`
Nomora : 512/APNI-Sp/VIII/2022 Jakarta, 19 Agustus 2022 Lampiran : 1 Bundel
Perihal : Keikutsertaan Seluruh Pelaku Usaha Pertambangan
“RKAB 2023, PAJAK/PNBP PERTAMBANGAN, TEHNIK LINGKUNGAN, PASCA TAMBANG / AMDAL, dan OSS, LKPM, PERIJINAN – BKPM”
Kepada Yth.
Seluruh Pelaku Usaha Pertambangan Nikel - Di Tempat
Dengan Hormat,
RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) pertambangan merupaka dokumen yang wajib diajukan perusahaan pertambangan kepada Kementerian ESDM untuk mendapatkan izin menambang sesuai dengan Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor: 1806 K/30/Mem/2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Penyusunan, Evaluasi, Persetujuan Rencana Kerja Dan Anggaran Biaya, Serta Laporan Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batubara. Konsekuensi dari tidak mengajukan RKAB Pertambangan ini adalah diberhentikannya usaha pertambangan dan merujuk surat Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM RI No: B- 571/MB.05/djb.b/2022 Tanggal 7 Februari 2022 perihal penghentian sementara kegiatan usaha pertambangan yang berdampak juga melalui pencabutan Izin Usaha Pertambangan sebanyak 2078 izin usaha pertambangan oleh kementerian Investasi/BKPM melalui Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2022.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka dengan masih banyak pemegang IUP yang belum mengajukan RKAB, sehingga proses pengajuan RKAB 2023 dianggap perlu dilakukan kegiatan pembinaan training of trainers secara detail menyeluruh kepada seluruh pelaku usaha pertambangan agar perusahaan pertambangan tetap dapat melakukan kegiatan operasi produksi dan konservasi bahan tambang menjadi optimal.
RKAB juga diikuti AMDAL untuk pencegahan kerusakan lingkungan hidup pertambangan.
Diikuti implementasi Mineral Online Monitoring System (MOMS) melalui aplikasi pengelolaan data yang real time serta akurat untuk produksi dan penjualan sektor mineral
`
dan batu bara. MOMS memudahkan pengendalian dan pengawasan produksi serta penjualan sektor mineral dan batu bara nasional berdasarkan rencana yang telah disetujui.
Selain penyusunan dokumen dan persetujuan RKAB 2023 beserta implementasi Mineral Online Monitoring System (MOMS) dianggap sangat perlu juga pemahaman dan pelatihan khusus untuk kewajiban pembayaran badan usaha pertambangan dari sektor PAJAK dan PNBP.
Disamping itu sangat dianggap perlu juga pemahaman dan teknis pelaksanaan juga mengenai Online Single Submission (OSS) – RBA berikut tata cara teknis pengisian pelaporan LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal) beserta proses dan teknis persyaratan pengajuan perijinan BKPM.
Diakhir proses produksi yang berdasarkan AMDAL, usaha pertambangan harus memenuhi kewajiban regulasi Lingkungan Pertambangan yang menyangkut lingkungan hidup area pertambangan masa pasca tambang melalui reklamasi dan teknik lingkungan yang ada.
Sehingga potensi kerusakan dan bencana alam yang dampaknya secara langsung ke masyarakat sekitar tambang dapat berkurang bahkan hilang.
