir
Sedangkan limbah dari potongan sudi dan takir tersebut dijual kembali untuk didaur ulang//
Niken dan Evi melaporkan untuk Apa Kabar Jogja RBTV //
NEWS READER : Hikmah dibalik limbah percetakan