• Tidak ada hasil yang ditemukan

JEMMA (Jurnal of Economic, Management, and Accounting) p-issn : / e-issn :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "JEMMA (Jurnal of Economic, Management, and Accounting) p-issn : / e-issn :"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

JEMMA, Volume 5 Nomor 1, Maret 2022 | 83

JEMMA (Jurnal of Economic, Management, and Accounting)

p-ISSN : 2615-1871/ e-ISSN : 2615-5850 http://www.ojs.unanda.ac.id/index.php/jemma/index

Pengaruh Pertumbuhan Aset, Ukuran Perusahaan, Nilai Tukar, dan Suku Bunga terhadap Nilai Perusahan pada Perusahaan Food &

Beverage di Bursa Efek Indonesia

Firna Dao 1, Rafiqa Asaff 1,*, Arini Lestari Aris 1, Suryati Syam 1, Mursida 1

1 Program Studi Manajemen, Universitas Andi Djemma

*Correspondent Email: [email protected]

Article History:

Received: 21-01-2022; Received in Revised: 27-02-2022; Accepted: 02-03-2022 DOI: http://dx.doi.org/10.35914/jemma.v5i1.1041

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan aset, ukuran perusahaan, nilai tukar dan suku bunga terhadap nilai perusahaan (studi empiris pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2019). Pertumbuhan aset dan ukuran perusahaan merupakan faktor internal perusahaan, sedangkan nilai tukar dan suku bunga merupakan faktor eksternal perusahaan. Adapun populasi dari penelitian ini berjumlah 28 perusahaan dan penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan dan menghasilkan 15 sampel penelitian. Untuk metode analisis data yang digunakan adalah regresi berganda dengan melihat uji F, uji t dan R². Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan aset tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, nilai tukar tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan suku bunga tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Kata kunci: Nilai Tukar, Pertumbuhan Aset, Suku Bunga, Ukuran Perusahaan, dan Nilai Perusahaan

Abstract

This research aims to find out the effect of asset growth, company size, exchange rate and interest rates on company value (empirical study on food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2017-2019). The growth of assets and the size of the company is an internal factor of the company, while the exchange rate and interest rates are external factors of the company. The population of this study amounted to 28 companies and the determination of samples using purposive sampling methods with predetermined criteria and produced 15 research samples.

For the data analysis method used is multiple regression by looking at the F test, t and R² test. The results of this study showed that asset growth had no effect on the value of the company, the size of the company had no effect on the value of the company, the exchange rate had no effect on the value of the company.

Keywords: Exchange Rate, Asset Growth, Interest Rates, Company Size, and Company Value.

(2)

JEMMA, Volume 5 Nomor 1, Maret 2022 | 84

1. Pendahuluan

Perusahaan didefinisikan sebagai suatu organisasi yang mengelola berbagai sumber daya dengan tujuan untuk memproduksi barang/jasa untuk dijual. Suatu perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas agar dipandang mampu menghadapi persaingan antar perusahaan dan bisa ikut berpartisipasi dalam perekonomian. Perusahaan memiliki tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendek perusahaan adalah untuk memperoleh laba sedangkan tujuan jangka panjang perusahaan adalah memaksimalkan nilai perusahaan (Meidiawati & Mildawati, 2016). Selain memperoleh laba maksimal dengan segala sumber daya yang dimiliki perusahaan juga memiliki tujuan untuk memakmurkan pemilik perusahaan atau para pemegang saham (Hidayat, 2013).

Teori perusahaan menyebutkan tujuan utama dari perusahaan adalah memaksimalkan kekayaan atau nilai perusahaan (Handoko, 2017). Nilai perusahaan yang tinggi akan mempengaruhi persepsi investor potensial yang dapat mempengaruhi mereka untuk menjadi lebih percaya dan yakin dengan prospek perusahaan. Ciri khas nilai perusahaan ialah tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi kepada pemegang saham (Hermuningsih, 2013).

Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat dilihat dari total aset atau total penjualan bersih. Semakin besar total aset maka semakin besar pula ukuran perusahaan. Besarnya total aset sama halnya besarnya ukuran perusahaan yang membuat nilai perusahaan akan meningkat. Tentunya hal ini akan menarik banyak perhatian investor untuk ikut berinvestasi dalam perusahaan karena besarnya total aset atau penjualan bersih yang dimiliki perusahaan (Eksandy, 2017).

Nilai tukar merupakan pertukaran dua mata uang yang berbeda. Nilai tukar memiliki dampak terhadap daya beli karena dapat menjadi perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang (Muchlas & Alamsyah, 2015). Apabila nilai mata uang asing naik maka harga saham akan turun hal tersebut disebabkan harga mata uang asing yang tinggi membuat perdagangan menjadi lemah, jika hal ini terjadi maka akan mendorong investor untuk berinvestasi di pasar uang. Dan sebaliknya apabila nilai mata uang asing turun terhadap mata uang domestik maka harga saham akan naik karena turunnya mata uang asing membuat investor berinvestasi pada pasa modal.

Keadaan perusahaan yang ada di Bursa Efek Indonesia menggambarkan bahwa nilai perusahaan dapat dilihat melalui nilai pasar saham yang mengalami perubahan. Perusahaan Food and Beverage merupakan salah satu perusahaan yang paling berpengaruh dalam perekonomian hal ini tentunya membuat banyak investor ingin menanamkan modal pada perusahaan Food and Beverage. Namun sebelum menanamkan modalnya, investor tentunya akan melihat nilai perusahaan terlebih dahulu baik dari faktor internal maupun faktor ekternal.

Azizah & Priyadi (2016) Pengaruh Faktor Internal Dan Eksternal Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor internal dan eksternal perusahaan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan, kebijakan deviden dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan variabel keputusan pendanaan, kepemilikan manajerial dan nilai tukar tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Triyani et al. (2018) Pengaruh Pertumbuhan Aset Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabiitas Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor

(3)

JEMMA, Volume 5 Nomor 1, Maret 2022 | 85 Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode (2007-2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan aset terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel intervening. Hasil penelitian ini mununjukkan pertumbuhan aset berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas, pertumbuhan aset tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, profitabiltas dapat memediasi hubungan pengaruh pertumbuhan aset terhadap nilai perusahaan.

Telah dilakukan penelitian terkait nilai perusahaan tetapi dalam penelitian ini memiliki objek, periode dan kriteria pengambilan sampel yang berbeda sehingga akan mendapatkan kesimpulan yang berbeda juga. Penelitian ini terfokus pada perusahaan Food and Beverage periode 2017-2019. Nilai perusahaan diukur dengan Price Book Value. Faktor internal perusahaan yang digunakan adalah pertumbuhan aset dan ukuran perusahaan. Sedangkan faktor eksternal yang digunakan adalah nilai tukar dan suku bunga yang dapat dikonfirmasi dari data yang dikeluarkan Bank Indonesia secara rutin.

Maka dengan uraian diatas masih terdapat beberapa pendapat yang berbeda maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pengaruh pertumbuhan aset, ukuran perusahaan, nilai tukar & suku bunga terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2019.

2. Metodologi

Penelitian ini dilaksanakan DI Bursa Efek Indonesia, melalui situs resmi www.idx.co.id dengan tahun pengamatan 2017-2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kuantitatif, mengingat dari serangkaian observasi/pengukuran hasilnya dapat dinyatakan dalam bentuk angka. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan pendekatan teknik analisis regresi berganda.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. Jumlah populasi sebanyak 28 perusahaan manufaktur. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu pemilihan sampel secara tidak acak yang mempunyai tujuan atau target tertentu, dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representative sesuai dengan kriteria yang ditentukan (Sa’adah, 2021).