Sehubungan dengan hal – hal tersebut diatas Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mengadakan kegiatan
APNI Training of Trainers Series 2022
“RKAB 2023, PAJAK/PNBP PERTAMBANGAN, TEHNIK LINGKUNGAN / PASCA TAMBANG / AMDAL, dan OSS, LKPM, PERIJINAN – BKPM”
Hari I
• PAJAK (PPN/PPH), ROYALTI DAN PNBP PERTAMBANGAN
• OSS, LKPM & LAYANAN PERIJINAN BKPM Hari II
• KEWAJIBAN PASCA TAMBANG, REKLAMASI, TEKNIK LINGKUNGAN PENYUSUNAN DOKUMEN LINGKUNGAN/AMDAL
Hari III
• PENYUSUNAN KELENGKAPAN DOKUMEN & PERSETUJUAN RKAB 2023
• TEKNIS INPUT MOMS
`
Kami memohon kesediaan Bapak dan Ibu untuk hadir dalam acara pembukaan sekaligus mengikuti kegiatan Training of Trainers tersebut, yang akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Senin - Rabu, 12 - 14 September 2022 Waktu : 08.00 WIB s/d 17.00 WIB
Tempat : Hotel Novotel Gajah Mada Jakarta Barat
Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
Komjen Pol (P) Drs. Nanan Soekarna Ketua Umum
Meidy Katrin Lengkey Sekretaris Umum
ASOSIASI PENAMBANG NIKEL INDONESIA
Term of Reference (ToR)
APNI TRAINING OF TRAINERS
“RKAB 2023, PAJAK/PNBP PERTAMBANGAN, TEHNIK LINGKUNGAN/PASCA TAMBANG/AMDAL, dan OSS, LKPM, PERIJINAN – BKPM”
12 – 14 September 2022
Hotel Novotel, Gajah Mada - Jakarta
Hari Ke-1
• PAJAK (PPN/PPH), ROYALTI DAN PNBP PERTAMBANGAN
• OSS, LKPM & LAYANAN PERIJINAN BKPM
Hari Ke-2
• KEWAJIBAN PASCA TAMBANG, REKLAMASI, TEKNIK LINGKUNGAN- PENYUSUNAN DOKUMEN LINGKUNGAN/AMDAL
Hari Ke-3
• PENYUSUNAN KELENGKAPAN DOKUMEN & PERSETUJUAN RKAB 2023
• TEKNIS INPUT MOMS
LATAR BELAKANG
Setiap perusahaan pemilik Ijin Usaha Pertambangan (IUP) berhak melakukan usaha pertambangan untuk memanfaatkan sumber daya alam (SDA) sesuai regulasi yang berlaku. Meskipun regulasi diatur secara terpisah, namun Pajak, Kewajiban Pasca Tambang, Penyusunan RKAB dan OSS – LKPM sebagai Layanan Perijinan BKPM merupakan unsur penting secara mandiri sekaligus kesatuan yang tidak terpisahkan.
Pertama, pertambangan merupakan serangkaian kegiatan yang mencakup pencarian, penggalian, pengolahan, pemanfaatan, hingga penjualan barang galian (batu bara, migas dan mineral). Industri ini dikenal sebagai aktivitas padat modal yang berisiko namun mendatangkan devisa tinggi bagi negara. Dalam konteks hak pengelolaan SDA harus dibarengi dengan kewajiban membayar pajak beserta royalti dan PNBP. Pajak pertambangan adalah pungutan wajib yang dilakukan terhadap segala jenis aktivitas pertambangan. Salah satu komoditas tambang yang terkena pajak pertambangan adalah nikel.
ASOSIASI PENAMBANG NIKEL INDONESIA
Dalam pengelolaannya, negara memiliki peranan menetapkan aturan perpajakan pertambangan sebagai salah satu nilai tambah pembangunan ekonomi nasional. Pengusaha tambang mineral dan batubara, seperti mineral nikel wajib memahami aturan main perpajakan perusahaan tambang di Indonesia, yakni:
1. Pelaksanaan Pembayaran Pajak Penghasilan untuk pelaku usaha pertambangan mineral. (IUP, OPK angkut jual, IUJP, IUI);
2. Pengenaan PNBP pertambangan, 3. E-PNBP Pertambangan Mineral, dan
4. Denda/Sangsi Pajak & PNBP Pertambangan Mineral
Permasalahan, belum dipahami secara mendalam mengenai hak dan kewajiban perpajakan bagi wajib pajak pemegang izin usaha pertambangan mineral, dan unsur dalam usaha pertambangan nikel yang dikenakan pajak, serta prosedural pembayaran pajak bagi wajib pajak pertambangan nikel agar diperoleh transparansi peningkatan pendapatan negara dan pengusaha secara bersamaan.
Kedua, komitmen pemerintah Republik Indonesia terhadap sektor mineral terbaik ini dilakukan dengan optimalisasi perizinan dari kementerian Investasi/BKPM, berupa;
1. Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan perpanjangannya
2. Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan perpanjangannya
3. Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebagai kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian dan perpanjangannya.
4. Izin Pengangkutan - Penjualan dan perpanjangannya 5. Izin Usaha Pertambangan untuk Penjualan
6. Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan perpanjangannya 7. Izin Usaha Jasa Pertambangan dan perpanjangannya
Dalam pengajuan perizinan, pemerintah sudah meluncurkan OSS atau Online Single Submission sebagai konsep pelayanan publik dalam kepengurusan berbagai izin dalam sektor tambang dan industri pengolahan nikel.
Sasarannya untuk mengurangi birokrasi dan peluang pungli. Selain itu Online Single Submission (OSS) berbasis risiko memberikan layanan bagi pelaku usaha yang terbagi ke dalam kedua kelompok besar, yaitu Usaha Mikro Kecil (UMK) dan Non Usaha Mikro Kecil (Non UMK). Selain itu, pengusaha pertambangan nikel juga diharuskan membuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal sebagai kelanjutan usaha produksi Ijin Usaha Pertambangan.
Hal di atas diatur melalui UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batu Bara, dan terkait Implementasi Peralihan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha menjadi Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Melalui Sistem OSS dan bagaimana proses pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
ASOSIASI PENAMBANG NIKEL INDONESIA
Permasalahan, dalam pelaksanaannya, masih banyak pengusaha khususnya bidang pertambangan mineral nikel yang masih belum paham terkait implementasi penyelenggaraan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik / Online Single Submission-Risk Based Approach (OSS-RBA). Serta tata cara penyampaian laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) secara online.
Ketiga, Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) mineral nikel yang berada dalam koridor UU No.32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, diperjelas melalui Permen ESDM No. 26 Tahun 2018 tentang pelaksanaan kaidah pertambangan yang baik dan pengawasan pertambangan mineral dan batubara, yang menegaskan pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan, yakni pasal 20 menjelaskan bahwa pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi, dan IUPK Operasi Produksi wajib melakukan pengelolaan lingkungan hidup pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf e, yakni pengelolaan lingkungan hidup pertambangan, Reklamasi, dan Pascatambang, serta Pascaoperasi;
Dalam kewajiban pengelolaan LH pertambangan, IUP Operasi Produksi yang melakukan tahap eksplorasi perlu menyampaikan rencana REKLAMASI sesuai DOKUMEN LINGKUNGAN HIDUP (AMDAL) dan melaporkan pelaksanaan REKLAMASI, disusul rencana PASCA TAMBANG saat pengajuan permohonan peningkatan IUP OP dan PASCA OPERASI untuk IUP OP pengolahan/pemurnian.
Rencana reklamasi disertai program reklamasi dalam jangka waktu sesuai umur tambang, yaitu:
1. Lahan yang direklamasi
2. Teknik dan peralatan yang digunakan 3. Revegetasi
4. Rencana pemanfaatan lubang bekas tambang 5. Pemeliharaan
Sedangkan rencana Pasca Tambang, terdiri dari:
1. Reklamasi pada lahan bekas tambang dan lahan diluar bekas tambang, 2. Pengembangan sosial, budaya dan ekonomi
3. Pemeliharaan dan pemantauan
Permasalahan; terdapat kurangnya koordinasi, konsolidasi dan dukungan kebijakan terkait pengusahaan pertambangan Nikel dalam kaitan implementasi regulasi Lingkungan Pertambangan, dengan kata lain mengabaikan regulasi, terutama menyangkut lingkungan hidup area pertambangan masa operasi produksi dan pasca tambang.
Selain itu banyak ditemui pada konteks Lingkungan Pertambangan, seperti; kepengurusan dokumen AMDAL
ASOSIASI PENAMBANG NIKEL INDONESIA
yang berpotensi malpraktrik administrasi dan Pengabaian proses pascatambang sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan dan bencana alam yang dampaknya secara langsung ke masyarakat sekitar tambang.
Keempat, usaha pertambangan wajib menyertakan RKAB atau Rencana Kerja dan Anggaran Biaya secara tahunan, meliputi aspek pengusahaan, aspek teknik, dan aspek lingkungan sebagaimana tercantum pada Pasal 1 Permen ESDM No. 7 Tahun 2020. Ketentuan tersebut menyatakan Pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi, IUPK Operasi Produksi, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian wajib menyusun dan menyampaikan RKAB Tahunan kepada menteri atau gubernur sesuai dengan kewenangannya untuk mendapatkan persetujuan (Pasal 78).