Tabel 1. Kriteria pengambilan sampel penelitian

No. Keterangan Jumlah

1 Perusahaan yang terdaftar di BEI Sektor Food and Beverage periode 2017-2019.

28

2 Perusahaan yang baru listing dari tahun 2017-2019 (8) 3 Perusahaan yang memiliki sektor industri lain (1) 4 Perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan selama

periode penelitian

(4)

Jumlah yang terseleksi 15

Sumber: Data diolah

(4)

JEMMA, Volume 5 Nomor 1, Maret 2022 | 86 Dari total sampel perusahaan setelah ditentukan kriteria sampel yang terpilih berjumlah 15 perusahaan. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik dokumentasi yaitu dengan cara mengumpulkan, mencatat, dan mengkaji data sekunder yang berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia, lewat situs resminya www.idx.co.id untuk periode tahun 2017- 2019

3.

Hasil dan Pembahasan

1. Analisis Statistik Deskriptif

Hasil analisis statistik deskriptif pada Tabel 6 menggambarkan banyaknya jumlah sampel yaitu 15 perusahaan. Hasil analisis statistik deskriptif dan ringkasan model ditunjukkan dalam tabel 2 sebagai berikut.

Tabel 2. Analisis Statistik Deskriptif. Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Pertumbuhan Aset 45 -78,58 56,17 5,3298 17,73039

Ukuran Perusahaan 45 13,91 20,77 16,3342 2,30201

Nilai Tukar 45 4,21 4,27 4,2400 ,02477

Suku Bunga 45 4,25 6,00 5,0833 ,72496

Nilai Perusahaan 45 1,13 38,38 4,9207 6,65503

Valid N (listwise) 45 Sumber : Output SPSS

a) Pertumbuhan Aset

Variabel pertumbuhan aset mempunyai nilai minimum selama periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar -78,58 yang terjadi pada PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk pada tahun 2017. Sedangkan nilai maksimum untuk variabel pertumbuhan aset selama periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar 56,17 yang terjadi pada PT Nippon Indosari Corpido Tbk pada tahun 2017. Variabel pertumbuhan aset memiliki nilai mean sebesar 5,3298. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan aset pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar 5,3298. Standar deviasi variabel pertumbuhan aset adalah 17,73039 hal ini menunjukkan selama periode 2017 sampai 2019, variabel perolehan pertumbuhan aset pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menyimpang dari rata-rata atau lebih besar dari rata-rata hal ini terjadi karena penyebaran data tidak merata yang disebabkan oleh perbedaan data satu dengan data yang lain tinggi.

b) Ukuran Perusahaan

Variabel ukuran perusahaan (size) mempunyai nilai minimum selama periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar 13,91 yang terjadi pada PT Tri banyan Tirta Tbk pada tahun 2019. Sedangkan nilai maksimum untuk variabel ukuran perusahaan selama periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar 20,77 yang terjadi pada PT Sekar Laut Tbk pada tahun 2017. Variabel ukuran perusahaan memiliki nilai mean sebesar 16,3342 hal ini menunjukkan bahwa rata-rata ukuran perusahaan pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 sampai 2019 adalah

(5)

JEMMA, Volume 5 Nomor 1, Maret 2022 | 87 sebesar 16,3342. Standar deviasi variabel ukuran perusahaan adalah 2,30201 hal ini menunjukkan selama periode 2017 sampai 2019, variabel perolehan ukuran perusahaan pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia lebih kecil dari rata-rata artinya bahwa penyebaran data merata karena selisah data yang satu dengan lainnya lebih kecil dari.

c) Nilai Tukar

Variabel nilai tukar (kurs) mempunyai nilai minimum selama periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar 4,21 yang terjadi pada tahun 2017. Sedangkan untuk nilai maksimum untuk variabel nilai tukar selama periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar 04,27 yang terjadi pada tahun 2018. Variabel nilai tukar memiliki nilai mean sebesar 4,2400 hal ini menunjukkan bahwa nilai fluktuasi nilai tukar yang terjadi pada periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar 4,2400. Standar deviasi variabel nilai tukar adalah 0,02477 hal ini menunjukkan selama periode 2017 sampai 2019, variabel perolehan nilai tukar pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menyimpang dari rata-rata sebesar 0,02477.

d) Suku Bunga

Variabel suku bunga mempunyai nilai minimum selama periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar 4,25 yang terjadi pada tahun 2017. Sedangkan untuk nilai maksimum untuk variabel suku bunga selama periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar 6,00 yang terjadi pada tahun 2018. Variabel suku bunga memiliki nilai mean sebesar 5,0833 hal ini menunjukkan bahwa tingkat fluktuasi suku bunga yang terjadi pada periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar 5,0833. Standar deviasi variabel suku bunga adalah 0,72496 hal ini menunjukkan selama periode 2017 sampai 2019, variabel perolehan suku bunga pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menyimpang dari rata-rata sebesar 0,72496.

e) Nilai Perusahaan

Variabel nilai perusahaan mempunyai nilai minimum selama periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar 1,13 yang terjadi pada PT Prasidha Aneka Niaga Tbk pada tahun 2018. Sedangkan nilai maksimum untuk variabel nilai perusahaan selama periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar 38,38 yang terjadi pada PT Inti Agri Resources Tbk pada tahun 2017. Variabel nilai perusahaan memiliki nilai mean sebesar 4,9207 hal ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai perusahaan pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 sampai 2019 adalah sebesar 4,9207. Standar deviasi variabel nilai perusahaan adalah 6,65503 hal ini menunjukkan selama periode 2017 sampai 2019, variabel perolehan nilai perusahaan pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menyimpang dari rata-rata sebesar 6,65503.

2. Analisis regresi berganda

Untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen digunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan variabel independen pertumbuhan aset, ukuran perusahaan,nilai tukar dan suku bunga sedangkan untuk variabel dependen adalah nilai perusahaan. Dapat dilihat pada tabel 3.

(6)

JEMMA, Volume 5 Nomor 1, Maret 2022 | 88 Tabel 3. Persamaan regersi berganda

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1802,245 1983,787

Pertumbuhan Aset -,082 ,057 -,220

Ukuran Perusahaan ,701 ,436 ,243

Nilai Tukar -444,334 487,790 -1,654

Suku Bunga 14,880 16,663 1,621

a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan

Persamaan regresi berganda yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

PBV = 1802,245 (a) + (-0,082) (X1) + 0,701 (X2) + (-444,334) (X3) + 14,880 (X4) + e Persamaan regresi tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

a = Nilai konstan adalah sebesar 1802,245 artinya apabila seluruh variabel independen bernilai 0 maka diprediksi untuk nilai perusahaan yang dihasilkan adalah sebesar 1802,245.

b1 = Koefisien regresi untuk variabel pertumbuhan aset sebesar -0,082 artinya jika pertumbuhan aset naik satu satuan dengan anggapan variabel independen lainnya tetap, maka nilai perusahaan akan mengalami peningkatan sebesar -0,082.

b2 = Koefisien regresi untuk variabel ukuran perusahaan sebesar 0,701 artinya jika ukuran perusahaan naik satu satuan dengan anggapan variabel independen lainnya tetap, maka nilai perusahaan akan mengalami peningkatan sebesar 0,701.

b3 = Koefisien regresi untuk variabel nilai tukar sebesar -444,334artinya jika nilai tukar naik satu satuan dengan anggapan variabel independen lainnya tetap, maka nilai perusahaan akan mengalami peningkatan sebesar -444,334.

b4 = Koefisien regresi untuk variabel suku bunga sebesar 14,880 artinya jika suku bunga naik satu satuan dengan anggapan variabel independen lainnya tetap, maka nilai perusahaan akan mengalami peningkatan sebesar 14,880.