Pemerintah melalui Kepmen ESDM RI No:1806 K/30/MEM/2018 telah memberikan Pedoman Pelaksanaan Penyusunan, Evaluasi, Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya, serta Laporan pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Secara garis besar, terdapat beberapa poin utama, yakni:
1. Persiapan Penyusunan RKAB IUP/IUPK Eksplorasi dan Operasi Produksi Minerba;
2. Penyusunan RKAB IUP/IUPK Kegiatan Eksplorasi;
3. Penyusunan RKAB IUP/IUPK Aspek Produksi dan Biaya Pertambangan;
4. Penyusunan RKAB IUP/IUPK Aspek Teknik Pertambangan;
5. Penyusunan RKAB IUP/IUPK Aspek Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Pertambangan;
6. Penyusunan RKAB IUP/IUPK Aspek Keuangan dan Penerimaan Negara;
7. Penyusunan RKAB IUP/IUPK Aspek Tenaga Kerja dan PPM;
8. Pelaporan RKAB IUP/IUPK Pertambangan Minerba;
9. Presentasi.
Sedangkan penjelasan pedoman penyusunan mengikuti prosedur dan kaidah;
Pedoman Pelaksanaan Penyusunan, Evaluasi, Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya serta Laporan (RKAB) pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, yang terdiri atas:
1. Format penyusunan RKAB;
2. Tata cara evaluasi dan persetujuan RKAB;
3. Format penyusunan laporan berkala, laporan akhir dan laporan khusus;
4. Tata cara evaluasi laporan berkala, laporan akhir, dan laporan khusus;
5. Format persetujuan RKAB; dan 6. Format persetujuan laporan akhir.
ASOSIASI PENAMBANG NIKEL INDONESIA
Format penyusunan RKAB, untuk:
a. IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi;
b. IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi,
c. IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian
Tata cara evaluasi dan persetujuan RKAB, terdiri atas:
a. Tata Cara Evaluasi dan Persetujuan RKAB untuk IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi;
b. Tata Cara Evaluasi dan Persetujuan RKAB untuk IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi;
c. Tata Cara Evaluasi dan Persetujuan RKAB untuk IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian.
Format penyusunan laporan berkala dan tata cara evaluasi laporan berkala, terdiri atas:
a. Format Laporan Berkala untuk IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi,
b. Format Laporan Berkala untuk IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi,
d. Format Laporan Berkala untuk IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian, e. Format Laporan Berkala untuk IUP Operasi Produksi khusus untuk pengangkutan dan penjualan, f. Tata Cara Evaluasi Laporan Berkala untuk pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi
produksi, IUPK Operasi Produksi, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan atau pemurnian.
Format penyusunan laporan akhir dan tata cara evaluasi laporan akhir, terdiri atas:
a. Format Laporan Akhir Eksplorasi;
b. Format Laporan Akhir Studi Kelayakan;
c. Tata Cara Evaluasi dan Persetujuan Laporan Akhir Eksplorasi;
d. Tata Cara Evaluasi dan Persetujuan Laporan Akhir Studi Kelayakan’
Format penyusunan laporan khusus dan tata cara evaluasi laporan, terdiri atas:
a. Format Laporan Khusus; dan b. Tata Cara Evaluasi Laporan Khusus.
Format persetujuan RKAB Tahunan, terdiri atas:
a. Format Persetujuan RKAB Tahunan untuk IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi;
b. Format Persetujuan RKAB Tahunan untuk IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi;
c. Format Persetujuan RKAB Tahunan untuk IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian.
ASOSIASI PENAMBANG NIKEL INDONESIA
Format persetujuan laporan akhir, terdiri atas:
a. Format Persetujuan Laporan Akhir Eksplorasi;
b. Format Persetujuan Akhir Laporan Studi Kelayakan;
c. Format Persetujuan Laporan Akhir Pemasangan Tanda Batas;
d. Format Persetujuan Laporan Akhir Produksi.
Teknis INPUT – MOMS
Terpenting diantaranya juga adalah Competent Person Indonesia (CPI) yang menjadi batu sandungan terbesar dalam prosedural penyusunan RKAB. CPI memiliki peran fundamental dalam pengelolaan sumber daya mineral, terutama dalam proses ketermanfaatan raw material secara tepat dan dalam konteks pengendalian cadangan sumber daya untuk ketahanan mineral jangka panjang. Sehingga CPI dapat diartikan sebagai kompetensi tambahan khusus dalam bidang pertambangan. CPI dalam pembuatan laporan hasil eksplorasi, estimasi sumber daya dan estimasi cadangan pada mineral dan batubara. mengacu pada Kode Komite cadangan Mineral Indonesia (Kode-KCMI).