Uji F

Uji F menunjukkan apakah variabel independen mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Pada penelitian ini menguji secara simultan pengaruh pertumbuhan aset, ukuran perusahaan, nilai tukar dan suku bunga terhadap nilai perusahaan dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil dari pengujian tersebut dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4. Uji F ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 220,416 4 55,104 1,275 ,296b

Residual 1728,321 40 43,208

Total 1948,737 44

a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan

b. Predictors: (Constant), Suku Bunga, Ukuran Perusahaan, Nilai Tukar, Pertumbuhan Aset Sumber : Output SPSS

(7)

JEMMA, Volume 5 Nomor 1, Maret 2022 | 89 Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai F sebesar 1,275 dan tingat signifikan sebesar 0,295 atau > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa F hitung < F tabel maka Ho diterima.

Artinya bahwa secara simultan variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen dalam penelitian ini.

Uji nilai t

Uji t menunjukkan apakah variabel independen mempunyai pengaruh secara parsial terhadap variabel dependen. Pada penelitian ini menguji secara parsial pengaruh pertumbuhan aset, ukuran perusahaan, nilai tukar dan suku bunga terhadap nilai perusahaan dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil dari pengujian tersebut dapat dilihat pada tabel 5.

Berdasarkan hasil uji t yang menguji faktor internal (pertumbuhan aset dan ukuran perusahaan) dan faktor eksternal (nilai tukar dan suku bunga) terhadap nilai perusahaan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai t pada pertumbuhan aset sebesar -1,452 dengan tingkat signifikan sebesar 0,154 atau > 0,05, nilai t pada ukuran perusahaan sebesar 1,609 dengan tingkat signifikan sebesar 0,116 atau > 0,05, nilai t pada nilai tukar sebesar - 0,911 dengan tingkat signifikan sebesar 0,368 atau > 0,05 dan nilai t pada suku bunga sebesar 0,893 dengan tingkat signifikan sebesar 0,337 atau > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa t hitung < t tabel maka Ho diterima. Artinya bahwa secara parsial variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen dalam penelitian ini

Tabel 5. Uji t Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 1802,245 1983,787 ,908 ,369

Pertumbuhan Aset -,082 ,057 -,220 -1,452 ,154

Ukuran Perusahaan ,701 ,436 ,243 1,609 ,116

Nilai Tukar -444,334 487,790 -1,654 -,911 ,368

Suku Bunga 14,880 16,663 1,621 ,893 ,377

Sumber: Hasil olah data SPSS

Koefisien determinasi (R²)

Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan sebuah model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 10.

Tabel 6. Koefisien determinasi (R²) Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 ,336a ,113 ,024 6,57328

Sumber: Hasil olah data SPSS

(8)

JEMMA, Volume 5 Nomor 1, Maret 2022 | 90 Dari diatas menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 11,3% yang berarti bahwa variabel nilai perusahaan dapat dipengaruhi pertumbuhan aset, ukuran perusahaan, nilai tukar dan suku bunga dan selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.

PEMBAHASAN

Pengaruh pertumbuhan aset terhadap nilai perusahaan

Hasil pengujian menunjukkan bahwa pertumbuhan aset tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Pertumbuhan aset perusahaan yang tinggi dapat menyebabkan kebutuhan dana yang semakin meningkat untuk mengelolah kegiatan operasional perusahaan karena perusahaan cenderung memilih untuk menahan laba perusahaan untuk keperluan pertumbuhan perusahaan dibandingkan dengan kesejahteraan para investor atau pemegang saham. Hal ini yang menyebabkan investor tidak mempercayai perusahaan dan akan berpengaruh buruk pada nilai perusahaan sehingga mengalami penurunan pada nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Triyani et al., (2018) pertumbuhan aset tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Sedangkan penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Dae (2015) secara parsial pertumbuhan aset berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.

Pertumbuhan aset yang meningkat menunjukkan berkembangnya suatu perusahaan sehingga semakin tinggi pertumbuhan aset maka menunjukkan bertumbuhnya perusahaan tersebut yang artinya berkembangnya suatu perusahaan akan memotivasi atau mendorong investor untuk berinvestasi. Hal ini akan meningkatkan harga saham sehingga meningkatnya harga saham maka nilai perusahaan juga akan meningkat. Kondisi ini terjadi karena keputusan investasi dilakukan perusahaan akan menentukan keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dan kinerja perusahaan dimasa yang akan datang. Keputusan ini sangat penting karena jika perusahaan salah dalam pemilihan investasi, maka akan menganggu kelangsungan hidup perusahaan. Oleh karena itu manajer harus menjaga perkembangan investasi sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan melalui kesejahteraan pemegang saham dan dapat meningkatkan nilai perusahaan.

Pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan

Hasil pengujian pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal ini dikarenakan ukuran perusahaan dinilai dari total aset yang dimiliki oleh perusahaan untuk kegiatan operasionalnya. Semakin besar ukuran perusahaan akan semakin besar pula dana yang dibutuhkan untuk kegiatan operasionalnya. Perusahaan memperoleh dana yang berasal dari hutang pda pihak luar perusahaan, sehingga dapat diketahui bahwa semakin besar suatu ukuran perusahaan maka semkain besar pula hutang yang digunakan oleh perusahaan. Keputusan untuk melakukan penambahan hutang oleh perusahaan besar harus seharusnya mampu memperoleh pengembalian berupa aset ang besar. Untuk melakukan penambahan hutang yang besar maka harus dengan jaminan yang besar pula dan untuk perusahaan besar tentu akan menjadikan aset sebagai jaminan untuk pengambilan hutang yang besar. Hal ini menunjukkan kurannya solvabilitas antara aset dan hutang hal tentunya akan membuat investor berfikir alkan tingginya resiko ketika menanamkan modal pada perusahaan tersebut.yang Hasil penelitian ini

(9)

JEMMA, Volume 5 Nomor 1, Maret 2022 | 91 sesuai dengan Rumondor et al. (2015) yang memberikan hasil bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.

Akan tetapi hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Bernandhi & Muid (2013) hasil penelitian memberikan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, artinya semakin besar ukuran perusahaan maka nilai perusahaannya pun akan semakin besar. Ukuran perusahaan yang lebih besar dapat dengan mudah memperoleh akses ke pasar modal sehingga lebih mudah memperoleh pinjaman dibandingkan perusahaan kecil. Sehingga dapat diartikan bahwa semakin tinggi ukuran perusahaan maka akan tinggi juga nilai perusahaan. Dengan semakin tinggi nilai perusahaan maka akan membuat investor untuk menaruh perhatian pada perusahaan tersebut. Hal ini disebabkan karena investor berasumsi bahwa perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan yang tinggi cenderung memiliki kondisi yang lebih stabil dan lebih mampu untuk memberikan pengembalian atas investasinya sehingga mengurangi ketidakpastian para investor. Dengan demikian para investor tertrik untuk memiliki saham pada perusahaan tersebut. Adanya peningkatan atas permintaan saham perusahaan akan diikuti dengan naiknya harga saham perusahaan dipasar modal sehingga nilai perusahaan akan tinggi.

Pengaruh nilai tukar terhadap nilai perusahaan

Hasil pengujian pengaruh nilai tukar menunjukkan bahwa nilai tukar tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Nilai tukar tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, tinggi rendahnya fluktuasi nilai tukar tidak dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar berdampak negatif terhadap pasar modal, sehingga menyebabkan pasar modal tidak memiliki daya tarik. Hal ini menyebabkan investor beralih ke pasar uang karena return keuntungan yang diperoleh dipasar uang lebih besar dari pada pasar modal yang pada akhirnya akan menurunkan harga saham dan tentunya juga akan menurunkan nilai prusahaan. Berarti pengaruh negatif nilai tukar terhadap harga saham, namun tidak signifikan hal ini disebabkan karena perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia mampu beradaptasi terhadap fluktuasi kurs tersebut. Sehingga kinerja perusahaan tetap terjaga dan tidak berpengaruh terhadap harga saham suatu perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Azizah & Priyadi (2016).

Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Suryantini & Arsawan (2014) nilai tukar berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, artinya bahwa jika nilai tukar mengalami kenaikan maka nilai perusahaan akan mengalami penurunan. Perubahan nilai tukar mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham dan akan berimbas menurunkan nilai perusahaan. Artinya apabila mata uang asing naik maka harga saham akan turun hal ini disebabkan harga mata uang asing yang tinggi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia akan semakin lesu karena tingginya nilai mata uang mendorong investor berinvestasi dipasar uang. Dan sebaliknya apabila nilai mata uang asing turun terhadap mata uang dalam negeri maka saham akan naik disebabkan turunnya mata uang mendorong investor untuk berinvestasi dipasar modal, hal ini dapat memicu tingginya permintaan investasi oleh investor yang mendorong naiknya harga saham suatau perusahaan dan akan meningkatkan nilai perusahaan.

Akan tetapi berdasarkan hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa tinggi rendahnya fluktuasi nilai tukar merupakan faktor yang dapat mempengaruhi nilai tukar.

(10)

JEMMA, Volume 5 Nomor 1, Maret 2022 | 92 Pengaruh suku bunga terhadap nilai perusahaan

Hasil pengujian menunjukkan bahwa suku bunga tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Suku bunga yang tinggi mengakibatkan investor lebih memilih berinvestasi di perbankan dibandingkan di pasar modal. Hal ini mengakibatkan berkurangnya investasi pada saham sehingga, mengakibatkan harga saham menurun. Dengan menurunnya harga saham maka nilai perusahaan juga akan turun. Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hamidah et al. (2015) suku bunga tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Dae (2015) suku bunga berpengaruh tidak signifikan terhadapa nilai perusahaan. Suku bunga yang tinggi mengakibatkan investor lebih memilih berinvestasi di sektor perbankan dibandingkan dengan berinvestasi pada sektor rill. Hal ini mengakibatkan berkurangnya invetasi pada saham sehingga mengakibatkan harga saham menurun. Dengan menurunnya harga saham maka nilai perusahaan juga akan turun.

4. Kesimpulan

Dari hasil regresi berganda yang dilakukan dengan mengolah data menggunakan spps maka hasil yang di peroleh adalah secara simultan pertumbuhan aset, ukuran perusahaan, nilai tukar dan suku bunga tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Demikian pula secara parsial pertumbuhan asset, ukuran perusahaan, nilai tukar, dan suku bunga tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Adapun saran untuk manajemen perusahaan dan penelitian selanjutnya yaitu manajemen perusahaan sebaiknya dapat meningkatkan lagi nilai perusahaannya sehingga bisa berkembang menjadi lebih baik lagi dan dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Jika kinerja perusahaan semakin baik maka investor akan tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan maka akan meningkatkan nilai perusahaan dari perusahaan tersebut. Untuk peneliti selanjutnya kiranya dapat menambah variabel lain atau berbeda dan juga menambahkan sampel lebih dari penelitian ini karena semakin banyak sampel dan variabel penelitiannya maka hasil yang diperoleh semakin baik. Periode penelitian sebaiknya di perpanjang karena semakin panjang periode penelitiannya maka perbedaan atau perubahan nilai tiap tahunnya relatif tinggi ataupun rendah.

Daftar Pustaka

Azizah, S., & Priyadi, M. P. (2016). Pengaruh faktor internal dan eksternal perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi (JIRA), 5(10).

Bernandhi, R., & Muid, A. (2013). Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Dividen, Leverage Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan. Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Dae, C. N. (2015). Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). STIE Perbanas Surabaya.