Permasalahan; Pada prakteknya dan berkaca pada banyaknya IUP dicabut, menunjukkan masih minimnya pengetahuan dan perhatian pada kewajiban penambang (perusahaan) untuk melakukan penyusunan dan evaluasi rencana kerja dan anggaran biaya serta laporan. Kedua, tidak terdapatnya CPI dari perusahaan pemilik IUP, ketiga, belum konsistennya metode submit (penyerahan) dokumen permohonan RKAB, sistem penyerahan secara manual atau online. Berimplikasi pada tuntutan kecepatan dan transparansi birokrasi terkait usaha pertambangan harus nyata bukan sekedar slogan.
Keseluruhan permasalahan ini mendasari APNI bersama Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM dan Kementerian Investasi/BKPM mengadakan training of trainers untuk membahas dan menjelaskan secara terperinci dan berurutan, yaitu:
Peningkatan hak penambang sekaligus penerimaan negara berdasarkan pajak dan PNBP beserta Royalti sebagai kewajiban perusahaan pemilik IUP, dilengkapi transparansi dari sisi regulator pertambangan.
Pengetahuan dan prosedural penyampaian permohonan ijin melalui OSS dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dalam usaha pertambangan Nikel.
ASOSIASI PENAMBANG NIKEL INDONESIA
Tata Kelola SDA yang lebih baik ditinjau dari prosedural AMDAL untuk pengelolaan SDA yang tepat sasaran, pendekatan penanganan lingkungan pertambangan melalui metode Pasca Tambang beserta Teknik Lingkungan yang modern berdasarkan kerusakan yang ditimbulkan.
Pengusahaan pertambangan yang baik harus berdasarkan RKAB dan pelaporan yang diatur secara legal melalui Competent Person Indonesia (CPI) secara prosedural sebagai kesatuan metode yang tidak bisa dipisahkan.
TUJUAN
Tujuan dari Training of Trainers ini agar dapat menghasilkan landasan untuk menciptakan Tata Kelola SDA dan Tata Niaga Nikel yang lebih baik, agar seluruh elemen terkait dapat mendukung pencapaian bagi kemajuan negara Indonesia, kesejahteraan masyarakat dan kesuksesan pengusaha tambang.
WAKTU PELAKSANAAN
Training of Trainers akan dilaksanakan hybrid secara berurutan selama 3 (tiga) hari : Materi Hari Ke-I, Tanggal 12 September 2022
• PAJAK (PPN/PPH), ROYALTI DAN PNBP PERTAMBANGAN
• OSS, LKPM & LAYANAN PERIJINAN BKPM Materi Hari Ke-II, Tanggal 13 September 2022
• KEWAJIBAN PASCA TAMBANG, REKLAMASI, TEKNIK LINGKUNGAN PENYUSUNAN DOKUMEN LINGKUNGAN/AMDAL
Materi Hari Ke-III, Tanggal 14 September 2022
• PENYUSUNAN KELENGKAPAN DOKUMEN & PERSETUJUAN RKAB 2023
• TEKNIK INPUT MOMS
Waktu : 08.00 WIB - Selesai
Tempat : Hotel Novotel Gajah Mada Jakarta Barat
PESERTA
Peserta dalam Training of Trainers ini:
1. Pengurus APNI
2. Anggota Utama dan Pendamping
3. Perusahaan Pelaku Pertambangan Indonesia lainnya
ASOSIASI PENAMBANG NIKEL INDONESIA
Sekiranya Training of Trainers ini menjadi landasan kuat dalam praktek dan pengawasan pada Tata Kelola Sumber Daya Alam Nikel dan menjadi acuan untuk perwujudan konsep besar bangsa menjadi negara maju melalui pertambangan dan industri nikel yang sustainable.
Hormat Kami,
Komjen Pol (P) Drs. Nanan Soekarna Ketua Umum
Meidy Katrin Lengkey Sekretaris Umum