Eksandy, A. (2017). Pengaruh Ukuran Perushaan, Solvabilitas, Profitabilitas Dan Komite Audit Terhadap Audit Delay (Pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2012-2015). Competitive Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 1(2).

(11)

JEMMA, Volume 5 Nomor 1, Maret 2022 | 93 Hamidah, H., Hartini, H., & Mardiyati, U. (2015). Pengaruh Inflasi, Suku Bunga BI,

Profitabilitas, dan Risiko Finansial Terhadap Nilai Perusahaan Sektor Properti Tahun 2011-2013. JRMSI-Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia, 6(1), 395–416.

Handoko, P. (2017). The Influence of Firm’s Size, Growth, and Profitability on Firm Value with Capital Structure as the Mediator: A Study on the Agricultural Firms Listed in the Indonesian Stock Exchange. International Journal of Economics and Finance, 9(8), 103–

110.

Hermuningsih, S. (2013). Pengaruh profitabilitas, growth opportunity, struktur modal terhadap nilai perusahaan pada perusahaan publik di Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter Dan Perbankan, 16(2), 127–148.

Hidayat, A. (2013). Pengaruh Kebijakan Hutang Dan Kebijakan Deviden Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI). Jurnal Akuntansi, 1(3).

Meidiawati, K., & Mildawati, T. (2016). Pengaruh size, growth, profitabilitas, struktur modal, kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi (JIRA), 5(2).

Muchlas, Z., & Alamsyah, A. R. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kurs Rupiah Terhadap Dolar Amerika Pasca Krisis (2000-2010). Jurnal Jibeka, 9(1), 76–86.

Rumondor, R., Mangantar, M., & Sumarauw, J. S. B. (2015). Pengaruh struktur modal, ukuran perusahaan dan risiko perusahaan terhadap nilai perusahaan pada sub sektor plastik dan pengemasan di BEI. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 3(3).

Sa’adah, R. N. (2021). METODE PENELITIAN R&D (Research and Development) Kajian Teoretis dan Aplikatif. CV Literasi Nusantara Abadi.

Suryantini, N. P. S., & Arsawan, I. W. E. (2014). Pengaruh Faktor Eksternal Terhadap Nilai Perusahaan (PBV) dan Harga Saham Terhadap Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis Dan Kewirausahaan, 8(2), 91–101.

Triyani, W., Mahmudi, B., & Rosyid, A. (2018). Pengaruh Pertumbuhan Aset Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2007- 2016). Tirtayasa Ekonomika, 13(1), 107–129.

Gambar

Tabel 2. Analisis Statistik Deskriptif .  Descriptive Statistics
Tabel 4. Uji F  ANOVA a
Tabel 5. Uji t  Coefficients a Model  Unstandardized  Coefficients  Standardized Coefficients  T  Sig

Referensi

Dokumen terkait

Dari matriks QSPM didapatkan tiga alternatif strategi pemasaran yang diprioritaskan untuk dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan mempromosikan produk melalui banyak

Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Statistik Desktiptif.. N Minimum Maximum Mean

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana dalam penelitian yang dilakukan bersifat Deskriptif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari

Tabel statistik deskriptif ini meliputi jumlah data (N), nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata (mean) dan standart deviasi dari variabel independen yaitu

Perguruan tinggi juga harus terus meningkatkan mutu pendidikan dengan tata kelola perguruan tinggi yang baik atau Good University Governance (GUG) yang baik sesuai dengan tujuan

Dalam konteks ini, petani berskala besar lebih fleksibel ketika harga garam naik ataupun turun karena mereka memiliki gudang penyimpanan garam tetapi bagi petani kecil mereka

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat memberikan saran kepada Dinas terkait khususnya Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyelenggarakan

Dalam penelitian ini diharapkan dapat merumuskan media promosi yang efektif dan tepat dalam penjualan ritel pada Toko Dika yang mengkomonikasikan suatu